Can I assume Noona more than a friend? [Luhan Story]

Cast : Luhan||Baekhyun||Hanyeon[Oc]||Kibum-Super Junior||EXO Member

Summary :
“Luhan bertemu dengannya pertama kali di Cina,yeoja yang hampir tersesat itu akhirnya menjadi temannya,setidaknya itu yang pertama ia rasakan sebelum akhirnya ia mulai menyukai yeoja itu saat mereka kembali bertemu di Korea”

AN : to yanti hopes u like this,mian ff nya lama baru kelar😀 n gomawo atas idenya kemaren,kl bukan karena idenya,mungkin nih ff ga bakal kelar2😄
chu~♥

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

****

“However I want to forget you, I can’t, however I want to let go of you I can’t, let me stand beside you because I likes you”

****

[Epilog]

Luhan melangkahkan kakinya memasuki gedung SM entertain,hari ini exo ada latihan bersama.Di belakangnya terlihat Sehun menyusulnya.

Luhan mengedarkan pandangannya ke seluruh lobi gedung,dan tersenyum saat melihat Kris dan Tao sedang bicara dengan salah satu manager mereka.

Namun baru beberapa langkah Luhan melangkah manik matanya menangkap sosok yeoja yang di kenalnya.Luhan tiba-tiba menghentikan langkahnya sehingga membuat Sehun yang tengah asyik dengan ponselnya langsung menubruk punggung Luhan “Auu…” Serunya seraya melihat Luhan yang terlihat melihat ke arah resepsionis.

“Hyung,waeyo?” Tanya Luhan ikut melihat arah pandangan Luhan “Nugu?” Tanyanya saat menyadari Luhan sedang melihat seorang yeoja.

Luhan tidak menjawab namun hanya menoleh ke arah Sehun,sebuah senyum mengembang di bibirnya “Kau duluan saja” ucapnya pada Sehun
Tanpa menunggu jawaban Sehun,Luhan langsung melangkahkan kakinya mendekati yeoja dengan dress putih selutut yang dia yakin adalah Hanyeon.

“Noona” sapanya riang saat sudah berada di hadapan Hanyeon.

Hanyeon terlihat terkejut “Omona,Luhan” ucapnya seraya menutup mulutnya dengan tangan kanannya.Hanyeon terlihat mengamati namja yang saat ini berada di hadapannya,setelah beberapa menit melihat akhirnya Hanyeon tersenyum pada Luhan.

“Apa yang noona lakukan di sini?” Tanya Luhan

Hanyeon mendecakkan lidah “Harusnya kau menanyakan kabarku duluan kan?bukannya menanyakan sedang apa aku di sini” ucapnya.

Luhan terkekeh pelan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Mianhe” ucapnya menundukkan kepalanya “Annyeong haseyo noona,dan apa noona ada keperluan di sini?” Tanya Luhan lagi.

“Aku sedang menunggu sahabatku” jawab Hanyeon
“Sahabat ?” Tanya Luhan sedikit memiringkan kepalanya.

Hanyeon mengangguk “Ah..itu dia” ucap Hanyeon seraya menunjuk yeoja dengan blouse orange dan cardigan berwarna senada terlihat berjalan ke arah mereka.
Hanyeon melambaikan tangannya “Hyonie-ya” serunya

Luhan mengikuti arah pandangan Hanyeon,dan hanya tersenyum saat melihat yeoja yang di panggil Hanyeon itu melambaikan tangan ke arah meraka.

“Mian,apa aku terlalu lama?aku tidak tahu ternyata Yesung masih ada jadwal hari ini,akhirnya aku menitipkan jaket itu pada salah satu asistennya.” Ucap Hyonie panjang lebar.

Belum sempat Hanyeon menjawab,manik mata Hyonie langsung menangkap keberadaan Luhan.Alisnya berkerut samar,Hyonie memiringkan kepalanya mengamati Luhan yang hari itu mengenakan t-shirt merah dan topi cream “Luhan?” Ucapnya setengah bergumam.

Luhan melebarkan matanya karena teman Hanyeon mengenalinya.Akhirnya Luhan hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya “Annyeong haseyo” ucapnya.

“Chankaman,Kau—Luhan—kalian…” ucap Hyonie menunjuk Hanyeon dan Luhan secara bergantian, menatap mereka dengan pandangan curiga.

Luhan dan Hanyeon saling memandang kemudian tersenyum canggung “Aku bertemu dengannya di Beijing” ucap Hanyeon.

