If They Are Get Married Series #5 (2/2)

11069497_849026765145794_7513049633618628050_n

When Eunmi Get Jealous With Yeong Shik

.

.

.

“Me and my marriage obsession”

.

.

.

Summary : Eunmi kesal pada Yeong Shik saat anak laki-laki itu memiliki teman baru yang sangat dekat dengannya. Anak manis itu jadi berubah 360 derajat.Apa Yeong Shik akan menyadarinya?

.

.

.

Eunmi menggulung tubuhnya dalam selimut.Badannya panas dan kepalanya terasa sakit sekali.

Anak gadis dengan piyama hijau dengan motif teddy bear itu hanya bisa menghela nafas,memeluk rillakuma berwarna pink—boneka pemberian Yeong Shik saat ia baru berumur 5 tahun.

Eunmi hanya bisa mendesah saat mendengar suara langkah ibunya yang mendekati tempat tidurnya.Hanya pasrah saat ibunya memasukkan termometer ke dalam mulutnya.

“38,5 derajat” ucap ibunya seraya menghela nafas”Masih panas” lanjutnya,tersenyum lembut pada Eunmi.

Eunmi hanya menyembunyikan wajahnya di balik selimut.Takut di tanya macam-macam.Karena demi Eunji yang suka mengoleksi boneka beruang,kemarin saja saat ia pingsan dan di bawa ke rumah,ibu nya itu sudah mengomel panjang lebar.Mengatakan “Mana ada orang demam disaat musim panas seperti ini?”

“Kim Eunmi” panggil ibunya,menarik turun selimut Eunmi hingga batas dagu.

“Apa yang terjadi kemarin,huh?Eomma sudah bertanya pada Eunji semalam.Dan dia mengatakan kalau kau sudah satu minggu ini tidak makan siang di sekolah.Jika kau merasa tidak enak badan,jangan di paksakan seperti itu.Katakan pada eomma dan appa,huh”

“Apa kau tahu? Eomma seperti mau mati saja saat melihatmu sakit seperti ini”

Mendengar ucapan ibu nya dan melihat ibunya wajah sedih ibunya,Eunmi merasa sangat bersalah.Ia tahu ibunya yang cerewet dan sangat suka memarahinya ini sangat menyayangi dirinya dan Eunji.

“Maafkan Eunmi eomma” ucap Eunmi seraya duduk dan memeluk ibunya.Hatinya sakit jika melihat ibunya menangis seperti ini.Ingin sekali ia mengatakan semua masalah yang ia alami karena,hell…ia tidak mungkin mengatakan pada ibunya kalau ia baru saja melihat Yeong Shik berciuman dengan anak gadis lain.Tidak!!karena itu terlalu memalukan untuk di ceritakan.Ia juga tidak mau kalau ibunya ataupun Hanyeon ahjumma jadi khawatir karena ia dan Yeong Shik bertengkar (Entahlah?Eunmi juga tidak mengerti kenapa ia sangat marah pada Yeong Shik beberapa hari ini?) Mungkin karena sekarang Yeong Shik punya teman baru sehingga membuat Eunmi tidak rela melihat anak laki-laki yang sangat di sukainya itu dengan gadis lain.

Ibu nya melepaskan pelukan mereka,mengelus lembut dan mencium puncak kepala Eunmi “Syukurlah,setidaknya kau masih memiliki Eunji yang bisa selalu menjagamu”

Eunji? Eunmi mengerjap dan baru saja ingat bahwa kakak kembarnya itu baru saja mengatakan bahwa ia tidak makan di sekolah.Oke!!ingatkan Eunmi untuk marah pada kakaknya itu nanti.

Eunmi mencium ke dua pipi ibunya,sekali lagi meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Ibunya baru saja kembali menyelimutinya dan mencium keningnya lembut “Apa kau punya masalah di sekolah beberapa hari ini?karena eomma lihat kau tidak seperti—”

“—Eomma,ada Hanyeon ahjumma dan Yeong Shik di luar” ucap Eunji menyela,memberi tahu ibunya itu.Membuat Eunmi mencengkram erat selimutnya,berharap ibunya itu tidak membiarkan Yeong Shik masuk ke kamar.

Eunmi baru saja akan membuka mulut,namun menutupnya kembali saat melihat ibunya sudah berdiri dan berjalan ke arah pintu.Meninggalkannya hanya berdua dengan Eunji di kamar.

“Eunji-ya” panggilnya pada Eunji yang tadinya hendak menuju meja belajar menghentikan langkahnya.

“Ne”

“Bisakah aku minta tolong?”

Eunji hanya mengangguk dan tersenyum “Apapun,katakanlah” jawabnya

“Eum…jika Yeong Shik masuk tolong katakan padanya kalau aku tidur”

Eunji menaikkan alis “Kenapa aku harus berbohong?” Ucapnya dengan ke dua tangan yang terlipat di depan dada.

“Pleaseee…eoh!!” Pinta Eunmi dengan wajah memelas.Membuat Eunji menghela nafas dan akhirnya mengangguk.

“Sebagai gantinya,kau harus menceritakan apa yang terjadi di sekolah kemarin”

Eunmi mengangguk “Aku akan menceritakan semuanya.Dan meskipun aku tidak menceritakannya,aku yakin kau akan tahu dengan sendirinya pada akhirnya nanti.Dan aku tidak akan pernah bisa berbohong di hadapanmu,karena aku tahu kau akan dengan cepat mengetahuinya”

Eunji terkekeh “Well…oke bisa diterima,aku akan mengatakan pada eomma bahwa kau sedang tidur” ucapnya seraya berpaling,kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi.

Eunmi kembali memasukkan tubuhnya ke dalam selimut,membelakangi pintu.Mencengkaram sudut selimutnya,ia masih sangat jelas mengingat kejadian kemarin saat ia tanpa sangaja melihat Yeong Shik mencium…bibir anak bernama Jung Hana itu.

Kemarin ia berniat meminta maaf pada Yeong Shik.Dengan alasan bahwa ia ketinggalan sesuatu di ruang musik,Eunmi berlari begitu saja meninggalkan Eunji dan Young Jae yang saat itu tengah bersama mereka.

Eunmi baru saja menetralkan deru nafasnya karena ia berlari dari lantai 2 menuju ruang musik yang notabene berada di lantai 3 gedung sekolah mereka.

BRAKK!!

Eunmi membuka pintu dengan tidak elitnya dan berteriak.

“Yeong Shik-ah—”

Eunmi melebarkan matanya kaget.Disana tidak jauh dari grand piano,Yeong Shik sedang menempelkan bibirnya—berciuman dengan Jung Hana. Eunmi meremas surat permintaan maaf yang ia tulis untuk Yeong Shik saat jam pelajaran bahasa Korea tadi dengan begitu erat.Ia dapat melihat Yeong Shik begitu kaget melihatnya disana.Dan sebelum Yeong Shik sadar,ia segera berlari keluar ruang musik,menghiraukan suara Yeong Shik yang memanggil namanya.

Dan saat ia berada tidak jauh dari Eunji dan Young Jae yang masih menunggunya,Eunmi merasakan kepalanya seperti di hantam oleh benda tumpul,sakit dan selanjutnya gelap.

Eunmi baru sadar saat ia sudah berada di rumah dan di periksa dokter,hingga disinilah ia berada sekarang,di tempat tidur tidak dapat melakukan apapun(Ugh! Ia benci sakit).

“Yeong Shik pabo” gumamnya “Aku bahkan menuliskan surat permintaan maaf untuknya,tapi…” Menghela nafas Eunmi melirik Eunji dari balik bahunya “Setidaknya aku masih memiliki Eunji” lanjutnya seraya menutup pelan ke dua matanya (Eunmi bahkan sudah lupa dimana ia membuang surat itu).

-oo-

Yeong Shik menyapu peluh yang mengalir di pelipisnya.Ia baru saja selesai bermain basket bersama Young Jae.Mereka satu tim dan setiap minggu mereka selalu latihan bersama.

Yeong Shik mengerjap saat melihat ibunya sudah rapi.Terlihat duduk di sofa.Ibunya itu mengenakan dress putih selutut dan blazer pink,membuat Yeong Shik menoleh pada jam dinding yang berada di ruang tamu.Baru pukul 10 pagi di hari minggu,mau kemana ibunya sudah berdandan secantik itu di hari minggu?pikirnya.

“Ah,Yeong Shik” sapa ibunya saat menyadari Yeong Shik sudah berdiri di depan ruang tamu—menatap ibunya dengan alis berkerut bingung.

“Tapi—”

“—Sebaiknya kau segera mandi,kita akan pergi hari ini” potong ibunya ; terlihat sibuk berjalan menuju kamar.

Melihat Yeong Shik hanya diam di tempat tadi,ibunya kembali memanggil namanya,memintanya agar segera pergi mandi dan berpakaian.Meski bingung akhirnya Yeong Shik hanya mengangguk.

35 menit kemudian Yeong Shik sudah siap dengan t-shirt cream dan celana jeans.

“Kita mau kemana hari minggu seperti ini?” Tanya Yeong Shik saat masuk mobil seraya memasang seat belt.

“Kita ke rumah Hyonie” jawab ibu nya singkat seraya mulai mengemudikan mobil ford hitamnya—tampak tergesa-gesa.

“Eh? Rumah Eunmi?”

Ibunya kembali mengangguk “Hm…wae?” tanya ibunya tanpa menoleh.

