효백성 Story Line (Wamil Dan Ulang Tahun)

CFr4yMCUIAACSrs

“Wamil dan ulang tahun”

.

.

.

Summary :
“Ck! Ini tidak benar! Serius kenapa dia harus keluar di saat yang sama dengan hari ulang tahun seseorang?”

“Ah…bukankah dia memang sengaja melakukan ini? 2 tahun yang lalu dia juga melakukannya kan?”

.

.

.

Park Sung Hyo atau yang biasa di panggil Hyonie,gadis manis berambut sebahu berwarna coklat madu itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.Menerawang menatap langit-langit kamar yang berwarna polos.Terlalu lelah hingga tanpa sadar tertidur.

Dia terbangun 15 menit kemudian—itu pun saat mendengar ponselnya bergetar tepat di samping telinganya.Dengan mata yang masih terpejam,ia menggulirkan ponselnya ke bawah,melihat kotak pesan yang masuk.

From : Yesung
“Aku akan keluar wamil beberapa hari lagi XD aku sudah tidak sabar ingin melihatmu ♡ ”
Ps : tanggal 6 mei jam 7 malam,temui aku di taman tempat pertama kali aku mengajakmu berkencan.Saranghae♡♡

Hyonie hanya mencibir melihat pesan itu.Tangannya kembali menggulirkan ponsel dengan jari telunjuknya,mengernyit saat mendapati satu buah pesan lagi.

From : Byun Baek
“Nuna,jangan lupa hari ulang tahunku ne ^^ kita makan-makan di café biasa.Ingat café dimana pertama kali kita bertemu?Aku akan menunggu nuna disana”
PS : jangan lupa kalau ulang tahun ku jatuh pada tanggal 6 mei ^^.
Hanya mengingatkan siapa tahu nuna benar lupa◦^⌣^◦
Bbuing~bbuing~

Hyonie hanya mendengus seraya melempar kembali ponselnya ke sisi tempat tidur—kembali memejamkan mata.Namun detik berikutnya matanya melebar kaget saat mengingat sesuatu,terburu-buru bangun dan kembali menyambar ponsel yang baru saja ia lempar tadi.

Matanya yang mengantuk berat tadi hilang begitu saja saat kembali membaca 2 pesan yang masuk hampir bersamaan itu “Tuhan,kenapa 2 mahluk ini harus melakukan ini padaku!?” Erangnya frustasi.

“Ck! Ini tidak benar! Serius kenapa dia harus keluar di saat yang sama dengan hari ulang tahun seseorang?”

“Ah…bukankah dia memang sengaja melakukan ini? 2 tahun yang lalu dia juga melakukannya kan?”

Hyonie menggeram kesal,menggenggam erat benda persegi berwarna hitam itu.Rahangnya tertutup rapat menahan emosi (entahlah?ia juga tidak mengerti?) Kenapa tiba-tiba ia merasa kesal.

Menggelengkan kepalanya pelan,Hyonie memutuskan untuk tidak membalas ke dua pesan itu,mengabaikannya begitu saja karena ia sendiri tidak yakin bisa menepati janji pada ke dua isi pesan itu.Dalam hati berjanji ia tidak akan datang menemui keduanya apapun yang terjadi.

Well…setidaknya itu yang gadis itu katakan pada dirinya sendiri.Kita tidak tahu apa dia benar-benar akan menghiraukan ke dua nya atau malah datang menemui keduanya?

-oo-

Yesung tersenyum sekilas saat mendapati pesannya sudah terkirim dan ada tanda ‘terbaca’ di layar ponselnya.

Pria bersurai hitam itu menyeringai puas dengan memutar benda persegi bernama ponsel itu ditangannya—sesekali bersiul senang.

Ia memang tidak mendapatkan balasan,namun dalam hati ia yakin kekasihnya itu pasti akan datang menemuinya apapun yang terjadi. Ia tidak butuh pesan balasan,dengan tahu wanita itu membacanya pun sudah membuat sudut bibirnya terangkat—menampilkan senyum khas seorang Yesung.Oh astaga memikirkannya saja sudah membuatnya terus menyeringai seperti orang gila.

Yesung,pria tampan member Super Junior itu baru saja akan mengakhiri tugas wajib militernya selama 2 tahun.Ia akan bebas (well…meskipun pada kenyataannya ia tidak seperti Heechul,Kangin atau pun Leeteuk)dan segera kembali ke panggung,kembali ke hadapan para fansnya (yang menyebut diri mereka ELF),kembali berdiri di panggung dan bernyanyi.Dan yang paling membahagiakan dari semua itu adalah ia akan bisa selalu bertemu Hyonie (kekasihnya) meskipun ia tidak yakin apakah nanti ia akan punya banyak waktu untuk gadis itu.Ia hanya ingin dan bisa selalu bertemu Hyonie kapanpun dan dimanapun ia inginkan tanpa harus menunggu weekend.

Kembali sebuah senyuman merekah di bibirnya yang tipis.Yesung yakin Hyonie pasti datang.

-oo-

Byun Baekhyun,pemuda manis bersurai coklat itu tersenyum mendapati isi pesannya di baca.Melirik sekilas Chanyeol yang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.

“Wae?”

“Kau…apa kau baik-baik saja?”

Baekhyun mengerjap “Huh?”

Chanyeol menghela nafas.Pria tinggi itu menatap sahabatnya dari atas kepala sampai kaki.Tidak ada yang salah dari Baekhyun hari ini.Pemuda itu seperti biasa mengenakan hoodie berwarna hitam—sama sepertinya.Yang berbeda adalah sejak 15 menit yang lalu Baekhyun tersenyum lebar seraya menatap ponselnya.Cengiran itu tidak pernah lepas saat pemuda bersurai coklat itu saat kembali memasukkan ponsel ke dalam saku hoodie.

“Kau—” Chanyeol menggantung kalimatnya “Yeah…seperti yang ku katakan tadi,kau tidak gila kan?karena—” Chanyeol melirik Baekhyun dan mendapati ekpresi kaget di wajah temannya itu,membuatnya ingin tertawa saja.

“Aku tidak gila,seperti yang kau tuduhkan itu Park Chanyeol” ucap Baekhyun mendengus marah.

Chanyeol hanya menaikkan bahu acuh seraya menyandarkan punggungnya pada senderan kursi “Lalu kenapa kau terus tersenyum seperti orang gila?”

Baekhyun menyeringai lebar “Itu…aku akan merayakan ulang tahun bersama Hyonie nuna”

“Huh?apa kau yakin akan merayakannya bersama?”

Baekhyun mengangguk dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Kau,tidak akan merayakannya di dorm?” Tanya Chanyeol dengan alis yang saling bertaut.

Baekhyun hanya tertawa,menyesap frafucinno sebentar dan berdehem “Aku akan merayakannya bersama kalian,tapi aku akan merayakannya lebih dulu bersama Hyonie nuna,mungkin…satu atau dua jam saja sudah cukup”

Chanyeol mengangguk-anggukan kepala “Oke,arraseo.Aku akan menyiapkan pestanya seperti tahun-tahun kemaren”

“Gomawa Chanyeol-ah,kau memang sahabat yang terbaik” ucap Baekhyun seraya tersenyum lebar hingga membuat matanya membentuk seperti bulat sabit saat ia tersenyum terlalu lebar seperti itu.

Chanyeol mengangkat bahu acuh “Berdo’a lah semoga kita tidak ada jadwal ke luar negri saat ulang tahun mu nanti”

Baekhyun mengangguk “Yeah…semoga saja” ucapnya pelan,menunduk seraya memutar jarinya di atas cup frafucinno di hadapannya.

Ia benar-benar berdo’a dalam hati semoga saat ulang tahunnya nanti ia bisa berada di korea dan merayakannya bersama Hyonie.

-oo-

Hyonie mengerucutkan bibirnya kesal,mengaduk-aduk vanilla latte yang sudah sejak setengah jam yang lalu dingin itu dengan gemas.Mengerang frustasi seraya mengacak-acak rambut coklatnya dengan gemas,membuatnya di tatap aneh oleh beberapa pengunjung café dan juga sahabatnya.

