Secret Admirer?

IMG1435121673587_1435121678491_o

 

Summary :

Apa yang sudah membuatnya menyuki pria berpipi tembem dengan surai hitam itu?Tidak ada yang tahu —karena hal itu terjadi begitu saja.

.

.

.

Hanyeon menguap lebar sore itu,duduk di salah satu kursi Mouse Rabbit—menunggu Hyonie(salah satu sahabatnya) yang entah kapan akan tiba di Café.

 

Wanita dengan dress merah motif polkadot selutut itu menyesap vanilla latte di hadapannya,mengernyit karena cup yang tadinya penuh itu kini sudah kosong.Menghela nafas wanita itu berdiri,berjalan menuju sebuah meja di pojok ruangan—meja kasir sekaligus tempat memesan.

 

“Oh…Hanyeon-ssi” ucap sebuah suara pria,tersenyum hangat.

 

Itu adalah Kim Jong Jin,adik sang pemilik Café.Pria dengan pipi tembem itu memiliki mata yang sama dengan Yesung,surai hitam,sungguh perpaduan yang sama persis dengan sang kakak yang notabene seorang artis terkenal.Jika kau tidak benar-benar mengenal—atau setidaknya tahu tentang mereka,kau akan mengira bahwa Jong Jin adalah Yesung.Mereka hanya memiliki perbedaan di bibir.Yesung memiliki bibir yang lebih tipis dibandingkan Jong Jin,sekilas kau akan merasa jika mereka bagai saudara kembar.Dimana ada Yesung maka disitu juga kau akan menemukan Jong Jin.

 

Hanyeon hanya tersenyum sekilas melihat calon adik ipar sahabatnya itu(setidaknya jika Yesung dan Hyonie menikah nanti).

 

“Aku pesan—”

 

“—Hanyeon-ah”

 

Hanyeon menoleh,melihat orang yang telah menginterupsi pesanannya.Menggelengkan kepala pelan saat mendapati sahabatnya,Hyonie yang kini sudah berdiri di depan pintu masuk seraya melambaikan tangan padanya.

 

Menghiraukan wanita dengan blouse hitam garis-garis itu,Ia kembali menoleh menatap Jong Jin yang masih tersenyum di belakang sebuah komputer atau monitor(apapun namanya itu)”Aku pesan strawberry smoothie” ucapnya “Oh…aku juga pesan strawberry cake” lanjutnya,kembali berjalan menuju tempat dimana ia duduk tadi menghiraukan panggilan sahabatnya yang masih dengan senyum lebar diwajahnya meski Hanyeon sudah mencoba menghiraukannya.

 

Park Sung Hyo atau biasa dipanggil dengan Hyonie itu menyeringai dengan ke dua tangan yang dia tangkupkan di depan wajahnya—meminta maaf pada Hanyeon beberapa kali.

 

Hanyeon hanya menghela nafas panjang—mendelik dengan ke dua tangan yang terlipat di depan dada.Sungguh ia kesal melihat sahabat yang masih menangkupkan ke dua tangannya itu.Kemana saja dia?bukankah mereka sudah janjian bertemu disini sejak…Hanyeon mendengus saat mengingat sudah berapa lama ia menunggu di Café tersebut.

 

“Maafkan aku,huh” Ucap Hyonie seraya mengerjap lucu,membuat Hanyeon menatapnya aneh.

 

Menghela nafas,Hanyeon akhirnya menganggukkan kepala memaafkan sahabatnya itu.

 

“Darimana saja,huh?”

 

“Itu…”Hyonie menggaruk belakang kepalanya dengan canggung”Aku…Aku…” Dia kembali tertawa sumbang—matanya melirik seseorang yang berdiri tepat dibelakang Hanyeon.

 

Hanyeon menaikkan alis bingung.Dan sebelum ia berpaling untuk melihat siapa yang dilihat sahabatnya itu sebuah suara membuatnya mengurungkan niatnya.

 

“Maafkan aku Hanyeon-ssi” ucap suara laki-laki—itu Jong Jin yang kini sudah membawa segelas strawberry smoothie dan sepotong strawberry cake.

 

Pria dengan surai hitam itu meletakkan makanan di atas meja.

 

“Aku meminta Hyonie nuna mengantarkan gambar rancangan Café yang baru pada hyung yang saat ini berada di WhyStyle”

 

Hanyeon hanya mengerjap,menatap secara bergantian Hyonie dan Jong Jin”Jadi…maksudmu…”Hanyeon menaikkan alis bingung.

 

Jong Jin mengangguk”Yeah…Hyonie nuna sudah datang lebih dulu tadi”

 

“Benar” Hyonie menyambar begitu saja,membenarkan ucapan Jong Jin.

 

“Lalu kenapa kau tidak mengatakannya padaku sejak awal?” Ucap Hanyeon kesal,karena sungguh! Ke dua orang di hadapannya ini sudah membuat hatinya jengkel luar biasa.

 

“Karena kau tidak bertanya” Jawab Jong Jin seraya menyeringai lebar yang sukses membuat Hanyeon memutar ke dua bola matanya.

 

Mendengus pelan,Hanyeon hanya bisa memutar ke dua bola matanya malas “Arraseo” ucapnya pada akhirnya.

 

Hyonie menyeringai lebar”Kalau begitu aku yang traktir hari ini” ucapnya riang,menghiraukan tatapan tajam dari sahabatnya.

 

Hanyeon hanya menggeleng pelan.Ia merasa seperti orang yang tengah dipermainkan oleh sahabat dan calon adik iparnya itu.

 

-oo-

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari seorang Kim Jong Jin,kecuali tentu saja dia adalah adik dari salah satu artis terkenal di Korea.

 

Kim Jong Jin,pria dengan pipi tembem dan rambut hitam kelahiran 87line.

 

Well…meski mereka sudah sangat sering bertemu bahkan sudah tidak terhitung sejak Hyonie(sahabat Hanyeon) mulai menjadi kekasih Yesung.

 

Hanyeon selalu menyempatkan diri ke Mobit Café jika ada waktu atau jika sedang menamani sahabatnya kesana.

 

Hanyeon menyukai suasana Café yang nyaman.Ia bahkan ketagihan vanilla latte yang di jual disana,selain itu ia juga sangat menyukai muffin coklatnya.

 

Jadi?apa yang membuat Hanyeon tiba-tiba saja menyukai seorang Kim Jong Jin? Atau lebih tepatnya mengagumi pria dengan surai hitam itu?

 

Jong Jin memang tidak memiliki senyum yang bisa membuat wanita manapun bertekuk lutut seperti Kibum.Dia juga tidak memiliki mata yang berbinar dan wajah yang lucu seperti Luhan.

 

Jong Jin hanya adik dari seorang member super junior bernama Yesung.Jika kau melihat dan tahu bahwa dimana ada Yesung maka disitu kau akan menemukan Jong Jin.

 

Jong Jin bagai ekor bagi Yesung—mungkin karena dia adik kesayangan Yesung—orang kepercayaan Yesung? Siapa yang tahu?

 

.

 

Hari itu lagi-lagi Hanyeon bertemu dengan Jong Jin.Mereka memang tidak sengaja bertemu di Dongdaemun saat Hanyeon sedang melakukan pekerjaanya disana.

 

Jong Jin lah yang lebih dulu menegurnya saat itu.Dan Hanyeon mau tidak mau menyapa adik dari kekasih sahabatnya itu.Awalnya mereka hanya basa basi,tidak ada yang tahu kenapa mereka berdua berakhir memasuki sebuah Café.

 

Hanyeon yang berdiri tepat dibelakang Jong Jin sedikit terkejut saat pria dengan surai hitam itu sudah menyebutkan pesanannya pada orang yang berdiri di belakang komputer di meja pesanan itu.

 

Jong Jin menoleh dan tersenyum tipis “Green tea latte right?”Tanyanya.

 

Hanyeon mengerjap sekali sebelum akhirnya menjawab dengan canggung”Uh?ah…iya” jawabnya seraya tersenyum kikuk.

 

Sebelum kembali memesan minuman mereka,Jong Jin kembali tersenyum hangat—membuat Hanyeon merasa aneh?Entahlah,ia juga tidak mengerti kenapa hatinya mulai bereaksi aneh seperti ini? Oke ini memang sering terjadi pada Hanyeon jika ia sedang menyukai seseorang,tapi kemudian ia sadar,sepertinya bukan.

 

 

.

 

 

“Kau sedang belanja disini?” Tanya Jong Jin setelah mereka berdua duduk disalah satu meja Café yang menghadap tepat ke jalanan.

 

“Oh…tidak,aku hanya melakukan survey pasar dari kantor” Jawab Hanyeon “Kau sendiri?”

 

Jong Jin hanya tertawa,menyenderkan punggungnya di kursi”Aku dari WhyStyle” jawabnya seraya menaikkan bahu.

 

“Yesung oppa” gumam Hanyeon pelan.

 

Sebenarnya Hanyeon hanya bergumam sambil lalu,namun ia tidak menyangka Jong Jin akan tertawa mendengarnya.

 

Tawa Jong Jin kini pecah,membahan di dalam Café yang tidak terlalu besar itu”Kau benar,kau tahu aku bekerja padanya dan…yeah…seperti yang kau lihat,aku tidak bisa menolak keinginannya.”

 

Hanyeon hanya mengangguk seraya tersenyum.

 

Suasana kini hening.Hanyeon terlihat menyesap green tea latte di hadapannya sedangkan Jong Jin?pria dengan surai hitam itu nampak sibuk dengan ponselnya,sesekali terlihat tersenyum.

