Be My Girl (Chapter 1)

jaeyeon

Summary :
Riyeon sangat menyukai musim salju.Apapun yang berbau salju atau dingin ia menyukainya.

JaeJoong menyukai gadis yang berdiri dalam salju,bahkan menyukai kebiasaan gadis yang memakan patbingsu di musim salju yang dingin.

.

.

.

“No other one can have you
I want you to myself
My heart is open for you
all life long”
(Be My Girl – JYJ)

.

.

.

눈 (salju) adalah air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat dan seperti
hujan. Salju terdiri atas partikel uap air
yang kemudian mendingin di udara atas jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan
seperti kristal lembut.Proses terjadinya salju bisa juga di sebut dengan ‘Bergeron Findesen Process’

.

.

.

Salju turun di Seoul turun sore itu,membuat sebagian wilayah di Seoul menjadi putih.Udara juga semakin dingin,membuat sebagian orang malas untuk keluar rumah,bahkan beberapa sekolah dan perkantoran ada yang tutup apabila musim salju sudah menyinggahi Seoul.Musim yang memang selalu muncul setiap bulan desember hingga maret itu membawa nuansa dingin dimana-dimana,jalan-jalan di penuhi salju,atap rumah yang tertutup salju bahkan taman bermain yang juga tertutupi salju.Jika siang hari anak-anak kecil akan ramai bermain seluncuran es atau membuat boneka salju.

.

.

.

Kim Jaejoong,namja bersurai pirang itu menatap penampilannya di cermin,tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin.Malam itu ia mengenakan jas berwarna toska,dengan celana berwarna senada tidak lupa sebuah saputangan putih yang terselip manis di saku depan jas,menambah kesan tampan padanya.

Malam ini Jaejoong akan pergi ke sebuah acara fashion yang berada di salah satu gedung di kawasan Cheongdamdong.Namja bersurai hitam pekat itu sebenarnya malas untuk pergi apalagi mengingat suhu udara yang memang di atas wajar beberapa hari ini.Ia harus rela keluar rumah dengan coat tebal dan memakai penutup telinga.

Menghela nafasnya sekilas,Jaejoong menarik coat hitam yang tersampir di tangan sofa dan berjalan keluar kamar.

“Na khanta” pamitnya pada Junsu yang terlihat berbaring malas di atas sofa seraya menonton tv.Dan tanpa menunggu Junsu bersuara Jae Joong sudah keluar dorm.

Sekali lagi namja berwajah tampan berkulit halus itu kembali menghela nafas,menatap butiran salju yang turun malam itu.Ia masih menatap salju yang jatuh di pipi mulusnya,tiba-tiba teringat akan yeoja yang berdiri di depan Coffee Shop satu minggu yang lalu “Bagaimana bisa ada orang yang begitu menikmati salju seperti itu” gumamnya pelan sebelum akhirnya tertawa singkat dan memutuskan untuk masuk ke dalam mobil.

-oo-

Shin Riyeon,yeoja berperawakan sedang itu tengah sibuk—panik lebih tepatnya,karena ia hampir terlambat. Yeoja itu terlihat mengambil acak pakaian dari dalam lemarinya.Mengambil secara acak sebuah dress hitam selutut dengan aksen pita berwarna pink di bawah dada.

Riyeon panggilan sehari-hari gadis itu mengenakan dressnya secara terburu-buru,mengumpat kecil saat restleting di belakangnya susah untuk dinaikkan,terburu-buru keluar kamar mencari ibu nya dan meminta beliau menarikkan untuknya.Menatap wajah mungilnya di cermin,menaruh sedikit make minimalis dan menaruh eyeliner dimatanya yang terlampau sipit itu,membiarkan rambut hitam sepundaknya tergerai dan sebagai sentuhan akhir ia menjepitkan sebuah penjepit rambut berwarna pink di sisi kanan rambut.

“Eomma,na khanta” teriaknya pada sang eomma yang berada di dapur,ibu nya bahkan belum menjawab,tapi yeoja itu sudah menghambur keluar,sedikit berlari menuju mobil sedan biru yang terparkir manis di bagasi rumahnya.

Riyeon menyusuri jalan sepanjang Cheongdamdong,menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah gedung berwarna cream.Ia menghembuskan nafas lega karena sepertinya ia tidak benar-benar telat saat ia masuk karena acara baru saja di mulai.

Riyeon menatap keadaan sekitar yang hampir di penuhi oleh beberapa perancang ternama Korea maupun Jepang,juga beberapa artis yang terlihat mulai berjalan menuju kursi dengan menenteng kertas yang isinya tentang brosur pakaian apa saja yang akan di pamerkan di acara fashion show itu.