“Ya!! Kau kenapa?” Tanya sahabatnya yang bernama Hanyeon.

Hyonie mendengus marah,melipat ke dua tangan di depan dada—membiarkan rambut sebahunya terlihat sedikit acak-acakan.

“Ya!! Park Sung Hyo!!” Hanyeon yang merasa di abaikan memukul pundak sahabatnya itu dengan keras.Menatap marah padanya.

“Kau itu kenapa,huh? Sejak kita berangkat hingga sekarang kau terlihat uring-uringan.Sebenarnya apa yang terjadi?”

Menghela nafas,Hyonie menaruh kepalanya di atas meja dengan dahi yang membentur sisi meja “Molla?” Ucapnya seraya membentur-benturkan kepalanya pada sisi meja “Mereka keterlaluan” gumamnya pelan namun cukup bisa di dengar oleh sahabatnya.

Hanyeon menaikkan alis bingung?sungguh kenapa hari ini sahabatnya yang aneh ini bertingkah semakin aneh saja?lihat lah setelah mengacak rambutnya kini dia bahkan menbenturkan kepalanya di sisi meja.

“Mereka siapa?”

“Mereka”

Hanyeon memutar bola matanya jengah “Iya,tapi siapa?”

Hyonie memutar kepala menatap Hanyeon dengan kepala yang masih menempel di atas meja “Kau pikir siapa?” Tanyanya balik.

Hanyeon kembali hanya bisa memutar ke dua bola matanya malas “Serius!! Hyonie-ya,kau itu kenapa? Dan siapa yang kau maksud dengan kata ‘mereka’ itu,huh? Tolong jangan membuatku kesal karena kau tahu aku tidak suka saat kau mulai main teka-teki denganku”

Hyonie mendecih sebal,mengangkat kepala yang sejak 10 menit yang lalu menempel di atas meja,terlihat merogoh saku celana jeans biru malamnya—mengeluarkan sebuah benda persegi tipis berwarna hitam —ponselnya pada Hanyeon.

Hanyeon menatap heran,namun menerima ponsel itu,mulutnya baru saja akan bertanya ‘kenapa?’ Namun mengurungkannya saat mendengar Hyonie bicara.

“Baca 2 isi pesan paling atas”

“Huh?” Hanyeon mengerjap bingung,namun dia melakukannya juga.

Tidak ada yang aneh menurut Hanyeon saat membaca isi pesan itu.

“Ini hanya pesan dari Yesung oppa dan juga Baekhyun,lalu?apa ada yang salah dengan isinya?” Tanya Hanyeon mengerjap bingung saat mendapati sahabatnya itu hanya mendengus.

“Kau tidak lihat tanggalnya?”

“Huh? 6 mei? Ada apa dengan 6 mei?”

Kali ini gantian Hyonie yang memutar ke dua bola matanya malas “6 mei Hanyeon-ah,kau tidak tahu hari apa itu?”

“Ulang tahun Baekhyun?” Ucap Hanyeon setengah ragu.

Hyonie menganggukkan kepala.

“Lalu apa yang salah? Kau akan merayakannya bersama Baekhyun kan? Atau kau akan memberikan pesta kejutan lagi untuknya seperti tahun kemarin?kau ingin bantuanku?”

Mendengar ucapan sahabatnya itu,Hyonie hanya bisa menghela nafas “Dan apa kau tahu,Yesung juga akan keluar wamil di tanggal yang sama?ck!! Aku bisa gila karena seorang Yesung memilih hari di saat yang sama dengan ulang tahun Baekhyun.”

“Mworago?” Hanyeon melebarkan matanya kaget “Kau…tidak bercanda kan?”

Hyonie mendelik kesal “Kau pikir apa yang membuatku uring-uringan tidak jelas sejak tadi,huh?” Ucapnya dengan ekspresi kesal luar biasa “Aku tidak mengerti kenapa Yesung memilih hari itu?”

Hanyeon hanya menutup mulutnya rapat.Karena jujur dia juga bingung dan merasa kasihan pada sahabatnya itu saat sahabatnya itu kembali membenturkan kepalanya di atas meja.

“AKU TIDAK AKAN MENEMUI MEREKA BERDUA” ucap Hyonie penuh penekanan “Kau tahu?—” sebuah seringai muncul “Mereka pikir siapa mereka?se enaknya memintaku untuk datang?”

Hanyeon hanya bisa menghela nafas.Dia baru saja akan membuka suara,namun mengurungkannya saat mendengar suara getar ponsel di atas meja—itu ponsel Hyonie yang sejak tadi ia letakkan di atas meja.

Dengan cepat Hyonie menyambar benda persegi itu.Dan Hanyeon hanya diam mengamati sahabatnya itu—membaca sebuah pesan mungkin?

Hyonie menyeringai lebar,menyodorkan ponselnya hingga tepat berada di depan wajah Hanyeon.

“Aku tahu harus kemana nanti” ucapnya seraya terkekeh pelan.

“Itu…acara ulang tahun seseorang?”

“Yeah…aku akan ke rumah Song Hyun Jae”

“Song Hyun Jae?”

“Ah…dia temanku,kau tahu aku mengenalnya di jejaring sosial dan kami berteman,kau tahu pertemanan ala jejaring sosial yang menurutku ‘aneh’ tapi kita bisa berteman dengan orang lain beda negara dan wilayah”

“Kebetulan sekali dia lahir di tanggal yang sama dengan Baekhyun,dan tadi dia baru saja mengundangku untuk datang ke acara ulang tahunnya.Kau tahu akhirnya aku menemukan tempat pelarian saat tanggal 6 nanti”

“Kau…tidak berniat untuk melakukannya kan?” Tanya Hanyeon dengan wajah khawatir.

“Aku akan melakukannya” ucap Hyonie pasti “Aku tidak akan menemui Yesung maupun Baekhyun,adil kan?”

Hanyeon mengerjap—bingung “Err…lalu apa yang akan kau katakan pada mereka?”

“Aku akan mengatakan aku sedang tidak ada di Seoul saat itu karena aku mengunjungi salah satu temanku yang tinggal di Busan”

“Kau gila Hyonie-ya,Busan-Seoul itu jarak tempuhnya 3 jam itupun kau sudah ikut kereta KTX super cepat,apa kau yakin kau akan pergi ke sana?dan kau juga tahu harga tiketnya lumayan mahal”

“Dan ku rasa kau tidak perlu melarikan diri hingga sejauh itu.Kenapa tidak membalas pesan mereka dan mengatakan bahwa kau tidak bisa datang karena ada urusan mendadak”

Hyonie menggelengkan kepala,namun juga mengangguk pasti “Tidak semudah itu Hanyeon-ah ” Hyonie mendesah pelan seraya menunduk “Dan tentu aku akan melakukannya.Meski melarikan diri bukan yang ku inginkan” lanjutnya pelan.

Hanyeon hanya bisa menggelengkan kepalanya “Whatever,lakukan seperti apa maumu” ucapnya akhirnya menyerah karena Hyonie—jika sedang frustasi akan bertindak semakin aneh,jadi dia membiarkan sahabatnya itu mau kemana tanggal 6 mei nanti.Meski Hanyeon tidak yakin Hyonie akan benar-benar pergi.

“Kalau kau bisa membagi waktu mungkin kau bisa menemani mereka,tidak perlu sampai se frustasi seperti ini kan? Kau tahu kau hanya terlalu mendramatisir Hyonie-ya” ucap Hanyeon berharap sahabatnya itu mau mendengarkan ucapannya.

-oo-

H-1

Hyonie semakin gusar saat mendapati pesan yang masuk.

From: Yesung
“Kau tidak lupa dengan janji kita satu minggu yang lalu kan?aku akan sangat bersyukur jika kau mau datang karena khusus untuk hari itu aku akan menyediakan waktu khusus untukmu ^^”

“Apa aku mengatakan ‘iya’ ? Aku bahkan tidak menjawab pesanmu” ucap Hyonie seraya mencibir—menatap ponsel yang menampilkan isi pesan.

Berselang beberapa detik kemudian ponselnya kembali bergetar.

