No Other Series #Leeteuk

NO+leeteuk

“Carikan semua bentuk hati yang dapat kau kumpulkan dan berikan padaku,maka aku akan menerima mu”

.

.

.

Park Jungsoo atau yang lebih di kenal dengan Leeteuk itu tersenyum pada gadis manis bersurai hitam sebahu di hadapannya “Oppa akan mencarikan bentuk hati yang kau minta,kau harus janji akan menerimaku sebagai kekasihmu bukan lagi sebagai oppa yang hanya kau anggap sebagai kakak” ucapnya mengecup lembut kening seorang gadis,membelai surai hitamnya lembut sebelum berpaling dan melangkah pergi.

-oo-

Leeteuk namja dengan tinggi 178 cm itu tampak berjalan di sepanjang kampus.Namja yang hari itu mengenakan t-shirt hijau marun tanpa lengan itu terlihat memegang sebuah kamera digital di tangan kirinya dan bagpack yang ia sampirkan di bahu sebelah kanan.

Misinya hari ini adalah memotret apapun yang berbentuk hati–permintaan sang pujaan hati yang sudah satu tahun ini ia sukai.

Leeteuk yang hari itu juga mengenakan beanie hitam di atas kepalanya mulai menyusuri kampus.Ia memutuskan memulainya dari aula besar dimana semua siswa sering berkumpul di sana.

Kakinya terus melangkah dengan mata yang bagaikan elang mencari–benda atau apapun yang berbentuk hati.

Leeteuk menghela nafas,saat sudah lama berjalan namun ia hanya menemukan beberapa benda berbentuk hati,mulai dari balon,baju sepasang kekasih yang bergambar hati dan sebuah pot bunga berwarna merah dengan lukisan hati berwarna putih di bagian tengah pot itu.Konyol memang,ia bahkan mengambil foto sebuah bentuk hati yang terlukis pada sebuah dinding kaca yang hanya sebatas bahunya,sekilas lukisan itu tidak akan terlihat karena terlalu kecil.Lukisan hati berwarna merah dengan sedikit coretan putih di bagian tengahnya.

Apakah Leeteuk sudah puas?tidak!ia ingin yang lebih besar dari beberapa buah gambar hati yang di temukannya.Ia harus mendapatkan yang lebih baik dari yang sudah di kumpulkannya.

-oo-

Hari sudah semakin siang,tapi Leeteuk tidak menyerah,kakinya terus melangkah mulai dari aula besar,taman kampus bahkan kantin.

Sejauh ini ia baru mendapatkan sedikit.Dengan sesekali melihat hasil jepretannya Leeteuk berjalan melewati sebuah koridor besar–sepi?pikirnya saat ia mulai berjalan–menatap sekeliling yang–sungguh tidak ada orang sama sekali di sini.

Menaikkan ke dua bahunya acuh,Leeteuk pun terus melangkah,kembali menatap layar kamera kecil di tangannya–sibuk menekan tombol next di kamera.Kakinya terus melangkah hingga ia tanpa sengaja–mendongak–mengalihkan perhatian  dari kamera di tangannya–mendapati seorang namja kurus tengah menempeli sebuah dinding dengan begitu banyak kertas.

Leeteuk menghentikan langkah tepat di depan dinding.Namja kurus itu belum menyadari keberadannya karena sibuk menempeli kertas di dinding.Kertas persegi berwarna pink,kuning,orange dan putih itu tampak sangat manis membingkai sebuah bentuk hati hati besar di tengahnya.Bentuk hati besar itu di warnai dengan begitu banyak bentuk hati,tulisan ‘Love’ dan beberapa lagi gambar pasangan yang tengah berpelukan,duduk di sebuah kursi dengan kepala sang wanita menyender pada pundak si lelaki dan saling berciuman.

Oh! Ini menarik.Pikir Leeteuk dan berjalan mendekati namja kurus dengan kemeja pink-putih itu.

“Cogiyo”panggilnya ramah,membuat namja kurus itu memutar kepala ke arahnya.Sebuah senyum terukir di wajahnya saat melihat Leeteuk.

“Bisakah saya memotret ini?”pinta Leeteuk seraya menunjuk dinding yang–hampir selesai di tempeli itu.

Namja kurus itu mengangguk”Tentu saja,silahkan” ucapnya mempersilahkan Leeteuk dan bergeser,member ruang agar Leeteuk bisa mengambil gambar.

Leeteuk mendecak kagum saat melihat kembali hasil yang ia dapatkan”Gamshamnida” ucapnya seraya menjabat tangan sang namja kurus.