Hyonie mengangguk “Wait,Beijing?maksudmu waktu itu kau bertemu dengannya?” Tanya Hyonie seraya menunjuk Luhan.”YA!kenapa kau tidak pernah cerita padaku,eoh.Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu padaku?” Ucap Hyonie menatap Hanyeon curiga.

“Aniyo,bukan seperti itu Hyonie-ya.Aku hanya tidak sempat menceritakannya padamu” jelas Hanyeon seraya mengibaskan tanganya di depan dada.

Luhan baru akan menyudahi perdebatan dua yeoja di hadapannya,namun tidak jadi karena ia mendengar namanya di panggil Sehun.

“Luhan hyung…” Teriak Sehun “Phaliwa” ucapnya seraya melambaikan tangannya.

Hyonie dan Hanyeon sontak menoleh ke arah suara yang sangat nyaring itu,kemudian pandangan mereka beralih pada Luhan yang terlihat mengangguk.

Luhan menatap kedua yeoja itu secara bergantian “Sepertinya aku harus segera pergi” ucapnya.

“Noona,aku akan menghubungimu lagi” ucap Luhan seraya menaruh tangannya di telinga seperti isyarat orang menelpon.

Hanyeon mangangguk dan tersenyum “Ne,aku tunggu” jawab Hanyeon

Luhan tersenyum pada Hyonie “Senang berkenalan dengan noona” ucap Luhan Seraya membungkukkan badannya dalam-dalam “Na khanta” serunya seraya berlari menjauhi Hanyeon dan Hyonie.

-oo-

Luhan tengah menonton televisi dengan malas di ruang santai dorm EXO.Ia terlihat bosan dengan mengganti-ganti chanel tv.Luhan melirik sekilas Sehun yang tampak asyik dengan I-pad barunya,disebelahnya ada Kai yang juga melakukan hal yang sama.yang lain?tentu saja sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

“Hyung,bisa kah kau ke Supermarket?persediaan makanan kita sudah menipis” ucap D.O

Luhan menoleh,tampak diam untuk beberapa saat.Ia mengangguk begitu saja “Baiklah,aku akan melakukannya,tapi aku tidak ingin pergi sendiri” ucapnya.

D.O tampak memutar bolanya matanya “Oh..Ayolah hyung,semuanya sudah ku mintai tolong,tapi tidak ada satupun yang setuju”

“Kalau begitu kau saja yang pergi” ucap Luhan acuh kembali melihat tv.

D.O terdengar mendengus kesal “Aku akan meminta Baekhyun menemani hyung” ucapnya seraya pergi ke dalam.

-oo-

Luhan tersenyum pada Baekhyun yang menatapnya dengan tatapan ‘kenapa-tidak-pergi-sendiri-saja’ di hadapannya itu dengan acuh.
Setelah protes yang cukup lama,maklum seorang Byun Baekhyun tidak akan pernah diam kalau ia sedang marah.Namun meskipun terlihat marah,Baekhyun akhirnya mau menemaninya belanja.

Luhan menatap aneh Baekhyun yang dengan segera menutup kepala dengan tudung jaket saat mereka sempurna berada di luar dorm.

“Kau kenapa?” Tanya Luhan

Baekhyun menoleh sekilas “Melakukan penyamaran” jawab Baekhyun acuh.Berjalan lebih dulu.

Melihat Baekhyun seperti itu Luhan hanya menggelengkan kepala pelan.Setengah berlari menyusul Baekhyun yang sudah lebih duluan.

“Sejak kapan kau mulai menutupi identitasmu?bukankah kau selalu cuek kemana pun kau pergi?” Tanya Luhan mensejajari langkah.

Baekhyun menoleh sekilas “Dari seseorang” ucapnya seraya tersenyum manis membuat Luhan menaikkan alisnya bingung “Sejak kapan anak ini mulai perduli dengan—penyamaran?” Pikirnya.

-oo-

Luhan menghempaskan tubuhnya di tempat tidur begitu tiba di kamar.Mendengus kesal saat mengingat sepanjang perjalanan pulang ia harus rela di tertawakan Baekhyun,bahkan saat sudah memasuki dorm,anak itu tidak berhenti tertawa.Bukan salahnya kalau ia panik saat sadar para fans sudah mengerumbunginya saat mereka berada di supermarket tadi.Ia bahkan sempat melihat Baekhyun tersenyum padanya di kejauhan tanpa ada niat menolongnya.Yang tidak bisa di terimanya adalah kenapa para fans-fans itu tidak mengenali Baekhyun?mungkin—entahlah?