From : Byun Baek
“Nuna,aku sudah memesan tempat ^^ jangan sampai kau tidak datang,ne!!jam 7 malam di café ”
Bbuing~ Bbuing~

Hyonie mendecak sebal “Kau tidak perlu ber aegyo ria Baekhyun-ah.Maaf karena aku tidak akan pergi kesana,apalagi ke tempat pria itu” ucapnya seraya menatap layar ponselnya.

Hyonie menghela nafas berat.Kepalanya tiba-tiba terasa pusing “Argh! Molla?!” Pekiknya frustasi.

Setelah memasukkan ponsel ke dalam tas selempangnya.Ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat hari itu.

Hyonie yang hari itu mengenakan bluse pink dan celana jeans abu-abu sekali lagi menghembuskan nafas dan pergi dengan langkah pasti ke luar rumah.Ia memang bukan tipe gadis yang suka melarikan diri hanya saja ia sedang tidak ingin menemui mereka berdua mungkin?

Sungguh suatu pemikiran yang tidak masuk akal memang,tapi Hyonie melakukannya juga pada akhirnya.

-oo-

D-Day

Yesung baru saja menyelesaikan semua prosedur dan berkas-berkas yang harus di selesaikannya sebelum benar-benar bisa keluar dari kewajibannya sebagai tentara.

Tidak ada pesta penyambutan,atau apapun.Ia keluar seperti saat ia masuk wamil 2 tahun yang lalu.

Yesung yang siang itu mengenakan topi hijau dan t-shirt berwarna kuning,keluar sebuah kantor dengan Jong Jin dan keluarganya.

Pria tampan itu mengapit lengan ibunya seraya tersenyum.Hari masih siang saat ia dan keluarga nya keluar.Dan hari itu Yesung sudah memiliki jadwal untuk bersama dengan keluarga hingga sore hari.Lalu ia akan berkumpul bersama member Super Junior.Ia hanya mengisi waktu lebih tepatnya,menunggu waktu yang ia janjikan pada kekasihnya.

Tersenyum sekilas Yesung penasaran membayangkan wajah kekasihnya itu nanti.Kaget kah? Atau wanita itu akan mengomel padanya sesekali menggerutu,namun berakhir dengan memeluk tubuh Yesung.Oh membayangkannya saja sudah membuat Yesung tidak bisa melepas senyum dari sudut bibirnya.Ia sangat merindukan kekasihnya yang cerewet dan pemarah itu.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.Yesung akhirnya bisa bebas dari para member Super Junior di kantor managemen nya.Ia harus segera ke Yeouido park.

Dengan tergesa-gesa Yesung memasuki lift managemen nya,bertemu dengan beberapa sunbae dan juga hoobae nya disana,sesekali tersenyum dan menegur mereka.Ia yang malam itu mengenakan t-shirt coklat dan celana denim selutut melangkahkan kakinya dengan lebar-lebar —bergumam tidak jelas tentang ‘bahwa ia sudah terlambat’

Yesung baru akan menekan angka 1 pada lift saat sebuah suara menghentikan gerakan tangannya saat mendengar seseorang berseru “Tunggu dulu”!”

Yesung menhentikan gerakan tangannya.
“Oh…Yesung hyung?” Ucap seseorang tepat saat orang itu akan masuk ke dalam lift.

2 orang pemuda dengan perbedaan tinggi badan masuk dan tersenyum padanya.Satu yang lebih tinggi mengenakan hoodie abu-abu,dan satu yang lebih pendek mengenakan t-shirt putih polos dan blazer berwarna coklat.Mereka adalah Chanyeol dan Baekhyun.

Byun Baekhyun,pemuda manis itu sempat terkejut melihatnya—tersenyum sekilas dan menundukkan sedikit kepalanya memberi hormat.

“Kalian tidak latihan?” Tanya Yesung.

“Oh! Kami baru saja akan kembali ke dorm hyung.Dan hari ini kami tidak latihan karena kami ingin merayakan ulang tahun Baekhyun” jawab Chanyeol.

Yesung melebarkan matanya kaget “Oh…benarkah?” Tanyanya,kali ini menatap Baekhyun yang menganggukkan kepalanya.

“Well…Saengil Chukhae Baekhyun-ah” ucap Yesung tulus—memeluk pemuda yang lebih muda darinya itu seraya menepuk-nepuk punggungnya “Kau harus berusaha lebih baik lagi,tingkatkan kualitas menyanyimu,arra?” Lanjutnya tertawa.

Baekhyun mengangguk “Ne,terima kasih hyung,aku akan berusaha lebih baik lagi”

“Bagus.Jangan menyerah karena perjalanan kalian masih panjang” Yesung tersenyum,menatap secara bergantian Baekhyun dan Chanyeol.

Bunyi ding pendek membuat perhatian ke tiga pria di dalam lift itu menoleh—mereka telah tiba di lantai 1 managemen mereka.
“Oh!! Aku harus segera pergi” seru Yesung tiba-tiba.Menepuk pundak Chanyeol dan Baekhyun secara bersamaan “Maaf,lain kali kita bicara.Oh!! Baekhyun jika tidak ada jadwal kau bisa datang ke Mobit,yah…hitung-hitung merayakan ulang tahunmu ” lanjutnya seraya pergi,meninggalkan 2 pemuda yang mengerutkan alis bingung menatap kepergiannya.

“Dia…sudah keluar wamil?” Tanya Chanyeol pada Baekhyun yang hanya menaikkan bahunya,menanggapi pertanyaannya.

-oo-

Baekhyun rasanya mau mati kaget saat mendapati Yesung kini tengah berdiri tepat di hadapannya.Matanya melebar kaget sebentar sebelum akhirnya menundukkan kepala memberi hormat.

Yesung,sunbae nya itu sudah keluar wamil? Pikirnya—mengerjap saat mendapati Yesung kini tengah tersenyum padanya—membuatnya mau tidak mau ikut tersenyum.

Pria yang lebih tua darinya itu bahkan memberinya ucapan selamat ulang tahun saat Chanyeol mengatakan kalau hari ini adalah ulang tahunnya.

Baekhyun dan Chanyeol baru saja selesai mengisi sebuah acara.Hari itu hanya mereka berdua yang mendapat jadwal.Jadi setelah semua selesai dan kembali ke managemen,mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dorm sekaligus mencari beberapa cemilan untuk merayakan ulang tahun Baekhyun hari itu.Rencananya mereka akan membeli beberapa makanan untuk ulang tahun Baekhyun hari itu.

“Oh! Pintunya akan segera menutup!”seru Chanyeol tiba-tiba,menarik tangan Baekhyun ikut berlari dengannya.Untung saja mereka tiba di saat pintu akan tertutup.

“Tunggu dulu!” Seru Chanyeol—dan berhasil,pintu tidak jadi tertutup.

Baekhyun mengerjap tidak percaya pada penglihatannya sendiri.Disana tepat 2 langkah di hadapannya berdiri Sunbae mereka tengah berdiri dengan tangan yang menggantung—hendak menekan tombol yang menunjukkan angka-angka.

Baekhyun hanya menaikkan bahu saat mendengar Chanyeol bergumam “Dia…sudah keluar wamil?” Karena…

…Baekhyun mengerjap saat mengingat sesuatu.Alisnya berkerut samar.Ia ingat bukankah 2 tahun yang lalu sunbae mereka itu masuk wamil di saat yang sama dengan ulang tahunnya?

Benar!! Baekhyun ingat—sangat ingat malah saat kejadian 2 tahun yang lalu berputar kembali di kepalanya.

2 tahun yang lalu,ia yang baru saja merayakan ulang tahun bersama para member EXO,menemui Hyonie di lobi ini (tempatnya berdiri sekarang) dengan wajah yang sedih dan lelah.Ia ingat hari itu Hyonie(gadis yang masih di sukainya hingga saat ini) masih bisa menyempatkan diri menemuinya—memberi hadiah,meski ia tampak begitu lelah.

Baekhyun melirik gelang perak yang hingga saat ini masih di pakainya itu.Bibirnya melengkung ke atas—ia punya janji dengan wanita itu sebentar lagi.

Dan saat mengingat Yesung tampak tergesa-gesa seperti itu…apa mungkin…Pria itu akan menemui Hyonie?