 

“Bukankah green tea latte bagus untuk seseorang yang sedang banyak pikiran atau lelah?membuat perasaan menjadi tenang”

 

Hanyeon yang tengah menyesap minumannya mendongak seraya mengerjap menatap Jong Jin yang kini tengah menatapnya dengan kedua tangan yang terlipat di atas meja,tersenyum(Demi Hyonie yang judes,kenapa calon adik ipar dari sahabatnya ini malah menatapnya seperti itu?)Membuatnya hanya bisa tertawa—well,aneh menurutnya.

 

“Tapi…ini sedikit…kau tahu—”

 

“—pahit?aku tahu”

 

“Tapi,selain untuk menenangkan pikiran,teh hijau juga bagus untuk kulit,terutama para wanita.Bukankah kalian sering meminum green tea?”

 

“Kurasa”

 

“Eh?”

 

“Well,aku bukannya tidak menyukai green tea,hanya saja aku tidak terlalu suka rasa pahitnya.Dan…apa kau tahu Jong Jin-ssi,kau terlihat seperti Hyonie jika sedang menjelaskan sesuatu,sangat detail meski kadang dia lupa dan berakhir dengan kata ‘Setidaknya itu yang ku baca’ atau jika dia ragu dia akan mengatakan ‘Ku rasa’ dengan ekspresi yang lucu”

 

Jong Jin hanya tertawa mendengarnya”Benarkah?Kau akan lebih terkejut lagi jika melihat Yesung hyung menjelaskan sesuatu”

 

Hanyeon tersenyum lebar tampak tertarik dengan apa yang di ceritakan Jong Jin.Dalam hati bersorak senang karena ia bisa tahu apa-apa saja yang tidak diketahui Hyonie tentang kekasihnya itu.Jarang-jarang bukan?

 

Dan akhirnya 1 jam itu mereka habiskan hanya untuk membicarakan Yesung dan Hyonie.Hanyeon tidak berhenti tertawa setiap kali Jong Jin bercerita tentang Yesung.Begitupun dengan Jong Jin,pria bersurai hitam itu beberapa kali melebarkan matanya kaget saat Hanyeon bicara tentang Hyonie.

 

Mereka asik bicara dan sesekali tertawa hingga sebuah suara dering ponsel membuat mereka menoleh kearah suara; Itu ponsel Jong Jin yang dia taruh diatas meja sejak tadi.

 

Hanyeon masih sempat mencuri lirikan pada layar ponsel Jong Jin ; ada nama ‘Yesung Hyung’ tertera disana.Mengamati Jong Jin yng terlihat mengangguk singkat dan menghela nafas seraya menggerutu pelan saat pria itu menurunkan ponsel dari telinga kanannya.

 

“Maafkan aku Hanyeon-ssi,aku harus kembali ke WhyStyle karena sang tukang perintah sudah berada disana dan kautahu dia tidak suka jika tidak melihatku disana” ucap Jong Jin memasang wajah menyesal.

 

“Oh…Tidak apa-apa Jong Jin-ssi,aku juga harus kembali ke kantor”

 

Jong Jin mengangguk “Nah…sebaiknya kita segera pergi dan membayar semua ini” ucap Jong Jin seraya berdiri lebih dulu “Dan,Oh! Biarkan aku yang membayar semua ini” ucapnya sebelum Hanyeon sempat membuka suara untuk menolak.

 

Hanyeon hanya tersenyum dan mengangguk “Baiklah,setidaknya lain kali biarkan aku yang membayar tagihannya,adil bukan?”

 

Jong Jin hanya tertawa “Baiklah,ku tunggu”

 

 

Mereka akhirnya berpisah di depan Café setelah berbagi nama akun IG masing-masing sebelumnya.

 

.

 

.

 

“Apa yang baru saja ku katakan pada Jong Jin?” Hanyeon mengerjap,menghentikan gerakan tangannya saat hendak membuka pintu mobil.

 

Wanita dengan surai hitam sepunggung itu menaikkan alis seraya menggigit bibir bawahnya,mencoba mengingat apa saja yang sudah dibicarakannya pada Jong Jin tadi.

 

Matanya membulat kaget saat ingat bahwa tadi ia baru saja membicarakan Hyonie pada Jong Jin.

 

“Aish!aku bisa mati jika Hyonie tahu”Ucapnya frustasi,menggaruk belakang kepalanya dengan gusar.

 

“Dan apa yang baru saja ku ucapkan tadi Baiklah,setidaknya lain kali biarkan aku yang membayar tagihannya,adil bukan?’Apa aku benar-benar berharap bisa bertemu dan bicara dengannya lagi lain waktu disuatu tempat?”

 

“Aku bisa gila”

 

Hanyeon menghela nafas,menggelengkan kepalanya keras mencoba melupakan kejadian yang baru saja dialaminya dan segera masuk ke dalam mobil hitamnya.

 

Mau tahu apa yang diceritakan Hanyeon pada Jong Jin? Setidaknya nanti kalian akan tahu di ending cerita,mungkin?sebuah cerita yang membuat Hanyeon menghindari sahabatnya itu selama seminggu penuh karena takut pada sahabatnya itu,jika dia mendengarnya nanti.

 

-oo-

Sudah sebulan sejak Hanyeon dan Jong Jin secara tidak sengaja bertemu di kawasan Dongdaemun(setidaknya itu untuk pertama kalinya mereka berdua bicara tanpa Yesung maupun Hyonie).

 

Hanyeon selalu bertemu pria dengan pipi tembem itu saat ia dan Hyonie pergi ke MouseRabbit atau WhyStyle.

 

Tidak ada yang istimewa karena mereka bertemu seperti biasanya.Diam-diam Hanyeon bersyukur sepertinya Jong Jin tidak menceritakan apa yang sudah ia ceritakan tentang Hyonie pada Yesung(mungkin pria itu lupa) karena sampai saat ini sahabatnya tidak menunjukkan sesuatu seperti marah atau memberinya tatapan tajam seperti akan membunuh itu padanya.

 

.

 

.

 

Sore itu Hanyeon menggerutu saat mengetahui kekasihnya Kim Kibum sedang sibuk dan tidak bisa menemaninya weekend kali ini.

 

Mendengus kesal seraya menatap kesal layar ponsel ditangannya.Kekasihnya baru saja mengatakan kalau dia sedang sibuk syuting dan tidak tahu akan pulang kapan,meminta maaf karena acara mereka weekend ini gagal lagi.

 

Hanyeon mungkin mengatakan bahwa ia mengerti kesibukan kekasihnya,tapi tetap saja ada sedikit rasa kesal di hatinya.

 

Dengan wajah di tekuk,akhirnya ia memutuskan untuk pergi sendiri malam itu,hitung-hitung untuk menghibur hatinya yang tengah kesal saat itu dan mungkin dengan sedikit menghirup udara segar bisa memulihkan kekesalan hatinya.

 

-oo-

Hanyeon mengeratkan pegangan tangannya pada ujung coat cream yang dikenakannya.Udara malam dimusim gugur sama saja dengan udara di musim dingin.Mungkin karena ini musim transisi menuju musim dingin jadi udara jadi terasa lebih dingin dari biasanya.

 

Hanyeon berjalan di sepanjang jalan di kawasan Hongdae.Kawasan yang terkenal dengan kehidupan malamnya karena seperti yang kalian tahu,disini ada begitu banyak club malam dan Café yang menyuguhkan berbagai penampilan band indie ini terlihat begitu ramai jika sudah memasuki weekend seperti ini.

 

Berjalan sendiri tanpa ada yang menemani itu rasanya hambar,kau hanya bisa menatap beberapa pasangan kekasih atau sekelompok orang yang asik bicara dengan tatapan iri karena tidak ada yang bisa kalian ajak bicara.

 

Menghela nafas,Hanyeon memutuskan untuk singgah di salah satu kedai yang menjual tteokpoki dan beberapa jajanan terkenal lainnya.Ia hanya memesan tteokpoki dan segelas kopi,duduk disalah satu kursi kosong seraya mengeluarkan ponsel dari saku coat.

 

Ia yang membiarkan rambutnya tergerai di dalam topi rajutan berwarna senada dengan coatnya itu meniup tangannya yang terasa dingin seraya menggosokan ke dua telapak tangannya perlahan.

 

Tangannya baru saja hendak menekan nomor salah satu sahabatnya,namun mengurungkannya saat mendapati sebuah pesan baru saja masuk.

 

From Hyonie :

Ya! Apa yang kau lakukan malam ini?aku bosan dirumah sendirian -__-

 

Hanyeon mau tidak mau tersenyum”Rupanya kau juga tidak kemana-mana malam ini,huh?” Gumamnya sebelum dengan lincah membalas pesan yang baru masuk itu.

 

To: Hyonie

Aku ada di Hongdae.Sendirian dan kesepian ditempat yang begitu ramai ini

 

From : Hyonie

Hongdae O.O

 

To: Hyonie

Ne ^^ mau menemaniku?

 

From : Hyonie

Ku rasa tidak ㅋㅋ

 

Hanyeon hanya bisa mendengus marah saat membaca pesan balasan itu.Karena sungguh,sahabatnya itu kadang bisa memberikan jawaban yang bisa membuatnya kesal.

 

From : Hyonie

Mianhe 😀 aku hanya sedang malas keluar di cuaca yang sedingin ini.

Have a nice night XD

 

Hanyeon hanya mendecih sebal”Kau pikir aku mau berjalan sendirian di udara sedingin ini jika bukan karena—”ucapannya terhenti,mendengus kemudian saat mengingat kekasihnya yang sudah membatalkan janji mereka.

 

“Heol~apa hanya aku yang merasa kesal malam ini?”Ucapnya seraya menyesap kopi yang masih panas dalam gelas kertas yang sejak tadi tak tersentuh oleh tangannya.

