If They Are Get Married Series #6 ” A Cafe For Hyonie”

image

Me and My marriage obsession

Summary :
Hyonie hanya iseng,dan siapa yang menyangka Yesung akan mengabulkan keinginannya.

.

.

.

Suatu malam di sebuah rumah dengan cat biru.Rumah minimalis milik Yesung dan Hyonie tampak sunyi karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.Rumah tampak sunyi karena ke dua putri kembar mereka sudah tertidur pulas,menyisakan dua orang dewasa suami istri itu di ruang keluarga; menonton televisi.

Sang wanita terlihat menaruh kepala di atas bahu sang suami.Matanya menatap acara televisi yang menampilkan acara favoritnya sambil sesekali cekikikan melihat tingkah para pemain pada acara yang di tontonnya.

Sang pria yang malam itu mengenakan t-shirt putih polos dan celana biru malam sesekali mengelus dan mencium puncak kepala sang istri.

Entah karena bosan atau apa?sang istri yang bernama Hyonie memulai pembicaraan.

“Yeobo,kalau aku membuka café seperti Mouse Rabbit apa kau akan menginjinkannya?” Ucap sang istri tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.

Yesung,sang suami mengerutkan alis—memutar kepala ke arah sang istri yang masih tertawa melihat televisi.

“Apa kau yakin?”

Hyonie  membenarkan posisi duduknya,memutar tubuh hingga kini ia berhadapan dengan Yesung.

“Eum…” Hyonie mengerutkan alis,mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagu pertanda sedang berpikir—tiba-tiba menggelengkan kepalanya “Lupakan,aku hanya bercanda” ucapnya kembali membalik tubuhnya menatap televisi.

Yesung mendecakkan lidah,menarik pundak Hyonie,hingga kini istrinya itu kembali menghadapnya “Dengar! jika kau memang ingin membuka café aku akan mendukungmu” ucapnya yang sukses membuat Hyonie melebarkan ke dua matanya kaget.
“Ya!aku hanya iseng menanyakannya padamu,kau tahu…” Hyonie menghentikan ucapannya,melirik Yesung yang menatapnya dengan wajah serius—oh tertarik lebih tepatnya “Aku hanya ber andai-andai,kau tahu aku sering melakukannya,huh” Hyonie terkekeh kemudian.

“Ah…kau benar,jadi mari kita lupakan,anggap pembicaraan ini tidak pernah ada” ucap Yesung seraya mengangguk dan tersenyum “Oh…aku sudah mengantuk,jadi aku mau masuk duluan” lanjutnya berdiri,menaruh ke dua tangan ke dalam saku celananya dan berjalan pergi—tersenyum sekilas sebelum benar-benar memutar tubuh masuk ke dalam kamar.

Hyonie hanya menaikkan alis bingung “Ada apa dengannya?” Pikirnya seraya memiringkan kepalanya ke kanan.Alis Hyonie berkerut samar.Tunggu suaminya itu tersenyum aneh padanya sesaat sebelum ia memutar tubuhnya.Apa suaminya merencanakan sesuatu?pikirnya.Entahlah?yang pasti saat ini Hyonie tidak ingin memikirkannya.

효성

Yesung tiba di WhyStyle siang itu.Seperti biasa pria tampan bersurai hitam itu langsung naik ke lantai 2 toko.Sesekali menyapa beberapa pegawai yang ada disana.

Tersenyum saat mendapati sang adik sudah berada di sana lebih dulu.

Tanpa basa basi,pria yang hari itu mengenakan kemeja putih dengan garis hitam di bagian kerah dan lengannya itu langsung menepuk pundak sang adik—yang sepertinya tidak sadar hyung nya itu datang.

“Oh…hyung,kau hanya sendirian?mana keponakan kembarku?” Tanya Jong Jin,melihat belakang Yesung—siapa tahu si kembar identik itu tertinggal di belakang—seperti biasa jika Yesung membawa mereka ke WhyStyle.

Yesung hanya menggeleng “Mereka bersama ibu nya hari ini,ada les musik” jawab Yesung seraya mengangkat ke dua bahu acuh.

“Padahal aku sangat merindukan mereka” ucap Jong Jin sedikit kecewa.