Baekhyun menggelengkan kepalanya kuat-kuat,mencoba mengenyahkan pikiran aneh yang mulai berkelabat di otaknya,sehingga tanpa sadar membuatnya di tatap aneh oleh sahabatnya.

“Kau…kenapa?” Tanya Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun.

Baekhyun mengerjap “Huh?”

“Ck!! Sudahlah sebaiknya kau pergi karena ini sudah jam 7 lewat” ucap Chanyeol.

Mendengar ucapan Chanyeol Baekhyun menepuk keningnya “ASTAGA!!PARK CHANYEOL KENAPA KAU BARU MENGATAKANNYA SEKARANG!!” Pekik Baekhyun panik—terburu-buru berlari,menghiraukan teriakan Chanyeol yang mengatakan padanya agar jangan terlalu lama karena mereka harus merayakan ulang tahunnya di dorm.

Baekhyun,pemuda manis bersurai coklat itu berlari,menghentikan taksi yang kebetulan lewat di depannya.

Pemuda manis itu menghembuskan nafas lega,membaritahukan sebuah alamat pada supir taksi seraya membenahi blazernya.

Menggigit bibir bawahnya khawatir,karena ia sudah terlambat dengan janjinya “Sial,sudah setengah 8 malam” rutuknya.

“Semoga saja noona belum tiba disana” ucapnya pelan,diam-diam berharap Yesung tidak benar-benar akan menemui Hyonie.Karena seperti yang Baekhyun tahu,ia hanya sekedar adik bagi Hyonie saat ini.

-oo-

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam.Hyonie—gadis yang beberapa hari terakhir terlihat uring-uringan itu tampak berdiri di sebuah stasiun kereta.Terlihat hanya berdiri disana dengan tatapan bingung.

Hyonie yang hari itu mengenakan dress berwarna krem-merah dengan motif polkadot di atas paha dan jaket denim yang membalut tubuhnya tampak manis dengan menggerai rambut yang sekarang berwarna coklat madu itu(oh lihatlah! Ia bahkan mengenakan dress hari itu).Ia sudah berdiri di Gyeongbu-line dengan sebuah tiket di tangannya.Kereta selanjutnya akan datang 30 menit lagi.Ia sudah berdiri disana sejak 2 jam yang lalu.Bukankah ia seharusnya sudah berangkat sejak 2 jam yang lalu? Namun apa yang di lakukannya saat ini? Ia malah membeli tiket jam 7:30 pm.Jadi sampai di Busan jam berapa jika ia malah membeli tiket pada jam itu?

Sesekali mengerjap—tampak linglung menatap peron kereta yang kosong di hadapannya.

Gadis bersurai coklat madu itu hanya berdiri disana.Hingga suara kereta api mulai mendekat dan kini berada tepat di hadapannya.Pintu kereta perlahan mulai terbuka,beberapa orang mulai masuk—hanya Hyonie yang tampak hanya diam—menatap pintu kereta yang perlahan mulai menutup kembali.Gadis itu bahkan hanya mengerjap saat menyadari kereta mulai bergerak perlahan.

“Sial!!” Umpatnya pelan segera berlari.

Hyonie,gadis dengan surai coklat madu itu bukannya mengumpat karena kereta sudah mulai berjalan dan meninggalkannya,namun gadis itu mengumpat karena menyesali kebodohannya sendiri saat berbalik dan berlari menaiki tangga menuju jalan keluar stasiun. Merutuki kebodohannya yang dengan bodohnya malah membatalkan pergi ke Busan.

“Aish!! Aku bahkan sudah membeli tiket seharga 54.400 Won” umpatnya seraya berlari sambil sesekali melihat jam yang tertera pada ponselnya dengan tangan lain yang meremas erat tiket kereta mahal yang sudah dibelinya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat 55 menit 27 detik saat Hyonie sudah berhasil keluar stasiun dengan nafas yang ngos-ngosan.

Menggigit bibir bawahnya,wanita itu menoleh ke kiri dan dan kanan.Kembali melirik layar ponselnya lagi.Ia mendengus sekali sebelum akhirnya berlari menuju halte bus terdekat.

.

Hyonie akhirnya tiba di salah satu halte bus terdekat.Dengan keringat yang membasahi dahi dan wajahnya yang manis,wanita itu melihat jalur bus di hadapannya dengan telunjuk mengacung—tampak seperti menunjuk sesuatu di papan rute bus.Mendengus saat tahu ia harus berganti kereta lagi nanti “Kenapa tidak langsung satu tujuan saja” umpatnya seraya mendecih pelan.

Wanita dengan dress krem-merah dan jaket denim itu baru saja akan duduk di kursi panjang yang tersedia,namun mengurungkannya saat sudut matanya menangkap sesuatu tepat di depan halte bus.

Tampak sedikit berpikir dengan menggigit bagian dalam pipinya.Mata bulatnya tidak pernah lepas dari toko yang berada tepat di depan halte bus.

“Baiklah,ini hanya setahun sekali Hyonie-ya…jadi ku rasa tidak apa-apa sesekali menghamburkan uang” ucapnya bicara pada diri sendiri—melangkahkan kaki menyebrangi jalan—menuju toko yang menjual cake.

.

Hyonie menatap satu persatu cake di dalam lemari kaca sebatas dada itu.Telunjuknya sibuk menunjuk berbagai macam cake dengan berbagai bentuk dan rasa.

Mata bulatnya berbinar saat mendapati strawberry cake dengan begitu banyak toping strawberry di atasnya.

“Cogiyo” panggilnya pada sang penjual “Aku ambil ini” lanjutnya seraya tersenyum.

Gadis penjual itu mengangguk dan mengeluarkan strawberry cake ber ukuran sedang.

“Oh!! Bisakah aku meminta kau tuliskan sesuatu di atas cake itu?” Panggil Hyonie,menghentikan gadis penjual yang hampir memasukkan cake itu ke dalam box.

“Tentu saja,apa yang ingin anda tambah?sebuah ucapan selamat ulang tahun atau—”

Hyonie mengerjap”Huh?” Menggelengkan kepalanya kemudian “Ah…aniyo,sepertinya tidak perlu.Cheongsonghamnida” ucap Hyonie seraya menundukkan kepala.

Gadis penjual itu menaikkan alis bingung sekilas,namun akhirnya mengangguk dan segera menaruh cake itu ke dalam box.

Hyonie menghela nafas dalam.Ia memutuskan untuk tidak menaruh ucapan ‘Selamat ulang tahun’ karena…ia sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba merubah pikirannya.

5 menit kemudian,Hyonie sudah keluar toko.Tangan kanannya tampak menenteng sebuah box berwarna cream—terburu-buru menyebrang jalan saat mendapati bus yang di tunggunya sudah tiba.

“TUNGGUU!!” Pekiknya seraya berlari saat melihat bus di hadapannya itu mulai berjalan.

“Sial” umpat Hyonie saat sudah berada dengan selamat di dalam bus “Kenapa aku harus jadi seperti ini? Harusnya aku pergi saja tadi ke Busan” lanjutnya menyesali keputusannya yang bodoh itu.

Gadis dengan surai coklat madu itu menghempaskan tubuhnya di kursi paling belakang bus.Memijit keningnya yang terasa sakit seraya menyapu peluh yang membasahi dahi mulusnya.

“Aku pasti sudah gila” gumamnya seraya menutup ke dua matanya pelan.

-oo-

Baekhyun tiba 20 menit kemudian.Pemuda manis bersurai coklat itu melirik seluruh ruangan café berharap ia bisa menemukan sosok wanita dengan surai coklat madu.

Menghela nafas,Baekhyun melirik ponselnya melihat jam “Sepertinya noona belum tiba” gumamnya bicara sendiri,berjalan masuk dan mencari tempat duduk.

Baekhyun memilih tempat tepat di samping dinding kaca yang menghadap ke arah jalan.Memesan satu cup caramel machiato.Pandangannya lurus ke jalan,menatap beberapa orang yang berlalu lalang di jalan.

.

.

Sementara itu di tempat lainnya…

Yesung,pria bersurai hitam itu terlihat mendongak menatap cherry blossom yang mulai mekar.Angin musim semi yang hangat menerpa wajahnya.Tersenyum melihat keadaan sekitar yang tidak terlalu ramai itu.