 

Hanyeon kembali meraih ponselnya,membalas pesan pada sahabatnya.Iseng-iseng membuka akun IG miliknya,melihat apakah ada yang menarik disana?meski ia sendiri tahu kalau ia akan menemukan Yesung atau Jong Jin disana.

 

Tengan lentiknya terus menyusuri layar ponsel,sesekali tertawa saat menemukan foto Yesung dan sahabatnyaa itu sedang berada disebuah Café dengan Hyonie yang merengut disisi sang kekasih.

 

Jarinya berhenti pada sebuah foto yang menampilkan nama @kjjzz88 ; itu akun milik Jong Jin.

 

Foto memperbesar foto di layar.Tampak Jong Jin tengah berada di salah club atau Café? Hanyeon mengerutkan kening saat membaca pesan yang berada tepat di bawah foto tersebut.

 

@kjjzz88 PARTYYYYY!! Kalian tahu cara terbaik saat kau baru diputuskan oleh kekasihmu adalah dengan minum bersama sahabatmu.Let’s rock the night!! -5menit yang lalu

 

“Apa dia baru saja putus dengan kekasihnya?”Gumam Hanyeon seraya menatap foto yang baru di upload beberapa menit yang lalu itu.Menghela nafas,kenapa ia tiba-tiba merasa kasihan pada adik dari kekasih sahabatnya itu.

 

Hanyeon mengerjap seperti menyadari sesuatu”Kenapa aku tiba-tiba merasa kasihan padanya?” Ucapnya pada diri sendiri seraya menggaruk pipinya bingung,namun detik berikutnya ia mengangkat ke dua bahunya acuh.Mungkin karena pria dengan pipi tembem itu baru saja diputuskan kekasih sehingga membuatnya merasa kasihan,pikirnya.

 

Hanyeon memakan tteokpoki dan minumannya dalam diam—sedikit melamun hingga tidak menyadari saat ini ada seseorang yang berdiri tepat di sisinya.Ia baru sadar saat merasakan sebuah tepukan ringan di bahu—sedikit terlonjak kaget.

 

Matanya melebar kaget saat mendapati sosok yang saat ini sudah berdiri tepat disisi kanannya,tersenyum.

 

“Chagi-ya”

 

Pria yang dipanggil ‘chagi-ya’ itu memperlihatkan senyum khas diwajahnya seraya duduk—itu adalah kekasihnya sendiri.

 

“Boleh aku ikut?” Tanya pria yang tidak lain adalah Kibum itu.

 

Hanyeon masih bingung,mengerjap,memiringkan kepala ke kanan dengan alis berkerut penuh tanya.

 

Pria itu,Kim Kibum hanya mengusak lembut topi rajutan dikepala kekasihnya”Syuting lebih cepat dari yang ku kira.Dan saat aku hendak menelponmu,aku menerima pesan dari Hyonie-ssi yang mengatakan bahwa kau sedang di Hongdae,sedang sendiri dan kesepian” ucapnya yang sukses membuat kekasihnya langsung memeluk lengannya dengan sangat erat.

 

Hanyeon tersenyum lebar,merangkul lengan kekasihnya seraya merebahkan kepala pada pundak sang kekasih.Ia bahagia karena setidaknya ia tidak perlu sendirian lagi menghabiskan malam di Hongdae dengan cuaca sedingin ini,tidak perlu memikirkan seseorang yang entah sejak kapan membuatnya merasa kasihan yang berlebihan (kalian tentu tahu siapa yang dimaksud).Ia sekarang sadar apa yang dimaksud sahabatnya dengan ‘have a nice night’ di akhir pesannya tadi.Ingatkan ia untuk berterima kasih pada Hyonie nanti.

-oo-

Hanyeon berdiri di depan sebuah pajangan yang di penuhi dengan berbagai jenis kacamata dalam berbagai variasi dan bentuk.Ia berada di WhyStyle sekarang menemani Hyonie—tidak!karena ia hanya sendirian kesana.

 

Sesekali melirik Jong Jin yang berdiri di depan sebuah lemari kaca.

 

Pria dengan surai hitam itu tampak sedang merapikan beberapa pajangan aksesoris,tidak jauh dari tempat Hanyeon berdiri.

 

Hanyeon masih mencuri pandang,melihat apakah pria itu baik-baik saja setelah minum-minum semalam?(Heol~Hanyeon bahkan mengkhawatirkan calon adik ipar dari sahabatnya itu) ada apa dengannya?

 

Hanyeon terlonjak kaget saat tiba-tiba Jong Jin memanggil namanya.Membuatnya mau tidak mau menoleh dan tersenyum sewajar mungkin.

 

“Oh! Apa kau mencari sesuatu?” Tanya Jong Jin seraya berjalan mendekat ke arah Hanyeon.

 

“Uh?itu…” Hanyeon menggaruk belakang kepalanya canggung.Karena demi Tuhan! Ia bahkan tidak mengerti kenapa ia malah masuk ke toko ini?

 

Tadi saat tidak sengaja melewati toko aksesoris ini kakinya tanpa bisa dihentikan malah masuk,sehingga membuatnya mau tidak mau berhadapan dengang sang pemilik— asisten sang pemilik lebih tepatnya saat ini.

 

“Aku….mencari kacamata untuk Kibum” ucap Hanyeon akhirnya mau tidak mau berbohong,karena ia tidak mungkin mengatakan jika ia tidak sengaja lewat dan sekedar mampir kan? Atau yang lebih parah ia bisa saja mengatakan kalau ia ingin menanyakan kabar dari pria di hadapannya ini setelah minum-minum semalam.Hell,ia tidak mungkin dan tidak akan pernah bertanya seperti itu.

 

“Mencari model seperti apa?” Tanya Jong Jin lagi kali ini dengan sebuah senyum di wajahnya.

 

“Eumm…”Hanyeon menggaruk dagu dan melihat beberapa pajangan kacamata disana”Sunglasses dengan warna hitam,kau tahu tipe yang sering dipakai para artis jika sedang bepergian” ucapnya asal.

 

“Aku tahu” jawabnya cepat,berjalan ke salah satu lemari kaca di pojok kanan ruangan.

 

“Ini adalah beberapa koleksi yang sangat disukai Yesung hyung”

 

Hanyeon hanya bisa menghela nafas,berjalan mengikuti Jong Jin.Memutar ke dua bola matanya(tanpa sepengetahuan Jong Jin tentu saja)kenapa ia malah membelikan kacamata untuk kekasihnya?Hell! Apa yang harus ia katakan nanti jika Kibum bertanya‘kenapa ia tiba-tiba memberinya sebuah kacamata padahal itu bukan hari ulang tahunnya’

 

Wanita dengan surai hitam sebahu yang hari itu mengenakan blouse toska dengan skirt putih selutut itu mengikuti kemana arah jari telunjuk Jong Jin—sesekali melirik pria yang saat ini sibuk menjelaskan jenis-jenis dan model kacamata hitam padanya.

 

“Apa dia baik-baik saja?sepertinya begitu,karena dia tidak tampak seperti orang yang baru saja putus dengan kekasihnya” pikir Hanyeon dalam hati,memiringkan kepala ke kanan dengan alis berkerut samar “Ku rasa dia baik-baik saja”

 

“Ne?” Jong Jin mengerjap menatap Hanyeon.

 

“Huh?” Hanyeon juga mengerjap “Apa ia baru saja mengucapkan kata hatinya dengan begitu jelas?hingga Jong Jin mendengarnya?” Pikirnya seraya menggigit bagian dalam pipinya.

 

Jong Jin masih menatapnya dengan bingung.

 

“Ah…ku rasa Kibum akan baik-baik saja dengan…”Hanyeon melirik tangan Jong Jin yang kini tengh memegang sebuah kacamata hitam dengan gagang silver.

 

“Ku rasa ini cocok” ucap Hanyeon seraya mengambil kacamata dengan gagang silver itu dari tangan Jong Jin.

 

Jong Jin tersenyum lebar”Pilihan bagus,karena itu limited edition dan hanya ada 2 di Korea”

 

Hanyeon hanya tertawa “Bukankah semua yang ada disini memang limited edition” ucap Hanyeon sambil lalu,menyesali kenapa ia ke WhyStyle jika tidak bersama Hyonie—setidaknya ia punya alasan yang bagus tidak seperti sekarang—membeli kacamata untuk Kibum dimana ia sendiri tidak yakin apa Kibum membutuhkannya apa tidak.Rasanya Hanyeon ingin menangis saat itu juga.

 

 

.

 

 

“Silahkan” ucap Jong Jin seraya menaruh segelas teh hangat dihadapan Hanyeon.

 

Hanyeon hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

 

Hanyeon tidak mengerti ia bisa berakhir disitu.Di atas balkon atap WhyStyle dengan Jong Jin yang menyuguhkan segelas teh padanya.Otaknya sibuk mengurutkan kejadian tadi—bukankah ia baru saja selesai membayar kacamata—menerima ajakan Jong Jin untuk minum teh diatas balkon.

 

Hanyeon menghela nafas,menatap punggung Jong Jin yang menghilang di balik pintu.

 

“Sebenarnya apa yang tengah kulakukan saat ini?”Gumamnya kembali menghela nafas seraya meraih teh hangat di atas meja.

 

“Aku tidak seharusnya mengkhawatirkan orang yang tampak baik-baik saja itu”gumam Hanyeon lagi,mengangkat kepala dari gelasnya saat merasakan kehadiran Jong Jin yang kini sudah kembali dan menarik kursi yang berada di depannya.

