If they are get married series #4

eunji

When Eunji and Young Jae Take A photo Shot Together

“Me And my Marriage obsession”

Summary : “Riyeon sedang bingung mencari model untuk sebuah majalah yang di pegangnya.Ia harus punya pilihan dan pilihan itu jatuh pada Kim Eunji.Apakah Eunji mau menjadi model dan berpasangan dengan Young Jae?”

“Sepertinya putra mu yang berumur 7 tahun itu cocok untuk karakter pakaian pesta kali ini”

Kim Riyeon mengerjap dengan mulut yang masih terbuka—bingung harus menjawab apa?karena tidak menyangka fotografer Jung menyebut putranya.

“Itu…Err…apa bisa kita mencari model anak-anak yang lain saja? Bukankah banyak ulzzang kids yang sekarang terkenal?” Ucap Riyeon akhirnya sadar dari acara bengongnya tadi.

Fotografer Jung menggeleng “Kau tahu?putra mu sangat cocok dengan konsep ini” ucap fotografer Jung menunjuk sebuah foto pakaian seorang anak laki-laki dengan setelah jas hitam,sebuah t-shirt putih dan celana kain kotak-kotak.

Baju rancangan Kang Sora itu tampak elegan,berkelas dan tidak lupa menunjukkan sisi anak laki-laki yang berasal dari keluarga berada.

“Lalu,kenapa anda berpikir putraku cocok?” Tanya Riyeon menatap fotografer Jung dengan alis berkerut.

“Karena dia sangat mirip dengan ayahnya,putra mu memiliki aura seorang bintang,apa pun yang ia kenakan selalu cocok.You know like father like son”

Riyeon memutar bola matanya “Jadi anda pikir anakku sama sekali tidak mirip denganku?” Ucap Riyeon sedikit kesal.

Fotografer Jung tertawa mendengar perkataan Riyeon “Tentu saja semua pakaian yang di kenakannya tidak lepas dari seorang ibu yang memiliki butik terkenal yang tidak akan membiarkan putranya terlihat biasa saja kan”

“Meskipun anda mengatakan itu,aku tetap tidak ingin putraku menjadi selebriti seperti ayahnya”

Fotografer Jung tersenyum lembut bagaikan senyum seorang ayah pada putrinya yang mengisyaratkan bahwa ‘ia mengerti’ ” Soal model anak gadisnya kau yang mencari” ucap fotografer Jung.

“Eh? Apa aku mengatakan kalau aku setuju?”

Fotografer Jung hanya mengangkat bahu acuh,membuat Riyeon mengerang frustasi “Ugh!! Arraseo,aku akan membujuk Young Jae”

Riyeon menatap jam yang tertera di layar smartphone dan akhirnya memutuskan untuk mohon diri “Aku harus menjemput Young Jae” ucapnya cepat seraya mengambil tas tangan,membungkuk sebelum akhirnya menarik gagang pintu dan keluar studio fotografer Jung.
Riyeon dan fotografer sudah sering melakukan kerja sama jika ada pemotretan baju-baju seperti saat ini.Karena selain sebagai pemilik butik,Riyeon juga seorang editorial di salah satu majalan fashion terkenal di Korea.

-oo-

Hari sudah beranjak siang.Riyeon memarkirkan SUV biru metaliknya di depan sebuah taman bermain sebuah sekolah.Tersenyum saat mendapati putranya ada disana sedang bermain bersama Young Shik.

Riyeon baru saja keluar dan berpaling hendak meneriaki Young Jae,tapi ia menghentikannya tepat ketika seorang anak perempuan dengan dress cream bermotif bunga-bunga tampak keluar dari bawah papan seluncur.Terlihat merengut pada Young Jae yang berada di atas,sepertinya…anak manis itu meminta Young Jae segera turun dari sana.

“Young Jae-ya” teriak Riyeon,melambaikan tangan pada putranya yang langsung menoleh mendengar namanya.

“Eomma” balas Young Jae ikut melambaikan tangan.

Riyeon berjalan mendekati tiga—oh empat karena satu lagi yang mempunyai wajah sama persis dengan anak yang baru saja merengut pada Young Jae terlihat asik bermain ayunan di sana.

Ke empat anak itu menoleh dan menyeringai pada Riyeon yang sekarang sudah berada tepat di hadapan mereka,menatap satu persatu anak-anak yang ada disana.Di atas seluncuran ada putra nya Kim Young Jae,tepat di belakangnya ada Kim Yeong Shik yang tengah menunggu gilirannya.Di bawah seluncuran ada Kim Eunji dan kembarannya yang melambai padanya.

Riyeon menaikkan alis saat menyadari sesuatu dan aneh dengan nama anak-anak yang ada disana,mereka semua bermarga KIM.Oh astaga Riyeon baru menyadari ini,ternyata ia dan dua sahabatnya memiliki suami yang bermarga KIM.
Rasanya ia ingin tertawa saat menyadari itu,tentu saja ia menikahi Kim Jaejoong,Hyonie menikahi Kim Jong Woon dan Hanyeon menikahi Kim Kibum.Setidaknya ia akan membicarakan ini dengan dua sehabatnya itu nanti,pikirnya.