Mata sipit dengan kacamata yang membingkai itu memperhatikan beberapa orang yang tampak asik menikmati suasana di taman dengan pohon-pohon cherry blossom yang di hiasi berbagai lampu hias.Membuat suasana disana semakin terlihat romantis.

Yesung kembali melihat ponsel,sudah pukul 8 malam.

Pria bersurai hitam itu menghela nafas menatapa layar ponselnya lumayan lama—terlihat mengetik sesuatu kemudian.

Yesung memang terlambat 30 menit karena terjebak macet tadi,tapi ia tidak menyangka ia akan menunggu kekasihnya lagi.

“Kemana wanita itu?” Gumam Yesung seraya mengerutkan alis—menatap layar ponselnya yang sama sekali tidak menampakkan adanya tanda-tanda pesan yang di kirimnya tadi di balas.

Menghela nafas,Yesung akhirnya memutuskan untuk mencari sesuatu untuk di minum.Jadi ia melangkahkan kaki mencari café terdekat.

-oo-

Hyonie terkesiap saat merasakan bus berhenti.Gadis itu bahkan terantuk sisi jendela bus.

Mengerjapkan mata beberapa kali Hyonie akhirnya sadar ia sudah tiba di tempat tujuan berikutnya.Menghela nafas berat saat ke dua kakinya yang berbalut flat shoes berwarna cream menyentuh tanah.

Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan,berjalan ke arah kursi panjang— kembali menghempaskan pantatnya disana seraya menunggu bus berikutnya tiba.

Hyonie,gadis bersurai coklat madu itu tampak mengeluarkan ponsel dari saku jaket denimnya—memijit pergelangan kakinya yang terasa kaku karena berlari dengan jarak yang tidak pendek itu cukup membuat ke dua kakinya merasakan lelah.

Alisnya berkerut samar saat mendapati ada banyak pesan yang masuk.

From : Yesung
“Kau dimana?”
-Received 07:30 PM-

From : Yesung
“Apa kau terlambat?”
-Received 08:00 PM-

From : Yesung
“Kau tidak terjebak macet kan?”
-Received @08:15 PM-

From : Yesung
“Apa kau tadi sudah datang lebih dulu? Tapi karena aku terlambat kau malah memutuskan untuk pulang?”
-Received @08:25 PM-

From : Yesung
“Hyonie-ya?”
“Chagi-ya?apa kau marah?tolong balas pesanku”
-Received @08:30 PM-

Hyonie hanya menghela nafas seraya menutup ke dua matanya beberapa saat,sebelum akhirnya kembali membuka pesan berikutnya.

From : Byun Baek
“Nuna,kau dimana?aku sudah di café.Apa kau akan terlambat?”
-Received 07:45 PM-

From : Byun Baek
“Gwenchana ◦^⌣^◦ aku juga baru saja tiba dan memesan minuman.Take your time”
-Received 08:00 PM-

Menghela nafas dengan berat saat melihat jam yang tertera pada ponselnya.Ia terlambat—sangat karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 lewat 30 menit dan ia masih berada di halte bus dengan sebuah box cake dan kaki yang terasa sangat pegal(menyedihkan memang) jika mengingat semua ini karena ke bodohannya sendiri.

Hyonie hanya duduk sendiri di halte bus,hingga akhirnya bus dengan warna hijau itu tiba.

Selama di dalam bus,Hyonie tampak menyusun rencana.

Pertama-tama ia menulis pesan untuk Song Hyun Jae,temannya yang berada di Busan,meminta maaf karena ia tidak dapat hadir di acara ulang tahun temannya itu.

Ke dua : Hyonie akan menemui Baekhyun di café yang sudah di janjikan (well…meskipun ia terlambat) tapi ia yakin Baekhyun akan memakluminya,ia bahkan sudah memikirkan kata-kata apa yang akan ia ucapkan nanti jika saja—mungkin Baekhyun bertanya kenapa ia terlambat.

Ke tiga : Hyonie tentu saja akan menemui Yesung (itu pun jika pria itu masih disana) jika memang Yesung sudah pulang,ia akan kembali ke rumah dan akan meminta maaf ke esokan harinya.

Hyonie menyeringai lebar mengingat rencana yang akan ia lakukan nanti.Setidaknya semua harus di rencakan kan? Pikirnya.

.

Bus tiba 15 menit kemudian

Hyonie segera turun dan segera berlari mencari café dimana Baekhyun dan dirinya pertama kali bertemu dulu.Café minimalis dengan nuansa putih dan hijau dengan nama ‘Green café ‘.

Gadis bersurai coklat madu itu menghela nafas lega saat melihat sebuah bangunan dengan tulisan ‘Green Café ‘ di atasnya.Maka setelah merapikan sedikit baju dan jaketnya,gadis itu melangkahkan kaki dengan pasti ke sana—tidak lupa memasang senyum lebar—namun malah melupakan peluh yang mengalih di wajahnya.

Hyonie baru saja akan menuju pintu masuk,saat manik hitamnya menangkap siluet seseorang dari balik dinding kaca café—mengerjap dan menyeringai kemudian saat menyadari bahwa itu adalah Byun Baekhyun,member EXO itu tampak melamun; tatapannya memang menghadap pada cup coffee yang mengepul di hadapannya namun pikirannya seperti tidak ada disana.

Mengerutkan alis,Hyonie berdecak dan mengetuk dinding kaca itu perlahan dengan ibu jarinya.Setelah beberapa ketukan pelan (karena Hyonie tidak mungkin mengetuk dengan keras) Baekhyun akhirnya tersadar—menoleh pada dinding,mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya tersenyum.

Hyonie menyeringai,mengangkat box cake di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menunjuk-nunjuk pintu—memberitahu ia akan segera masuk.

-oo-

Baekhyun menghela nafas saat sudah hampir satu jam ia duduk disana,tapi Hyonie sama sekali belum menampakkan batang hidungnya.Sudah sejak setengah jam yang lalu ia mengirimkan pesan,namun wanita itu sama sekali tidak membalas pesannya.Padahal jelas sekali pesan itu di baca olehnya.

Baekhyun menyesap sedikit caramel machiato di hadapannya.Pikirannya mulai melantur kemana-mana.Ia bahkan mulai berpikir jangan-jangan Hyonie tidak mau menemuinya.Jangan-jangan wanita itu kembali marah padanya.Jangan-jangan—

Baekhyun terkejut dan sadar dari lamunannya saat mendengar bunyi kaca di ketuk.

Penasaran,pemuda bersurai coklat itu menoleh ke arah suara.Mengerjap saat melihat sosok wanita yang sejak tadi di pikirkannya kini tengah berdiri tepat di hapadannya—terpisah dinding kaca dengan sebuah box cake di tangannya.

Baekhyun tersenyum saat wanita itu menyeringai dan mengisyaratkan bahwa ia akan segera masuk.

Dan disini lah wanita itu—Hyonie.Menyeringai lebar seraya menaruh box cake di atas meja dan belum sempat Baekhyun membuka mulut,wanita itu dengan santainya membuka box yang di bawanya dan mengeluarkan strawberry cake.

Pemuda bersurai coklat itu menatap wanita yang sekarang bersurai coklat madu itu lama.Mata sipitnya menatap wanita itu dari atas kepala.Mengernyit saat melihat peluh yang mengalir di sudut mata wanita itu—sepertinya dia tidak menyadarinya.

Menghela nafas,Baekhyun mengambil tissu dan mengusap sudut mata itu,membuat yang di sentuh menghentikan kegiatannya.Mata mereka bertemu untuk beberapa saat—Baekhyun tahu wanita di hadapannya ini tampak sangat kelelahan dan masih sempat tersenyum manis padanya kemudian.

“Oh…gomawo Baekhyun-ah,maaf aku terlambat karena—” Hyonie menghentikan ucapannya sesaat,mengambil tissu dari tangan Baekhyun “Aku hanya sedikit sibuk” lanjutnya.

Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya “Gwenchana-yo,aku akan menunggu noona apapun yang terjadi” ucapnya terkekeh pelan.

