If They Are Get Married Series (KimYeon Family)

jj

“Me and my marriage obsession”

.

.

.

Summary : Hanyeon harus segera berangkat dan suaminya sedang tidak ada di rumah.Kemanakan ia harus menitipkan putranya?


Happy Reading ^^

Hanyeon membuka matanya saat merasakan sesuatu masuk ke dalam selimutnya yang hangat.Kaget saat melihat sebuah tangan muncul dari balik selimut kemudian sebuah kepala muncul,menatapnya dengan puppy eye yang dimilikinya.Seorang anak laki-laki dengan piyama biru memanggilnya”Eomma”.

Hanyeon tersenyum saat tangan kecil itu memeluknya erat.

“Kenapa kemari?apa yang membuatmu takut,eoh?”Tanya Hanyeon setengah berbisik dan mengelus pelan kepala putranya.

Yeong Shik tidak menjawab.Anak berumur 6 tahun itu hanya diam seraya menyusupkan kepalanya pada tubuh sang ibu.Dia bahkan semakin memeluk erat pinggang ibunya dan menutup matanya pelan.”Yeong Shik rindu appa” bisiknya pelan sebelum benar-benar menutup ke dua mata beningnya untuk tidur.

Hanyeon mengecup lembut kening putranya “Nado” gumamnya pelan seraya memeluk erat putranya.

Malam itu hujan turun sangat deras dengan kilat dan suara guntur yang saling menyahut.Hanyeon menyelimuti putranya hingga batas leher  sebelum ia juga akhirnya jatuh tertidur malam itu.

 -oo-

Hanyeon tersenyum menatap Yeong Shik yang tengah sibuk mengunyah roti bakarnya.Tersenyum melihat pipi anak laki-lakinya itu menggembung lucu.Hanyeon baru akan membuka suara memanggil buah hatinya itu,namun menutupnya kembali saat mendengar ponselnya bordering kencang dari arah ruang tamu.

Hanyeon terdengar menggerutu,berdiri dan berjalan kearah ruang tamu.

“Yoboseyo” sapanya terdengar malas saat tadi melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“Ne?mworago?” “Yaa!!apa kalian tidak berpikir memintaku untuk pergi ke jeju?” “Arraseo,arraseo”

Hanyeon mengakhiri percakapan singkat yang membuatnya merasa mendidih  karena marah.Dengan tangan yang masih berada di kedua sisi pinggangnya Hanyeon kembali ke dapur,menenggak habis segelas air putih yang berada tepat di samping Yeong Shik.

“Eomma,waeyo?”Tanya Yeong Shik seraya mengerjapkan mata bulatnya yang berpendar lucu menatap heran sang eomma yang masih terlihat mendengus marah.

Hanyeon menoleh,mengusap kepala putranya itu”Aniyo,eomma hanya marah pada teman eomma di tempat kerja”jawab Hanyeon seraya tersenyum lembut.

Hanyeon menepuk ke dua tangannya”Baiklah,sekarang sebaiknya Yeong Shik ganti baju karena Yeong shik harus sekolah” Hanyeon menarik putranya masuk ke dalam kamar.

Saat akan membawa Yeong Shik masuk kamar,ponsel Hanyeon kembali berdering.Sedikit kesal yeoja berambut sebahu itu kembali ke ruang tamu(tidak lupa,sebelumya ia melepas piyama putranya dan menyuruhnya segera mandi).

Alis Hanyeon berkerut saat mendapati nama suaminya di layar ponsel,sedikit tersenyum kecil.

“Ne,yeobo-ya,waeyo?”tanyanya saat benda persegi berwarna putih itu sudah menempel di telinga kanannya.

Terdengar suara tertawa di ujung sana,membuat Hanyeon mendengus mendengarnya”Apa ada yang lucu?”tanyanya pada suara di ujung sana.

“Aku merindukan Yeong Shik,dimana dia sekarang?”Tanya suara yang tidak lain adalah suami Hanyeon,Kim Kibum.Pria yang mempunyai senyum menawan itu sudah menjadi suaminya sejak 7 tahun yang lalu.

“Apa kau tidak merindukanku?”Tanya Hanyeon kembali membuat sang suami di ujung sana terdengar tertawa renyah.

Hanyeon mendecakkan lidah,kalau saja Kibum ada di hadapannya saat ini Hanyeon pasti sudah mendelik kesal.

Menghembuskan nafasnya pelan,Hanyeon masuk kamar putranya,tersenyum mendapati putranya itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggul dan rambutnya yang masih meneteskan air itu menatap ibu nya dengan penuh tanya.

Mata bulat Yeong shik mengerjap saat Hanyeon memberikan ponsel pada putranya itu “Appa” ucap Hanyeon saat melihat alis Yeong Shik berkerut samar.

Demi mendengar nama ayahnya di sebut,Yeong Shik tanpa di komando langsung meyambar ponsel seraya melompat-lompat senang “Appaaaa…”teriaknya seraya naik ke atas tempat tidur,membuat  ibu nya menggeleng pelan saat melihatnya.

“Ne appa.Yeong Shik janji tidak akan nakal” “Hmm…” “Ne,hmm…arraseo” “Bogosipo appa”

Hanyeon melirik Yeong Shik yang menghela nafasnya berat,terlihat lucu karena anak berumur  6tahun itu terlihat seperti orang dewasa saja saat menghembuskan nafasnya seperti itu.

“Jadi…?” tanya Hanyeon seraya memakaikan baju pada Yeong Shik(tentu saja setelah Hanyeon membersihkan tubuh Yeong Shik terlebih dahulu dengan handuk tadi).

Yeong Shik menatap ibu nya sekilas dan mengerjap”Eum…Appa bilang aku harus menjaga eomma” ucap Yeong Shik seraya menggaruk dagu nya yang tidak gatal,tampak berpikir.

“Mwo?” Hanyeon tidak bisa menyembunyikan tawanya “Lalu dengan cara apa Yeong Shik menjaga eomma,huh?”lanjut Hanyeon sehingga membuat kerutan di dahi putranya terlihat semakin jelas.

“Yeong Shik akan menjaga eomma agar tidak terlihat kesal setiap kali eomma menerima telepon dari kantor”ucap Yeong Shik yakin seraya mengangguk-anggukan kepalanya– terlihat serius.

Hanyeon hanya bisa tersenyum dan dengan gemas mengacak surai hitam putranya membuat sang anak mengerang kesal.

“Eommaa…” erang Yeong Shik seraya merapikan rambutnya yang mulai kering dengan tangannya,memajukan bibirnya kesal.

Hanyeon tertawa”Oh…ayolah honey,bukankah rambutmu belum di sisir” ucap Hanyeon memutar bola matanya setengah mengejek putranya.

Yeong Shik semakin memajukan bibirnya ke depan dan membuatnya mendapatkan kecupan singkat dari ibu nya.

Hanyeon tersenyum puas manatap putra semata wayang di hadapannya kini.Setelah merasa Yeong Shik cukup tampan Hanyeon mengantar Yeong Shik ke sekolah “Kajja”ucap Hanyeon seraya menarik lengan putranya memasuki Audi A4 berwarna hitam miliknya.

-oo-

Hanyeon berjalan mondar mandir di dalam ruangannya.Terlihat sesekali menggigit bibir bawahnya,wajahnya yang putih dengan usapan make up minimalis itu terlihat gelisah.Beberapa kali menggerutu kecil saat ia mencoba menghubungi seseorang.