“Sama-sama” ucapnya dengan bibir  yang sejak tadi tertarik ke atas–tersenyum.

“Bagus sekali.Apa kau akan memperlihatkannya pada seseorang?” Tanya Leeteuk sebelum ia pergi.

Pria kurus itu mengangguk malu “Ne,aku akan memperlihatkan pada gadis impianku” jawabnya dengan sedikit rona merah yang keluar dari ke dua pipi tirusnya.

Leeteuk hanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham.Ternyata tidak hanya dirinya saja yang saat ini sedang melakukan sebuah misi—misi mendapatkan pasangan,pikirnya.

Leeteuk membungkuk dan mohon pamit,melanjutkan perjalanan—mencari bentuk hati—misinya.

-oo-

Leeteuk terus berjalan,kepalanya sesekali menyapu ke sekilingnya,berharap ia bisa menemukan bentuk hati.Ia hanya butuh 2 lagi,pikirnya.

Leeteuk baru saja akan memasuki sebuah ruang kesehatan,namun tiba-tiba ia menghentikan langkah.Tampak berpikir sejenak sebelum benar-benar memutar langkah kembali ke tempat sebelum ia menuju ruang kesehatan.Ia tersenyum saat mendapati seorang namja—berisi—mengenakan kacamata tengah asik menyusun sebuah puzzle.

Penasaran Leeteuk mendekati sang namja berkacamata itu—tersenyum seraya menepuk pundak sang namja berisi itu,membuatnya memutar kepala ke arah Leeteuk.

“Bolehkah?” Tanya Leeteuk menunjuk puzzle di meja namja itu.

Sang namja yang di tepuk bahunya hanya mengangguk,mempersilahkan Leeteuk agar mengambil gambar puzzle nya “Aku baru saja menyelesaikannya” ucapnya seraya menyeringai lebar.

Sebuah bunyik ‘Klik’ pendek terdengar saat Leeteuk selesai mengambil gambar.

“Kau menyelesaikan puzzle ini?” Tanya Leeteuk seraya duduk tepat di hadapan sang namja ber isi.

Namja ber isi itu menggangguk antusias “Ne,aku baru saja menyelesaikan semuanya.Aku bahkan harus rela tidak makan siang hanya untuk memperbaiki ini —karena aku menjatuhkannya dan pacarku marah.”

“Oh…setidaknya kau sudah melakukannya dengan sangat baik,aku yakin pacarmu akan memafkanmu.” Ucap Leeteuk tulus.

Namja ber isi itu kembali mengangguk dengan senyum yang mengembang.

Leeteuk berdiri dan menepuk pundak namja itu “Semoga berhasil.” Ucapnya sebelum akhirnya berjalan menuju pintu dan keluar ruangan.

Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi,Leeteuk menutup pintu ruang—kelas ,mungkin?

Leeteuk menatap kembali foto di kamera digitalnya—terlihat puas melihat foto puzzle yang baru saja di ambilnya,sebuah puzzle berukuran persegi dengan latar warna hijau terang dengan bentuk hati di tengahnya.Warna sangat sepadan dengan warna pink terang di bagian luat hati,di bagian tengah ada warna putih terang,dan di bagian terkecil hati dengan tulisan ‘love’ berwarna kuning.

“Dia cukup teliti dan juga sabar” ucapnya seraya menghela nafas dan tersenyum memperlihatkan dimple yang tampak semakin tenggelam jika ia tersenyum lebar.

-oo-

Semua tempat sudah di lalui Leeteuk.Namja ber dimple penyuka warna putih itu menyender pada sebuah tembok.Menghirup nafas dalam dan menghembuskannya pelan.Kemana lagi ia harus pergi?semua tempat sudah ia datangi.

Leeteuk memejamkan matanya sejenak,mencoba menikmati semilir angin senja yang menerpa wajah tampannya.Perlahan membuka mata,maniknya yang coklat melihat seorang yeoja berjalan melewatinya—dengan setumpuk buku di tangannya—menuju sebuah ruangan dengan tulisan ‘perpustakaan’ di atasnya.

Leteeuk mengerjap sekali dua kali,seperti sadar akan sesuatu,ia tersenyum cerah.Kenapa ia tidak ke perpustakaan saja?meski kecil kemungkinan,tapi setidaknya ia sudah berusaha,pikirnya.Dan…jika ia tidak berhasil hari ini,ia masih punya hari esok.
Dengan keyakinan baru itu Leeteuk menegapkan tubuh dengan senyum lebar melangkah ke arah perpustakaan.