Yesung hanya memutar ke dua bola matanya malas “Sudahlah,jangan terlalu melebihkan,bukankah kau sering menjemput mereka ke sekolah,huh”

Mendengar itu Jong Jin hanya nyengir lebar,menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal “Mau bagaimana lagi?aku tidak bisa menolak permintaan kakak ipar”

Yesung kembali memutar ke dua bola matanya malas seraya berpaling—melihat beberapa pajangan kacamata di sana.

“Ah,aku melihat ada bangunan yang di jual di ujung jalan sana?Apa kau tahu berapa harganya?” Ucap Yesung tanpa membalikkan badannya dengan tangan yang ia sisipkan ke dalam saku celana jeans biru malamnya.

Jong Jin mengerutkan alisnya “Kenapa hyung tiba-tiba menanyakan bangunan itu?”
“Bisakah kau menanyakan berapa harganya?”

“Untuk apa?”

Yesung tidak menjelaskan,namun hanya tersenyum penuh arti “Kumohon,eoh!”

Meski bingung,Jong Jin akhirnya mengangguk paham “Arraseo,aku akan menanyakannya nanti”

“Gomawo,Jong Jin-ah,aku tahu aku selalu bisa mengandalkanmu” ucap Yesung tersenyum tulus seraya menepuk ke dua pundak sang adik dengan bangga.

효성

Dua orang wanita muda tengah duduk di salah satu café.Satu yang lebih tua mengenakan t-shirt putih polos dengan cardigan berwarna pink,satu lagi yang lebih muda mengenakan blouse biru dengan skirt hitam bermotif bunga tengah asik menyesap minumannya. Dua wanita yang juga ibu-ibu muda itu adalah Hyonie dan Hanyeon.Mereka tengah menunggu sang buah hati les piano di sebuah sekolah musik terkenal di Seoul.

“Hanyeon-ah” ucap Hyonie.

Wanita bernama Hanyeon itu mendongak “Wae?”

“Aku rasa suamiku sedang merencanakan sesuatu?” Ucap Hyonie seraya menyilangkan ke dua tangannya di depan dada.Wajahnya tampak serius berpikir sambil sesekali menggigit bibir bawahnya.

“Maksudmu apa?apa Yesung oppa bersikap aneh belakangan ini?”

Hyonie mengangguk “Dia… terlihat aneh—” Hyonie memiringkan kepalanya “Kadang tersenyum—aneh? padaku”

“Apanya yang aneh,huh?bukankah Yesung oppa sering tersenyum padamu?menurutku bukan Yesung oppa yang aneh,tapi kau sendiri” ucap Hanyeon seraya menggeleng pelan.

Hyonie berdecak dan memukul pelan pundak sahabatnya itu,membuat yang di pukul meringis seraya mendelik kesal.

“Ya!!kenapa kau malah memukulku” protes Hanyeon “Ugh! Apo” lanjutnya seraya mengelus-ngelus pundaknya.

“Ck! Ini tidak seperti biasa—seperti senyum evil—agak…err…menakutkan”

Hanyeon hanya memutar ke dua bola matanya jengah.Tidak mengerti kenapa sahabatnya ini masih saja aneh,bahkan ketika sekarang dia sudah menjadi seorang ibu.Melirik sahabatnya yang masih mengerutkan alis bingung—tidak peduli pada Hanyeon yang meringis kesakitan.

Hanyeon baru saja akan membuka mulut,namun mengurungkannya saat melihat Hyonie bicara.

“Kau tahu,beberapa hari yang lalu—”

—Eomma

Hyonie belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat mendengar suara Eunmi yang nyaring memanggil namanya,yang sontak membuat wanita dua anak itu menoleh,tersenyum melihat dua putri kembarnya dan Yeong Shik berjalan kearahnya dan Hanyeon.

Mereka berlima akhirnya berpisah di depan café.

Meski Hanyeon penasaran,apa yang ingin di ceritakan sahabatnya,namun ia memilih diam,mungkin besok Hyonie akan bercerita lagi.

Hyonie menatap punggung Hanyeon dan Yeong Shik yang menghilang di balik mobil hitam milik Hanyeon.Menghela nafas,dengan ke dua tangan memegang ke dua kembarnya,ibu muda itu berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Kaja,yedeul-ah,apa kalian mau makan crepes sore ini” ucapnya riang seraya menuntun ke dua kembarnya masuk ke dalam mobil.