 

Pria dengan pipi tembem dan wajah mirip Yesung itu tersenyum hangat padanya,sehangat mentari yang mulai berubah jingga di belakang mereka,menambah suasana menjadi romantis.Tunggu!apa Hanyeon baru saja berpikir bahwa tempat ia duduk dengan Jong Jin saat ini romantis?hentikan Hanyeon apa kau sudah gila?

 

Tanpa sadar Hanyeon menggelengkan kepalanya kuat,membuat pria dengan surai hitam dihadapannya mengerutkan alis bingung.

 

“Gwenchana?”

 

“Uh?huh?”

 

Hanyeon hanya mengerjap sekilas sebelum akhirnya tertawa canggung seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

 

“Tentu saja,memang apa yang baru saja ku lakukan?”

 

“Kau…”Jong Jin terlihat hendak menunjuk Hanyeon namun menghentikannya seraya tersenyum “Aniyo”

 

Hanyeon hanya tersenyum sekilas,berdehem seraya mengambil gelas tehnya,menyeruputnya dengan pelan dengan tentu saja sesekali melirik Jong Jin yang tengah menengadah menatap langit sore itu.

 

Hanyeon menghela nafas “Oke!! Cukup Hanyeon-ah,sepertinya disini hanya kau yang terlalu berlebihan memikirkannya” gumamnya dalam hati diam-diam menyesali keputusannya pergi ke WhyStyle hari itu.

 

 

.

 

 

“Apa kau tahu bagaimana perasaan di tinggal oleh orang yang sangat kita sayangi begitu saja?Orang yang kau anggap sudah mengerti dirimu sepenuhnya?kau bahkan tidak tahu apa alasannya hingga memutuskan hubungan begitu saja”

 

Hanyeon mengerjap,mengangkat kepala menatap Jong Jin yang masih menengadah menatap langit sore yang berubah warna dengan ke dua tangan yang dia lipat di depan dada—sedikit menerawang menatap cakrawala berwarna jingga itu.

 

“Err…itu…” Hanyeon kembali menggaruk tengkuknya,entah untuk keberapa kalinya hari itu,bingung harus menjawab apa.

 

Jong Jin terdengar menghela nafas berat”Semalam…aku baru saja di putuskan oleh kekasihku” ucapnya mengalir begitu saja pada Hanyeon,seolah-olah Hanyeon bukanlah orang asing baginya(well,pada kenyataannya mereka sudah lama saling kenal) hingga ia tanpa beban menceritakannya pada Hanyeon.

 

Hanyeon masih belum mengatakan apapun saat pria itu menurunkan kepalanya—menatap Hanyeon intens—tertawa kemudian,membuat Hanyeon menautkan alis bingung “Jadi benar dia baru saja putus dengan kekasihnya”pikir Hanyeon.

 

“Apa yang barus saja ku katakan?maaf,aku tidak sengaja mengatakan masalahku padamu Hanyeon-ssi.Aku hanya merasa…entahlah?” Ucap Jong Jin seraya menaikkan kedua bahunya.

 

“Sekali lagi maafkan aku karena mengatakan sesuatu yang tidak penting seperti ini”

 

Hanyeon menggeleng pelan”Tidak apa-apa,kalau kau memang butuh teman bicara aku bisa menjadi pendengar yang baik”

 

Jong Jin hanya tertawa pelan,memijit ujung hidungnya tampak berpikir”Apa aku bisa mempercayaimu?aku tidak tahu?mungkin karena kita seumuran sehingga membuatku tanpa beban bicara padamu,kau tahu?aku seperti sudah mengenalmu lama,padahal kita hanya sesekali bertemu dicafe maupun di sini,WhySyle”

 

“Bukankah kita memang sudah lama mengenal sejak Hyonie dan Yesung oppa pacaran” ucap Hanyeon terkekeh pelan “Kau bisa menceritakan apapun padaku,itu pun jika kau siap” lanjutnya seraya menaikkan ke dua bahunya sambil lalu.

 

Jong Jin tampak mengangguk sekilas,dan kata-kata yang ia tahan di dalam tenggorokannya mengalir bagai air tanpa hambatan.Entah apa yang membuatnya dengan tenang menceritakan semua masalah pribadinya pada seseorang yang bahkan berstatus sebagai sahabat dari kekasih dari kakaknya itu tanpa beban.Mungkin karena mereka seumuran dan Hanyeon adalah sosok yang sangat enak untuk di ajak bicara.Ia bahkan bingung kenapa ia bisa merasa nyaman bicara dengan wanita dihadapannya ini.

 

“Kau tahu,masalahmu tidak lebih rumit dari yang pernah ku alami.Perjalanan cintaku begitu berliku hingga akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan,seseorang yang sudah membuat hidupku bagai berada di atas rollercoaster karena sikapnya yang membuatku bingung.Dan meskipun aku belum pernah merasakan bagaimana rasanya diputuskan oleh seseorang seperti yang kau alami,tapi setidaknya aku tahu seperti apa rasa sakitnya”

 

Jong Jin tersenyum lembut mendengar penuturan Hanyeon.

 

Hanyeon menyesap tehnya sekilas”Aku tidak bermaksud sok akrab atau lancang,tapi setelah melihat postinganmu di instagram semalam,aku tidak memikirkan apapun selain mungkin kau butuh teman bicara” ucapnya seraya menaikkan bahu”Dan…mungkin karena itulah aku berada disini” lanjutanya dalam hati.

 

Jong Jin tertawa “Kau benar,aku memang butuh seseorng untuk meringankan beban ini.Meski seharusnya aku menceritakan ini pada hyung atau orang yang sangat dekat denganku,tapi…disinilah kita bicara,dan oh! Aku tidak mungkin menceritakannya pada hyung karena dia baru saja keluar wamil,aku tidak ingin membebaninya”

 

“Aku yakin dia akan tahu jua pada akhirnya nanti” lanjut Jong Jin menaikkan bahu sambil lalu.

 

“Lagipula aku tahu kau akan dengan sangat mudah move on,melihat…” Hanyeon menghentikan ucapannya,menatap Jong Jin dari ujung kepala hingga kaki “Kau tipe orang yang suka mendekati para gadis” lanjutnya seraya manaik turunkan alisnya nakal.

 

Jong Jin hanya tertawa menanggapi ucapan Hanyeon.Dan Hanyeon mungkin hanya bercanda mengatakannya,namun ia tahu pasti bahwa Jong Jin akan dengan sangat mudah menemukan tambatan hati lainnya,karena…well,melihat beberapa postingan Jong Jing yang kadang bersama para wanita.

 

 

.

 

 

Hanyeon membungkuk dalam dengan tangan kanan yang memegang sebuah bungkusan hitam kecil.

 

“Terima kasih atas tehnya”

 

Jong Jin hanya mengangguk seraya tersenyum dengan tangan kiri yang dia selipkan di dalam saku celana jeans birunya “Aku yang seharusnya berterima kasih karena kau mau mendengarkanku”

 

“Kalau kau memang berterima kasih kenapa tidak memberikan kacamata ini secara gratis” goda Hanyeon terkekeh pelan.

 

“Maaf,aku tidak bisa melakukannya karena itu salah satu koleksi favorit hyung”

 

“Ck! Apa aku harus memintanya pada Yesung oppa?hmm…ku rasa dia akan memberikannya dengan gratis”

 

Jong Jin hanya tertawa menanggapi ucapan Hanyeon”Aku sudah memberikan diskon,dan…kalau kau memang ada waktu aku akan mentraktirmu”

 

“Hmm…ku rasa adil” ucap Hanyeon tertawa pelan “Kalau begitu aku pergi” lanjutnya seraya menunjuk pintu keluar dengan telunjuknya.

 

Jong Jin mengangguk “Terima kasih sudah berkunjung” ucap Jong Jin seraya membungkuk sekilas.

 

Hanyeon juga membungkuk pelan sebelum akhirnya melambaikan tangan dan pergi dengan tentu saja kacamata yang ia beli tanpa sengaja tadi.

 

“Apa aku langsung memberikannya pada Kibum saat dia kembali dari thailand?” Ucapnya bicara pada diri sendiri,berjalan meninggalkan WhyStyle tanpa menyadari Jong Jin masih menatap punggungnya yang mulai menjauh dari toko itu.

-oo-

“Siapa yang tengah kau lihat?” Tanya Hyonie suatu sore di Mouse Rabbit Café,menatap Hanyeon dengan mata menyipit curiga seraya menengok meja kasir dimana Jong Jin tengah berdiri disana—tersenyum ramah pada pelanggan.

 

Mengerjap,Hanyeon buru-buru mengalihkan pandangan “A…a…anio” ucapnya gagap,memutar tubuh tubuh dengan cepat dan tampak sangat tergesa-gesa melangkahkan kakinya mencari tempat duduk,meninggalkan sahabatnya yang masih menatapnya curiga.

 

Menghembuskan nafas,Hanyeon menaruh vanilla latte di atas meja bundar yang berada tepat disisi kanan tangga menuju lantai 2 Café.Menghiraukan sahabatnya yang kini tengah memanggil namanya berkali-kali—Ia bahkan bisa mendengar sahabatnya itu menggerutu dibelakangnya sana.

 

Sudah sebulan lebih sejak Hanyeon dan Jong Jin bicara diWhyStyle,tidak ada yang tahu saat Hanyeon berkunjung kesana,bahkan sahabatnya sendiri.

 

Sejak saat itu kapanpun dan dimanapun ia selalu mencuri lirikan pada adik laki-laki Yesung itu.Ia juga tidak mengerti kenapa ia melakukan hal yang tidak wajar itu ; tidak wajar dilakukan oleh seseorang yang sudah memiliki kekasih bukan?

