니가 보고 싶어지면 (When i miss you —Yesung Side)

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You 🙂

Happy Reading ^^

Yesung merentangkan tangannya,meregangkan tubuhnya yang terasa lelah.
Pria yang sekarang terlihat kurus dan sering menggunakan topi itu tersenyum saat mendapati adiknya yang berjalan mendekatinya.

“Hyung,khaja” ucap Jong Jin seraya tersenyum.

Yesung tersenyum dan mengangguk,tidak lupa sebelum keluar dari tempat ia melakukan pelayanan publik,Yesung membungkukkan badannya 90 derajat pada seorang pria yang lebih tua darinya,dan mohon pamit.

Weekend,itu berarti Yesung bebas tugas.Ia bisa jalan-jalan dan menikmati waktu luangnya bersama teman dan keluarga.

-예성-

Udara musim gugur mulai terasa lebih dingin dari biasanya pertanda musim dingin tiba.

Yesung menatap langit pagi yang tampak mendung hari itu sekilas sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar.Gerakannya terhenti saat melihat sebuah frame berbentuk hati yang berada tepat di tempat tidurnya.Tangannya terulur mengambil frame tersebut.Disitu tersenyum seorang yeoja tengah memeluk teddy bear berwarna cream dengan tangan membentuk huruf V.

“Hyonie” gumamnya pelan,menghembuskan nafasnya berat,mengelus pelan foto yang terpajang di frame “Apakah kau tidak merindukanku?” Ucapnya pelan sebelum akhirnya menaruh frame tersebut kembali ke meja.

Yesung terdiam sekilas tampak berpikir.Sudah berapa lama? 6 bulan sejak ia mulai pergi wamil dan menjalani pelayanan sosialnya,dan sudah hampir — 2 bulan?ia tidak pernah bertemu Hyonie,yeoja yang menjadi kekasihnya itu.Tidak ada satu pun dari mereka yang mulai menelpon ataupun sekedar mengirimi pesan singkat.

Yesung kembali menghembuskan nafasnya berat “Sebenarnya apa yang dilakukannya hingga tidak pernah menghubungiku?” Gumamnya pelan.Diam-diam Yesung mulai merindukan kekasihnya itu,rindu dengan semua celotehannya,rindu akan wajah manisnya setiap kali tersenyum,rindu dengan segala macam bentuk protes dan berbagai keluhannya.Tanpa sadar bibir Yesung membentuk sebuah kurva membentuk sebuah senyum di bibirnya “Sepertinya aku harus menemuinya” ucapnya pelan.

-예성-

‘Sepertinya aku harus menemuinya’ kata-kata yang di ucapkan Yesung satu minggu yang lalu,membuatnya mengerang kesal setiap kali mengingat kata itu.Dengan frustasi Yesung melangkahkan kakinya lebar-lebar meninggalkan Jong Jin di belakangnya,membuatnya berteriak kesal pada adiknya “Yaa!!phali-wa,kau mau kita kesiangan tiba di WhyStyle” bentaknya pada Jong Jin yang mengerjap melihatnya,namun akhirnya menyusulnya masuk ke dalam mobil.

Weekend kali ini Yesung dan Jong Jin seperti biasa akan jalan-jalan,menghabiskan waktu di berbagai rumah makan,pergi ke tempat-tempat yang belum mereka kunjungi sebelumnya,atau sekedar menghabiskan waktu di WhyStyle pada siang hari dan sore harinya Yesung akan menyapa beberapa penggemarnya di kafe.

Tidak hari itu mood Yesung sedang sangat jelek sejak semalam.Semalam saat baru akan menjelajahi dunia maya,tanpa sengaja Yesung menemukan sebuah artikel yang menyatakan kalau artis yang selama ini di idolakannya tengah menjalani hubungan dengan salah satu aktor terkenal Korea.

Yesung mendengus kesal setelah membacanya,ia merasa— dikhianati?entahlah?ia juga tidak mengerti.Berita itu membuatnya kesal,melempar ponselnya ke sisi tempat tidur.Meski berusaha melupakan artikel itu,namun Yesung tidak bisa menghilangkan kekesalannya begitu saja,di tambah lagi ia juga kesal karena tidak bisa menemui Hyonie.Kekasihnya itu seperti hilang di telan bumi,tidak ada kabar sama sekali.

Maka jadilah seharian itu Yesung menekuk wajahnya,membuat Jong Jin tidak berani bicara padanya.Seorang Yesung yang tidak pernah terlihat marah selama ini terlihat sangat mengerikan di mata orang-orang yang melihatnya.Meskipun ia mencoba tersenyum,namun tetap saja terlihat aneh.

Dengan frustasi Yesung merebahkan kepalanya di atas meja,menatap kosong beberapa pajangan kacamata yang ada di WhyStyle.

“Hyung…bagaimana kalau kita makan daging di salah satu restoran favorit hyung” ucap Jong Jin,membuat Yesung mengangkat kepala dari atas meja,menatap datar Jong Jin “Baiklah” ucapnya seraya berdiri.

Jong Jin tersenyum dan segera mengambil bagpacknya “Aku tunggu di luar hyung” ucapnya menepuk pelan pundak Yesung dan pergi ke luar lebih dulu.