Kim Eunji dan Kim Eunmi; kembar identik itu mengangguk antusias.

“Eomma,bisa belikan aku buku gambar?buku gambarku habis” ucap Eunji saat mobil sudah mulai berjalan.

Hyonie hanya mengangguk sebagai jawaban,memasang sabuk pengaman dan perlahan mengemudikan Samsung S5 hitam itu.

효성

“Bagaimana?kau berhasil membelinya?” Tanya Yesung suatu siang pada Jong Jin yang siang itu mengenakan t-shirt hitam bergambar tengkorak.

Jong Jin—adik Yesung itu tersenyum lebar dan mengangguk “Tentu saja hyung,kau pikir kemana aku selama seminggu ini menghilang” ucapnya bangga seraya mengacungkan sebuah kunci pada kakanya.

Yesung menyeringai lebar dan menyambar kunci dari tangan Jong Jin “Woah,gomawo-yo” ucapnya seraya memainkan kunci di tangannya.

“Kheunde,untuk apa hyung membeli toko di ujung jalan sana?”

Yesung tersenyum penuh arti “Aku akan memberikannya pada Hyonie” jawabnya santai.

“Mwo?dalam rangka apa? Ulang tahun? Ah…tapi bukankah ulang tahun kakak ipar sudah lewat?”

“Hanya hadiah kecil karena bentuk ke isengannya”

Jong Jin mengerutkan alis bingung “Nde?” Ucapnya tidak mengerti.Sungguh otaknya tidak bisa mengerti kenapa hyungnya ini malah memberikan hadiah hanya karena ke isengan sang kakak ipar?Entahlah?ia tidak mengerti dan tidak ingin mengerti.

Melihat wajah adiknya yang bingung Yesung hanya tertawa “Kau akan tahu nanti,dan…apa kau bisa menjemput si kembar untukku?aku akan membawa Hyonie ke sana hari ini”

Meski lagi-lagi bingung,Jong Jin hanya bisa mengangguk “Bukankah aku memang tidak pernah bisa menolak apapun keinginanmu hyung” ucapnya sebelum menyambar jaket dan pergi meninggalkan sang kakak yang kembali meneriakkan terima kasih.

Dan belum sempat Jong Jin menginjakkan kaki di anak tangga pertama…

“Jong Jin-ah”

Suara Yesung membuat pemuda bersurai hitam berwajah agak chubby itu menoleh “Wae?” Tanyanya singkat.

Yesung tersenyum sekilas “Bisakah kau membawa mereka jalan-jalan dulu setelah pulang sekolah?”

Dan sebelum Jong Jin membuka suara,suara Yesung kembali terdengar “Ku mohon,eoh! setelah aku selesai antarkan mereka ke bangunan di persimpangan itu”

Jong Jin hanya memutar ke dua bola matanya sebelum akhirnya mengangguk dan segera bergegas turun ke lantai satu WhyyStyle sebelum hyung kesayangannya yang banyak meminta itu kembali meminta sesuatu padanya.

Tuhan,kenapa ia harus memiliki kakak dan kakak ipar yang tidak bisa di bantah kalau punya keinginan? Pikirnya.

효성

Hyonie menatap aneh sekaligus curiga pada suaminya yang tumben sekali pulang siang itu.Ia bahkan mengucek ke dua matanya dengan tangan,takut kalau-kalau ia salah lihat,tapi ternyata setelah beberapa kali mengucek ke dua matanya,suaminya memang pulang ke rumah siang itu—dengan senyum—yang terlewat lebar.

“Yeobo” ucap Yesung seraya memeluk Hyonie yang masih—shock melihat kedatangannya siang itu.

“Wae?kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya Yesung saat menyadari Hyonie tidak membalas pelukannya—menatapnya—dengan sedikit mengerutkan alis.

“Kau…kenapa sudah pulang,huh?apa yang kau rencakan sekarang?” Ucap Hyonie menatap tajam sang suami—curiga.

Yesung hanya terkekeh “Apa aku tidak boleh pulang siang?”

Hyonie hanya mengerjap “A…ani,bukannya tidak boleh”

“Eum…bagaimana kalau kita makan siang bersama siang ini?”

“Apa?”