Hyonie hanya memutar ke dua matanya jengah.

Baekhyun terkekeh lagi “Baiklah,mari kita makan kue nya” ucapnya riang seraya bertepuk tangan.

“Ya!!” Hyonie menahan tangan Baekhyun yang hendak mengambil pisau.

“Make a wish dan tiup lilinnya” ucapnya,membuat Baekhyun menaikkan alis bingung.

“Lilin?mana?”

Hyonie hanya tertawa.Tangannya tampak sibuk mengaduk isi tas selempangnya—mengeluarkan lilin dengan angka 24—menancapkannya pada strawberry cake mereka.

Tadi,sebelum Hyonie benar-benar keluar toko,ia sempat mengambil sebuah lilin angka di toko tersebut dan membelinya secara terpisah.

Lilin di nyalakan dan Baekhyun tampak menangkupkan ke dua tangannya di depan dada dengan ke dua mata tertutup sebelum akhirnya meniup lilin dengan angka 24 itu.

Hyonie bertepuk tangan,memeluk Baekhyun dan mengucapkan ‘Selamat Ulang Tahun’ padanya.

.

Hyonie memotong cake dan memberikannya pada Baekhyun “Sekali lagi Saengil chukhae Baekhyun-ah” ucapnya seraya tersenyum.

Baekhyun menyeringai lebar dan menganggukkan kepala “Gomawo noona-ya,kau tahu kau tetap jadi yang terbaik,dan…aku sangat menyukaimu” ucap Baekhyun hampir tidak terdengar di bagian akhir kalimat.

Hyonie mengusak gemas surai coklat Baekhyun “Arraseo” ucapnya singkat “Ngomong-ngomong apa yang kau harapkan di hari ulang tahunmu kali ini?”

Baekhyun menaikkan alis tampak berpikir dengan sendok yang masih menempel di mulutnya.

“Aku hanya ingin lebih baik lagi.Hanya ingin orang-orang di sekitarku bahagia.Berharap tahun ini akan bisa lebih baik.Berharap EXO bisa bertahan seperti boyband yang lain meski…beberapa member kami memutuskan untuk keluar” ada nada sedih saat Baekhyun mengucapkan kalimat terakhir.

Hyonie menepuk pemuda yang lebih muda darinya itu menenangkan.Ia baru saja akan membuka suara,namun mengurungkannya saat mendengar ponselnya bergetar di atas meja.

Baekhyun yang juga mendengar bunyi getar itu,melirik ponsel hitam tipis di atas meja.Sempat mengintip nama yang tertera pada layar ponsel—menunjukkan nama ‘Yesung’.

Dan Baekhyun hanya bisa menatap wanita di sisi kanannya itu dengan terburu-buru mengambil ponsel—tampak menggigit bibir bawahnya dengan keras—tampak bimbang.

“Eum…Baekhyun-ah” ucapnya sedikit ragu “Aku…aku harus segera pergi.Ada seseorang yang harus ku—”

“Yesung hyung?” Tanya Baekhyun memotong ucapan Hyonie.

Hyonie hanya mengangguk—menatapnya dengan tatapan ‘maafkan-aku’

“Pergilah” ucap Baekhyun seraya tersenyum.

Hyonie mengerjap “Eh?”

“Aku sudah tahu kalau Yesung hyung sudah keluar wamil hari ini—”

Baekhyun menelan ludahnya kasar.

“—aku bertemu dengannya di kantor managemen…tadi”

Hyonie mengangguk “Oh” ucapnya singkat

Baekhyun menghela nafas,tersenyum lembut “Gwechana,aku baik-baik saja,lagipula aku harus segera kembali karena sejak tadi Chanyeol sudah menelponku.Kau tahu jika aku juga akan merayakan ulang tahun bersama yang lainnya di dorm.Yeah…seperti tahun kemarin dan tahun-tahun sebelumnya” ucapnya.

Hyonie akhirnya menyeringai lebar “Mianhe” ucapnya singkat sebelum berdiri —memeluk singkat Baekhyun dan akhirnya pergi dengan tergesa-gesa.Wanita itu bahkan sempat menabrak orang yang baru saja memasuki café,membuat Baekhyun menggelengkan kepalanya.

Baekhyun menunduk,menatap potongan cake yang baru separuh di makan Hyonie.Surai coklatnya jatuh nenutupi dahi —tersenyum getir.Bohong!! Baekhyun berbohong saat mengatakan Chanyeol sudah menelponnya sejak tadi.Chanyeol sama sekali tidak menghubunginya— ponselnya sama sekali tidak bergetar di dalam saku celananya.

Baekhyun menghela nafas dan tertawa secara bersamaan “Kau memang tidak bisa mendapatkannya Byun Baekhyun” ucapnya sinis.

Baekhyun memasukkan sisa strawberry cake di atas meja,memasukkannya kembali ke dalam box.Well…setidaknya ia bisa merayakan ulang tahunnya tahun ini dengan orang yang sangat di inginkannya.Dan Baekhyun bersyukur,wanita itu sudah rela mau datang menemuinya meski dalam keadaan—yang jujur kacau menurut Baekhyun.

Baekhyun mengeluarkan ponsel dari dalam saku tampak mengetik sesuatu disana.

To : Hyonie nuna
“Terima kasih atas cakenya dan yang terpenting dengan datangnya noona ke tempat dimana kita pertama kali bertemu sudah membuatku menjadi orang yang sangat bahagia dan beruntung ◦^⌣^◦”
PS : hati-hati di jalan dan sampaikan salamku pada Yesung hyung ^^v

Setelah yakin pesannya masuk,Baekhyun melangkahkan kaki keluar café.Ada satu pesta lagi yang harus ia hadiri malam itu.

-oo-

Yesung menghela nafas panjang.Sudah 2 jam sejak ia datang di taman itu.Sudah 2 gelas capucinno ia habiskan,tapi wanita bernama Hyonie itu sama sekali tidak muncul,membalas pesannya pun tidak.Hell…Yesung benci ini,karena Hyonie mulai mengabaikan pesan yang di kirimnya.

Malam semakin larut.Hanya tinggal beberapa orang berada disana.Yesung menunduk,menatap kakinya yang terbalut converse hitam.

Setelah menghela nafas untuk ke sekian kalinya,pria bersurai hitam itu mengelurkan ponsel dari dalam saku jaketnya,mulai mengetik.

To : Hyonie♡
“Apa kau benar-benar marah karena aku terlambat,huh? Oke!! Aku minta maaf,tapi bisakah kau membalas isi pesanku,agar aku bisa tahu kau ada dimana sekarang?”

Yesung menggerakkan ibu jarinya—tampak ragu dengan menggigit bagian dalam pipinya.

Ibu jarinya baru saja akan menekan tombol -sent- namun mengurungkannya.

Yesung menghapus setiap pesan yang baru saja di ketiknya itu menggantinya dengan…

To : Hyonie♡
“Aku akan menunggumu!!!”

Maka setelah memastikan pesannya terkirim,Yesung kembali memasukkan benda tipis berwarna hitam itu ke dalam saku jaket.Menengadah menatap cherry blossom yang tertiup angin.

Ia akan menunggu.

-oo-

Hyonie menghambur keluar bus,saat pintu bus terbuka.Dengan segera wanita dengan dress krem-merah dan jaket denim itu berlari menuju Yeuido-park.

Menghiraukan rasa sesak di dadanya dan kaki yang mulai tidak terasa karena terlalu banyak berlari,Hyonie terus melangkahkan kaki-kaki pendeknya menuju taman.

Wanita itu tiba 25 menit setelah menaiki bus yang berada tidak jauh dari ‘green café’ — café dimana ia dan Baekhyun merayakan ulang tahun anak itu.

Dengan nafas ngos-ngosan,Hyonie tiba di tempat dimana ia dan yesung sering membuat janji.Namun apa yang ia dapatkan membuat butiran bening berhasil lolos dari sudut matanya.Dadanya sesak karena terlalu banyak berlari.

Gadis dengan surai coklat madu itu menyapu dengan kasar matanya dengan lengan jaketnya.Terduduk begitu saja di atas meja panjang yang berada tepat di bawah cherry blossom.

