If They Are Get Married “Hyosung Family”

hyosung

“Me and My Marriage obsession” 

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Yesung menggeliat pelan.Menarik kembali selimut menutup seluruh tubuhnya.Sinar matahari pagi yang masuk melalui jendela kaca membuatnya semakin menenggelamkan tubuh.

“Appaaaa…ireona..” Seru sebuah suara kecil.Menarik kasar selimut putih bersih yang menyelimuti Yesung.

Yesung masih bergeming.Tidak menghiraukan.Semakin menenggelamkan kepala pada bantal empuknya.

Diam.Yesung tersenyum samar.Gangguan itu sudah hilang”Mimpi” batinnya.

“Appaaa…” Kali ini panggilan itu bukan cuma satu tapi dua.Kembali kasar menarik selimut itu lagi.Kali ini bukan hanya satu tapi dua kekuatan cukup untuk menyibak selimut tebal itu.

Merasa kalah Yesung menyerah.Membuka mata.Langsung terbelalak saat melihat 2 anak manis dengan piyama,wajah dan gaya rambut yang sama tersenyum sumringah.Tanpa menunggu keduanya langsung menubruk tubuh Yesung.

Setengah sadar Yesung hanya mengerjapkan mata beberapa kali.Menoleh ke arah meja di samping tempat tidur.Melihat kalender diatas meja  28 Agustus.

“Saengil Chukhae appa” seru salah satu anak dengan piyama berwarna merah muda.

“Mimpi”gumamnya seraya mencubit lengan kirinya.Mengaduh saat merasakan sakit.

Yesung menatap kedua gadis cilik di pangkuannya.Tersenyum canggung—bingung—

Yesung menoleh saat mendengar pintu kamar terbuka.Seorang yeoja dengan t-shirt putih dan celana pendek selutut masuk.Melotot melihat dua mahluk manis di pangkuan Yesung.

Berkacak pinggang “Bukankah eomma suruh kalian berdua mandi,eoh!kenapa kalian malah menganggu appa?” Ucap yeoja yang tidak lain adalah Hyonie.

Hyonie menarik salah satu gadis cilik dengan piyama biru”Ya,Kim Eunji,kenapa kau malah membawa adikmu”

Gadis cilik berpiyama biru itu hanya nyengir memperlihatkan giginya yang putih “Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk appa” ucapnya membela diri “Dan karena appa tidak mau bangun akhirnya aku mengajak Eunmi untuk membantuku membangunkan  appa” lanjutnya seraya menunjuk Eunmi.

Gadis kecil berpiyama pink yang di tunjuk itu mengangguk mengiyakan pernyataan kakaknya.

Wajah mereka sama persis.Lahir hanya terpaut 5 menit.Mereka kembar.
Gadis pertama dengan piyama biru itu bernama Kim Eunji dan yang ke dua dengan piyama pink itu adalah sang adik bernama Kim Eunmi.

Yesung hanya diam—bingung—tersenyum canggung—melihat Hyonie kembali menarik Eunmi yang masih tidak mau beranjak dari pangkuan Yesung.

“Hyonie-ya” sapa Yesung membuat Hyonie yang tengah membujuk Eunmi untuk turun dari tempat tidur menoleh ke arahnya “Wae?” Tanyanya singkat kembali membujuk bungsunya yang masih menggeleng keras.

Hyonie menghembuskan nafas.Menoleh ke arah suaminya.Menatap kesal Yesung “Yeobo,bisakah kau membujuknya untuk turun dan segera mandi” pintanya

Yesung mengerjap satu kali,dua kali “Eoh!!” Yesung membeo.Melihat Hyonie yang menatapnya marah Yesung mengangguk—tersenyum mencoba membujuk gadis kecil yang terlihat membuang muka pada eommanya.

“Eunmi-ya,dengarkan ibumu,kalau kau menurut appa janji kita akan ke lotte world hari minggu ini” ucap Yesung tersenyum.

Demi mendengar Lotte World Eunmi langsung melompat menyusul Eunji yang lebih dulu keluar kamar.
Eunmi membalik tubuh.Setengah berlari kembali naik keatas tempat tidur.Tidak perduli pada Hyonie yang melotot marah melihatnya.
“Yagso?” Ucapnya mengacungkan jari kelingking di hadapan Yesung.

Yesung tersenyum mengait jari kelingking pada kelingking mungil Eunmi “Yagso” ucapnya seraya mengacak lembut rambut gadis kecilnya.

-oo-

Yesung sudah mandi dan keluar kamar,tersenyum pada ketiga orang yang berada di ruang makan itu.Hal ini masih terasa mimpi baginya,seingatnya kemarin ia baru merayakan ulang tahunnya bersama Hyonie,sekarang—ia mempunyai putri.

“Appa…” Sapa Eunmi yang tersenyum lebar padanya memperlihatkan deretan gigi susunya.

Yesung tersenyum,berjalan menghampiri putrinya.Membersihkan remah roti yang menempel di pipi chubby Eunmi.Mencium pelan kedua pipinya Eunmi,dan beralih pada Eunji.Mereka tampak manis dengan setelah t-shirt biru dan celana hot pant berwarna senada.

“Oppa,kau sudah bangun?” Tanya Youngie yang terlihat baru saja bangun tidur dan menguap lebar.

“Kapan kau pulang?bagaimana dengan kuliahmu?apa semua baik-baik saja?” Tanya Yesung saat Youngie sudah duduk di sebelah Eunji.

Youngie memutar bola matanya “Aku sebentar lagi lulus,aku sedang menyelesaikan tesis akhir” ucap Youngie langsung melotot saat melihat Eunmi hendak menumpahkan susu ke dalam piring rotinya.