“Awas kau Byun Baekhyun” ucapnya setengah berteriak,membuat Sehun yang baru memasuki kamar memandangnya aneh “Hyung,kau kenapa?masih kesal pada Baekhyun hyung?” Tanyanya dengan alis terangkat,wajah datarnya terlihat semakin datar.

Luhan tidak menjawab hanya melirik sekilas Sehun,pergi begitu saja ke kamar mandi.

-oo-

Luhan tengah duduk di salah satu sofa yang berada di aula SM Entertain.Sesekali melirik Baekhyun yang berada tepat di seberangnya,tengah asyik bercanda dengan seoulmate nya,yah..siapa lagi kalau bukan di happy virus yang suaranya berisik kemana-mana itu.

Luhan memalingkan wajah saat Baekhyun memutar kepala ke arahnya.Mendengus kesal.

Luhan bangkit dari duduknya,membuatnya di tegur Kris “Kau mau kemana? Bukankah kita akan berangkat ke salah satu acara tv” ucap Kris menatapnya dengan tatapan memperingatkan.

“Aku…hanya ke kamar kecil sebentar” ucapnya menaikkan bahu acuh berjalan pergi begitu saja.

-oo-

Luhan menggelengkan kepalanya keras.Membasuh wajahnya dengan air.Menghembuskan nafas berat.Merasa lelah akan semua rutinitasnya sehari-hari.Pagi harus ke acara tv satu pindah ke tv lain.Fansign.Konser.

Hembusan nafas yang begitu berat itu terdengar semakin berat saat ia mendengar suara manager memanggilnya.Akhirnya dengan langkah gontai Luhan melangkahkan kaki keluar kamar mandi.Terlihat sedikit merapikan slayer putih di lehernya.

Tersenyum saat mendapati salah satu manager exo itu menunggunya di depan pintu.Luhan menunduk melangkahkan kaki.

Luhan berjalan di sepanjang koridor,tersenyum pada beberapa orang yang menegurnya.Langkahnya tiba-tiba berhenti saat tanpa sengaja manik matanya melihat sosok yang di kenalnya tengah menuruni tangga yang menuju lobi.
Luhan memicingkan matanya melihat lebih jelas,dan tanpa sadar sudah berjalan lebih dulu dari managernya,berjalan lebih cepat dari biasanya.Ia tidak mau kehilangan sosok yang menurutnya sangat mirip dengan Hanyeon.Tidak memperdulikan teriakan manager yang memanggilnya “YA!odiga?”

“Mianhe,noona” serunya berbalik sekilas kemudian kembali melangkahkan kakinya lebar-lebar.

Luhan menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang meneriaki namanya “Luhan hyung…” Luhan menoleh kearah suara,melihat Chen yang meneriakinya,namun kemudian kembali melihat sekeliling lobi.Ia menghembuskan nafasnya saat mendapati tidak ada orang lain di lobi itu selain member EXO dan managernya.

Luhan meminta maaf pada managernya yang terlihat lelah karena mengejarnya.Ia meminta maaf pada manager noona nya itu,berlajan kembali pada member yang menatapnya dengan tatapan aneh.

-oo-

Luhan mengeratkan jaket coklatnya,menutup kepalanya dengan topi putih polos di kepalanya.Ia tersenyum puas saat keluar dorm tidak ada yang mengenalinya.

Minggu pagi,Luhan memutuskan pergi berjalan-jalan di sekitar dorm.Penyamarannya berhasil,setidaknya itulah yang di katakan Baekhyun jika ia berpakaian seperti ini.Jaket atau Hoodie dan topi untuk menunjang penyamaran.Luhan tidak tahu dan tidak berniat bertanya darimana Baekhyun mulai perduli pada ‘Penyamaran’

Luhan berjalan di sepanjang Myeongdong,ia selalu suka kalau ada jadwal libur seperti ini,menghindari dorm untuk beberapa waktu memang pilihan tepat.

Senyum makin merekah di bibir Luhan,ia dengan leluasa masuk toko yang satu ke toko yang lain,tanpa diganggu siapa pun.

Setelah puas belanja dan menikmati suasana Myeongdong yang selalu ramai itu,Luhan memutuskan untuk mampir di sebuah kafe.

-oo-

Luhan memandang isi kafe yang tidak begitu ramai itu?Luhan mengerjap tidak menyadari hari sudah mulai senja saat memutuskan duduk di dekat jendela kaca yang tepat menghadap jalan.