“Aish…kenapa kau tidak mengangkat teleponmu” ucapnya tidak sabar “Ayolah ku mohon,anggkat telponnya” lanjutnya kembali menekan speed dial angka 1.

Setelah hampir satu jam mencoba mencoba menghubungi seseorang,Hanyeon akhirnya menyerah.Yeoja yang hari itu mengenakan blouse cream dengan celana jeans hitam itu mendudukkan tubuh rampingnya di kursi,bahunya melorot turun dengan tangan yang menutupi wajahnya.

“Eotohke?” gumamnya hampir menangis.

Hanyeon menghembuskan nafasnya dengan berat,tatapannya masih menunduk dengan ke dua tangan yang masih memegangi kepalanya.Teringat kembali dengan rapat kantor tadi pagi.Rapat yang membuat Hanyeon berteriak marah pada salah satu staff karena tanpa persetujuan darinya sudah membuat jadwal keberangkatannya ke Jeju untuk–alasan yang menurut Hanyeon bisa di lakukan di bulan yang akan datang.Hanyeon bukannya menolak,ia sudah sering pergi ke luar kota sendirian,ia bahkan rela sampai harus mengejar Kibum ke negeri Cina hanya untuk menemui kekasihnya yang sekarang sudah menjadi suaminya itu.Hanyeon mendengus geli mengingat kejadian itu.

Hanyeon juga tidak akan keberatan saat kantor memintanya pergi kapan saja yang mereka inginkan(asal ia sudah di beritahu sebelumnya) tapi kali ini perjalanan ini terlalu mendadak,ia bahkan sudah di jadwalkan berangkat besok pagi.

“Bukankah kau sudah ku beritahu tadi pagi” ucap salah seorang staff tidak terima saat Hanyeon menatapnya sinis.

Hanyeon masih melirik ponsel yang sejak tadi tergelatak manis di atas meja,mendesah pelan dan tampak memijit keningnya yang terasa pusing.

Hanyeon beranjak dari kursi,menyambar tas tangan dan dengan tergesa-gesa keluar ruangannya,menghiraukan panggilan kepala bagian Lee yang memanggil namanya dan meneriaki ‘mau-kemana-dia’.

-oo-

Hanyeon menghentikan Audi A4 hitam miliknya di sebuah sekolah taman taman kanak-kanak,melirik sekilas jam kecil yang berada di atas dasbor mobil”Syukurlah” gumamnya pelan seraya keluar mobil.

Hanyeon baru akan membuka pintu mobil saat manik matanya menangkap sosok Yeong Shik tengah berjalan keluar sekolah dengan seorang anak gadis dengan dress hijau lumut.Di belakang mereka tampak menyusul seorang yeoja dengan blouse putih dan cardigan berwarna senada terlihat tengah menggenggam tangan seorang anak gadis yang sangat mirip dengan anak yang di samping Yeong Shik (oh!tentu saja mereka mirip,mereka kan kembar).

Dengan satu gerakan cepat Hanyeon membuka pintu mobil “Hyonie-ya”teriaknya seraya berjalan mendekat kearah mereka.

Yeoja bernama Hyonie itu menoleh ke arah suara dan melambaikan tangan kea rah Hanyeon,terlihat menarik lengan Yeong Shik di tangan kirinya.

“Urimaniya Hyonie-ya” ucap Hanyeon setelah berada tepat di hadapan Hyonie dan memeluk erat sahabatnya itu.

“Eommaaaa…”pekik Yeong Shik langsung menghambur ke pelukan Hanyeon.

Hanyeon berjongkok,memposisikan agar tinggi badan mereka sejajar,mengecup pelan ke dua pipi tembem Yeong Shik “Bagaimana sekolahmu hari ini?”

“Seru…”ucap Yeong Shik girang “Kami membuat beberapa bentuk binatang dengan kertas,Yun songsaeng menyebutnya dengan…o…o…ri…”lanjut Yeong Shik tiba-tiba lupa.

“Origami Yeong Shik-ah” sambar Eunmi cepat,membuat Yeong Shik mengangguk seraya menyeringai.

“Ne,majayo.Origami” ucap Yeong Shik riang “Bwa,Yeong shik membuat kupu-kupu untuk eomma”tunjuk Yeong Shik bangga,memperlihatkan kertas lipat berwarna kuning terang di hadapan ibunya.

Hanyeon tersenyum”Woah…ini bagus sekali honey,apa ini bisa untuk eomma,eoh?”tanya Hanyeon dan langsung mendapat anggukan dari putranya.

Setelah bercengkrama dengan Yeong Shik,Hanyeon berdiri dan tersenyum pada sosok yang sejak tadi—sibuk dengan ke dua putri kembarnya.

“Bagaimana kalau kita makan patbingsu dulu di tempat langganan kita?”tanya Hanyeon pada Hyonie,membuat yeoja bernama Hyonie itu tampak berpikir sekilas sebelum akhirnya mengangguk setuju.

“Tentu saja,musim panas memang paling enak makan patbingsu”ucap Hyonie seraya tersenyum.

Hanyeon hanya bisa tertawa melihat sahabatnya ini,dia tampak tidak berubah sama sekali selalu ceria,tidak pernah tertekan dengan pekerjaan rumahnya(sedikit membuat iri,terkadang)tapi Hanyeon senang karena Hyonie akan selalu ada untuknyadi saat duka maupun duka.

“Siapa yang mau makan patbingsu hari ini?”teriak Hyonie pada tiga anak yang kini bersorak gembira seraya menyebutkan mau patbingsu rasa apa saja mereka nanti.

Hanyeon hanya tertawa melihat tingkah tiga anak lucu yang kini melompat-lompat senang.

“Let’s go adeul-ah” ucap Hanyeon seraya menarik lengan Yeong Shik berjalan memasuki mobilnya.Sedangkan Hyonie memasuki Samsung S5 hitam—milik Yesung.

-oo-

Hanyeon,Yeong Shik,Hyonie dan ke dua putrid kembarnya tiba di sebuah kedai patbingsudi kawasan Dongdaemun.Mereka berempat tampak asik memesan patbingsu dengan berbagai macam rasa.

“Hhaaahh~~~”Hanyeon menghela nafas panjang,membuat Hyonie yang  berada tepat di sampingnya menoleh.

“Waeyo?”tanya Hyonie seraya membenarkan letak mangkuk patbingsu milik Eunmi”Apa ada masalah lagi di kantor” lanjutnya.

Hanyeon menoleh pada Hyonie sekilas,kembali menghela nafas berat dan mengangguk lemah “Ne” jawabnya singkat.

“Sekarang masalah apa lagi?bos?teman satu kantor?tanya Hyonie.Ibu muda itu tampak memasukkan potongan buah strawberry ke dalam mulutnya.

Kembali–mengangguk lemah,terlihat bingung harus mengatakannya darimana?alisnya berkerut samar,menoleh menatap sahabatnya yang tengah sibuk dengan ke dua anak kembarnya,terlihat ragu sejenak dan kembali menghela nafas berat.

“akuakanpergikejejubesokdanakubingungharusmenitipkanyeongshikpadasiapa”ucap Hanyeon cepat dalam satu tarikan nafas.membuat Hyonie membulatkan matanya kaget.

