KimYeon Story -Sweet Vacation-

kimyeon-1

Title : Sweet Vacation

Author : @yantie_ni3z

Cast : Kim Kibum | Hanyeon [OC]

Lenght : One Shot

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

Happy Reading ^^

Hari ini untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kota Hangzhou.
Dari info yang ku dapat di internet kota ini sangat indah.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di kota ini,udara sejuk langsung memasuki paru-paru,sinar matahari yang terasa hangat di kulit,sangat berbeda dengan kota Beijing.Oke!mungkin aku terlalu berlebihan, tapi setidaknya suasana di Hangzhou membuat siapa saja akan berpendapat sama denganku.

Aku menghembuskan nafas pelan,menghirup udara pagi.Tersenyum kecil saat mengingat pertama kali ke Cina,aku—hampir tersesat.

Tiga hari lalu aku tiba di Beijing.Hanya tersenyum hangat saat Seo eonnie mengeluh ‘Kenapa cuaca di Cina sangat ekstrim?’Kami baru saja turun di bandara dan langsung disambut udara yang sangat dingin.Untunglah saat itu aku mengenakan coat tebal.

Sebelum memulai aktifitas kerja yang padat,akhirnya aku dan beberapa rekan kerja memutuskan untuk jalan-jalan.

Aku menengadahkan kepala,menatap langit siang yang begitu cerah.Lihatlah matahari pun tidak mau kalah cerianya dengan semua pelancong yang datang ke Hangzhou.

Aku melihat sekitar dan dengan lincah tanganku mulai mengabadikan tiap sudut kota.Memotret apa saja yang menurut ku menarik.Aku bahkan mengambil foto anak-anak kecil yang tengah asyik berlarian di sekitarku.

Aku mengerjapkan mata saat mendapati aku sudah berada di pinggir sebuah danau.Dengan panik aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru “fiuhh…untunglah aku tidak tersesat” ucapku pelan seraya tersenyum pada beberapa temanku yang tengah asyik berfoto ria.

Setelah melambaikan tangan pada Seo eonnie aku kembali menikmati suasana Hangzhou.Pemandangannya sangat indah,berbeda dengan tempat-tempat lain. Terlihat ada beberapa bukit yang terlihat asri dengan pepohonan yang sangat rindang. Di sana pula aku melihat sebuah pondok kecil.Aku mengerutkan alis saat melihat ada banyak orang disana.
“Apa yang mereka lakukan”gumam ku sendiri tanpa sadar terus memperhatikan beberapa orang yang terlihat sibuk dengan membawa beberapa peralatan—syuting.

Aku menaikkan ke dua bahu acuh,kembali memainkan kamera kecil di tangan.Saat asyik mengambil foto, ‘DEG!’ Gerakan ku terhenti saat tanpa sadar aku mengarahkannya pada sosok namja berambut sebahu yang tengah duduk di salah satu kursi,terlihat memejamkan matanya.
Entahlah—seperti sebuah magnet,aku tanpa sadar melangkahkan kaki mendekatinya.Namja itu,sosok yang sangat kurindukan selama ini,tengah memejamkan mata dan terlihat lelah.

“Hanyeon-ah,eodiya?phali,kita harus segera kembali ke hotel” seru Seo eonnie membuat langkahku yang tinggal beberapa langkah lagi terhenti begitu saja.
Aku menoleh dan tersenyum pada Seo eonnie.Meski enggan namun aku memutuskan kembali menemui Seo eonnie.Sebelum benar-benar pergi,aku membalik tubuh melihatnya,masih sama.Namja itu masih memejamkan matanya “Kuharap kau tidak terlalu capek” ucapku pelan seraya melangkah pergi menemui Seo eonnie dan yang lainnya.