-예성-

Hari sudah beranjak senja saat Yesung dan beberapa orang teman termasuk Jong Jin menyelesaikan makan mereka.
Untunglah sepertinya suasana hati Yesung sudah membaik,buktinya ia terus tertawa dan bicara pada teman dan Jong Jin.

Yesung yang tengah tertawa mendengar celotehan salah satu temannya,berhenti tiba-tiba saat melihat beberapa orang memasuki rumah makan bulgogi terkenal di daerah Dongdaemun itu.Bukan masalah siapa yang baru masuk itu,tapi salah satu diantara mereka yang baru masuk itu,sosok yeoja dengan jaket grey yang berada tepat di belakang seorang namja kurus,terlihat tersenyum seraya mencubit gemas seorang anak kecil di sampingnya.

Ada sekitar sepuluh orang atau lebih yang masuk ke restoran itu dan hampir semuanya laki-laki.Sekali melihat saja Yesung tahu kalau itu teman-teman kantor Hyonie.
Pandangan Yesung beralih pada Jong Jin yang menggumamkan nama Hyonie.

“Hyung,itu…bukankah itu Hyonie noona?” tanya Jong Jin setengah berbisik pada Yesung.

Yesung menoleh dan mengangguk “Tentu saja,siapa yang tidak mengenalnya dengan jaket grey favoritnya itu” jawab Yesung kembali melihat dimana Hyonie berada.

“Hyung,kau tidak mau kesana menemuinya?bukankah— ” Jong Jin menghentikan kalimatnya,menatap Yesung yang masih memperhatikan Hyonie “— Kalian sudah berapa lama tidak bertemu?” Lanjut Jong Jing.

Yesung menoleh,menatap Jong Jin lama,ia akan mengucapkan sesuatu,tapi tidak ada satu katapun yang keluar,membuatnya kembali memalingkan wajah dari Jong Jin.

“Aku tahu Hyung merindukannya” ucap Jong Jin lagi,kali ini sukses membuat Yesung mengernyitkan alisnya “Kenapa tidak menyapa noona kesana?aku yakin ia akan terkejut melihatmu disini” lanjut Jong Jin.

Yesung hanya menggeleng pelan sebagai jawabannya.Ia tidak ingin — lebih tepatnya sangat ingin menemui kekasihnya itu,namun karena ia ingat perjanjiannya dengan Hyonie,Yesung hanya bisa duduk ditempatnya,menatap kekasihnya itu dari kejauhan,melihatnya tertawa lepas pada teman-temannya.Mendengus kesal setiap kali salah satu temannya itu merangkul pundak Hyonie.

-예성-

‘Sepertinya aku harus menemuinya’ kata-kata itu selalu terngiang di telinga Yesung,membuatnya selalu menggelengkan kepalanya keras “Ne,arraseo,aku akan segera menemuinya,tapi tidak sekarang,oke” ucapnya keras pada suatu sore,membuat Jong Jin yang tengah menyetir menoleh ke arahnya.

“Hyung,gwencahana?” Tanya Jong Jin khawatir.
Yesung menoleh dan mengerjap “Eoh?” Ucapnya seraya mengerjap bingung.

Jong Jin menggelengkan kepalanya pelan “Kenapa Hyung tiba-tiba berteriak tadi,apa kau tahu?kau membuatku kaget” ucap Jong Jin kembali fokus pada jalanan di hadapannya.
Saat ini mereka berdua tengah berada di jalan menuju Mouse Rabbit.

Yesung mengerjap sekali,dua kali “Eoh?kenapa aku berteriak?” Tanyanya heran.Namun beberapa detik kemudian ia hanya tersenyum “Sepertinya aku mulai gila” ucapnya tertawa pelan.

Jong Jing mengangguk “Kau memang akan gila karena kau sangat ingin bertemu Hyonie noona,tapi kau masih belum bisa menemuinya” ucap Jong Jing menoleh sekilas kearah Yesung di sampingnya “Aku benarkan?” Lanjutnya seraya tersenyum.

“Ku rasa kau benar” ucap Yesung singkat memalingkan wajahnya,menatap jalanan sore kota Seoul.

-예성-

Yesung baru saja masuk dan langsung menuju meja kasir terkejut saat mendapati Hanyeon berdiri tepat di depannya.Tersenyum padanya.

“Annyeong oppa,aku pesan green tea latte dan choco muffin” ucap Hanyeon.

Yesung hanya mengerjap sekilas sebelum mengetik pesanan Hanyeon “Kau bisa menunggu sebentarkan?” Ucapnya seraya tersenyum,membuatnya mendapat anggukan kepala dari Hanyeon.

“Chankaman Hanyeon-ah” ucap Yesung tiba-tiba,membuat Hanyeon yang baru saja memutar tubuh menghentikan langkahnya.

Yesung baru akan membuka mulutnya ingin menanyakan Hyonie,namun ia membatalkannya dan menggeleng pelan “Aniyo” ucapnya singkat “Mian” lanjutnya,membuat Hanyeon mengerutkan alisnya sesaat namun akhirnya pergi mencari tempat duduk.

