니가 보고 싶어지면 (When i miss you — Hyonie Side)

Summary : Hyonie merasakan jenuh?dan berpikir kalau ia akan meninggalkan Yesung.Tidak,itu tidak akan terjadi,karena Hyonie hanya sedang merindukan kekasihnya itu.

Happy Reading ^^

Hyonie menghembuskan nafasnya berat,menatap wallpaper ponselnya yang menunjukkan foto kekasihnya.Sudah satu bulan pria itu tidak pernah menemuinya.Akhir-akhir ini Hyonie merasa bahwa kekasihnya itu semakin jauh darinya.Ia rindu akan senyum pria itu,rindu dengan segala banyolannya yang kadang terdengar garing,rindu saat pria itu memeluknya erat dan mengelus pelan rambutnya.
“Apa kau begitu sibuk hingga tidak sempat menemuiku?” Ucap Hyonie pelan,menatap sedih wallpaper ponselnya sebelum memasukkan benda persegi berwarna hitam itu ke dalam tas tangannya.

-현니-

Waktu berlalu dengan cepat,Hyonie yang semakin sibuk dengan pekerjaannya sepertinya — benar-benar hampir — melupakan kekasihnya sendiri.Gadis itu bahkan hampir tidak punya waktu — lebih tepatnya malas membuka internet.Yang di lakukannya hanya menyibukkan diri dengan pekerjaannya.Ia bahkan hampir tidak pernah bertemu sahabatnya sendiri.

Hingga suatu sore saat Hyonie baru saja menyelesaikan pekerjaannya,ponselnya berdering keras.Meski capek Hyonie melirik sekilas nama yang tertera pada layar ponselnya,tersenyum melihat ada nama Hanyeon disana.

“Yoboseyo” sapanya setelah ia meletakkan ponsel di telinganya.

“Yaa!!apa yang kau lakukan saat ini,eoh?kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi akhir-akhir ini?” Ucap Hanyeon di ujung sana.

Hyonie dapat membayangkan wajah Hanyeon yang cemberut saat ini “Aku—sibuk”jawabnya santai.

Terdengar Hanyeon mendecakkan lidahnya di ujung sana”Bagaimana kalau kau ku jemput sekarang?aku ingin membawamu minum kopi atau green tea.Ah…bagaimana kalau kita ke Mouse Rabbit?aku rindu dengan green tea latte dan choco muppin disana”

Mendengar nama Mouse Rabbit Hyonie hanya terdiam.Gadis itu mengerjap saat mendengar suara Hanyeon yang memanggil namanya.

“Ne,aku masih disini” jawabnya.

“Jadi?kau mau ikut?” Tanya Hanyeon lagi.

Hyonie menghembuskan nafasnya,meniup poni yang menjuntai menutupi keningnya “Eumm…bagaimana kalau kita ke twosome kafe saja,aku— sedang ingin minum bubble tea”

“Waeyo?apa kau bertengkar dengan Yesung oppa?” Tanya Hanyeon terdengar curiga.

Hyonie menggelengkan kepalanya cepat “Aniyo,oh..ayolah Hanyeon-a,sejak kapan kau jadi suka curiga seperti ini?”

“Arraseo,arraseo,aku akan menjemputmu setengah jam lagi,annyeong”

Hyonie menatap ponselnya yang telah mati,bahunya terkulai lemas dan mendudukkan dirinya pada kursi.Entah kenapa ia rasanya tidak ingin bertemu dengan Yesung saat ini,meskipun ia tahu kalau ia begitu merindukan sosok pria itu.

-현니-

“Apa kau yakin,kau tidak bertengkar dengan Yesung oppa?” Tanya Hanyeon seraya menatap Hyonie yang saat ini tengah mengaduk bubble tea coklat di hadapannya itu dengan tidak semangat.

Ke dua gadis itu tengah berada di twosome kafe untuk menikmati bubble tea.
Hyonie yang mendapat pertanyaan itu mendongak,mengerjap sekilas dan menggelengkan kepalanya pelan “Sudah ku jelaskan bukan” ucapnya singkat kembali mengaduk bubble tea di hadapannya dan menyesapnya pelan.

Hanyeon semakin menatap curiga sahabatnya itu “Aku tahu,kau orang seperti apa,jadi ceritakanlah,eoh”ucap Hanyeon lembut menepuk pelan pundak Hyonie.

Hyonie menatap Hanyeon lama,tampak ragu,ia menghembuskan nafasnya berat.

