“Untitled (Hyonie-Baekhyun Side Story)

edt

Mereka secara tidak sengaja bertemu—lagi sejak pertemuan terakhir mereka di WhyStyle beberapa bulan yang lalu.

Canggung.Itu wajar—mereka sudah lama tidak saling bertegur sapa selama 5 bulan terakhir itu.

Sang namja berparas manis dengan hoodie grey dan kacamata kebesaran yang membingkai mata sipitnya tampak mendekat—tersenyum canggung seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal “Annyeong,urimaniya” sapanya singkat.

Sang yeoja dengan blouse toska berlengan panjang dan skirt putih berenda hanya membalasnya dengan sebuah senyum lembut,mengangguk menjawab sapaan singkat sang namja.

.

.

.

Byun Baekhyun,namja manis dengan hoodie berwarna grey dan kacamata besar yang membingkai mata sipitnya tampak menunduk—berjalan mengikuti member EXO yang lainnya.Ia dan member EXO baru saja tiba di Incheon Airport setelah melakukan konser di Thailand.

Sesekali terdengar riuh rendah suara fans yang meneriakkan nama masing-masing member tidak terkecuali Baekhyun tentunya.
Tubuhnya lelah,dan ia butuh tidur—sangat merindukan tempat tidurnya di dorm.

Baekhyun dan member EXO sekarang berada di ruang tunggu—menunggu—setidaknya sampai jalan akses untuk mereka keluar sudah siap.

Karena iseng—mungkin? Baekhyun melirik keluar ruang tunggu yang hanya di batasi kaca itu,melihat beberapa orang sepertinya tengah menunggu kerabat atau temannya dengan beberapa tulisan yang mereka tulis di atas karton.Mata sipitnya yang terbingkai kacamata hitam tanpa sengaja menangkap sosok yang sangat di kenalnya—yeoja dengan blouse berwarna toska itu…mirip Hyonie? Tidak, dia bukan hanya mirip tapi yeoja itu memang Hyonie—noona nya.

Siapa yang dia tunggu di bandara sepagi ini? Pikir Baekhyun dengan alis terangkat penuh tanya.Ia hanya mengamati yeoja bernama Hyonie itu dari tempatnya berdiri.Mereka hanya berjarak 2 meter dan ia dapat melihat yeoja itu sesekali melihat jam tangannya.

Baekhyun melirik ke sekeliling,melihat manager dan member yang lain sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.Maka dengan diam-diam ia berjalan pergi—keluar ruang tunggu—berjalan mendekati yeoja bernama Hyonie itu—dengan langkah lebar-lebar.Ia hanya ingin menyapa yeoja yang pernah di sukainya itu karena sungguh ia merasakan rindu yang teramat dalam pada yeoja itu.Ia juga tidak mengerti kenapa ia melakukan ini,tapi inilah kenyataan,ia memang tidak seharusnya menyapa yeoja itu di saat seperti ini,dimana para fans juga berada di sana—tidak jauh dari mereka.Tapi ia bersyukur karena sepertinya para fans sibuk mengambil foto beberapa member EXO yang terlihat tengah bercanda.

Baekhyun melangkah ragu saat ia sudah berada sangat dekat dengan yeoja itu.Berdehem sekilas ia menyapa yeoja itu “Annyeong,urimaniya” ucapnya sedikit gugup dengan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Yeoja dengan blouse berwarna toska dan skirt putih itu menoleh.Mengerjap saat mendapati dia kini tengah berhadapan langsung dengan Baekhyun.

Baekhyun dengan gugup—tersenyum canggung saat melihat yeoja itu hanya tersenyum lembut dan mengangguk.Tuhan senyum itu,senyum yang sudah sangat lama ingin di lihatnya selama ini.Sebuah senyum yang mampu memporak-porandakan hati Baekhyun meskipun ia sudah berusaha bersikap wajar,namun entah kenapa jantungnya selalu saja berdegup kencang tiap kali ia melihat senyum itu.