Yesung mengangguk “Ah…bagaimana hubunganmu dan Eunhyuk?”

“Eoh?kami baik-baik saja” jawab Youngie.

“Baik-baik apanya?bukankah kemarin kalian bertengkar,hanya karena Eunhyuk terlambat menjemputmu di tempat kerja” ucap Hyonie tanpa menoleh.

Yesung hanya tertawa melihat ekspresi Youngie yang mendelik kesal melihat eonnienya yang acuh.

“Apa kalian tidak sekolah?” Tanya Yesung pada dua putrinya.

“Mereka sedang liburan musim panas” jawab Hyonie membuat Yesung hanya mengangguk,mulutnya terlihat membentuk huruf ‘O’

“Mama,bisakah aku minta susunya lagi?” Rengek Eunmi,membuat Yesung menaikkan alisnya,mendekatkan wajahnya pada bungsunya “Apa—kau minta susu?”Tanyanya dengan suara pelan.

Eunmi memutar matanya lucu dan mengangguk “Wae?Appa tidak bisa bicara bahasa Eomma?” Tanyanya lugu.

Yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal,kemudian menggeleng.Membuatnya ditertawakan Youngie,dan—Eunji? “Apa aku salah karena tidak bisa bahasa kalian?” Protesnya seraya menujuk Youngie dan Hyonie secara bergantian.

“Eunji-ya,apa kau bisa bahasa Indonesia?” Tanya Yesung pada Eunji yang langsung mengangguk.Membuat Yesung memanyunkan bibirnya.

“Yeobo” ucap Yesung menatap Hyonie yang tengah mengolesi selai pada rotinya.

“Mereka sudah di biasakan bisa bicara dalam 2 bahasa di rumah ini,appa—” Hyonie menghentikan kalimatnya saat mendengar suara batuk seseorang.

Yesung mengikuti arah pandangan Hyonie,melebarkan mata kaget melihat sosok pria setengah abad yang mulai masuk ke ruang makan.Ia bahkan bisa melihat pria itu melihatnya sekilas dan tersenyum bijak,sebelum akhirnya mendapatkan dua pelukan dari kedua cucu kembarnya.

“Haraboji,apa kau tahu appa sama sekali tidak bisa bahasa haraboji dan eomma” adu Eunji dan Eunmi secara bersamaan.

Pria setengah abad itu hanya tersenyum seraya mengelus pelan kepala kedua cucunya “Itu,karena ayah kalian memang buka orang Indonesia,jadi wajar saja kalau ayah kalian tidak bisa bahasa haraboji dan eomma”

“Tapi…kami bisa” ucap Eunji bersikeras.

“Itu karena kalian dari bayi sudah di ajarkan bahasa Indonesia” jawab Youngie.

Eunji dan Eunmi menatap Youngie lama,sebelum akhirnya kembali ke kursi mereka masing,duduk di antara Yesung.

Yesung tersenyum,menundukkan kepalanya “Annyeong abo-nim” ucapnya dan mendapatkan anggukan pria setengah baya itu.

Yesung kembali ke kursi,mulai bicara pada ayah mertuanya.Sesekali tertawa saat mereka membahas tentang sepak bola atau pasaran saat ini.Yesung tidak menyangka,entahlah mungkin ia-lupa bahwa ayah mertuanya merupakan orang yang menyenangkan.

Yesung tersenyum menyambut hari,senyum tidak pernah luput dari bibirnya.Tidak pernah menyangka kalau ia akan mempunyai hidup seperti sekarang.Mempunyai istri dan 2 orang putri cantik.Masih merasa kalau semua ini hanya mimpi,dan kalaupun ini mimpi ia tidak ingin bangun.

-oo-

Yesung menguap lebar,melihat sekeliling kamar.Bangun pagi ini tidak seheboh kemarin,ia bangun karena tidak merasakan Hyonie di sampingnya.Setelah mengumpulkan nyawa,Yesung beranjak dari tempat tidur.

Ia berjalan keluar,langsung menuju dapur.Tersenyum saat melihat punggung Hyonie yang tengah membelakanginya.

Yesung mendekat,melingkarkan tangannya pada pinggang Hyonie,memeluknya dari belakang,membuat istrinya itu kaget sebelum akhirnya kembali pada kegiatannya.

“Apa kau selalu bangun sepagi ini?” Tanya Yesung menaruh dagu pada pundak Hyonie,terlihat kembali menguap.

“Ne,waeyo?”

“Kau…wanita hebat” ucap Yesung pelan seraya mencium pundak Hyonie.

Hyonie hanya terkikik pelan,menaruh gelas ditangannya,memutar tubuh hingga menghadap Yesung “Ada apa denganmu hari ini?”Tanyanya seraya melingkarkan tangan di pundak Yesung.

Yesung menaikkan alis sekilas,kemudian menaikkan kedua bahunya “Kau terlihat cantik hari ini” ucap Yesung asal,membuat Hyonie tertawa “Oh..Ayolah,jangan gombal pagi-pagi”

Yesung hanya tertawa,membiarkan Hyonie melepaskan lengannya,pergi membuka kulkas.

“Yeobo?apa kau mau menemaniku ke mini market di depan?” Tanya Hyonie.

“Sekarang?” Tanya Yesung mengerjap.

Hyonie mengangguk “Eoh..wae?” Tanyanya tidak perduli dengan ekpresi Yesung.

Yesung melihat jam dinding yang tertera di dapur “Tapi…ini baru pukul 6 pagi” ucapnya seraya menunjuk jam dinding berbentuk kepala anjing itu.

Yesung menoleh kearah istrinya,dan menaikkan alisnya bingung melihat Hyonie sudah mengenakan jaket “Kau akan ke mini market dengan piyama tidur?”Tanyanya.