“Ck!suami mu ini mengajakmu makan siang istriku yang cantik,dan yang ia inginkan adalah jawaban ‘iya’ bukan ‘apa?'”

Hyonie hanya memutar ke dua bola matanya malas.Apabila Yesung sudah mulai cheesy seperti ini,ia tahu pria ini pasti menginginkan sesuatu.

Menghela nafas Hyonie mengangguk “Baiklah” ucapnya singkat “Aku ganti baju dulu” lanjutnya seraya melepaskan tangan Yesung yang sejak tadi melingkar di pinggulnya.

Yesung menyeringai lebar “Dandan yang cantik.Karena aku akan membawamu ke suatu tempat yang bagus”

“Kau pikir kita akan makan di mana? Selain restoran keluarga,huh” ucap Hyonie,suaranya terdengar sayup-sayup dari arah kamar.

“Eh?aku tidak bilang kita akan makan di restoran keluarga,dan hari ini hanya kita berdua yang akan makan siang”

Tidak lama setelah Yesung bicara,terdengar suara gedebuk dari arah kamar.Yesung yakin istrinya itu pasti tengah tersandung sesuatu,dan ia juga yakin dalam hitungan detik Hyonie pasti akan keluar kamar.Dan benar saja,Hyonie kini sudah keluar kamar dengan baju yang belum terkancing sempurna.Membuat Yesung hanya tersenyum melihatnya.

“Apa ada yang lucu?” Ucap Hyonie seraya mendengus kesal,tangannya terlihat sulit menggapai resleting blouse birunya.

Yesung hanya menggeleng pelan,berjalan ke arah belakang Hyonie,dan menarik resleting blouse itu.Menepuk pundak Hyonie dan memutar tubuh wanita itu hingga menghadapnya.

“Apa maksudmu kita hanya makan siang berdua,huh?bagaimana dengan anak-anak?”

Dengan ke dua tangan yang masih berada di atas pundak Hyonie,Yesung mendekatkan wajahnya ke arah telinga Hyonie.

“Aku sudah meminta pada Jong Jin untuk menjemput dan menjaga mereka selagi kita pergi” ucapnya tepat di telinga Hyonie— mengecup pelan tengkuk sang istri.

Hyonie?jangan di tanya,wanita itu tetap saja merinding tiap kali Yesung mencium daerah perpotongan leher dan bahunya itu.Dengan sedikit mengerang Hyonie mendorong dada bidang Yesung “Minggir” ucapnya sedingin mungkin “Aku harus segera berpakaian” lanjutnya acuh saat melirik Yesung mengerucutkan bibirnya kesal.

.

Tidak perlu waktu lama,Hyonie kini sudah berdiri di hadapan Yesung,dengan blouse pink dan celana jeans.

Yesung melihat penampilan istrinya siang itu dan tersenyum “kaja” ucapnya mengulurkan tangan.

“My pleasure” ucap Hyonie terkekeh pelan saat menyambut tangan Yesung.

“Kau akan suka dengan apa yg sudah ku persiapkan khusus untukmu gongju-nim (tuan putri)”

Hyonie menghentikan langkah,menatap tajam sang suami “Ku harap bukan sesuatu yang bisa membuatku semakin mencintaimu.Ah…sejak kapan kau mulai suka mengerjai istri mu sendiri,huh?”

Yesung hanya terkekeh,menutup pintu di belakang mereka dan berjalan bersisian dengan Hyonie “Entahlah? Sepertinya aku mempelajarinya dari seseorang” ucapnya seraya mengangkat ke dua bahu acuh,tertawa melihat istrinya memutar ke dua bola matanya.

효성

Mereka makan siang di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari WhyStyle.Dan ini bukan pertama kalinya mereka makan disana,karena Yesung sudah sering membawa Hyonie ke restoran itu saat Hyonie masih jadi kekasihnya dulu.

“Ku pikir kau akan membawaku makan siang dimana?” Cibir Hyonie.
Yesung hanya tertawa “Mian,karena bukan ini yang ingin ku tunjukkan padamu hari ini”
“Eh?”

“Kita makan dulu,lalu setelah ini aku akan membawamu ke suatu tempat—tidak jauh dari sini”

Hyonie semakin menatap curiga Yesung.Karena sungguh!Yesung tidak pernah bersikap sok misterius seperti ini selama ia mengenal pria itu.