Maka di sini lah Leeteuk,berdiri di antara rak-rak tinggi penuh buku.Matanya sibuk menyusuri tiap rak,sesekali melirik beberapa orang yang tenggelam pada buku yang dibaca.Disini begitu sunyi—tenang dan sepertinya tempat yang bagus untuk tidur siang…Ia tidak dengan sengaja mengatakan itu karena ia memang menemukan beberapa mahasiswa—bukannya membaca malah tertidur di atas lantai ubin.

Leeteuk berjalan ke sisi barat perpustakaan,dimana di bagian ini rak-rak buku tidak setinggi yang bagian timur,disini rak-raknya lebih rendah—hanya setinggi dada laki-laki.

Saat tengah melihat-lihat beberapa buku,tanpa sengaja kakinya menyenggol sebuah kaki.Terdengar suara mengaduh pelan.

Leeteuk menunduk dan melihat kakinya—bermaksud meminta maaf.Namun belum sempat permintaan maaf itu keluar,manik coklatnya melihat kartu ucapan yang di pegang orang yang duduk itu.Sebenarnya tidak ada yang special dari kartu ucapan yang di pegang namja itu,hanya kartu ucapan biasa—berwarna putih polos.Namun bukan itu—bentuk hati yang melingkar pada kartu pos itu yang membuatnya melupakan ucapan maafnya.Sebut saja ia tidak sopan,tapi bentuk hati pada kartu ucapan itu tampak unik karena warna lingkaran hati itu terlihat seperti permen lolipop yang warna-warni.

“Bolehkah aku…” Ucap nya seraya menunjuk kartu ucapan namja di hadapannya itu.

Namja berparas cantik itu menaikkan alis bingung—menatap kartu di tangan dan Leeteuk secara bergantian.

“Oh…maafkan aku karena sudah menyenggol kaki anda” ucap Leeteuk akhirnya meminta maaf “Eum…bisakah aku mengambil foto kartu ucapan anda?” Lanjutnya.

Namja berparas cantik dengan t-shirt putih itu masih mengerutkan alis bingung,namun beberapa menit kemudian dia tersenyum dan mengangguk “Tentu saja,silahkan” ucapnya seraya menaruh kartu ucapan itu tepat di depan dadanya.

Leeteuk langsung mengambil gambar dan berterima kasih “Gamshamnida” ucapnya “Oh…apakah anda sedang menulis sebuah surat?” Tanyanya lagi setelah matanya melihat sebuah pensil yang ada di tangan kanan namja itu.

Namja berparasa cantik itu menggangguk “Aku di minta menulis surat cinta oleh kekasihku.”

“Baiklah,semoga berhasil dengan surat cintanya” ucap Leeteuk seraya berdiri,tersenyum sekilas “Sekali lagi maaf atas kaki mu,aku tidak melihatnya tadi.”

“Gwenchana”

“Geurom,aku pergi dulu,terima kasih atas fotonya.”

Namja berparas cantik itu mengangguk dan tersenyum pada Leeteuk.

-oo-

Leeteuk mengetuk sebuah pintu apartemen .Sesekali namja ber dimple itu menghela nafas dan menepuk dadanya pelan,mencoba meredam rasa gugup yang menyerangnya.

Siang itu,ia mengenakan t-shirt putih dengan gambar hati dan sebuah topi hitam.

Setelah ketukan ke tiga pintu berbahan kayu itu terbuka,menampilkan sosok gadis dengan dress putih polos selutut.Gadis dengan nama Kang So Ra itu tersenyum menyambutnya “Oppa” sapanya lembut.

“So Ra-ya,aku ingin menunjukkan mu sesuatu” ucap Leeteuk setelah—tadi susah payah meredam rasa gugupnya.Perutnya terasa melilit,dan entah kenapa ia merasa pusing sekarang.

Gadis bernama So Ra itu hanya diam,mengerjap sekali—menunggu pria yang sudah dekat dengannya selama satu tahun ini.

Leeteuk menarik nafas dan menghembuskannya pelan.Namja tampan itu tampak merogoh bagpack—mengambil kamera digital dari dalam sana.

“So Ra-ya,ijin kan aku memberikan segala macam bentuk hati yang ku temukan untukmu” ucap Leeteuk seraya menyalakan kamera,membuka file dan memperlihatkannya pada gadis yang di sukainya itu dengan cara membalik layar kamera ke hadapan So Ra dan menekan tombol next.