Namun ia tidak bisa menolaknya saat sesuatu—entah itu apa—membuatnya selalu mendongak,mencuri pandang pada sosok pria dengan pipi tembem itu,membuatnya seperti seorang pencuri yang sedang mencari kesempatan.

 

Oh tidak! Hanyeon kau masih waras bukan?

 

Dan kali ini ia tertangkap basah oleh sahabatnya sendiri saat diam-diam mencuri pandangan itu.

 

“Ya!apa kau mendengarkanku?”

 

Sebuah kibasan di depan wajah Hanyeon membuatnya mengerjap sekali,dua kali sebelum akhirnya sadar;kini ia malah terang-terangan sedang menatap Jong Jin dibalik meja kasir “Sial” umpatnya saat sadar apa yang sudah ia lakukan.

 

Kapan ia melakukanitu?kenapa ia bahkan tidak menyadarinya?ugh! Semua terlalu membuat pusing dan yang paling penting saat ini adalah ia dapat merasakan tatapan dari sahabatnya,menatapnya dengan tatapan ‘ aku-tahu-apa-yang-sedang-kau-sembunyikan’ itu membuatnya mau tidak mau memutar kedua bola matanya.

 

Dan sebelum Hanyeon sempat membuka suara,sahabatnya itu sudah bersuara lebih dulu.

 

“Kau…apa kau sedang mencuri pandang pada Jong Jin?”

 

Hanyeon hanya mengerjap tidak menjawab.

 

“Apa kau suka padanya?”

 

Hanyeon hanya memutar kedua bola matanya “Tidak” jawabnya singkat.

 

Hyonie,sahabat Hanyeon itu memicingkan mata “Apa kau yakin?karena…akhir-akhir ini aku sering melihatmu melakukannya Hanyeon-ah” Ucap Hyonie seraya melipat ke dua tangannya di depan dada dengan dagu terangkat angkuh seolah-olah berkata‘kau-tidak-bisa-menyembunyikan-apapun-dardariku’

 

Hanyeon sempat membeku mendengar ucapan sahabatnya itu”Apa sangat terlihat jika ia diam-diam melirik pria itu?” Pikirnya,menggigit bibir bawahnya keras.

 

Hanyeon menghela nafas kemudian,menyesap vanilla latte dihadapannya sedikit “Dengar,aku tidak menyukai Jong Jin seperti yang kau tuduhkan itu Hyonie-ya”

 

“Oh! Apa aku salah?” Ucap Hyonie memasang wajah pura-pura terkejut”Tapi kenapa kau diam-diam meliriknya?orang yang diam-diam melirik seseorang itu bisa jadi tanda awal dari suka,kau tahu?” Lanjutnya masih dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada— menuntut jawaban.

 

Hanyeon memutar bola matanya jengah “Dengar,aku akui aku memang sering mencuri lirikan padanya,tapi ini bukan ‘Suka’ seperti yang kau maksud itu.Yeah…meski pada kenyataannya aku memang menyukai Jong Jin.Lagipula wanita mana yang tidak suka padanya?dia tampan dan seorang pekerja keras”

 

“Jadi…bisakah kau berhenti menyebutkan kata bahwa aku ‘menyukainya’ ?”

 

“Aku hanya mengatakan itu 2kali tidak lebih”

 

“Kau memang tidak mengatakannya secara langsung,tapi dengan caramu menatapku saja aku sudah tahu apa yang ada dalam pikiranmu itu”

 

Hanyeon mencibir dan melanjutkan “Aku tidak merasakan hal yang sama seperti pada Kibum dan…Luhan” ia memelankan kata Luhan di ujung kalimat sedikit menghela nafas dan tetap ada rasa sakit setiap kali ia mengucapkan nama Luhan dari mulutnya,terlebih lagi saat ini ia tidak bisa menemui pria cina bermata rusa itu.

 

Hanyeon menunduk mengaduk vanilla latte yang baru seperempat diminumnya.Entah?mungkin ini hanya perasaan kasian setelah mendengar apa yang baru saja terjadi pada pria dengan pipi tembem itu.

 

Tapi soal melirik Jong Jin secara diam-diam ia juga tidak mengerti kenapa ia selalu saja melakukannya.

 

“Eum…kurasa tidak ada salahnya melirik Jong Jin secara diam-diam” ucap Hyonie seraya terkekeh pelan.

 

Hanyeon mengangkat kepala,mengerjap menatap sahabatnya itu tidak mengerti kenapa sahabatnya itu malah menyeringai lebar sekarang?

 

“Eh?”

 

“Kau benar,siapa yang tidak mencuri pandang pada Jong Jin,karena selain tampan dia juga adik salah satu artis terkena”

 

Hanyeon masih mengerjap bingung.

 

Hyonie hanya menyeringai lebar…err…lebih pada seringaian evil lebih tepatnya dan Hanyeon merasakan sesuatu yang aneh kali ini.

 

“Tidak apa-apa,kau bisa melirik Jong Jin sesukamu,tidak ada yang salah selama tidak ada yang melihatmu melakukannya,kau tahu?Kibum sekarang sering menghilang entah kemana? Dan Luhan…” Hyonie segera menutup mulutnya rapat saat menyadari apa yang baru saja ia katakan dan melihat ekpsresi sedih di wajah sahabatnya membuatnya sedikit merutuki dirinya sendiri(kenapa ia malah menyebutkan nama Luhan saat ini) “Lupakan apa yang ku katakan barusan.Mungkin dengan melirik Jong Jin dengan ‘diam-diam’ bisa membuatmu lebih baik mungkin?aku tidak akan bertanya lagi kenapa kau melirik Jong Jin”lanjutnya seraya mengangguk-angguk sok bijak.

 

Hanyeon jawdrop,mengerjap tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Menggelengkan kepalanya seraya mendengus setengah tertawa,sungguh sahabatnya ini memang aneh,disisi lain ia baru saja menetapmu dengan tatapan menuduh atau mengintrogasi,tapi menit berikutnya kau akan dibuat kaget karena pernyataan barusan seolah mendukung Hanyeon sepenuhnya—seolah tidak terjadi apa-apa(padahal jelas-jelas tadi ia baru saja menuduh Hanyeon).

 

Hanyeon tahu,Hyonie selalu mendukungnya selam ini,tidak pernah merasa bosan jika Hanyeon mulai berkeluh kesah tentang Kibum dan kini…Sahabatnya itu meendukungnya,apapun jika itu bisa membuat Hanyeon tersenyum dan bahagia,sepertinya Hyonie tidak keberatan.

 

“Asal kau tidak kepergok Yesung saja saat kau melakukannya” ucap Hyonie membuat Hanyeon mengerjap.

 

“Kau pikir aku gila melakukannya disaat ada Yesung oppa” jawab Hanyeon seraya tertawa.

 

“Well…setidaknya selamat menikmati” ucap Hyonie seraya mengangkat cup mocchacino miliknya dihadapan Hanyeon.

 

“Ya!! Keumanhe,sudah ku katakan ini tidak seperti yang kau pikirkan”ucap Hanyeon mendengus marah.

 

“Arraseo,arraseo” ucap Hyonie terkekeh pelan.

 

Hanyeon hanya bisa memutar ke dua bola matanya saat lagi-lagi sahabatnya itu mengejeknya.

 

“Demi Tuhan Hyonie-ya,hentikan itu”

 

Hyonie mengerjap “Wae?” Tanyanya sok polos.

 

Hanyeon mengerang frustasi,akhirnya membiarkan sahabatnya itu menggodanya—sesekali memukul pundak sahabatnya.

 

Hanyeon mendengus marah,sesekali memukul pundak sahabatnya yang senang sekali menggodanya itu.Tidak menyadari di ujung sana,di belakang meja kasir,Kim Jong Jin tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

-oo-

“Ya!kenapa kau mengambil yang itu?”

 

“Memang ada yang salah?”

 

“Bukan salah sih,tapi aku kurang suka warnanya”

 

“Lalu kau mau warna apa?”

 

“Err…biru,maybe”

 

“Ya!! Bukankah ahjumma ini mengatakan tidak ada warna birun,jadi kenapa kautidak mengambil yang berwarna hijau ini saja,huh?”

 

Dua orang wanita dengan tinggi badan yang tidak terlalu jauh berbeda terlihat sedang berdebat di sebuah tempat orang menjual aksesoris pinggir jalan di kawasan Myeongdong.

 

Satu dengan blouse hijau dan celana jeans biru malam tampak mengernyit tidak suka pada sesuatu yang berada di tangan wanita lain yang mengenakan dress biru laut selutut.Sebuah gelang dengan bentuk seperti giok tampak di acungkan di hadapan wajah.

 

“Lihatlah,ini cocok dengan bajumu” ucap wanita dengan dress biru laut itu.

 

“Ya! Kau pikir aku hanya memakainya saat aku mengenakan baju hijau saja,huh?” Ucap wanita satunya lagi,mendelik kesal.

 

Wanita dengan dress biru laut selutut itu menghela nafas lelas,berputar menghadap pada wanita lainnya”Lalu kau mau yang mana?apa kau mau mencarinya di tempat lai? Demi Tuhan Hyonie-ya,kita sudah berjalan disini sejak tadi dan aku juga lelah”

 

Wanita yang dipanggil Hyonie itu hanya memajukan bibir bawahnya,menggurutu tidak jelas.

 

Mereka berdua adalah Hanyeon dan Hyonie yang hari itu sedang mencari sebuah gelang.