-oOo-

Malam yang dingin, di tengah rasa lelahku. Aku hanya berdiri menatap langit malam itu. Sempat aku merasa menyesal akan keputusanku tadi siang. Ku pandang lama ponsel yang sejak tadi ku pegang.Setelah menghembuskan nafas pelan,aku menekan beberapa angka yang sudah sangat ku hapal,namun saat akan menekan tombol panggil,aku mengurungkannya.Lama benda putih persegi ku pandangani,bimbang apakah aku harus menelponnya atau tidak?.Setelah menimbang lagi akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya.namun saat akan menekan tombol panggil, aku tersontak kaget saat ponsel ku berdering dengan kencang.

Aku tersenyum melihat nama yang tertera pada layar.
“Yoboseyo”jawabku tersenyum.Tanpa sadar Aku tertawa kecil mendengar penuturannya di seberang sana.Terdengar—aneh saat mendengarnya pertama kali mengucapkannya.
“Nado”balasku

Kami hanya bicara sebentar,karena ku dengar ia di panggil seseorang.

“Kim Kibum,bogosipo”gumam ku kembali menatap langit malam seraya menyilangkan tangan di depan dada.

-oOo-

“Ah…noumu bogosipo” erangku kesal.Lihatlah aku kembali sangat merindukannya setelah ia menghubungiku tadi.Aku masih ingin mendengar suaranya, aku sangat ingin mengatakan padanya bahwa aku sangat merindukannya dan mencintainya.
Aku tertawa saat ingat ia mengatakan kalau ia rindu padaku,tidak seperti biasanya,namun aku menyukainya,lain kali aku akan memintanya mengatakannya lebih dulu.

-oOo-

Aku baru akan menaiki tempat tidur,namun tidak jadi karena ada suara ketukan di pintu.
“Aish…siapa yang kemari malam-malam begini?bukankah rapat di adakan besok?” Ucapku kesal seraya melangkahkan kaki menuju pintu.

Aku yakin ini pasti kepala bagian,siapa lagi malam-malam begini yang suka menganggu kesenangan orang.Aku mendengus kesal.

Aku membuka pintu dengan kasar,berencana memasang tampang mengantuk,namun saat melihat sosok yang berdiri membelakangi pintu itu membuatku terkejut dan mematung.

Aku mengerjap beberapa kali saat sosok itu memutar tubuh.Tersenyum hangat seperti biasa.Senyum yang dapat membunuh siapapun yang melihatnya.Senyum yang membuat siapapun yang melihatnya akan menahan napas “Kim Kibum” seru ku tanpa sadar.

Ya,namja dengan cardigan coklat itu bernama Kim Kibum,masuk begitu saja ke dalam kamar tanpa persetujuanku.

“Chagi-ya,apa yang kau lakukan di sana”tanyanya dengan alis berkerut,menatapku aneh.

Setelah sadar dari ke kagetanku,akupun berjalan mendekat.Lama aku hanya memandangnya yang tepat berada di hadapanku saat ini,masih dengan sebuah lengkungan di bibirnya.Terlihat sesekali mengerling jahil.

Aku mengerjapkan mata,menguceknya pelan,menepuk pelan ke dua pipi ku “Hanyeon-ah,sadarlah. Kau hanya bermimpi” ucapku meyakinkan diri.

“Chagi-ya,kau tidak bermimpi. Ini aku Kim Kibum kekasihmu”ucap Kibum seraya memegang kedua bahu ku dan mendekatkan wajahnya.Tersenyum jahil.

Aku hanya melongo seperti orang bodoh,masih tidak percaya dengan penglihatan ku saat ini.

Kibum mendesah pelan,dan dengan perlahan mulai menarikku ke dalam pelukannya “Hanyeon-ah,aku merindukanmu” ucapnya lembut seraya mengecup pelan keningku.

Aku tersenyum “Nado”ucapku seraya membalas pelukannya.

Aku tersenyum,mencoba menahan airmata yang mulai mengenang di mata.Kalau kalian pikir aku cengeng itu salah,entahlah aku selalu menitikkan airmata saat bersama Kibum.Oh..oke aku memang berlebihan.

