If They Are Get Married Series #5 (1/2)

11069497_849026765145794_7513049633618628050_n

When Eunmi Get Jealous With Yeong Shik

“Me and my marriage obsession”

Summary : Eunmi kesal pada Yeong Shik saat anak laki-laki itu memiliki teman baru yang sangat dekat dengannya. Anak manis itu jadi berubah 360 derajat.Apa Yeong Shik akan menyadarinya?

.

.

.

AN : ke 4 anak disini berada di 5th grade ato kelas 5.

.

.

.

Kim Eunmi menatap benci pada dua orang anak yang berada di lapangan olah raga siang itu.Anak manis berambut sepunggung itu menopang dagu di atas jendela kelasnya ; cemberut dengan bibir yang dipoutkan.

“Siapa yang kau lihat” tanya Eunji ikut melihat kemana arah tatapan kembarnya itu.

“Yeong Shik,dengan anak baru…itu kan…Jung Hana?”

Mendengar nama’Jung Hana’ di ucapkan oleh kakaknya itu Eunmi mendengus,menatap tajam Eunji “Bisakah kau tidak mengatakan namanya dengan begitu jelas di hadapanku?aku benci mendengarnya” ucapnya seraya merengut menatap Eunji yang hanya menaikkan alis bingung.

“Aish…” Eunmi mendorong Eunji ke sisi kanan dan pergi begitu saja meninggalkan Eunji yang hanya mengerjap menatap kepergian Eunmi yang terlihat menghentakkan kakinya keluar kelas.

“Ada apa dengan Eunmi?” Ucap Eunji penuh tanya,kembali menoleh melihat Yeong Shik yang terlihat asik bermain dan tertawa-tawa dengan anak baru.Tidak mengerti kenapa Eunmi tiba-tiba jadi jutek seperti itu?

 

-oo-

Kebencian Eunmi semakin menumpuk saat pelajaran keterampilan.Dan entah ini kebetulan atau apa hari itu kelas Eunmi-Eunji (kelas1-D)dan kelas Young Shik-Young Jae (1-C)harus bergabung dalam pelajaran kali ini.

“Kenapa hari ini pelajarannya harus membuat tembikar?ugh! Aku benci pelajaran ini” ucap Eunmi pada Eunji dengan setengah berbisik,matanya menatap tajam Young Shik bersama anak baru asik bicara sambil sesekali tertawa.

“Sejak kapan kau membenci pelajaran keterampilan,bukankah kau selalu suka pelajaran ini karena kau orang yang suka melakukan hal baru,dan—”

“—aku tidak pernah suka pelajaran ini Eunji-ya”

Mata Eunmi tidak pernah lepas dari Yeong Shik dan anak baru itu,apalagi saat Jang songsaeng meminta mereka berpasangan.

Eunji menatap tajam Young Jae saat nama Young Jae dan Eunji di sebutkan.Dengan cepat anak gadis dengan bando pink itu menyela ucapan Jang Songsaeng ; meminta agar ia bersama Eunji saja.Dan alasan yang ia berikan saat guru bertanya simpel ‘karena aku tidak nyaman dengan orang lain,aku lebih suka dengan saudaraku’ “Hell…aku tidak akan membiarkan Eunji berpasangan dengan orang lain selain dirinya” gumamnya pelan seraya menarik Eunji dan menggenggam tangan yang lebih tua 5 menit darinya itu dengan erat.

“Baiklah anak-anak,mari kita mulai” ucap Jang Songsaeng pada semua murid.

Yang berpasangan ada yang yang berhadap-hadapan dan ada juga yang satu duduk didepan dan satunya duduk di belakang.

Eunmi mendengus saat melihat posisi Yeong Shik dan Jung Hana (Hell,menyebut namanya saja sudah membuat perut Eunmi terasa sakit tiba-tiba).

Jang songsaeng terus menjelaskan dan meminta anak muridnya langsung praktek.Awal pelajaran masih tenang,beberapa murid ada yang tertawa dan beberapa lagi bercanda.Jang songsaeng terus menjelaskan.

“Jika bentuk dari tembikar kalian sudah mulai berbentuk,maka kalian bisa—”

BUKKK!!!