Tunggu?apa yang baru saja ia lakukan? Tidak,ia tidak boleh merasakan debaran itu lagi—tidak—karena yeoja itu hanya menganggapnya sebagai adik—mungkin.

Mereka berdua hanya berdiri disana—canggung dan hanya diam tanpa satu patah kata pun keluar setelah sapaan singkat Baekhyun.

Baekhyun baru akan membuka mulut,tapi mengurungkannya saat mendengar suara berat Chanyeol yang memanggil namanya.Ia hanya mengangguk dan segera berpaling,namun sebelum ia benar-benar pergi Baekhyun melambaikan tangan “Sampai jumpa lagi noona” ucapnya samar. —diantara riuh rendah suara fans yang kembali histeris melihat mereka.

백현

Baekhyun menaikkan bingkai kacamata yang membingkai mata sipitnya.Menghela nafas dengan menyenderkan bahu sempitnya di kursi café menatap sekeliling yang kebetulan sepi sore itu.

Baekhyun menyeruput caramel machiato nya dengan tenang,sesekali bersenandung seraya memencet ponselnya.

Hari itu adalah hari libur—hanya tidak ada kegiatan lebih tepatnya.Karena bosan dengan kehidupan di dorm,namja manis penyuka eyeliner itu memutuskan keluar dorm sekedar mencari angin.

Baekhyun yang tengah asik memainkan game di ponselnya mendongak saat tanpa sengaja telinganya mendengar suara yang sangat familiar.Menoleh ke arah suara,mata sipitnya membuka lebar saat melihat sosok yeoja yang berada tidak jauh darinya—sedang bicara di telpon sepertinya.

Disana—hanya berjarak 3 meja dari tempatnya duduk,seorang yeoja dengan hoodie coklat baru saja duduk dan menyesap minumannya di sela-sela obrolannya melalui telpon.

Baekhyun masih menatap yeoja—ber hoodie coklat itu hingga tanpa sengaja yeoja itu melihat ke arahnya.Mata mereka bertemu untuk sepersekian detik sebelum akhirnya yeoja dengan hoodie coklat itu tersenyum sekilas padanya dan kembali menunduk menyesap minumannya.

Baekhyun tersenyum,ia merasa de ja vu dengan semua ini.Bukankah dulu ia juga bertemu yeoja itu secara tidak sengaja di sebuah café seperti sekarang?

Beakhyun masih mengamati yeoja dengan hoodie coklat itu sebelum akhirnya memutuskan untuk menghampirinya.

Baekhyun berjalan,membawa caramel machiato nya dan tanpa basa basi menjatuhkan pantatnya di kursi yang berada tepat di hadapan yeoja ber hoodie coklat itu.Ia menyilangkan ke dua tangannya di atas meja,menaruh dagu nya yang lancip di atasnya seraya menatap yeoja dengan hoodie coklat itu; menunggunya hingga selesai bicara.Ia kembali mengernyit saat mendengar yeoja itu tidak bicara dengan bahasa korea.Baekhyun tersenyum kemudian mengingat dua tahun yang lalu saat ia baru pertama kali bertemu yeoja ini di sebuah café,yeoja ini juga sedang bicara dalam bahasa lain—bahasa ibunya—itu yang Baekhyun tahu saat itu.

Baekhyun masih setia menatap yeoja ber hoodie coklat itu.Ia masih mengangumi wajah itu.Wajah bulat dengan mata belo,alis yang tidak terlalu tebal dan bibir plum nya yang berwarna pink.

“Jangan menatapku seperti itu” ucap yeoja itu,namun Baekhyun tidak bergeming.

Baekhyun mendesah “Kenapa?kenapa aku tidak boleh menatapmu seperti ini?” Ucapnya tanpa mengubah posisi nya sedikit pun.

