If They Are Get Married Series #2 (Happy father Day)

Happy-Fathers-Day-Poems-2014-4

Me and my marriage obsession

.

.

.

“Ayah adalah sosok yang akan selalu menjaga dan mengayomi.Ayah adalah sosok yang meski beliau merasakan lelah namun tidak pernah mengeluh.Ayah adalah sosok yang meski terlihat tegar dan keras namun juga berhati lembut.”

.

.

.

An: Ini adalah kumpulan drabble keluarga Hyosung(Hyonie-Yesung),KimYeon (Kibum-Hanyeon) dan JaeYeon (Jaejoong-Riyeon).FF ini di bikin dalam rangka hari ayah yang udah lewat satu bulan yang lalu lol


Untuk semua ayah di seluruh dunia,selamat hari ayah ^^

Happy Reading ^^

-Sebuah kejutan manis tengah malam dari si kembar-

Kim Jong Woon atau yang biasa di panggil Yesung itu tidak bisa bersuara.Matanya melotot kaget dengan rahang yang hampir jatuh ke lantai.

Pria yang masih terlihat sangat muda itu bahkan tidak mampu bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.Tubuhnya terasa beku dan jantungnya berdegup dengan kencang.

Ke dua manik hitam miliknya hampir saja melompat dari tempatnya saat—tadi ia membuka pintu—menemukan dua anak kembar dengan t-shirt putih bertuliskan ‘I LOVE DAD‘ menyeringai menyambut kedatangannya—memegang sebuah bunga dan kue di masing-masing tangan : mereka adalah ke dua putri kembar Yesung.

Hari sudah menunjukkan pukul 11 malam saat Yesung tiba di rumah.Dan siapa yang tidak terkejut saat kau pulang di sambut dengan cara seperti ini?

Yesung masih belum bergerak dari tempatnya saat salah satu dari anak kembar;bernama Eunji berjalan mendekatinya.Oh…Yesung bahkan melihat istrinya juga ada disana,berdiri di depan sofa dengan sebuah senyum hangat di wajahnya.

Happy father day Appa” ucap Eunji seraya mengangkat sebuah cake coklat bertulis ‘Happy Father Day‘ padanya dan tersenyum manis.

Belum sempat Yesung bereaksi,satu lagi kembarnya (si bungsu) bernama Eunmi berjalan mendekat dan menyerahkan buket bunga yang ada di tangannya.

Yesung sempat bingung dan melirik istrinya yang hanya menganggukkan kepala; memintanya menerima semua yang di berikan si kembar.

Yesung masih belum bisa mengatakan apapun dan menerima begitu saja: meniup lilin kecil pada cake dan menerima bunga baby breath (yang Yesung yakin itu dari kebun bunga istrinya) dari tangan ke dua putrinya.

“Happy Father Day appa.Yeongwonghi saranghamnida” ucap Eunji dan Eunmi secara bersamaan dan langsung memeluk leher Yesung yang kini tengah membungkuk.

Dengan tangan yang masih penuh dengan : cake di tangan kanan dan bunga di tangan kiri,Yesung memeluk ke dua putri kembarnya.

“Appa saranghae” bisik si kembar bersamaan tepat di telinga Yesung,membuat Yesung menaruh cake dan bunga di tangannya ke lantai—memeluk erat ke dua putrinya seraya menciumi mereka satu persatu.

“Gomawo” ucapnya serak karena ia yakin sekarang ia sudah menangis.

Yesung merasakan airmatanya terus saja jatuh meski ke dua putri kembarnya itu menghapusnya dengan jari-jari mungil dan gemuk milik mereka,menggumamkan kata “Uljima-yo appa” berkali-kali dan kembali memeluknya.

Yesung masih berjongkok disana dengan ke dua putrinya yang masih setia memeluknya.Rasanya Yesung tidak ingin melepaskan pelukan ini.Pelukan hangat yang selalu ia dapatkan jika ia kembali ke rumah.Pelukan dan tawa hangat yang selalu bisa membuat semua lelah di tubuhnya hilang tanpa bekas.Pelukan dan tawa yang selalu bisa membawanya melupakan semua masalahnya.