“Yaa!!kenapa kau bicara cepat sekali?aku bahkan tidak menangkap satupun kalimat yang kau ucapkan”ucap Hyonie memutar kedua matanya jengah.

“Apa sebenarnya yang  ingin kau sampaikan padaku,huh?”

“Hyonie-ya…aku…aku akan pergi ke Jeju besok pagi”

“Heh?Jeju?besok pagi?lalu?”

Mendengar pertanyaan Hyonie itu membuat Hanyeon memutar ke dua bola matanya “Oh…ayolah Hyonie-ya,kali ini aku akan ke Jeju!!”

Hyonie menaikkan alis bingung menatap Hanyeon “Lalu?ada yang salah?bukankah Jeju dekat dengan Seoul? –jangan lakukan itu Kim Eunmi” ucapnya seraya melirik Eunmi yang mengaduk-aduk patbingsunya dengan gemas.

“Tentu saja salah,aku harus pergi pagi-pagi sekali besok” erang Hanyeon frustasi seraya melemparkan tangannya di udara.

Hyonie–yeoja yang duduk di samping Hanyeon itu hanya mengerjapkan matanya,menatapnya dengan tatapan’bukankah-itu-sudah-sering-terjadi-lalu-apa-masalahnya-sekarang?’.

Jengah,Hanyeon hanya bisa memutar bola matanya malas,rasanya ingin sekali ia menangis,melihat sahabatnya ini sangat tidak peka akan masalah yang di hadapinya saat ini “Yeong Shik” ucap Hanyeon,menunjuk putranya yang duduk tepat di sebelah kananya.

“Yeong Shik?memang kenapa dengan Yeong Shik?” tanya Hyonie seraya mengikuti arah tangan Hanyeon,tersenyum melihat Yeong Shik yang tersenyum padanya.

“Aku akan pergi besok pagi.Aku sebenarnya kesal dengan orang kantor yang seenak perut mereka membuat jadwalkeberangkatanku.Selama ini aku memang tidak pernah mempermasalahkan mau pergi kemanapun.Tapi— “ Hanyeon menghentikan ucapannya yang sejak tadi terus keluar dari mulutnya,menatap sedih putranya yang saat ini juga tengah menatapnya dengan wajahnya yang imut.

“Aku bingung,kalau aku pergi nanti,tinggal dengan siapa putraku yang tampan ini,dank au tahu kan Kibum sedang pergi ke cina saat ini,dan pria itu— “ Hanyeon mendengus kesal “Tidak mengangkat telponku sejak tadi pagi”

“Titipkan saja Yeong Shik pada ayah dan ibu mu,gampangkan?” ucap Hyonie santai.

“Yaa!!”Teriak Hanyeon,terlihat semakin frustasi “Kalau ayah dan ibu ku ada di Korea,aku tidak akan sekhawatir ini”

“Ayah dan Ibu mertua mu?” tanya Hyonie lagi.

“Bukankah kau tahu mereka tidak tinggal di Seoul,dan kalaupun aku mengantar Yeong Shik kesana,aku tidak punya waktu yang cukup” Jawab Hanyeon.

“Titipkan saja Yeong Shik padaku” ucap Hyonie enteng seraya menyuapi Eunji patbingsu.

Mendengar ucapan Hyonie,Hanyeon mengerjap sekali,dua kali dan tiba-tiba seperti ada sebuah lampu menyala di atas kepalanya,yeoja itu langsung menyeringai dan memutar kepala menatap Hyonie.

“Ahh…benar juga,kenapa aku tidak memikirkan nya?” ucap Hanyeon.

“Memikirkan apa?” tanya Hyonie menaikkan alisnya bingung.

“Tentu saja menitipkan Yeong Shik padamu” ucap Hanyeon setengah memekik girang,sehingga membuatnya di tatap oleh beberapa orang yang berada di kedai itu,namun Hanyeon seperti tidak perduli pada orang-orang yang menatpnya aneh.

Hyonie memutar bola matanya seraya menggeleng pelan dan mendecakkan lidah”Jadi kapan kau akan mengantar Yeong shik ke rumah?”

“Eumm…ku rasa besok pagi sebelum aku berangkat”

Hyonie mengangguk seraya menggumamkan kata “Baiklah”

“Tapi…” tiba-tiba Hanyeon menatap sahabatnya itu ragu “Apa kau yakin aku bisa menitipkan Yeong Shik padamu?kalau kau memang tidak bisa aku tidak ingin merepotkanmu” ucapnya sedikit menundukkan kepala.

“Yaa!! Kalau aku tidak sanggup,untuk apa aku menawarkan diri menerima Yeong shik tadi,huh?ck!!dwaseo,aku dengan senang hati melakukannya,dan sepertinya bagus juga karena Eunmi dan Eunji punya teman bermain di rumah” Hyonie tersenyum dan menepuk pundak Hanyeon,meyakinkan sahabatnya itu kalau ia dengan senang hati menerima Yeong Shik di rumahnya.

Hanyeon tersenyum mendengar sahabatnya itu bicara.Ia bersyukur masih mempunyai sahabat seperti Hyonie dalam hidupnya.Berterima kasih karena Hyonie mau menjaga Yeong Shik untuk—2 hari ke depan.

-oo-

“Eomma” panggil Yeong Shik pada sang ibu yang saat ini sibuk mengaduk coklat hangat di untuknya di dapur.Yeong Shik terlihat duduk di salah satu kursi meja makan.

“Ne honey,waeyo?”ucap Hanyeon tanpa membalik tubuh.

“Apa benar eomma akan berangkat besok?tanya Yeong Shik yang sontak membuat Hanyeon menghentikan kegiatannya dan memutar tubuh.

Hanyeon tampak berdehem sekilas,berjalan mendekati Yeong Shik dan membawa segelas coklat hangat untuk putranya itu.Hanyeon hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan tersenyum lembut.

Yeong Shik menatap ibunya lama sebelum akhirnya menunduk,sama sekali tidak menyentuh coklat hangat yang di letakkan ibu nya di atas meja(tidak seperti biasanya memang)membuat ibunya memeluknya erat.

“Maafkan eomma,sebenarnya eomma juga tidak mau pergi,tapi–Yeong Shik tahu sendiri kan eomma harus bekerja”ucap Hanyeon lembut seraya mengusap kepala Yeong Shik mencoba memberikan putranya sebuah pengertian.

Yeong Shik mendongak menatap sang ibu,sepasang maniknya yang berwarna hitam pekat itu menatap ibunya tanpa berkedip,sebelum akhirnya ia mengangguk dan tersenyum manis

Senyum yang menurut Hanyeon sangat manis dan–astaga senyum Yeong Shik benar-benar mirip sang ayah.Jika besar nanti Hanyeon yakin Yeong Shik akan membuat wanita mana saja akan jatuh pingsan setiap kali melihat senyumnya(berlebihan memang) tapi itulah yang di pikirkan Hanyeon.

“Kapan eomma berangkat?” tanya Yeong Shik sehingga membuat Hanyeon kembali sadar dari lamunannya sendiri.

“Besok honey,dan— “Hanyeon menghentikan ucapannya,menatap ragu putranya sekilas(Oh astaga,ia bahkan belum meminta persetujuan Yeong Shik saat memutuskan menitipkannya pada Hyonie)menatap khawatir Yeong Shik yang masih menunggu kelanjutan kalimatnya “—Yeong Shik akan tinggal di rumah di rumah Eunmi untuk 2 hari ke depan”lanjut Hanyeon seraya menahan nafas,takut Yeong shik menolak idenya dan ia—tidak punya plan B yang otomatis akan membuatnya gusar sepanjang malam nanti.