“Anio” jawab Yeong Shik pelan.

Yeong Shik hanya diam sepanjang perjalanan.Kepalanya sibuk mengira-ngira untuk apa mereka ke rumah Eunmi pagi ini?dan melihat ibu nya yang tampak tergesa-gesa membuatnya semakin penasaran.Apa terjadi sesuatu pada Eunmi,hingga ibu nya terlihat begitu khawatir seperti itu? Pikirnya.

“Appa,tidak ikut?” Tanya Yeong Shik setelah terdiam cukup lama.

“Ayahmu ada jadwal syuting.Apa kau lupa?bukankah ayahmu sudah berangkat sejak semalam?”

“Oh” hanya itu yang mampu keluar dari mulut Yeong Shik.

Yeong Shik menghela nafas,menatap pepohonan di sepanjang jalan.Matanya tampak menerawang.Sebenarnya ia ingin bertanya ‘Kenapa mereka ke rumah Eunmi?’ Tapi yang keluar dari mulutnya malah menanyakan kenapa ayahnya tidak ikut.Yeong Shik merasa bodoh saat menanyakan hal itu tadi.Ia hanya bingung bagaimana memulai pembicaraan dengan ibunya jika itu menyangkut tentang Eunmi dan setelah mengingat kejadian di sekolah kemarin—

—Yeong Shik kembali menghela nafas dengan dalam.

-oo-

Hanyeon (ibu Yeong Shik) dan Yeong Shik sendiri tiba di rumah Eunji-Eunmi.Setelah menekan bel dua kali pintu rumah dengan cat hijau itu terbuka,menampilkan sosok anak gadis dengan terusan berwarna hijau tanpa lengan,tersenyum menyambut kedatangan Yeong Shik dan ibunya.

“Dimana ibumu?” Tanya Hanyeon langsung pada Eunji yang sempat tersenyum sekilas pada Yeong Shik.

“Oh.Eomma ada dikamar bersama Eunmi” jawab Eunji.

“Apa yang terjadi pada Eunmi kemarin?”

“Dia pingsan kemarin,dan sampai tadi panasnya masih belum turun”

DEG!!

Jantung Yeong Shik berdetak dengan cepat,Eunmi kenapa? Apa anak itu pingsan setelah berlari dari ruang musik kemarin? Pikirnya.

“Apa Eunmi sakit?” Sambar Yeong Shik langsung seraya meraih lengan Eunji,mencengkramnya dengan sangat erat,membuat Eunji sedikit kaget sebelum akhirnya menganggukkan kepala sebagai jawaban.

“Eomma bersama Eunji di kamar…Aku…aku akan memberitahu eomma” ucap Eunji cepat,melepaskan tangan Yeong Shik yang mencengkram lengannya.Dengan kikuk membungkuk pada ibu Yeong Shik dan mohon pamit,berjalan menuju kamarnya.

.

Yeong Shik menggigit bibir bawahnya keras,berjalan mondar mandir di hadapan sang ibu,membuat sang ibu menahan lengannya—menatapnya khawatir.Ibunya baru saja akan membuka suara namun mengurungkannya saat melihat ibu Eunmi kini tengah berjalan ke arah mereka.

“Oh,maaf Hanyeon-ah,maaf membuatmu menunggu lama” ucap Hyonie,memeluk ibu Yeong Shik itu sekilas.

“Oh,annyeong Yeong Shik,apa kau kemari karena ingin menjenguk Eunmi?”

Yeong Shik tidak menjawab,hanya tersenyum sekilas.Diam-diam berharap Eunmi tidak menceritakan apapun tentang kejadian kemarin di ruang musik.

Yeong Shik masih menundukkan kepala,menatap lantai ubin di bawah kakinya.Tersentak saat merasakan sebuah tangan menepuk pundaknya.

Mengangkat kepala,Yeong Shik mengerjap saat mendapati ibu Eunmi kini tengah tersenyum padanya.

“Eunmi di kamar” ucap ibu Eunmi.

Yeong Shik belum sempat bereaksi saat ibu Eunmi mendorong tubuhnya yang kecil menuju sebuah kamar dengan tulisan ‘E&E Room’.Yeoja sahabat ibu nya itu tersenyum lembut membisikkan kata ‘Masuklah’ pada Yeong Shik yang masih mengerjap bingung dan meninggalkannya sendiri.

Yeong Shik hanya menghela nafas,menatap pintu kayu dengan cat biru langit dengan beberapa lukisan awan itu cukup lama.Menyapu telapak tangannya yang entah sejak kapan mulai berkeringat,Yeong Shik mengulurkan tangannya pada gagang pintu.Gugup,ia kembali menggigit bibir bawahnya “Oke,aku bisa” ucapnya meyakinkan diri sendiri.

Tangan Yeong Shik baru saja terulur hendak memegang gagang pintu.Terkejut saat melihat pintu kamar terbuka—lagi-lagi menampilkan sosok Eunji yang berdiri di ambang pintu.Mencoba tersenyum Yeong Shik baru saja hendak membuka mulut,namun mengurungkannya.

“Maaf,Yeong Shik-ah.Eunmi sedang tidur saat ini” ucap Eunji seraya memasang wajah menyesal.

“Eum…apa dia baik-baik saja?” Tanya Yeong Shik melirik ke dalam kamar.

Sepertinya Eunji mengerti mungkin,entahlah? Yang pasti anak gadis yang benar-benar mirip Eunmi itu menggeser tubuhnya sedikit membiarkan Yeong Shik melihat ke dalam kamar.

“Kau bisa lihat sendiri” ucapnya seraya menunjuk Eunmi dengan dagunya yang terbalut selimut terbaring dengan punggung membelakangi mereka.

Yeong Shik hanya menatap tubuh berbalut selimut itu beberapa saat,sebelum akhirnya menghela nafas dan tersenyum “Baiklah,sampaikan padanya aku akan berkunjung lagi nanti jika dia masih belum sembuh” ucapnya.

Eunji mengangguk “Maaf” ucap Eunji pelan.

Yeong Shik hanya mengangguk dan berpaling meninggalkan Eunji yang juga langsung menutup pintu kamar.

Yeong Shik kembali menghela nafas.Menyapu wajah dengan ke dua tangannya.Ia harus segera bicara dengan Eunmi,ia tidak mau melihat Eunmi sakit apalagi jika anak itu tidak menegurnya dan ia lebih tidak rela lagi jika Eunmi harus kehilangan senyum cerianya.

“Semoga cepat sembuh Eunmi-ya,aku merindukanmu” gumam Yeong Shik pelan sebelum akhirnya pergi menemui ibunya yang kini tengah bicara dengan Hyonie ahjumma.

-oo-

“Apa kau bertengkar dengan Eunmi” tanya Young Jae pagi itu.
Mereka berdua bertemu di depan gerbang sekolah pagi itu.

Yeong shik yang berjalan dengan menunduk itu hanya diam.

“Apa yang terjadi kemarin? Bukankah Eunmi menemuimu di ruang musik?lalu kenapa saat kembali dari sana anak itu malah pingsan?kalian tidak bertemu disana?”

Yeong Shik hanya bisa menghela nafas enggan menjawab semua pertanyaan Young Jae “Hanya salah paham” ucapnya pelan hampir tidak terdengar.

“Eh?Eunji hanya sendiri ke sekolah hari ini?” Ucap Young Jae yang sontak membuat Yeong Shik ikut menoleh ke arah pandangan Young Jae.

Yeong Shik dapat melihat Eunji berjalan sendiri memasuki gerbang sekolah.Sesekali tersenyum pada beberapa anak yang menyapanya.Tidak ada Eunmi yang selalu menggenggam tangan saudari kembarnya itu.Tidak ada senyum bodoh dan konyol yang selalu terpatri di sana—di sisi Eunji—Eunmi tidak masuk sekolah hari itu—membuat sesuatu dalam tubuh Yeong Shik terasa…sakit.

-oo-

Kim Eunmi,anak gadis dari pasangan Hyonie-Yesung itu hanya menghela nafas seraya menaruh kepalanya diatas meja makan.Tidak ada yang bisa ia lakukan karena tubuhnya masih terlalu lemah.Mendengus kesal saat tadi pagi ia merengek ingin sekolah tapi langsung di tentang ayah dan ibunya begitu saja.Meskipun ia merengek mengatakan pada ayah dan ibunya bahwa ia sudah sembuh tapi ayah maupun ibunya itu sama sekali menghiraukannya—hanya bisa menatap nanar kepergian Eunji yang pagi itu di antar oleh bibinya yang bernama Youngie.

Eunji hanya menyeringai melihatnya,menatapnya dengan tatapan ‘rasakan-siapa-suruh-sakit’ sehingga membuat Eunmi semakin kesal saat melihatnya.Eunji memang lebih tua 5 menit darinya,meskipun Eunji anak yang pendiam,judes tapi Eunmi menyanyangi anak itu melebihi apapun; bahkan jika ada yang bertanya siapa yang lebih di sayang Eunmi antara Eunji dan Yeong Shik maka dengan cepat Eunmi akan menjawab Eunji.

Yeong Shik? Eunmi menekuk wajahnya saat mengingat nama itu “Yeong Shik pabo” gumamnya.Ia tiba-tiba ingat saat Eunji mengatakan kemarin Yeong Shik mencarinya,dan sepertinya ia benar-benar tertidur kemarin hingga tidak tahu Yeong Shik berada di depan kamar,diam-diam bersyukur setidaknya ia tidak perlu mendengar suara anak laki-laki itu.Mendengus pelan “Aku tidak akan bicara lagi padanya” lanjutnya—tanpa sadar memukul meja makan dengan keras.