Sebuah suara benda di lempar terdengar di ruangan.Sedikit terkejut karena penjelasannya terpotong Jang songsaeng mencari sumber keributan.Di sisi kanan,tepatnya dekat dengan jendela Kim Eunmi dengan wajah merah menahan amarah dan tangan masih belepotan dengan tanah liat,melempar hasil kerajinannya ke lantai.Nafasnya menderu.Anak manis itu menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

“Cheongsonghamnida Songsaeng-nim” ucap Eunji seraya membungkukkan badannya berkali-kali.

Eunji baru akan meraih lengan Eunmi namun langsung di tepis oleh Eunmi.Matanya memerah,ada butiran halus yang mulai turun dari ke dua pipinya yang chubby—menatap marah pada Yeong Shik —yang tampak bingung—kaget melihat Eunmi.

Hening

Jang songsaeng baru akan menghampiri Eunmi,namun Eunmi dengan segera berlari meninggalkan kelas.Meninggalkan Eunji yang harus rela meminta maaf beberapa kali sebelum akhirnya menyusul saudarinya kembarnya.

 

-oo-

Young Shik berdiri di depan kelas 1-D.Seperti biasa anak itu selalu menunggu Eunmi keluar kelas.Namun setelah kelas bubar Young Shik tidak menemukan Eunmi disana.

“Cogiyo” sapanya pada salah satu anak gadis dengan rambut kuncir kuda.

“Eunmi tidak ada dikelas?” Tanyanya.

Anak gadis dengan rambut kuncir kuda itu mengangguk “Eunmi dan Eunji tidak masuk kelas sejak pelajaran keterampilan tadi”

“Oh” ucap Yeong Shik “Gomawo” lanjutnya seraya tersenyum.

Yeong Shik menghela nafas,menatap ke dalam kelas yang sudah kosong itu.Ia mengkhawatirkan Eunmi saat jam pelajaran keterampilan tadi “Apa Eunmi sakit?” Gumamnya pelan seraya menunduk menatap sepatu putihnya.

“Tapi…” Yeong Shik kembali menengadah menatap langit-langit koridor “Tatapannya tadi…seolah dia marah padaku,bukankah Eunmi tidak pernah menatapku seperti itu?”

Setelah lumayan lama berpikir,akhirnya Yeong Shik memutuskan untuk keluar,menunggu jemputan orang tuanya.

 

-oo-

Yeong Shik baru saja tiba di taman dimana ia dan anak sahabat ibunya biasa menunggu.Ia langsung melambaikan tangan pada sang ayah yang baru saja keluar dari mobil.Anak manis bersurai hitam itu berlari menuju dimana mobil ayahnya terparkir.Tersenyum saat ayahnya yang juga tersenyum hangat padanya.

Yeong Shik baru saja akan bertanya dimana ibunya,namun mengurungkannya saat manik coklatnya melihat Eunmi dan Eunji tengah berjalan bersisian dengan seorang pria bersurai hitam dan mengenakan kaca mata hitam.

Yeong Shik masih menatap si kembar tanpa bicara,sibuk mengamati gerak-gerik Eunmi yang hanya menunduk dengan tangan yang di genggam erat oleh Eunji.

“Oh,bukankah itu Eunji dan Eunmi?” “Yesung hyung” teriak ayahnya pada pria yang tidak lain adalah ayah Eunji dan Eunmi.

Pria yang lebih tua itu menoleh dan melambaikan tangannya pada Yeong Shik dan ayahnya.Berjalan ke arah mereka,karena…well,Yeong Shik baru menyadari mobil hitam yang terparkir tepat di samping mobil ayahnya itu adalah mobil keluarga Eunji-Eunmi.

Kedua pria dewasa itu saling berpelukan sebentar,dan bicara sedikit seraya tertawa kecil.Yeong Shik tidak peduli.Ia hanya menatap Eunmi yang tadi sempat menatapnya sekilas—membuat Yeong Shik tersenyum,namun detik berikutnya Eunmi langsung memalingkan wajahnya kearah lain.