Yesung melepaskan pelukannya,menatap satu persatu putri kembarnya.Ia mulai mengecup satu persatu putrinya,dan dari sudut matanya,ia dapat melihat istrinya—menyeka ke dua matanya dengan punggung tangan (Yesung yakin wanita itu menangis) karena siapa yang tidak terharu jika melihat apa yang di lakukan ke dua putri kembarnya.Ia tidak ingin tahu bagaimana ke dua putri kembarnya ini membuat kejutan seperti ini,karena yang terpenting saat ini ia tahu dan mengerti,di balik semua tingkah mereka yang terkadang membuatnya memijit pelipis itu ; mereka sangat mencintai ayahnya.

“We’ll love you and you’ll always be the best man we know.
Happy Father Day appa.Kami menyayangimu,selalu”—Kim Eunji & Kim Eunmi


-Jadilah ayah yang hebat dan selalu jadi yang tebaik bagiku-

Seorang pria bersurai pirang mengerjap saat mendapati seorang anak laki-laki dengan surai coklat kini tengah berdiri tepat di depan gedung managementnya.

Kim Jaejoong ; salah satu penyanyi dari trio ‘JYJ’ itu masih berdiri di tempatnya,tampak masih belum mempercayai sosok bertubuh kecil itu berdiri menyeringai menatapnya.

Anak kecil yang hari itu mengenakan kemeja berwarna cream,celana jeans hitam dan blazer berwarna senada dengan kemeja nya tampak berjalan mendekat hingga kini dia berada tepat di hadapan Jaejoong.

“Young jae-ah,kenapa kemari sendirian,huh?eomma eodie?” Tanya Jaejoong pada anak bernama Young Jae yang tidak lain adalah putranya.

Kim Young Jae (putra Jaejoong dan Riyeon) itu tidak menjawab pertanyaan sang ayah.Dia hanya meraih tangan sang ayah dan berjalan menuntunnya ke suatu tempat (Yang Jaejoong pun tidak tahu,kemana anaknya ini akan membawanya).

Young Jae membawa Jaejoong (sang ayah) keluar dari gedung C-JeS Entertainment,berjalan menyusuri sepanjang jalananan Gangnam-gu.

Meski Jaejoong beberapa kali bertanya,namun putranya itu hanya diam dan tersenyum hangat padanya.Tatapannya seolah berkata ‘ikuti saja anakmu dan jangan banyak bertanya’

Jaejoong mengerutkan alis,saat Young Jae berhenti tepat di sebuah taman bermain.

Jaejoong bahkan hanya bisa kembali menurut saat putranya mendudukkannya pada sebuah kursi taman yang berada tepat di bawah pohon rindang yang ada disana.

Kim Young Jae,tersenyum hangat pada sang ayah,berjalan mundur dan terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang —entah sejak kapan ada disana?(mungkin Jaejoong tidak menyadarinya saat mereka berjalan tadi).

Jaejoong melebarkan matanya saat alunan merdu sebuah lagu dari petikan gitar yang mulai mengalun.Disana berjarak kurang dari 1 meter,putranya—Kim Young Jae kini tengah memetik gitar kecil yang ia berikan sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu.Dengan suara merdu khas anak kecil menyanyikan sebuah lagu untuknya.

Alunan dawai gitar dan suara khas Young Jae,membuat Jaejoong merasa waktu seakan berhenti.Matanya tidak pernah lepas dari sosok mungil di hadapannya ; tersenyum dengan sangat lebar seraya bernyanyi.

Jaejoong mengerjap sekali saat sadar anaknya kini tengah menyanyikan sebuah lagu bertemakan ayah untuknya.

Lagu indah itu masih belum ber akhiri saat Jaejoong mendengar bait yang membuatnya langsung menghambur memeluk putranya.

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku trus berjanji
Takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Jaejoong tidak membiarkan putranya menyelesaikan lagunya karena kini ia sudah memeluk erat sang putra yang hanya mengeringai mendapatkan pelukannya.

Jaejoong semakin mempererat pelukannya saat Young Jae kembali membisikkan kata yang sanggup membuatnya menumpahkan airmata haru.