“Eh?Yeong Shik pabo?” Ucap sebuah suara yang tidak lain adalah ibunya membuat Eunmi mengangkat kepala dan mendapati ibunya kini tengah menatapnya dengan alis berkerut,menaruh piring buah tepat dihadapan Eunmi.

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu,huh?apa kau—”

“—aku akan makan di kamar saja” potong Eunmi,tergesa-gesa turun dari kursi dan membawa potongan buah apel yang di berikan ibunya.Melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa.Tidak menoleh sama sekali dan hanya mengangguk saat ibunya memintanya agar hati-hati.

Menghembuskan nafasnya lega,Eunmi menutup pintu kamar dan bersandar.Setidaknya ia selamat kali ini.Ia yakin jika semenit saja ia membiarkan ibunya melanjutkan ucapannya,ia yakin semua yang tidak ingin ia ceritakan pada siapapun itu (kecuali pada Eunji tentu saja) ia akan membuat ibunya tahu jika ia tengah berbohong.Jadi sebelum ibunya itu tahu,ia berjanji akan selalu menghindari ibunya atau siapapun yang hendak bertanya ‘ada apa dengannya beberapa hari ini?’ hingga membuatnya jatuh sakit.

Maka setelah meredakan rasa gugupnya,Eunmi berdiri,membawa piring buahnya,menaruh piring berisi apel di atas meja nakas di samping tempat tidur.Dengan perlahan kembali menaiki tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.Ia merasa tidak bertenaga dan lelah.Tidak mengerti kenapa rasa ‘sakit’ itu selalu terasa di dalam rongga dadanya,membuatnya sulit bernafas jika ia mengingat Yeong Shik?Tidak seperti biasanya,dulu saat ia memikirkan Yeong Shik,pipinya akan bersemu dan tersenyum sumringah.

.

Sementara itu di sekolah.

Eunji baru saja selesai mencuci tangannya di toilet sekolah.Gadis manis yang hari itu membiarkan rambutnya tergerai tampak merapikan seragam musim panasnya yang terdiri dari blouse biru langit dengan dasi berbentuk pita berwarna pink.

Eunji baru saja akan keluar toilet,namun langkahnya di hentikan oleh 3 anak perempuan dari kelas lain—Eunji bahkan mengenal satu diantara mereka.

“Jung Hana?” ucap Eunji dengan alis berkerut.

Gadis dengan rambut di ikat menyamping bernama Jung Hana itu tersenyum meremehkan “Kau mengenalku?” Ucapnya pura-pura terkejut. “Darimana?…ah aku tahu dari Yeong Shik?” Lanjutnya seraya terkekeh.

Eunji hanya menatapnya dengan tatapan bosan.Tidak mengerti kenapa anak baru di kelas Yeong Shik ini malah mengurungnya disini dengan 2 anak perempuan lainnya.

“Ya!!Kim Eunmi”

Eunji menaikkan alis bingung “Kim Eunmi?” Ucapnya.

“Kenapa? Kau lupa namamu sendiri,heh? Apa kau langsung amnesia setelah melihat aku berciuman dengan Yeong Shik beberapa hari yang lalu?”

“Ah…aku tahu.Kau mungkin temannya sejak masih kecil.Menganggap bahwa Yeong Shik akan selalu ada disisimu kan?tapi ternyata…” Jung Hana terkekeh pelan,menyeringai meremehkan.Berjalan mendekati Eunji—menarik kerah blouse Eunji “Asal kau tahu,Yeong Shik akan meninggalkanmu Kim Eunmi,lihat saja nanti.”

Eunji hanya mendengus dan tertawa meremehkan.Serius? Gadis ini bahkan tidak bisa membedakan yang mana Eunmi dan dirinya(well…meskipun beberapa teman mereka kadang salah mengenali mereka), membuat Jung Hana menatapnya bingung.

Eunji melepaskan dengan kasar tangan Jung Hana yang masih memegang kerah blousenya.

Eunji dengan santai merapikan blouse biru langitnya,kembali tersenyum meremehkan “Jadi kau sudah mencium Yeong Shik,huh?lalu kenapa?apa kau pikir Yeong Shik tipe anak laki-laki yang dengan mudahnya berpaling?apa kau tahu sudah berapa lama kami saling mengenal?”

Eunji diam—mengamati wajah merah padam Jung Hana karena menahan amarah.Melihatnya membuat Eunji semakin suka membuat anak gadis itu semakin marah.Eunji mendekatkan wajahnya dekat dengan telinga Jung Hana “Apa kau tahu?kami sudah di jodohkan bahkan sebelum kami lahir ke dunia ini.Dan apa kau tahu?Yeong Shik sudah menyatakan perasaannya padaku sejak kami berusia 2 tahun” bisiknya dengan intonasi yang mengintimidasi.

Ucapan Eunji barusan tentu saja membuat Jung Hana murka.Gadis itu bahkan hendak melayangkan tangannya memukul Eunji,namun terhenti begitu saja.

“Jangan pernah menyakitinya” ucap seseorang.

“Yo…Young Jae?” Ucap Jung Hana tergagap saat melihat siapa orang yang sudah menahan tangannya.

“Kalau kau tidak ingin aku menceritakan kejadian ini pada Yeong Shik,sebaiknya kau jauhi DIA” ucap Young Jae tajam seraya menunjuk Eunji yang hanya menyeringai padanya.

Jung Hana tergugu tidak bisa mengatakan apapun.Disisi lain ia sangat ingin memukul wajah menjengkelkan milik Eunmi(Eunji lebih tepatnya) itu,tapi disisi lain ia takut jika Young Jae benar-benar menceritakan semua kejadian ini pada Yeong Shik,karena Young Jae dan Yeong Shik adalah sahabat.Ia hanya bisa menahan amarahnya “Sial kenapa anak kembar ini harus dekat dengan ke dua anak paling populer di sekolah” erangnya dalam hati.

“Kajja,Eunji-ya” ucap Young Jae meraih tangan Eunji dan menariknya keluar.

“Eh?Eunji?” Ucap Jung Hana tiba-tiba,menatap bingung Eunji(yang ia kira Eunmi) dan Young Jae dengan alis berkerut bingung.

“Oh,aku lupa mengatakan padamu,bahwa aku adalah Kim Eunji,kakak dari Kim Eunmi.Asal kau tahu” ucap Eunji seraya menyeringai lebar.

“Ya!!kenapa kau hanya diam saat ku panggil Eunmi” teriak Jung Hana kesal.

Eunji hanya menaikkan kedua bahunya “Kau tidak membiarkanku menjelaskannya” ucapnya acuh,tersenyum pada Young Jae “Kajja.Ku rasa Yeong Shik sudah menunggu kita” lanjutnya seraya berpaling keluar toilet,meninggalkan Jung Hana yang mengerang frustasi karena kesal dan tidak bisa berbuat apa-apa.

.

.

“Kenapa kau membiarkannya melakukan hal itu padamu?dan kenapa kau malah mengaku sebagai Eunmi?” Tanya Young Jae saat mereka berdua sudah berjalan di koridor menuju kantin.

Eunji yang berjalan lebih dulu di depan Young Jae hanya mengangkat bahu acuh “Itu terjadi begitu cepat.Aku bahkan tidak bisa bereaksi saat ia mulai berceloteh tentang merebut Yeong Shik dari Eunmi,whatever.Aku hanya tidak suka melihatnya meremehkan adikku seperti itu.Jadi…ya…aku mengaku sebagai Eunmi.Ugh! Aku mengerti sekarang kenapa Eunmi sangat membenci gadis itu” ucap Eunji panjang lebar.

“Kau tahu,sepertinya kita harus membuat Eunmi dan Yeong Shik berbaikan secepat mungkin” ucap Young Jae.

Eunji menghentikan langkah,berpaling menghadap Young Jae “Kau punya pikiran yang sama denganku” ucapnya seraya tersenyum.

“Jadi kapan kita melakukannya?kau tahu setidaknya mereka harus bicara berdua,tanpa harus ada yang menganggu”

Eunji menaruh jari telunjuknya di bawah dagu tampak berpikir dengan alis yang saling bertaut,membuatnya…err…cute?menurut Young Jae.

“Ah…bukankah setiap minggu kau dan Yeong Shik sering latihan basket?” Tanya Eunji.

Young Jae menganggukkan kepala sebagai jawaban.

“Aku akan membawa Eunmi kesana hari minggu ini,dan jika aku telat kau harus bisa menahan Yeong Shik agar tidak pulang lebih dulu darimu,arraseo”

Young Jae tersenyum dan mengangguk pasti “Tentu saja” ucapnya semangat “Apa kau tahu?melihat Yeong Shik jadi pendiam dan murung setiap hari saja membuat perutku sakit tiap kali melihatnya” lanjutnya.

Eunji menyeringai “Tentu saja,aku juga rindu pada semua celotehan aneh Eunmi”

Hari itu Eunji dan Young Jae sepakat membuat Yeong Shik dan Eunmi berbaikan.Pembicaraan mereka terhenti karena mereka sudah tiba di kantin.Menyimpan rapat rahasia mereka saat mereka melihat Yeong Shik sudah duduk di meja mereka seperti biasanya.