“Aku…entahlah?apa ini jenuh?Aku hanya merasa semakin hari jarak hubunganku dan Yesung semakin jauh,aku merasa kami sudah tidak seperti dulu lagi,sejak—kau tahu—pelayanan masyarakat—” Hyonie menghentikan kalimatnya kembali menyesap coklat bubble tea di hadapannya.

“Tapi…aku juga sangat merindukannya” lanjutnya.
Tanpa di sadarinya cairan bening mulai turun dari matanya “Kau tahukan aku tidak pernah bisa berpisah lama dengannya,sekarang—sudah satu bulan ia bahkan tidak menghubungiku,meskipun aku tahu ia selalu berada di Mouse Rabbit,tapi aku tidak pernah kesana,entahlah—ada sebuah rasa aneh yang menjalari pikiranku ketika aku ingin kesana.Perasaan—takut—”

Hanyeon tersenyum pelan,mengelus pelan pundak Hyonie.Baru kali ini ia melihat sahabatnya ini sesedih ini.Rasanya seperti bukan Hyonie saja di hadapannya saat ini,kemana Hyonie yang selalu ceria dan selalu tersenyum itu.
Hanyeon baru akan membuka mulut,namun menghentikannya saat mendengar Hyonie kembali bicara.

“Kau tahu…” Hyonie tertawa sekilas “Mungkin seperti inilah perasaanmu saat kau bahkan tidak tahu dimana Kibum berada,dan—” Hyonie kembali menghentikan kalimatnya,kemudian tersenyum setengah mendengus “Aku sempat berpikir,bagaimana kalau aku bersama Baekhyun saja,dan—melupakan Yesung?tapi aku segera menghilangkan pikiran itu” lanjutnya seraya tertawa.

Tawa yang tidak seperti biasanya.Hyonie,sahabatnya itu memang tertawa,namun Hanyeon yakin hatinya pasti merasa kosong saat ini.

“Hyonie-ya” panggil Hanyeon lembut,membuat Hyonie mendongak menatapnya seolah berkata ‘apa-lagi’

“Aku yakin,kau pasti bisa menghadapi semua ini,aku tahu kau sangat merindukan Yesung oppa saat ini,aku mengerti perasaanmu sangat mengerti.Menurutku kau harus menemuinya,tidak perlu menemuinya juga tidak apa-apa,paling tidak kau menelponnya,bilang padanya kalau kau sangat merindukannya.Bila perlu marahi saja Yesung oppa” ucap Hanyeon “—Dan jangan pernah berpikiran hal yang sama denganku dulu,aku tidak ingin kau menyakiti siapa pun” lanjutnya.

Hyonie hanya menatap Hanyeon lama sebelum akhirnya gadis berambut hitam sebahu itu memeluk sahabatnya “Gomawo Hanyeon-ah” ucapnya seraya tersenyum.

-현니-

Hyonie masuk Mouse Rabbit,mendongak ke arah kasir,langsung kecewa saat menyadari Yesung tidak berada disana.
“Apa ia tidak kesini hari ini?” Gumamnya pelan.

Hyonie melangkah pelan ke meja kasir,memesan vanilla latte pada karyawan kafe.
“Bahkan Jongjin pun tidak ada disini?apa aku pulang saja?” Pikirnya seraya menuju sebuah meja yang tepat berada di pinggir jendela yang langsung menghadap jalan.

Gadis itu baru akan meletakkan tas tangannya di atas meja saat menyadari beberapa orang gadis yang berada di belakangnya terdengar heboh.

“Kyaaaaa….Ia sudah datang,kenapa hari ini ia telat?” Ucap salah seorang gadis berambut pendek dengan masker di wajahnya itu.

Hyonie menoleh,matanya yang bulat melebar saat melihat sosok yang malam itu mengenakan sebuah topi hitam putih,t-shir putih dan kacamata.

Hyonie buru-buru mengalihkan pandangannya saat Yesung melihat sekeliling kafe.Entahlah ia langsung menutup kepalanya dengan hoodie yang dikenakannya malam itu.

“Kenapa aku jadi seperti ini?” Ucapnya kesal.

Belum hilang rasa kesalnya,Hyonie di kagetkan oleh benda bulat di hadapannya.Benda bulat tipis itu terus berkedip di atas mejanya.Alat yang biasa menyala apabila pesanan sudah siap itu terus berkedip.Membuat Hyonie mengutuk benda yang tidak bersalah itu.
Hyonie hanya menatap benda ditangannya itu,tidak ada niat sama sekali untuk berdiri dari tempatnya.