“Ah…oppa” ucap Hanyeon kembali memutar tubuh menghadap meja kasir “Boleh aku duduk di Smoke Area?Dan—ku harap oppa naik ke atas bersamaku,ini tentang — oppa tahu siapa yang ku maksud kan?” Ucap Hanyeon sebelum pergi ke lantai 2.

Yesung hanya menundukkan kepalanya,setelah melihat Hanyeon naik ke lantai 2.Sebelum memanggil Jong Jin untuk menggantikannya,Yesung menghela nafasnya dan pergi menuju smoke area.

-예성-

“Ah…oppa” ucap Hanyeon setengah terkejut saat mendapati Yesung berdiri tepat di hadapannya,menarik kursi dan duduk.

“Hanyeon-ah” panggil Yesung,wajahnya tampak ragu sesaat “Soal…apa yang ingin kau bicarakan padaku?” Ucapnya akhirnya.

Hanyeon baru akan membuka mulut,namun mengurungkannya saat melihat benda bulat tipis di hadapannya berkedip “Chankaman,aku mengambil pesananku dulu” ucapnya langsung berdiri meninggalakan Yesung.

3 menit kemudian Hanyeon tiba dengan cup dan choco muffin di tangannya.
Yesung membiarkan yeoja yang merupakan sahabat kekasihnya itu menyesap minumannya dan memakan choco muffinnya.

“Bagaimana hubunganmu dengan Kibum?ku dengar ia sekarang di Seoul” tanya Yesung seraya menyandarkan punggungnya pada kursi dan melipat ke dua tangannya di depan dada.

“Kami?ah..kami baik-baik saja,kenapa oppa tiba-tiba menanyakan Kibum?bukankah oppa kemari ingin menanyakan Hyonie?” Jawab Hanyeon.

Mendengar nama Hyonie,Yesung berdehem pelan dan terlihat gugup tiba-tiba,membuat Hanyeon tertawa melihat tingkahnya.

“Waeyo?” Tanya Yesung membrengut kesal.

Hanyeon menggeleng pelan “Aniyo,hanya saja —oppa lucu” ucapnya.

Yesung mendecakkan lidahnya “Apanya yang lucu?”

“Ekspresi oppa saat mendengar nama Hyonie” ucap Hanyeon kembali tertawa,namun beberapa detik kemudian Hanyeon menghentikan tawanya dan memandang Yesung dengan wajah serius “Ku rasa…Oppa harus segera menemui Hyonie secepatnya” lanjutnya.

Yesung hanya mengerjap sekilas “Aku tahu,aku akan segera menemuinya,tapi tidak tahu kapan aku bisa menemuinya” ucap Yesung.

“Jangan terlalu lama membiarkan Hyonie sendirian,apa oppa tahu?aku baru saja bersamanya tadi.Hyonie yang ku lihat tadi seperti bukan Hyonie”

Yesung menaikkan alisnya “Apa maksudmu?” Tanyanya.

Hanyeon menyesap pelan green tea latte di hadapannya dan menghembuskan nafasnya berat”Hyonie—sangat merindukan oppa.Aku tahu oppa sedang wajib militer sekarang,dan itu membuat oppa jarang menemuinya,aku mengerti itu,tapi setidaknya oppa menemuinya seperti yang dulu-dulu,bukankah oppa punya jatah libur setiap sabtu-minggu?” Ucap Hanyeon “Aku,hanya tidak ingin melihat Hyonie seperti itu lagi,ia terlihat tertekan,murung,dan—aku tahu bagaimana perasaan seseorang yang sangat merindukan kekasihnya” lanjutnya.

” —apa…Oppa tidak rindu padanya?Oppa,kau sudah tidak menemuinya selama hampir… 2 bulan”

Yesung hanya diam mendengarkan Hanyeon bicara dan menundukkan kepalanya dalam,ia tahu semua yang dikatakan Hanyeon benar.Mungkin ia yang terlalu sibuk dengan dunianya sehingga menghiraukan rindu yang tiap hari menyinggapinya setiap kali ia mengingat Hyonie.

“Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” Tanya Hanyeon khawatir saat melihat Yesung hanya diam selama ia bicara tadi.

Yesung mengangkat kepala,tersenyum dan menggeleng pelan “Aniyo,gomawo Hanyeon-ah,aku pasti menemuinya secepatnya,karena aku juga sangat merindukannya” jawab Yesung.

Hanyeon mengangguk “Mian,kalau aku membuat oppa sedih,kau tahu sendiri Hyonie adalah sahabatku,aku hanya merasa aneh melihatnya menjadi murung” ucap Hanyeon seraya tertawa “Dan sejujurnya aku rindu akan semua celotehan Hyonie,Hyonie yang selalu tersenyum ceria dan bisa membuat siapa saja tertawa saat mendengar ceritanya,meskipun dia orang agak kasar,tapi itulah yang menarik darinya” lanjutnya “Dan—Oppa adalah orang paling merindukan sosok Hyonie yang seperti itu”

Yesung mengangguk “Ne,majayo” ucap Yesung ikut tertawa.

Setelah bicara pada Hanyeon,membuat Yesung memutuskan kalau ia akan menemui Hyonie besok.