-oo-

Yeong Shik menatap Eunmi yang hari itu mengenakan bando putih di kepalanya.Tampak melamun dengan menopang dagu,membiarkan buku yang ada dimeja terbuka begitu saja tanpa di lirik sama sekali.Duduk di salah satu sudut perpustakaan.Wajahnya manis seperti biasa —apalagi jika tersenyum akan semakin manis,namun hari itu sedikit pucat,mungkin karena anak gadis itu baru sembuh dari sakitnya.

Yeong Shik hanya menatapnya dari balik rak buku yang berjejer rapi di dalam perpustakaan.

Hari itu,tepat 3 hari setelah Eunmi sakit,akhirnya anak itu kembali ke sekolah.Dan Yeong Shik bersyukur karena Eunmi akhirnya bisa sekolah seperti biasanya. 3 hari tanpa Eunmi serasa sepi,tidak ada canda tawa atau celotehannya yang membuat dirinya maupun saudara kembarnya menggelengkan kepala karena ucapan Eunmi terdengar membosankan dan tidak ada yang penting.

Yeong Shik masih mencuri pandang ke arah dimana Eunmi berada,hingga seseorang menepuk pundaknya.

Yeong Shik menoleh ke arah suara,menghela nafas saat mendapati Jung Hana kini berdiri tepat di hadapannya,terlihat mendekap buka matematika,tersenyum.Demi Tuhan kenapa gadis ini selalu saja tahu dimana ia berada?pikir Yeong Shik.

“Yeong Shik-ah” panggil Jung Hana dengan nada manja yang di buat,menggelayut di lengan Yeong Shik.Membuat Yeong Shik hanya bisa memutar bola matanya.

“Jangan lakukan ini Hana-ya,kita berada di—” Yeong Shik menghentikan ucapannya saat maniknya menangkap Eunmi yang kini tengah melihat ke arahnya.

Yeong Shik dengan segera melepas tangan Jung Hana yang menggelayut di lengannya —mencoba tersenyum pada Eunmi—harus rela menelan kembali senyumannya saat Eunmi hanya menatapnya sekilas,gadis itu kemudian menunduk—membaca buku yang sejak tadi terlupakan.

Yeong Shik menghela nafas,menatap Jung Hana yang hanya menyeringai.Menaruh buku sastra yang ia pegang sejak tadi pada Jung Hana,meninggalkan gadis itu yang akhirnya hanya bisa mendengus kesal melihat kepergiannya.Menghiraukannya begitu saja saat anak gadis itu memanggil namanya beberapa kali.

.

“Jung Hana lagi?” Tanya Young Jae tepat saat Yeong Shik keluar perpustakaan dengan wajah di tekuk.

“Hm” jawabnya singkat seraya berjalan.

“Jadi sudah berapa lama kau tidak bicara pada Eunmi,huh?”

Yeong Shik menghentikan langkahnya “Huh?”Menatap bingung Young Jae.

Dengan ke dua tangan di dalam saku celana,Young Jae hanya menaikkan bahu.

Yeong Shik hanya diam,tampak berpikir.Benar!sudah berapa lama ia tidak bicara pada Eunmi? Satu minggu kah? Atau…

Oh Tuhan,Yeong Shik tiba-tiba ingat sekarang.Ia sadar sejak Jung Hana masuk ke kelas mereka sejak saat itulah ia tidak pernah bicara pada Eunmi.Ia terkesan melupakan anak gadis itu.Jadi…

Yeong Shik mengangkat kepala,menatap Young Jae yang hanya tersenyum padanya.

“Sepertinya kau sudah sadar sekarang” ucap Young Jae seraya menepuk pundaknya.

Yeong Shik tersenyum miris.Jadi ini semua salahnya?Ia lah yang lebih dulu tidak menyapa Eunmi,membuat anak gadis yang sudah di sukainya sejak usai 2 tahun itu marah padanya.Sejak Jung Hana datang,ia tidak pernah main atau pulang bersama lagi karena…hell,itu semua karena Jung Hana selalu menempel padanya,membuatnya melupakan orang yang selalu bersamanya selama ini.

Siang itu Yeong Shik sadar.Bahwa semua sikap dan tingkah laku Eunmi yang tidak seperti biasanya itu memang salahnya.Salahnya karena beberapa hari belakangan ini ia melupakan anak gadis itu.

“Besok kita akan latihan seperti biasa kan?” Tanya Young Jae membuyarkan lamunan Yeong Shik.

“Kurasa…aku tidak akan latihan besok” jawab Yeong Shik pelan.

“Eh? Kenapa?”

Yeong Shik hanya menghela nafas tidak menjawab.Ia hendak berlalu begitu saja meninggalkan Young Jae,namun gerakannya di hentikan Young Jae.

“Oh come on Yeong Shik-ah,kita akan ada pertandingan minggu depan.Aku dan kau tidak mau kita kalahkan?bukankah kita berdua sudah sepakat untuk terus latihan tidak hanya di sekolah tapi saat hari minggu”

Yeong Shik hanya diam,menatap Young Jae dengan tatapan ‘kumohon kali ini saja biarkan aku tidak latihan’ namun merengut kemudian saat melihat Young Jae menggelengkan kepalanya tidak setuju.

“Aku tetap akan menunggumu di tempat biasa” ucap Young Jae seraya menepuk pundak Yeong Shik kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Yeong Shik yang mendengus kesal.

-oo-

Kim Yeong Shik,anak pasangan Kibum-Hanyeon itu terlihat bersandar pada sofa.Terlihat menghela nafas menengadah menatap langit-langit ruang baca milik ayahnya seraya menutup ke dua matanya.Anak yang malam itu mengenakan t-shirt abu-abu lengan panjang dan celana training berwarna hitam itu membiarkan buku musik yang sejak tadi di lihatnya terbuka begitu saja di pangkuannya.

Yeong Shik membuka mata terkejut saat merasakan sensasi dingin di kulit pipinya.Mengerjap saat mendapati ibunya kini tengah menyeringai—menempelkan kotak susu coklat dingin padanya.

“Ige” ucap ibunya,membuka kotak susu dan memberikannya pada Yeong Shik.

Tersenyum,Yeong Shik menerima kotak susu itu,berterima kasih pada ibunya dan meminum sebagian isinya.

“Yeong Shik-ah”

Yeong Shik yang baru saja meminum susu kotaknya mengangkat kepala.

“Kau…apa kau baik-baik saja,huh?”

Yeong Shik kembali menunduk,memutar kotak susu ditangannya.

“Apa…kau bertengkar dengan Eunmi?”

Tidak ada jawaban.Yeong Shik hanya menundukkan kepala.Kepalanya tiba-tiba terasa sakit.Apa yang membuatnya tiba-tiba sakit kepala?susu kotak yang baru di berikan ibunya kah?

“Kim Yeong Shik.Apa kau mendengarkan ibumu bicara?huh?”

Suara lembut ibunya terdengar lagi.Tapi kali ini lebih terdengar tidak sabaran dan ada sedikit nada kesal.

Yeong Shik dapat merasakan ibunya memegang ke dua bahunya.Bukannya Yeong Shik kurang ajar atau apa,tapi…ia hanya tidak berani menatap ibunya,karena…jika ia menatap mata ibunya,ia yakin ibunya itu akan meminta penjelasan lebih rinci atas apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini.

Dan ini yang Yeong Shik benci,saat kini ia sudah bertemu pandang dengan ibunya.Matanya ibunya yang kini tengah menatapanya tajam itu terasa menembus hingga otaknya—seolah menuntut jawaban atas semua pertanyaan tadi.

Ibunya yang bernama Hanyeon itu menatapnya lama dengan menaruh ke dua tangannya dikedua sisi kepala Yeong Shik ; ada kehangatan yang mengalir dari kedua telapak tangan ibunya itu—membuatnya selalu nyaman jika merasakannya.

“Jadi?” Tanya ibunya masih menatap lurus ke dalam mata Yeong Shik.

“Eumm…” Yeong Shik segera melepas ke dua tangan ibunya,menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Gwenchana eomma,aku…aku dan Eun…mi…tidak bertengkar,eomma tenang saja” lanjutnya seraya tertawa sumbang.

Yeong Shik mengalihkan pandangannya kemana saja asal jangan menatap mata ibunya—terlihat salah tingkah sendiri.

“Ah matda.Aku…akan kembali ke kamar,aku…ingat masih ada PR” ucap Yeong Shik buru-buru berdiri—mencoba melarikan diri dari ibunya sendiri.

Yeong Shik baru saja akan melangkah,namun langkahnya terhenti saat mendengar ibunya berseru.

“Kembali ke tempat dudukmu,Kim Yeong Shik!!Eomma belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan eomma tadi” ucap ibunya penuh dengan penekanan di setiap kata.

Yeong Shik meneguk liur kasar.Perutnya tiba-tiba terasa melilit—pasrah akhirnya hanya bisa duduk kembali.

“Dengar,eomma hanya ingin tahu,apa yang terjadi pada kalian berdua?”

“Apa?” Tanya Yeong Shik memasang wajah bingung,pura-pura bodoh,membuat ibunya memutar ke dua bola matanya malas.

“Kau tahu siapa yang ibu maksud”

Menghela nafas Yeong Shik kembali menunduk,mempermainkan ujung buku bersampul not balok di pangkuannya dengan gelisah “Kami tidak bertengkar eomma,hanya itu” ucap Yeong Shik pelan.

“Apa kau yakin?”