Yeong Shik dapat melihatnya.Sinar mata Eunmi berbeda dari biasanya.Gadis ceria itu tampak murung dan…marah.

Hanya Eunji yang tersenyum dan menyapanya,namun itu hanya sapaan singkat karena Eunmi menarik Eunji menjauh—berjalan ke sisi pintu mobil dan merengek pada ayahnya agar minta di buka.
Yeong Shik dapat mendengar ayah Eunmi (Yesung ahjussi) menghela nafas seraya berkata “Mianhe Kibum-ah,aku harus segera pulang karena Eunmi kelihatan tidak enak badan”

“Annyeong Yeong Shik-ah” ucap Yesung seraya mengusak lembut surai hitam milik Yeong Shik.

Yeong Shik mengangguk dan membungkukkan badan “Hati-hati dijalan ahjussi” ucapnya seraya tersenyum.

Yesung mengangguk “Apa kau bertengkar dengan Eunmi,karena ahjussi lihat kalian tampak seperti orang asing hari ini?” Tanyanya setengah bercanda dan tertawa “haha…mungkin karena Eunmi sakit jadi dia agak pendiam” lanjutnya seraya mengerling lucu”Jangan lupa ke rumah,ne” ucapnya lagi sebelum akhirnya masuk mobil dan melambaikan tangan pada Yeong Shik dan ayahnya.

“Apa benar Eunmi sakit?” Tanya ayahnya masih menatap mobil sedan hitam yang baru saja berlalu itu.

Yeong Shik mengangkat kepala melihat sang ayah “Sepertinya” ucapnya singkat seraya berjalan ke arah kursi penumpang dan masuk lebih dulu.Menghiraukan tatapan ayahnya yang seakan minta jawaban.

“Yeong Shik-ah,kau—”

“—mianhe appa,aku lelah” ucap Yeong Shik pelan dan menutup matanya.Menghela nafas berat karena ia tidak ingin ayahnya bertanya ‘apakah ia bertengkar dengan Eunmi?’.Karena ia juga tidak tahu kenapa Eunmi bersikap seperti itu padanya?apakah ia melakukan kesalahan?hingga anak yang disukainya itu sekarang malah membencinya.Ia tidak mengerti dan entah kenapa ada rasa sakit yang tiba-tiba ia rasakan.Sebuah rasa yang tidak ia mengerti itu apa? Karena ia masih terlalu kecil untuk memikirkan apa itu.Jadi Yeong Shik memilih diam dan pura-pura tidur siang itu selama dalam perjalanan pulang ke rumah.

 

-oo-

Eunmi melempar tubuhnya ke atas tempat tidur.Membenamkan wajahnya pada bantal —menahan isakan yang hampir lolos dari bibirnya.Menghiraukan ibu nya yang memintanya segera mengganti seragam dan makan siang.

Eunmi kembali mengingat kejadian saat pelajaran keterampilan di sekolah tadi.Ia ingat dengan jelas bagaimana Yeong Shik tidak menolak saat di pasangkan dengan anak baru itu.Saat mereka mulai membuat tembikar dan saat lengan Yeong Shik berada di kedua sisi tubuh Jung Hana—seolah memerangkap tubuh anak gadis itu.Dan jika kau melihatnya dari belakang kau akan mengira Yeong Shik tengah memeluk anak baru itu.

Eunmi memang mencoba untuk tidak memperhatikan,namun saat ia mendengar Yeong Shik dan anak baru itu tertawa,membuatnya mau tidak mau menoleh karena penasaran.Dan saat maniknya menatap apa yang ada di depan matanya saat itu,ia segera melempar tanah liat yang tengah di pegang Eunji kelantai,menimbulkan bunyi yang cukup keras.Ia bahkan dapat melihat raut khawatir dari Eunji saat anak yang lebih tua 5 menit darinya itu mencoba meraih tangannya.

Eunmi marah,kesal dan benci.Semua rasa yang tidak menyenangkan bercampur jadi satu,membuat dadanya sesak dan membuat ke dua matanya terasa panas dan perih.Ia tidak pernah merasa semarah itu.Ia tidak pernah di acuhkan Yeong Shik selama ini.Yeong Shik tidak pernah menghiraukannya selama beberapa hari seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Eunmi benci kenapa ia harus berbeda kelas dengan Yeong Shik.Ia juga benci dengan anak baru bernama Jung Hana itu.Ia benci semuanya.