Gadis itu menoleh saat seseorang menepuk pundaknya.
“Cogiyo?bukankah pesanan anda sudah siap?” Tanyanya seraya tersenyum ramah pada Hyonie.

“Eoh?” ucap Hyonie membeo seraya menatap seorang gadis dengan jaket hitam di sampingnya itu,gadis itu menunjuk benda di tangan Hyonie yang terus berkedip itu.
Hyonie mengikuti arah telunjuk gadis itu “Ah…arraseo” ucapnya setelah mengerti apa yang dimaksud gadis di sampingnya itu.

Dengan berat Hyonie melangkahkan kaki menuju meja kasir mengambil vanilla latte.Saat ia tiba tepat di depan kasir,ia dapat melihat Yesung kaget melihatnya sesaat sebelum akhirnya tersenyum seolah berkata ‘syukurlah-kau-akhirnya-kemari’Hyonie rasanya ingin sekali menghilang dari hadapannya,ia merasa kalau ia belum siap menemui pria yang saat ini tengah berada tepat di belakang meja kasir.

Hyonie merengut kesal,kenapa ia masih belum mendapatkan vanilla latte nya?ia sudah berdiri di situ lebih dari 10menit,dan hal itu membuatnya di pandang aneh oleh beberapa pengunjung kafe.

Kesal,Hyonie yang malam itu mengenakan hoodie merah,meletakkan benda bulat penanda pesanan sudah siap itu diatas meja kasir,terlalu kasar malah hingga membuat suara yang cukup nyaring.Membuat Yesung dan beberapa orang yang kebetulan berada di dekat situ menoleh kearahnya.

“Lupakan” ucapnya kesal,berpaling menuju kursinya dan mengambil tas tangannya,keluar kafe dengan langkah lebar-lebar,tidak perduli pandangan beberapa orang menatapnya dengan tatapan ‘ada-apa-dengan-orang-ini’ dengan acuh.

-현니-

“Apa yang dipikirkannya?kenapa dia membuat ku menunggu disana dan malah asyik bicara dengan pelanggan yang memesan minuman padanya” gerutu Hyonie,setelah ia berada di luar kafe.

Dengan wajah di tekuk Hyonie menarik hoodienya dan menutup kepalanya.Ia baru beberapa langkah saat mendengar namanya di panggil seseorang.Hyonie menoleh dan mendapati Jong Jin tengah berlari kecil ke arahnya.

Hyonie melirik Jong Jin yang malam itu mengenakan t-shirt hitam dan celana jins senada.Wajahnya terlihat tersenyum pada Hyonie dan menyerahkan sebuah bungkusan.

Hyonie menaikkan alis bingung “Ige mwo?” Tanyanya seraya menerima bungkusan itu.
Jong Jin masih tersenyum “Itu pesanan noona tadi,vanilla latte” ucap Jong Jin menjelaskan.

Hyonie hanya mengangguk,tangannya sibuk membuka bungkusan di tangannya “Tapi,aku belum membayarnya,dan…apa ini?muffin?” Tanyanya mengangkat sebuah kotak kecil yang ada disana selain vanilla latte.

“Oh..itu dari hyung” jawab Jong Jin.

Hyonie menaikkan alisnya tampak berpikir.Setelah beberapa detik ia mengambil dompet dan memberikan beberapa lembar uang pada Jong Jin.

“Tapi…noona,itu semua gratis” ucap Jong Jin dengan wajah bingung.

Hyonie menggeleng pelan “Aku hanya memesan ini” ucap Hyonie seraya mengacungkan vanilla latte di tangannya “—Dan aku tidak memesan ini” lanjutnya menyerahkan kotak berisi muffin itu di tangan Jong Jin.

“Gomawo,karena sudah mau membawakannya sampai kemari” ucap Hyonie menepuk pelan pundak Jong Jin,tersenyum pada adik kekasihnya itu sebelum berpaling dan pergi.

“Noona-ya,bagaimana aku menjelaskannya pada hyung?” Ucap Jong Jin.Wajahnya terlihat bingung.

Hyonie menghentikan langkah “Bilang saja aku sedang tidak ingin makan muffin,mudahkan?” Jawab Hyonie seraya menaikkan bahunya acuh “Dan…ahh…bilang padanya kalau aku baik-baik saja selama ini” lanjutnya tersenyum dan memutar tubuhnya.Ia melangkahkan kakinya dengan cepat,tidak perduli pada Jong Jin yang terus memanggil namanya berkali-kali,menyapu ke duanya matanya yang mulai berair dengan kasar.