Hyonie mengangguk “Aku hanya ke depan,lagipula aku sering melakukannya” jawab Hyonie acuh seraya berjalan menuju pintu “Kau—tidak ikut?” Tanyanya saat menyadari Yesung hanya berdiri di dekat meja makan.

“Eoh?Ah..chankaman” ucap Yesung langsung berlari menuju kamar,membuat istrinya tertawa geli melihatnya.

“Jadi apa yang mau kau beli sepagi ini?apa kita punya acara siang ini?” Tanya Yesung membuka pintu,menggeser tubuhnya kesamping agar Hyonie bisa keluar lebih dulu.

“Aku hanya membeli nori,untuk membuat Kimbab.Bukankah hari ini kita akan piknik bersama yang lainnya” jawab Hyonie.

Yesung hanya mengangguk,terlihat menaikkan kedua bahunya,merangkul pinggang Hyonie hingga menuju mobil.

-oo-

Yesung melebarkan mata saat membuka pintu lemari pakaian kedua putri kembarnya.Menggaruk kepalanya bingung.Menoleh melihat kedua putrinya yang masih mengenakan piyama tidur dan belum mandi.

Di tempat tidur Eunmi masih terlihat sangat mengantuk,kembali merebahkan tubuhnya,sedangkan Eunji—sulungnya itu — tanpa di duga sudah berdiri di samping Yesung,menatap sang Appa dengan alis terangkat.

“Waeyo?” Tanyanya polos seraya mengerjapkan mata.

Yesung tersenyum,menunduk hingga badannya sejajar dengan sulungnya “Eunji-ya,kau mau mengenakan baju apa pagi ini?” Tanya Yesung.

Eunji hanya mengerjap,gadis kecil itu mendongak,melihat jejeran rapi tumpukan pakaian “Euumm…” Eunji hanya terdengar bergumam “Kurasa…” “Yang itu Appa” ucapnya seraya menunjuk sebuah dress putih tanpa lengan “Ibu dimana?kenapa bukan ibu yang menyiapkan baju hari ini?” Lanjutnya seraya melihat Yesung,membuat sang Appa hanya menatapnya dengan tatapan ‘Apa-yang-sedang-kau-ucapkan?’

“Eomma eodi?” Tanya Eunji lagi

“Eoh?eomma?ah..ibu mu sedang sibuk di dapur” ucap Yesung akhirnya.Sekilas memutar bola matanya dan menggeleng pelan(kenapa anaknya sangat mirip dengan ibu nya) “Yang ini bukan?” Tanya Yesung seraya mengambil dress putih dengan renda berwarna hijau dibagian bawahnya itu pada Eunji.Tersenyum lega saat sulungnya mengangguk.

Yesung menepuk tangannya “Baiklah mari kita mandi” ucap Yesung semangat,segera menghampiri bungsunya dan—sedikit memaksa bungsunya itu bangun dan mandi.

-oo-

Hyonie menggerutu pelan menuju pintu yang sejak tadi di ketuk itu,mendongak ke arah jendela,mendecakkan lidah saat melihat Yesung dan dua putrinya tengah asyik bermain di halaman samping rumah mereka.

Hyonie tersenyum pada 2 orang dewasa di depan pintu rumahnya.Memeluk sang wanita pelan.

“Yeong Shik-ah” ucap Hyonie saat mendapati Yeong Shik yang menggenggam tangan Hanyeon,mencubit pelan ke dua pipi anak laki-laki umur 6 tahun itu,sebelum akhirnya tersenyum pada ayah anak itu.

Kibum dan Hanyeon masuk setelah Hyonie menggeser tubuhnya ke samping,membiarkan ke tiga orang itu masuk,membiarkan pintu rumahnya terbuka begitu saja,ikut menyusul masuk.

“Yesung oppa eodi?” Tanya Hanyeon,membiarkan putra nya Yeong Shik melepaskan genggaman tangannya.

“Mereka ada di taman” Jawab Hyonie menunjuk dengan kepala ke arah jendela.

“Kalau begitu,aku dan Yeong Shik ke sana” ucap Kibum memanggil putranya berjalan lebih dulu ke arah pintu samping yang berada tepat di samping dapur.

Setelah Kibum keluar,Hanyeon membantu Hyonie membuat Kimbab.

“Apa yang kau bawa untuk piknik kali ini?” Tanya Hyonie pada sahabatnya yang terlihat mulai mencuci tangan.

“Eoh?” Hanyeon mengerjap tampak berpikir “Tidak ada” jawabnya santai.

Hyonie memutar bola matanya “Kenapa kau tidak membawa apa-apa?apa harus aku yang membawa semuanya kali ini?”

“Bukankah kau bilang kau yang akan membawa semuanya?”

“Mwo?siapa yang bilang seperti itu?”

“Riyeon”

“Geezz…padahal aku hanya bercanda mengatakannya kemarin,itu—aku kesal karena tidak ada satupun di antara kalian yang mau membawa bekal”

Hanyeon hanya tertawa “Dan,sekarang dimana ibu modis itu?kenapa belum datang?”

Hyonie menaikkan kedua bahunya”Ia akan selalu jadi orang yang paling akhir datang”

Hanyeon mengangguk seraya tersenyum “Kebiasaannya tidak pernah berubah”

-oo-

Di taman….

Yesung yang tengah asyik membantu ke dua putrinya menyusun puzzle kaget saat bungsunya berteriak pada seseorang,melambaikan tangannya pada seorang anak laki-laki yang di gandeng ayahnya.

“Yeong Shik-ah” ucap Eunmi riang seraya berlari menuju Yeong Shik,tanpa ragu menarik anak laki-laki itu untuk bergabung bersama mereka.