Seharian itu Eunji menangis hingga sesenggukan di pundak Eunji.Kembarnya itu hanya diam tidak bicara sepatah kata pun pada Eunmi.Hanya diam dan mengelus pelan punggung Eunmi.Membiarkan mereka berdua tidak masuk kelas hingga jam pelajaran berakhir untuk hari itu.

Hari itu Eunmi tertidur dengan airmata yang masih menggenang di kedua pipinya.

 

-oo-

“Yeong Shik-ah”

Yeong Shik menoleh,menatap ayahnya yang pagi itu mengenakan cardigan coklat.

“Hm”

“Apa kau yakin kau baik-baik saja?”

Yeong Shik terdiam,hanya menatap sang ayah dalam diam sebelum akhirnya mengangguk “Hm…gwenchana-yo” jawabnya mencoba tersenyum sewajar mungkin.

Ayahnya menghela nafas.Membelai lembut surai hitam Yeong Shik “Syukurlah,karena…dari kemarin appa lihat kau murung”

Yeong Shik tersenyum,menggenggam tangan ayahnya yang masih berada di atas kepalanya “Aku baik-baik saja appa,aku hanya sedikit stress karena sebentar lagi akan ujian” jawabnya.

Ayahnya tersenyum dan menepuk pelan kepala Yeong Shik “Sebaiknya kau segera keluar,karena sebentar lagi kelas akan di mulai”

Yeong Shik menyeringai,mengangguk dan dengan satu gerakan cepat membuka pintu mobil.Melambaikan tangan sebelum berpaling dan berjalan menuju sekolahnya.

“Yeong Shik-ah” seru sebuah suara anak perempuan.

Yeong Shik menoleh,tersenyum manis saat mendapati seorang anak gadis dengan cardigan putih tengah melambaikan tangan dan berlari ke arahnya.

“Hana-ya”

Hana,anak baru di kelas Yeong Shik itu tersenyum dan berjalan bersisian dengan Yeong Shik.

“Ah,maja” ucap Yeong Shik tiba-tiba.

“Ne?”

“Hari ini aku akan mengenalkan mu pada seseorang”

“Eh,benarkah? Siapa?”

“Dia—”

Yeong Shik menghentikan ucapannya saat melihat Eunmi baru saja keluar dari sedan hitam yang selalu mengantar dan menjemputnya,disusul anak gadis lain yang berwajah sama dengannya.

Yeong Shik menyeringai karena melihat Eunmi yang sepertinya sudah kembali seperti Eunmi yang biasanya—salah,Yeong Shik salah jika mengira Eunmi sudah kembali sepertinya biasanya,karena saat anak gadis itu melihatnya; tatapannya dingin,tidak ada senyum ceria disana.Eunmi bahkan langsung memalingkan wajah dan berjalan dengan cepat—melalui Yeong Shik begitu saja—tidak menyapa atau bahkan melirik,mengiraukan teriakan Eunji yang berlari menyusulnya di belakang.

“Oh,annyeong Yeong Shik-ah” ucap Eunji melambaikan tangan seraya berlari mundur,tersenyum pada Jung Hana sebelum akhirnya membalik tubuh dan menyusul Eunmi yang sudah berada di depan gedung sekolah.

Yeong Shik hanya menatap kepergian dua gadis kembar itu seraya tersenyum getir.Ia tersontak kaget saat merasakan Jung Hana menepuk pundaknya.

“Mereka kembar?”

Yeong Shik mengerjap,menatap lama anak baru dihadapannya sebelum akhirnya mengangguk.

“Woah…kenalkan aku pada mereka” ucap Jung Hana semangat “Kau mengenal mereka kan? Oh…bukankah mereka anak 1-D? Minggu lalu aku juga melihat mereka berdua di kelas kerajinan”

Yeong Shik hanya menganggukkan kepala “Nanti,tidak sekarang” ucapnya seraya berjalan lebih dulu.