Luhan tersenyum seraya berterima kasih pada pelayan yang memberikannya chocolate strawberry bubble tea.Menyesapnya perlahan seraya menikmati suasana jalanan sore itu.
Saat itulah tanpa sengaja manik matanya menangkap sosok yang familiar dimatanya,tengah duduk di salah satu kursi tengah menunduk,terlihat memandang kakinya yang mengayun..Luhan memiringkan kepalanya sekilas,tersenyum saat sudah yakin siapa yang baru saja di lihatnya itu.

“Noona,apa yang lakukan disini?” Tanya Luhan pada seorang yeoja dengan dress biru selutut bermotif polkadot putih itu.

Yeoja yang di tegurnya terkejut dan menyipitkan matanya melihat Luhan yang tengah berdiri tepat dihadapannya dengan senyum yang terus berada di wajahnya.

“Luhan?” Tanyanya setelah yakin bahwa namja di hadapannya itu Luhan.Ia tersenyum sekilas “Biasa bekerja” ucapnya singkat.

Luhan mengangguk,dan tanpa menunggu lagi ia menarik lengan Hanyeon,membuat yeoja itu memekik pelan,namun tetap mengikutinya di belakang.

-oo-

Disinilah mereka berdua duduk di tempat luhan tadi duduk di kafe itu.Luhan hanya mengangkat kedua bahunya acuh,mendengar Hanyeon menggerutu di sebelahnya,namun tidak selama Baekhyun,dan Luhan bersyukur Hanyeon tidak seperti Baekhyun yang cerewet.

Luhan memutar kursinya hingga menghadap Hanyeon “Noona” panggilnya sehingga membuat yeoja yang lebih tua darinya itu mengangkat kepala.

“Wae?” Tanya Hanyeon.

Luhan memiringkan kepala sekilas mengamati Hanyeon “Apa noona bekerja disalah satu toko disini?”

“Mwo?ania.Aku sedang survey pasar dan beberapa toko pakaian” jawabnya setengah tertawa.

Luhan mengangguk mengerti “Lalu kenapa kau hanya duduk disana?”

Hanyeon baru akan membuka mulut,namun menghentikanya saat pelayan datang membawa pesanannya.Setelah berterima kasih dan menyesap green tea bubble tea,Hanyeon terdengar mendesah pelan “Hanya…merindukan seseorang” ucapnya pelan.

“Nde?” Tanya Luhan tidak mendengar ucapan Hanyeon.

Hanyeon mendongak mengerjapkan matanya sekali “Eoh?ania,aku hanya sedang istirahat disana” ucapnya seraya mengibaskan tangan di depan dada,cepat-cepat mengambil bubble tea di meja dan pura-pura melihat jalan.

Luhan menaikkan alis bingung,ia dapat melihat sepertinya noona di hadapannya ini tengah menyembunyikan sesuatu.Luhan hendak membuka mulut untuk bertanya,namun mengurungkannya,mungkin—nanti ia akan menanyakannya.

-oo-

Luhan melambaikan tangan pada yeoja yang baru saja memasuki kafe itu.Seminggu setelah bertemu Hanyeon di Myeongdong,kini mereka berdua bertemu lagi di kafe langganan Luhan.

Yeoja yang malam itu mengenakan blouse coklat dan cardigan berwarna senada itu duduk tepat di sebelah Luhan.Luhan dapat merasakan aroma cherry blossom dari tubuh Hanyeon,membuat— entahlah—jantung Luhan berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Tempatnya nyaman” ucap Hanyeon setelah meletakkan tas tangannya di sisi meja yang kosong.

Luhan hanya mengangguk”Geurae.Kau tahu hampir semua member EXO pernah kemari,karena memang disinilah tempat kami biasa kumpul” jelas Luhan seraya menyendarkan punggungnya pada kursi.

“Mungkin aku akan membawa Hyonie kemari,apalagi kalau ia tahu disini tempat favorit EXO” ucap Hanyeon tersenyum.

“Andwae” ucap Luhan menggelengkan kepalanya.

“Ah..Waeyo?”Tanya Hanyeon protes.

“Kalau noona membawa teman,ku rasa tempat ini akan menjadi ramai,dan kami tidak punya tempat lagi”

Hanyeon mendekkan lidah,memukul pelan pundak Luhan “Aku hanya membawa sahabatku kesini,lagipula kau sudah mengenalnya” ucap Hanyeon.

