No Other Series—Heechul

10522018_740469172668221_6624918005227821945_n

Leeteuk

“Tuliskan aku sebuah surat cinta yang romantis yang pernah kau buat”

.

.

.

Kim Heechul,namja berparas cantik—oh tampan lebih tepatnya itu mengerjap mendengar keinginan kekasihnya—Min Hyorin.

Gadis itu mendelik menatap Heechul yang hanya diam—sedikit melongo dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Kenapa kau tiba-tiba menginginkan sebuah surat cinta? Darimana kau mendapatkan ide—aneh itu,huh?”

Min Hyorin hanya memutar bola mata malas “Aku iri melihat sepupuku Lee Hyeri mendapatkan surat cinta dari kekasihnya” ucap Hyorin santai.

Heechul hanya mendesah frustasi,mengacak rambut pirangnya dengan ke dua tangan.

“Baiklah.Tapi setelah kau mendapatkan surat dariku,aku tidak yakin kau akan bisa lepas dariku untuk selamanya” ucap Heechul menantang.

Hyorin mengangguk “Oke,aku akan menunggu suratmu,dan jika suratmu tidak romantis,aku akan terus memintamu membuatkan surat untuk ku tiap hari”

“Oke deal” ucap Heechul mengulurkan tangan pada kekasihnya.

Sang kekasih tentu saja menerima uluran tangan itu dengan menyeringai lebar.Dalam hati dia ingin melihat apakah kekasihnya yang terkadang nyentrik ini bisa membuatkannya sebuah surat cinta?karena setahunya seorang Kim Heechul bukanlah orang yang romantis.

“Satu minggu lagi kita bertemu disini”

“Baiklah”

Dan setelah mengucapkan kalimat tersebut mereka berdua berpisah di depan pintu kafe.Saling memutar tubuh dengan arah yang berlawanan.

Min Hyorin tersenyum senang,melirik sekilas melalui bahu, sang kekasih yang tampak berjalan menjauh dengan ke dua tangan yang masukkan ke dalam saku celana.

Di sisi lain,Kim Heechul merutuk.Mengutuk dirinya yang dengan bodohnya menerima tantangan kekasihnya.Ia sadar kalau Hyorin sangat mengenalnya—luar dalam—membuatnya suka menantang Heechul melakukan sesuatu yang kadang—di luar nalar.Ia yakin kekasihnya itu pasti tengah tersenyum senang saat ini.

Dan—apa tadi? Hyorin memintanya memberinya surat setiap hari? Tuhan! Menyatakan cinta saja Heechul serasa mau mati—sekarang—jika ia kalah taruhan,ia harus membuat surat cinta!! Hell…memikirkannya saja sudah membuat perutnya tiba-tiba terasa sakit.

***

Kim Heechul,namja dengan tinggi 179 cm dan bersurai pirang itu melirik deretan kertas surat warna-warni di hadapannya,saat ini tengah berada di salah satu toko buku besar yang berada tidak jauh dari kampusnya.Tidak ada yang menarik di matanya karena semua terlihat—biasa.
Hanya kertas polos berwarna putih,pink,biru,cream.

Matanya berputar malas melihat jejeran kertas surat.Ia ingin sesuatu yang unik—well,meskipun ia tidak yakin dengan isi suratnya.Sampai sekarang pun ia belum memikirkan apa yang akan ia tulis nanti.

Heechul menaikkan alis tampak berpikir.Bukankah ini sudah 3 hari sejak ia bertaruh pada Hyorin.?

“Aku memang bodoh” rutuknya,entah untuk keberapa kali sejak hari ia memutuskan menerima tantangan dari kekasihnya.

Heechul masih berada di toko buku itu,berjalan dari sisi yang satu ke sisi yang lain,tapi ia sama sekali belum menemukan kertas yang di inginkannya.

Menghela nafas frustasi,Heechul memutuskan memakai kertas surat biasa.Tangannya baru saja terulur hendak mengambil kertas biru muda namun mengurungkannya saat seseorang menyebutkan namaya. Kepalanya berputar ke arah suara dan menemukan seorang namja bersurai hitam dengan kemeja kotak-kotak tanpa lengan.

Namja itu tersenyum padanya dan bertanya “Hyung,apa yang kau lakukan di sini?”

Heechul baru akan membuka mulut menjawab namun mengurungkannya karena namja itu melihat tangannya yang masih terulur—yang tadi hendak mengambil kertas.

“Oh…kau akan menulis surat?” Tanyanya antusias.

