Save Me

BmaqL2XCQAA3Trw

 

Title : Save Me

Cast : Yong Jun Hyun and Kim Hyuran

Genre : ramance (?) Sad

Background Song : B.A.P Save Me

.

.

.

AN: FF ini tercipta dari lagu berjudul sama.Kalian sudah tahu kan? Nggak ngerti juga kenapa tiba-tiba pengen bikin ff kaya gini.Awalnya bingung mau sama cast nya,mau anak EXO kasian,Suju juga,B.A.P saya kurang begitu mengenal mereka(?) Jadi akhirnya saya menjatuhkan putusan pada Junhyung.Kenapa? Karena menurut saya mukanya pas di jadiin pemeran sakit hati gini #digampar


.

.

 

Happy Reading ^^

“The love where we said we’d be forever, became a nightmare”

Seorang pria dengan tinggi 179 cm dengan surai hitam kecoklatan itu tampak berantakan dengan jaket hitam,rambut yang acak-acakan,celana jeans yang sobek di ke dua bagian lututnya dan t-shirt bergambar tengkorak itu meneguk saliva nya kasar.

Pria berantakan yang bernama Yong Junhyung itu menghentikan langkahnya yang baru saja memasuki apartemennya.

Disana kurang lebih 500 meter,ia melihat seorang wanita dengan dress terusan berwarna pink tengah berdiri tepat di depan pintu apartemennya.

Junhyung baru saja akan memutar tubuh saat menyadari sosok yang berdiri disana,namun langkahnya terhenti saat suara khas yang begitu sangat di kenalnya,suara yang saat ini sangat di bencinya itu memanggil namanya.

“Oppa…”

Tidak ada jawaban dari Junhyung.Setelah menghela nafas Junhyung akhirnya berbalik kembali menuju apartemen.Menatap wanita itu dengan tatapan dingin.

Sungguh!! Junhyung sangat membenci wanita yang saat ini—lihat tersenyum seperti biasanya.Membuat Junghyung mengepalkan tangannya lebih erat.Ia tidak ingin kelepasan menampar wajah cantik—tanpa dosa itu.Karena demi Tuhan Junhyung sangat membenci wanita ini,rasa bencinya bahkan sampai mendarah daging.

“Oppa…”

Kembali suara itu terdengar kali ini terdengar lebih pelan.
Junhyung menoleh sekilas,menghiraukan panggilannya dan membuka kombinasi kunci pintu apartemen.

Junhyung baru saja hendak membuka pintu,namun gerakannya terhenti karena sekarang wanita itu memegang pergelangan tangan Junhyung.

Junhyung menoleh sekilas,masih dengan tatapan dingin “Lepaskan!” Ucapnya dingin,namun wanita itu sama sekali tidak mau melepaskan tangannya,dia bahkan menggelengkan kepalanya.

“Hyuran-ah,Le-pas-kan” ucap Junhyung kali ini dengan penekanan di tiap kata-katanya.

Wanita bernama Hyuran itu kembali menggelengkan kepalanya kali ini lebih keras,terlihat menunduk.Dan…Junhyung dapat melihat bahu kecil itu mulai bergetar.

“Junhyung oppa,jebal…” Ucap Hyuran lirih,mendongak menatap Junhyung dengan mata yang sudah basah oleh airmata.

Junhyung rasanya ingin tertawa melihatnya.Wajah dinginnya sama sekali tidak berubah menandakan ia sama sekali tidak merasa kasihan pada Hyuran yang kini sudah terisak pelan.

“Hajima,ka!! Jangan sebut namaku lagi” ucap Junhyung sinis.

Namun wanita bernama Hyuran itu sama sekali tidak bergeming.Dia masih saja menangis membuat Junhyung semakin membenci wanita ini.

“Jangan menangis,aku tahu semua ini palsu”

Hyuran mendongak “Aniyo,aku—minta maaf”

Junhyung mendengus dan dengan sekali sentak Junhyung menyeret lengan Hyuran keluar apartemennya,karena demi Tuhan ia tidak mau orang-orang salah faham melihatnya dengan wanita yang menangis di depan apartemennya.