Luhan tertawa “Ne,arraseo,arraseo,aku hanya bercanda” ucap Luhan mengelus pelan pundaknya yang sebenarnya tidak sakit itu,memasang tampang mengaduh.

“Omo?apa aku terlalu keras memukulmu?” Tanya Hanyeon panik.

Luhan mengangguk “Apo” ucapnya pura-pura meringis,membuat Hanyeon mengelus-elus pundak Luhan,wajahnya masih terlihat khawatir.

“Otte?” Tanyanya melihat wajah Luhan.

Ditatap sedekat itu membuat Luhan membeku untuk beberapa saat,Ia hanya mengerjapkan mata sekali,dua kali…hingga akhirnya ia tersenyum seraya memundurkan kepalanya kebelakang.

Hanyeon masih melihat Luhan,menatap namja manis itu dengan khawatir.

Luhan melepaskan tangan Hanyeon dari pundaknya “Gwenchana,aku—sudah baikan sekarang.Lagipula aku hanya bercanda tadi” ucap Luhan terkikik pelan dan langsung mendapat lebih banyak pukulan di pundaknya.

Luhan mengaduh pelan,namun yeoja di sampingnya itu tidak menghiraukannya,

Luhan tertawa,beberapa kali memninta maaf,senang karena Hanyeon akhirnya tertawa.

Pelayan datang dan membawakan pesanan mereka.Hanyeon dan Luhan tampak menikmati malam mereka,sesekali tertawa dan bercanda.Hingga sebuah suara dering handphone membuat Hanyeon sedikit kaget dan buru-buru mengacak isi tas tangannya.

“Chankaman Luhan-ah,kurasa ini mungkin Hyonie”ucap Hanyeon seraya melihat ponselnya.

Luhan menaikkan alisnya saat melihat ekspresi Hanyeon yang tiba-tiba berubah,yeoja itu bahkan memutar tubuhnya membelakangi Luhan saat ia menekan tombol answer.

Luhan masih memperhatikan.Sekilas mendengar “Ne” “Waeyo?” “Ah..aku sedang bersama teman” “Hmm..arraseo” “Nado”

“Nugu?” Tanya Luhan saat Hanyeon sudah kembali ke posisinya semula,terlihat menghembuskan nafasnya berat sebelum akhirnya menyesap minumannya.

Hanyeon menoleh “Hanya…seseorang”jawabnya setengah tersenyum,kembali menyesap minumannya.

Luhan menaikkan alis,terlihat penasaran “Apa…itu…pacar noona?” Tanya Luhan,merasa ada yang aneh di nada suaranya ketika ia menyebutkan kata ‘pacar’.

Hanyeon hanya melihatnya sekilas,kemudian menaikkan kedua bahunya “Apa kau pikir itu kekasihku?” Tanyanya balik.

Luhan hanya mengerjap mendengarkan pertanyaan itu “Aku…hanya ingin tahu,apa tidak boleh?dan..Ah..siapa laki-laki yang bersama noona di istana terlarang dulu?”

Hanyeon menghembuskan nafasnya,tidak suka karena suasananya tiba-tiba menjadi tidak enak begini “Oh..Ayolah Luhan-ah,kenapa kita harus membahas itu,eoh?itu tadi hanya seseorang yang—dekat denganku” ucapnya mencoba tersenyum.

“Tapi…”

“Oh..astaga,aku harus segera pulang” potong Hanyeon cepat.
Yeoja itu telihat terburu-buru saat melihat jam di ponselnya seraya berdiri dan mengambil tas tangannya.

“Mianhe Luhan-ah,kau tidak apa-apa kan aku pulang duluan?” Ucap Hanyeon memasang wajah menyesal.

Meski kecewa,Luhan akhirnya mengangguk “Hati-hati di jalan” ucapnya tersenyum.

“Annyeong,nanti aku akan menelponmu,oke!” Ucap Hanyeon seraya membalik tubuh dan pergi,meninggalkan Luhan yang menatapnya penuh tanya.

“Apa yang sedang kau sembunyikan dariku noona?” Gumamnya pelan,menghempaskan pantatnya di kursi.

-oo-

Luhan hanya duduk melamun di hadapan tv,saat ini ia tengah duduk di ruang santai dorm EXO.Matanya memang tertuju pada tv,namun sepertinya pikirannya sedang tidak disitu.

Kaget,Luhan merasakan ada seseorang yang menepuk pundaknya pelan.Menoleh pada sosok namja manis dengan warna rambut yang sama sepertinya, berdiri menatapnya seraya tersenyum.