Yeoja dengan hoodie coklat itu menghela nafas,sedikit menjauhkan ponsel dari telinga,memutar ke dua bola matanya malas “Wajahmu terlihat bodoh saat menatapku seperti itu” ucapnya mendecakkan lidah,kembali menaruh ponsel di telinganya—kembali menghiraukan Baekhyun.

Baekhyun memajukan bibirnya kesal dan membenarkan posisi duduknya,melirik sekilas yeoja ber hoodie coklat itu “Aku kan hanya merindukanmu” cibirnya pelan.

Yeoja ber hoodie coklat itu meliriknya—atau lebih tepatnya—menatap Baekhyun yang hari itu juga mengenakan hoodie.

Setelah kurang lebih 30 menit yeoja ber hoodie coklat itu akhirnya mengakhiri pembicaraannya di telpon.Baekhyun bisa mendengar yeoja itu berkata “Hm…aku juga merindukanmu,belajar yang rajin” setelah mengatakan itu dia berpaling menatap Baekhyun seraya menyesap minumannya.

Cukup lama mereka berdua hanya diam.Baekhyun bahkan merasa kalau suasana saat ini terasa aneh—awkward,mungkin?entahlah? Yang pasti ia tidak suka suasana seperti ini.

Baekhyun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal—tersenyum canggung.Ia baru saja akan membuka mulut,namun mengurungkannya saat mendengar yeoja itu bicara lebih dulu.

“Bagaimana kabarmu,huh? Sepertinya—” yeoja dengan hoodie coklat itu menyeringai jahil.

Baekhyun memutar ke dua bola matanya,menyenderkan punggung sempitnya pada kursi dan menaruh ke dua tangannya di dalam saku hoodie “Sepertinya apa?huh?ck! Harusnya aku bertanya pada noona,apa noona baik-baik saja selama ini—” Baekhyun menghentikan kalimatnya,menatap pipi yeoja itu yang sekarang tampak berisi”—well…sepertinya noona semakin makmur”

Yeoja di hadapan Baekhyun itu hanya mengangkat ke dua bahunya “Seperti yang kau lihat” ucapnya terkekeh pelan.

Tuhan,suara tertawa itu sudah sangat lama ingin di dengarnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?kenapa hanya sendiri?mana member yang lain?mana—” yeoja itu menghentikan ucapannya,menatap Baekhyun ragu “—lupakan” lanjutnya seraya mengibaskan tangan di depan dada.

“Noona sendiri?”

“Seperti yang kau lihat.Aku sedang menunggu temanku,tapi gadis itu sama sekali belum muncul sejak—30 menit yang lalu ” repet yeoja itu terlihat mendengus kesal.

Baekhyun mengangguk-anggukan kepala paham “Well…bagaimana kabar noona selama ini? Apa noona tidak rindu padaku?”
Yeoja ber hoodie coklat itu mendongak dari cup minumannya,menatap Baekhyun untuk beberapa saat—yang jujur selalu membuat jantung Baekhyun bergegup kencang tiap kali yeoja itu menatapnya—apalagi dalam jarak sedekat ini.

Setelah beberapa menit saling memandang,yeoja ber hoodie coklat akhirnya memalingkan wajah.Baekhyun dapat melihatnya menyelipkan anak rambut yang jatuh ke telinganya.

Baekhyun mengerjap,menaikkan alis “Kau mewarnai rambutmu?” Ucapnya tanpa sadar,membuat yeoja itu kembali menoleh ke arahnya.

Yeoja tidak menjawab pertanyaannya,dia hanya mengangkat ke dua bahunya acuh dan menutup kepalanya dengan tudung hoodie.

Mereka kembali diam.Baekhyun masih menatap yeoja di hadapannya ini.Menghela nafas saat sebuah pikiran terlintas di pikirannya.Dia pasti sedang tidak ingin bicara saat ini,Baekhyun tahu gelagat itu—karena ia melihat sendiri yeoja itu terlihat marah—enggan mungkin bicara dengannya saat ini.Baekhyun tahu itu,ia tidak buta karena kali ini yeoja itu menunjukkan hal yang sama dengan yang dia lakukan beberapa bulan yang lalu saat tanpa sengaja mereka bertemu di parkiran dan di WhyStyle,terlihat tidak mau menjawab pertanyaannya—oh lebih tepatnya hanya menjawabnya ala kadar—singkat.