Ia sudah lelah berlari,tapi apa? Pria bernama Yesung itu bahkan sudah tidak berada disana lagi,membuat dadanya naik turun menahan secuil amarah dari dalam dadanya.

“Geotjimal!! Bukankah kau bilang kau akan menunggu tadi” ucapnya parau,menutup wajah dengan ke dua tangannya.Bahunya bergetar kecil.Ia menangis,hingga sebuah tangan terasa menangkup ke dua tangannya.

Hyonie mendongak.Wanita yang tampak berantakan itu melebarkan matanya kaget “Kau…” Ucapnya parau—menatap tidak percaya pada sosok di hadapannya saat ini.

Pria itu ; Yesung hanya tersenyum menatapnya dengan ke dua ibu jari yang menempel di kedua sisi pipi kekasihnya—menyapu air mata yang bercampur peluh itu.

Hyonie mengerjap,dan menghambur ke dalam pelukannya.Menangis meraung-raung,memukul pelan pundak Yesung seraya bergumam.

-oo-

Yesung hampir saja pergi meninggalkan taman,saat tanpa sengaja maniknya melihat sosok yang sangat ia kenal berlari berlawanan arah di seberang jalan sana.

Karena Yesung yang berada disisi kanan jalan,sehingga membuat wanita dengan dress krem-merah dan kajet denim itu tidak melihatnya.

“Hyonie-ya” teriak Yesung,namun wanita dengan nama Hyonie itu tidak mendengar.Dia bahkan semakin memperkencang larinya meski sempat tersandung kakinya sendiri.

Melihat wajah panik kekasihnya,Yesung menyusul wanita itu—sempat kehilangan jejaknya sesaat,namun saat ingat dimana mereka akan bertemu,Yesung memutuskan kembali ke tempat dimana ia menunggu Hyonie tadi.

.

Dari kejauhan Yesung dapat melihat Hyonie terlihat panik.

Yesung dapat melihat bahu wanita naik turun,mungkin karena terlalu lelah berlari?pikirnya.

Matanya melebar panik saat mendapati Hyonie terduduk dengan menutup wajahnya dengan ke dua tangan.Yesung yakin wanita itu menangis saat ini.

Hyonie bahkan tidak menyadari kehadirannya karena gadis itu terlalu sibuk menutup wajahnya—menangis dalam diam.
Yesung meraih tangan itu (Tuhan tangannya bahkan terasa sangat dingin) dengan lembut.Membuka tangan yang menutupi wajah manisnya itu.

Hatinya sakit saat melihat wanita yang sangat di cintainya itu tampak kacau dengan peluh dan mata yang memerah.Menatapnya dengan tatapan ‘gwenchana-aku-ada-disini’.
Mereka hanya diam untuk beberapa saat,Yesung dapat melihat wanita di hadapannya masih tidak yakin pada apa yang di lihatnya saat ini,namun detik berikutnya,Hyonie langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya.Menangis meraung-raung.

“Sshh…uljima” ucap Yesung seraya mengelus lembut rambut dan punggung kekasihnya itu—mencoba menenangkan wanitanya yang saat ini masih sibuk bergumam tentang ‘Kau jahat’ ‘Aku takut kau benar-benar sudah pergi’ dan ‘Aku minta maaf karena datang terlambat’ dengan…tentu saja di sertai pukulan-pukulan kecil di dada Yesung.

Yesung menepuk-nepuk puncak kepala kekasihnya—masih mencoba menenangkan kekasihnya yang masih erat memeluknya.Rasanya lucu saat kau mendapati kekasihmu yang jarang menangis di hadapanmu tiba-tiba menangis histeris seperti itu,membuatnya tidak berhenti tersenyum.

Yesung tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya saat mendengar kata “Baegopa” dari kekasihnya di antara pelukan mereka.

Dengan gemas,pria bersurai hitam itu mengacak rambut kekasihnya yang tampak berantakan itu,membuat yang di acak rambutnya mengerang kesal seraya membenahi rambutnya dengan cara menggelung rambut sebahu itu ke atas.

“Aku sudah sangat kacau,kenapa kau malah membuatnya semakin tidak beraturan” ucap Hyonie mendelik kesal menatap kekasihnya,sebelum akhirnya Yesung meraih tangannya,mengisi ruang kosong di celah jari kekasihnya dan menariknya mulai berjalan.

“Kajja” ucapnya singkat.

-oo-

Hyonie memandang pria bersurai hitam di sampingnya itu.Tangan mereka saling bertaut.Ia dapat merasakan rasa hangat diantara sela jari-jari tangannya.

Tangan Yesung memang tidak sebesar tangan lelaki pada umumnya.Namun tangan kecil yang nampak pas di tangannya itu,tetap bisa menyalurkan perasaan seorang Yesung pada Hyonie.

Mereka berjalan di sepanjang jalan Yeuido-park.Hanya diam dengan pikiran masing-masing.Menikmati udara malam di musim semi dan pemandangan pohon-pohon cherry blossom yang di hiasi berbagai warna warni lampu.

Hyonie menundukkan kepalanya seraya berjalan.Bergandengan tangan seperti ini memang sering mereka lakukan dulu,menikmati indahnya cherry blossom yang sedang mekar,atau menikmati udara sore hari di musim gugur.

“Kenapa kau terlambat?” Tanya sebuah suara—itu suara Yesung,membuat Hyonie yang sedang sedikit melamun terkejut.

Wanita dengan dress krem-merah dan jaket denim itu menghentikan langkahnya,mengerjap menatap Yesung yang kini juga tengah menatapnya.

Mengerjap,Hyonie hanya diam untuk beberapa saat.

“Aku…menemui Baekhyun” ucapnya pelan seraya menundukkan kepala,menatap flat shoesnya.

Yesung terdengar menghela nafas “Lalu apa yang kau lakukan sebelum ke tempat Baekhyun?”

“Huh?” Hyonie mendongak,kembali mengerjap—tersenyum aneh seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal “Itu…” Hyonie melirik Yesung—memutar ke dua bola matanya “Oh…ayolah,bisa kah kau tidak menanyakannya?karena…aku tidak akan menjawabnya”

Yesung menaikkan alis,menatap tajam Hyonie seraya mendekatkan wajahnya,membuat yang di tatap hanya bisa beringsut mundur—takut? Mungkin?

“Kau yakin?” Tanya Yesung kali ini dengan nada serius.

Hyonie menghela nafas”Dengar,aku hanya pergi menemui Baekhyun,merayakan ulang tahunnya sebentar,lalu karena aku ingat kau terus mengirimiku pesan,maka aku segera pergi dan segera berlari kemari” jawabnya panjang lebar dan tentu saja ia melewatkan menceritakan kalau ia sejak tadi terus berlari dari stasiun kereta—sebuah tindakan bodoh memang dan serius! Ia tidak akan menceritakan bahwa ia berniat pergi ke Busan malam ini,karena…hell,itu memalukan.

“Bisakah kau berhenti bertanya?” Keluh Hyonie seraya memasang aegyo yang mungkin terlihat aneh untuk saat ini.Namun ia tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya,dan ini demi kebaikan dan demi rasa malu yang tiba-tiba di rasakannya.

Tuhan.Jika sampai Yesung tahu apa yang baru saja ia lakukan,ia yakin ia tidak akan sanggup menemui kekasihnya itu.

Yesung mendecakkan lidah,menggelengkan kepala pelan.Kembali meraih tangan kekasihnya dan melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda.

Dengan salah satu tangan yang berada di dalam saku celana,Yesung berjalan di depan.

“Ya!! Apa kau tahu?” Ucap Yesung tanpa menoleh dengan kepala yang menengadah menatap cherry blossom yang tertiup angin di atas kepala mereka.

Hyonie hanya menaikkan alis—menatap punggung Yesung di hadapannya.Mengerjap saat kini Yesung kembali menghentikan langkah—tersenyum lembut menatapnya.

Pria yang lebih tua itu,maju selangkah tepat di hadapan Hyonie.Menatap wanita itu lama sebelum menangkup ke dua sisi pipi bulat Hyonie.