Sebenarnya Riyeon ingin cepat pulang,tapi ia tidak mungkin meninggalkan ke tiga anak yang tersisa.Riyeon akhirnya memutuskan untuk menunggu hingga ibu dari anak-anak itu tiba dan menjemput anak mereka.Maka setelah mengelus kepala putranya Riyeon duduk tepat di sebelah Eunmi yang menyeringai menatap kedatangannya,tangannya sibuk mencari smarphone dari dalam tas tangannya dan terlihat mengetik sesuatu.

To : Hyonie unnie
Kenapa belum tiba di sini? Aku akan menjaga anak-anak hingga kalian datang

Tidak lama berselang,ponsel Hanyeon bergetar di tangannya.sebuah pesan masuk.

From : Hyonie
Riyeon-ah,mianhe.Bisakah aku minta tolong jemput si kembar untukku,aku sedang sibuk di café

Riyeon mengerutkan alis melihat isi pesan yang masuk “Sejak kapan unnie mulai sibuk di café suaminya itu?” Ucapnya bicara pada dirinya sendiri.

To : Hyonie unnie
Hmm…arraseo,aku akan mengantar mereka ke café

45 menit kemudian Riyeon tersenyum pada yeoja yang baru saja turun dari sebuah mobil ford hitam.Yeoja dengan dress merah marun itu adalah Hanyeon,salah satu sahabatnya itu terlihat melambai ke arahnya,terlihat mencubit pipi Eunmi,sebelum mengalihkan pandangannya pada Riyeon.

“Kau sudah lama disini?”

“Lumayan.Ah..sebaiknya kita segera pulang” ucap Riyeon yang di angguki oleh Hanyeon.

“Eunmi,Eunji,khaja” Riyeon memanggil ke dua kembar putri sahabatnya itu.

“Eomma eodie?” Tanya Eunji buka suara.

Hanyeon menoleh pada Riyeon “Ne,maja,kemana Hyonie?” Tanya Hanyeon.

“Uh? Itu…unnie sedang sibuk di café dan memintaku untuk sekalian menjemput Eunji dan Eunmi” jawab Riyeon “Eunji-ya,hari ini pulang sama ahjumma,ne” lanjutnya seraya membungkuk mengelus pipi tembem Eunji yang berisi.

Eunji mengerjap menatap Riyeon,mata bulatnya bergerak lucu saat gadis cilik itu menoleh mendapati Young Jae yang tersenyum lebar padanya.Ada keraguan dimatanya saat melihat Young Jae,entahlah Eunji seperti tidak menyukai Young Jae sejak insiden piknik mereka beberapa bulan yang lalu.Membuat Riyeon menahan nafas,takut anak ini akan menolak ajakannya.

“Oke” ucap Eunji singkat membuat Riyeon menghembuskan nafasnya lega.

“Kau tahu? Aku sempat menahan nafas saat Eunji menatapku seperti itu” bisik Riyeon tepat ketika ia dan Hanyeon akan berbalik,berjalan menuju mobil mereka.

Yeoja di samping Riyeon itu hanya meliriknya sekilas dan tertawa “Apakah Eunji masih membenci Young Jae?sejak—you know what i mean” ucap Hanyeon terkekeh pelan.

Riyeon memutar bola matanya “Setidaknya Eunji tidak membantah karena ini permintaan ibu nya” ucap Riyeon seraya menatap Eunji yang menatap tajam Young Jae saat mereka akan memasuki mobil Riyeon.

“Well…good luck” ucap Hanyeon setelah memeluk Riyeon “Hati-hati,karena Eunji anak yang susah untuk di kendalikan” lanjut Hanyeon seraya terkekeh pelan dan buru-buru masuk mobil sebelum
Riyeon memukulnya,melajukan mobilnya meninggalkan Riyeon yang mendesis marah menatap kepergian mobil Hanyeon.

Lamunan Riyeon tersentak saat mendengar Young Jae memanggil namanya dari dalam mobil”Oh astaga aku hampir melupakan mereka” ucap Riyeon menggelengkan kepalanya pelan seraya berjalan menuju mobilnya.

-oo-

“Riyeon-ah” seru sebuah suara di butik Riyeon suatu siang.

Riyeon menoleh dari komputernya,tersenyum mendapati Kang Sora yang berjalan ke arahnya.

“Otte?” Tanya Sora langsung saat ia sudah duduk tepat di hadapan Riyeon.

“Mwo?” Tanya Riyeon tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.

“Apa kau sudah mendapatkan model untuk anak perempuan dari rancangan baju terbaruku?”

Pertanyaan itu sukses membuat Riyeon mengalihkan perhatiannya pada layar komputer”Uh?” Ucapnya mengerjapkan mata tampak bingung.

Kang Sora memutar bola matanya melihat Riyeon yang terkadang tidak tanggap bila sedang asik dengan pekerjaannya.

Menghela nafas “Tadi,aku baru saja menemui fotografer Jung,beliau mengatakan kalau kau bersedia putra mu yang menjadi model pakaianku,dan sekarang kau tinggal mencari siapa model untuk anak perempuannya” jelas Sora menatap Riyeon dengan tatapan ‘jangan-bilang-kau-lupa’ pada Riyeon.

“Sejak kapan aku setuju kalau putra ku akan menjadi model pakaianmu?” Ucap Riyeon mendengus.