Menghela nafas, Hyonie akhirnya hanya diam.Ia ingin tahu apa yang sebenarnya di rencakan suaminya selama beberapa hari ini.

효성

Hyonie hanya mengerjap tidak mengerti saat Yesung membawanya masuk pada sebuah toko kosong.Bangunan berlantai 2 itu tampak nyaman.Otaknya masih tidak bisa mengerti kenapa suaminya itu membawanya masuk?Ia masih belum bisa bersuara—hanya menatap sekeliling toko dengan ke dua mata bulatnya.Menoleh menatap Yesung yang hanya tersenyum penuh arti di belakangnya.

“Ini…” Hyonie menunjuk seluruh toko dengan jari telunjuknya dengan cara memutar.

Yesung hanya mengangkat bahu sekilas “Apa kau suka?tempatnya tidak jauh dari WhyStyle” ucapnya acuh—menghiraukan tatapan Hyonie yang penuh tanya.

Masih menghiraukan tatapan sang istri,Yesung kembali bicara “Ku rasa ini tempat yang bagus,dengan 2 lantai kita bisa membuat di atas sana nyaman dan hangat.Kita bisa membuka café seperti yang kau inginkan di—”

“—Mworago? Café ?” Potong Hyonie tiba-tiba,menatap Yesung dengan tatapan tidak percaya dengan mulut terbuka lebar.

Yesung hanya terkekeh seraya berjalan ke arah sang istri “Yeah,ini adalah hadiah untukmu” ucapnya.

Hyonie hanya mengerjap sekali,dua kali.Tunggu?apa tadi suaminya baru saja mengatakan kalau dia baru saja memberikannya sebuah toko untuk membuka sebuah café? Ia tidak sedang bermimpi kan? Ia masih belum bisa bersuara saat sebuah tangan menariknya pelan,membawanya pada sebuah pelukan hangat.

“Otte?kau suka?” Tanya Yesung seraya mengecup puncak kepala Hyonie.

Hyonie hanya diam dalam pelukan hangat itu.Otaknya terasa pusing.Dadanya berdegup kencang karena kejutan tiba-tiba yang di berikan suaminya ini.Ia ingat sekarang,beberapa minggu yang lalu ia hanya iseng menanyakan bagaimana kalau ia membuka café pada suaminya ini,dan—entah bagaimana suaminya ini malah menanggapinya dengan serius.Apakah ini yang di rencakannya satu minggu ini. Hyonie memang sudah merasakannya,meskipun
ragu,suaminya yang terkadang menakjubkan ini malah benar-benar memberikannya sebuah toko.

“Wae? Kau tidak suka?” Tanya Yesung lembut,membuat Hyonie yang sejak tadi sibuk dengan pikirannya sendiri tersentak kaget.

Mendongak,Hyonie menggeleng pelan seraya tersenyum “Aku sangat menyukainya,suasana di sini sangat hangat.Gomawo” ucap Hyonie lembut menutup ke dua matanya saat bibir hangat Yesung kembali menyentuh keningnya.

Mereka berdua masih saling berpelukan dengan nyaman di sana,hingga sebuah suara cempreng milik Eunji dan Eunmi mengagetkan mereka berdua.

Yesung tertawa saat mendapati ke dua kembarnya kini telah masuk di iringi Jong Jin di belakang mereka.

Ke dua kembar identik itu langsung menyerbu ke dua orang tuanya.

“Ini bangunan apa?” Tanya Eunji seraya mendongak menatap seluruh ruangan; sedangkan Eunmi sudah sibuk berlarian disana (sungguh anak yang hyper).

Yesung tersenyum lebar “Eunji-ya,kau dan Eunmi akan membantu eomma bekerja disini,otte?apa kau suka?”

Eunji mengerjap sekali—tampak bingung;menatap bergantian ayah dan ibunya.

Hyonie akhirnya menganggukkan kepala,menunduk dan berbisik “Apa kau mau membantu eomma membuat sketsa untuk rancangan café kita ini?”