“Apa yang sedang kau pikirkan hyung?” Tanya namja manis yang tidak lain adalah Baekhyun itu.

Luhan hanya melirik Baekhyun sekilas “Tidak ada” jawabnya singkat.

“Kau yakin?ah..kemana saja kau akhir-akhir ini?kau bahkan sering melewatkan makan malam bersama kami di dorm?”

Luhan menghembuskan nafasnya,memutar tubuhnya hingga kini menghadap Baekhyun.

“Baekhyun-ah”

Baekhyun menoleh sekilas “Waeyo?”

Luhan ingin membuka mulutnya,namun mengurungkannya “Sudahlah lupakan” ucapnya lesu.Ia terlihat membaringkan tubuhnya di atas sofa.

“Apa ini tentang wanita yang menurut hyung rumit” ucap Baekhyun tanpa menoleh.

Luhan melebarkan matanya,langsung duduk “YA!darimana kau tahu?” Tanyanya heran.

Baekhyun hanya terkekeh pelan “Dan…kurasa namanya adalah Hanyeon?seorang yeoja mapan yang bekerja di sebuah perusahaan kain,yeoja dengan rambut sebahu berombak yang…”

“Ya!ya!” Luhan menyela “Darimana kau tahu kalau aku sedang memikirkannya?” Erangnya kesal.

Baekhyun menyunggingkan sebuah senyum evil di bibirnya,namja manis berambut coklat itu hanya menjulurkan lidahnya seraya berdiri,tertawa meninggalkan Luhan yang melayangkan bantal kursi kearahnya.

Luhan mendengus kesal.Ia baru akan kembali melempar Baekhyun dengan bantal yang lain,namun mengurungkannya saat mendengar Baekhyun berkata…

“Kalau kau menyukainya,jangan menyerah,kalau suatu hari nanti kau mendapati yeoja itu mempunyai seorang—kau tahu—kau tidak boleh menyerah”

Luhan hanya mengerjap mendengar perkataan Baekhyun,ia baru akan bertanya pada Baekhyun,namun Baekhyun sudah lebih dulu masuk kedalam kamar.

Luhan mengerang kesal,mengusak rambut coklatnya frustasi “Aish…” Ucapnya kesal,kembali membaringkan tubuhnya di sofa dengan masih memeluk bantal busa ditangannya.

-oo-

Luhan berjalan disisi Hanyeon,sesekali namja berambut coklat itu melirik Hanyeon yang berjalan seraya menundukkan kepalanya.
Saat ini ia tengah mengantar Hanyeon pulang ke rumah.Tersenyum sendiri saat menemani yeoja yang lebih tua darinya itu tadi ke bengkel,mengantar mobilnya yang sepertinya bermasalah.Luhan tidak tahu apa ia harus merasa bersyukur atau kasihan pada Hanyeon.Ia bersyukur saat mobil itu tiba-tiba mogok,ia akhirnya bisa mengantar Hanyeon pulang kerumah meski hanya dengan naik bus,namun ia senang bisa melakukannya.Merasa kasihan pada Hanyeon karena sepertinya ia akan pulang pergi naik bus untuk sementara ini.
Luhan membasahi bibirnya sekilas,perlahan tangannya mulai menyusup di jari-jari Hanyeon,Menautkan jari-jari mereka.

Hanyeon tampak kaget,sempat menatap Luhan sekilas,namun ia membiarkan tangan Luhan menggenggam tangannya.Dan itu cukup membuat pipi Luhan bersemu merah karenanya.

Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam,tidak ada satupun yang bicara.Luhan terlihat enggan atau lebih tepatnya tidak ingin moment-bahagia itu hilang begitu saja,menikmati jari-jari Hanyeon yang terasa dingin di dalam genggamannya.Ia hanya ingin menggenggam tangannya,setidaknya dengan menggenggam tangannya,Luhan merasa bisa memberikan ketenangan bagi yeoja di sampingnya itu.Memberikan ketenangan dan sedikit kebahagian—mungkin—hanya sedikit,tapi Luhan senang melihat Hanyeon tersenyum tulus padanya,meskipun wajah yeoja itu kadang terlihat muram setiap kali ia bertemu dengannya.

-oo-

Hanyeon tersenyum seraya memutar tubuh menghadap Luhan “Baiklah,gomawo.Sudah mau mengantarku pulang” ucap Hanyeon seraya melepaskan tangannya dari genggaman Luhan.