“Eh?wae?”

“Sekarang bukan saatnya,karena mereka berdua saudara kembar yang aneh,terutama yang berjalan lebih dulu tadi”

“Eh?” Jung Hana menaikkan alis bingung “Aneh?”

Yeong Shik menghentikan langkah,menghela nafas “Sudahlah,lupakan apa yang ku katakan tadi,sekarang ayo cepat karena bel sudah berbunyi”

Jung Hana akhirnya hanya mengangguk dan tersenyum,mengapit lengan Yeong Shik.

 

-oo-

Eunji menghela nafas saat jam istirahat makan siang.Sulung dari dua bersaudara itu hanya bisa mendengus kesal melihat sikap Eunmi beberapa hari terakhir ini.Adik kembarnya itu tidak mau makan sama sekali jika sudah di sekolah.Anak itu hanya akan makan di rumah karena takut jika mereka tidak makan di rumah ibu mereka yang terkadang galak itu akan memarahi mereka.Tapi sekarang,di sekolah ; dimana tidak ada ibu mereka,Eunmi akan mogok makan.

Eunji hanya menatap Eunmi yang terlihat murung dan hanya mengaduk-aduk makan siangnya tanpa minat.Eunji baru akan membuka suara namun mengurungkannya saat melihat Yeong Shik dan Young Jae kini sudah berada tepat di hadapan mereka.Karena well,mereka memang selalu makan siang bersama,jadi wajar jika Yeong Shik dan Young Jae selalu datang ke meja mereka ber dua.

Mendengar suara Yeong Shik,Eunmi mengangkat kepala menatap Yeong Shik dengan tatapan dingin.

“Aku sudah kenyang,terima kasih atas makanannya” ucap Eunmi langsung berdiri begitu saja dan pergi.

Eunji menghela nafas seraya memijit pelipisnya”Mianhe Young Jae,Yeong Shik-ah” ucapnya seraya berdiri,mengambil kotak susu dan pergi menyusul adiknya,meninggalkan dua anak laki-laki yang menatap bingung kepergian dua gadis kembar itu.

Eunji masih bisa mendengar suara Young Jae yang bertanya pada Yeong Shik “Eunmi kenapa?kenapa selama satu minggu ini kalian tidak pernah terlihat bersama?”

Eunji mendengus,menggenggam erat kotak susu di tangan kirinya dan berjalan dengan cepat menyusul Eunmi.Ia harus bicara pada adiknya itu karena ia sendiri sudah tidak sanggup melihat Eunmi menjadi pendiam seperti ini.

“Ya!!Kim Eunmi,kajima” teriaknya saat mereka berdua sudah berada di taman belakang sekolah.

“Apa yang terjadi padamu beberapa hari ini,huh?” Eunji mencengkram bahu adiknya itu,membalik tubuhnya hingga menghadap ke arahnya.Kaget saat mendapati Eunmi sudah menangis.

“Hueeee…aku rindu Yeong Shik,Eunji-ya?” Eunmi menangis histeris seraya memeluk tubuh Eunji erat,meremas blazer Eunji dengan kencang.

“Keumanhe,eoh!kalau kau memang rindu pada Yeong Shik kenapa kau malah mengacuhkannya beberapa hari ini?”

“Oh…come on Eunmi-ya,apa kau kesal karena Yeong Shik terlihat akrab dengan anak baru itu,huh?”

Eunmi hanya diam,masih terisak di pundak Eunji.

“Aku tidak suka melihat Yeong Shik bersama anak gadis itu.Sejak anak itu datang Yeong Shik mulai tidak memperhatikanku.Dia sudah tidak ke kelas kita lagi,dia juga jarang mau bersamaku.Yeong Shik…Dia,dia…hueee…sekarang aku malah membencinya”

Eunji mengelus pelan punggung Eunmi “Kau tahu,kau seperti bukan Eunmi yang ku kenal,kemana Eunmi yang ceria itu,kemana Eunmi yang tidak peduli meski Yeong Shik di kerumuni banyak anak gadis namun tetap percaya diri mengatakan bahwa Yeong Shik adalah miliknya seorang”

Eunmi mendengus mendengar ucapan Eunji,memukul pundak Eunji pelan “Onnie jahat” ucapnya pelan.