-oo-

Junhyung menghela nafas,menatap nanar wanita bernama Hyuran yang dulu pernah mengisi harinya yang penuh kebahagian.Wanita yang dulu masih percaya akan namanya ‘Cinta’ kini sama sekali tidak percaya lagi dengan 5 huruf itu.

Junhyung hanya menyenderkan punggungnya pada tembok di atas rooftop apartemennya.Masih menatap wanita yang masih terisak seraya menutup wajahnya dengan ke dua tangan putih mulus miliknya.

“Bisakah kau berhenti?aku muak mendengarnya” ucap Junghyung kasar,tidak perduli reaksi Hyuran saat ia mengucapkan kalimatnya.

Hyuran menghela nafas,menyapu buliran airmata yang jatuh di pipinya dengan punggung tangan.

“Oppa…Jebal.Aku minta maaf atas kejadian satu tahun yang lalu,aku tidak ingin kau makin sakit hati dan lihatlah—” Hyuran menghentikan kalimatnya melihat Junghyung dari atas kepala hingga kaki.

“Mianhe,sudah membuatmu jadi se—”

“Stop it Hyuran-ah.Apa peduli mu padaku?Apa kau lupa apa yang kau lakukan setahun yang lalu?” Junhyung memotong ucapan Hyuran,tersenyum sinis.

“Jangan menatapku seperti itu” lanjut Junhyung saat Hyuran menatapnya dengan tatapan bersalah.

Demi apapun Junghyung semakin membenci wanita ini.Lihatlah sekarang dia minta ‘maaf’ (oh jangan lupakan dia sudah melakukannya satu tahun yang lalu) saat dia mencampakkan Junhyung.Seorang Junhyung yang dulu nya polos dan sangat rapi itu—kini sudah rusak karena satu orang wanita yang membuatnya berubah.Merubahnya menjadi sosok yang tampak putus asa dan terlihat berantakan. Hell!! Apa wanita ini gila?

Hyuran tampak tersentak kaget,matanya melebar sesaat sebelum menundukkan kepalanya kembali “Mianhe” ucapnya lirih.

“Aku masih mencintaimu,oppa”

Junhyung mendengus mendengar penuturan Hyuran ‘Cinta’ Ah….Junhyung ingat kata itu selalu mereka ucapkan dulu.Kata ‘Cinta’ yang sekarang bagaikan mimpi buruk bagi Junhyung sekarang.

Junhyung mendecakkan lidah “Dwaesseo,ka!”  Pinta Junhyung kali ini pria itu memutar tubuh meninggalkan Hyuran yang terus menerus memanggil namanya.Sekilas Junhyung bahkan bisa mendengar Hyuran berteriak histeris seraya mengucapkan kata maaf berulang kali.

Jangan salahkan Junhyung bersikap seperti ini karena itu ulah wanita itu sendiri.Maka meski hatinya berdenyut sakit Junhyung tetap melangkahkan kakinya menuruni tangga.

 

-oo-

 

BLAAMM!!

Suara pintu terdengar tepat di belakang punggung Junhyung.Pria itu menyender di pintu.Kepalanya mendongak keatas dengan mata tertutup.Tanpa sadar sebuah cairan bening meluncur di sudut matanya tanpa bisa di cegah.

Junhyung menggigit bibir bawahnya keras-keras mencoba meredam isakan yang mulai keluar dari mulutnya.

Perlahan tubuh pria dengan surai hitam kecoklatan itu merosot hingga jatuh ke lantai.Tangan kanannya sibuk memukul dada kirinya yang terasa sakit.Luka itu terbuka lagi,membawa luka lama yang bahkan belum mengering.

Sakit,itu yang Junhyung rasakan.Rasanya sama seperti satu tahun yang lalu saat ia tanpa sengaja menemukan kekasihnya Kim Hyuran tengah berciuman dengan pria—sahabatnya sendiri.Bahunya terkulai dengan isakan yang tidak mau meninggalkan mulutnya,meskipun beberapa kali ia menahannya tapi isakan itu tetap lolos dari mulutnya.

Junhyung terus terpekur di depan pintu dengan wajah menunduk,bahunya bergetar hebat.Ia benci jika rasa itu datang lagi,menyiksanya,memaksanya kembali mengingat semua kenangan manisnya bersama Hyuran.