Yeong Shik mengangguk.

Menghela nafas.Ibunya kembali bicara “Jangan menyembunyikan masalahmu sendiri Yeong Shik-ah.Eomma tahu ada yang tidak beres antara kau dan Eunmi akhir-akhir ini.Kau sudah tidak pernah bersama Young Jae,Eunmi dan Eunji lagi saat pulang sekolah”

Yeong Shik mengangkat kepala,menatap heran pada sang ibu yang masih menatapnya dengan alis berkerut samar.

“Eomma,memang tidak bisa menjemputmu beberapa hari terakhir ini.Apa kau bertanya darimana eomma tahu,huh?” Ucap ibunya saat tahu wajah penuh tanya Yeong Shik.

“Tentu saja dari ayahmu” ucap ibunya seraya mengangkat ke dua bahunya “Ayahmu menceritakan semuanya.Kau bahkan tidak pernah bicara pada Eunmi,meski ayahmu sadar kau kadang mencuri pandang pada salah satu kembar putri sahabat ibu itu.Tapi…kau sama sekali tidak menegurnya”

Yeong Shik hanya diam,kembali menunduk,menggigit bagian dalam pipinya.

“Eomma akhirnya sadar saat melihat perubahan sikapmu beberapa hari ini.Kau jadi semakin banyak melamun.Terlalu sering menghela nafas seperti…kau tahu?kami para orang dewasa sering menghela nafas karena banyak masalah atau ada sesuatu yang sedang terjadi.Kau juga terdengar hanya menjawab ala kadarnya saat ayahmu bertanya.Dan saat mengetahui Eunmi sakit,hari itu kau sangat gelisah saat kita ke rumahnya”

“Apa yang terjadi hari itu?hari dimana Eunmi pingsan setelah berlari dari ruang musik?” Tanya ibunya seraya mengelus lembut pundak Yeong Shik.

Diam

Setelah beberapa menit.Yeong Shik yang sejak tadi menundukkan kepala akhirnya mengangkat kepala,menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.Membuat ibunya terkejut sekaligus panik.

“Wae?apa eomma membuatmu sedih?eomma mianhe” ucap ibunya seraya menarik Yeong Shik dalam pelukannya.

Yeong Shik hanya menggelengkan kepala dalam pelukannya “Yeong Shik salah eomma,Yeong Shik yang salah” ucap Yeong Shik mengulang kata-kata itu beberapa kali,menangis di pelukan ibunya.

“Yeong Shik…Yeong Shik…yang lebih dulu menghiraukan Eunmi,semua salah Yeong Shik eomma”

“Sshh…uljima,eoh” ucap ibunya mencoba menenangkan Yeong Shik yang masih menangis.Anak manis bersurai hitam itu terus saja menyalahkan dirinya sendiri.

“Jika Yeong Shik salah kenapa tidak meminta maaf?Eunmi bukan anak pendendam sayang”

Yeong Shik kembali menggelengkan kepala.Mengangkat kepala,menatap ibunya dengan mata memerah “Eunmi…tidak akan pernah mau bicara pada Yeong Shik lagi eomma.Karena Yeong Shik…sudah…mencium anak lain” ucap Yeong parau, ucapannya hampir tidak terdengar saat di bagian akhir.

“Eh?” Ucap ibunya dengan alis terangkat bingung “Apa eomma baru saja mendengar kau…mencium…seseorang,huh?”

Yeong Shik membuang muka,wajahnya tiba-tiba bersemu merah—malu sekali rasanya.

“Apa anak baru itu?”

Yeong Shik sontak kaget mendengar pertanyaan ibunya.

“Anak baru yang akhir-akhir ini selalu bersamamu saat pulang sekolah itu?”

Yeong Shik menganggukkan kepala pelan “Bukan Yeong Shik yang duluan eomma,tapi Jung Hana—”

“— Jadi namanya Jung Hana?” Ucap ibunya memotong ucapan Yeong Shik.

Yeong Shik kembali mengangguk “Ne” jawabnya singkat seraya menundukkan kepalanya.

“Ah…jadi…hari itu,hari dimana Eunmi pingsan,dia melihatmu tengah mencium anak bernama Jung Hana itu?lalu apa ada yang salah?”

Yeong Shik mendengus mendengar ibunya “Bukan ciuman di pipi atau apa? Tapi ini di bibir eomma” erang Yeong Shik dalam hati “Bukan ciuman seperti itu eomma” cicitnya.

“Eh?lalu?” tanya ibunya dengan alis terangkat,namun detik berikutnya ibunya yang memilik senyum meneduhkan itu hanya mengangguk-anggukan kepala “Arraseo,apa itu ciu—” lanjutnya seraya menepuk puncak kepala Yeong Shik.

“Anio!! Ini tidak seperti yang eomma pikirkan” ucap Yeong Shik cepat,menyela ucapan sang ibu.Hell…ia tidak ingin ibunya memperjelas ucapannya karena ini terlalu memalukan.

“Yeong Shik-ah”

Yeong Shik menatap sang ibu.

Ibunya terlihat mendekatkan wajahnya,mengelus pipi kanan Yeong Shik lembut”Kau benar-benar mirip ayahmu,kalau sudah berurusan dengan perasaan,sama-sama bingung dengan apa yang harus dilakukan” ucap ibunya “Kalau kau memang benar-benar menyukai Eunmi,minta maaflah,eoh!katakan bukan kau yang pertama kali memulai,katakan itu hanya—”

“— tapi Yeong Shik lah yang lebih dulu menghiraukan Eunmi,eomma” potong Yeong Shik dengan nada lemah.

Ibunya tersenyum lagi “Oke,disini eomma akui kau memang salah.Tapi…Tidak ada salahnya meminta maaf terlebih dahulu honey.Lelaki harus lebih dulu meminta maaf pada para wanita.Tidak ada salahnya meminta maaf lebih dulu,apalagi jika itu kita lah yang lebih duluan membuat kesalahan.”

“Well…Setidaknya meminta maaf pada Eunmi akan lebih mudah di bandingkan harus meminta maaf pada Eunji”

Yeong Shik mengerjap menatap ibunya yang juga kini tengah menatapnya.Benar!!semua yang dikatakan ibunya benar.Eunmi anak yang lebih mudah memaafkan di bandingkan saudara kembarnya Eunji.Eunmi adalah sosok yang ceria dan apa adanya,sedangkan Eunji? Yeong Shik menaikkan alis,Eunji bukan anak yang mudah memaafkan,dan Yeong Shik tidak perlu mencari contoh yang jauh-jauh karena ia melihatnya sendiri dengan mata kepalanya perseteruan antara Eunji dan Young Jae.

“Aku…aku akan meminta maaf pada Eunmi” ucap Yeong Shik sedikit terbata.

“Good boy” ucap ibunya seraya menggusak surai hitam putranya dengan gemas.

.

.

Sementara itu di rumah lain~

Kim Eunmi menatap gelisah sang ibu yang kini duduk tepat dihadapannya dengan ke dua tangan yang terlipat di depan dada.

“Err…kenapa eomma memanggilku kemari?” Tanya Eunmi.Terlihat gugup dengan meremas ujung piyama pink yang ia kenakan malam itu.

Eunmi dan ibunya hanya berdua di kamar tidur ke dua orang tuanya.Eunmi yang hanya berdiri di sudut tempat tidur tampak gugup,tidak berani menatap sang ibu yang duduk di atas tempat tidur.

“Naiklah” perintah ibunya.

Eunmi menelan ludah kasar.Merangkak naik ke atas tempat tidur king size itu.

“Kenapa hanya duduk di ujung sana,huh? Sini” ucap ibunya seraya menarik tubuh Eunmi hingga menempel pada ibunya.

“Apa yang diinginkan ibunya?” Pikir Eunmi dalam hati karena tidak seperti biasanya memintanya masuk ke kamar tanpa Eunji.

“Eunmi-ya” panggil ibunya lembut.

Eunmi mendongak,mengerjap menatap sang ibu.

“Kau tahu? Eomma…tidak sengaja mendengar sebuah cerita beberapa hari ini”
Diam.

Eunmi hanya diam mencoba mendengarkan.

“Eomma mendengar bahwa kau dan juga Yeong Shik sudah tidak bicara.Eomma juga mendengar kalau kau sengaja menjauhi Yeong Shik beberapa hari ini.Bersikap dingin dan—”

“— bukan Eunmi yang memulai eomma” potong Eunmi mendengus marah.

“Eh?lalu? Apa yang terjadi,huh?apa yang membuatmu tidak makan siang di sekolah beberapa hari ini?apa yang membuatmu selalu mengurung diri dikamar beberapa hari ini,huh?”

Eunmi memajukan bibirnya kesal “Yeong Shik yang salah eomma,dia yang lebih dulu —” Eunmi menghentikan ucapannya,tiba-tiba menundukkan kepala,meremas selimut putih bersih di bawahnya.Hell…kenapa sekarang malah ia yang disalahkan?

Eunmi memalingkan wajahnya,menatap lemari rias orang tuanya yang berada tepat di ujung tempat tidur.Sekilas dapat melihat refleksi dirinya di cermin yang membingkai lemari rias itu.

“Eunmi-ya,tatap ibu” ucap ibunya seraya meraih wajah Eunmi,menangkup wajah bulat yang kini sedikit tirus itu dengan ke dua tangannya.