“Eh?kau baru saja menyebutku apa?” Tanya Eunji melepaskan pelukannya.

“Oh…shut up Eunji-ya” ucap Eunmi seraya memutar ke dua bola matanya malas.

Eunji terkekeh”Lalu tunggu apa lagi?ayo berbaikan dengan Yeong Shik.Apa kau tahu Yeong Shik juga terlihat murung beberapa hari ini”

Eunmi tersenyum dan mengangguk “Oke” ucapnya seraya menyapu air matanya.

“Kajja” ucap Eunji seraya mengulurkan tangan.

Eunmi meraih tangan kakaknya itu dan kembali ke kelas.Dalam hati ia bertekad akan meminta maaf pada Yeong Shik karena sudah mengacuhkannya untuk alasan yang tidak jelas.

“Bukankah pelajaran terakhir nanti pelajaran musik?” Tanya Eunmi.

Eunji hanya menjawab dengan anggukan kepala.Tersenyum dan diam-diam bersyukur karena Eunmi sudah kembali ceria seperti biasanya.Karena jujur saat Eunmi murung dan sedih,ia juga merasakan hal yang sama.Mungkin karena mereka kembar jadi ikatan batin diantara mereka sangat kuat,sehingga jika Eunmi merasa sakit secara tidak langsung Eunji juga akan merasakan hal yang sama.

 

-oo-

Suara lantunan piano terdengar di dalam sebuah ruangan bernuansa putih.

Kim Yeong Shik memainkan salah satu lagu favoritnya dari Yiruma sensei.

Selama pelajaran musik tadi,ia hanya bisa mencuri pandang pada Eunmi—yang tampak sangat memperhatikan pelajaran.Bahkan saat anak gadis itu maju ke depan memainkan biola bersamanya.Mereka berdua memang dipasangkan untuk bermain biola bersama hari itu.Anak gadis dengan kepang kuda itu tampak sangat menikmati permainan biolanya,tidak ada kesalahan sama sekali—sama seperti hari-hari yang telah lalu setiap kali mereka memainkan biola di depan kelas.Membuat Yeong Shik menaikkan alis bingung?apa Eunmi sudah tidak marah lagi padanya?karena…err…senyum itu kembali,senyum manis di sertai sedikit seringaian terlihat mempesona seperti biasanya—yang mampu membuat rona merah jambu di pipi Yeong Shik setiap kali Eunmi tersenyum seperti itu.

Yeong Shik pikir Eunmi akan menegurnya,namun anak gadis itu kembali menghiraukannya,terlihat asik bercanda dengan Eunji dan Young Jae.Hingga kelas berakhir Eunmi sama sekali tidak meliriknya.
Yeong Shik hanya tidak menyadari kalau diam-diam Eunmi juga mencuri pandang padanya.

Yeong Shik menghentikan permainan pianonya,menghela nafas dan membuka kedua kelopak matanya secara perlahan.Kaget saat mendapati Jung Hana kini sudah berdiri tepat di hadapannya—menyeringai.

“Yeong Shik-ah,ternyata selain pandai di kelas,kau juga jago memainkan alat musik,tidak hanya biola tapi kau juga pandai memainkan piano.Apa kau tahu? Aku sangat iri saat kau bermain biola bersama salah satu dari si kembar.Kalian terlihat hanyut dalam melodi,kau maupun gadis kembar itu terlihat menyatu dalam irama”

Yeong Shik hanya tersenyum,ia ingat pernah mendengar Eunmi mengatakan hal yang sama sebelumnya.Membuat anak gadis itu mati-matian belajar piano—meski pada kenyataannya Eunmi lebih jago main biola di bandingkan dengan dirinya.

“Yeong Shik-ah”

Mendengar namanya di sebut Yeong Shik menoleh—

CUP!!

Yeong Shik membelalak kaget saat sebuah bibir mendarat tepat di atas bibirnya.Tubuhnya terasa membeku—

BRAK!!

