Prolog “Be My Girl”

jaeyeon

 

Summary :
Riyeon sangat menyukai musim salju.Apapun yang berbau salju atau dingin ia menyukainya.

Jaejoong menyukai gadis yang berdiri dalam salju,bahkan menyukai kebiasaan gadis yang memakan patbingsu di musim salju yang dingin.

.

.

.

“No other one can have you
I want you to myself
My heart is open for you
all life long”
(Be My Girl – JYJ)

.

.

.

Shin Riyeon,yeoja berperawakan sedang itu tengah sibuk menata berbagai manekin dalam sebuah etalase butik terkenal dikawasan Gangnam.Yeoja yang hari itu mengenakan blouse baby blue berlengan panjang dengan celana jeans biru langit tersenyum menatap hasil karyanya(bukan hasil karyanya lebih tepatnya) karena itu adalah salah satu rancangan terbaru dari salah satu perancang pakaian terkenal di Seoul.Yeoja itu menoleh saat mendengar namanya di panggil seseorang,ia menoleh dan hanya tersenyum mendapati seorang yeoja lain yang kini tengah berkacak pinggang,terlihat mendengus kesal.

“Oh..unnie,waeyo?” Tanyanya polos,berjalan mendekati yeoja yang masih menatapnya tajam.Melingkarkan lengannya pada lengan yeoja yang dipanggilnya unnie itu.

Yeoja itu hanya mendelik kesal seraya menghela nafas “Kau lupa lagi atau apa,eoh?” Tanyanya,melepas lengan Riyeon dari lengannya.

Riyeon hanya nyengir seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Mian,hehe…” Ucapnya singkat “Aku terlalu asyik dengan rancangan baru yang baru masuk hari ini” lanjutnya.

Yeoja itu yang berada di hadapan Riyeon hanya memutar bola matanya malas seraya menggeleng pelan “Kali ini ku maafkan,asal kau mentraktirku makan siang” ucapnya.

Riyeon langsung mengangguk setuju,memeluk yeoja di hadapannya itu “Gomawo,Hyonie-ya” ucapnya.

Yeoja bernama Hyonie itu hanya mengangguk pelan.

Shin Riyeon adalah gadis mandiri yang mempunyai sebuah butik terkenal di kawasan Gangnam.Gadis penyuka fashion itu sangat menyukai musim dingin,menyukai apapun yang berhubungan dengan salju,yang membuatnya selalu dapat protes dari salah satu sahabatnya saat ia memakan patbingsu di musim salju.Mempunyai dua orang sahabat yang sudah berteman dengannya sejak mereka duduk di bangku sekolah lanjutan atas.Salah satu nya adalah yeoja yang baru saja marah padanya itu,jangan heran kalau mendengarnya memanggilnya ‘Unnie’ karena yeoja bernama Hyonie itu memang lebih tua satu tahun darinya.Dan satu lagi bernama Hanyeon,tidak ada yang spesial dari Hanyeon menurut Riyeon,sahabatnya itu terlampau pendiam,gadis itu bahkan harus rela menjadi bahan bulliannya bersama Hyonie.

Satu lagi yang menarik dari Riyeon adalah,ia gadis yang sangat mencintai sebuah grup boyband ternama bernama ‘DBSK’ terutama pada salah satu member yang sudah mencuri hatinya (oh mungkin ini berlebihan) tapi Riyeon menyukai namja cantik—tampan lebih tepatnya yang bernama Kim Jaejoong.

.
.
.

Udara sudah semakin dingin jika sudah memasuki akhir november.Kim Jae joong,namja tampan dengan surai pirang itu meniup tangannya yang mulai terasa membeku karena cuaca yang semakin menggila.Namja tampan itu menaikkan restleting coat hitam yang ia kenakan hingga batas dagunya(ugh!!ia benci musim dingin)menarik Ipod berwarna putih dari saku dan memutar tombol play seraya menaruh ear bud di kedua telinganya.

Jaejoong menyusuri jalan di sepanjang Gangnam.Jangan tanya kenapa ia keluar di cuaca sedingin itu sendirian.Namja itu hanya bosan dengan segala rutinitas ke artisannya yang membuatnya sedikit jenuh dan memutuskan untuk sekedar mencari udara(meskipun pilihannya tidak tepat saat ini) mengingat udara yang mencapai minus sekian derajat.