“Anyyeong hyung” ucap Kibum saat sudah berada di dekat Yesung dan pria yang lebih tua darinya itu memeluknya.

“Apa Hanyeon di dapur?” Tanya Yesung seraya duduk.

Kibum mengangguk sebagai jawaban.Namja dengan senyum manis itu menyapa Eunji “Bagaimana kabarmu Eunji-ya?”

Eunji tersenyum “Baik,sangat baik,hanya saja — ” Eunji menghentikan kalimatnya,merengut saat melihat Eunmi meninggalkannya bersama Yeong Shik dan bermain lempar bola “Ini saja belum selesai” lanjutnya memutar bola mata, kesal ia menemui Eunmi dan Yeong Shik.

Yesung dan Kibum hanya tertawa melihat tingkah anak-anak mereka “Sepertinya Eunmi sangat menyukai Yeong Shik” ucap Kibum terkekeh pelan.

“Ku rasa kau benar” jawab Yesung.

“Pasti berat punya dua anak kembar” ucap Kibum

Yesung menghembuskan nafasnya berat “Sangat,tapi aku senang karena mereka cantik seperti Hyonie”

Kibum menepuk pundak Yesung “Tidak ada hal yang paling mambahagiakan dunia ini selain mempunyai anak,mereka sumber kekuatan kita”

Yesung tampak mengangguk,tersenyum melihat dua orang putrinya tengah tertawa riang mengejar bola.

-oo-

Hyonie memutar bola matanya pada sosok yeoja dengan blouse grey,skirt putih bermotif polkadot kini tengah tersenyum padanya tanpa rasa bersalah.Disampingnya seorang namja dengan rambut pirang dengan cardigan senada dengan blouse sang yeoja tersenyum,dan di sampingnya berdiri seorang anak laki-laki dengan setelah t-shirt biru dan celana jeans selutut.

“Ku rasa kau tidak di undang kemari,Miss Kim Riyeon-ssi” ucap Hyonie terdengar kesal,dan membuat Hanyeon hanya tertawa melihatnya.

“Oh..ayolah,unnie kau tahu aku sangat sibuk” jawab Riyeon seraya mendekat pada Hyonie yang tengah mengambil keranjang piknik di lemari.

Hyonie tidak mendengarkan — atau lebih tepatnya mengacuhkan Riyeon.Ia bahkan terlihat asyik mengambil beberapa barang.

Hanyeon hanya menggeleng pelan,ini selalu terjadi setiap kali mereka akan pergi bersama.Menghiraukan dua orang ibu-ibu muda di sana Hanyeon menundukkan kepala menyapa putra Riyeon “Annyeong Kim Young Jae-ah” ucapnya seraya mengelus pelan kepala anak itu.

Hanyeon baru akan membuka mulut,namun mengurungkannya saat melihat Yesung masuk bersama yang lainnya.Salah satu putri Yesung bahkan berlari ke arahnya dengan cepat,memeluk kakinya.

“Ahjummaaa…” Ucapnya menengadah,wajah imut dan pipi chubby itu membuat Hanyeon tersenyum,membungkuk pada putri sahabatnya “Annyeong Eunmi-ya,ah..Yeong shik eodi-ya?” Tanyanya.

Eunmi menoleh,mencari sosok Yeong Shik yang—hey!! Sejak kapan anak itu sudah berada di meja,tangannya sudah terulur pada Kimbab yang berada di atas meja,membuat Hanyeon memekik.

Pekikan Hanyeon sukses membuat Hyonie yang masih menghiraukan Riyeon yang meminta pengertiannya menoleh ke arah suara.Membuat Yesung yang tengah bicara dengan Jae Joong menghentikan kalimatnya.Membuat Eunji yang menegur Young Jae ikut menoleh ke arah suara.
Dan Kibum…hanya melebarkan matanya kaget.

“Waeyo Hanyeon-ah?” Tanya mereka secara bersamaan.Membuat Hanyeon tersenyum kikuk “Ania,aku hanya kaget saat melihat Yeong Shik hendak mengambil kimbab” ucapnya.

“Oh..astaga,kau membuat orang-orang kaget saja” gerutu Riyeon.

“Mianhe” ucap Hanyeon tidak enak,melotot pada putranya “Jangan lakukan itu lagi,arraseo” ucapnya pada Yeong Shik yang sudah memasukkan kimbab dalam mulutnya tanpa rasa bersalah sama sekali.

-oo-

“Eomma” panggil Eunmi yang berada di kursi belakang pada Hyonie yang baru saja duduk menoleh ke belakang,tersenyum pada bungsunya.

“Waeyo?”

“Apa…Aku boleh ikut mobil bibi Hanyeon” ucapnya pelan seraya menundukkan kepalanya.

Sang eomma hanya mengerjap sekali,dua kali.Hyonie baru akan membuka mulutnya,namun mengurungkannya saat mendengar sebuah suara lain yang juga meminta hal yang sama.

“Aku juga,ijinkan aku ikut mobil bibi Riyeon,eoh” pinta Eunji tidak mau kalah.

Hyonie manatap ke dua putrinya dengan alis terangkat,memutar kepala ke arah Yesung yang juga melongo mendengar permintaan ke dua putrinya yang—tidak biasanya.

“Ini terjadi lagi” ucapnya pada Yesung.

“Eunji-ya,Eunmi-ya,kenapa tidak pergi bersama eomma dan appa saja” ucap Yesung tersenyum mencoba membujuk ke dua putrinya.

“Ne,apa kalian membenci eomma dan appa?” Ucap Hyonie.

Eunji dan Eumni menggeleng secara bersamaan “Ania,kami menyayangi kalian” ucap mereka serempak.