“Kau adalah matahariku yang selalu melindungiku,kau adalah bulanku yang selalu menyelimuti setiap mimpiku.Harum segar aroma nafas dan tubuhmu saat kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu padaku.Aku berjanji akan memenuhi semua itu.Saranghaeyo appa,Happy Father Day

Runtuh sudah pertahanan Jaejoong mendengar tiap kata yang terucap itu.Ia semakin memeluk erat putranya,menggumamkan kata terima kasih dan aku menyanyangimu beberapa kali di sela tangisnya.

“Happy Father Day Appa.Aku akan berusaha yang terbaik agar bisa berbakti padamu”— Kim Young Jae


-There are words I really want to say, I love you forever-

Kim Kibum,pria dengan t-shirt cream dan cardigan hitam itu tampak memasuki sebuah gedung di kawasan Cheongdamdong.Ia tampak menghela nafas dan memandang sekiling lobi.

“Cogi-yo” sapanya ramah pada salah satu resepsionis.

“Dimana ruang les piano Park songsaeng?”

Resepsionis wanita bermata sipit itu tersenyum seraya memberitahukan ruangan yang di tanyakan Kibum.

“Ruangan Park Songsaeng berada di lantai 3,pas di bagian paling ujung koridor” ucapnya.

Kibum mengangguk dan berterima kasih sebelum melangkahkan kakinya menuju lift.
Kibum memasuki lif dan menekan angka 3 di sana.Ia hanya sendiri di dalam lif saat lif mulai menutup dan bergerak naik.

Tadi,saat ia baru saja tiba di rumah,istrinya Hanyeon langsung memintanya menjemput putra mereka yang bernama Yeong Shik di tempat les piano—Kibum hendak protes saat istrinya langsung pergi begitu saja ke dapur dan menghiraukannya.

Bunyi ‘ding’ pendek membuat Kibum kaget dan sadar dari lumanannya.Ia sudah tiba di lantai 3 saat pintu lif terbuka di hadapannya.

Pria bersurai hitam itu bersiul pendek di sepanjang koridor yang disisi kirinya terdapat banyak pintu; ruang mengajar mungkin?tersenyum pada beberapa orang yang kebetulan melewatinya.

Tidak sampai 5 menit,Kibum tiba tepat di depan sebuah pintu berwarna putih polos.Ia sempat berdehem sekilas sebelum memegang knop pintu dan membuka ruangan.

Saat pintu di buka ia bisa mendengar alunan merdu suara piano dari arah dalam.

Kibum tercengang menatap putranya,Kim Yeong Shik tengah asik bermain piano di salah satu piano yang berada dekat jendela kaca.

Tangan-tangannya tampak lincah menari di atas tuts-tuts piano.Piano itu berwarna putih dan terlihat sangat elegan—lagu ‘Kiss The Rain,by Yiruma’ terdengar merdu.

Kibum melihat keadaan dalam ruangan dan mengerjap saat menyadari tidak ada siapa-siapa disana.

Kim Yeong Shik menoleh,menyeringai lebar saat melihat sang ayah berdiri di depan pintu “Appa” sapanya singkat dengan tangan yang masih menekan tuts piano.

Kibum tersenyum hangat dan berjalan mendekat,menaruh salah satu sikunya di atas piano seraya menatap Yeong Shik.

“Yeong Shik-ah,kemana Park Songsaeng?kenapa hanya kau yang ada disini,huh?”

Yeong Shik mengangkat kepala,menatap sang ayah—tidak menjawab hanya tersenyum lebar menanggapinya.

Alis Kibum berkerut samar karena Yeong Shik hanya diam dan terus memainkan piano.

“Appa”

“Hmm”

“Aku…akan membawakan sebuah lagu untukmu,apa appa mau mendengarnya?”

Kibum kembali menaikkan alis bingung.Karena sungguh Yeong Shik. tidak seperti biasanya—tampak misterius,pikirnya.

Kibum akhirnya mengangguk.

Yeong Shik menyeringai dan mulai menekan tuts.

Alunan merdu piano langsung terdengar dalam ruangan besar itu.

Awal-awal masih suara piano yang terdengar mengalun merdu,lalu suara Yeong Shik terdengar mengiringi lagu.