Dalam isakannya Junghyung kembali mengingat senyum manis Hyuran yang tersenyum hangat pada nya di pagi hari.Senyum yang selalu membuatnya bersemangat menghadapi hari.Senyum lembut yang ia kira hanya miliknya seorang.

Junhyung bahkan masih ingat saat ia memberikan Hyuran cincin sebagai tanda cintanya pada wanita itu.Cincin yang menyimpan banyak kenangan akan ia dan Hyuran.

Tapi…

Semua itu hanya masa lalu, semuanya telah pergi meninggalkan luka yang menganga lebar di hati Junhyung.

Sekarang ia sendiri dan tidak ada siapa pun bersama.Ia bagaikan mayat hidup yang hidup hanya sekedar mengisi perut dan selalu menghabiskan malamnya di bar hanya untuk minum-minum.

 

-oo-

 

Puas menangis,Junhyung menengadah menatap langit-langit apartemennya yang berwarna putih polos.Pria bersurai hitam kecoklatan itu masih disana,duduk menyender di depan pintu.

Junhyung memiringkan kepala ke sisi kanan tampak berpikir.Pria itu mendengus kecil seraya tertawa miris.Selama setahun ini ia sudah memikirkannya tentang apa itu ‘Cinta’ semuanya terasa membingungkan baginya.

Cinta‘ bukankah itu kata sihir? Kata yang bisa membuat orang bahagia mendengarnya.Namun ‘Cinta‘ juga bisa merubah seseorang menjadi sosok lain karena tersakiti.

Namun semakin Junhyung memikirkannya,ia semakin takut akan ‘Cinta‘.Semua pemikiran tentang ‘Cinta‘ membuatnya hampir gila.’Cinta‘ membuatnya merasa trauma dengan kata itu.

Junhyung merasa terjebak,tidak bisa melakukan apapun saat ‘Cinta‘ datang padanya saat itu dan kini menyisakan luka yang dalam.

Pria dengan surai hitam kecoklatan itu tiba-tiba berdiri seperti menyadari sesuatu.Dan dengan satu sentakan ia membuka pintu apartemen,berlari sekuat tenaga menaiki tangga yang menuju rooftop.

 

-oo-

 

Kim Hyuran.Wanita itu masih berdiri disana.Dia terlihat sudah tidak menangis lagi,terlihat menatap lurus langit yang sudah berubah jingga.

Hyuran kaget saat menyadari Junhyung kini tengah berjalan ke arahnya,dengan tatapan dingin yang terasa menusuk saat pria itu menatapnya.

“Kau tahu” ucap Junhyung memulai pembicaraan “Aku benar-benar membencimu Hyuran-ah.Aku membencimu karena semua kebohongan yang lakukan.Hidupku telah hancur karnamu.Dan aku tidak akan melupakanmu pembohong”

“Pergilah, semua yang ada di hatiku kini telah rusak karenamu.Aku ingin semua kembali seperti tidak terjadi apapun.Apa kau tahu?Sekarang kita punya jarak yang memisahkan kita.Jarak yang kau buat sendiri karena membuatku harus malakukan semua ini.Aku tidak pernah bisa melihatmu menangis seperti tadi,tapi…kau,kau lah yang membuatku menjadi jahat seperti ini.Dan apa kau tahu aku merasa semua ini menyesakkan meskipun kejadian itu sudah berlalu setahun.Aku merasa sesak dan sulit bernafas”

Junhyung menghela nafas,menatap Hyuran masih dengan tatapan dingin di matanya.
“Sekarang berhentilah dan menjauhlah dariku”

Hyuran hanya diam tidak berkata apapun,wanita itu bahkan terlihat membuka mulut namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.Sepertinya sadar bahwa ia sudah merusak hidup seorang Yong Junhyung.

Melihat Hyuran hanya diam Junhyung memutuskan pergi.

“Hyuran-ah,bekas luka di hatiku tidak akan mudah di hapus begitu saja meskipun kau meminta maaf seratus atau bahkan ribuan kali.Kau sudah menorehkan luka yang sulit untuk di sembuhkan” ucap Junhyung sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Hyuran yang kembali terisak.

 

“Even when I meet other people. My heart is stuck in a mold I can’t trust them all” 

END

Geje yak -_-” haha….

Credit foto from @HeyJoker_1219

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s