Hyonie menghembuskan nafasnya,meniup poni yang menutupi dahinya “Ada apa dengan ke dua putrimu hari ini?” tanyanya pada Yesung yang hanya menaikkan ke dua bahunya sama bingungnya dengan istrinya.

“Arraseo,arraseo” ucap Hyonie akhirnya keluar mobil.Membiarkan ke dua putrinya turun dengan senang hati.

Hyonie mengantar satu persatu putrinya pada mobil sport putih dan biru.Tersenyum meminta maaf karena tiba-tiba mereka ingin satu mobil dengan ke dua sahabatnya.Hal ini terus terjadi setiap kali mereka pergi bersama..

“Bagaimana?” Tanya Yesung saat melihat Hyonie masuk mobil.

Hyonie menoleh pada suaminya,tersenyum “Beres” ucapnya seraya menaikkan kedua bahu.

“Menurutmu apa yang membuat Eunji dan Eunmi menyukai Hanyeon dan Riyeon?” Tanya Yesung seraya memajukan Renault Samsung S5 nya pelan.

“Eumm…kurasa…Mungkin Eunmi menyukai Hanyeon karena setiap kali ia jalan bersama Hanyeon,Hanyeon selalu memberikannya ice cream,dan kenapa Eunji menyukai Riyeon adalah karena Riyeon selalu bercerita tentang model pakaian dan memberikannya banyak pensil warna padanya setiap kali mereka bertemu.Hari ini saja Riyeon memberikan satu kotak pensil warna pada Eunji,kau tahu.Sulung kita itu sangat suka menggambar” ucap Hyonie panjang lebar.

Yesung mengangguk “Ku rasa bukan hanya itu”

Hyonie menaikkan alisnya,menatap suaminya dengan dengan tatapan ‘lalu?’

“Ku rasa karena Yeong shik dan Young Jae” ucap Yesung terkikik pelan.Membuat istrinya melebarkan matanya kaget.

“Mwo?” Ucap Hyonie akhirnya tertawa.

“Itu hanya pikiranku saja” ucap Yesung,dan Hyonie mengangguk di sebelahnya kembali tertawa.

-oo-

“Yaa!!Kim Young Jae,jangan berlari” teriak Riyeon pada putranya yang sudah melesat ke taman.Yeoja yang selalu modis itu memutar bola mata pada suaminya “Apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya pada Jae Joong yang masih membantu Yesung mengeluarkan tikar dari mobil.

Jae Joong memutar tubuh “Yeobo,apa kau tidak melihatku sedang apa?” Tanyanya dengan tangan yang masih memegang tikar ditangan kirinya.

“Gezz….” Riyeon menggerutu pelan seraya memutar tubuh,kembali berteriak pada putranya,memperingatkan putranya agar berhati-hati.

“Astaga anak itu” ucapnya pasrah seraya memutar tubuh rampingnya,membantu Hyonie dan Hanyeon mengeluarkan kotak bekal piknik,menatap heran pada dua sahabatnya yang tengah melihatnya seraya menggeleng pelan “Mwo?” Tanyanya bingung.

“Aniyo” ucap Hanyeon dan Hyonie secara bersamaan.

-oo-

Tiga keluarga itu tampak menikmati suasana piknik mereka seperti biasa.
Piknik merupakan kegiatan yang sering keluarga kecil itu lakukan di tengah-tengah kesibukan mereka masing-masing.

Di sisi taman tepat di bawah sebuah pohon sakura yang tengah berbunga indah,3 orang yeoja tengah bicara seraya mempersiapkan beberapa makanan di tikar,terlihat tertawa satu sama lain.

Disisi lain taman,ada 3 orang namja yang tengah mengamati anak-anak mereka bermain.Sesekali ikut tertawa melihat tingkah anak-anak mereka sambil sesekali meminum cola yang ada di tangan masing.

Sebuah taman yang biasa di kunjungi masyarakat Seoul bila tengah musim semi itu tampak lengang.Mereka sengaja memilih hari dimana orang-orang tidak kesana.Mengingat siapa mereka pasti tidak akan mudah berbaur dengan orang-orang yang mungkin atau pasti mengenal mereka.

-oo-

“Jadi apa kegiatanmu akhir-akhir ini?” Tanya Hyonie pada Riyeon yang tengah menuangkan jus jeruk ke dalam gelas.

Riyeon mengangkat kepala “Seperti biasa,butik,jepang,anak dan suami” jawabnya santai.

Hyonie mengangguk “Oh..ku dengar butikmu akan melakukan peragaan busana lagi pertengah musim semi ini?”

Riyeon tersenyum cerah seraya mengangguk “Tentu saja”

“Chukhae” ucap Hanyeon yang dari tadi hanya diam mengamati kedua sahabatnya itu bicara.Dari dulu Ia memang selalu diam apabila kedua orang yeoja itu bicara.

Riyeon menoleh ke arah Riyeon “Gomawo Hanyeon-ah” ucap Riyeon seraya memberikan sebuah pelukan hangat pada Hanyeon.

“Kenapa aku tidak di beri pelukan?” Protes Hyonie,membuat Riyeon memutar bola matanya.

“Oh…ayolah unn,kau selalu tahu apa kegiatanku,jadi kenapa aku harus memberimu pelukan?”

Hyonie hanya tertawa “Mungkin saja” ucap Hyonie seraya tertawa,menaruh potongan apel dalam mulutnya.

“Oh…Riyeon-ah,Hanyeon-ah” tanya Hyonie menatap secara bergantian kedua sahabatnya itu.

Kedua Yeoja yang di panggil menatap Hyonie dengan alis terangkat “Waeyo?” Tanya mereka secara bersamaan.