“Apa kau bisa menceritakan semuanya?eomma hanya tidak mau melihat putri eomma menjadi murung.eomma hanya tidak ingin mendengar Eunji terus mengeluh tentang mu yang selalu melamun beberapa hari ini,tidak mau di ajak bermain”

Eunmi mengerjap,menatap ke dua bola mata hitam milik ibunya itu.Disana ia dapat melihat bayangannya dengan jelas.Sebuah refleksi yang sangat nyata.

Menghela nafas,Eunmi menggigit bibir bawahnya.

“Aku tidak salah eomma.Bukan Eunmi yang memulai ini.Tapi Yeong Shik,sejak anak baru itu…Yeong Shik sudah menghiraukan Eunmi.Dia bahkan tidak pernah bermain bersama kami lagi.Dia sudah tidak menganggap Eunmi ada eomma”

“Eunmi tidak pernah marah mau dengan siapa Yeong Shik berteman.Tapi…Sejak anak itu datang,Yeong Shik sama sekali tidak pernah melirik Eunmi lagi.Jangankan pulang bersama,menegurpun Yeong Shik tidak pernah melakukannya lagi”

“Eunmi sempat berpikir’apa Eunmi punya salah pada Yeong Shik,hingga dia tidak melirik Eunmi?’Tapi kemudian Eunmi sadar Yeong Shik sudah bukan anak laki-laki yang sama,anak laki-laki yang menyatakan perasaannya pada Eunmi dan mengatakan bahwa dia akan menikahi Eunmi suatu hari nanti.Dan hari itu—”

Eunmi menghentikan ucapannya,menggigit bibir bawahnya.

“Hari itu?”

“Aku…melihat Yeong Shik mencium anak baru itu” cicit Eunmi.

“Eh?”

“Siapa yang di cium Yeong Shik?”

Eunmi memutar ke dua bola matanya jengah “Anak baru itu eomma,anak dengan nama Jung Hana”

Ibunya hanya mengerjap dan kemudian tersenyum “Jadi hari dimana kau pingsan itu,kau melihat Yeong Shik tengah berciuman dengan Jung Hana?”

“Apa semudah itu putri eomma pingsan hanya karena melihat orang yang di sukainya berciuman dengan seseorang?”

“Hari itu karena Eunmi sakit eomma,lagipula ini Yeong Shik eomma, dia-mencium-gadis-lain” ucap Eunmi penuh penekanan di tiap kata-katanya.

“Bukankah Yeong Shik juga sering menciummu?”

Eunmi mengerang kesal.Hell…apa ia harus menceritakan semuanya?.

“Kim Eunmi!!”

Menghela nafas “Yeong Shik mencium bibir anak itu eomma” ucap Eunmi pelan seraya menunduk “Dan appa pernah mengatakan’ciuman di bibir itu hanya untuk orang yang sudah menikah saja.Dan jika kau mencium seseorang di bibirnya dengan atau tanpa sengaja kau harus menikahinya’ itu…yang ku dengar dari appa.Jadi saat aku melihat Yeong Shik mencium Jung Hana (ugh!menyebut namanya saja membuat perut Eunmi mual) Eunmi tahu Yeong Shik sudah tidak bisa menikahi Eunmi lagi”

“Eh?appa?” Tanya ibunya dengan alis berkerut bingung.

“Aku dan Eunji pernah menanyakan saat kami tanpa sengaja melihat appa mencium bibir eomma”

Mendengar ucapan Eunmi,ibunya melotot kaget.Tuhan kenapa suaminya malah menjelaskan tentang ciuman di bibir pada putrinya.Ingatkan ia untuk marah pada suaminya itu nanti.

Eunmi mengerjap menatap ibunya “Eomma,gwenchana?”

“Uh?huh?” Ibunya hanya mengerjap sekali,dua kali sebelum akhirnya tertawa aneh.

“Well…jadi semua ini karena Yeong Shik terlalu dekat dengan anak baru itu,anak dengan nama Jung Hana.Dan kau tanpa sengaja melihat mereka berciuman di—bibir?”

Ibunya menghela nafas “Ibu kecewa padamu”

“Eh?”

“Kenapa ibu kecewa?” Tanya ibunya seraya menatap Eunmi yang kini juga tengah menatap ibunya dengan tatapan bingung.

Ibunya yang bernama Hyonie itu menepuk pelan puncak kepala Eunmi “Karena kau menyerah begitu saja.Oh…come on Eunmi-ya,ciuman di bibir?serius? Meski semua penjelasan ayahmu benar,tapi kau tetap tidak boleh menyerah.Apa kau pernah mendengar Yeong Shik menyukai anak baru itu?apa kau pernah mendengar Yeong Shik mengatakan tidak ingin…err…kau tahu apa yang ibu maksud (Sungguh,Hyonie tidak mengerti kenapa ini jadi menyangkut pernikahan?)Jadi kenapa kau tidak merebutnya kembali,huh?”

Eunmi mengerjap mendengar ucapan ibunya.Semua benar dan ia harus bisa merebut kembali Kim Yeong Shik dari tangan Jung Hana.Hell…enak saja,Yeong Shik tidak akan mudah di dapatkan selagi ada dia.

“Jadi…kau akan berbaikan padanya kan?”

Eunmi tersenyum dan mengangguk seraya memeluk ibunya “Gomawo eomma” ucapnya dalam pelukan sang ibu.

Eunmi mengeratkan pelukannya saat ibunya dengan lembut mengelus punggungnya.Terasa begitu nyaman dan Eunmi suka aroma tubuh ibunya yang menenangkan.Aroma yang selalu disukainya dan selalu sukses membuatnya tertidur.

“Kau juga harus meminta maaf pada Yeong Shik karena kau juga ikut mengacuhkannya beberapa hari ini”

Eunmi hanya mengangguk dalam pelukan ibunya.Malam itu Kim eunmi tertidur dengan masih memeluk ibunya.

-oo-

“Kita mau kemana?demi Tuhan Eunji-ya,ini masih terlalu pagi untuk keluar”

Eunmi merengut seraya bersungut-sungut di balik punggung Eunji yang menariknya keluar rumah.Hari masih menunjukkan pukul 7 pagi.Hell…kenapa di hari minggu yang harusnya di habiskan dengan bangun siang ini,ia harus mengikuti kembarnya ini?.

Eunmi masih bersidekap saat melihat Eunji memasuki garasi dan keluar dengan sebuah sepeda berwarna biru.

“Naiklah” perintah Eunji saat sudah berada tepat di hadapan Eunmi.Menghiraukan tatapan tidak suka adiknya itu.

Meski malas,Eunmi akhirnya duduk di belakang dengan Eunji yang mengayuh sepeda.

“KAMI BERANGKAT APPA!!” Teriak Eunji pada ayahnya yang baru saja keluar rumah,menatap penuh tanya ke dua kembarnya yang pagi itu sudah melesat dengan sepeda.

.

Angin pagi menerpa wajah Eunmi yang terlihat tersenyum,menikmat sensai dingin pada wajahnya dengan terus memegang pinggul Eunji di depan,Eunmi menghirup udara pagi itu.

Di depannya Eunji terus mengayuh,sesekali menoleh kebelakang,tersenyum saat mendapati wajah adiknya yang terlihat menikmati udara pagi dengan menutup ke dua matanya.

“Jhoa?”

Eunmi mengangguk mendengar ucapan Eunji “Mmm…noumu jhoa.Udara pagi ternyata sangat menyengarkan”

Eunji hanya terkekeh di depannya “Kau bisa menikmati udara pagi jika musim semi dan panas saja,karena bersepeda di musim gugur dan musim dingin tidak seenak di musim semi atau panas,karena kau tahu—”

“—arra,kalau mau mati membeku karena kedinginan maka jangan pernah melakukannya” Eunmi memotong ucapan Eunji,membuat yang lebih tua 5 menit itu tertawa.

.

Setelah beberapa menit perjalanan yang menyenangkan,Eunji dan Eunmi tiba di pinggiran sungai Han.

“Untuk apa kita kesini?” Tanya Eunmi seraya turun dari sepeda,menatap penuh tanya Eunji yang memarkirkan sepedanya di tempat penitipan sepeda.

“Kau tidak membawa sepeda kita?”

Eunji menggelengkan kepala.Meraih tangan Eunmi,Eunji membawa Eunji berjalan di sepanjang jalan di pinggir sungai Han.

Disana mereka dapat melihat beberapa orang tengah joging,bermain sepatu roda dan hanya sekedar berjalan-jalan seperti yang mereka lakukan.

Eunmi berhenti tiba-tiba saat Eunji membawanya berjalan menuju sebuah lapangan basket terbuka di salah satu sudut sungai Han.

Eunmi menarik lengan Eunji yang masih erat menggenggam tangannya,membuat yang lebih tua menghentikan langkahnya.

“Wae?”

“Uh?kita…ke tempat lain saja” ucap Eunmi salah tingkah.

“Eh?”

Eunmi baru saja akan memutar tubuh,namun gerakannya terhenti karena Eunji menolak dan menarik tangannya dengan paksa— berjalan semakin dekat dengan bibir lapangan.

Eunmi menggigit bibirnya dan berjalan menunduk “Eunji-ya,kita…bisakah kita tidak kesana?”