“Yeong Shik-ah—”

Yeong Sik menoleh pada pintu ruang musik yang baru saja di banting terbuka.Matanya melebar kaget saat mendapati Eunmi berdiri disana menatapnya—marah dan sebelum Yeong Shik sempat berdiri,Eunmi sudah berlari meninggalkan Yeong Shik yang berusaha mengejarnya.

“Kim Eunji,kajima”

Yeong Shik hendak berlari mengejar Eunmi,namun lengannya di tahan oleh seseorang.Membuat Yeong Shik mengerang frustasi.

“Ya!! Jung Hana,apa yang kau lakukan,huh? Aku harus segera menyusul Eunmi” teriaknya pada gadis yang terkejut mendengarnya berteriak.

Yeong Shik hendak berlari,pergi begitu saja meninggalkan Jung Hana,tapi saat menyadari ekpresi ketakutan di wajah anak gadis itu,membuat Yeong Shik menyadari kalau ia baru saja berteriak pada anak gadis ; sesuatu hal yang tidak pernah ia lakukan selama hidupnya,karena ia,Kim Young Shik tidak akan pernah berteriak pada perempuan.

“Mianhe” ucapnya pelan seraya mengusak frustasi surai hitamnya,kembali duduk diatas kursi dan menghela nafas panjang.

“Sekarang apa yang harus ku lakukan? Eunmi tidak akan pernah mau menegurku lagi” pikir Yeong Shik berusaha tersenyum lembut pada anak gadis yang masih menundukkan kepalanya.

Yeong Shik akhirnya memutuskan untuk pulang,menunggu ayah atau ibu nya di taman bermain dekat sekolah seperti biasanya,dan jika beruntung ia berharap dapat bertemu Eunmi disana—bermain ayunan—mungkin? .Namun baru saja ia mengambil tas dan berpaling lengannya kembali di tahan seseorang.

Yeong Shik berpaling,menatap anak gadis yang masih menunduk itu.Hanya diam menunggu anak baru di kelasnya itu bicara.

“Yeong Shik-ah,aku…aku…”

Diam.Yeong Shik hanya diam dan menunggu.Kepalanya tiba-tiba terasa berdenyut sekarang.

Jung Hana mengangkat kepala,matanya terlihat berkaca-kaca “Mianhe” ucapnya parau.

Yeong Shik hanya menghela nafas,menepuk kepala Hana pelan dan tersenyum “Aku juga minta maaf karena sudah berteriak padamu”

Jung Hana tampak menggigit bibir bawahnya “Yeong Shik-ah”

“Jangan membenciku,ne.Aku tahu kau marah karena aku tiba-tiba menciummu.Aku…sengaja melakukannya karena aku…menyukaimmu Yeong Shik-ah”

Yeong Shik mengerjap mendengar pengakuan seorang anak gadis.Ia sering mengalaminya,mendapatkan sebuah pengakuan cinta tapi dengan lembut ia akan langsung menolak penyataan-pernyataan yang selalu datang hampir setiap hari itu padanya,karena saat itu Eunmi berada disisinya.Namun sekarang? Gadis itu bahkan membencinya.

“Maafkan aku Hana-ya” Ucap Yeong Shik pelan.

Jung Hana; anak blasteran Spanyol-Korea itu menatap sendu Yeong Shik,sebelum akhirnya ia tersenyum getir “Aku tahu aku tidak akan bisa merebutmu dari salah satu anak kembar itu,tapi asal kau tahu,aku tidak akan menyerah begitu saja” ucapnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Yeong Shik sendiri di ruang musik.

Kim Yeong Shik,hanya diam menatap kepergian teman baru nya itu.Baginya tidak ada gadis lain yang bisa membuat pipinya bersemu selain Eunji.Tidak ada yang bisa membuat jantungnya selalu berdetak kencang tiap kali gadis itu memeluknya.Bagi nya Eunmi adalah teman,sahabat,dan seseorang yang sangat ia sayangi,seperti ia menyayangi ke dua orang tuanya.

 

 

AN: Yeong Shik-ah,kau sungguh terlalu,lol
See you at the next chapter ㅋㅋㅋㅋㅋ and for someone please don’t blame me *rofl* i know this is so fast😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s