“Aigoo~kenapa kau selalu ingin menangis?” Ucap Kibum pelan seraya melonggarkan pelukannya.

Aku hanya menggeleng pelan,kembali membenamkan kepala pada dadanya.

“Ah,dari mana kau tahu aku ada di sini”tanyaku mendongak menatapnya.

“Kau pasti bisa menebak aku tahu dari mana”ucapnya tersenyum.
Aku menaikkan alis bingung,mencoba mencari jawaban.Namun belum sempat aku menjawab pertanyaannya,ia kembali bicara.
“Apa tadi siang kau melihatku syuting?”tanya kibum

Kaget.Aku melebarkan mataku “Omo!!darimana kau tahu?padahal aku hanya melihatmu dari jauh,meskipun…aku hampir menghampirimu” ucapku setengah bergumam “Bukankah kau…” Lanjutku gantung seraya menatapnya dengan takjub.

“Pabo”ucap kibum memukul pelan kepalaku “Tentu saja, saat kau berjalan menjauh aku sempat melihatmu. Dan aku bisa tahu langsung itu adalah dirimu.”Jadi tadi siang aku menghubungi Hyonie dan bertanya. Dan juga meminta bantuan Hyung untuk mencari dimana kau dan rekan kerjamu menginap”lanjutnya panjang lebar

Aku hanya berOh ria seraya mengangguk mengerti.Aku ingat sebelum berangkat ke Cina aku memang sudah memberitahu hyonie.Dan aku juga memberitahunya kemarin kalau aku akan ke Hangzhou.

Tanpa sadar aku tersenyum sendiri dan menggeleng pelan.

“Kau kenapa?” Tanya Kibum dengan alis berkerut samar.

“Ah..aniyo.Aku hanya ingat kejadian kemarin saat aku menghubungi Hyonie.Apa kau tahu,ia marah besar karena aku lupa akan hari ulang tahunnya” ucapku tersenyum geli.

Kibum hanya tertawa “Menurut ku Hyonie wajib marah,karena sahabatnya melupakan ulang tahunnya”

Aku mendelik “YA!kau kenapa membela Hyonie,eoh?” Ucapku pura-pura memasang tampang meraju.

Kibum kembali tertawa.Menarikku dalam pelukannya.Laki-laki dihadapan ku ini tersenyum menatap kearahku. Sekarang wajahku dan kibum sangat dekat, ku tutup kedua mataku saat bibir hangatnya menyentuh bibirku. Saat bibir kami bertemu, dunia seolah berhenti berputar.Semua terasa manis dan-menyenangkan.

“Chagi-ya, apa besok kau tidak syuting lagi”tanya ku saat melihat jam dinding.

Kibum menggeleng pelan “Ani,aku di beri libur oleh sutradara”ucapnya seraya meletakkan dagunya di bahuku.

“Apa kau tidak lelah?”

“Ani,saat ini yang ku inginkan hanya bersamamu”

“Kau yakin?” Tanyaku kembali meyakinkannya,berharap ia mengerti kalau aku sudah mengantuk.

Aku menghela nafas pendek “Apa managermu tidak mencari?apa tidak apa-apa kau tidak kembali?”

Kibum kembali menggeleng pelan “Gwenchana,lagipula aku sudah bilang pada manager hyung kalau aku tidak akan pulang malam ini” ucapnya tersenyum evil.

Aku mengerjap “Maksudnya”tanyaku bingung

“Aku ingin bersama mu malam ini,disini bersamamu, tidur bersama”ucapnya.

Aku menggeleng keras”Andwe,tidak boleh”ucap ku mulai gugup.

“Waeyo?apa tidak boleh aku tidur bersama kekasih ku sendiri, tunanganku”tanya kibum dengan muka memelas.