“Waeyo?aku hanya ingin melihat Young Jae latihan”

Eunmi mengerjap mendengar ucapan Eunji.Tunggu sejak kapan Eunji suka menonton Young Jae latihan? Oke mari kita pikirkan itu nanti.Masalah kenapa Eunmi tidak mau di bawa ke sudut lapangan dimana para anak laki-laki tengah bermain basket itu adalah bukan karena ia malu atau tidak mau menonton latihan,tapi satu sosok anak laki-laki dengan kaos basket tanpa lengan berwarna hitam itu,dia yang mengenakan topi yang lidahnya ia putar kebelakang dengan tulisan ‘L.A’ itu lah masalahnya.Anak laki-laki bernama Kim Yeong Shik itu tengah mendrible bola memasuki ring—membuat Eunmi sekilas menahan nafasnya karena Yeong Shik terlihat sangat tampan dengan beberapa tetes peluh di leher dan wajahnya (Ugh!! Eunmi bahkan masih sempat mengangumi anak laki-laki itu).

“Eunji-ya” panggil Eunmi kali ini lebih terdengar seperti sebuah bisikan.

Malang memang,Eunji sama sekali tidak mendengarkan (atau sengaja menulikan telinganya) itu terus menyeret Eunji hingga di bibir lapangan.Parahnya lagi Eunji malah meneriaki Young Jae dan Yeong Shik saat itu,membuat Eunmi rasanya ingin menjitak kakaknya itu di kepala.

Ke dua anak yang di panggil itu menoleh secara bersamaan.Dan…mata Eunji secara tidak sengaja bertemu tatap dengan Yeong Shik.Mereka saling menatap satu sama lain.Meski pada akhirnya Eunmi lah yang memilih untuk mengalihkan tatapan.

Eunmi diam-diam merutuk Eunji,mendengus dengan menggumamkan kata “Awas kau Eunji-ya,aku akan membalasmu”

.

Dan disinilah mereka ber empat akhirnya berkumpul.Duduk di salah satu sudut pinggiran sungai Han,menatap langsung pada sungai terbesar di Seoul itu.Tadi setelah selesai bermain dan menunggu Yeong Shik dan Young Jae selesai,mereka memutuskan untuk duduk beristirahat disana sebelum kembali ke rumah.

Mereka duduk berjejer,dengan Eunji-Young Jae di tengah-tengah dan Eunmi-Yeong Shik yang berada di sisi kanan dan kiri.

Eunmi masih diam,sibuk menggelayut di tangan Eunji dengan wajah cemberut.Sedangkan Eunji,tentu saja anak itu sibuk mengomentari permainan Young Jae tadi.

Eunmi masih tidak berani menegur Yeong Shik,hanya sesekali tersenyum pada anak laki-laki itu tadi.

“Aku haus dan juga lapar” ucap Eunji tiba-tiba

“Aku juga” sahut Young jae

“Bagaimana kalau kita mencari makanan di sekitar sini?”

Eunji mengangguk setuju atas usul Young Jae.

Eunmi dan Yeong Shik masih tetap diam.Hingga Eunji dan Young Jae berdiri bersama.

“Kalian mau kemana?” Tanya Eunmi dan Young Jae bersamaan.Sedikit terkejut saat menyadarinya.

“Uh?kami akan membeli beberapa makanan dan juga minuman” jawab Young Jae.

“Aku ikut” ucap Eunmi ikut berdiri seraya menepuk celana jeans selututnya dengan tangan.

Eunji hanya memutar ke dua bola matanya “Tidak.Kau disini saja temani Yeong Shik”

“Eh?”

“Ah…sirho,aku mau ikut” Eunmi kukuh pada pendiriannya.

Yeong Shik yang masih duduk hanya menghela nafas “Tinggallah disini Eunmi-ya” ucapnya dengan nada lelah.

Eunmi mendelik menatap Yeong Shik yang kembali menunduk—terlihat memperbaiki tali sepatunya.

“Lagipula kami hanya beli makanan ini,tidak akan lama” Eunji menepuk pundak Eunmi meyakinkan “Jadi…kau disini,arra” lanjutnya seraya kembali mendudukkan Eunmi dengan paksa,membuat yang di dudukkan itu hanya bisa mendengus marah.

“Aku akan membelikanmu susu coklat” teriak Eunji saat dia dan Young Jae sudah mulai berjalan.

Eunmi hanya mencibir saat melihat Eunji menyeringai evil padanya “Apa maksud dari semua ini?ck ini tidak benar mereka sengaja melakukannya” gumamnya pelan.

-00-

Yeong Shik kembali menundukkan kepala,diam-diam melirik Eunji yang saat ini berada di samping kirinya.

Eunji tampak melipat ke dua kakinya ke atas dan menaruh dagunya di atas lutut dengan bibir mengerucut sebal.Sesekali terdengar bergumam.

Lama mereka berdua hanya diam,sibuk dengan pikiran masing-masing.Eunmi yang masih menggerutu sebal pada Eunji dan di sisi lain Yeong Shik yang tengah sibuk merangkai kata-kata agar Eunmi mau mendengarkannya.

“Eunmi-ya/Yeong Shik-ah” ucap mereka secara bersama,tersenyum kikuk saat menyadarinya.

“Aku/kau”

Lagi-lagi mereka bicara secara bersamaan,membuat suasana menjadi semakin canggung.

Eunmi memutar kepala ke arah lain seraya menahan senyum,dan Yeong Shik yang hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Diam lagi.

“Aku minta maaf” ucap sebuah suara.

Eunmi menoleh saat mendengar—rupanya Yeong Shik lah yang tadi bicara.Anak laki-laki yang masih mengenakan topinya itu menundukkan kepala—masih terlihat salah tingkah dan gugup.

Menelan ludah gugup,Yeong Shik memberanikan diri menatap Eunmi yang saat ini juga menatapnya dengan mata mengerjap lucu—membuat Yeong Shik harus menahan diri agar tidak mencubit pipi tembem Eunmi.

“Dengar! Aku tahu aku salah selama ini.Aku salah karena aku sudah mengabaikan dan menghiraukanmu.Aku sudah membuatmu marah dan yang lebih parah lagi kau sempat sakit karena—”

” — aku sakit bukan karena Yeong Shik.Aku sakit hari itu karena aku memang salah dengan tidak makan dan akhirnya aku sakit karena demam dan masuk angin” Eunmi memotong ucapan Yeong Shik “Jadi…berhentilah menyalahkan diri sendiri”

Yeong Shik mengerjap “Oh” hanya itu yang mampu di keluarkan mulutnya.

“Aku juga bersalah karena…err…hari itu,hari dimana aku menci —”

Cup!!

Yeong Shik melebarkan mata kaget saat merasakan sebuah bibir menempel di bibirnya.

Eunmi menempelkan bibirnya di atas bibir Yeong Shik selama 5 detik sebelum akhirnya anak gadis yang hari itu mengepang dua rambutnya menjauh dengan pipi bersemu —sedikit menyeringai sebelum memalingkan wajah.

Yeong Shik masih shock—menaruh jari pada bibirnya sendiri.Pipinya tiba-tiba terasa panas hingga ke telinga,membuat semuanya berwarna merah.Tuhan bahkan degup jantungnya pun berdetak dengan begitu cepat.

Yeong Shik menatap Eunmi yang saat ini tengah menundukkan kepala dengan menutup wajahnya dengan ke dua tangan.Membuat Yeong Shik yang melihatnya tahu bahwa anak gadis yang di sukainya itu kini tengah malu—dengan wajah yang merah—sama seperti Yeong Shik.

Yeong Shik mengambil nafas pelas,mencoba mendekat pada Eunmi.

Dengan perlahan Yeong Shik memutar tubuh Eunmi hingga kini menghadap ke arahnya,menarik ke dua tangan lentik yang tengah menutupi wajah manisnya itu dengan lembut.

“Eunmi-ya” panggilnya lembut.

Eunmi mendongak—sekali lagi mengerjap lucu untuk beberapa detik,sebelum akhirnya gadis manis itu memalingkan wajahnya.

“Aku…juga minta maaf karena aku juga menghiraukan mu beberapa hari ini.Ku pikir kau tidak akan mau berteman dengan ku lagi.Dan aku dengan bodohnya mulai membencimu dan juga anak baru itu tanpa sebab yang jelas”

Eunmi mengerucutkan bibirnya kesal.

Yeong Shik hanya terkekeh melihatnya,membuat Eunmi melotot marah pada anak laki-laki itu.

“Apa ada yang lucu?”

Yeong Shik menggeleng pelan “Ani” jawabnya masih sedikit terkekeh.

Eunmi mendengus,memalingkan wajahnya ke arah lain dengan tangan terlipat di depan dada “Yeong Shik jahat” ucapnya kesal.

Yeong Shik tersenyum lembut,menarik lengan Eunmi hingga tubuh Eunmi kini menempel pada tubuhnya dan…

Cup!!

Kecupan itu kembali mendarat di bibir mereka berdua,hanya saja kali ini Yeong Shik yang memulai lebih dulu.

“Kim Eunmi,aku minta maaf.Sungguh sungguh minta maaf.Aku janji tidak akan membuatmu sedih dan sakit lagi.Karena saat melihatmu tidak tersenyum dan hanya menatapku datar membuat…Eumm…” Yeong Shik mengerutkan alis,mendongak menatap langit pagi yang cerah hari itu “Entahlah? Aku hanya merasa…sesuatu yang tidak mengenakan dan rasanya membuatku sulit bernafas”

Eunmi ikut mendongak menatap arah tatapan Yeong Shik,tersenyum dan mengangguk “Nado” ucapnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Yeong Shik.