-예성-

Yesung memasuki Mouse Rabbit dengan tergesa-gesa,malam itu ia sedikit terlambat tiba di kafe nya itu.Ia terlalu sibuk di WhyStyle seharian itu.

Yesung seperti biasa tersenyum hangat pada para pelanggan di kafe yang notabene para fansnya sendiri.Sesekali tertawa menanggapi pertanyaan mereka.Hingga matanya bertemu dengan mata yang sangat familiar itu menatapnya dengan wajah datar.Mata hitam seorang yeoja yang belakangan ini memenuhi ruang rindu di hatinya.Diam-diam Yesung berterima kasih karena akhirnya yeoja itu datang ke kafe.

Yeoja dengan coat coklat yang tidak lain adalah Hyonie itu terus menatapnya.Membuat Yesung sedikit merasa aneh?tatapannya terlihat dingin— marah mungkin?entahlah Yesung tidak mengerti,yang bisa Yesung lakukan adalah memberikan yeoja itu sebuah senyuman terima kasih karena mau datang ke kafe.

Yesung membiarkan Hyonie menunggu di sana,membiarkannya berdiri seperti itu untuk beberapa saat,karena hanya itulah cara yang dapat Yesung lakukan agar ia dapat melihat Hyonie dengan dekat.Yesung tidak mengira saat Hyonie menghentakkan benda bulat tipis penanda pesanan sudah siap itu dengan keras di atas meja kasir,membuat Hyonie menatapnya marah.

“Sudahlah,lupakan” ucapnya keras,pergi begitu saja meninggalkan meja kasir.

Yesung hanya memandangnya dari balik meja kasir.Hyonie tampak melangkahkan kakinya lebar-lebar,menarik pintu depan kafe dengan kasar.

Panik,Yesung segera memanggil Jong Jin.
“Jong Jin-ah,kau bisa mengejar Hyonie?ini” ucap Yesung cepat memberikan satu cup vanilla latte pada Jong Jin dengan wajah khawatir.Menghiraukan tatapan penuh tanya yang di berikan Jong Jin padanya.Yang bisa Yesung lakukan saat itu adalah agar adiknya segera mengejar Hyonie.

“Chankaman!” Teriaknya pada Jong Jin yang sudah hendak pergi,membuat adiknya itu menghentikan langkahnya.Menanti dengan sabar Yesung yang terlihat menyambar choco muffin dan memberikanya “Ku harap ia masih belum jauh” ucapnya sebelum Jong Jin mengangguk dan pergi.

Yesung memandang khawatir Jong Jin yang sudah keluar kafe.Dari dalam Yesung dapat melihat Jong Jin berlari.

-예성-

“Hyung” panggil Jong Jin setelah ia kembali ke kafe,membuat Yesung menoleh padanya.
“Otte?” Tanyanya penuh harap.

Jong Jin menghembuskan nafas panjang,mengangkat satu kotak choco muffin yang di berikan Yesung tadi dan menggeleng pelan.

“Ia tidak mau menerima ini” jawabnya pelan.

“Oh” hanya itu yang keluar dari mulut Yesung.Suaranya terdengar kaget.

“Tapi,noona mengambil vanilla latte nya” ucap Jong Jin seraya menepuk pundak Yesung,memberikan senyuman pada hyungnya itu.

“Apa…Hyonie tampak sangat marah?” Tanya Yesung pelan.

Jong Jin hanya menggeleng pelan “Hyonie noona tampak—tidak marah.Ia hanya terlihat sangat lelah hyung,dan — ” Jong Jin menghentikan kalimatnya,menatap khawatir Yesung yang tampak frustasi.

” — Hyonie noona menangis” lanjut Jong Jin pelan berharap Yesung tidak mendengarnya.

“Mwo?menangis?” Tanya Yesung makin panik.

Jong Jin menatap sedih hyung kesayangannya itu “Mungkin aku salah lihat” ucapnya lagi,berharap Yesung tidak terlalu khawatir.

“Hyung,ku harap kau segera menemuinya.Aku tahu hyung sangat sibuk,tapi apa yang terjadi padamu akhir-akhir ini?hyung bahkan tidak menemui Hyonie noona belakangan ini.Apa kalian bertengkar?”

Yesung menoleh menatap Jong Jin,tampak menghembuskan nafasnya berat “Entahlah?” Ucapnya singkat menjatuhkan punggungnya pada pinggiran kursi,bahunya tampak melorot turun.

Jong Jin menepuk pelan pundak Yesung “Kau harus segera menemui Hyonie noona” saran Jong Jin,membuatnya di mendapat tatapan ‘haruskah?’ Dari Yesung.

Jong Jin mengangguk pasti “Harus,ah..ania wajib” jawabnya setengah tertawa.

Setengah kesal Yesung memukul pelan pundak adiknya itu.

-예성-

Dan disinilah Yesung,menatap rumah bercat hijau daun.Tangannya tampak ragu menekan bel rumah.Ini sudah seminggu — tidak lebih tepatnya lebih,Yesung baru bisa menemui Hyonie di rumahnya.Pria yang mengenakan jaket hitam dan topi berwarna merah itu akhirnya menekan bel.
Setelah beberapa kali menekan bel tidak ada satu orang pun yang keluar.Bahkan interkom yang berada disamping pintu tidak menampakkan adanya orang di rumah itu.