“YA!kita memang sudah bertunangan,tapi kau hanya melamarku begitu saja,kau ingat kalau kau belum melamarku secara resmi,eoh”

“Ayolah chagi-ya,malam ini saja,eoh”ucap kibum memeluk ku dari belakang.

Aku hanya mendesah pelan,tidak bisa menghindar dari keinginannya.
Merasa kalah aku pun naik ke tempat tidur,duduk di sisi tempat tidur.Dan tanpa babibu Kibum langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Menaruh kepalanya di atas ke dua pahaku.

Aku hanya tersenyum melihatnya yang berbaring menutup mata dengan kedua tangan di depan dada.

“Apa kau lelah”tanyaku seraya mengelus pelan pipi kanannya dengan ibu jari.dan ia hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.

“Tidurlah”ucap ku mengecup pelan keningnya.

-oOo-

Pagi yang cerah, sinar matahari memasuki celah-celah dinding kamarku. Terdengar suara kicauan burung yang sangat merdu.

Ku kucek pelan kedua mataku,samar-samar aku mendengar suara seseorang
“Pagi chagi-ya”sapa sebuah suara.Diantara mata yang setengah terpejam aku merasakan seseorang mengecup lembut keningku.

Aku duduk.Menatap sekeliling kamar.Mengerjap saat melihat dengan jelas namja yang berdiri di balkon hotel.

Aku melihat tubuhku,tersenyum lega melihat diriku masih rapi “Tunggu?kapan aku tertidur?” Gumamku pelan seraya menaikkan alis bingung.

Aku masih tidak mengingat kapan aku tertidur.saat Kibum masuk “Selamat pagi putri tidur” sapanya tersenyum.

Aku memiringkan kepala melihat penampilan Kibum pagi itu.Ia tampak rapi dengan kemeja berlengan panjang yang ia gulung sampai siku “Apa kau akan pergi syuting?” Tanyaku

Kibum menggeleng seraya tersenyum “Ani,apa kau lupa. Tadi malam kan aku mengatakan bahwa aku di berikan sutradara libur”balasnya

“Bukan seperti itu maksudku,hanya saja…” Ucapku gantung.

“Sebaiknya kau cepat bangun dan berganti pakaian. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan”ucapnya menarikku yang masih setia di tempat tidur.

“Tidak bisa,kami hari ini akan mengadakan rapat”ucap ku sedih.

“Tenang saja,kau hari ini akan tetap jalan-jalan bersamaku.Tadi aku sudah meminta ijin pada nona Seo”ucap kibum tersenyum

“Mwo?kau bertemu Seo unnie”tanyaku kaget.

“Ani,tadi nona Seo menghubungi mu. Karena tidak ingin mengganggu mu,jadi aku yang menjawab panggilan darinya. Katanya rapat kalian masih di tunda. Jadi sekalian saja aku meminta ijin padanya untuk membawamu pergi”ucapnya panjang lebar masih berusaha menarikku turun dari tempat tidur.

“Phali”lanjutnya lagi seraya mendorong ku pelan memasuki kamar mandi.

-oOo-

Aku keluar kamar setelah hampir—satu jam aku berdandan.
“Mian”ucapku memasang tampang memelas saat melihatnya mondar mandir bosan menunggu ku.

Meski terlihat kesal,namun Kibum hanya tersenyum—aneh padaku.Ia berjalan lebih dulu.
Aku hanya tersenyum geli melihatnya menggerutu.

-oOo-

Saat ini aku dan Kibum menyusuri sebuah taman yang sangat indah. Kami menyusuri taman itu dengan bergandengan tangan. Sesekali aku melirik melihat Kibum.Wajahnya terlihat sangat bahagia, untung saja di taman ini tidak begitu banyak orang. Sehingga kami pun dapat leluasa menikmati pemandangan tanpa rasa cemas akan adanya fangirl yang mungkin-akan mengerumuninya.