Menghiraukan rasa dingin yang terasa menusuk tulang,namja tampan itu terus melangkahkan kakinya,menyusuri jalanan Gangnam yang selalu ramai.Sesekali ia masuk ke dalam sebuah toko atau butik hanya untuk melihat beberapa pakaian atau aksesoris.

Lelah berjalan,Jaejoong memutuskan berhenti pada sebuah coffee shop.Menikmati secangkir espresso hangat di cuaca sedingin ini mungkin bisa sedikit menghilangkan udara dingin yang mulai menusuk hingga ke tulang,pikirnya.

Setelah membuka pintu Coffee Shop,Jaejoong memesan espresso dan sebuah waffle.Namja bersurai pirang itu memutuskan untuk duduk di dekat jendela kaca yang menghadap langsung ke jalanan.Melihat sekilas ke seluruh isi Coffee Shop yang sunyi,namja itu hanya menaikkan bahunya sekilas sebelum mendudukkan pantatnya di kursi.

Seraya menunggu espresso dan waffle nya di antar ke meja,Jaejoong mematikan Ipod yang sedari tadi di dengarnya.Menaruh benda tipis berwarna putih itu dimeja dan menarik keluar ponsel dari saku celana jinsnya.Matanya melebar sekilas saat mendapati ada banyak pesan masuk yang ternyata semua dari managernya dan beberapa lagi dari Junsu dan Yoochun,semua isinya sama hanya menanyakan ‘kemana ia pergi’,maka dengan sedikit senyum yang menghiasi wajah tampannya,namja itu membalas semua pesan yang masuk.

‘Aku hanya keluar sebentar,jangan khawatir aku hanya minum kopi dan jalan-jalan^^’

Setelah menekan tombol send,Jaejoong kembali memasukkan ponsel ke dalam saku jeans nya,tersenyum pada pelayan yang mengantarkan espresso dan waffle pesanannya.Setelah berterima kasih Jaejoong menyesap Espresso dan menggigit pelan waffle isi apel itu.

Jaejoong masih disana duduk dalam sebuah coffee shop,menikmati suasana hangat dari dalam sambil sesekali melihat keluar,menatap butiran-butiran salju yang mulai turun.
Awalnya Jaejoong masih menikmati suasana di dalam sambil memandangi orang-orang yang berlalu lalang,hingga manik coklatnya menangkap sesosok yeoja tengah berdiri tepat di depan coffee shop itu.Alisnya berkerut samar saat melihat yeoja itu menengadah—tersenyum sumringah?tangannya terulur keluar seperti berusaha menangkap butiran salju putih yang turun.Senyum diwajahnya tidak pernah hilang terkesan sangat menikmati cuaca dingin dan salju yang mulai mengotori coat putih gading dan rambutnya.

Entah sadar atau tidak,sudut bibir Jaejoong tertarik keatas membentuk sebuah senyum disana saat ia terus memandangi yeoja itu,hingga—

“Mau kemana yeoja itu?” Pikir Jaejoong saat melihat yeoja yang di lihatnya itu kini sudah melangkah pergi meninggalkan tempatnya berdiri.

Jaejoong berdiri dan berlari keluar,mencoba mencari sosok yeoja dengan coat putih gading yang tadi.Namun ia gagal karena sepertinya yeoja itu telah pergi.

Jaejoong mendengus kesal sedikit kecewa.Tunggu apa ia baru saja merasa kecewa karena tidak menemukan yeoja itu?oh..Ayolah Kim Jaejoong kau bahkan baru melihatnya dan kau—langsung kecewa? Jae Joong menggelengkan kepalanya keras dan tersenyum sebelum kembali lagi ke dalam coffee shop (dan tentu saja setelah ia menoleh kembali dimana yeoja tadi berdiri).

Hari itu Kim Jaejoong berfikir setidaknya musim dingin kali ini tidak seburuk yang ia kira,kenapa?karena ia bertemu—melihat lebih tepatnya seorang yeoja dengan coat putih gading yang memandangi salju dengan wajah berbinar.

An : kenapa saya bikin cerita ini yak?haha…
Well..pada awalnya ini tercipta karena saya tiba-tiba kangen sama beberapa couple ciptaan saya sendiri😄
Ini ff JaeYeon(Jae Joong-Riyeon) ke dua saya. Do’akan saya agar tidak kehilangan ide untuk menulis ini🙂

Akhir kata Icha-ya,hope u like it ^^

4 thoughts on “Prolog “Be My Girl”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s