Yesung menaikan alis bingung “Kemana dia?bukankah dia tengah sakit?” Gumamnya pelan.

Yesung memutuskan langsung menemui kekasihnya itu dirumahnya setelah mengetahui Hyonie tengah sakit dari teman kantor Hyonie.

~Flashback~

Yesung menatap ragu bangunan berlantai dua di hadapannya itu.Ia tampak menghembuskan nafas berat “Apa aku harus kedalam dan menemuinya di dalam” ucapnya pada diri sendiri masih menatap gedung dihadapannya,membuatnya ditatap aneh orang-orang yang keluar masuk gedung itu.

Setelah berdiri kurang lebih 45 menit di depan gedung,akhirnya Yesung memutuskan untuk masuk kedalam “Aku harus menemuinya sekarang” ucapnya yakin “Terserah Hyonie nanti akan marah saat melihatnya masuk dan melanggar perjanjian mereka.Mianhe Hyonie-ya,aku terpaksa melanggarnya” lanjutnya seraya melangkahkan kaki memasuki gedung.

Setelah masuk Yesung hanya mengerjap,bingung?ia tidak melihat Hyonie didalam ruangan tersebut.

Yesung masih berdiri ditempatnya,hingga seorang pria yang—Yesung yakin pernah mengenal pria ini(memang tidak kenal secara langsung) tapi Yesung tahu bahwa Hyonie selalu membicarakan pria ini.

“Chogi-yo?ada yang bisa kami bantu?” Tanya pria yang terlihat lebih pendek dari Yesung itu.

Yesung menoleh kearah suara,mengerjap sekali “Eoh?Oh..aku…” Yesung terlihat ragu sejenak (Apa ia harus menanyakan Hyonie pada pria ini?) “Euumm…kemana gadis yang biasanya ada di meja paling belakang sana?”Yesung menunjuk sebuah meja kosong dengan begitu banyak berkas diatasnya.

Pria berkulit putih di hadapannya itu baru akan menjawab,namun sebuah suara membuatnya mengurungkannya melakukannya.

“Nae yeojachingu?” Ucap seorang pria lain dengan rambut yang —menurut Yesung seperti rambut orang yang baru bangun tidur itu menatap Yesung dengan penuh tanya.

“Yaa!!sejak kapan Hyonie menjadi kekasihmu?apa kau tahu dia adalah kekasihku” ucap Yesung dalam hati.Ia benci melihat pria dihadapannya ini(bukankah pria ini yang selalu merangkul pundak Hyonie beberapa waktu yang lalu saat mereka makan?) Yesung menggertakkan giginya,rasanya ingin sekali ia menarik kerah t-shirt pria itu dan memintanya agar menjauhi Hyonie.Namun itu hanya ada di pikirannya saja,pada kenyataannya ia hanya tersenyum aneh pada pria itu.

“Kau siapa?ada perlu apa mencarinya?” Tanya pria itu lagi.

“Kang Jun-ah,keumanhe,lagipula sejak kapan Hyonie-ssi menjadi kekasihmu?” ucap pria yang pertama kali Yesung temui tadi,mengejek pria itu.

“Yaa!! Ji Suk-ssi,aku tidak mengada-ada,Hyonie-ssi itu memang kekasihku,hanya saja ia tidak mengakuinya di hadapan kalian” ucap pria bernama Kang Jun tidak terima ia ditertawakan temannya.Membuat Yesung mendengus mendengarnya.

“Sejak kapan?” Gumam Yesung dalam hati.

Pria bernama Ji Suk itu hanya mendecakkan lidah,menyuruh pria bernama Kang Jun itu masuk,menyuruhnya membantu temannya di dalam.
Meskipun malas,akhirnya pria bernama Kang Jun itu pergi meninggalkan mereka.

“Cheoseonghaeyo,dia memang seperti itu,selalu menyebut Hyonie-ssi sebagai kekasihnya,meskipun pada kenyataannya Hyonie-ssi selalu menolaknya” ucapnya seraya tersenyum hangat.

Yesung hanya mengangguk mendengarkan penjelasan pria dihadapannya,tidak heran kalau Hyonie sangat suka bekerja dengan pria ini yang setahu Yesung sudah mempunyai anak dan istri itu.

Yesung baru akan membuka mulut ingin menanyakan Hyonie,namun mengurungkannya karena pria bernama Ji Suk itu berseru.

“Oh..Astaga,anda mencari Hyonie-ssi kan?” Tanyanya

Yesung hanya mengangguk mengiyakan.

“Hyonie-ssi sudah 3 hari tidak masuk kerja,ia sudah 3 hari ini sakit” ucap pria dihadapan Yesung itu.

Mendengar Hyonie sakit,dan sudah 3 hari membuat Yesung kaget dan tanpa berpikir panjang lagi pria itu langsung melesat keluar gedung.Sebelum tangannya menyentuh gagang pintu Yesung menundukkan kepalanya pada pria yang saat ini menatapnya penuh tanya.