Perjalanan yang sangat indah dan membahagiakan. Dengan tersenyum satu sama yang lainnya. Kami terus berjalan menyusuri taman itu.

Kami terus berjalan hingga tiba di’Gua naga kuning’Disini terdapat rumpun-rumpun pohon bambu yang lebat, sangat indah.
Disana ada sebuah perumahan teh, aku dan Kibum memutuskan untuk duduk disalah satu sudut di tempat itu. Terlihat semua pelayan di sana memakai kostum ala orang china, kostum yang sangat kuno. Hampir mirip dengan kostum yang di pakai kibum sewaktu syuting.

Disini pula aku dan kibum menikmati lagu dan tarian kuno dari opera Yue dan musik tradisional.
Sangat indah.Aku merasa seakan-akan berada pada peradaban masa lalu.

Setelah puas menikmati tarian dan opera Yue,aku dan Kibum kembali menikmati pemandangan.Dan saat sedang asyik menikmati suasana pemandangan,kami di kagetkan oleh beberapa fans yang ternyata melihat keberadaan Kibum di situ.

Aku terpaksa berjalan agak jauh darinya,karena ada beberapa fans yang melihat Kibum.Dan segera saja fans-fans yang berjenis kelamin wanita itu mengerubunginya.Sebagian ada yang berteriak histeris.Minta berfoto bersama dan tanda tangan.

Aku sempat membrengut kesal,namun hanya sebentar.Meskipun-sedikit kesal melihatnya di kerubungi para wanita,tapi aku sadar,ini lah resikonya menjadi kekasih seorang bintang.Tidak mudah memang berjalan di tempat umum dan terbuka seperti ini tanpa ketahuan.Apalagi saat ini Kibum tidak menggunakan penyamaran.
“Kenapa ia hanya mengenakan kemeja saja,kenapa ia lupa mengenakan topi?”Keluhku.
Aku menghembuskan nafas berat.Hanya bisa menatapnya dari kejauhan “Kapan mereka akan pergi?” Gumamku pelan masih melihat Kibum yang terlihat masih tersenyum pada para fans yang mengerubunginya,sesekali namja itu bahkan meminta fans nya menonton drama terbarunya.

Karena merasa bosan menunggu,akupun melangkahkan kaki ku menjauh menyusuri taman sendirian. Disini aku menemukan sebuah pondok kecil,pondok yang terbuat dari batang bambu. Di sekitarnya banyak sekali pohon bambu yang rindang.
Kupejamkan kedua mataku,menikmati suara dedaunan bambu yang tertiup angin.

“Chagi-ya”ucap kibum yang saat itu tiba-tiba langsung memeluk ku dari belakang.

Aku tersenyum merasakan tangannya mulai menyusuri pinggang.Dengan posisi yang seperti ini mambuatku dapat mendengar dengan jelas degup jantungnya.
“Kenapa kau pergi,kau tahu?kau sudah membuatku khawatir karena takut kau hilang atau tersesat” ucapnya seraya membalik tubuhku hingga menghadapnya.

Ku tatap matanya lekat-lekat, aku tahu pasti tadi ia panik saat aku tidak ada di tempat tadi. Aku hanya tersenyum sekilas padanya.

“Apa sudah selesai”tanyaku

Kibum mengangguk “Huumm….Mian,tadi kesenangan kita sempat terganggu oleh mereka”ucap Kibum menyesal.

“Gwenchana” ucapku menganggukkan kepala.

Kibum tersenyum,mulai melepas pelukannya”Disini di gua naga kuning ini, terkenal dengan adanya sebuah keberuntungan sepasang kekasih”ucapnya menjelaskan seraya duduk di pondok bambu itu.