Heechul mengerjap,dan menarik lengannya pada tumpukan kertas surat yang hendak ia ambil tadi—tampak salah tingkah—menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal “Ah…iya—sepertinya” ucapnya hampir tidak terdengar.

“Lalu,apa yang kau lakukan di sini Jong Woon-ah?”

Namja bernama Jong Woon itu menyeringai lebar “Aku sedang membeli beberapa kertas warna juga balon”

Heechul mengernyit bingung “Balon?” Ucapnya seraya menatap Jong Woon yang terlihat asik memilih beberapa kertas berwarna.

“Eoh.Aku akan memberikan kekasihku kejutan hari ini.Sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua ini karena ini sangat memalukan.Tapi…karena dia menyebutku pria yang tidak romantis kemarin,aku merasa tersinggung.Jadi—akhirnya aku disini—mencari beberapa benda untuk misi ku hari ini” ucap Jong Woon panjang lebar “Ah…apa hyung juga melakukan sebuah misi? ‘You-know’ seperti yang ku lakukan sekarang?” Lanjutnya.

Heechul mengerjap sekali dua kali—mulutnya membuka hendak mengatakan bahwa ia hanya iseng ke toko ini,tapi tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

Namja bernama Jong Woon itu tertawa dan menepuk pundak Heechul “Gwenchana hyung,aku tidak akan mengatakannya pada siapa pun bahwa ‘seorang Kim Heechul terlihat di toko buku sedang mencari kertas surat’ ” ucapnya terkekeh pelan,terdengar seperti mengejek Heechul.

Heechul memutar bola matanya jengah “Kau pikir aku sangat kenal apa,heh?” ucap Heechul seraya menjitak kepala namja yang lebih muda satu tahun dari nya itu.

Yang lebih muda hanya mengaduh dan terkekeh “Setidaknya siapa sih yang tidak mengenal seorang Kim Heechul,member Super Junior.Apa kau tahu kalau ini sampai menyebar aku yakin kau akan menjadi tranding topic dunia—” Jong Woon melirik Heechul sekilas,sebelum hyung nya itu kembali melayangkan tangan di atas kepalanya “—Arraseo.Kalau hyung masih lama disini aku keluar dulu” ucapnya mohon pamit,terlihat mengambil kertas biru yang tadi hendak di ambil Heechul.

Namun baru saja namja bernama Jong Woon itu akan memutar tubuh,Heechul menahan lengannya.Menghela nafas berat “Baiklah aku akan mengatakan apa alasan aku berada disini.Well,seperti yang kau lihat aku memang berniat mengambil kertas biru tadi…” Heechul menghentikan ucapannya sesaat,kembali menghela nafas “Aku di minta Hyorin menulis surat untuknya,dan kau tahu? Setelah melihat semua kertas surat di sini,kenapa tidak ada yang menarik—setidaknya ini menurutku”

Jong Woon hanya membulatkan mata sipitnya kaget “Kau…membuat…surat?love letter?” Ucap Jong Woon seraya menatap Heechul ragu “Apa kau yakin hyung?kau kan—”

Ttakk

Tangan Heechul kini kembali mendarat di atas kepala Jong Woon “Tentu saja,kau jangan meremehkanku,eh”

“Jadi,apa kau ingin ku bantu?”

Heechul melirik Jong Woon yang tersenyum menggodanya,menatap ragu Jong Woon.Namun detik berikutnya ia mengangguk—ragu.

Jong Woon tersenyum dan mengangguk “Oke” ucapnya “Ah…bukankah kau akan menulis surat cinta?dan dari yang ku dengar tadi kau ingin sesuatu yang istimewa?”

Heechul memutar bola matanya malas sebelum mengangguk.

Jong Woon mengangguk “Aku tahu dimana kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan” ucapnya seraya berjalan dan Heechul mau tidak mau hanya mengekor di belakang namja yang lebih muda darinya itu.

Mereka berdua berjalan ke bagian belakang toko,dan berdiri di depan sebuah rak yang memajang berbagai macam kartu ucapan.

Heechul menaikkan alis bingung menatap tumpukan kartu ucapan dan Jong Woon secara bergantian,menatapanya dengan tatapan ‘kenapa-kau-membawaku-kemari?’

Jong Woon hanya tersenyum dan menunduk memilih beberapa kartu ucapan tanpa memperdulikan Heechul yang menatapnya bingung.

“Ya!!kenapa kita ke sini?aku sedang tidak ingin mengirimkan kartu ucapan selamat ulang tahun,natal,ataupun tahun baru sekarang” protes Heechul.