“Gamshamnida” ucap Yesung sekali lagi menundukkan kepalanya sebelum akhirnya pergi menuju mobilnya.

~Flashback end~

Yesung masih menekan bel di hadapannya.Ia yakin Hyonie berada di rumah saat ini.
Yesung tampak mengeluarkan ponselnya,menekan beberapa angka dan menaruh benda persegi berwarna hitam itu ditelinga kanannya,sedangkan tangan kirinya masih menekan bel.

Perhatian Yesung teralih saat mendengar sebuah mobil berhenti tepat di belakangnnya.Dengan ponsel yang masih menempel ditelinganya,Yesung menoleh dan ia dapat melihat sebuah sedan putih berhenti tepat dibelakang mobilnya.

Yesung menurunkan ponsel dari telinganya saat melihat sosok yang turun dari mobil.Dengan sekali lihat saja ia langsung mengenali bahwa sosok yang baru saja turun itu adalah kekasihnya.

Hyonie terlihat turun dan membungkuk pada sang pengemudi.Tersenyum pada seorang anak kecil yang meneriakkan namanya seraya melambaikan tangan pada Hyonie.

Hyonie yang mengenakan terusan putih dengan motif bunga-bunga dan cardigan pink itu tampak kaget saat mendapati Yesung berdiri tepat di depan pintu rumahnya.

Yesung tersenyum canggung seraya melambaikan tangannya pada sosok yang terlihat semakin mendekat itu.

Yesung menatap yeoja dihadapannya itu dengan sedih,Ia hanya diam saat yeoja itu membuka pintu dan berpaling kearahnya,bertanya apakah ia mau masuk atau tidak? Maka dengan menggaruk tengkuknya Yesung akhirnya hanya mengikuti yeoja itu masuk ke dalam rumah.

-예성-

Yesung menghembuskan nafasnya pelan,menatap yeoja yang saat ini berjalan tepat dihadapannya itu.

“Apa ia benar-benar marah padaku,hingga sampai saat ini masih tidak bicara?” Pikir Yesung.

Yesung sibuk dengan pikirannya sendiri,tanpa menghentikan langkahnya untuk mengikuti kemana pun Hyonie bergerak.Entahlah?ia seperti orang bodoh hari ini.Disisi lain ia sangat ingin memeluk gadisnya itu,tapi ia mengurungkannya saat melihat Hyonie dengan wajah pucatnya tidak bersuara sama sekali.Hyonie terkesan—mengacuhkan keberadaannya.

Yesung terus mengikuti Hyonie kemanapun yeoja itu berjalan di dalam rumah,tidak menyadari Hyonie berhenti,membuatnya menubruk tubuh yeoja dihadapannya itu.

“Oops…” Ucapnya pelan.

Hyonie memutar tubuh,mendesis kesal karena Yesung terus mengikutinya “Apa kau akan ikut kedalam kamar juga?” Tanyanya dingin.

Yesung hanya mengerjap dan menganggukkan kepalanya secara bersamaan “Aku harus ikut,kemanapun kau pergi” ucapnya.

Hyonie memutar bola matanya “Aku ingin ganti baju,apa kau juga mau ikut?” Tanyanya devensif.

“Oh…mian,aku— akan kembali ke ruang tamu kalau begitu” ucap Yesung seraya tersenyum canggung dan segera membalik tubuhnya menuju ruang tamu.

-예성-

Hyonie baru saja kembali dari rumah salah satu keluarganya di Insadong.Hari itu ia meminta bibinya mengantarnya kesana untuk terapi akupuntur.Salah satu keluarga dari sisi ibunya itu punya keahlian akupuntur.

Setelah hampir seharian disana,Hyonie,bibi dan anaknya yang masih berumur 7 tahun itu akhirnya kembali ke rumah.

Saat mobil bibinya berhenti,Hyonie melihat ada sebuah mobil hitam terparkir tepat di depan rumahnya.Menghiraukan mobil yang berada di depan mereka,Hyonie pun turun dari mobil,membungkuk pada bibinya yang menawarkan sup kimchi untuk Hyonie.
Hyonie mengangguk dan melambaikan tangannya pada Rae Sun putri bibinya itu.

Hyonie berpaling dan kaget saat melihat sosok pria yang berdiri tepat di depan pintu rumahnya,terlihat menurunkan ponsel yang ada ditelinganya saat melihat Hyonie.

Hyonie hampir menangis melihat pria yang mengenakan jaket hitam dan topi merah itu.Rasanya ingin sekali ia langsung menghambur ke dalam pelukannya,membisikkan kata ‘Aku sangat merindukanmu’ tapi ia mengurungkannya.Ia dapat melihat Yesung tersenyum canggung padanya seraya melambaikan tangan yang hanya di balasnya dengan senyuman singkat.

“Geezz…Apa yang dilakukannya?” Erang Hyonie dalam hati “Kenapa Yesung selalu mengikutinya kemanapun ia berjalan?”

Hyonie terlihat bingung,karena bingung harus melakukan apa?akhirnya setelah berjalan ke dapur,mencuci tangan,kembali ke ruang tamu,membenahi letak beberapa dvd yang berserakan.