Baekhyun akhirnya menyerah,mungkin ini bukan saat yang tepat Baekhyun bisa bicara dengannya.Menghela nafas,Baekhyun berniat mohon pamit dan pergi,namun belum sempat ia membuka mulut seorang yeoja lain dengan blazer putih gading menepuk pundak yeoja ber hoodie coklat itu.

“Mianhe,Hyonie-ya” ucap yeoja yang saat ini terlihat menangkup ke dua tangannya di depan dada,meminta maaf.

Yeoja ber hoodie coklat bernama Hyonie itu hanya mendelik dan mengangguk—terpaksa.

Yeoja yang setahu Baekhyun adalah salah satu sahabat Hyonie itu menoleh,menaikkan alis saat mendapati Baekhyun hanya menyeringai di tempat duduknya.

“Huh,Baekhyun?apa yang kau—” yeoja yang setahu Baekhyun bernama Riyeon itu menghentikan kalimatnya,menatap Hyonie dan Baekhyun secara bergantian “—Apa yang kalian lakukan disini?”

“Ck!kami hanya tidak sengaja bertemu” ucap Hyonie seraya berdiri,mengambil ponsel dan menaruhnya ke dalam saku hoodie.

Baekhyun berdiri dan membungkuk “Annyeong Haseyo noona” sapanya seraya tersenyum,diam-diam melirik yeoja ber hoodie coklat—bernama Hyonie itu hanya menatap malas sahabatnya.

“Baiklah Baekhyun-ah,kami pergi dulu,sampai jumpa” ucap Hyonie seraya menepuk pundak Baekhyun,membuat Baekhyun kaget dan hanya mengerjap.

“Uh?ah…ne.Sampai jumpa lagi noona” ucap Baekhyun akhirnya saat kedua yeoja itu berpaling dan berjalan menuju pintu café.

Baekhyun hanya bisa menghela nafas panjang dan berat,menatap punggung ke dua yeoja yang saat ini sudah menghilang di balik pintu “Apa kau benar-benar tidak ingin bicara dengan ku lagi noona?apa kita tidak bisa seperti dulu bercanda dan tertawa bersama?” Gumamnya pelan,menunduk dan tersenyum pahit.

백현

Baekhyun merebahkan tubuhnya yang lelah di kasur empuknya.EXO baru saja mengisi sebuah acara konser tahunan.

Baekhyun baru saja akan terlelap tidur saat merasakan Chanyeol menepuk punggungnya (karena Baekhyun tidur menelungkup sehingga membuat Chanyeol harus menepuk punggungnya).Ia dapat mendengar suara berat Chanyeol mengatakan kalau ada tamu untuknya.

Baekhyun membalik tubuh (tidak langsung duduk)menatap Chanyeol dengan alis berkerut.Dan sebelum Baekhyun membuka mulut bertanya ‘siapa?’ Chanyeol sudah mengatakannya lebih dulu.

“Hyonie noona”

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya.Tunggu ia tidak salah dengarkan?apa Chanyeol baru saja mengatakan ‘Hyonie noona’ padanya?

Melihat Baekhyun hanya diam saja,Chanyeol menarik tubuh yang lebih kecil itu hingga kini Baekhyun benar-benar berada dalam posisi duduk di atas kasurnya.

Chanyeol menatapnya malas “Wae?tidak mau menemuinya?” Tanya nya “Baiklah” lanjutnya seraya mengangkat ke dua bahu dan berpaling hendak keluar kamar,namun Baekhyun menghentikan langkah pria yang lebih muda beberapa bulan darinya itu.