“Yaa!! Neo juglae” ucap Sora kesal “Oh…come on Riyeon-ah,pemotretan tinggal 3 hari lagi,dan kau sama sekali belum menemukan model untuk pakaianku? Dan jangan lupa aku sangat setuju jika memang kau menginjinkan putra mu yang jadi modelnya”

Riyeon menghela nafas “Arraseo,arraseo” ucap Riyeon mendengus kesal “Aku akan mencari model untuk anak perempuannya” lanjutnya.

Mendengar ucapan Riyeon,Kang Sora tersenyum,menepuk pundak Riyeon “Baiklah aku tunggu” ucapnya penuh semangat “Aku tidak sabar melihatnya” gumamnya sebelum akhirnya mohon pamit dan meninggalkan Riyeon yang menatapnya dengan tatapan ‘jangan-datang-lagi’ dari balik punggung Sora.

Riyeon melihat ke arah luar ruang kerjanya,meyakinkan kalau Kang Sora sudah tidak berada di butiknya.Setelah yakin Kang Sora sudah meninggalkan butiknya,yeoja itu mengerang frustasi.

“Aku harus membujuk Young Jae kali ini” ucapnya seraya menghembuskan nafas berat.

Riyeon baru saja akan mengambil smartphone yang tergeletak manis di atas meja kerja,berniat menelpon suaminya yang saat ini berada di café ,memintanya mengantarkan Young Jae ke butiknya.Namun gerakannya terhenti saat mendengar pintu ruangan terbuka.Sebuah suara familiar langsung menyapa telinganya.

“Eommaaa…” Young Jae berteriak dan berlari,langsung memeluk ibunya.Di belakang Kim Jaejoong tersenyum seraya menggeleng pelan.

Setelah mengecup ke dua pipi Riyeon,Jaejoong menarik Riyeon ke dalam pelukannya,menghiraukan Young Jae yang sudah berlari keluar ruangan.

-oo-

“Mwo?apa kau yakin menjadikan putra kita menjadi model?” Tanya Jaejoong sore itu saat mereka sekeluarga sudah kembali ke rumah.

Riyeon hanya mengangkat bahu “Entahlah?” Ucap Riyeon seraya berbalik,memotong beberapa sayuran.

Jaejoong menaikkan alis,menatap punggung istrinya yang masih sibuk memotong wortel dan sawi.Pria tampan dengan surai pirang itu berdiri,berjalan ke arah istrinya,memeluk pinggul ramping itu dari belakang.

“Apa kau sudah membicarakannya dengan Young Jae?”

Riyeon menghela nafas,melepas pisau dari tangannya dan menggeleng pelan.

Jaejoong memiringkan sedikit kepalanya ke depan dari balik bahu Riyeon,mencoba melihat lebih dekat ekpresi sang istri.

“Lalu?” Ucapnya pelan masih mengamati wajah istrinya.

Kembali menghela nafas,Riyeon menatapnya—hanya menatap selama beberapa detik,sebelum akhirnya memutar tubuhnya hingga menghadap Jaejoong “Aku akan mengatakannya setelah kita makan malam” ucapnya “Dan bisakah kau menyingkir suami ku yang tampan” lanjutnya,meminta suaminya agar melepaskan tangan pada tubuhnya.

Jaejoong terkekeh pelan,mengecup lembut ke dua pipi Riyeon “Arraseo” ucapnya seraya berjalan mundur,membuat Riyeon hanya tertawa seraya menggeleng pelan.

“Dan…aku akan mencoba bicara pada Young Jae tentang rencanamu” ucap Jaejoong lagi sebelum berpaling.

Riyeon hanya tersenyum dan kembali melakukan pekerjaannya yang sempat tertunda.

-oo-

“Eonnie,neo eodiya?” Teriak Riyeon saat memasuki sebuah rumah bernuansa biru.Melepas kacamata hitam yang di kenakannya,Riyeon berjalan memasuki rumah itu,menyusuri ruang tamu hingga ke dapur,namun yeoja yang di panggilnya eonnie itu tidak terlihat.

Menaikkan alis bingung,Riyeon menggaruk keningnya sekilas dan memutuskan menunggu di ruang tamu.

“Kemana semua orang?” Gumam Riyeon kembali melihat sekelilingnya namun tidak ada siapapun.

Tadi Riyeon masuk sendiri karena pintu depan terbuka karena dia pikir Hyonie ada di ruang tamu atau dapur,namun tidak ada siapa pun.

Riyeon akan membuka tas dan mengambil ponsel,namun gerakannya terhenti saat melihat seorang anak gadis berumur 7 tahun berlari di hadapannya.Anak itu berhenti tepat di hadapannya,tersenyum lebar “Ahjumma” ucapnya riang.

“Eun—mi” ucap Riyeon ragu karena jujur sampai saat ini Riyeon masih agak bingung membedakan putri kembar sahabatnya itu.

Anak gadis berambut sebahu agak berombak itu sekarang sudah berada tepat di hadapan Riyeon “Oh…aku akan memanggil eomma” ucapnya riang kembali berlari ke arah—taman dengan berteriak “EOMMAAA…ADA RIYEON AHJUMMA DI DALAM”

“Eunmi-ya,jangan berteriak seperti itu” teriak Riyeon memperingatkan,membuat anak kecil itu berhenti,tersenyum dan kembali berseru memanggil sang eomma—yang berada di taman,sepertinya.