Meski sedikit kecewa,Luhan hanya tersenyum seraya mengangguk “Gwenchana” ucapnya.

Hanyeon tersenyum dan menepuk pelan lengan Luhan.Sekilas menghembuskan nafasnya pelan “Eumm…baiklah aku masuk dulu” ucapnya.

Luhan mengangguk “Ne,jalja-yo noona-ya and sweet dream” ucapnya seraya mendekatkan wajah mengerling lucu pada Hanyeon,membuat yeoja dihadapannya itu tertawa.

“Annyeong” ucap Luhan perlahan berjalan mundur dan melambaikan tangan.Luhan baru akan memutar tubuh,namun menghentikannya saat Hanyeon meneriaki namanya.

Kaget,Luhan hanya mengerjap saat merasakan sebuah tubuh menubruk tubuhnya,memeluknya erat.

Hanyeon kini sudah memeluknya,yeoja itu terlihat membenamkan kepalanya di dada Luhan,membuat tubuh Luhan membeku,detak jantungnya mulai tidak beraturan,dan ia yakin sekarang Hanyeon pasti mendengarnya dengan jelas.

Luhan masih membeku saat Hanyeon sudah melepaskan pelukannya.Menatap tidak percaya yeoja dihadapannya saat ini yang tengah tersenyum padanya.Ingin rasanya Luhan kembali menarik yeoja itu kedalam pelukannya,namun ia tidak mampu melakukannya.Yang bisa ia lakukan hanya tersenyum pada yeoja dihadapannya itu.

“Gomawo,jeongmal gomawo,karena sudah mau menemaniku beberapa hari ini,kau tahu?aku—merasa lega karena kau lebih banyak tinggal di korea sekarang,membuatku merasa nyaman dan merasa—kau tahu—” ucap Hanyeon seraya menaikkan kedua bahunya dan tersenyum.

Luhan hanya mengangguk canggung seraya menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal “Ah..Ne” ucapnya malu-malu,terlihat menundukkan kepalanya,karena ia yakin wajahnya pasti pasti akan blushing saat ini,dan ia tidak mau Hanyeon melihatnya.

Luhan mengangkat kepala,saat Hanyeon tertawa,yeoja itu terlihat memutar tubuh kembali ke rumah,sebelum benar-benar masuk kedalam rumah Hanyeon masih sempat melambaikan tangan “Hati-hati di jalan,dan semoga mimpi indah” ucapnya tersenyum dan menghilang di balik pintu.

Luhan hanya tersenyum seraya mengangkat kedua bahunya,memutar tubuh dengan senang,dapat dilihat dari wajahnya bahwa ia sangat bahagia saat ini.

-oo-

Luhan menaruh kepalanya di kaki—lebih tepatnya paha Baekhyun.Mereka tengah berada di ruang latihan SM saat ini.

“Baekhyun-ah” ucap Luhan mulai bicara,mendongak sedikit melihat Baekhyun yang terlihat meminum air mineral.

Baekhyun hanya melirik sekilas Luhan,kembali menenggak air mineral ditangannya sampai tak bersisa “Wae?” Tanyanya seraya menyapu bibirnya dengan ujung hoodie.

“Eumm…apa kau tahu?semalam aku di peluk olehnya?” Ucap Luhan tersenyum cerah.

Baekhyun menaikkan alis “Olehnya?nugu?”

“Aish…Hanyeon noona” teriak Luhan tanpa sadar membuat member yang lain menoleh kearahnya,dan Luhan hanya balik menatap mereka dengan tatapan ‘mian’ seraya menjulurkan lidah,kembali melihat Baekhyun dengan kesal,sedangkan yang dilihat hanya terkekeh pelan.

“Chukhae” ucap Baekhyun singkat “Ah..bisakah kau duduk,kakiku sakit” lanjut Baekhyun mendorong Luhan,hingga namja yang lebih tau darinya itu jatuh kelantai.

Tanpa merasa terganggu,Luhan duduk menyila “Apa kau tahu?aku merasa—ada sesuatu yang disembunyikan Hanyeon noona dariku”

“Kau yakin?” Tanya Baekhyun.

“Eoh…akhir-akhir ini setiap kali kami bertemu,aku selalu melihat wajahnya murung,dan—” Luhan menghentikan kalimatnya terlihat memiringkan kepala “Pandangannya,dan matanya—seperti merindukan seseorang” lanjutnya setengah bergumam.