(di luar dugaan memang)saat Yeong Shik mengangguk setuju seraya menyeringai.Membuat Hanyeon menghembuskan nafasnya lega “Gwenchana?”tanya Hanyeon lagi,membuat sang anak menatapnya dengan alis berkerut dan kembali menganggukkan kepala.

Hanyeon tersenyum dan kembali memeluk Yeong Shik lebih erat”Tentu saja Yeong Shik tidak keberatan,bukankah Yeong Shik menyukai Eunmi” pikir Hanyeon,menepuk pelan punggung Yeong Shik dalam pelukannya.

“Baiklah,sekarang minum coklatnya dan kita tidur”ucap Hanyeon seraya melepaskan pelukannya,memberikan gelas coklat yang kini mulai dingin itu ke tangan Yeong Shik.

-oo-

Pukul 6 lebih 30 menit,Hanyeon mengetuk sebuah rumah dengan cat berwarna hijau.Setelah mengetuk sebanyak 3 kali,pintu rumah dengan bahan kayu itu terbuka,menampilkan sosok pria berumur sekitar 30 tahunan dengan t-shirt polos berwarna  hitam dan celana training berwarna senada.Alisnya tampak berkerut samar melihat keberadaan Hanyeon yang sudah ke rumahnya pagi-pagi sekali,alisnya semakin berkerut lagi saat melihat Yeong Shik berada tepat di samping Hanyeon,terlihat menggenggam erat tangan ibunya.

“Hanyeon-ssi?ada apa?”Tanya pria yang tidak lain adalah Yesung suami dari Hyonie.

Hanyeon hanya menyeringai “Joheun achim oppa,ada Hyonie di dalam?” tanyanya sedikit kikuk.

Pria bernama Yesung itu mengangguk dan mempersilahkan Hanyeon masuk dengan menggeser sedikit posisi tubuhnya ke samping pintu memberikan ruang agar Hanyeon dan Yeong Shik bisa masuk ke dalam rumah.Yesung baru akan membuka suara memanggil istrinya namun mengurungkannya saat melihat istrinta sudah berada di ruang tamu,tersenyum menatap Hanyeon.

“Yeong Shik-ah,annyeong” sapa Hyonie pada anak laki-laki yang masih menggenggam erat lengan Hanyeon.

“Ige” ucap Hanyeon seraya menyerahkan sebuah tas berukuran sedang pada Hyonie “Aku titip Yeong shik untuk 2 hari ke depan,aku akan terus berusaha menghubungi Kibum nanti dan menanyakan kapan dia kembali ke Seoul”

Hnyonie hanya mengangguk mengerti seraya menerima tas yang di serahkan Hanyeon dan meraih tangan Yeong Shik.

Hyonie membungkukkan badanya menatap Yeong shik “Yeong shik-ah,tinggal bersama ahjumma dulu,eoh” ucap Hyonie dan tersenyum saat melihat Yeong Shik menganggukan kepalanya.

“Yeong Shik tinggal di sini?” tanya sebuah suara yang tidak lain adalah Yesung yang sejak tadi hanya diam memperhatikan istri dan sehabatnya itu “Apakah tidak apa-apa?”

Hanyeon hanya tersenyum lemah “Terpaksa oppa,Yeong Shik tidak ada yang menjaga,aku tidak mungkin menitipkannya pada tetangga kan”

Yesung hanya mengangguk mengerti.

Hanyeon telihat menghela nafas panjang,berjongkok di hadapan Yeong Shik dan memeluknya erat.

“Yeong Shik-ah,jangan nakal,ingat turuti semua kata ahjumma,eoh.Eomma akan menjemputmu hari minggu” ucap Hanyeon lembut,mengelus pelan punggung Yeong Shik sebelum akhirnya melepas pelukannya.

Yeong shik,anak laki-laki berumur 6 tahun itu mengangguk.Rambut hitam legamnya ikut bergerak saat ia menganggukkan kepala.

“Baiklah” ucap Hanyeon seraya berdiri,melirik sekilas jam di pergelangan tangan “Omo!!aku hampir terlambat ke bandara” lanjutnya sedikit panik.

“Hyonie-ya,aku tititp Yeong shik,eoh” ucap Hanyeon seraya memeluk Hyonie,tersenyum sekilas pada Yesung yang berada di belakang Hyonie “Sekali lagi maaf karena sudah membuatmu repot” lanjutnya.

“Aigo~gwenchana-yo” ucap Hyonie tersenyum seraya menepuk pundak Hanyeon,meyakinnya.

Hanyeon mengangguk,dan meskipun berat akhirnya Hanyeon membalik tubuh dan berjalan kearah pintu.Ibu muda yang hari itu mengenakan dress cream selutut dengan blazer hitam itu kembali menghentikan langkahnya dan berpaling lagi pada tiga orang yang mengikuti langkahnya di belakang.

“Aku pergi” ucap Hanyeo sedikit sedih,mengecup pelan pucuk kepala Yeong Shik sebelum membuka pintu dan berjalan memasuki Audi hitam miliknya meninggalkan pekarangan rumah pasangan Hyonie-Yesung.

-oo-

Perjalana dari Seoul ke Jeju tidaklah memakan waktu.Perjalana yang dilewati hanya 15 menit melalui udara itu harusnya bukan perjalanan yang melelahkan,hanya saja entah kenapa Hanyeon merasa sangat lelah saat ia menginjakkan kaki di hotel dan sekarang tengah berbaring di tempat tidur.

“Hanyeon-ssi”sapa sebuah suara yang tidak lain adalah Yura—teman satu kantor Hanyeon.

“Ne” jawab Hanyeon singkat,terlihat masih memejamkan matanya.

“Apa kau mau ikut?aku mau makan siang”

Hanyeon menghela nafas dan menoleh sekilas sebelum akhirnya menggeleng pelan”Aku hanya ingin istirahat sebentar,kau makanlah lebih dulu”ucap Hanyeon kembali memejamkan matanya,kali ini ia menutupnya dengan lengan.

“Baik,isrirahatlah”ucap Yura sebelum pergi dan hanya dibalas gumaman pelan oleh Hanyeon.

-oo-

Hanyeon tersentak kaget mendengar dering ponselnya yang memekakkan telinga.Terbangun dan langsung terduduk—edikit pusing di bagian kepala—menggerutu pelan,ibu muda itu menoleh ke arah meja nakas yangberada tepat di samping kanan tempat tidur.Dengan kesadaran yang belum benar-benar pulih,ibu muda itu menekan tombol hijau di ponsel dan menaruhnya di telinga kanan—kembali merebahkan tubuh rampingnya di atas tempat tidur.

“Yoboseyo”sapanya dengan suara serak.

“Yeobo,neo eodie-ya?”tanya sebuah suara laki-laki diujung sana.

Hanyeon yang masih memejamkan matanya tampak menautkan alis bingung.

“Ige nugu-ya?” tanyanya masih dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.

“Yeong Shik eomma,jigeum eodie-ya?”