Riyeon hanya tertawa seraya menggeleng pelan.Menghela nafas setidaknya dia tidak salah kali ini.Karena serius! Riyeon tidak bisa membedakan si kembar itu jika mereka sedang tidak bersama.Hyonie sudah memberitahunya jika yang berambut sepunggung dan lurus adalah si Eunji dan jika yang berambut sebahu dan agak bergelombang itu adalah si bungsu Eunmi.Jika mereka bersama Riyeon akan dengan mudah membedakannya,dia heran kenapa Hanyeon—salah satu sahabatnya ; dapat dengan mudah mengenali ke dua kembar itu meski dari jauh?(Riyeon bertekad dia harus bisa membedakannya lain kali).

Seraya menunggu,Riyeon yang hari itu mengenakan blouse kotak-kotak berwarna kream dan skirt berwarna senada itu terlihat mengamati isi rumah yang di dalamnya di dominasi warna biru itu.

Di sisi kanan,tepat di dekat pintu,Riyeon melihat sebuah meja nakas berukuran kecil dimana diatasnya terdapat beberapa foto.

Penasaran Riyeon bangkit dari sofa berjalan ke arah meja nakas,mengamati beberapa foto keluarga Hyonie dan beberapa foto si kembar.

Tersenyum kecil,Riyeon kembali menyusuri ruang tamu minimalis itu.Tanpa sadar entah terlalu asik atau apa,dia sekarang berada di ruang keluarga yang berada tepat di samping ruang tamu.Ruangan yang hanya di batasi tirai itu tampak hangat,tipikal ruang keluarga sekali,dimana ada tv flat besar diatas sebuah meja persegi dari kaca yang panjang dan beberapa bantal.

Mata berlapiskan eyeliner itu terbelalak kaget mendapati dinding ruangan itu penuh dengan foto-foto. Tidak hanya di dinding tapi juga di sepanjang meja,semua—foto si kembar dengan berbagai pose.

Riyeon mengambil sebuah foto,eunji melompat di atas tempat tidur.

“Uh…kau disini” ucap sebuah suara yang sontak membuat Riyeon menoleh ke arah suara.

Disana,tepat di belakangnya berdiri seorang yeoja yang selalu di panggilnya eonnie itu tengah tersenyum dengan salah satu tangan yang masih memegang tirai.

Yeoja bernama Hyonie itu berjalan ke arah Riyeon “Aku mencari mu di depan,tapi kau tidak ada disana,lalu aku keluar karena ku pikir kau sudah pergi,tapi saat melihat mobilmu masih ada disana,aku masuk lagi,dan ternyata kau disini”

Riyeon tidak menjawab,dia malah hanya menatap sahabatnya itu lama.Jika kalian bisa melihatnya ada sebuah lampu imajiner bersinar di atas kepalanya saat ini.Dia sudah menemukan model untuk anak perempuan yang akan dia pasangkan bersama Young Jae nanti.

“Kau kena—”

“Eonnie” ucap Riyeon memotong ucapan Hyonie.

Hyonie menaikkan alis bingung,menatap aneh Riyeon “Waeyo?”

Riyeon tersenyum lebar,menatap sekeliling ruang keluarga itu “Siapa yang mengambil semua foto-foto ini?” Tanyanya.

“Yesung” jawab Hyonie singkat terkesan acuh tak acuh.

Riyeon menoleh dan melebarkan matanya kaget “Jinja?”

Hyonie mengangguk “Suamiku sangat suka mengabadikan moment-moment nya bersama si kembar.Ini belum seberapa kau akan lebih terkejut lagi jika kau melihat kamar si kembar,dan kalau kau mau aku akan mengantarmu dan memberimu beberapa album foto si kembar”

Riyeon menggelengkan kepalanya dengan cepat “Tidak perlu,lain kali saja”

Hyonie menatapnya lama “Kau yakin?” Tanyanya.

Riyeon mengangguk pasti “Ah…aku ingin membicarakan sesuatu padamu” ucap Riyeon seraya tersenyum lebar.

Hyonie kembali menatap Riyeon aneh,menyipitkan mata curiga,membuat Riyeon memutar bola matanya “Oh…ayolah,jangan menatap ku seperti itu” erangnya.

Hyonie hanya terkekeh pelan “Baiklah,sekarang apa yang ingin kau bicarakan?” Tanyanya seraya berjalan keluar ruang keluarga “Ku rasa kita di sini saja” lanjutnya,duduk di sofa ruang tamu.

Riyeon mengikuti Hyonie dan duduk dimana tadi ia duduk dan menaruh tas tangannya tadi.

“Eonnie” mulai Riyeon.

“Hmm…”

“Eunji-ya,bisa kau ambil minuman di kulkas” teriak Hyonie pada Eunji yang—tanpa sengaja—berjalan di depan mereka —membawa sebuah keranjang penuh dengan bunga.

Anak berumur 7 tahun itu mengangguk dan langsung berjalan ke arah dapur.Tidak sampai 5 menit gadis manis dengan t-shirt merah dan celana denim selutut itu tiba di ruang tamu dengan dua buah jus kalengan di tangannya.

“Gomawo Eunji-ya” ucap Riyeon berterima kasih dan mengusap pelan rambut Eunji(rasanya Riyeon tidak sabar melihat pemotretan berlangsung jika melihat anak itu).

“Jadi…apa yang mau kau bicarakan?” Tanya Hyonie.

“Uh…itu…kau tahu kan aku punya butik?”