Jong Woon mendongak dan mengayunkan jari telunjuk kanannya di hadapan wajah Heechul sedangkan tangan kirinya mengacungkan sebuah kartu ucapan berwarna putih polos dengan gambar lingkaran berbentuk hati—warnanya tampak seperti—lolipop “Ige” ucapnya seraya menyerahkan kartu ucapan itu di tangan Heechul.

Heechul hanya mengerjap,kepalanya menunduk dengan rambut pirangnya yang jatuh menutupi wajahnya.Tangannya mengelus kartu ucapan persegi itu pelan—tanpa sadar tersenyum.

“Otte?”

Heechul mengangkat kepala dan mengangguk “Sempurna” ucapnya singkat.

Jong Woon menyeringai puas “Aku tidak sengaja melihatnya tadi saat akan mencari kertas warna-warni”

“Gomawo”

Jong Woon mengangguk “You’re welcome hyung” ucapnya “Kalau begitu…aku keluar lebih dulu,dan…semoga berhasil dengan suratnya”

Heechul tertawa “Sekali lagi terima kasih,ku harap kau juga berhasil.Dan…mari kita tunjukkan bahwa kita juga bisa menjadi romantis”

Jong Woon membungkuk dan pergi lebih dulu.Meninggalkan Heehcul yang masih menatap kartu ucapan di tangannya.

“Nah…sebaiknya aku harus segera pergi dan menuliskan surat untuk nona Min Hyorin” ucapnya berjalan menghampiri meja kasir.

***

Seorang namja dengan t-shirt putih berlengan panjang,celana jeans berwarna coklat,berambut pirang dan mengenakan kacamata terlihat menyender pada sebuah rak buku.Kaki-kaki panjangnya menyelonjor di lantai dengan jari-jari yang sejak tadi memainkan pulpen.

Namja yang tidak lain adalah Kim Heechul itu menghela nafas,tampak memejamkan ke dua manik hitamnya sesaat.Ia sudah berada di sana sejak 2 jam yang lalu,namun tidak ada sepatah kata pun yang mampu ia tulis di atas kartu ucapannya.

Sempat terlintas di pikirannya tadi kalau ia hanya akan menuliskan kata ‘Aku mencintaimu’ saja di kartu itu,namun dengan segera mengurungkannya.Menuliskan kata ‘Aku mencintaimu’ saja akan membawa petaka padanya.Hell…memikirkan akan membuat surat cinta setiap hari saja sudah membuat kepalanya pusing.

Perpustakaan itu tampak sepi—memang harusnya seperti itu kan?

Heechul mengusak rambut pirangnya frustasi.Mengetuk-ngetuk pulpen pada dagu lancipnya.Pikirannya melayang ke saat pertama kali ia bertemu kekasihnya,bagaimana ia pertama kali menyatakan cinta hingga sekarang menjalin hubungan.

Bibirnya naik ke atas membentuk sebuah senyum manis.

Menghela nafas sekali lagi.Kim Heechul mulai menulis kata-kata yang entah kenapa tiba-tiba berputar di dalam kepalanya.Tangannya baru saja akan menulis kata pertama saat ia merasakan seseorang menginjak kakinya,membuatnya mengaduh.

Heechul baru saja akan melayangkan sumpah serapahnya karena telah berani menginjak kaki nya yang berharga.Namun ia mengurungkannya saat melihat namja dengan t-shirt hijau marun tanpa lengan dengan bagpack yang tersampir di bahu kirinya,menatapnya dengan penuh minat?membuatnya menatap bingung namja tersebut.

Heechul tidak begitu yakin saat ia dengan senang hati membiarkannya mengambil foto kartu ucapannya.Ia bahkan tidak begitu mendengar dengan jelas saat namja itu berdiri dan meminta maaf.

Heechul mengerjap sekali dua kali saat menyadari namja itu sudah pergi dari sana.Ia menggelengkan kepalanya keras “Whatever” ucapnya kembali menulis suratnya.

Satu jam kemudian…

Heechul tersenyum puas melihat hasil tulisannya—well…meskipun tidak se romantis yang di inginkan kekasihnya,tapi setidaknya ia sudah berusaha dengan segenap hatinya.Isi tidak penting yang penting ia mencintai Hyorin dengan segenap hatinya,ia rasa cukup,pikirnya.

Maka setelah melipat kembali kartu ucapannya,Heechul meletakkan kartu—surat cintanya itu pada sebuah amplop putih bergambar dua buah hati berwarna merah mudah.