Eunji langsung menyeringai dan mengangguk “Tentu saja”

“Appa,aku suka berada disini,apalagi di lantai 2,sangat nyaman.Eunmi pikir di lantai 2 nanti kita buat sebuah perpustakaan kecil dimana orang-orang yang ingin menghabiskan sore disini tidak akan merasa bosan,dan…ah!! Aku rasa Yeong Shik akan suka berlama-lama disini” ucap Eunmi panjang lebar,menyeringai seraya memikirkan Yeong Shik yang akan selalu ada bersamanya sepanjang hari.Oh!!memikirkannya saja sudah mampu membuat Eunmi terus tersenyum seperti ini sepanjang hari.

Hyonie membelalak kaget saat mendengar ucapan bungsunya,karena sungguh ia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Eunmi (well,meski pada ujung-ujungnya Eunmi memang hanya ingin selalu bersama Yeong Shik).

Hyonie tersenyum,menggusak dengan gemas surai hitam ke dua kembarnya “Ku rasa aku setuju dengan Eunmi.Kau tahu? Dari dahulu aku ingin memiliki café yang memiliki perpustakaan kecil di salah satu sudutnya,tidak perlu terlalu banyak buku yang di pajang.Hanya beberapa buku yang menurutku bagus bisa dibaca oleh orang tua atau anak-anak.Oh!! Kita juga bisa membiarkan para pelanggan membaca disini,tentu saja”

Yesung tersenyum bahagia melihat istrinya ini ternyata memilik impian tersembunyi.Ia mengangguk setuju.

“Kita pulang sekarang,karena mulai sekarang kita harus membicarakan warna apa yang bagus untuk café ini.Membuat logo café dan menentukan menu apa yang akan kita sajikan untuk para pelanggan.” Ucap Yesung seraya meraih tangan Hyonie yang menarik ke dua tangan kembarnya.
Hari itu Hyonie mendapat kejutan luar biasa dari suaminya.Tidak menyangka dari perkataan isengnya beberapa minggu lalu,suaminya benar-benar memberikannya sebuah bangunan untuknya memulai usaha café.

효성

Keluarga Hyosung(Hyonie-Yesung) sudah terlihat sibuk di café baru mereka di bantu beberapa sahabat dan juga teman mereka.

Hari itu mereka akan merubah cat bangunan.

Bangunan tingkat dua itu di ubah menjadi café dengan cat cream dan putih.

Café dengan nuansa krem-putih dan tata letak meja dan sofa yang tampak nyaman,membuat café minimalis itu tampak semakin nyaman.

Di bagian pintu tergantung sebuah lonceng kecil,jika pintu di buka dari luar maupun dari dalam lonceng itu akan berbunyi.

Di bagian depan tepat menghadap jalan,di letakkan sebuah meja panjang yang langsung menghadap ke jalan,di hias dengan beberapa ornamen lucu dan beberapa pot-pot bunga berukuran mini.Tidak lupa sofa warna-warni sebagai tempat duduk.

Tepat disisi kanan dan kiri,mereka menaruh sofa berbentuk setengah lingkaran dan tentu saja sebuah meja bundar yang terbuat dari kayu.Tidak lupa dibagian tengah ada beberapa sofa-sofa single.

Disisi kanan pintu kalian bisa melihat meja kasir sekaligus tempat memesan,dengan tentu saja daftar menu yang akan di jual disana.

Tepat disisi kiri meja kasir,ada sebuah lemari kaca berukuran mini.Disana akan di taruh beberapa cake dan cookies.Disisi tepat di samping lemari cake juga di letakkan meja es krim.Dimana orang dengan bebas memesan es krim rasa dan jenis apa yang mereka inginkan.

Di lantai 2,keluarga itu hanya menaruh beberapa meja persegi panjang di sudut-sudut ruangan.Bagian tengah di isi dengan 2 buah lemari buku yang cukup menampung beberapa buku anak-anak maupun buku yang di butuhkan para orang dewasa.

Oh…jangan lupakan bagian dindingnya.Di lantai 1 kalian bisa melihat beberapa foto Yesung (tentu saja) dan beberapa foto si kembar yang menghiasi sebagian isi café.

.

.

Eunji sibuk menaruh beberapa buku anak-anak di rak paling bawah dan Eunmi yang juga sibuk menaruh beberapa buku dibagian atas lemari,hingga tidak menyadari dua orang anak laki-laki kini berada di belakang mereka.

“Eunmi-ya” itu Yeong Shik

“Eunji-ya” dan itu Young Jae

Kedua anak yang di sebut namanya itu menoleh secara bersamaan.