Hyonie menganggukkan kepala.

“Kau…juga tahu kan aku juga seorang editor majalah fashion terkenal di Korea?”

Hyonie memutar bola matanya “Tentu saja” ucapnya “Ah…kau juga seorang istri dari penyanyi terkenal Kim Jaejoong,cantik,punya anak tampan dan—”

“Oke!! Cukup” potong Riyeon cepat.

“Lalu kau mau bicara apa?”

“Eumm…beberapa hari lagi aku dan fotografer Jung akan mengadakan sebuah sesi pemotretan untuk sebuah majalah.Kali ini pakaian hasil rancangan Kang Sora yang di jadikan model.Aku sudah menemukan model untuk anak laki-lakinya.Well…meskipun berat tapi kali ini asal kau tahu Young Jae yang akan menjadi modelnya” Riyeon berhenti sejenak,menghela nafas “Dan…aku ingin Eunji yang jadi model anak perempuannya”

“Nde?” Ucap Hyonie singkat,menaikkan alisnya bingung “Apa aku baru saja mendengar nama Eunji tadi?atau—” Hyonie menghentikan ucapannya menatap Riyeon yang mengangguk.

Kaget.Hyonie melebarkan matanya “Apa kau tidak salah meminta Eunji? Kau tahu,dia bukan anak yang mudah di minta untuk melakukan sesuatu yang sama sekali baru.Kalau kau meminta Eunmi mungkin akan lebih mudah membujuknya”

Riyeon mengangguk maklum “Aku tahu ini akan sulit,aku sudah mencari model perempuan yang cocok dengan Young Jae,tapi tidak ada satupun yang pas di mataku.Dan…saat melihat foto-foto yang terpajang di ruang keluarga tadi aku langsung merasa kalau Eunji akan cocok di pasangkan dengan Young Jae”

“Ayolah unn,aku juga tahu Eunji bukan anak yang mudah di bujuk,apalagi sejak—kau tahu—piknik—itu yang membuat anakmu itu terkesan mengindari Young Jae”

Riyeon melirik Hyonie yang terdengar menghela nafas panjang.Yeoja yang lebih tua itu menaikkan bahu “Entahlah? Tapi…akan aku usahakan” ucapnya akhirnya,membuat Riyeon tersenyum dan memeluk dengan suka cita sahabatnya itu.

“Gomawo eonnie-ya,aku tahu aku selalu bisa mengandalkanmu” ucapnya seraya melepas pelukannya tersenyum sangat lebar.

Hyonie hanya mengangguk dan menghela nafas secara bersamaan “Kapan acara pemotretannya?” Tanyanya.

“Uh…2 hari lagi.Aku akan menjemputmu” jawab Riyeon seraya menyesap jus jeruknya.

Hyonie mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti “Arraseo.Berdo’a lah Eunji mau melakukannya,karena jika aku gagal membujuknya—”

“Andwae,kau harus bisa membujuknya” potong Riyeon cepat.

“Ck! Arraseo” ucap Hyonie mendelik ke arah Riyeon yang tersenyum dengan eyesmile yang di milikinya.

“Tapi…kenapa harus Eunji?kenapa tidak Eunmi saja”

Riyeon kembali menggeleng “Aku butuh wajah stoick Eunji”

“Eh?”

Riyeon kembali tersenyum “Aku tahu tidak ada bedanya meskipun aku meminta Eunji atau Eunmi,karena mereka kembar,dan tidak ada yang bakal tahu kalau seandainya yang kau bawa nanti adalah Eunmi.Tapi,aku menginginkan wajah Eunji yang tersenyum datar itu,dia terlihat angkuh dan sangat cocok dengan tema pakaian kali ini”

Hyonie hanya menaikkan alisnya bingung mendengar penjelasan sahabatnya itu “Darimana kau tahu kalau kadang-kadang Eunji menunjukkan wajah datarnya saat di foto?”

“Aku melihat salah satu fotonya tadi” ucap Riyeon santai seraya menaikkan ke dua bahunya.

“Arraseo,kalau aku tidak berhasil apa Eunmi bisa menggantikannya?”

Riyeon mengangguk “Up to you,tapi aku yakin kau akan bisa membujuknya”

-oo-

Riyeon berjalan ke sana kemari di dalam sebuah studio foto yang sekarang penuh dengan beberapa staf yang tengah membuat set tempat pemotretan.Yeoja yang hari itu mengenakan blouse putih berlengan panjang dengan celana jeans hitam dan sepatu boot selutut tampak memasuki ruang make up.

Tangannya yang sejak tadi memegang beberapa kertas menaruh benda itu di atas meja rias.Tersenyum menatap putra nya yang sedang di tata rambutnya.

Di sisi kanan,seorang anak gadis dengan dress abu-abu—warna senada dengan blazer Young Jae kini tengah di rias,terlihat mempermainkan eyeliner di tangan kanannya.Tepat di sampingnya Hyonie,ibu anak itu tengah menelpon seseorang sambil sesekali melirik putrinya.

Riyeon mengecup lembut pipi Young Jae dan berjalan ke arah Hyonie.Ia harus menunggu beberapa menit karena yeoja dengan blouse merah marun itu tengah menelpon seseorang.

“Eonnie,gomawo” ucap Riyeon saat yeoja yang biasa ia panggil eonnie itu baru saja menurunkan ponsel dari telinganya; mengakhiri panggilan.