-oo-

Hyonie menghela nafas berat saat keluar dari kantor.Hari itu ia hampir bertengkar dengan salah satu teman kantornya.Ia bahkan berteriak pada pria yang baru bekerja satu bulan itu.

Hyonie menatap langit sore yang mendung “Hujan di awal musim gugur” gumamnya masih menatap langit.

Hyonie merapikan blazer hijau di badannya,berjalan cepat menuju perhentian bus.

Hyonie yang berjalan dengan menundukkan kepalanya itu kaget dan hampir berteriak saat tiba-tiba seseorang mencengkram lengannya.

Gadis yang sore itu menggelung rambutnya hingga ke atas itu mengelus dadanya pelan saat mengenali siapa yang mencengkram lengannya.

“Apa kau mau membuatku mati?” Ucapnya kesal mencoba menarik lengannya yang masih di genggam dengan sangat erat,sehingga membuat gadis itu mengernyit merasakan sakit di pergelangan tangannya.

Pria di hadapannya itu hanya menatapnya tajam,tidak menghiraukan Hyonie yang mencoba melepaskan lengannya.

“Ikut aku” ucapnya dingin.Menarik gadis dengan blazer hijau itu menuju mobilnya.

-현니-

Hyonie masih bergeming di tempatnya,mengiraukan ucapan Yesung (ya tadi memang Yesung yang menyeretnya masuk mobil).

“Keluarlah kita perlu bicara” ucap Yesung lembut berusaha menarik lengan Hyonie,membuat gadis itu menatap tajam tangan Yesung yang sudah berada di pergelangan tangannya.

Hyonie hanya diam,membiarkan Yesung terus membujuknya.Ia bahkan tidak mengerti kenapa ia bersikap seperti ini Kekanakan sekali.merajuk seperti anak kecil.Tadi saat menyadari Yesung yang mencengkram lengannya,rasanya ingin sekali ia memeluk pria itu,tapi apa yang ia lakukan sekarang?merajuk?

“Hyonie-ya,jebal” ucap Yesung lagi.

Kali ini Hyonie hanya melirik Yesung sekilas,menutup matanya beberapa saat sebelum akhirnya keluar mobil.Kaget saat menyadari mereka berada di depan jalan yang menuju Mobit kafe.

Selama perjalanan mereka menuju Mobit,Hyonie maupun Yesung sama-sama hanya diam.Sesekali Hyonie melirik Yesung yang berjalan di tepat disampingnya.Hyonie mengalihkan pandangannya saat Yesung berpaling padanya.

-현니-

“Kau tunggu disini” ucapnya lembut namun tegas,membuat Hyonie hanya mengangguk singkat dan duduk di sudut tempat tidur.

Yesung membawa Hyonie masuk ke dalam ruang istirahat karyawan.Di sana ada satu buah tempat tidur single dengan seprai putih bersih.Meja kecil yang berada tepat di samping tempat tidur.

Hyonie menaikkan alisnya bingung “Kenapa ia membawaku kemari?” Gumamnya pelan seraya melihat sekeliling kamar.Manik matanya menangkap sesuatu di sudut ruangan,tanpa sadar ia berdiri dan mendekat.

Tangannya mengambil satu mug cantik bertulisakan Mouse Rabbit.Tanpa sadar sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman “Ini pasti mug-mug yang sering ia lihat terpajang di atas meja kasir”pikirnya.

Hyonie masih asyik mengamati beberapa mug,hingga mendengar pintu ruangan di buka.Ia menoleh dan mendapati Yesung masuk dengan 2 cup minuman dan beberapa potong cheese cake di tangannya.

-현니-

Hyonie melirik Yesung yang sepertinya terus melihatnya tanpa berkedip (ini hanya perasaannya atau memang Yesung benar-benar menatapnya seperti itu?)Hyonie mengerjapkan matanya “W…waeyo?” Tanyanya sedikit gugup.

Yesung hanya menghela nafas panjang.Pria itu tampak melepas topi hitam yang ia kenakan,mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

“Kau…apa yang kau lakukan beberapa hari yang lalu?”

Hyonie mengerjap sekali “Nde?” Ucapnya dengan wajah bingung.