Eunmi langsung menghampiri yeong Shik “Kapan kalian tiba disini? Bersama samchon dan imo?”

Yeong Shik dan Young Jae mengangguk bersamaan.

“Mereka ada dibawah” jawab Yeong Shik melanjutkan.

“Jadi…apa yang bisa kami bantu?” Tanya Young Jae kali ini ikut bicara.

“Kalian bisa membantu kami menaruh beberapa buku ini di lemari yang disana” jawab Eunji seraya menunjuk 2box berisi buku-buku pada Young Jae.

“Oke!!” Jawab Young Jae dan Yeong Shik serentak seraya berjalan mengambil box yang berada tidak jauh dari mereka.

.

.

“Ku pikir kau bercanda saat kau mengatakan kau akan membuka sebuah café” ucap Riyeon seraya menaruh beberapa cup gelas untuk es krim.

“Kau benar,aku juga berpikiran sama” timpal Hanyeon.

Hyonie hanya memutar ke dua bola matanya “Kalian tahu aku juga rasanya tidak percaya saat Yesung membawaku kemari dan mengatakan ‘Bagaimana?ku rasa ini tempat yang bagus untuk membuka café dan setelah dia mengatakan itu seminggu kemudian kami mulai sibuk merancang dan mencari nama untuk café ini”

Hanyeon dan Riyeon hanya mengangguk-anggukkan kepala.

“Tapi…kenapa nama café nya E&E?” Tanya Hanyeon

“Tentu saja itu singkatan dari si kembar kan?” Jawan Riyeon cepat.

Hyonie hanya tertawa dan menganggukkan kepala.

“Oh! Apa kalian tahu,saat mencari nama untuk café ini?Yesung sempat mendelik marah padaku karena aku ingin nama café nya‘Bacon’“‘

“Eh? Bacon? Daging asap yang biasa di gunakan sebagai teman makan roti itu?” Ucap Riyeon.

Hyonie mengangguk “Iya”

“Lalu?kenapa Yesung oppa marah?” Kali ini Hanyeon yang bertanya.

“Itu…” Hyonie menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal “Kalian tahu? Nama Baekhyun kalau salah menyebutnya bisa menjadi Bacon,hehe…”

Hanyeon dan Riyeon hanya menggelengkan kepala seraya mendecakkan lidah “Pantas saja” ucap mereka serempak.

“YA! Aku hanya iseng mengatakannya kalian tahu” ucap Hyonie tidak mau kalah.

“Whatever” ucap Hanyeon seraya memutar kedua bola matanya jengah,ia bahkan dapat melihat sahabatnya itu mencibir.

Seharian itu mereka semua sibuk di café karena dua hari lagi grand opening café.

Yesung yang baru saja tiba tersenyum pada sang istri dan sahabatnya.Ia melangkahkan kaki dan mengecup pelan puncak kepala sang istri “Maaf aku terlambat karena ada pekerjaan yang harus ku selesaikan di managemen” ucapnya seraya tersenyum pada Hanyeon dan Riyeon yang juga membalas senyumannya.

“Tipikal SM” ucap Jae Joong dari ujung ruangan,dimana dia terlihat sibuk menata beberapa bunga-bunga plastik mungil tanpa menoleh namun jelas mendengar ucapan Yesung.

Yesung hanya tertawa mendengarnya “Tidak heran kau memutuskan untuk keluar dari sana” ucapnya menimpali.

“Tentu saja siapa yang tahan?”

“Keumanhe,kenapa kalian malah membicarakan management disaat seperti ini,huh? Bukankah kita ada disini untuk bekerja sekaligus bersenang-senang” ucap Kibum yang baru saja kembali dari toilet.

Yesung hanya menoleh pada Kibum.

“Dia benar,sebaiknya kita segera menyelesaikan ini” ucap Hyonie lagi kali ini berhasil membuat Yesung dan Jaejoong tertawa mendengarnya.

.

Anak-anak sibuk bercanda sambil menyusun buku-buku di atas,para orang tua sibuk menata ruangan bawah.

Yesung tampak sibuk selca dan mempostingnya di sns,biasa promosi.

효성

D-Day

Hyosung family,jongjin dan beberapa karyawan yang Yesung ambil dari Mobit café dan tidak lupa para sahabat Hyonie juga datang di hari pembukaan itu.