Ia melirik sekilas Yesung yang tampak sibuk dengan pikirannya masih mengikutinya kemanapun ia bergerak.Hingga akhirnya ia memutuskan untuk ke kamar(hey!!apa yang dilakukannya?mengikutiku hingga ke kamar?) Hyonie menghentikan langkahnya tiba-tiba,ia dapat merasakan Yesung menubruk punggungnya.

Hyonie rasanya ingin tertawa mendengar jawaban Yesung saat ia mengatakan ‘Akan mengikutinya kemanapun Hyonie bergerak'(Apa ia gila?) Setelah mengatakan kalau ia akan berganti baju,wajah Yesung tampak kaget dan malu.

Hyonie menggelengkan kepalanya saat sudah berada di dalam kamar “Ada apa dengannya hari ini?” Ucapnya mendecakkan lidah seraya menuju lemari pakaian.

-예성-

“Kau mau kemana?” Tanya Yesung saat melihat Hyonie yang sudah mengganti pakaiannya dengan t-shirt putih dengan gambar winnie the pooh itu saat melintas di hadapannya.

Yesung tengah duduk di ruang tamu Hyonie,menunggu yeoja itu disana,setelah tadi yeoja itu masuk kamar.

Hyonie menoleh sekilas,ditangannya terdapat sebuah mangkuk “Aku mau ke rumah bibi ku”jawabnya kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

“Oh…” Yesung segera berdiri dan akan mengikuti Hyonie kembali,namun Hyonie menyuruhnya agar tidak mengikutinya.

“Aku hanya ke rumah sebelah,kau bisa menunggu disini” jelas Hyonie.

“Tapi…” Yesung hendak membantah dan bersikeras untuk ikut.

Hyonie menahannya,menaruh tangannya di dada Yesung “Aku hanya sebentar” ucapnya meyakinkan.

“Tapi…kau sedang sakit,apa tidak apa-apa?” Tanyanya khawatir.

Hyonie tersenyum,senyum pertama—senyum ke dua nya hari ini sejak mereka bertemu di depan tadi.Yesung senang melihat senyum itu karena menurutnya berbeda dari senyum yang diberikan Hyonie pertama kali.Senyum yang sudah lama tidak dilihatnya itu terlihat sangat manis meskipun wajah kekasihnya itu terlihat pucat.

Yesung akhirnya mengangguk dan membiarkan Hyonie keluar rumah.

-예성-

“Apa yang kau bawa?” Tanya Yesung saat melihat Hyonie masuk dengan satu mangkuk besar penuh sup di tangannya. Dengan cepat Yesung mengambil mangkuk itu dan dapat melihat isinya “Sup Kimchi” ucapnya seraya menutup pintu dan berjalan mengikuti Hyonie ke dapur.

“Ne” jawab Hyonie singkat “Tadinya aku hanya ingin minta sedikit saja,tapi bibiku malah mengisinya penuh” lanjutnya seraya tertawa.

“Apa kau belum makan?” Tanya Yesung setelah menaruh mangkuk ke atas meja makan,melihat Hyonie yang tengah menaruh nasi dalam piringnya.

Hyonie hanya mengangguk seraya berjalan ke arah meja makan.

Yesung mendecakkan lidah “Kenapa tidak makan?bukankah kau sedang sakit?harusnya kau makan lebih banyak agar cepat sembuh” ucap Yesung langsung seraya menaruh sup kimchi di piring Hyonie.

Hyonie memutar bola matanya “Oh…Ayolah,sekarang biarkan aku makan,eoh” ucapnya terdengar kesal.

Yesung hanya menggelengkan kepalanya pelan,mengacak lembut rambut Hyonie,sebelum akhirnya duduk tepat di samping kekasihnya itu.

Selama Hyonie makan tidak ada satu pun dari mereka yang bicara.Hanya terdengar bunyi sendok dan piring yang beradu.

Yesung dapat melihat Hyonie makan dengan perlahan,sesekali yeoja itu terlihat mengernyitkan alisnya,terlihat berusaha keras memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

“Kenapa tidak di habiskan?” Tanya Yesung saat melihat Hyonie menjauhkan piringnya,terlihat menggeleng pelan.

“Ayolah Hyonie-ya,kau harus makan” lanjut Yesung menarik kembali piring yang sudah di jauhkan Hyonie.

Hyonie hanya menggelengkan kepalanya dengan keras “Aku…sudah tidak sanggup lagi” ucap Hyonie pelan,menatap Yesung dengan tatapan ‘tolong jangan paksa aku’.

Yesung mendesah dan mengangguk “Baiklah,tapi kau harus janji harus makan lagi nanti” ucap Yesung seraya berdiri membawa piring Hyonie dan mencucinya.

“Ah…kepalaku” ucap Hyonie seraya menyenderkan kepalanya di meja,terlihat menghembuskan nafasnya berat.

Yesung yang tengah mencuci menoleh sekilas “Apa kau merasa sakit?” Tanyanya.

“Hanya sedikit pusing” jawab Hyonie.