Yesung mengerang kesal “Yang kau lakukan satu minggu yang lalu Park Sung Hyo-ssi” ucapnya hampir berteriak.Terlihat sekali kalau pria ini menahan amarahnya.

Hyonie kembali mengerjap,dan ingat kembali kejadian satu minggu yang lalu di Mobit,dimana ia dengan kasar meletakkan alat untuk mengambil pesanan itu atas meja dengan suara — cukup kencang(apa ia telah merusak benda itu) Hyonie baru akan membuka mulut untuk bicara namun tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.

“Park Sung Hyo-ssi” panggil Yesung lagi,kali ini suaranya terdengar frustasi.

Hyonie mendelik kesal.Ia tahu apabila Yesung sudah memanggil seperti itu,berarti pria ini sedang kesal padanya.

“Kejadian itu sudah satu minggu yang lalu — kau baru mencariku sekarang?” Ucap Hyonie menatap Yesung nanar.

“Sebenarnya aku tidak berharap kau akan mengerjarku,meskipun ku akui kau masih memberikan ku beberapa muffin coklat melalui Jong Jin.Apa kau tahu?hari itu aku sangat lelah,aku tidak tidur yang cukup setelah beberapa hari merawat ayahku yang sedang sakit” ucap Hyonie parau.Tanpa disadarinya airmatanya kini sudah membasahi ke dua pipinya.

Dengan kasar Hyonie menyeka airmatanya ” — Hari itu — apa kau tahu?aku hanya ingin melihatmu meskipun sekilas,aku tidak berharap kau memelukku seperti yang sering kau lakukan dulu” Hyonie menghentikan kalimatnya,menghembuskan nafasnya berat “Aku kesal karena kau…hanya membiarkan ku berdiri di depan meja kasir seperti orang bodoh.Aku marah,aku kesal,tapi…Aku juga sangat rind — ” belum sempat Hyonie melanjutkan kalimatnya Yesung sudah menariknya ke dalam pelukannya,membuatnya menangis semakin kencang seraya memukul dada Yesung dengan tangannya.

“Mianhe” ucap Yesung pelan,menaruh dagunya pada kepala Hyonie,mengecup pelan rambut Hyonie.Membiarkan gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama 4 tahun itu menangis di pelukannya.

-현니-

Hyonie menyapu hidungnya yang berair karena menangis itu dengan tisu,telihat beberapa kali menyapu ke dua matanya dengan tisu,entahlah setelah beberapa dihapus airmatanya terus saja mengalir.

Hyonie melirik sebuah cup minuman yang tengah disodorkan padanya.Melirik Yesung yang tersenyum hangat padanya.

“Gwenchana?” Tanya Yesung mengelus pelan punggung Hyonie “Mianhe” lanjutnya masih mengulurkan cup minuman pada gadis itu.

Hyonie hanya mengangguk seraya mengambil minum dari tangan Yesung.

“Wae?” Tanyanya saat menyadari Yesung yang tidak pernah berhenti tersenyum di sampingnya.

“Apa kau senang melihatku menangis?” Ucapnya seraya menyesap minumannya “Green tea” gumamnya sekilas.

Yesung menarik lengan Hyonie pelan,mengelus punggung tangan kekasihnya itu “Aku…benar-benar minta maaf,aku tidak tahu kalau abonim sakit.Maaf karena akhir-akhir ini aku sepertinya tidak menghubungimu lagi.Aku hanya sangat sibuk”

Hyonie mendecakkan lidah “Lupakan” ucapnya cepat.Kembali menyesap green tea di tangannya.

Mereka berdua hanya diam untuk beberapa saat,disisi lain Hyonie sibuk merapikan rambutnya sambil sesekali menyesap minumannya.Dan disisi lain Yesung terus memandangi kekasihnya itu.Terlihat sekali pria yang mengenakan t-shirt merah itu sangat menyesal melihat kekasihnya itu.

“Ini makanlah” ucap Yesung akhirnya seraya menyerahkan cheese cake ke hadapan Hyonie.

Hyonie melirik sekilas dan tanpa bicara mengambil cheese cake dari tangan Yesung(jujur setelah menangis Hyonie merasa lega dan lapar) maka tanpa berpikir lagi gadis itu mengambil cheese cake dari tangan Yesung,dan menggigitnya pelan.