Riyeon baru saja mengambil brosur dari salah satu petugas wanita disana saat ia merasakan ponselnya bergetar di dalam tas tangannya.Dengan satu gerakan cepat ia membuka tas tangan mengambil benda persegi itu dan menempelkannya di telinga seraya mencari tempat duduk.

“Ne,unnie” “Ah..arraseo,aku akan menghubungimu nanti” “Ne ” “Annyeong”

Riyeon menatap sekilas ponselnya,lagi-lagi hampir melupakan janji nya bersama Hyonie dan Hanyeon,jika saja Hyonie tidak menghubunginya Riyeon pasti akan mendapat deathglare dari sahabatnya itu.
Riyeon menghela nafas,dan mulai duduk,sedikit terkesiap saat sebuah tangan menepuk pundaknya pelan.Riyeon menoleh dan mendapati seorang yeoja dengan dress hijau lumut panjang tersenyum padanya.

“Riyeon-ssi,kau datang juga?” Tanya yeoja itu.

Riyeon mengangguk,menyipitkan matanya agar bisa lebih jelas melihat siapa yang tengah bicara padanya dan saat ini tengah memposisikan dirinya duduk tepat di sebelahnya.Riyeon harus menyipitkan matanya agar bisa melihat orang itu lebih jelas karena penerangan yang minim dalam ruangan itu,dan ia memang cenderung suka melupakan—tidak ingat sama sekali malah pada orang-orang yang di temuinya apalagi kalau orang itu sudah sangat lama tidak di temuinya.

“Kau…” Ucap Riyeon gantung,menunjuk yeoja di sebelahnya itu.

“Oh..Aku Kang Sora,kau ingat sekarang?” Ucap yeoja bernama Sora itu.

Riyeon mengangguk,kini ingat siapa yeoja di sebelahnya ini.Riyeon tersenyum “Mian,aku hampir tidak mengenalimu” ucapnya meminta maaf.

“Gwenchana,lagipula kita sudah sangat lama tidak bertemu sejak terakhir kali kita berkerja sama”

“Hhuumm…” Gumam Riyeon pelan “Sora-ssi,acaranya sudah di mulai” lanjut Riyeon seraya menunjuk sebuah panggung di hadapan mereka.

-oo-

Jaejoong tiba di tempat acara.Namja tampan itu melihat keadaan sekitar tempat acara yang minim penerangan itu “Oh..sudah dimulai” ucapnya seraya tersenyum dan berjalan ke arah jejeran bangku.Sebenarnya ia sangat malas pergi ke acara ini,tapi karena managernya mengancam akan mengambil semua gadgetnya,akhirnya mau tidak mau ia menuruti permintaan managernya.

Jaejoong duduk tepat di sudut ruangan,menyapa namja yang berada di sampingnya yang ternyata Kangta,seorang sunbae nya di management dulu.Ia memeluk singkat namja yang malam itu mengenakan kacamata dan bicara sebentar.
Jaejoong terlihat melihat ke sekeliling mencari sosok managernya dan ia tersenyum saat menemukan sang manager ternyata berada di urutan paling depan tempat duduk.

Selama kurang lebih 25 menit,Jae Joong masih menikmati berbagai pakaian yang di tampilkan oleh model-model yang berjalan di atas catwalk.
Iseng namja bersurai hitam itu melihat beberapa orang yang duduk di kursi penonton,sesekali namja itu tersenyum pada orang-orang yang kebetulan juga melihatnya dan mengenalnya tentu saja.Hingga manik coklat miliknya menangkap sosok yeoja yang—dikenalnya,ani lebih tepatnya pernah melihatnya di suatu tempat.
Yeoja yang hanya terpisah tiga kursi darinya itu tampak sangat serius melihat peragaan busana di depan sana.Sesekali tersenyum menanggapi orang yang ada di sebelahnya.

Tanpa sadar bibir Jaejoong tertarik ke atas,membentuk sebuah kurva yang bernama senyuman.Dan sisa acara itu ia habiskan hanya untuk melihat yeoja yang—mencuri hatinya?mungkin.

-oo-

Lampu ruangan peragaan kini sudah kembali terang.Waktu menunjukkan pukul 11 malam saat acara fashion show itu berakhir.

Beberapa orang terlihat bicara pada sang perancang busana dan beberapa lagi terlihat bicara dengan teman ataupun rekan bisnis mereka.