Hanyeon mengerjap sekali,dua kali sebelum akhirnya sadar.Yeoja itu menjauhkan ponsel  dari telinga melihat nama yang tertera pada layar ponsel.Matanya membulat sempurna saat melihat ada nama suaminya di sana.

“Uh,aku–Jeju?”ucap Hanyeon kurang yakin,entahlah ia merasa dejavu–apapun namanya yang pasti otaknya sedang tidak bisa berfikir sekarang.

“Mworago?” ucap seseorang yang tidak lain adalah Kibum itu terdengar kaget “Apa kau pergi dengan Yeong Shik?atau— “

Hanyeon menghiraukan pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya di ujung telepon sana,berjalan mendekati balkon kamar dengan perlahan—menepuk kepalanya keras saat menyadari bahwa ia benar-benar berada di Jeju sekarang(sepertinya ia benar-benar tertidur tadi)melihat ke sekeliling kamar dan tidak mendapati Yura di situ.

“Yeobo,apa kau masih di sana?hei…kenapa hanya diam?” Suara Kibum masih terdengar,membuat Hanyeon mendesis kesal seraya memijit keningnya yang terasa berdenyut-denyut.

Setelah menarik nafas dan menghembuskannya pelan,Hanyeon kembali bicara pada suaminya “Aku ada di Jeju sekarang”

“Apa kau bersama Yeong shik?”

Hanyeon menggeleng “Tidak,aku pergi sendiri”

“Mworago?lalu Yeong Shik?” tanya Kibum kaget terdengar khawatir.

Kembali ibu muda itu menghela nafas,mendelik pada ponsel yang menemprl di telinga kirinya.Ia baru saja akan membuka suara namun mengurungkannya saat ia kembali mendengar suara suaminya.

“Sekarang Yeong Shik dimana?apa ia dia baik-baik saja kau tinggal sendirian?oh…astaga Hanyeon-ah apa yang kau lakukan di Jeju sedangkan anakmu sendirian di Seoul,dan— “

“Aku menitipkannya pada Hyonie” potong Hanyeon cepat sebelum suaminya it uterus memborbardirnya dengan banyak pertanyaan yang apsti akan membuatnya sekit kepala.

Hanya terdengar ‘O’ panjang di ujung sana dan sebuah helaan nafas lega.

“Setidaknya kau menitipkannya pada orang yang tepat” ucap Kibum yang Hanyeon yakin suaminya itu tersenyum lega di ujung sana. “Tapia pa Hyonie baik-baik saja dengan Yeong Shik?” lanjut Kibum.

Meski suaminya tidak melihatnya saat ini,Hanyeon menganggukkan kepala “Hm…Gwenchana,Hyonie tidak keberatan mengurus putra kita untuk dua hari ke depan.Kau tahu?bukankah Yeong Shik kita anak yang sangat penurut dan tidak pernah menentang apa perkataan orang tuanya” ucap Hanyeon terkekeh pelan.

Terdengar suara helaan nafas lega dari ujung sana “Ku rasa Yeong Shik mempunyai sifat yang baik sepertimu”

“Kau pikir aku orang yang baik,huh?”

Kali ini giliran Kibum yang terkekeh mendengar ucapan Hanyeon “Geroum,kalau kau bukan orang yang baik aku tidak akan jatuh cinta padamu dan menikahimu”

“Ck!apa kau sedang menggombali ku saat ini” ucap Hanyeon seraya tersenyum.

“Jadi…kapan kau akan kembali ke Seoul?”

“Uh?mungkin minggu sore aku sudah ada di Seoul”

“Aku juga akan kembali pada hari minggu ini”

“Oh…” jawab Hanyeon singkat “Kalau kau tiba lebih dulu jemput Yeog Shik” lanjutnya.

“Hm…arraseo–aku merindukanmu” ucap Kibum singkat yang sukses membuat Hanyeon kembali tersipu seraya menutup mulutnya dengan punggung tangan saat mendengarnya.

“Nado” jawabnya seraya duduk seraya melihat sekeliling kamarnya yang terasa sepi.

Setelah hampir tiga puluh menit bicara dengan suaminya di telpon,Hanyeon memutuskan keluar kamar saat merasakan perutnya mulai berbunyi minta di isi.Hanyeon meraih cardigan biru yang berada di tepi tempat tidur dan keluar kamar.Merasa lega karena tadi suaminya berjanji akan menelpon Yeong shik malam ini.

-oo-

“Eunmi-ya,panggil Yeong Shik untuk sarapan sayang” pinta Hyonie pada salah satu putrid kembarnya yang baru saja keluar kamar mandi.

Gadis manis dengan piyama pink itu mengangguk dan segera beralri ke salah satu kamar tamu yang berada tepat di sebelah ruang keluarga.

Tidak butuh waktu lama saat Eunmi masuk kamar tersebut kini Eunmi sudah berjalan keluar kamar dengan Yeong Shik yang tampak membuntuti di belakang.

Yeong Shik membungkuk dan mengucapkan selamat pagi pada Hyonie dan Eunji sebelum akhirnya dia naik ke atas salah satu kursi yang berada tepat di samping Eunmi.

Hyonie tampak menuangkan nasi goring kimchi di piring kosong Yeong shik dan juga untuk ke dua putrinya.

Yeoja yang pagi itu mengenakan piyama berwarna putih dengan motidfpolkadot itu membiarkan ke tiga anak-anak lucu itu untuk sarapan sendiri dan masuk ke dalam kamar.

25 menit kemudian Hyonie  keluar kamar,melihat Yeong shik sama sekali tidak menyentuh makanannya.

Hyonie menunduk menatap Yeong shik “Waeyo?apa masakannya tidak enak?” tanya Hyonie yang hanya menunduk.Anak itu menggelengkan kepalanya keras “Aniyo” jawabnya pelan dengan kepala yang masih menunduk.

Hyonie menaikkan alis bingung melihat Yeong shik yang sama sekali tidak mau menatapnya.

“Yeong Shik merindukan ibu nya” ucap Eunmi menatap sedih Yeong Shik yang hanya menunduk diam sejak tadi.

“Eomma,apa bisa eomma menghubungi ahjumma?”

“Tentu saja” jawab Hyonie cepat,membuat Yeong Shik yang sejak tadi tertunduk lesu langsung mengangkat kepala.Matanya terlihat berbinar penuh harap.

Hyonie hanya mengusak gemas rambut hitam Yeong Shik”Chankaman”ucapnya seraya berjalan kembali ke kamar.Namun baru dua langkah,yeoja itu menghentikanny saat melihat suaminya—Yesung memanggil Yeong Shik yang menoleh saat mendengar namanya di sebut.

Hyonie hanya menatap heran suaminya yang berjalan begitu saja melewatinya,memberikan Yeong shik ponsel yang masih menyala di tangannya.

Yeong shik?tentu saja hanya menatap heran benda hitam persegi yang di sodorkan padanya—heran—tidak mengerti kenapa ayah dari temannya itu memberikannya ponsel.Wajahnya seolah berkata’apa’

“Ayahmu” ucap Yesung menjelaskan semua tanya yang mungkin sempat melintas di kepala Yeong Shik saat ia dengan begitu saja memberikan ponselnya pada anak sahabat istrinya itu.

Mendengar kata’Ayah’ Yeong Shik langsung tersenyum lebar,mengambil ponsel ayah Eunmi itu dan berterima kasih sebelum dia pergi menjauh dari ruang makan.