“Love comes by looking at only you,happiness comes by being with you” ucapnya lembut seraya mengecup puncak kepala Hyonie.

Yesung tidak ingin menanyakan apa-apa lagi saat ini,meski tadi sempat ada sedikit terbersit rasa kecewa karena kekasihnya itu lebih mendahulukan orang lain daripada dirinya yang notabene sudah lebih dulu bersamanya,memilikinya.Ia tahu Hyonie akan mendahulukan hoobae nya itu daripadanya dirinya karena kembali lagi,jika di pikirkan lagi Hyonie memang selalu mendahulukan orang-orang yang dekat dengannya,menomer akhirkan kekasihnya —selalu seperti itu…namun pada akhirnya ia tahu,Hyonie akan selalu ada untuknya.Tidak perduli sejauh apa gadis itu harus berlari untuk menemuinya.Tidak perduli seberapa berantakan Hyonie saat menemuinya,yang ia tahu bahwa wanita ini sangat mencintainya begitu pula dirinya.

Hyonie hanya tersenyum singkat,merasakan bibir hangat kekasihnya menyentuh kening —yang kini turun mengecup ke dua matanya dan berakhir dengan kecupan singkat di bibirnya.

“Setidaknya aku melihatmu menangis lagi hari ini” goda Yesung,terkekeh seraya menyentil ujung hidung kekasihnya,membuat kekasihnya mengerang kesal.

Yesung menyeringai jahil,dan sebelum kekasihnya itu meledak marah.Pria bersurai hitam itu lebih dulu mundur kebelakang dan berlari,meninggalkan kekasihnya yang mendecak kesal dengan menghentakkan ke dua kakinya di atas trotoar jalanan.

Yesung tertawa lepas dan Hyonie terus menggerutu kesal di belakangnya.

“Ya!! Neo juglae”

“Ya!! Apakah kau tidak akan mengajakku makan?”

Hyonie meraih ujung jaket Yesung,membuat pria dengan surai hitam itu mundur kebelakang.

“Jadi makan dimana kita?” Tanya Yesung seraya merangkul pundak kekasihnya—masih tertawa terbahak-bahak,karena sungguh,melihat Hyonie yang cemberut membuatnya tidak bisa berhenti tertawa.

Hyonie hanya merengut dengan ke dua tangan yang terlipat di depan dada “Aku tidak lapar” ucapnya,berjalan lebih dulu meninggalkan Yesung yang lagi-lagi merangkul bahunya dari samping.

“Hey!apa kau benar-benar belum makan?”

Hyonie mempoutkan bibirnya “Ku rasa…aku hanya makan strawberry cake,itupun hanya sepotong,karena…” Hyonie melirik kekasihnya yang masih merangkulnya “Seseorang terus-terusan mengirimiku pesan hingga aku tidak sempat menghabiskan cake itu” lanjutnya.

Yesung hanya terkekeh “Baiklah,kita cari makan,tapi…makan sudah malam begini akan membuatmu gemuk sayang”

Hyonie mendengus “Apa kau pikir aku mau makan tengah malam jika aku tidak-harus-menemui-seseorang” ucapnya penuh penekanan di akhir kalimat.

“Baiklah,aku minta maaf,oke” ucap Yesung seraya mengusak lembut surai kekasihnya.

Park Sung Hyo atau biasa yang di panggil Hyonie itu pada akhirnya tidak bisa pergi kemanapun.Meski mulutnya terus saja mengatakan bahwa ia tidak akan menemui 2 orang yang sudah membuat hari-harinya berarti itu,ia tetap pergi menemui ke duanya tanpa harus membuat salah satu di antara mereka merasa sakit hati.

Hyonie tersenyum mengingat kata-kata sahabatnya tempo hari yang lalu.

“Kalau kau bisa membagi waktu mungkin kau bisa menemani mereka,tidak perlu sampai se frustasi seperti ini kan? Kau tahu kau hanya terlalu mendramatisir Hyonie-ya”

Yeah…Hyonie hanya terlalu mendramatisir semua ini.Ia hanya panik dan akhirnya ia berhasil membagi waktu untuk 2 orang itu —meski harus membuatnya berlari sepanjang malam.

.

.

Hyonie menatap tajam seorang wanita dengan blouse toska dan jeans hitam di hadapannya ini.

Wanita bernama Hanyeon yang kebetulan sahabatnya itu berguling-guling di atas tempat tidurnya(siang itu Hanyeon datang ke rumah Hyonie).Dengan tangan yang memegang perutnya karena terlalu banyak tertawa.

Geram,Hyonie melempar Hanyeon dengan bantal “Keumanhe” ucapnya.

“Hahahaha….aduh aduh…” Pekik Hanyeon seraya menyapu sudut matanya yang berair karena terlalu banyak tertawa.

Hyonie hanya mendecih dengan ke dua tangan yang terlipat di depan dada “Berhentilan tertawa Hanyeon-ah,perutmu akan sakit jika kau tertawa terus seperti orang gila begitu” ucapnya datar.

Hanyeon duduk,mencoba meredakan tawa yang tidak pernah mau berhenti itu.Karena,serius!! Sahabatnya—yang kini tengah duduk di sudut tempat tidur itu sungguh aneh atau…bisa di bilang bodoh.

Hanyeon berdehem sekilas,mengacungkan sebuah kertas berukuran kecil berwarna putih—itu tiket kereta KTX yang di beli Hyonie kemarin”Kau…benar-benar membeli ini? Dan…apa Yesung oppa tahu kau hendak melarikan diri ke Busan,huh?” Tanyanya kembali tertawa.

Hyonie hanya memutar ke dua bola matanya malas “Kalau aku tidak membelinya,kau pikir aku dapat darimana,huh? Kau pikir aku bodoh menceritakan semuanya” Jawabnya dengan nada kesal luar.

Jawaban Hyonie hanya kembali membuat tawa Hanyeon pecah.

Hyonie yang hari itu mengenakan t-shirt polos berwarna cream hanya mendengus melihatnya.Menyesal,harusnya ia tidak menceritakan semua kejadian kemarin.Harusnya ia tidak mengeluarkan tiket sialan itu dan menunjukkannya pada sahabatnya itu.

“54.400 won” ucap Hanyeon

“Aku tahu itu mahal”

Hanyeon terkekeh sebentar sebelum menepuk pundak sahabatnya “Kau memang hebat sekaligus bodoh” ucapnya yang sukses membuat Hyonie melayangkan sebuah bantal lagi tepat di depan wajahnya.
“Ya!!” Protes Hanyeon.

Hyonie menyeringai puas “Siapa suruh menyebut sahabatmu sendiri bodoh” ucapnya acuh,menghiraukan tatapan pembunuh dari sahabatnya itu.

“Kalau kau bisa membagi waktu mungkin kau bisa menemani mereka,tidak perlu sampai se frustasi seperti ini kan? Kau tahu kau hanya terlalu mendramatisir Hyonie-ya —Kau ingat kata-kata itu?”

Hyonie mengangguk.

“Setidaknya kau mengurungkan niatmu untuk pergi.Lihatlah kau bahkan berhasil melakukannya—meski harus rela membuang uang untuk sebuah tiket kereta yang mahal ” ucap Hanyeon seraya tersenyum.

Hyonie menatap sahabatnya itu lama,sebelum akhirnya juga ikut tersenyum “Gomawo Hanyeon-ah” ucapnya tulus.

Bahagia itu sederhana
Hanya dengan melihat orang di sekitarmu bisa tersenyum,maka kau akan merasakan kebahagian.

AN :
Endingnya aneh .-.

Dan buat my loveable Byun Baek Happy B’day ◦^⌣^◦ (oke ini telat)

Last but not the last welcome back nae nampyon Kim Jong Woon aka Yesung XD

Oh!! satu lagi.Yesung emang ga keluar tanggal 6 mei.Awalnya sih ada yang bilang doi keluar tanggal 6,trus ada kabar lagi kalau si doi keluar tanggal 5.Dan pada akhirnya doi keluar lebih awal -_-” tanggal 4 ma men!! ga ngerti jalan pikirannya ‘-‘a mungkin karena terlalu ngebet pengen ke jkt kali yak lol

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s