Hyonie mendongak dan mengerjap sekali dan akhirnya tersenyum seraya menangguk.

“Err…Itu…Bagaimana kau membujuk Eunji?” Tanya Riyeon setengah berbisik.

Hyonie hanya menaikkan ke dua bahunya “Aku tidak membujuknya,setelah bicara dengannya tadi saat pulang sekolah dia menyetujuinya begitu saja” jawab Hyonie acuh,terlihat merapikan tatanan rambut putrinya.

Riyeon mengerjapkan matanya tidak percaya?apa semudah itu membujuk Eunji?pikirnya.

“Riyeon-ssi”

Riyeon menoleh mendengar namanya di sebut.Seorang wanita dengan t-shirt hijau dan cardigan putih terlihat berjalan ke arahnya “Apa semua siap?”

Riyeon mengerjap beberapa kali “Uh…Ah…ne,mereka sudah siap” ucapnya akhirnya.

Wanita dengan t-shirt hijau itu mengangguk “Kalau begitu tunggu apa lagi?semua sudah menunggu”.

Riyeon mengangguk dan memperhatikan wanita yang ia tahu asisten fotografer Jung itu berjalan ke luar ruang make-up.

Riyeon menepuk ke dua tangannya,tersenyum menatap putranya yang sudah berdiri tepat di depannya dan Eunji yang entah kapan sudah berdiri di samping putranya itu.Menuntun ke dua model cilik itu ke luar ruangan dengan di ikuti sahabatnya dari belakang.

“Good luck” bisiknya pada ke dua anak itu dan mencium pipi mereka sebelum mereka masuk ke dalam set pengambilan gambar,dan setelah mendapatkan anggukan dari keduanya Riyeon membiarkan ke dua anak itu meninggalkannya sekarang.

“Young Jae dan Eunji tampak serasi” ucap sebuah suara yang tidak lain adalah Hyonie itu membuat Riyeon menoleh ke arah kanannya dan mengangguk setuju.

“Kenapa kau tidak membawa Eunmi?”.

“Eunmi bersama Hanyeon saat ini”

“Eh?”

“Tadi saat aku menjemput si kembar akuu bertemu Hanyeon di sekolah.Setelah dia tahu kalau aku akan bersamamu melakukan pemotretan bersama Eunji,maka dia dengan senang hati menawarkan diri mengurusi Eunmi sementara aku disini.Well,meskipun pada awalnya aku berencana menitipkan Eunmi pada ibu mertua ku,tapi setelah ku pikir-pikir lagi,ibu mertua ku akan sangat sibuk saat jam makan siang seperti tadi.Dan…Eunmi tidak pernah keberatan jika harus tinggal dengan Hanyeon,karena kau tahu anak itu terlalu lengket dengan Yeong Shik,jadi aku tidak terlalu memikirkan Eunmi jika ia bersama Hanyeon” ucap Hyonie panjang lebar tanpa menoleh pada Riyeon

Riyeon mengangguk dan menggeleng kemudian,tidak mengerti kenapa Eunmi bisa begitu dekat dengan Yeong Shik,tidak seperti Young Jae dan Eunji yang seperti anjing dan kucing ; selalu bertengkar kapanpun dan dimana pun mereka bertemu.

Riyeon menaruh ke dua tangan di depan dada seraya menghela nafas.Kapan Eunji dan Young Jae akan seperti Eunmi dan Yeong Shik? Pikirnya

-oo-

Riyeon memberikan potongan kimbab itu ke dalam mulut putranya,di sampingnya tidak jauh sahabatnya juga melakukan hal sama.

Mereka tengah istirahat sekarang,dan Young Jae dan Eunmi juga telah berganti baju dengan baju yang lainnya.Sekarang ke dua anak itu mengenakan coat dengan warna cream.

Riyeon hanya tidak mengerti kenapa hari ini Eunji tampak sangat bersahabat dengan putranya.Bukankah beberapa hari yang lalu anak itu terlihat masih sangat memusuhi Young Jae? Kenapa sekarang—terlihat tidak terjadi apapun di antara mereka,apa mereka sudah berbaikan? Mereka terlihat…sangat menikmati pemotretan hari ini.Bahkan tadi Riyeon sempat melihat Young Jae terlihat membisikkan sesuatu di telinga Eunji—membuat anak manis itu tertawa renyah.

Riyeon tersentak dari lamunannya saat merasakan lengan bajunya di tarik—putranya yang kini menatapnya dengan penuh tanya.

“Waeyo?”

“Anio,apa eomma baik-baik saja?”

Riyeon mengerjap mendengar pertanyaan putranya itu.Menggeleng pelan “Gwenchana,kenapa kau bertanya begitu,huh?”

Young Jae menggaruk kepalanya “Anio,soalnya eomma selalu melamun”

Riyeon hanya tersenyum seraya mengelus lembut surai coklat milik putranya.

“Young Jae-ya,apa eomma boleh bertanya sesuatu?”

Young Jae mengerjap bingung namun detik berikutnya dia mengangguk.

“Err…itu…bagaimana kau bisa terlihat sangat akrab dengan Eunji hari ini? Dia sudah tidak marah padamu lagi?”

Young Jae hanya menyeringai aneh seraya memasukkan satu potong kimbab ke dalam mulutnya,memutar kepala ke arah dimana Eunji berada—tersenyum penuh arti pada anak gadis yang juga tengah tersenyum padanya itu.