Yesung mengambil piring Eunji yang sudah bersih dari nasi gorengnya,menaruhnya di tempat cuci piring.

“Menurutmu apa yang di bicarakan Kibum pada putranya?” tanya Yesung pada Hyonie yang tengah  sibuk menyuapi Eunmi dengan sarapannya.

Istrinya itu mendongak dan mengangkat bahu “Entahlah?” jawabnya singkat.

“Ku rasa— “ Yesung menghentikan ucapannya tiba-tiba saat melihat Yeong Shik berjalan masuk ke ruang makan dengan senyum lebar di wajahnya.

“Kamshamnida” ucap Yeong Shik seraya menyerahkan ponsel Yesung,kembali ke tempat duduknya “Selamat makan” lanjutnya seraya memasukkan satu sendok nasi goreng kimchi ke mulutnya yang mungil.

“Aigo~~kenapa kau sangat sopan” ucap Hyonie gemas mencubit pipi tembem Yeong Shik.

“Bukankah dia sangat mirip Hanyeon?lihatlah dia memiliki mata Hanyeon yang hitam dan juga sikap sopannya,dia juga sangat pendiam.

Yeong Shik,anak manis pasangan Hanyeon-Kibum itu hanya nyengir lebar saat Hyonie melepaskan tangannya pada ke dua pipi tembemnya.

“Yeobo-ya,bagaimana kalau kita ke Lotte World hari ini? Bukankah ini hari minggu?” Ucap Hyonie pada Yesung yang baru saja selesai mencuci piring Eunji dan Eunmi.

Namja bersurai hitam itu menoleh,tampak berpikir sekilas dan akhirnya mengangguk “Tentu saja,lagipula aku tidak ada jadwal hari ini”

Mendengar Lotte Worl ke tiga anak yang ada di dapur itu langsung bersorak riang—Yeong Shik bahkan dengan semangat menyantap sarapannya.

-oo-

Hari sudah siang saat mereka tiba di Lotte World.Pasangan Hyonie-Yesung bersama dengan 3 anak memasuki arena bermain terbesar di Korea itu.

Setelah membayar mereka berlima masuk dan anak-anak yang ada disana mulai ribut hendak naik permainan apa saja.

Eunji dan Eunmi ribut hendak naik komedi putar sedangkan Yeong Shik—tidak mau kalah—ikut berdebat dengan dua anak kembar yang hari itu mengenakan t-shirt putih dengan gambar koala dan hot pant,di masing-masing kepala mereka tersemat bando dengan telinga kucing yang mencuat di ke dua sisi.

Kim Yeong Shik yang siang itu mengenakan celana jeans selutut berwarna hitam,t-shirt abau-abu dan jaket denim tampak tidak mau kalah dengan ke dua anak kembar itu.

Yesung dan Hyonie hanya menggelengkan kepala,mereka tiba-tiba jadi pusat perhatian seperti ini—bagaimana tidak jadi pusat perhatian—ketiga anak itu berdebat dengan suara yang amat keras—mengundang siapapun yang melintas di dekat mereka akan menatap mereka dengan tatapan aneh.

Yesung menghela nafas,jalan dengan si kembar saja sudah membuatnya pusing kadang-kadang,sekarang—ia baru tahu Yeong Shik bisa seribut ini jika sudah menyangkut Lotte World dan wahana yang ingin di mainkannya.

“Yedeul-ah” ucap Hyonie akhirnya,membuat ke tiga anak yang sedang berdebat itu langsung menoleh ke arahnya.

Hyonie menghela nafas singkat,menatap Yesung sekilas sebelum akhirnya mendekati ke tiga anak itu.

“Biar adil bagaimana kalau kita undi,eoh? Jadi siapa yang menang pertama maka mereka akan naik atau memasuki wahana yang di pilihnya,otte?”

Eunji,Eunmi dan Yeong Shik nampak diam sebelum akhirnya mengangguk serempak.

Melihat situasi sudah mulai baik,Yesung ikut mendekat “Kita akan undi dengan main bantu,gunting,kertas” ucapnya.

“Nah…sekarang,Eunmi,Eunji dan Yeong Shik siapkan tangan kalian”

Ke tiga anak itu mengikuti aba-aba Yesung dan menaruh masing-masing tangan mereka di balik punggung.

Yeong Shik menyeringai menatap dua orang anak kembar di hadapannya,menatap mereka dengan tatapan ‘aku-paling-ahli-main-ini-jadi-siap-siap-kalah-saja-kalian-berdua’

Dengan aba-aba dari Yesung ke tiga anak itu langsung mengeluarkan tangan mereka yang sejak tadi mereka sembunyikan di balik punggung.

Eunji mengerang,Eunmi menggaruk kepalanya kesal dan Yeong Shik; bersorak gembira.

Yeong Shik menang karena Eunji dan Eunmi sama-sama mengeluarkan kertas dan ia mengeluarkan gunting yang otomatis membuatnya menang telak.

Yeong Shik melompat-lompat gembira—sedangkan Eunji dan Eunmi mengerucutkan bibir mereka kesal.

Yesung bertepuk tangan dan menggiring ke tiga anak itu ke tempat permainan yang di inginkan Yeong Shik.

“Aku tidak suka masuk treasure island” gumam Eunmi pelan saat menunggu giliran masuk.

“Terima saja,lagipula siapa suruh mengeluarkan kertas” cibir Eunji yang sukses membuatnya mendapatkan tatapan mematikan dari sang adik.

Yesung menengahi ke dua putri kembarnya itu “Sudahlah ayo naik” ucapnya seraya menggandeng ke dua lengan putrinya,berjalan mendekat ke arah Hyonie yang sudah duduk bersama Yeong Shik di depan sebuah kereta.

Karena kursinya cukup untuk 3 orang,Yesung memilih duduk bersama ke dua putrinya tepat di belakang Yeong Shik dan istrinya.

Cukup lama mereka berada di dalam wahana yang membawa mereka menyusuri berbagai petualangan dengan berbagai boneka replika dari tokoh-tokoh film terkenal : seperti dinosaurus dll.

Perjalanan itu di akhiri dengan mereka duduk pada sebuah pelampung bundar,menyusuri lorong-lorong dan keluar arena yang langsung menuju ke arah luar.

-oo-

Hanyeon mengerutkan alis saat mencoba menghubungi Hyonie tapi wanita itu sama sekali tidak mengangkat telponnya.

“Kemana mereka?” Gumamnya saat kembali menekan dial nomor Hyonie.

Menghela nafas,Hanyeon memutuskan untuk menghentikan menghubungi sahabatnya itu.Mungkin sahabatnya itu tengah sibuk saat ini.Ia maklum karena tidak mudah mengasuh dua anak kembar dan sekarang di tambah Yeong Shik.

Hanyeon tahu Yeong Shik tidak akan pernah membuat masalah,karena anaknya itu sangat sopan pada orang tua dan sedikit pendiam (catat hanya sedikit) setidaknya kalau bersamanya anaknya akan menjadi aktif.

“Hanyeon-ssi” panggil sebuah suara yang sukses membuat Hanyeon terkesiap dan sadar dari lamunannya.

Hanyeon menoleh dan mendapati Yura kini tengah tersenyum padanya.

“Masuklah,rapat akan segera di mulai” ucap Yura sebelum menghilang di balik pintu ruang rapat.