Kamera digital itu cukup kecil,tapi So Ra dapat melihat apa yang di tampilkan di layar mini itu.
Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah tulisan “This is love,and this is my heart” lalu terlihat sebuah balon berwarna saphire blue berbentuk hati,di lanjutkan dengan sepasang t-shirt couple yang bila mereka di dekatkan akan membentuk gambar hati.Selanjutnya sebuah pot bunga kecil berwarna merah dengan bentuk hati di bagian tengahnya.

So Ra menyipitkan mata saat melihat sebuah gambar hati berwarna merah terlihat—sangat kecil—dengan sedikit coretan kecil di tenganya,sepertinya—gambar ini terlukis di sebuah kaca.

Mata berlapis eyeliner tipis itu tidak berkedip saat kembali ia melihat sebuah dinding yang di tempeli dengan kertas dan berbagai bentuk hati dan tulisan ‘Love’ di bagian tengahnya.Dalam hati So Ra berpikir darimana Leeteuk mendapatkan semua foto bergambar ‘Hati’ ini?.Namun ia sama sekali tidak bersuara karena matanya kembali melihat sebuah gambar papan persegi dengan latar hijau dan bentuk hati di tengannya “Apa ini sebuah puzzle?” Tanyanya tanpa sadar.

Tidak ada jawaban,So Ra melirik sekilas namja yang sejak tadi menekan tombol next itu,namja itu hanya mengangkat ke dua bahunya—telihat tidak ingin menjelaskan,mungkin.

So Ra kembali melihat ke arah kamera,kali ini ia melihat sebuah kartu ucapan yang di pegang oleh seorang namja dengan t-shirt putih—tampaknya ini di perpustakaan?alis So Ra berkerut samar. Kartu pos yang unik dengan bentuk hati.

So Ra mengangkat kepala saat kamera itu sudah berhenti menampilkan bentuk hati pada kamera.Menatap namja yang kini terlihat membasahi bibirnya.

“So Ra-ya,aku sudah memenuhi keinginanmmu untuk mencari bentuk hati yang kau inginkan,jadi…”

Kang So Ra,gadis dengan dress putih selutut itu melebarkan matanya kaget—tidak menyangka kalau ternyata Leeteuk serius dengan omongannya satu minggu yang lalu.

Tangan kirinya naik ke mulut dan menutupnya—hatinya bergegup kencang,tidak menyangka Leeteuk akan melakukannya dengan serius.Padahal sebenarnya ia tidak butuh semua ini—ia hanya bercanda mengatakannya.Jika Leeteuk datang dengan tangan kosong pun ia akan dengan senang hati menerimanya sebagai kekasih—karena So Ra sudah sangat lama menyukai namja yang lebih tua 3 tahun darinya itu.

“Oppa—” So Ra menghentikan ucapannya saat melihat Leeteuk sudah berlutut di hadapannya.

“Mau kah kau menjadi kekasihku? Tidak lagi menganggap ku sebagai Oppa yang selalu ada di sisimu?mau kah kau menerimaku sebagai seorang laki-laki yang kini mencintaimu dengan segenap hati?”

Kang So Ra tanpa menunggu lagi langsung mengangguk “I do” ucapnya pelan seraya menyapu airmata yang entah kenapa tiba-tiba keluar dari matanya.

Leeteuk berdiri dan menangkup wajah bulat So Ra dengan ke dua tangan,ke dua ibu jarinya menghapus jejak-jejak airmata di pipi So Ra “Uljima” ucapnya seraya mengecup ke dua mata So Ra.

So Ra menggeleng keras “Ania oppa,aku hanya terlalu bahagia” ucapnya sedikit serak masih menatap mata Leeteuk yang serasa menembus hingga jantungnya.

“Gomawo,atas semua bentuk hati yang kau berikan padaku.Aku sangat bahagia oppa”

Leeteuk tersenyum kembali memperlihatkan dimple di ke dua pipi nya “Jhoa?” Tanyanya.

So Ra mengangguk dan tersenyum “Eoh,Jhoae-yo” ucapnya seraya memeluk Leeteuk.

Leeteuk mengelus lembut rambut hitam sebahu itu seraya menghela nafas lega.Ia berhasil dengan misinya kali ini,pikirnya.

END

an:

ga tau kenapa tiba-tiba pengen bikin ff ini,hehehe…kemarin iseng buka2 file di fd trus nntn video no other suju,eh pas di iat lagi tiba-tiba pengen bikin aja.Awalnya pengen bikin drabble ato ficlet gitu,tp kebablasan LOL.

last hope u enjoy it 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s