Kim Jaejoong yang saat itu tengah bicara dengan Kangta sesekali terlihat melirik seorang yeoja dengan dress hitam selutut itu tengah bicara dengan yeoja dengan dress hijau lumut di hadapannya.Matanya terlihat seperti bulan sabit saat dia tertawa.Sesekali terlihat menutup mulutnya dan memukul pelan pundak lawan bicaranya.

“Kang Sora?” Gumam Jaejoong saat mengenali siapa yeoja dengan dress hijau lumut itu.

Jaejoong menyipitkan matanya,dan benar saja yeoja di hadapan yeoja dengan dress hitam itu memang benar Kang Sora,salah satu desainer terkenal korea itu memang salah satu temannya.

Jaejoong menyesap wine di gelasnya,pamit pada Kangta dan berjalan mendekat ke arah Kang Sora dan yeoja dengan dress hitam selutut itu.

“Ehem…maaf mengganggu” sapa Jaejoong memperlihatkan senyum di wajah tampannya,sudut matanya sesekali mencuri pandang pada yeoja dengan dress hitam yang berada tepat di hadapan Sora (Oh!yeoja itu terlihat melebarkan matanya sebentar sebelum mengalihkan pandangannya) Ah…mungkin hanya perasaan Jaejoong saja.

“Kim Jaejoong-ssi” jawab Sora riang “Bagaimana seorang penyanyi terkenal bisa terjebak di acara seperti ini?” Lanjutnya.

Jaejoong hanya terkekeh pelan “Aku terpaksa karena harus menemani managerku” ucapnya seraya menaikkan bahu.

“Ah…Jaejoong-ssi,perkenalkan ini Shin Riyeon dan Riyeon-ssi ini Kim Jaejoong” ucap Sora seraya memperkenalkan mereka.

Shin Riyeon,yeoja itu mengulurkan tangannya pada Jaejoong dan disambut Jaejoong dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya.

“Senang berkenalan dengan mu Shin Riyeon-ssi” ucap Jaejoong.

“Oh…panggil aku Riyeon saja” jawab Riyeon seraya tersenyum,kembali menampakkan matanya yang membentuk bulat sabit saat tersenyum.

-oo-

“Woah…눈” gumam Riyeon siang itu.Senyum diwajahnya tidak pernah hilang sejak—semalam.Tubuhnya yang terbalut jaket merah dan syal berwarna senada terlihat sangat menikmati salju yang turun.Udara dingin dan salju yang mengotori jaket dan rambutnya tidak berpengaruh padanya yang notabene sangat menyukai salju.Ia bahkan berharap setiap hari adalah musim salju.

Riyeon yang masih mengulurkan tangannya mencoba meraih butiran putih salju itu masih tersenyum sumringah,hingga sebuah suara mengagetkannya.

“Kau kenapa?” Tanya sebuah suara yang tidak lain adalah Hyonie,yeoja yang selalu dipanggil Riyeon dengan panggilan ‘unnie’ itu menatapnya aneh.

Riyeon hanya menyeringai “Unnie,kau mau menemaniku ke suatu tempat?” Tanyanya.

“Kemana?” Tanya Hyonie menatap Riyeon curiga.

Mereka berdua baru saja keluar dari butik Riyeon dan berencana untuk manghabiskan weekend itu di luar dengan jalan-jalan atau makan di sebuah restoran.

“Oh..Ayolah,nanti kau juga akan tahu ” jawab Riyeon seraya menarik Hyonie.Dan yeoja bernama Hyonie itu hanya menghela nafas saat Riyeon menarik lengannya berjalan menjauh dari butik.

-oo-

“Mwo-ya?aish..Yaa!! Shin Riyeon,sudah berapa kali harus ku katakan aku-tidak-mau-makan-patbingsu-di-cuaca-sedingin-ini” ucap Hyonie menekankan setiap kata yang di ucapkannya,mendengus kesal pada Riyeon yang hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.

“Oh..ayolah unn,kau terlalu mendramatisir” ucap Riyeon berbalik menghadap sang penjual patbingsu,memesan satu buah patbingsu dengan campuran es krim rasa vanilla di atasnya.

“Kau tidak pesan?” Tanya Riyeon pada Hyonie yang masih merengut.

“Karena kau diam,berarti ku anggap kau juga memesannya” ucap Riyeon enteng dan tanpa rasa bersalah Riyeon memesankan satu patbingsu dengan rasa yang sama dengannya,hanya saja yang ini ia menambahkan taburan sereal di atasnya.

Riyeon menghiraukan Hyonie yang terus menatapnya dengan tatapan pembunuhnya,tersenyum seraya mengangkat ke dua bahunya acuh dan berjalan ke sebuah meja yang menghadap ke jalan.