Mereka mengenakan seragam cream dengan tulisan E&E café tertulis di depan dada dengan huruf merah besar mulai berdo’a sebelum café benar-benar di buka untuk pertama kalinya hari itu.

“Semoga di hari pertama pembukaan ini bisa membuat pelanggan datang kembali untuk ke dua,ketiga atau bahkan seterusnya,semoga semua sukses dan jangan lupakan bersikap ramahlah pada pelanggan” ucap Yesung sebelum akhirnya mereka semua berteriak “Fighting” secara bersamaan.

Dalam 3,2,1…

Pintu terbuka dengan bunyi lonceng pendek.

Selamat datang di E&E café

END

 

 

~Epilog~

Yesung meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku,kalau biasa ia hanya berada di belakang meja kasir kali ini ia ikut turun tangan langsung melayani para pelanggan.

Pelanggan yang kebanyakan gadis remaja yang notabene fans Yesung,Kibum dan Jaejoong itu cukup membuat mereka kualahan sedikit tadi.Selain para orang tua dan anak-anak mereka tentu saja—beberapa teman mereka sesama artis juga datang berkunjung.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam,para karyawan dan para sahabat sudah kembali ke rumah mereka sejak setengah jam yang lalu hanya menyisakan ia dan keluarga.

Yesung tersenyum memandang seluruh isi café—terkejut saat mendapati sebuah tangan kini sudah melingkar di bahunya,mengecup pipi kirinya lembut sambil mengumamkan kata “Gomawo atas semuanya”

Tanpa melihat ia tahu itu sang istri.Ia menggenggam lengan yang melingkar itu,menoleh ke sisi kirinya dan mengecup pelan bibir sang istri dan hanya mengangguk.

“Apa kita pulang sekarang?karena sepertinya anda akan sibuk” ucapnya pada Hyonie.

“Tentu kita harus segera pulang,lagipula anak-anak sudah tertidur sejak tadi” ucap Hyonie menunjuk sebuah sofa melingkar dengan dagunya.

Yesung menoleh dan tersenyum melihat ke dua malaikat kembarnya terlihat sangat terlelap dalam tidurnya “Mereka pasti kelelahan” ucap Yesung seraya berdiri,dan menghampiri ke dua kembarnya.

Yesung mengangkat Eunmi dalam gendongannya dan Eunji dengan sang istri.

“Kau sudah mengunci semua kan?” Tanya Yesung sesaat sebelum mereka meninggalkan café dan menyalakan mesin mobil.

Hyonie mengangguk dan mengacungkan jempol.

“Ah! Aku lupa” seru Hyonie tiba-tiba membuat Yesung segera menoleh dan menatap khawatir.

“Kau lupa mengunci pintu belakang?”

Hyonie hanya menggeleng seraya menyeringai “Aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat berterima kasih pada kekasih,suami dan ayah dari anak-anak ku untuk hari ini.Aku tidak menyangka karena keisenganku dia akhirnya mewujudkan mimpiku untuk membangun sebuah café meski kecil”

“Jadi apa yang harus ku berikan sebagai ucapan terima kasih?”

Yesung terkekeh dan menyeringai “Kau tahu hanya dengan—”

“—itu sudah pasti tanpa kau pinta pun aku akan memberikannya”

Yesung menyeringai jahil “memang kau pikir aku akan minta apa?”

“I…itu kan?” Jawab Hyonie “Eh? Bukan ya?”

Yesung hanya terbahak seraya menyalakan mobil “Aigoo~istriku ini”

Hyonie hanya merengut “Lalu kau minta apa?”

Yesung berdehem “Aku hanya ingin kau selalu ada disisiku,menjaga anak-anak atau memberikan satu lagi mungkin?” Ucapnya terkekeh “Yang pasti aku hanya ingin selalu melihat senyum kalian bertiga,karena bagiku kalian adalah segalanya bagiku dan —”

Yesung menghentikan ucapannya saat mendengar sebuah dengkuran halus,ia menoleh dan hanya tertawa saat mendapati istrinya sudah tertidur dengan kepala yang bersender di jendela mobil.Dengan satu tangan ia menaikkan coat sang istri dan kembali melajukan mobilnya dalam keheningan malam musim gugur.

An.akhir kata wassalam lol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s