Epilog “Be My Girl”

jaeyeon

Jaejoong menggenggam hangat sebuah tangan.Jari mereka bertautan satu sama lain.Tersenyum pada yeoja yang malam itu mengenakan cardigan berwarna putih.

“Riyeon-ah,apa dingin?” Tanya Jaejoong pada yeoja yang bernama Riyeon itu saat melihat yeoja itu menggesekkan tangan satunya yang tidak di genggamnya itu di lengannya.

Riyeon menoleh,tersenyum memperlihatkan mata bulan sabitnya itu menggeleng pelan “Hanya sedikit” ucapnya singkat,kembali menatap hamparan sungai Han yang tampak indah jika malam hari tiba.

Jaejoong hanya tersenyum menatap Riyeon yang masih sibuk dengan dunianya sendiri.Perlahan Jaejoong menarik yeoja itu hingga menempel pada tubuhnya “Kalau seperti bagaimana?” Tanyanya seraya menyeringai,melingkarkan lengannya pada pinggang ramping Riyeon membawanya dalam sebuah pelukan hangat.

Riyeon hanya tersipu,membenamkan kepalanya pada dada bidang Jaejoong “Sungguh aku tidak kedinginan” ucapnya pelan.

Jaejoong melonggarkan pelukannya “Apa kau yakin?” Tanyanya lagi,tersenyum jahil pada kekasihnya itu.

Sebulan semenjak Jaejoong mengantar Riyeon dari butiknya dulu,Jaejoong akhirnya memberanikan diri mengutaran perasaannya pada Riyeon.Ia senang karena Riyeon juga menyukainya dan menerimanya begitu saja.Saat itu akhir musim dingin,beberapa hari setelah perayaan ulang tahun Riyeon.Jaejoong masih ingat wajah Riyeon yang bersemu merah.

Mereka masih disana saling berpelukan,menghiraukan beberapa pasang mata yang menatap mereka sambil sesekali terkikik pelan.

“Aku ingin punya banyak anak jika kita menikah nanti,yang pasti harus ada anak laki-laki” ucapnya setengah menerawang menatap langit malam yang sedikit mendung.

Riyeon menarik kepalanya dari dada bidang Jaejoong “Mwo?” Ucapnya kaget,heran kenapa namja itu tiba-tiba membicarakan anak (Ayolah,mereka baru beberapa bulan jadian,kenapa harus membicarakan anak?).

Jaejoong hanya terkekeh pelan “Aku bercanda” ucapnya enteng,membuat Riyeon mendengus kesal padanya dan menarik tubuhnya menjauh.

Hal yang menurut Jaejoong imut jika melihatnya dan dengan gemas mengacak pelan rambut Riyeon.Ia terdengar menghela nafas panjang “Ayahku ingin aku segera menikah jika aku sudah menemukan kekasih” ucapnya pelan,menunduk mempermaikan rumput di tanah dengan kaki kanannya. “Dan…kuharap kau mau menikah denganku suatu hari nanti”lanjutnya di sertai kekehan lain.

Riyeon hanya memutar bola matanya malas dan menggeleng “Apa kau pikir aku mau menikah denganmu?” Tanyanya.

Jaejoong mengangguk “Tentu saja kau harus mau,bukankah kau kekasihku sekarang?”

Riyeon mendecakkan lidah,menatap kasian kekasihnya itu “Sudahlah,aku tidak akan menikah denganmu” ucapnya seraya berlalu pergi meninggalkan Jaejoong yang kaget melihat kepergiannya.

“Yaa!!Shin Riyeon” teriaknya seraya berlari kecil menyusulnya.

Jaejoong menarik Riyeon hingga yeoja itu kini kembali menghadapnya “Kenapa kau tidak mau?jelaskan padaku”

“Euumm…” Riyeon menaruh jari telunjuknya di dagu melihat Jaejoong dari atas kepala hingga ujung kaki “Karena kau cantik.Lihatlah aku bahkan kalah cantik darimu,wajahmu lebih putih dan mulus,sedangkan—” Riyeon belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat sebuah bibir hangat kini menempel di bibirnya yang sukses membuatnya bungkam.

Jaejoong melepas ciuman singkatnya,menyeringai “Aku tidak cantik,tapi tampan,dan jika sekali lagi kau mengatakan bahwa aku ‘cantik’ kau akan menerima hukumannya dan aku kurang yakin untuk bisa menahan diri nantinya” ucapnya seraya menaikkan ke dua bahunya acuh,tersenyum melihat wajah Riyeon yang sudah memerah seperti tomat.

Jaejoong terlihat berjongkok di hadapan Riyeon sehingga membuatnya mendapatkan tatapan ‘apa-yang-kau-lakukan’ dari Riyeon “Naiklah” ucap Jaejoong memberi isyarat agar Riyeon naik ke punggungnya.

Setelah menghela nafas Riyeon naik ke punggung Jaejoong.Dari punggung Jaejoong,Riyeon dapat merasaka aroma shamponya,tersenyum seraya melingkarkan lengannya di leher Jaejoong.

“Jadi…apa kau mau menikah denganku?” Tanya Jaejoong lagi.Kali ini mereka berdua berjalan menyusuri sungai Han dengan Jaejoong yang menggendong Riyeon di punggungnya.

“Maybe” ucap Riyeon singkat tersenyum malu karena membayangkan kalau nanti ia benar-benar akan menikah dengan seorang Kim Jaejoong.Tersenyum mendengar kekasihnya itu bernyanyi untuknya di sepanjang jalan sungai Han.

Wanna make you my somebody
Wanna see this world with you
So hard to find love like this
Chances are far and few

No other one can have you
I want you to myself
My heart is open for you
all life long

Said I know she wanna be mine
She should know that I can please mine
And we gonna have a good time
When I tell you girl it’s alright (You gon be my girl)

Jaejoong masih bernyanyi di sepanjang jalur Sungai Han,sesekali terkekeh pelan bila ia mulai mengomentari kalau Riyeon terasa lumayan berat.

.

.

.

An : ahahaha…kelar XD entahlah ini bisa di sebut epilog atau apa ya?
Maunya bikin yg fluff tapi sepertinya gagal LOL 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s