“Eumm…apa yang membuat kedua putriku sangat menyukai kalian berdua?apa kalian tahu?tadi saat akan berangkat mereka — eunji dan eunmi — ” Hyonie menghentikan kalimatnya sekilas,mengambil kembali potongan apel “Mereka memintaku untuk mengantar mereka ke mobil kalian” lanjut Hyonie seraya menunjuk Hanyeon dan Riyeon secara bersamaan.

Hanyeon dan Riyeon manatap satu sama lain dan kemudian tertawa.

“Itu karena kami lebih baik daripada ibu nya sendiri” ucap Riyeon tertawa membuatnya mendapat pukulan di pundaknya.

“Yaa!!” Ucap Hyonie marah.

“Kurasa karena Eunmi menyukai Yeong shik” ucap Hanyeon.

Hyonie melebarkan matanya “Apa kau juga berpikir begitu?” Tanyanya.

Hanyeon mengangguk seraya tersenyum “Lihat saja” ucapnya seraya menunjuk kedua anak kecil yang tengah asyik bermain dan tertawa tidak jauh dari mereka.

“Ah…kurasa kau benar” ucap Hyonie terkekeh pelan “Jadi,apa kita akan menjadi besan?” Lanjutnya tertawa dan memeluk Hanyeon erat.

Riyeon hanya memutar bola matanya melihat kedua sahabatnya “Michi” ucapnya seraya menggeleng pelan.

-oo-

“Yeong Shik-ah,tangkap” teriak Kibum seraya melempar bola ke arah anak lelakinya.Bertepuk tangan saat Yeong Shik menangkap bola itu dengan sigap.

“Anak hebat” ucap Kibum seraya mengelus lembut rambut Yeong Shik “Apa kau mau bermain bersama Appa dan mereka?” Tanya Kibum seraya menunjuk Yesung dan Jae Joong yang terlihat sibuk dengan anak mereka masing-masing.

Yeong Shik menatap ragu ayahnya,menoleh ke arah dua orang yang ditunjuk ayahnya.Anak berumur 6 tahun itu menggeleng pelan “Aku main bersama mereka saja” ucap Yeong Shik menunjuk Yeoung Jae,Eunmi dan Eunji yang kini berjalan ke arahnya.

Kibum mengikuti arah pandangan putranya “Oh..Oke” ucap Kibum mengangguk.

Kibum kembali berjalan menemui Yesung dan Jae Joong yang duduk di salah satu kursi taman setelah ia menyapa ketiga anak yang kini ada di dekatnya.

Kibum tersenyum pada dua sosok pria yang tengah meminum cola dan menghempaskan pantatnya pada kursi kosong yang berada di samping Yesung.

“Apa yang dilakukan Eunji?” Tanya Yesung,menyipitkan matanya saat melihat putri sulungnya mendorong Young Jae.

“Eunji-ya,jangan lakukan itu” teriak Yesung seraya berlari.

Jae Joong ,Kibum dan ketiga yeoja yang tengah asyik — sepertinya bergosip menolah secara bersamaan ke arah suara.Setelah menyadari apa yang terjadi mereka secara bersamaan berlari kearah Yesung.

-oo-

Jae Joong menarik Young Jae menjauh dari Eunji,ia dapat melihat wajah Eunji yang menatap Young Jae tajam.
Gadis cilik berambut sebahu dengan topi lebar itu bahkan berteriak.Sekilas Jae Joong seperti melihat Hyonie pada diri Eunji (oh…tentu saja bukankah Eunji putri Hyonie).

“Young Jea-ya,sebenarnya apa yang terjadi,eoh?” Tanya Jae joong pada putranya.

“Dia….” Young Jae menunjuk Eunji yang masih menatapnya tajam.

Jae Joong melirik sekilas Eunji,memutar kepala saat yang lainnya sudah berada diantara mereka bertiga.

“Eunji-ya,apa yang terjadi?” Tanya Yesung seraya membungkuk mensejajarkan posisinya agar tinggi mereka setara.

Eunji tidak bersuara sama sekali,gadis cilik berumur 6 tahun itu hanya menggelengkan kepalanya keras,sama sekali tidak mau membuka mulutnya.Ia masih menatap tajam pada anak pria yang —menatapnya dengan rasa bersalah.

“Mianhe Eunji-ya” gumam Young Jae pelan,menundukkan kepalanya dalam.

Yesung mengelus pelan kepala sulungnya “Kenapa kau mendorong Young Jae?apa yang telah ia lakukan padamu?” Tanya Yesung pelan,sekilas melirik Hyonie yang memegang Eunmi di lengan kirinya.

Eunji hanya menutup mulutnya rapat dan menggelengkan kepalanya keras.Eunji memeluk leher Yesung menyembunyikan wajahnya pada bahu sang ayah.

Lama mereka semua hanya diam,terlihat bingung dan menatap satu sama lain.Riyeon terlihat mendekat kearah putranya dan menatap Hyonie yang menaikkan kedua bahunya.

“Eunji-ya” panggil Riyeon mendekat kearah Yesung dan Eunji.

“Apa yang dilakukan Young Jae padamu,eoh?apa ia menyakitimu?” Tanya Riyeon lembut.

Namun Eunji hanya menggelengkan kepalanya pelan masih membenamkan wajahnya pada pundak Yesung.

Hyonie terdengar mendesah pelan “Percuma,ia tidak akan mengatakannya” ucap Hyonie seraya menarik Eunji mendekat padanya,menoleh pada Riyeon “Aku akan menanyakannya saat di rumah nanti” lanjutnya.

Riyeon mengangguk “Kuharap kau menelponku saat Eunji mau mengatakan apa kesalahan Young Jae” ucap Riyeon seraya berjalan ke arah suami dan putranya.