Aku memutar kepala ke arahnya “Jeongmal?”tanya ku

“Kau tahu, di tempat ini pula terdapat sebuah legenda yang luar biasa tentang percintaan. Dimana di tempat ini pula seorang dewa mengatur sebuah perkawinan dengan memberikan sebuah benang yang menghubungkan satu dan yang lainnya, sehingga bersatu dalam perkawinan”jelasnya panjang lebar

“Benang?maksudmu seperti cerita benang merah yang mengubungkan kita pada jodoh kita?” Tanya ku antusias.

Kibum mengangguk “Hummm..majayo.Kau tahu,semenjak aku ke negeri ini. Aku sangat Ingin membawamu ketempat ini.Dan…keinginan itu akhirnya tercapai”ucapnya.

“Omo!jeongmal-yo?”tanya ku tersenyum

“Humm,aku sangat bahagia hari ini. Ini adalah hadiah terindah yang aku dapatkan”lanjutnya seraya memelukku.

“Hadiah?” Tanya ku bingung.

“Apa kau lupa”tanya kibum melonggarkan pelukannya.

“Lupa tentang apa”

“Apa kau tahu hari apa ini” tanya Kibum menyipitkan mata.
Aku menaikkan alis bingung”Hari ini? hari kamis”jawabku santai

Kibum langsung melepaskan pelukannya.Menatapku dengan tatapan ‘apa-kau-benar-benar-lupa’

Karena tidak sanggup melihat ekspresi Kibum,aku akhirnya tertawa “Ne,araseo,araseo” ucapku mencoba manahan tawa membuat Kibum semakin menatapku bingung.

Aku berdehem sedikit”Saengil chukhamnida chagi-ya”ucap ku seraya mendaratkan kecupan di keningnya.Dan—lagi-lagi aku tertawa melihat ekpresi terkejutnya.

“Apa kau sengaja”tanya nya kesal

Aku mengangguk,tersenyum jahil padanya”Bisa di bilang begitu”ucapku seraya menaikkan kedua bahu acuh.

Aku memutar kepala melihatnya.Kaget saat melihat ekspresi Kibum yang datar.Tidak ada senyum di wajahnya “Apa ia marah?” Gumamku mulai takut.

Aku baru akan membuka mulut untuk meminta maaf,namun terhenti saat tiba-tiba Kibum menarikku ke dalam pelukannya.Terdengar jelas ia menghembuskan nafas berat.

Aku hanya mengerjap saat ia mengucapkan “Gomawo”
Kibum mencium pelan keningku, “Gomawo,telah hadir dalam hidupku membuat warna yang indah di tiap lukisan perjalananku.Saranghanta Hanyeon-ah”

-oOo-

Aku gagal memberinya kejutan.Oke!entahlah?aku selalu saja tidak pernah berhasil mengerjai seorang Kibum.Sangat sulit membuat sebuah kejutan untuknya yang notabene seorang aktor.Dan lihatlah,sekarang malah aku yang malah terkejut atas semua kata-kata yang ia ucapkan.

Aku tersenyum.Mengangguk pelan dan semakin memper erat pelukan kami.

Rasa lelahku,kerinduanku kini bercampur aduk. Tanpa kusadari lagi-lagi airmata membasahi pipi.

Kibum melonggarkan pelukannya, tersenyum dan dengan lembut menghapus air mata yang mengenang di mataku.
Ia menatap ku lekat-lekat,,perlahan wajahnya mendekati wajahku hingga sangat dekat. Dan kini bibirnya mendarat di bibirku,pelan dan akupun membalas kecupan hangat bibirnya.

Perjalanan yang sangat menyenangkan,dan akupun tidak menyesali kedatanganku kali ini. Karena kali ini aku bisa kembali bersama orang yang kucintai. Kembali merasakan keindahan dunia bersama. Kusandarkan kepalaku di bahunya dan menikmati pemandangan indah yang ada di hadapan kami. Sesekali tersenyum satu sama lain. Senyuman bahagia,dan ku harap semua ini tidak akan pernah sirna untuk selamanya.

-End-

3 thoughts on “KimYeon Story -Sweet Vacation-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s