“Kemana Abo-nim” tanya Yesung,kini ia telah selesai mencuci piring,membersihkan sisa air yang masih menempel di tangannya dengan tisu,menatap Hyonie yang terlihat menguap beberapa kali dengan kepala yang menempel diatas meja.

“Ayahku sepertinya akan pulang malam kali ini” jawabnya kembali menguap (lagi)

“Kalau kau mengantuk,sebaiknya ke kamar”

Hyonie mengangkat kepala,menggeleng pelan “Sirho,kalau aku tidur kau akan pulang,dan…Aku tidak tahu kapan aku bisa melihatmu lagi” ucapnya serak seraya menundukkan kepalanya.

Yesung tersenyum,mengelus pelan kepala kekasihnya itu “Aku akan selalu ada disini” ucapnya lembut seraya mengelus lembut pipi Hyonie.

Hyonie menatapnya lama.Wajahnya masih pucat dan terlihat lelah.Membuat Yesung yang menatapnya langsung menariknya kedalam pelukannya “Mianhe” bisiknya tepat di telinga Hyonie.

-예성-

Hari mulai senja dengan sinar matahari yang terlihat jingga di ufuk barat.Udara musim semi yang mulai dingin terasa menusuk tulang.
Yesung dan Hyonie duduk di bangku taman di halaman depan rumah Hyonie.Yesung melepaskan jaket saat melihat Hyonie menggenggam kedua lengannya seraya mengusapnya pelan.

“Udara dingin begini kenapa kau malah ingin duduk di luar?” Ucap Yesung seraya menyampirkan jaketnya pada punggung Hyonie.

Yeoja itu hanya menyeringai menanggapi ucapan Yesung.Yesung tidak habis pikir kenapa tiba-tiba Hyonie ingin duduk di taman di cuacanya yang mulai dingin ini.Yesung bahkan sempat menolak keras.

“Kalau kau duduk diluar dengan udara sedingin ini,aku takut kau akan tambah sakit” ucap Yesung tadi saat Hyonie memintanya. Namun saat melihat wajah Hyonie yang hampir menangis membuatnya mengalah,mengikuti kemauan kekasihnya itu.Yesung tidak percaya yeoja ini kalau sakit terlihat sangat manja.Ia seperti anak kecil yang harus di turuti semua keinginannya.

Dan disinilah mereka,duduk menikmati matahari senja yang mulai turun ke peraduan.

Hening untuk beberapa saat.Yesung dapat merasakan Hyonie menyandarkan kepalanya di pundaknya.

“Kau jahat” ucap nya pelan seraya meninju lengan Yesung pelan.

Yesung menoleh sekilas “Mianhe,aku hanya sedang sibuk akhir-akhir ini” ucap Yesung.

“Tapi bukankah dulu kau selalu punya waktu ,saat kau masih aktif di Super Junior,saat kau masih sibuk dengan semua jadwal tur,kau masih sempat menemuiku” ucap Hyonie.

Yesung mendesah pelan “Mianhe.Mungkin kata maaf tidak cukup,tapi—entahlah sepertinya aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri hingga tidak sempat menemuimu” Yesung tertawa sekilas “Lucu kan?padahal aku selalu punya waktu ke WhyStyle dan Mobit,tapi tidak pernah punya waktu untukmu.Aku bahkan punya waktu senggang dua hari,tapi tidak pernah sekalipun aku menemuimu”

“Maafkan aku karena—membuatmu menangis,aku tidak pernah menyangka kalau kau akan menangis.Oh…mungkin kau bingung ‘darimana aku tahu?'” Yesung kembali tertawa “Jong Jin yang mengatakannya padaku petang itu—kau ingat?saat aku membiarkanmu berdiri lama di depan meja kasir? Aku hanya ingin melihatmu lebih lama saja,agar aku bisa melihat wajahmu dari dekat,tapi…sepertinya aku salah,aku malah membuatmu marah dan—” Yesung menghentikan kalimatnya, menaikkan alis bingung.

Yesung menundukkan kepala melihat wajah Hyonie yang masih menyenderkan kepala di pundaknya.

“Mwo?” Ucapnya setengah tertawa saat melihat Hyonie sudah tertidur di pundaknya.
Dengan hati-hati Yesung bergeser,menahan kepala Hyonie dengan tangannya,dan mengangkat tubuh gadisnya itu ke dalam rumah.

-예성-

Yesung memandang wajah Hyonie yang tertidur pulas itu di tempat tidur.Ia menyelimuti kekasihnya dan duduk di tepi tempat tidur.
Wajah Hyonie masih pucat,nafasnya terdengar teratur.Tanpa sadar Yesung tersenyum,mengelus pelan pipi Hyonie “Mianhe,sudah membuatmu menangis,aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi untuk selamanya” ucapnya pelan seraya mengecup pelan dahi Hyonie “Saranghae Hyonie” bisiknya sebelum ia berdiri dan pergi keluar kamar.

-End-

An : i don’t why i’m made this story -_-” saya cuma pengen bikin dari sisi Yesung aja setelah kemaren bikin yang sisi Hyonie,dan sepertinya feellnya ga dapat deh ㅠ ㅠ and for the poster i know that weird lol i just lear to make poster XD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s