“Baiklah bagaimana kalau kita makan?” Ucap Hyonie menepuk ke dua tangannya semangat,menggandeng Eunmi yang hanya menatap Eunji penuh tanya.

-oo-

Selama makan siang itu pun Eunji hanya diam,mata gadis kecil itu tidak pernah lepas dari Young Jae,setiap kali Young Jae berusaha tersenyum padanya ia langsung memalingkan wajah.

Yesung dan Hyonie saling menatap dan menaikkan kedua bahu mereka secara bersamaan.Bingung akan sikap Eunji hari ini.

Eunji masih duduk di pangkuan Yesung dan siang itu gadis kecil itu hanya makan sedikit.Membuat Yesung menghembuskan nafasnya panjang,menoleh menatap Jae Joong dan Riyeon secara bersamaan “Maafkan karena Eunji mendorong Young Jae” ucapnya pada pasangan yang berada di hadapannya dan membuatnya mendapat anggukan kepala kedua pasangan itu.

-oo-

Tiga keluarga itu akhirnya berpisah di tempat parkir,setelah mengemasi semua barang piknik mereka.Hari sudah semakin senja saat mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.

Hyonie melihat sekilas kedalam mobil,tersenyum saat melihat Eunji sudah bermain bersama Eunmi dan Young Shik di dalam.Sulungnya sudah tidak semarah tadi,wajahnya sudah kembali ceria seperti biasanya.

“Unnie” sapa Riyeon,membuat yeoja yang lebih tua itu mengalihkan pandangannya dari kedua putrinya.Tersenyum pada yeoja dengan blouse grey di hadapannya itu.

“Apa Eunji masih marah?” Tanya Riyeon menoleh sekilas melalui bahu Hyonie.

Hyonie tersenyum dan menghembuskan nafasnya secara bersamaan “Kau tenang saja,Eunji bukan anak yang bisa marah lama-lama,tunggu saja besok,ia pasti akan lupa akan kejadian hari ini” ucap Hyonie seraya menepuk pelan pundak Riyeon.

“Baiklah,kalau begitu kami duluan” ucapnya seraya memeluk Hyonie “Setelah tiba di rumah aku akan menanyakan apa yang terjadi pada pada Young Jae” lanjutnya dan melepas pelukannya.

Hyonie mengangguk “Aku juga akan menanyakannya pada Eunji” ucap Hyonie.

Riyeon tersenyum “Hanyeon-ah” teriaknya pada Hanyeon yang berjalan kearah mobil Hyonie,membuat yeoja itu menoleh dan tersenyum padanya.

“Annyeongi gaseyo Riyeon-ah” teriaknya seraya melambaikan tangan.

Riyeon tertawa dan membalik tubuh “Annyeongi gaseyo unnie-ya” ucapnya sebelum akhirnya masuk kedalam mobil.

Hyonie menatap mobil sport silver itu menjauh dan menuju mobil.Tersenyum pada Hanyeon yang menarik Young Shik keluar mobilnya.

“Jadi…sampai bertemu minggu depan” ucap Hyonie pada Hanyeon yang sudah menggenggam lengan putranya.

“Ne,tentu saja” jawab Hanyeon cepat “Yeobo” serunya pada Kibum yang tengah asyik bicara pada Yesung.

Kibum tersenyum dan berjalan kearah Hanyeon dan putranya,setelah menundukkan kepalanya pada Yesung dan berpamitan “Khajaaa” ucapnya seraya menarik Young Shik dan menggendongnya.

Hanyeon memeluk Hyonie dan berpamitan padanya,tidak lupa pada Eunji,Eunmi dan Yesung.
Setelah berpelukan singkat dengan Hanyeon,Hyonie juga berjalan ke arah mobilnya,dan melihat Yesung lebih dulu masuk ke dalam mobil.Dengan setengah berlari kecil Hyonie masuk,menoleh sekilas pada ke dua putrinya dan tersenyum hangat.

-oo-

“Menurutmu apa yang terjadi antara Eunji dan Young Jae siang tadi?” Tanya Yesung saat mereka sudah berada di rumah dan berada di ruang keluarga.Dilantai Eunji dan Eunmi sibuk dengan puzzle yang sejak 2 hari yang lalu belum mereka selesaikan.

Hyonie menoleh sekilas ke arah Yesung,menatap suaminya itu lama dan melirik Eunji.
Yeoja itu tampak hendak mengatakan sesuatu pada suaminya,namun kemudian ia menutup mulutnya,menoleh kearah Eunji.

“Eunji-ya” panggil Hyonie pada Eunji yang malam itu mengenakan piyama hijau lumut sama halnya dengan Eunmi.

Eunji mendongak dari puzzle di hadapannya,masih sempat menepuk lengan Eunmi yang salah menaruh potongan puzzle,membuat Eunmi mempoutkan bibirnya kesal.

“Ne,eomma” jawab Eunji kemudian,matanya melirik Eunmi yang sudah berada di pangkuan ayahnya.

Hyonie menarik Eunji duduk tepat ditengah-tengah diantara ia dan Yesung.

“So…bisa kau katakan apa yang terjadi tadi siang?” Tanya Hyonie menundukkan kepalanya,menatap sepasang mata jernih Eunji yang mengerjap sekali.

Gadis kecil itu menggigit bibir bawahnya,terlihat ragu seraya menatap ibu nya “Siang tadi…” Ucapnya gantung “Young Jae—” kembali berhenti “Men…”Eunji menggelengkan kepalanya keras kembali menutup mulutnya rapat.

Hyonie menghembuskan nafasnya panjang “Baiklah,kalau tidak ingin mengatakannya” ucap Hyonie seraya mengelus pelan kepala Eunji.