“Aku juga merasakan hal sama,perasaan sakit dan membuatku sulit bernafas” gumam Eunmi dalam hati.

“Nah…apa kita sudah bain sekarang?” Tanya Yeong Shik menyeringai lebar.

Eunmi mengangguk mengiyakan “Tapi…bisakah kau tidak memelukku?karena —”

BRUK!!

Eunmi mendorong tubuh Yeong Shik yang tadi memeluknya.

“Kau penuh keringat Kim Yeong Shik!!” Pekiknya menatap jijik Yeong Shik yang hanya tertawa mendengarnya.

“Bukan salahku,kau sendiri yang mau ku peluk”

Eunmi kembali menatap jijik Yeong Shik namun hanya main-main,karena bagi Kim Eunmi,Yeong Shik tetap terlihat tampan dan sexy meski penuh keringat.

Malang memang bagi Kim Eunmi karena Yeong Shik kembali merangkulnya tepat di leher membuat Eunmi berteriak semakin histeris seraya mencoba melepaskan lengan Yeong Shik yang kini melingkar di pundaknya.

Yeong Shik hanya tertawa senang saat kali ini Eunmi berhasil mendorongnya hingga jatuh ke tanah dengan wajah memerah—entah itu karena kesal atau malu?

Eunmi mendecih sebal dengan ke dua tangan yang di lipat di depan dada,meniup poni yang jatuh menutupi matanya.

“Kemana Eunji dan Yeong Shik?” Ucapnya entah pada siapa.

“Eunmi-ya”

“Wae?”

“Eunmi-ya”

Eunmi mendelik kesal “Ada ap—”

Eunmi mengerjap kaget saat berpaling,anak gadis kepang dua itu kembali merasakan bibir Yeong Shik ; kali ini bukan di bibir hanya kecupan manis di pipi kirinya.

“Apa kau tahu aku sudah menyukaimu sejak umur 2 tahun.Saat itu untuk pertama kalinya aku menyukaimu,meski kita sudah mengenal sejak bayi.Sejak hari ulang tahunmu musim semi beberapa tahun yang lalu aku selalu menyukaimu dan akan selalu menyukaimu untuk saat ini dan seterusnya hingga aku merasa bosan—tapi ku rasa aku tidak akan pernah bosan padamu”

Yeong Shik menatap lembut Eunmi,sedikit terkekeh saat mendapati pipi Eunmi kini kembali bersemu merah.

Yeong Shik sangat menyukai gadis manis di hadapannya ini.Ia menyukai pipi putih dan tembem itu,mata beningnya yang tiap menatap Yeong Shik seakan membuat Yeong Shik ingin tenggelam di dalamnya.Bibir plum pink yang selalu menyeringai lucu dan cemberut itu membuatnya semakin menjadi daya tarik seorang Kim Eunmi.Anak gadis dengan kepang dua,anak sahabat ibunya,memiliki kembaran yang sama persis dengannya—namun Yeong Shik dengan mudah membedakan mereka—mungkin karena sudah mengenal sejak bayi? Entahlah? Tapi dengan sekali melihat saja Yeong Shik sudah tahu bahwa ‘ini Kim Eunmi’ gadis manis yang hiperaktif dan selalu ceria.

Sadar akan tatapan Yeong Shik yang tidak pernah lepas darinya,Eunmi memutus kontak mata mereka.

“Kau harus menikahiku Kim Yeong Shik” ucap Eunmi tanpa menoleh.

Yeong Shik mengerjap “Eh?”

“Karena kau sudah mencium bibir ku”

“Ya!! Bukan aku yang memulainya,bukankah kau duluan yang tadi—”

“— Yeah…memang aku yang memulai karena aku tidak mau kehilanganmu lagi”

Yeong Shik menatap Eunmi dengan alis berkerut samar,tidak mengerti kenapa Eunmi tiba-tiba bicara dengan nada serius.

“Apa kau akan menikah denganku nanti jika sudah besar?”

Yeong Shik hanya diam seraya mengerjap lucu.

Eunmi menghela nafas “Sudahlah,lupakan” ucapnya.

Meski bingung Yeong Shik mengangguk “Tentu,aku akan menikah denganmu jika besar nanti” ucapnya seraya menyeringai membuat Eunmi langsung menatapnya dengan mata berbinar.

“Jinja?”

“Ne”

“Yagsog” ucap Eunmi seraya mengangkat jari kelingking pada Yeong Shik.

Yeong Shik mengangkat tangan dan mengaitkan jari kelingkingnya pada Eunmi “Hmm…Yagsog”

Yeong Shik menangkup wajah bulat Eunmi “Jika esok dipenuhi kegelapan dan tak ada jalan,jangan takut, kecuali kau melepaskan tanganku.kita bisa pergi kemanapun.Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi” ucapnya seraya mengelus lembut pipi putih Eunmi dengan ke dua ibu jari nya yang berada di ke dua sisi pipi Eunmi.

Eunmi menyeringai lebar dan Yeong Shik tertawa.Lihatlah betapa manis Eunmi jika tengah tersenyum dan tampak ceria seperti biasanya.Dalam hati Yeong Shik berjanji tidak akan pernah membuat anak manis di hadapannya ini sedih atau bahkan sakit karena dengan melihatnya menjauhi Yeong Shik saja sudah membuat Yeong Shik murung.

Mereka memang berjanji akan ‘Menikah’ nanti meski mereka tidak tahu apa arti dari menikah.Bagi mereka asalkan bisa selalu bersama dan saling menyanyangi itu sudah cukup.

Kim Yeong Shik dan Kim Eunmi berjalan bersisian dengan tangan yang saling bertautan.Mereka memutuskan untuk mencari Yuong Jae dan Eunji yang sejak tadi —yang katanya mencari makanan sama sekali belum kembali.Tidak menyadari bahwa ke dua anak yang mereka cari berada tidak jauh dari mereka.

.

Tidak jauh dari tempat Yeong Shik dan Eunmi

Eunji yang sejak tadi mengintip dari balik pohon besar itu tampak menghembuskan nafas lega saat melihat Yeong Shik dan Eunmi sudah kembali berbaikan.Tidak menyadari kalau sejak tadi ia menggenggam tangan Young Jae.

Mengerjap,Eunmi seperti sadar akan sesuatu.Anak manis dengan kepang dua—dengan warna berbeda seperti milik Eunmi itu melirik pada tangan kanannya yang sejak tadi menggenggam tangan seseorang.

Dengan satu gerakan cepat Eunji langsung menarik tangannya—tersenyum kikuk seraya mengangkat ke dua bahunya.

Sementar Young Jae juga tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Well…setidaknya mereka sudah baikan dan misi kita kali ini berhasil” ucap Young Jae berusaha tersenyum sewajarnya karena demi Tuhan dia sangat gugup sekarang.

Eunji mengangguk dan tersenyum.

“Yup,kita berhasil”

“Jadi…sebaiknya kita segera mencari makanan sebelum mereka menemukan kita berdua disini” Ucap Young Jae seraya berjalan lebih dulu.

Eunji mengangguk dan berlari kecil,mensejajari langkah Young Jae yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.

“Menurutmu kenapa mereka membicarakan ‘pernikahan’? Apa mereka tahu arti kata itu? Ah…bukan hanya mereka aku juga penasaran” ucap Eunji tanpa menoleh.

“Bukankah ‘menikah’ itu seperti orang tua kita?”

“Eh?” Eunji menaikkan alis bingung.

“Seperti kau tahu? Hidup bersama dengan orang yang kita sayangi hingga maut memisahkan” jelas Young Shik “Setidaknya itu yang kubaca pada sebuah buku dan yang ku tonton di tv” lanjutnya.

“Menurutmu,apa Eunmi dan Yeong Shik akan selalu bersama?”

“Tergantung” jawab Young Jae seraya mengangkat ke dua bahunya acuh—tanpa sadar dia kembali berjalan mendahului Eunji

“Benarkah?” Tanya Eunji dengan nada ragu.Menatap punggung Young Jae yang berjalan di hadapannya dengan ke dua tangan yang berada di punggung kepalanya.
“Jika kau mau,aku bisa berjanji seperti Yeong Shik,berjanji akan menikahi mu jika kita besar nanti” celetuk Young Jae tanpa sadar.

Eunji tersentak dan menghentikan langkahnya begitu saja—menatap punggung Young Jae.

Young Jae menoleh dan mendapati Eunji hanya diam di tempatnya berdiri.Anak pasangan JaeJoong-Riyeon itu mengernyit bingung.

“Eunji-ya” panggilnya.

Eunji mengerjap”Huh?”

Young Jae menghela nafas,berjalan mendekati Eunmi dan meraih tangan anak gadis itu “Ayolah,kau tidak mau mereka menemukan kita berdua disini kan?” Ucapnya,menghiraukan wajah tegang Eunji saat ia menyentuh ujung telunjuk Eunji—menyeret Eunji segera pergi.

Kim Eunji? Jangan di tanya lagi? Anak manis dengan kepang dua itu hanya menunduk dengan sedikit rona merah muda di kedua pipinya.

END

Heol~ini panjang bingit ‘-‘ for someone please don’t blame me.

Eunji-Young Jae moment sorry i can’t help it because i’m really love this couple too😄.
Oh…kata2 Yeong Shik itu saya comot dari lirik lagu ‘Promise You” by KRY🙂

Maaf juga karena disini terlalu banyak adegan kisseu anak di bawah umur😀 and sorry for typo ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s