Flashback

Kim Young Jae,anak usia 7 tahun itu tampak menghela nafas berat,menatap ruang kelas di depannya.Beberapa anak tampak keluar masuk ruangan tersebut—beberapa bahkan menatapnya penuh tanya.

Kembali menghela nafas,anak bersuarai coklat itu memutuskan untuk masuk ke dalam ruang kelas I-D itu.Maniknya langsung menangkap sosok anak perempuan yang duduk tepat di samping jendela.Anak perempuan dengan cardigan pink itu tampak menopang tangan di atas meja,menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.

Dengan tangan yang mengepal di ke dua sisi tubuhnya,Young Jae berdehem sekilas,sehingga membuat anak gadis bernama Kim Eunji itu menoleh saat mendengarnya.

“Ayo kita bicara” ucap Young Jae cepat,sedikit meringis saat melihat Eunji menatapnya dengan tatapan tidak berminat.

“Tapi tidak disini” lanjut Young Jae langsung meraih lengan Eunji dan menarik anak gadis itu keluar kelas bersamanya.

Dan disini lah mereka berada.Berdiri tepat di bawah pohon sakura yang mulai mengembang.

Young Jae berdiri membelakangi Eunji,sibuk mengatur degup jantungnya yang entah kenapa tiba-tiba berdegup kencang saat ini.Perasaan ini seperti perasaan saat akan menghadapi ujian saja,pikirnya.

Di belakangnya,Eunji hanya diam dengan wajah datar seperti biasa—menunggu hingga anak laki-laki dari sahabat ibunya itu bicara.

Dengan sinar matahari musim semi yang menyinari bumi,Young Jae akhirnya memutar tubuh dan tersenyum gugup.

“Err…itu…” Young Jae menggaruk belakang kepalanya gugup karena sungguh demi Tuhan melihat wajah Eunji yang menatapnya tanpa minat membuatnya ingin sekali meneriaki gadis itu agar sedikit saja tersenyum (karena Young Jae diam-diam menyukai Eunji saat sedang tersenyum).

Menghela nafas “Dengar Eunji-ya,aku tahu kau benci padaku,aku—”

“—Apa aku pernah mengatakan kalau aku membencimu?”

“Huh? Apa?” Young Jae mengerjap bingung.

Eunji hanya memutar bola matanya malas.

Kembali menghela nafas “Baiklah,mari kita perjelas,kau memang tidak membenciku,tapi—”

“—tapi aku juga tidak pernah mengatakan kalau aku menyukaimu”

“Apa?” Young Jae menaikkan alis bingung,lagi-lagi ucapannya di sela.Ia mengerang kesal “Bisakah kau diam dan tidak menyela ucapanku?”

Young Jae mendengus kesal saat mendapati Eunji hanya menaikkan bahunya acuh dan mencibir.

“Dengar,aku tahu kau memang tidak pernah mengatakan kalau kau membenci maupun menyukaiku.Tapi aku hanya ingin bertanya apakah ahjumma meminta mu untuk melakukan sesuatu bersamaku?”

Eunji menaikkan alis bingung,menatap Young Jae dengan tatapan ‘bicara-apa-kau-ini-huh?’ Namun detik berikutnya ia menggeleng.

Young Jae menghela nafas berat,seharusnya ia menanyakan hal ini lebih dulu pada ibu Eunji,sebelum mengajak Eunji bicara seperti ini.Dan saat ia tahu,bahwa sahabat ibu nya itu belum membicarakannya pada sang putri,ia langsung menyesali perbuatannya karena membawa Eunji bicara sesuatu yang bahkan tidak di ketahui anak gadis itu.

Young Jae menatap Eunji sekilas.Gadis dengan kuncir kuda itu masih berdiri dengan wajah bosan.Dia baru saja hendak berpaling meninggalkan Young Jae,namun Young Jae menahan pundaknya.

“Aku…minta maaf” ucap Young Jae pelan,kaget saat ia menyadari apa yang keluar dari mulutnya.

Dia meneguk liur paksa “Err…Eunji-ya,aku tahu kau masih sangat marah soal insiden ‘ciuman’ di taman waktu itu.Aku memang meminta maaf padamu dihadapan ke dua ibu kita,tapi aku tidak pernah benar-benar minta maaf secara tulus karena ku pikir kau terlalu berlebihan dan mendramatisir keadaan”

Young Jae kembali meneguk liurnya paksa,kerongkongannya terasa kering tiba-tiba saat melihat wajah Eunji mengeras dengan gigi bergemeletuk menahan marah.

“Aku…aku…ku pikir tidak apa-apa menciummu seperti yang sering dilakukan Yeong Shik dan Eunmi,tapi ternyata aku salah.Dan…hubungan kita semakin parah saat di hari ibu aku membentakmu karena kau berbohong pada ayahmu.Saat itu jujur aku merasa sangat sedih saat melihat matamu yang memerah menahan tangis dan juga amarah”

“Aku…minta maaf atas semua kejadian yang terjadi selama ini.Yang meski ku akui kalau bagian aku menciumu aku tidak pernah menyesal karena—

—aku menyukaimu”

Young Jae menghela nafas,melirik Eunji yang kini tengah memalingkan wajahnya ke arah lain—terlihat bersemu.