“Chankaman,aku…akan keluar” ucap Baekhyun seraya berdiri dan berjalan ke arah pintu—sedikit menyenggol pundak Chanyeol saat ia melewati roomate nya itu,menggumamkan kata ‘maaf’ sebelum benar-benar keluar dari kamar,menyisakan Chanyeol hanya tertawa melihat sahabatnya.

백현

Baekhyun memberikan cup vanilla latte ke tangan seorang yeoja yang tengah duduk di salah satu kursi taman.Udara di akhir musim semi terasa semakin dingin,dan Baekhyun dapat melihat yeoja yang duduk itu merapatkan jaket grey yang di kenakannya.

“Gomawo” ucap yeoja yang tidak lain adalah Hyonie itu.

Baekhyun tersenyum dan mengangguk singkat.

Mereka hanya duduk disana,tidak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan.Sibuk menyesap minuman hangat dari cup plastik di tangan masing-masing.

Baekhyun menunduk,menatap sneaker putih yang membalut kakinya,sesekali melirik yeoja yang saat ini tengah menengadah menatap langit malam musim semi yang di taburi bintang malam itu.

“Langit malam musim semi selalu indah untuk di lihat” ucap Hyonie yang membuat Baekhyun mengangkat kepala ikut menatap langit malam kota Seoul malam itu.

Baekhyun mengangguk mengiyakan.

Diam lagi

Baekhyun menghela nafas,memutar kepala ke arah kanan dimana Hyonie berada—tersenyum hangat menatap langit.

Baekhyun sontak mengerjap saat tiba-tiba Hyonie berpaling—menatapnya dengan senyum di wajahnya.Ia bahkan bisa merasakan detak jantungnya berdetak kencang karena wajah yeoja itu hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya—menyeringai kemudian.

Rasanya ingin sekali Baekhyun menangkup wajah bulat itu dengan ke dua tangannya,memberikan kehangatan untuk pipi yang terlihat memerah karena udara dingin.

Baekhyun baru saja hendak mengangkat tangannya,namun mengurungkannya—sedikit terkejut karena yeoja bernama Hyonie (yeoja yang masih di sukainya) itu berdiri dan mengulurkan tangan.

“Park Sung Hyo imnida” ucapnya menyeringai lebar—dengan tangan kanan terulur di hadapan wajah Baekhyun.

Baekhyun mengerutkan alis bingung,menatap bingung tangan yang terulur tepat di hadapan wajahnya itu.

“Oh…kau tidak mau berkenalan denganku?” Ucapnya memasang wajah kecewa.

“Well…aku tahu kau tidak akan pernah mau berkenalan dengan yeoja sepertiku,karena kau seorang super star”

Baekhyun mengerjap dan detik berikutnya memutar bola matanya mendengar ucapan Hyonie.

“Noona” rengek Baekhyun,minta agar yeoja di hadapannya ini berhenti melakukan hal aneh.

“Keuman—”

“—Byun Baekhyun,namaku Park Sung Hyo,orang-orang biasa memanggilku Hyonie,salam kenal.Mari kita memulai semuanya dari awal….lupakan yang sudah terjadi ; no more hurt feeling, no regret dan…mari kita jalani hari esok tanpa harus melihat kebelakang”

Baekhyun mengerjap,mulutnya terasa kering dan ia tidak bisa bicara apa-apa saat mendengar yeoja di hadapannya ini tersenyum—sangat manis—seolah semua beban dan masalahnya dengan Baekhyun beberapa bulan terakhir ini tidak pernah terjadi padanya..

Tangan Baekhyun tanpa sadar menarik yeoja dengan jaket grey itu ke dalam pelukannya.Menaruh kepalanya di lekuk leher yeoja itu,menyesap aroma permen karet dari sang yeoja yang sudah sangat di rindukannya itu.Ia bahkan bisa mendengar suara cup coffee yang ia yakin terlepas dari tangan yeoja bernama Hyonie itu.

“Err…apa begini cara seseorang mengenalkan dirinya?bukankah seharusnya dia menjabat balik tangan orang yang lebih dulu memperkenalkan dirinya?”