 

Sebenarnya Hanyeon malas saat sahabatnya itu memintanya untuk menemaninya mencari gelang yang bahkan Hanyeon pun tidak tahu seperti apa bentuk dan warna apa yang di kehendaki sehebatnya itu karena sejak satu jam yang lalu mereka berdua hanya berputar-putar disana tanpa menemukan apa yang dikehendaki Hyonie dan itu membuat Hanyeon sediki kesal pada sahabatnya itu—mungkin sahabatnya itu sengaja melakukannya agar Hanyeon punya kegiatan selain kegiatan kantornya yang kadang membuatnya tidak bisa meluangkan waktu meski hanya untuk jalan-jalan atau hang out bersama dua sahabatnya.

 

Menghela nafas,Hyonie akhirnya menganggukkan kepala,mengambambil gelang berbentuk giok berwarna hijau itu dari tangan Hanyeon.Membuat Hanyeon tersenyum puas saat melihat sahabaatnya itu membayar dan langsung mengenakannya di pergelangan kirinya.

 

“Tidak buruk” ucap Hyonie sery mengangkat tangannya ke atas,memperlihatkan gelang berbentuk giok tersebut.

 

Hanyeon yang berdiri tepat di sisi kanan hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti.

 

“Sekarang ayo kita cari makanan” ucap Hyonie seraya mengapit lengan Hanyeon “Kau mau makan apa?” Lanjutnya.

 

“Es krim baskin robbin” jawab Hanyeon menyeringai lebar.

 

Hyonie mengangguk “Oke! Call” ucapnya keras dengan ke dua tangan mengepal ke udara.

 

 

.

 

 

“Nuna” panggil seseorng yang sukses membuat Hyonie dan Hanyeon yang baru saja hendak memasuki sebuh toko es krim terkenal di korea di korea itu menghentikan langkah.Memutar kepala ke arah suara dan mendapati Jong Jin yang kini tengah melambaikan tangan pada mereka.

 

Hanyeon dan Hyonie saling memandang dengan alis berkerut.

 

“Jika Jong Jin ada disini,apa mungkin—”

 

“—Hyonie-ya”

 

Hyonie hanya tertawa,ia bahkan belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Yesung yang juga ternyata ada di dalam mall lantai 3 itu memanggil namanya.

 

Benar seperti dugaan mereka,Jong Jin tidak sendiri hari itu,dia bersama sang Hyung tentu saja.

 

 

.

 

 

“Jadi,apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Yesung setelah menarik kursi dan duduk tepat di sisi kanan Hyonie.Dimana Jong Jin duduk tepat dihadapan Yesung Hanyeon yang tentu saja berada disisi kiri Jong Jin berhadapan langsung dengan Hyonie.

 

Mereke ber empat akhirnya memutuskan untuk masuk ke starbuck coffee.

 

“Kau tidak ada jadwal?” Tanya Hyonie,menatap kekasihnya dengan mata menyipit curiga.

 

Yesung menggeleng dengan cepat—tersenyum aneh kemudian seperti menyadari sesuatu.Meneguk saliva kasar saat mendapatkan tatapan mematikan dari kekasihnya.

 

Hanyeon yang melihat itu hanya memutar bola matanya,ini sudah sering terjadi,,diam-diam merindukan kekasihnya yang entah berada dimana sekarang?

 

Menghirauka Hyonie dan Yesung yang sibuk berdebar,Hanyeon lagi-lagi(tanpa bisa dicegah) melirik Jong Jing yang hanya tertawa melihat kelakuan kakak dan kekasihnya itu.Diam-diam tersenyum sendiri(ini semakin aneh,memang) saat menyadari Jong Jin sangat tampan jika tersenyum seperti itu.

 

Eh?apa ia baru saja mengatakan Jong Jin tampan? Hentikan Hanyeon-ah!!

 

 

 

Pesanan mereka datang kemudian,dengan Yesung yang memilih amricano,Jong Jin deng White praffe,Hyonie dan Hanyeon dengan cappuciino.

 

Mereka ber empat sibuk bicara,meski sesekali Hanyeon masih sempat melirik Jong Jing yng hari itu mengenakan kemeja biru laut dan topi berwarna putih.

 

Adik Yesung ini semakin hari semakin tampan saja,apalagi dengan kacamata yangbertengger manis di hidungnya yang bangir.Well…jangan salahkan Hanyeon karena diam-diam sejak ia dan Jong Jin berteman di IG,Hanyeon jadi leluasa melihat wajah pria itu di tiap postingan-postingannya tentu saja.Dan siapa yang tidak kepincut dengan pria dengan shio kelinci ini,selain tampan,dia juga pekerja keras,adik seorang artis terkenal pula.

 

Bibir Hanyeon tertarik keatas membentuk lengkungan bernama senyum itu dari balik cup cappucinno yang berada tepat di depan wajahnya—menyesap minuman itu alih-alih menyembunyikan wajahnya takut ketahuan sedang melirik pria itu.

 

Hanyeon hanya tidak menyadari—sejak beberapa menit yang lalu Yesung sudah memperhatikan tingkahnya.

 

Sekali lagi tersenyum simpul,Hanyeon menaruh cup kopinya di atas meja dan tanpa sengaja menoleh kearah Hyonie dan Yesung.Tubuhnya tiba-tiba terasa membeku saat menyadari Yesung kini tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

Mata mereka bertemu sepersekian detik,sebelum Hanyeon memutuskan kontak itu,berdehem sekilas seraya menoleh kearah Hyonie yang kini sibuk bicara,sesekali tertawa bersama Jong Jin.

 

Hanyeon kembali berdehem gugup(entah kenapa tenggorokannya terasa sangat kering),dengan salah tingkah menyampirkan rambutnya dibalik telinga—kakinya berusaha menendang kaki Hyonie yang berada di bawah meja—mencari pertolongan mungkin,karena mungkin—mungkin saja Yesung memergokinya yang dengan diam-diam(atau malah terang-terangan,mungkin) tengah melirik Jong Jin.

 

Hanyeon melirik Yesung sekilas,dan pria yang hari itu mengenakan t-shirt putih dan cardigan berwarna cream itu masih menatapnya sebelum akhirnya pria itu tersenyum simpul padanya.

 

Sepanjang mereka ber empat duduk dicafe itu,Hanyeon terlihat bergerak gelisah,mencoba memberi kode pada sahabatnya yang masih asik bicara bersama Jong Jin(malang memang karena Hanyeon di acuhkan) disituasi yang membuatnya ingin segera lari dari sana ‘dear floor telan saja aku’

 

Sungguh! Ia ingin segera pergi dari sana,tapi ia tidak mungkin meninggalkan mereka tanpa sebab kan?ia bahkan sudah memberikan kode peringatan pada sahabatnya tapi entah karena sehabatnya itu bodoh atau memang tidak peka?yang akhirnya membuat Hanyeon hanya bisa pasrah karena…Hanyeon melirik Yesung lagi dan hell…disana pria itu masih sesekali menatapnya dengan sesekali menanggapi ucapan kekasih dan juga adiknya,dan…oh! Jangan lupakan seringaian yang muncul kemudian,membuat bulu kuduk Hanyeon meremang.

 

Tuhan! Jika bisa Hanyeon ingin menghilang begitu saja dari sana.

 

.

 

Mereka berpisah didepan pintu starbuck coffee.

 

Hyonie dan Hanyeon melambai pada dua sosok pria yang berpaling,berjalan kesisi kanan sedangkan mereka lurus ke depan—ke Baskin Robbin tentu saja karena rencana mereka makan es krim tadi tertunda.

 

Hanyeon yang memutat tubuh dengan tangan yang diapit sahabatnya menghela nafas lega seraya mengurut dadanya perlahan.Tuhan,jantungnya bahkan berdetak sangat cepat,saat tadi sebelum kekasih sahabatnya itu kembali menyeringai padanya “Aku sebaiknya berhenti melakukannya,apalagi jika ada Yesung oppa” gumamnya dalam hati.

 

“Kau mau rasa apa?” Tanya Hyonie sedikit membungkuk seraya menatap deretan es krim yang dipajang dihadapannya,tidak menyadari bahwa sahabatnya itu hampir sana mati karena terlalu sering menahan nafas tadi.

 

Merasa tidak mendapatkan jawaban,Hyonie berdiri,mengernyit saat mendapati sahabatnya itu tengah melamun.

 

Sebuah tepukan pelan di bahu Hanyeon,membuat wanita penyuka warna biru itu tersentak kaget dengan cepat menoleh pada sahabatnya yang baru saja menepuk bahunya barusan.

 

“Kau kenapa?”

 

Hanyeon menggeleng pelan “Tidak apa-apa”

 

“Kau yakin?karena…” Hyonie menaikkan alis menatap Hanyeon dari atas kepala hingga kaki “Sejak kita keluar dari starbuck kau terlihat banyak melamun”

 

Hanyeon mengela nafas,dengan bibir yang melengkung kebawah”Ah…ottohke Hyonieiya” rengeknya tiba-tiba mengguncang tubuh sahabatnya,membuat sahabatnya itu menaikkan alis bingung.

 

“Ya!!kau itu kenapa,huh?”

 

Hanyeon menghela nafas dengan berlebihan”Ku rasa —”ucapnya gantung,menatap sahabatnya yang masih menatapnya dengan penuh tanya.

 

“—Sepertinya Yesung oppa tahu kalau tadi…tadi…”

 

Hanyeon melepaskan tangannya pada pundak Hyonie dan lagi-lagi menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya hari itu,menundukkan kepalanya seraya memilin tali tas selempangnya.Karena demi Tuhan!! Ia bahkan tidak sanggup mengatakannya.

 

“Wae?” Suara Hyonie kembali terdengar,membuat Hanyeon mengangkat kepala seraya menggigit bibir bawahnya.