-현니-

Hyonie yang tengah asyik menikmati cheese cake melirik Yesung masih saja melihatnya tanpa berkedip (ugh!apa yang di lakukan kekasihnya ini?) Membuat Hyonie yang meskipun cuek tapi sebenarnya gugup itu terus memakan cake nya tanpa menoleh sedikitpun pada Yesung (hanya sesekali melirik).

“Chagi-ya” ucap Yesung tiba-tiba,membuat Hyonie menoleh.

“Wae?” Tanyanya acuh.

“Itu…”Yesung mengangkat tangan seperti hendak mengatakan sesuatu.Dan belum sempat Hyonie membuka mulut Yesung terdengar mendesis kesal “Aish…” dalam hitungan sepersekian detik Yesung sudah mendaratkan bibirnya pada sisi kanan bibir Hyonie,menjilat ujung bibir itu dimana tadi ada remah keju yang menempel disana.

“Kau ini bagaimana makan?” Ucapnya seraya memegang dagu Hyonie dan tersenyum evil.

Hyonie hanya mengerjap,belum sempat gadis itu bereaksi,Yesung kembali mendekatkan wajahnya,mengecup pelan bibir Hyonie.Membuat Hyonie tanpa sadar melingkarkan tangannya di leher Yesung dan membalas ciumannya.

-현니-

“Mwo?” Tanya Hyonie sesaat setelah Yesung melepaskan ciuman mereka.Hyonie dengan gugup mengambil minumannya,mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah(oh astaga!sejak kapan ia menjadi sangat malu seperti ini?) Demi Tuhan Hyonie merasa seperti dulu saat Yesung pertama kali menciumnya di musim semi 4 tahun yang lalu.

“Kau tahu?” Ucap Yesung masih tersenyum “Kau terlihat cute saat wajahmu memerah seperti itu” lanjutnya terkekeh pelan.

Hyonie membrengut kesal,melempar bantal yang berada di tempat tidur ke arah Yesung “Napeun namja” ucapnya.

Yesung tertawa,ia menarik Hyonie ke dalam pelukannya.

“Mianhe,aku…tidak akan pernah membuatmu menangis lagi,kau tidak boleh menangis karena aku lagi”

“Hatiku sakit saat melihatmu menangis tadi.Selama kita menjalin hubungan kau tidak pernah menangis seperti itu”

Hyonie mendongak menatap Yesung dan tersenyum “Itulah sebabnya kau tertawa setelah melihat mulai tidak menangis lagi” ucap Hyonie seraya mempoutkan bibirnya dan kembali Yesung mengecup bibir itu pelan.

“Yaa!! Kenapa kau selalu menciumku” protes Hyonie seraya mendorong tubuh Yesung menjauh darinya.

Dan Yesung kembali tertawa melihat tingkah kekasihnya itu.Setidaknya Hyonie sudah kembali seperti Hyonie yang ia kenal.

“Apa aku tidak boleh menciummu?aku adalah kekasihmu,ingat itu” ucap Yesung kembali hendak menarik Hyonie kedalam pelukannya.Membuat gadis itu kembali mendorong tubuhnya.

“Yaa!! Tapi tidak sekarang,kau tahu ini dimana?apa kau tidak takut seseorang masuk kemari?” Ucap Hyonie di sela-sela usahanya melepaskan tangan Yesung yang kini sudah mendekapnya.

“Aku menguncinya” ucap Yesung santai seraya menaikkan bahu acuh “Jadi…tidak apa-apa meskipun aku menciummu dan memelukmu” lanjutnya seraya tertawa.

“Yaa!!aish…apa yang terjadi padamu Kim Jong Woon-ssi?” Pekik Hyonie.

“Yaa!!Yaa!! LEPASKAN!!”

-현니-

Hujan pertama musim semi akhirnya turun.Beberapa orang yang berada di luar segera berlari mencari tempat berlindung.Ada yang masuk ke toko,restoran dan kafe.Sebagian bahkan berlindung di tempat perhentian bus.
Hujan menghapus semuanya.Menghapus kesuraman langit kota seoul yang sepanjang hari itu mendung.Hujan mungkin hanya tetesan air yang turun dari langit,namun bagi Hyonie,hujan hari ini menghapus semua kegundahan hatinya selama ini,menghapus jejak airmatanya,menghapus rasa rindunya pada Yesung.

-END-

AN :
Jangan tanya saya kenapa endingnya jadi kaya gini (-_-) pertama kali bikin nih ff lagi galau to the max!tapi pas nyelesainnya galaunya jadi 0 so…jadilah geje pada akhirnya ㅠ ㅠ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s