Hanyeon kembali menghela nafas dan berpaling,menaruh ponsel ke dalam saku blazernya dan melangkah memasuki ruang rapat.Ia hanya ingin mendengar suara Yeong Shik dan memberitahukan pada putranya itu kalau ia akan pulang besok pagi.

Hanyeon begitu merindukan putranya.

-oo-

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.Yesung-Hyonie beserta ke tiga orang anak itu nampak memasuki sebuah restoran keluarga yang berada tidak jauh dari Lotte World.

Restoran berlantai dua dengan nuansa dominan putih itu tampak nyaman dan hangat.

Mereka berlima memutuskan untuk duduk di lantai 2,duduk di salah satu meja yang berada di dekat jendela kaca.

Hyonie dan Yesung memutuskan memesan Jjangmyeon.Mie dengan saus kacang kedelai hitam dan beberapa potong Kimbab dan juga puding sebagai menu penutup.

Seraya menunggu,Yesung sibuk ber selca ria bersama ke dua kembarnya,membuat Hyonie hanya bisa menggeleng pelan.

Hyonie mengerjap saat sadar Yeong Shik tidak duduk disana bersama mereka.Hyonie menoleh—tersenyum—Yeong Shik duduk di jendela seraya menatap keluar.

Yeong Shik tampak tenggelam dengan dunianya—dengan menatap pantulan wajahnya di kaca dengan mengulurkan tangan kirinya menyentuh kaca.

Hyonie mengerjap—kagum—

—Yeong Shik sangat tampan dengan gaya seperti itu di tambah cahaya jingga matahari senja yang memantul melalui dinding kaca.

Tanpa berpikir panjang Hyonie segera mengambil ponsel dari dalam tas tangannya,dengan sekali bunyik klik pendek ia sudah mendapatkan foto Yeong Shik.

“Uh…apa yang kau foto?” Tanya Yesung yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Hyonie.

Hyonie menyeringai,memperlihatkan hasil jepretannya pada sang suami “Lihatlah Yeong Shik sangat tampan kan?”

Yesung mengambil ponsel istrinya,menatap layar yang menampilkan foto Yeong Shik disana—mengangkat kepala melihat dimana Yeong Shik berada; setidaknya tadi sebelum foto itu di ambil.

Kaget saat mendapati Yeong Shik sudah beranjak dan saat ini sudah bergabung bersama Eunji dan Eunmi di meja.

“Kau punya panggilan tidak terjawab” ucap Yesung saat menyadari ada tanda missed call di log panggilan ponsel Hyonie.

“Siapa?” Tanya Hyonie tanpa menoleh—sibuk memberikan jjanmyeong pada 3 anak di hadapannya karena pesanan mereka sudah datang.

“Hanyeon” ucap Yesung.

“Huh? Hanyeon?” Tanya Hyonie bingung,namun detik berikutnya matanya melebar kaget,merebut begitu saja ponsel dari tangan Yesung “Astaga,dia pasti menelpon saat kita masih berada di Lotte World,oh Tuhan,dia pasti ingin bicara pada Yeong Shik” lanjut Hyonie panik,langsung mendial nomor Hanyeon.

Setelah 2 kali mencoba,akhirnya Hanyeon mengangkat panggilannya.

“Yeoboseyo,mianhe Hanyeon-ah,aku tidak mendengar ponselku berdering di dalam tas” ucap Hyonie langsung tanpa jeda.

Di ujung sana Hanyeon hanya terkekeh pelan “Gwenchana”

“Bagaimana Yeong Shik? Apa dia baik-baik saja?dia tidak membuat masalah kan?”

Hyonie melirik Yeong Shik yang tengah asik memakan mie hitamnya.

“Eoh,Yeong Shik baik-baik saja,dia sedang makan sekarang,apa kau mau bicara padanya?”

“Anio,gwenchana.Biarkan dia makan”

Hyonie dapat merasakan kalau Hanyeon tengah tersenyum disana meskipun ia tidak melihatnya—hanya tahu begitu saja—insting seorang ibu,mungkin?.

“Ah…aku hanya ingin memberitahukan,aku akan pulang besok pagi dengan penerbangan pertama.Jadi…kau harus bersiap-siap karena aku mungkin akan datang jam 5 pagi”

Hyonie terkekeh pelan “Arraseo”

“Ah…sekali lagi maaf,kami sedang berada di Lotte World tadi” lanjut Hyonie.

“Hmm…Gwenchana—”

“—katakan pada Yeong Shik kalau aku merindukannya”

Hyonie mengangguk dan memutus sambungan telpon,tersenyumm saat kembali melihat foto Yeong Shik yang baru saja di ambilnya.Sebuah senyum terukir di sudut bibirnya.

Dengan satu gerakan cepat ia mengirim foto itu pada Hanyeon,sebelum akhirnya memasukkan benda persegi berwarna hitam ke dalam tas tangannya.

“Eomma—”

Hyonie mengerjap dan menoleh—sedikit kaget saat mendapati Eunji menyodorkan kimbab ke arah mulutnya.Hyonie hanya tersenyum,membuka mulutnya membiarkan sulungnya menyuapinya kimbab.

-oo-

Hanyeon tersenyum,dengan tangan yang ia lipat di depan dada dan ponsel yang masih berada di genggaman tangan,menatap senja yang mulai turun melalui balkon kamar hotel.

Bibirnya tertarik ke atas,bahagia saat mengetahui putranya baik-baik saja.Ia baru saja menerima telpon dari sahabatnya dan bersyukur memiliki Hyonie yang selalu ada untuknya.Setidaknya Yeong Shik berada di tangan yang tepat,pikirnya.

Hanyeon masih menatap cakrawala yang mulai gelap dengan semilir angin yang menerpa wajah mulusnya,saat ia merasa ponselnya bergetar dalam genggamannya.

Hanyeon melihat ponsel dan mengernyit saat mendapati sebuah pesan dari Hyonie.Dengan sati kali ketuk,Hanyeon dapat melihat pesan yang masuk—ternyata sebuah foto.

Hanyeon terkesiap—kaget—mata bulatnya membelalak sempurna saat sadar bahwa itu foto Yeong Shik yang tengah duduk di suduh jendela kaca.Sepertinya Yeong Shik melamun dengan mengangkat salah satu tangannya—menyentuh bayangannya di kaca.

Hanyeon rasanya hendak menangis namun juga tertawa di saat bersamaan saat membaca kata-kata yang berada di bawah foto itu.

‘Yeong Shik sangat tampan <3’

To Hyonie : 

Setidaknya kau harus siap-siap bersaing dengan Eunmi ㅋㅋㅋㅋㅋ

Setelah mengirim pesan Hanyeon mengusap foto Yeong Shik di ponselnya “neomu bogoshippo Yeong Shik-ah” ucapnya pelan.

-oo-

Pagi itu,tepatnya senin pagi.Matahari masih belum menampakkan sinarnya saat sebuah taksi berhenti tepat di depan sebuah rumah berpagar.

Seorang wanita dengan coat coklat turun dari taksi itu.Wanita yang tidak lain adalah Hanyeon itu menarik coatnya semakin erat,karena udara pagi di akhir musim gugur terasa sangat menusuk; mungkin karena sebentar lagi masuk dingin.

Hanyeon menenteng tas tangannya dan segera berjalan ke arah rumah,namun baru 2 langkah,ia menghentikannya saat manik hitamnnya melihat sosok yang sangat familiar yang baru saja keluar dari mobil sport putih susu itu juga berjalan ke arah yang sama.