“Dan…aku selalu merasa cemburu setiap kali kau bisa tersenyum dan tertawa di hadapan Yeong Shik.Aku…juga ingin kau juga tersenyum dan tertawa seperti itu di hadapanku”

Diam…

Young Jae tersenyum tipis saat melihat semburat pink di pipi Eunji; meski gadis itu berusaha mengalihkan tatapannya ke arah lain.

Hening…

Young Jae merasakan udara di sekitarnya menipis saat melihat Eunji berjalan kearahnya dan memeluk tubuhnya “Aku juga minta maaf” ucapnya pelan segera melepaskan pelukannya pada Young Jae.

“Aku berjanji akan mendengarkan apapun yang di minta ibu ku nanti,meskipun aku tidak tahu apa yang akan beliau minta” ucap Eunji seraya tersenyum (sangat manis di mata Young Jae).

“Oh…kau hanya perlu menyetujui saat ibu mu bilang kalau kau akan di pasangkan denganku sebagai model di majalah yang di pegang ibu ku”

Eunji mengerjap kaget “Jinja?”

“Eoh” ucap Young Jae mengangguk pasti “Nah…sekarang sebaiknya kita kembali ke kelas,karena sepertinya bel masuk akan segera berbunyi”

Young Jae mengulurkan tangan pada Eunji dan disambut dengan senang hati oleh Eunji.Mereka ber dua kembali ke kelas dengan bergandengan tangan hari itu.Young Jae merasa gembira karena bisa membantu ibu nya dan akhirnya bisa berbaikan kembali dengan Eunji.

Flashback End

Riyeon mengerjap bingung,menatap secara bergantian Young Jae dan Eunji yang saling melempar senyum.Menggelengkan kepalanya pelan seraya menghela nafas.Setidaknya tidak ada lagi perang adu mulut antara Young Jae dan Eunji tiap kali mereka bertemu.Dan melihat keadaan kedua anak di hadapannya itu,Riyeon yakin kalau Young Jae dan Eunji sudah berbaikan.

Riyeon terkesiap kaget,saat merasakan sebuah pukulan di pundaknya.Menoleh pada siapa yang sudah membuatnya kaget,ia mendapati Hyonie yang menatapnya dengan alis berkerut bingung.

“Kau kenapa?”

Riyeon menggeleng pelan dan tersenyum “Oh…aku…” Riyeon melirik sekilas Young Jae dan Eunji yang kini sudah kembali ke set pemotretan “Anio”

“Jangan kebanyakan melamun” ucap Hyonie menepuk pundaknya pelan dan berjalan membuntuti Young Jae dan Eunji.

“Eonnie-ya” panggil Riyeon yang sontak membuat Hyonie menghentikan langkah.

“Wae?”

Riyeon tersenyum “Apa kau tahu kalau anak-anak kita sudah berbaikan”

Hyonie menatapnya bingung,menatap secara bergantian Eunji dan Young Jae yang tengah tersenyum di hadapan kamera dan kemudian menggeleng.

“Kapan mereka jadi se akrab itu?”

Riyeon terkekeh “Apa Eunji tidak menceritakan apapun padamu?”

Hyonie kembali menggeleng sebagai jawaban,detik berikutnya matanya melebar kaget “Apa Young Jae mengatakan sesuatu padamu?”

Riyeon menggelengkan kepala “Anak itu tidak mau menceritakannya padaku”

Riyeon menghela nafas,melihat Young Jae dan Eunji yang tampak serasi.Menaikkan alis bingung saat mendengar Hyonie terkekeh di sampingnya.

“Mereka punya rahasia sendiri,kau tahu,anak-anak memiliki dunianya sendiri dimana kita sebagai orang tua tidak bisa ikut campur.Well…Setidaknya mereka sudah baikan sejak insiden di taman waktu itu”

Riyeon menatap lama sahabatnya itu,tersenyum seraya mengangguk.

“Eomma”

Riyeon dan Hyonie menoleh,tersenyum menyambut anak-anak mereka yang berlari ke dalam pelukan.

.

.

.

“Woah…Eunji-ya kau tampak cantik dengan dress ini” ucap Eunmi di suatu sore di musim semi.Jarinya yang gemuk menunjuk sebuah foto seorang anak perempuan dan anak laki-laki saling membelakangi di sebuah majalan fashion terkenal.

Eunji seperti biasa hanya tersenyum sekilas,kembali sibuk dengan dunianya sendiri (well…pada akhirnya ia kembali menghiraukan Young Jae) yang saat ini tengah asik bermain bola bersama Yeong Shik.

Merasa di hiraukan Eunmi meneriaki Yeong Shik dan menyeret Yeong Shik agar mau duduk bersamanya dan melihat-lihat majalah (meski pada kenyataannya Yeong Shik tidak mau) dan meskipun Yeong Shik menatap Young Jae dengan tatapan ‘tolong aku’ tapi pada akhirnya ia harus berakhir dengan duduk bersama Eunmi karena sungguh Eunmi maupun Eunji sangat susah untuk di tolak kemauannya.

Orang tua anak-anak itu hanya tertawa melihat anak-anak mereka.

Hari itu seperti biasa,mereka berkumpul di rumah Hyonie,3 keluarga ini selalu berkumpul setiap kali ada kesempatan.

END

Iklan

2 pemikiran pada “If they are get married series #4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s