“Kau tidak akan duduk?” Tanyanya pada Hyonie yang masih berdiri di tempatnya,memasang wajah cemberut.

“Kalau aku tahu kau akan membawa ku kemari,aku tidak akan sudi keluar denganmu di cuaca sedingin ini dan serius? Aku harus memakan patbingsu”

Riyeon hanya terkekeh “Oh..Ayolah,aku hanya ingin menceritakan sesuatu padamu” ucap Riyeon mencoba menenangkan Hyonie yang memang mudah marah kalau ia mulai melakukan yang aneh-aneh.

Yeoja bernama Hyonie itu hanya memutar bola matanya malas,melangkahkan kaki mendekati Riyeon dan duduk tepat di hadapannya.

Dan setelah menunggu kurang lebih 5 menit,patbingsu pesanan mereka tiba.Riyeon menatap patbingsu di hadapannya itu dengan mata berbinar,menyendokkan es tersebut ke dalam mulutnya dan tersenyum saat benda dingin itu memasuki tenggorokannya.

Riyeon dan Hyonie lama hanya diam,menikmati patbingsu mereka (meskipun pada kenyataannya hanya Riyeon yang menikmati patbingsu) Hyonie akhirnya bicara.

“Riyeon-ah,apa yang mau kau bicarakan?” Tanya Hyonie

Riyeon mengangkat kepala,mengerjap sekali “Ah…itu,kau tahu kan aku kemana semalam?” Tanyanya balik dan mendapat sebuah anggukan singkat dari Hyonie.

Wajah Riyeon tiba-tiba bersemu merah dan kembali menunduk,mengaduk-aduk patbingsu di hadapannya “Aku bertemu Kim Jae Joong semalam” ucapnya setengah berbisik.

Jika saja saat itu musim panas dan kedai ini penuh sesak Hyonie yakin ia tidak akan mendengar ucapan Riyeon barusan.

“Mwo?jeongmal?” Tanya Hyonie kaget “Yaa!!kenapa kau tidak langsung menceritakannya semalam?”

Riyeon mengangkat wajahnya dan tersenyum “Aku ingin sekali menghubungi semalam,tapi sepertinya sudah terlalu malam”

“Ck! Lalu?” Tanya Hyonie antusias.

Riyeon menaikkan alis tampak berpikir “Hanya berkenalan,ngobrol sebentar” ucapnya setengah menerawang mengingat kembali kejadian semalam yang sukses membuat senyum di wajahnya tidak pernah hilang sejak semalam.

Kembali Hyonie mendecakkan lidah “Kenapa cuma seperti itu” ucap Hyonie sedikit kecewa.

“Yaa!!unnie,memang kau mengharapkan apa?dia mengantarku pulang,lalu kami bertukar nomor telpon begitu?”

“Oh..itu ekstrem sekali Riyeon-ah” ucap Hyonie terkekeh pelan “Yah…meskipun aku mengharapkan dia mengantarmu pulang” lanjutnya.

“Ck!aku membawa mobil ku,kau tahu”

“Salah siapa?kenapa kau malah membawa mobil”

Riyeon mendesis kesal,rasanya ingin sekali ia melayangkan sendok patbingsu di tangannya ke kepala sahabatnya itu,jika tidak mengingat umurnya lebih tua dari nya.

“Waeyo?” Tanya Hyonie saat melihat Riyeon menatapnya kesal “Apa aku salah bicara?”

Riyeon menghela nafas dan menggeleng pelan “Sudahlah,sebaiknya kau segera menghabiskan patbingsu punyamu” ucapnya sedikit kesal.

“Jadi,hanya seperti itu?seorang Shin Riyeon pemilik butik ternama di Gangnam bertemu seorang Kim Jaejoong yang notabene adalah artis idola nya hanya menyapanya sebentar?” Ucap Hyonie panjang lebar,membuat Riyeon geram dan hampir melayangkan sendok patbingsu ke kepala sahabatnya itu,jika saja sebuah suara tidak menghentikan aksinya.

Riyeon menoleh,dan melebarkan matanya yang sipit itu saat melihat siapa yang tengah menegurnya saat ini.

“Kim Jaejoong-ssi”

TBC

AN :
Entah kenapa kalau nulis salju itu selalu ingat sama ‘Bergeron Findesen Process’
Doh!! Sepertinya otak saya udah terkontaminasi sama proses terbentuknya salju itu deh tiap kali nulis salju,haha….

4 thoughts on “Be My Girl (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s