Hanyeon menyipitkan ke dua mata bulatnya —kaget saat mengenal sosok pria yang berjalan sambil menunduk dengan ke dua tangan yang masuk ke dalam jaket baseball biru itu.

“Yeobo-ya” sapanya pada pria yang langsung mendongak mendengarnya.

Pria yang tidak lain adalah Kim Kibum; suami Hanyeon itu membelalak kaget “Astaga” ucapnya singkat,langsung berjalan cepat dan memeluk Hanyeon.

Hanyeon menyenderkan kepalanya di dada sang suami,mencoba meraup kehangatan tubuh suaminya.

“Kau…menjemput Yeong Shik?” Tanya Kibumm setelah ia melepaskan pelukannya.

Hanyeon mengangguk dan tersenyum.

“Apa kau baru saja tiba di Seoul,huh?”

Lagi-lagi Hanyeon mengangguk.

Kibu tersenyum hangat,mengambil tas tangan Hanyeon dan menuntunnya berjalan memasuki pekarangan rumah yang di pastikan adalah rumah Yesung-Hyonie.

Pagar rumah itu memang terkunci,tapi Hanyeon tahu dimana Hyonie meletakkan kunci cadangannnya.Jangan di tanya darimana Hanyeon tahu,ia hanya tahu saja —sudah sejak lama malah karena ia sudah 10 tahun lebih keluar masuk rumah itu.Hanya menyeringai saat Kibum menatapnya dengan alis berkerut—bingung—

—Hanyeon hanya menggedikkan bahu acuh dan berjalan lebih dulu menuju pintu kayu berwarna coklat di hadapannya dan mengetuk.

-oo-

Hanyeon langsung masuk ke dalam kamar tamu di rumah Hyonie ; sudah tidak sabar bertemu putranya.

Menghiraukan Hyonie yang masih terlihat mengantuk.

Hyonie hanya mengangguk sekilas menjawab sapaan Kibum,kembali masuk ke dalam kamar.

Sebelum masuk wanita itu menggumamkan kata “Jangan pergi sebelum matahari benar-benar terbit” dan membiarkan Kibum mengikuti Hanyeon masuk ke dalam kamar tamu.

-oo-

Pagi itu agak sedikit gerimis,entahlah sepertinya gerimis baru saja turun saat pukul 6 pagi.

Hyonie sudah berada di dapur bersama Hanyeon yang duduk di kursi meja makan bersama Yeong Shik yang tengah tiduran di atas pahanya.

Mereka bertiga berencana akan segera pulang,namun Yesung meminta mereka agar sarapan dahulu sebelum pergi.

“Ahjumma” pekik Eunmi saat anak manis dengan piyama biru itu melihat Hanyeon berada di ruang makan rumahnya.

Hanyeon dengan senang hati menyambut Eunmi yang memeluk pinggulnya,mengusak lembut surai hitam milik anak manis itu.Melirik Eunji yang masih setengah sadar berjalan tepat di belakang Eunmi.

“Selamat pagi Eunji-ya” sapa Hanyeon.

“Uh…morning ahjumma” jawab Eunji asal dengan menggaruk pipinya dan menghempaskan pantatnya di kursi,menelungkupkan wajahnya di meja makan,berbeda sekali dengan Eunmi yang saat ini tengah asik mengganggu Yeong Shik yang bernasib sama dengan Eunji di ujung meja sana; setengah tertidur setengah bangun.

-oo-

Hanyeon membungkuk dan berterima kasih pada Hyonie dan Yesung.

“Gomawo Hyonie-ya” ucapnya seraya tersenyum.

Hyonie hanya mengangguk dan menepuk pundaknya “it’s okay” jawabnya singkat.

Setelah berpamitan,keluarga Kibum-Hanyeon akhirnya keluar rumah bernuansa biru itu,menuju mobil sport putih susu milik Kibum.

Yeong Shik langsung melompat ke arah kursi belakang.Menyeringai lebar menatap secara bergantian ayah dan ibunya secara bergantian.

“Eomma,appa.Aku sayang kalian” ucap Yeong Shik seraya memeluk leher ke dua orang tua nya itu.

Anak berumur 7 tahun itu tersenyum sepanjang perjalanan mereka kembali ke rumah.

“Apa yang kalian lakukan kemarin di Lotte World?” Tanya Hanyeon.

“Uh…kami main banyak permainan di sana,dan kami juga masuk rumah hantu”

“Mwo?rumah hantu?apa kau tidak takut?”

Yeong Shik menggeleng.

Kibum terkekeh.

“Apa ada yang lucu?” Tanya Hanyeon pada suaminya.

“Yeong Shik sangat mirip dengan kita,ia sama sekali tidak takut”

Hanyeon hanya mendecakkan lidah melihat suaminya tersenyum bangga.

“Lalu,apa ahjumma berani masuk?” Tanya Hanyeon lagi,diam-diam penasaran apa sahabatnya yang penakut akut itu berani masuk kesana.

Yeong Shik menggeleng cepat “Tidak,ahjumma dan Eunji tidak mau masuk,sayang sekali,padahal di dalam sana seru” ucap Yeong Shik memajukan bibirnya lucu.

“Lalu apa Eunmi juga takut?”

Yeong Shik cemberut kali ini dan kembali menggeleng “Dia sama sekali tidak takut,bahkan dia menertawakan setan-setan yang ada disana”

Hanyeon mengernyit melihat ekspresi Yeong Shik yang tiba-tiba berubah muram “Wae?”

“Kalau Eunmi takutkan aku bisa memegang lengannnya sepanjang jalan” ucap Yeong Shik pelan hampir tidak terdengar.

Kibum dan Hanyeon saling pandang dalam hitungan detik mereka berdua tertawa bersama “Oh…Tuhan” ucap Hanyeon kemudian seraya menggelengkan kepalanya pelan.

“Ah…yeobo-ya” panggil Hanyeon pada Kibum,membuat Kibum menoleh sekilas ke arahnya sebelum kembali fokus menyetir.

“Aku punya sesuatu” ucap Hanyeon seraya mengeluarkan ponsel dari dalam tas tangannya.

“Aku dapat bonus dari Hyonie kemarin “Lihat!tampan bukan?” Ucapnya memperlihatkan layar ponselnya pada Kibum.

Kibum menghentikan mobil tepat di bawah sebuah pohon di pinggir jalan.Melihat layar ponsel istrinya dan menoleh kebelakang—melihat Yeong Shik yang tengah menatap keluar jendela dari dalam mobil—gaya yang sama persis dengan yang di foto.

Kibum hanya tersenyum sekilas “Aku menyayangi kalian melebihi apapun di dunia ini”

Hanyeon terkekeh mendengar ucapan suaminya,mengecup pelan pipi suaminya “Arraseo” bisiknya pelan “Dan sekarang ayo kita lanjutkan perjalan kita” lanjutnya.

Kibum mengangguk dan tertawa,melirik Yeong Shik melalui spion—yang menatap ke dua orang tua nya heran.

**END**

Bonus fict Yeong shik yang di ambil Hyonie dan di kirim ke Hanyeon XD

299689_295758163776750_455940935_n

an : keknya kecepetan nih alurnya ‘-‘ buat yanti hope u like it 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s