 

“Eumm…itu…sepertinya…Yesung oppa tahu kalau tadi aku tengah atau diam-diam melirik Jong Jin saat kit minum kopi”

 

Mata Hyonie membulat kaget”APA?” Ucapnya dengan suara melengking—tidak perduli dengan orang-orang yang ikut terkejut mendengarnya.Hanyeon bahkan manjauhkan kepalanya karena telinganya terasa berdenging mendengarnya.

 

Hanyeon hanya bisa menganggukkan kepala seraya menundukkan kepala sudah seperti anak yang baru saja berbuat nakal tidak berani manatap sahabatnya.

 

Hyonie,sahabatnya itu terdengar menghela nafas lelah.

 

“Seharusnya kau…ah!! Mollab!” Ucapnya seraya menggelengkan kepalanya.Dia tidak tahu harus berkata apa sekarang.Karena,serius!!kenapa Hanyeon harus kepergok Yesung saat sedang melirik pria itu?sail!! Dia harus mencari alasan yang tepat jika suatu saat nantu Yesung bertanya padanya.

 

“Mianhe” cicit Hanyeon pelan hampir tidak terdengar.

 

Hyonie menghela nafas seraya meniup ujung poninya yang menutup sebagian matanya,menatap sahabatnya yang saay ini tengah menunduk.Ingin marah tapi dia tidak tega “Sudahlah,semua sudah terlnjur”ucapnya pada akhirnya,menepuk pundak Hanyeon mencoba menenangkan sahabatnya itu.

 

“Ber doa’a lah Yesung tidak bertanya padamu atau padaku”

 

Hanyeon mengangguk.

 

“Well…apa masih mau makan es krim?”

 

Hanyeon tampak berpikir.Sebenarnya selera makannya sudah hilang sejak di starbuck coffee tadi,tapi karena mereka sudah terlanjur masuk ke dalam toko es krim itu,jadi ia akhirnya mengangguk.

 

“Nah…kalau begitu kau yang bayar”

 

Alis Hanyeon mengerut tidak suka”Eh?bukankah—” Hanyeon belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Hyonie lebih dulu menyela.

 

“—itu tadi,karena kesalahan seseorang…” Hyonie melirik Hanyeon,menyeringai lebar saat mendapati Hanyeon memutar ke dua bola matanya.

 

“Arraseo” ucap Hanyeon menggelengkan kepalanya “Kau mau rasa apa?”Lanjutnya seraya berjalan ke depan lemari kaca dengan berbagai rasa es krim.

 

“Blueberry”jawab Hyonie cepat,menyusul sahabatnya yang sudah memegang cone es krim dengan rasa coklat.

 

 

 

Hari itu berakhir dengan Hanyeon yang membayar es krim mereka.Malang memang,karena pada awalnya seharusnya sahabatnya lah yang berencana mentraktir,tapi karena sebuah kejadian yang menurutnya bodoh membuatnya harus rela mengeluarkan isi dompetnya.Terima kasih pada Hyonie yang tanpa rasa malu malah minta di traktir bukannya mentraktir.

 

Berdo’a lah Hanyeon,semoga Yesung tidak mengatakan apapun pada Kibum

-oo-

Hanyeon mengerjap menatap Hyonie saat mereka sama-sama tiba di depan sebuah Café sore itu.Saling melempar tatapan penuh tanya,mereka berdua memutuskan untuk masuk bersama.

 

Bunyi kling pendek terdengar saat Hyonie mendorong pintu Café berwarna hitam itu.

 

Masih saling diam,kedua wanita yang sore itu datang tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan disana memandangi seluruh Café.

 

Di sudut kanan Café sudah ada 2 orang pria yang sudah duduk lebih dulu.

 

Hyonie dan Hanyeon kembali saling pandang—raut wajah heran terlihat jelas di wajah keduanya karena dua orang pria yang mereka lihat itu adalah Yesung dan salah satunya kau bisa menebaknya sendiri ; itu Kim Jong Jin yang malam itu mengenalan blazer hitam.

 

Alis Hanyeon tampak berkerut samar,tangannya diam-diam mencubit pinggul sahabatnya yanga berada tepat di sisi kirinya,membuat wanita yang lebih tua itu meringi dan melotot marah padanya.

 

Perasaan Hanyeon mulai tidak nyaman.Mengapa?Demi Tuhan kenapa harus ada Jong Jin disini? Apa maksud semua ini?Apa Yesung oppa sengaja melakukannya atau…ah sudahlah!Hanyeon menggeleng pelan—sedikit kikuk saat Jong Jin menarik kursi untuknya dan dengan sopan mempersilahkannya duduk.

 

 

.

 

.

 

 

Hening yang nyaman namun juga menegangkan bagi Hanyeon.Kenapa tidak menegangkan karena ia harus bisa menahan matanya dari melirik pria dengan surai hitam disampingnya ini.Ia tidak mau ketahuan Yesung lagi kali ini.

 

“Jong Jin-ah” panggil Yesung tiba-tiba ditengah acara makan malam mereka itu.

 

Yang dipanggil mengangkat kepala dari piringnya “Ya”

 

Pria dengan surai hitam dan hoodie berwarna merah itu tersenyum sekilas,menghiraukan kekasihnya yang saat ini juga tengah menatapnya penuh tanya.

 

“Menurutmu Hanyeon ini tip wanita seperti apa?”

 

Hanyeon dan Hyonie melotot kaget dan saling memandang saat mendengar pertanyaan barusan.Hyonie bahkan hendak membuka namun mengurungkannya saat mendengar Jong Jin.

 

“Dia wanita yang baik,seorang teman yang bisa kau ajak bicara dengan nyaman,pendengar yang baik dan…”Jong Jin menghentikan ucapannya,menoleh pada Hanyeon yang berada disisi kanannya seraya tersenyum “…manis” lanjutnya

 

Hanyeon membeku mendengarnya,salah tingkah ia segera memalingkan wajah,berharap semoga saja wajahnya tidak memerah saat ini “Jong Jin-ssi kau bisa saja” ucapnya dengan tawa yang jujur aneh ditelinganya sendiri.

 

“Adikku memang punya mata yang jeli” Yesung terkekeh “Ah…kalau aku tidak salah,bukankah tipe wanita idaman itu yang seperti Hanyeon?”

 

Jong Jin hanya tersenyum sekilas dan hanya menaikkan bahunya.

 

Hanyeon? Jangan ditanya lagi.Wanita yang mengenakan blouse toska dan celana jeans navy itu hanya bisa diam dan sial!! Apa maksud Yesung oppa mengatakan itu?Ugh!rasanya ia ingin kabur saja dari sana dan menghilang.

 

Dear floor just eat me now

 

 

Hanyeon melirik Hyonie memohon pertolongan,namun sahabatnya itu pun hanya bisa diam.Dari tatapannya Hanyeon tahu sahabatnya itu juga bingung harus mengatakan apa.

 

Yesung berdehem,menyesap minumannya sekilas dan tersenyum “Kau tahu,biasanya wanita baik itu selalu ada yang sudah memiliki,sebelum kita bisa memiliki mereka”

 

“Kurasa tidak semua sepertiitu” kali ini Hyonie menyela yang sukses membuat Yesung memutar kepala kearahnya dengan alis berkerut samar.

 

“Bukankah kau dan aku bertemu disaat kita sama-sama tidak memiliki seseorang yang special?”Ucap Hyonie lagi kali ini dengan wajah serius yang sukses membuatnya mendapatkan sebuah jitakan sayang dari kekasihnya.

 

“Itu lain cerita dan diamlah” ucap Yesung menghiraukan kekasihnya yang mengaduh seraya mengusap jidatnya yang sedikit memerah karena ulah Yesung.

 

“Lalu maksud hyung,aku tidak boleh berharap pada seseorang yang sudah memiliki seseorang yang specil begitu?” Tanya Jong Jin.

 

Yesung menjentikkan jarinya dan mengangguk-anggukan kepala”Benar sekali.Hyung hanya tidak ingin kau terluka atau siapapun terluka nantinya”

 

Jing Jin hanya tertawa “Hyung,kau kenapa?aku tidak akan jatuh ataupun menyukai seseorang seperti yang hyung katakan itu”

 

Mendengar ucapan Jong Jin,Yesunghanya mengangkat kedua bahunya dan kenapa pria dengan surai hitam itu malah tersenyum pada Hanyeon.

 

Hanyeon hanya bisa menunduk dan menelan liurnya kasar.Ia tersindir relak.Ia mengerti sekarang kenapa Yesung membawanya makan malam disini,agar ia sadar bahwa ia sudah memiliki Kibum.Yesung memang tidak menegurnya secara langsung,pria itu hanya mengingatkan pada adiknya dan ia tahu kekasih sahabatnya itu tidak ingin siapapun terluka nantinya.Ia akhirnya tahu apa arti dari tatapan pria dengan hoodie merah itu beberapa minggu yang lalu saat mereka tanpa sengaja bertemu dan minum kopi di starbuck.Pria itu tahu bahwa Hanyeon diam-diam menyukai Jong Jin (meski pada kenyataannya Hanyeon hanya mengagumi pria itu).

 

Diam-diam Hanyeon bersyukur ia masih bisa menahan semua rasa yang mungkin saja—mulai menyukai sosok pria dengan pipi tembem itu—harus ia hilangkan,meski ia masih mengagumi pria dengan pipi tembem itu karena…well,jangan salahkan dia karena ia sendiri tidak bisa menahannya.

 

“Bagaimana kabar Kibum?” Tanya Yesung kali ini yang sukses membuat Hanyeon mengangkat kepala,mengerjap tidak mengerti.

 

Heol~kenapa sekarang kekasih sahabatnya itu malah menanyakan Kibum?