***

D-Day

Kim Heechul berjalan menuju sebuah kursi di pinggir sungai Han.Hari menunjukkan pukul 8 malam.Lampu-lampu terlihat berkilau di kejauhan menyinari sungai Han yang tampak semakin indah jika malam hari.

Di sana,di sebuah bangku panjang,seorang gadis dengan coat coklat dan celana jeans hitam duduk membelakangi.Rambutnya yang lurus bergerak-gerak karena angin.Gadis itu bahkan membiarkan rambutnya yang coklat itu tergerai,membiarkan angin menggerakkan helai-helai halusnya.

Gadis bernama Min Hyorin itu menoleh saat sebuah amplop terulur dari balik bahunya.Tersenyum melihat kekasihnya—Kim Heechul berdiri dengan dagu yang di angkat—tampak angkuh seperti biasa.

“Ige mwo?” Tanyanya menatap heran sebuah amplop dan Heechul secara bergantian.

Heehchul mendecak “CK!Kau kemari karena menagih ini kan?” Ucapnya tidak sabaran mengayunkan amplop itu di hadapan Hyorin.

Hyorin menaikkan alis bingung.

Tsk.Kenapa gadis ini malah menatapnya bingung?pikir Heechul.Ku pikir dia menelpon tadi siang karena menagih surat ini.

Lama gadis itu hanya diam—menatap Heechul sebelum akhirnya mengangguk dan tersenyum “Tentu saja aku menelponmu karena aku ingin tahu,apakah kau benar-benar bisa membuat surat cinta untukku”

Heechul hanya memutar bola matanya malas dan memberikan suratnya pada sang kekasih.

Hyorin mengambil amplop putih itu dari tangah kekasihnya.Tersenyum saat disana tidak tertulis apapun “Apa ini yang namanya surat?kau bahkan tidak menulis ‘Untuk Min Hyorin’ disini” ucapnya mendecak seraya mengibaskan amplop putih itu di hadapan kekasihnya,mencibir.

“Ck!apa itu perlu?bukahkah aku memang seharusnya langsung memberikannya padamu”

“Apa salahnya kau menuliskannya? Gumam Hyorin mendengus kesal,namun diam-diam tersenyum geli.Ternyata kekasihnya ini menyanggupi tantangannya minggu lalu.Yang jujur ia saja sudah lupa sudah meminta kekasihnya itu menulis surat.Alasannya menelpon kekasihnya itu adalah bahwa ia sangat merindukan kekasihnya itu karena kekasihnya itu tiba-tiba menghilang tanpa menghubunginya sama sekali.

Amplop putih sederhana dengan gambar hati itu perlahan di buka.Saat Hyorin menarik ujung surat ia dapat merasakan aroma cherry blossom menguar dari dalam.Mengernyit saat mendapati bahwa itu bukanlah kertas surat melainkan sebuah kertas—kartu ucapan berwarna putih polos di bagian belakang dan sebuah gambar berbentuk hati di depannya.

Hyorin melirik kekasihnya yang terdengar berdehem dan berkata “Maaf jika isinya tidak sesuai seperti yang kau inginan” ucapnya sebelum mengalihkan pandangannya—menatap sungai Han.

Hyorin membuka kartu ucapan itu menjadi dua bagian.Jantungnya serasa berhenti saat membaca untaian kata yang tertulis disana.

~Dear Min Hyorin~

Tidak ada orang sepertimu di dunia ini
Meskipun aku melihat ke sekeliling,hanya kau yang tampak bersinar di mataku.
Kau adalah hadiah terindah yang di berikan Tuhan untukku.

Mencintaimu bagai memiliki seisi bumi.

Laksana matahari yang dengan setia menemani siang dan bulan yang setia menemani sang malam.
Kau adalah matahari dan bulan ku yang bersedia menemaniku siang atau pun malam.

Mungkin aku bukanlah sebuah selimut yang dapat menghangatkan mu di kala dingin,namun aku memiliki kehangatan selimut di tubuhku yang bisa membuat mu merasa hangat setiap kali kau memelukku.

Jika kau bertanya siapa yang lebih cantik antara bunga atau kau? Maka aku akan menjawab kalau itu aku(maaf ㅋㅋㅋㅋㅋ ) kenapa aku mengatakan aku adalah bunga?karena bagiku kau adalah matahari yang selalu memberikan bunga kehidupan dengan sinarmu karena tanpa sinar matahari sebuah bunga tidak akan bisa tumbuh,begitupun aku…Aku tidak bisa hidup tanpa mu.