Mendengarnya Baekhyun terkekeh,melepas pelukannya dan meraih tangan Hyonie.

“Byun Baekhyun,senang bisa mengenalmu —lagi noona”

“Dan…mari kita mulai semuanya dari awal”

Hyonie menyeringai “Sekarang,boleh aku memelukmu?”

“Huh?”

Baekhyun mengerjap kaget saat merasakan sebuah tangan kini sudah melingkar di lehernya,menariknya mendekat dan sekali lagi ia merasakan pelukan hangat dari Hyonie.

Baekhyun mengusap punggung Hyonie lembut,membiarkan yeoja itu memeluknya,diam-diam berharap agar waktu berhenti agar ia bisa memeluk yeoja ini selamanya.

“Maaf”

Kata itu terucap begitu pelan berlalu bersama angin musim semi yang menerpa tubuh mereka namun Baekhyun bisa mendengarnya dengan jelas saat Hyonie mengucapkan kata itu.Yang bisa ia lakukan hanya mengangguk seraya menggumamkan kata yang sama.

.

.

.

Byun Baekhyun tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya pada seorang yeoja yang meneriakkan namanya.

Disana,berjarak satu meter darinya seorang yeoja tengah melambaikan tangannya tepat di depan sebuah café dengan tulisan Mouse Rabbit, di sisi kanannya berdiri seorang namja bersurai hitam ; menggenggam tangan sang yeoja erat.

Baekhyun tersenyum “Hyonie noona” teriaknya seraya berlari kecil menuju yeoja bernama Hyonie itu.

.

.

.

Mereka bertemu 2 tahun yang lalu tanpa sengaja di sebuah café langganan Baekhyun.

Yeoja bernama Hyonie itu sudah membuatnya merasakan apa itu cinta,apa itu pengorbanan,kasih sayang dan persahabatan di saat bersamaan.

Hyonie,yeoja keturunan Korea-Indonesia itu juga sudah membuatnya merasakan jatuh cinta dan sakit hati di saat bersamaan.Membuatnya merasakan bagaimana yeoja itu membuat jantungnya selalu berdetak tidak karuan setiap kali yeoja itu tersenyum—menggodanya.

Baekhyun bersyukur ia bisa mengenal yeoja dengan kepribadian aneh,kadang membingungkan dan sulit untuk di tebak namun selalu bisa membuatnya tersenyum setiap kali yeoja itu bicara.

Jika ada yang bertanya apa yang kau suka dari seorang Hyonie? Maka Baekhyun akan menjawab ‘Senyumannya’ namun akhir-akhir ini Baekhyun menyadari sesuatu yang lain ; sesuatu yang kadang membuatnya tersenyum sendiri jika mengingatnya.Hal ini terjadi begitu saja; Hari itu,sehari setelah Hyonie datang menemuinya dan kembali berbaikan dengannya (entahlah? Baekhyun juga tidak mengerti kapan ia dan yeoja itu bertengkar atau semacamnya) ia tanpa sengaja melihat Hyonie berdiri dibawah pohon cherry blossom dengan coat abu-abu.Yeoja itu hanya berdiri disana tanpa ekspresi dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku coat—membuat Baekhyun—merasa jika wanita itu hanya diam dan berdiri disitu dengan sedikit butiran salju yang menempel pada rambut dan coatnya menambah sisi cantik dari yeoja yang sudah lama disukainya itu.Satu lagi sisi cantik dan menarik—menurut Baekhyun.

Baekhyun berjanji akan selalu menyukai Hyonie meski ia tahu kalau ia tidak mungkin mendapatkan cinta yeoja itu.Tapi ia tetap dan akan selalu menganggap hyonie sebagai yeoja yang akan selalu ada di hatinya meski nanti—mungkin ia sudah mendapatkan kekasih.

END

An : heol~ i know this is totally strange LOL even this is don’t have a title *rofl*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s