 

“Huh?ah…dia baik-baik saja dan sebentar lagi akan syuting drama terbari,sepertinya”jawab Hanyeon sedikit kikuk.

 

“Syukurlah.Kau tahu semenjak kontraknya berakhir di SM,aku jadi jarang bertemu dengannya lagi”

 

“Dia baik-baik saja oppa,lagipula beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya”

 

“Oh…bagaimana kalau kita makan malam bersama lagi seperti dulu.Kau ingat malam dimana kau dan dia masih pendekatan?” Ucap Yesung terkekeh pelan seraya menoleh menatap kekasihnya yang malah sibuk mamakan hidangan penutupnya.

 

Merasa dihiraukan,Yesung menarik mangkuk dessert itu dari hadapan kekasihnya.

 

“Wae?”Tanya Hyonie seraya mengerjap lucu.

 

Menghela nafas”Apa kau mendengarkanku bicara?”

 

“Huh?” Hyonie kembali mengerjap mamasang tampang bingung.

 

Yesung menggaruk ujung alisnya “Jadi sejak tadi kau tidak mendengarkan kami bicara disini?”

 

Hyonie menaikkan alis tampak berpikir “Aku mendengarkan,hanya sampai kau menasehati Jong Jin itu saja,dan karena seseorang menyuruhku untuk diam jadi aku memutuskan untuk tidak ikut bicara lagi”ucap Hyonie acuh “Ku pikir aku hanya pelengkap disini,bukankah ini adalah urusan kalian bertiga”lanjutnya menunjuk Yesung,Jong Jin dan Hanyeon dengan dagunya secara bergantian—mendelik kesal saat matanya jatuh pada sosok Yesung.

 

Yesung baru akan membuka mulut,namun mengurungkannya.

 

“Kau kumaafka,jadi tidak perlu meminta maaf Yesung-ssi” ucap Hyonie menaruh tangannya di depan dada Yesung—tersenyum sekilas dan kembali menarik mangkuk dessert yang tadi di ambil Yesung.

 

“Park Sung Hyo-ssi,dengar aku minta maaf,jadi jangan membuatku merasa bersalah seperti ini karena kau bukan orang yang memaafkan orang lain dengan begitu saja”

 

“Oh…Ayolah sayang,bukankah sudah ku katakan kau sudah dimaafkan” ucap Hyonie memutar ke dua bola matanya malas “Dan…lagipula aku sudah tidak seperti dulu lagi” lanjutnya seraya mencibir.

 

Selanjutnya…

 

.

 

.

 

Jong Jin hanya tertawa seraya menggelengkan kepala”Aku bosan melihat ini” ucapnya dengan ke dua tangan di depan dada,bersandar pada kursi seraya menoleh pada Hanyeon yang mengangguk mengiyakan ucapan Jong Jin.

 

“Hhum…kau benar”

-oo-

Mereka berpisah di depan restoran.Dengan Jong Jin yang katanya masih ada urusan di WhyStyle,Yesung yang memutuskan mangantar Hyonie—meski kekasihnya itu tidak mau namun pria itu dengan senang hati memaksanya masuk ke dalam mobil,dan Hanyeon yang seperti biasa mengendarai mobilnya sendiri.

 

.

 

.

 

Jong Jin tersenyum dengan tangan yang ia masukkan kedalam saku celana.

 

“Aku taju apa yang kau inginkan hyun.Terima kasih sebelum aku benar-benar menyukai wanita itu terlalu dalam.Sebelum salah satu dari kami terluka.Sebelum semua menjadi aneh dan runyam.Dan aku juga tahu dia sudah memiliki kekasih saat ini.Aku tidak mungkin bisa menggantikan seseorang yang sudah sangat susah dia dapatkan”

 

“Aku akan menyimpan semua ini di dalam hati,jauh di dalam lubuk hatiku,menuncinya rapat.Meski hanya sekilas aku bahagia sudah mengenalnya,walau hanya sebagai teman dan adik dari kekasih sahabatnya”

 

Jong Jin menghentikan langkahnya,menengadah menatap langi musim dingin dan tersenyum saat butiran salju kembali turun hari itu.

 

“Hanyeon-ssi,ku harap kau bahagia selalu” ucapnya seraya tersenyum kembali dan malanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.

 

 

.

 

.

 

.

 

 

[Epilog]

 

 

“Jadi sejak kapan kau mengetahui jika Hanyeon menyukai Jong Jin,huh?” Tanya Yesung tanpa menoleh karena saat ini ia tengah mengemudi.

 

“Ku rasa dia tidak menyukai Jong Jin,hanya mengangu—” Hyonie menutup mulutnya rapat saat sadar apa yang dikatakannya.

 

“Jadi kau memang sudah tahu,lalu kenapa hanya diam,huh?”

 

“Aku bukan tidak mau memberitahumu,hanya saja…sungguh! Aku tidak tahu apapun”

 

“Sudah berapa lama?”

 

“Aish!sudah ku katakan aku tidak tahu apa-apa Kim Jong Woon-ssi.Aku bahkan tidak mendengarkan apa yang kalian bicara di restoran tadi,dan…bukankah kau memintaku untuk tidak ikut campur” ucap Hyonie seraya mendelik kesal.

 

Menghela nafas tanpa mengalihkan pandangannya “Bukankah aku sudah meminta maaf karena menghiraukanmu tadi.Dan…jangan mengalihkan pembicaraan Park Sung Hyo-ssi,aku tidak suka dibohongi kau tahu itukan?”

 

Kesal.Hyonie memutar tubuh menghadap Yesung yang kini sedang menyetir”Aku tidak mengalihkan pembicaraan,dan aku juga tidak berbohong”

 

“Harusnya aku memang tidak ikut pulang denganmu” gerutu Hyonie hampir tidak terdengar.

 

Menghela nafas lagi “Baiklah,jika kau tidak mau mengaku” ucap Yesung melirik sekilas kekasihnya sebelum kembali fokus menyetir.

 

“Beberapa hari yang lalu mendengar sebuah kisah”

 

“Huh?kisah?”

 

Yesung mengangguk.

 

“Ini tentang seorang gadis yang pada tanggal 6 mei kemarin rela hendak pergi ke Busan hanya untuk menghindari kekasihnya yang hendak bertemu dengannya di hari dia keluar wajib militer dan sepertinya gadis itu juga tidak ingin menemui orang special lainnya karena hari itu adalah hari ulang tahun orang itu”

 

Hyonie melebarkan mata mendengarnya namun tetap berusaha tenang.

 

Yesung berdehem,kembali melirik kekasihnya yang terlihat tegang dan Yesung senang melihat ekspresi itu di wajah sang kekasih.

 

“Dan yang lucu adalah gadis itu bahkan tidak jadi pergi ke Busan dan harus rela merelakan uang kereta yang ia beli dengan harga 54.400 won itu hilang begitu saja karena…sepertinya dia memutuskan untuk pergi menemui orang yang berulang tahun itu dan juga kekasihnya pada hari itu”

 

Diam.

 

Yesung melirik kekasihnya dengan ekor matanya dan terkejut saat kekasihnya itu terlihat sedang menekan nomor seseorang di ponselnya seraya berteriak.

 

“Ya! Hanyeon-ah kenapa kau menceritakannya pada Yesung?Ya! Neo juglae!!”

 

Yesung kembali diam tidak melanjutkan lagi ceritanya memilih untuk diam,saat melihat kekasihnya itu menghempaskan tubuhnya di jok kursi seraya mendengus marah—memalingkan wajahnya menatap jalanan dengan wajah yang mengeras karena marah.

 

“Maafkan aku Hanyeon-ah” gumam Yesung dalam hati,menyesal kenapa ia harus menceritakan kisah itu pada kekasihnya.Merasa kasihan pada Hanyeon karena sepertinya Hyonie akan meneror gadis itu untuk beberapa hari ke depan.Oh! Jangan lupakan jika Yesung juga akan menerima akibat dari apa yang sudah ia lakukan.Tidak butuh waktu yang lama,kekasihnya sudah mendiamkannya sekarang dan Yesung yakin dia tidak akan pernah mau menemui Yesung untuk beberapa hari ke depan.

 

Yesung mencelos dan Hanyeon dalam bahaya

 

 

 

.

 

.

 

 

Hanyeon baru saja memarkirkan SUV hitam miliknya saat mendengar ponselnya berdering di atas dashbor.

 

Tanpa merasa curiga ia menggeser layar dan menjawab penggilan itu.

 

“Yobose…”

 

“Ya! Hanyeon-ah kenapa kau menceritakannya pada Yesung?Ya! Neo juglae!!”

 

Hanyeon menarik ponsel dari telinga saat mendengar teriakan yang memekakkan telinga itu dan dengan satu gerakan cepat ia mematikan ponsel dan mencabut batrainya.

 

Bulu kuduknya tiba-tiba meremang membayangkan Hyonie tengah marah saat ini.

 

“Ugh! Harusnya aku tidak menceritakannya pada Jong Jin” sesal Hanyeon “Sekarang aku harus siap di teror oleh Hyonie dan…sebaiknya aku menghindarinya untuk beberapa saat,karena mendekati Hyonie saat marah sama saja dengan masuk ke dalam lubang yang penuh dengan harimau yang sedang kelaparan” lanjutnya.

 

Sepertinya selain menjaga matanya agar tidak selalu melirik Jong Jin,Hanyeon juga harus menghindari sahabatnya sendiri untuk beberapa hari.

 

 

END

 

 

 

Gaje? I know kekeke…

Jong Jin mabuk dan naruh foto di IG itu murni rekayasa saya LOL.

Hyosung moment I can’t help it mian 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s