Hyonie melirik Yesung yang tengah bermain dengan Eunmi di pangkuannya.

-oo-

Hyonie mengecup pelan kening Eunmi yang sudah tertidur pulas dan berjalan ke arah ranjang satunya dimana Eunji berada “Sweat dream honey” bisik Hyonie pelan di telinga Eunji dan mencium kening sulungnya.

Hyonie tersenyum,membiarkan Yesung melakukan hal yang sama pada anaknya.

“Mereka terlihat seperti malaikat saat sedang tertidur seperti ini” ucap Yesung pelan seraya mengait lengannya pada pinggang Hyonie,membuat Hyonie hanya tersenyum dan melayangkan kecupan singkat di pipi Yesung.

Hyonie dan Yesung baru akan mematikan lampu kamar saat mendengar suara Eunji.

“Dia menciumku eomma” ucap Eunji hampir tidak terdengar,jika saja saat itu bukan dimalam yang sepi seperti saat ini ucapan Eunji mungkin hanya terdengar seperti sebuah bisikan semata.
Hyonie kembali berjalan kearah ranjang Eunji

“Nugu?Young Jae?” Tanyanya pada Eunji yang terlihat menutup sebagian wajahnya dengan selimut mencoba menutupi wajahnya yang memerah dan mengangguk sebagai jawaban.

Hyonie terlihat menahan tawanya dan ia dapat mendengar Yesung mengeluarkan suara “hmmfff” yang ia yakin suaminya itu juga menahan tawanya.

“Eunji-ya,itu berarti Young Jae menyukaimu” ucap Hyonie.

Eunji mengerjap menatap ibunya.Gadis kecil itu tidak tahu maksud dari kata ‘Young Jae menyukainya’ karena ia terlalu kecil untuk mengerti.Alasan ia tidak bersuara sama sekali siang tadi adalah karena ia malu mengatakan bahwa Young Jae menciumnya.

Hyonie tersenyum lembut,menepuk lembut lengan putrinya “Sebaiknya Eunji tidur,dan…Ah…kau harus minta maaf pada Young Jae besok,bukankah Young Jae sudah minta maaf padamu beberapa kali tadi siang” ucap Hyonie

Eunji akan membuka mulutnya untuk protes namun Hyonie menaruh jari telunjuk pada putrinya “Ssshh…Eomma tidak mau kau menjadi pendendam,maafkan Young Jae kali ini,dan—jika ia melakukannya lagi,pukul saja,bilang ‘Aku membencimu’ ”

Eunji terlihat mengangguk pelan “Jalja-yo eomma,appa” bisiknya pelan sebelum akhirnya menutup kedua matanya untuk tidur.

-oo-

Yesung tidak bisa menghentikan dirinya untuk terus tersenyum saat mendengar penuturan Eunji.

“Sepertinya Eunji malu mengatakan hal itu dihadapan semua orang tadi siang” ucap Yesung pada Hyonie yang tengah menelpon seseorang.

Hyonie mengangguk dan tertawa “Oh..Astaga anak-anak ini,kenapa—chankaman yeobo-ya” ucap Hyonie mengangkat tangannya saat telponnya dijawab seseorang di ujung sana.

“Yeoboseyo”

“Ne unnie,ada apa menelpon
malam-malam begini?” Tanya Riyeon di ujung sana.

“Apa kau sudah bicara pada Young Jae tentang kejadian tadi siang?”

Terdengar suara Riyeon yang menghembuskan nafasnya berat “Young Jae sama sekali tidak mau bicara”

“Oh…kau tidak perlu menanyakannya lagi,aku sudah tahu seperti apa kejadiaannya.Kau tidak akan percaya jika aku mengatakan ini padamu”

“YOUNG JAE MENCIUM EUNJI” pekik Hyonie membuatnya mendengar Riyeon mengatakan “Mwo?”

Tidak lama setelah itu Hyonie mendengar Riyeon tertawa “Oh…Astaga” ucapnya masih di antara tawanya “Aku akan langsung mengintrogasi Young Jae besok,anak itu,apa yang dilakukannya?aigo~”

“Aku akan membawa Eunji ke butikmu besok,aku sudah memintanya untuk minta maaf pada Young Jae karena telah mendorongnya hingga jatuh” ucap Hyonie.

“Ne,arraseo,aku pastikan akan membawa Young Jae ke butik besok”

Hyonie tersenyum dan tersenyum saat mematikan sambungan telponnya.Menoleh melihat Yesung yang tengah menonton TV.

“Yeobo” sapanya seraya meloncat ke sofa,membuat suaminya kaget dan tersenyum.

Hyonie hanya menyeringai seraya mengait lengan Yesung dan menaruh kepalanya di pundak Yesung.
“Hyonie-ya” ucap Yesung pelan,yang hanya di jawab “Mmm…” Oleh istrinya.

“Apa kau tahu apa kebahagian terbesar dalam hidupku saat ini?”

Hyonie mengangkat kepala menatap Yesung yang juga tengah menatapnya.

Yesung menangkupkan kedua tangannya di kedua sisi pipi Hyonie “Kebahagianku adalah saat bersamamu,bersama dengan ke dua putri kembar kita,terima kasih karena kau memberikanku 2 peri kecil yang—sangat mirip denganmu” ucap Yesung dan mengecup pelan kening Hyonie,membawanya masuk ke dalam pelukannya “Bahkan jika ini hanya mimpi,aku berharap tidak akan bangun untuk selamanya,karena mimpi ini begitu sempurna” bisiknya.

THE END

An: Wow…what should i say about this story?ㅋㅋㅋㅋㅋ the other geje story from me😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s