“hanchameul geureohke nan barabodaga
Dallyeogaseo geunyang anabeoryeosseo
Manyang ulgo sipeoseo
Geu pume ulgo sipeoseo
Dangsinui gomaumi neomu seoreowoseo”

Kibum merasakan detak jantungnya berdetak dengan cepat.Nafasnya terasa sesak seolah disana adalah ruangan yang sangat sempit.Ia masih menatap Yeong Shik saat putranya itu kembali melanjutkan lagu nya.

Kibum tahu lagu itu,lagu yang di bawakan oleh grup bernama “BTOB” itu terdengar sangat manis di telinganya.Meskipun ia harus sedikit mengernyit mendengarnya karena ; kalian tahu ia tidak setua itu dan ia masih belum keriput.

Namun ia mengerti kenapa Yeong Shik menyanyikan lagu itu.Karena ia baru sadar kalau hari itu adalah hari ayah,dan ia mengerti sekarang istrinya (Hanyeon) sengaja memintanya menjemput sang putra hari ini karena Yeong Shik ingin membuat sebuah kejutan untuknya.

Yeong Shik mengakhiri lagu dan alunan pianonya.Mendongak menatap sang ayah.

Happy father day appa” ucapnya seraya menarik lengan baju sang ayah dan memeluknya.

Kibum memeluk Yeong Shik dengan mengelus pelan punggung putranya itu.Menikmati hangatnya nafas Yeong Shik yang berhembus di tengkuknya.

“Saranghae appa” ucapnya pelan,membuat Kibum semakin mengeratkan pelukannya.

Kibum mengecup puncak kepala Yeong Shik,menaruh dagu lancipnya di atas kepala sang anak.Menghela nafas karena selama ini ia tidak punya banyak waktu bersama putranya.Menyesali setiap waktu yang terbuang saat ia harus pergi meninggalkan Seoul untuk beberapa bulan.Bulan-bulan yang ia yakin putra itu selalu teramat sangat merindukannya.Bersyukur karena Yeong Shik dapat menganggantikannya menjaga Hanyeon untuknya.

Yeong Shik melepaskan pelukannya,terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaket jeans yang di kenakannya.

Sebuah kertas baby blue kini sudah berada di tangan Kibum.

Kibum mengerutkan alis saat menatap Yeong Shik dan kertas di tangannya secara bergantian.

Yeong Shik hanya menyeringai dengan titik-titik merah muda yang menghiasi ke dua pipi chubby nya.

Perlahan Kibum membuka kertas baby blue itu dan membaca tiap kata yang tertulis disana.

Dear Appa

Kau akan selalu menjadi panutanku
Kau akan selalu ada di hatiku
Kau adalah penerang dalam gelapnya malamku
Appa,did i ever tell you that you’re my hero? Appa apa kau tahu ada sebuah ungkapan yang mengatakan “Like Father Like Son” ?
Aku hanya ingin menjadi seperti appa,pria yang lembut dengan semua pesonanya,pria yang akan selalu menjaga orang yang di sayanginya.

Appa…Yeong Shik janji akan selalu melindungi eomma

Kibum tanpa sadar menitikkan airmatanya.Ia terharu dengan apa yang di tulis Yeong Shik.

Kibum menyeka matanya yang berair dengan punggung tangan,tersenyum kembali memeluk Yeong Shik,menggumamkan kata terima kasih berkali-kali seraya mengecup ke dua pipi Yeong Shik.

“Appa”

“Hmm”

“Selama ini aku selalu melihat ke arahmu,
Aku berlari dan hanya ingin memelukmu,
Karena aku hanya ingin menangis,karena aku hanya ingin menangis di pelukan appa,aku bersyukur karena appa menjadi ayah ku. I love you”

Yeong Shik melepaskan pelukannya,tersenyum lebar dan mencium pipi Kibum.

Happy Father Day.Kau adalah pahlawan bagiku”—Kim Yeong Shik


Semuanya drabble kecuali yg terakhir,keknya agak kebablasan deh LOL

Sekali lagi meski telat,Selamat hari ayah °\(^▿^)/° dari Eunji,Eunmi,Young Jae dan Yeong Shik ♥

2 thoughts on “If They Are Get Married Series #2 (Happy father Day)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s