Aku akan menggenggammu, memelukmu secara diam-diam, berharap kau akan selalu bersandar padaku setiap saat.

Hatiku berteriak,berteriak setiap kali kau tersenyum dan memelukku.Berteriak menahan debaran jantungku yang rasanya ingin melompat keluar dari rongganya.

Semua yang ingin ku katakan adalah bahwa aku selalu berterimkasih.
Terima kasih sudah mau menjadi kekasih ku.
Terima kasih karena selalu berada di sampingku.
Dan terima kasih atas semua cinta yang kau berikan padaku.

Aku mencintaimu,dan hanya kaulah segalanya bagiku.

XOXO
♥김희철♥

Mata Hyorin tidak pernah lepas dari kartu yang di pegangnya.Berkali-kali gadis itu membaca tiap kalimat yang tertulis disana.Tidak percaya bahwa seorang Kim Heechul yang terkenal acuh dan selengean itu bisa menulis surat untuknya.

“Waeyo?” Tanya Heechul membuat Hyorin mendongak menatapnya.

“Kau tidak suka?Ah….aku tahu isinya memang tidak romantis,tapi aku sudah berusaha”

Hyorin belum bersuara,gadis itu hanya menatap kekasihnya lama.Membuat sang kekasih menatapnya khawatir.

“Benar tidak bagus ya?” Ucap Heechul memasang wajah kecewa dan menghela nafas.

Heechul berdiri dan berbalik membelakangi Hyorin,dengan tangan yang ia masukkan ke dalam saku blazer dan berkata “Aish…jinja? Ini terlalu memalukan”

Heechul masih sibuk berceloteh di hadapan kekasihnya.Hingga ia merasakan sebuah tangan melingkar di pinggang.Ia dapat merasakan kekasihnya itu menyenderkan kepala di punggungnya.

“Gomawo” ucap Hyorin lirih “Meskipun itu bukan surat yang romantis,tapi aku tahu kau pasti sudah sangat berusaha menulisnya.Dan aku tahu kau menuliskan apa yang ada di dalam hatimu di sana”

Heechul tersenyum lega,membalik tubuhnya hingga menghadap sang kekasih.

Heechul menundukkan kepala lebih rendah hanya agar ia dapat melihat wajah kekasihnya yang masih menunduk.Mengangkat dagu sang kekasih dengan salah tangannya hingga gadis itu sekarang menatapnya langsung.

“Jadi…kau menyukainya?”

Hyorin mengangguk “Noumu jhoa”

“Jadi…aku tidak perlu memberikanmu surat setiap hari kan?”

Hyorin menaikkan alis mendengarnya—sedikit bingung awalnya,namun detik berikutnya ia ingat sekarang,kalau ia memang pernah meminta kekasihnya itu membuatkannya surat cinta setiap hari jika surat yang di tulis kekasihnya itu tidak romantis.

Gadis yang berbeda 2 tahun dari Heechul itu akhirnya menggeleng pelan “Tidak perlu,karena—” Hyorin mengacungkan surat di tangannya “—ini adalah surat terbaik yang pernah aku dapatkan” ucapnya.

Heechul menghembuskan nafas lega,menarik kekasihnya masuk ke dalam pelukannya.Setidaknya ia tidak perlu pusing memikirkan kata-kata lagi.

“Aku suka surat—ah,anio,kartu ucapannya.Terlihat sangat berbeda.Dan sepertinya hanya aku yang mendapatkan surat cinta yang di tulis di sebuah kartu ucapan”

Heechul hanya terkekeh “Tentu saja,aku tidak akan memberikan yang biasa-biasa saja kan?”

Hyorin mengangguk mengiyakan,menatap kekasihnya itu dengan tangan yang masih melingkar di pundak kekasihnya “Hm,siapa yang memberimu ide itu,huh?”

Heechul hanya tersenyum “Seseorang” jawabnya singkat.Ia tidak ingin memberitahunya.Dan ingatkan ia untuk berterima kasih pada Jong Woon nanti.

Heechul dan Hyorin masih berdiri disana—di pinggiran sungai Han,saling berpelukan.Menikmati semilir angin musim gugur yang menerpa wajah mereka,membiarkan angin mempermainkan setiap helai rambut mereka.Membiarkan sebuah rasa bernama ‘Cinta’ menyusup ke dalamm relung hati,membawa kehangatan di tiap inci tubuh dan nafas.

“Cinta tidak harus selalu di ungkapkan dengan kata-kata”

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s