Baekhyun mengangguk dan menggeleng kemudian “Kurasa karena ia banyak pekerjaan sekarang,dan dari yang kudengar akhir-akhir ini ia tertekan dengan orang-orang kantor”

“Kau yakin?” Tanya Luhan seraya menaikkan alisnya,bingung kenapa Baekhyun bisa tahu Hanyeon punya masalah di kantor?penasaran Luhan pun bertanya “Darimana kau tahu?”

Baekhyun menoleh setelah melempar handuk pada Chanyeol “Eoh..tentu saja dari Hyonie noona” jawab Baekhyun kembali main—entahlah—lempar handuk dengan Chanyeol?

“Hyonie noona?Ya!darimana kau mengenal Hanyeon noona,apa dari Hyonie noona?” Tanya Luhan menarik Baekhyun hingga menghadapnya,kesal karena Baekhyun tidak mendengarkannya.

“Apa aku belum cerita?” Jawab Baekhyun,dan mendapat anggukan keras dari Luhan.

Baekhyun hanya tersenyum sekilas,ia berdehem sekilas,kembali meminum air mineral di sampingnya “Aku mengenalnya saat aku berkunjung ke rumah Hyonie noona,saat ulang tahun Hyonie noona beberapa bulan yang lalu,meskipun aku tidak terlalu mengenalnya,namun kadang saat aku bertemu dengan Hyonie noona,Hanyeon noona juga ada bersama kami.Dan kenapa aku tahu bisa tahu hyung saat itu tengah memikirkan Hanyeon noona,itu karena sebelum aku kembali ke dorm,aku bertemu dengan Hyonie noona,ia menceritakan kalau kau dan Hanyeon noona sering bertemu” jelas Baekhyun panjang panjang lebar.

“Apa kau tahu Hyonie noona adalah sahabatnya Hanyeon noona” tanya Baekhyun,dan mendapat anggukan dari Luhan pertanda ia juga tahu.

“Jadi…apa kau tahu sesuatu tentang Hanyeon noona?” Tanya Luhan.

“Hmmm…tentu saja,tapi kurasa kau harus mencari tahunya sendiri” ucap Baekhyun seraya menaikkan kedua bahunya.

“YA!!” Ucap Luhan tidak terima.

Baekhyun hanya tersenyum “Yang pasti saat kau mengetahui sesuatu yang—mungkin membuatmu sakit hati—kau harus ingat apa yang pernah aku katakan padamu tempo hari” ucap Baekhyun seraya berdiri,terdengar meneriaki Chanyeol.Meninggalkan Luhan yang semakin bingung dengan semua ini.

-oo-

Luhan menatap yeoja yang saat ini tengah memandang keluar melalui jendela kaca dihadapannya.Yeoja dengan dress putih selutut dengan motif bunga itu terlihat menopang dagu dengan tangan diatas meja.Luhan bahkan dapat mendengarnya beberapa kali menghembuskan nafasnya berat.

Iseng,Luhan menaruh cup bubble tea yang dingin di pipi Hanyeon,membuat yeoja itu terkesiap kaget.Merengut saat merebut minuman dingin itu dari tangan Luhan.

“Syukurlah,setidaknya—sekarang kau sudah baik-baik saja” ucap Luhan terkekeh pelan.

“Apa aku terlihat”tidak-baik-baik-saja?'” Ucap Hanyeon mendecakkan lidah.

Luhan mengangguk “Itu yang kulihat sejak kita duduk disini” ucap Luhan.

Hanyeon melebarkan mata “Mwo?jinja?apa aku terlihat seperti itu?” Tanyanya.

“Eoh..apa kau sedang merindukan seseorang?” Tanya Luhan.Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokannya saat menanyakannya.

Hanyeon hanya diam beberapa sesaat.Meskipun sekilas Luhan melihat Hanyeon mengangguk seraya menatap meja,sebelum akhirnya mengangkat kepala “Apa kau tahu rasanya merindukan seseorang hingga—saat setiap kali merindukannya kau akan selalu menitikkan airmata?”

Luhan menggeleng,pertanda ia tidak tahu,yang ia tahu saat ini ia tidak ingin mengetahui sesuatu yang tidak—lebih tepatnya belum mampu ia terima,jika seandainya—Hanyeon mempunyai seorang kekasih.

Hanyeon tersenyum,mengacak rambutnya pelan “Sudahlah lupakan saja,kenapa kita harus membahas sesuatu—yang membuat hati sakit” ucap Hanyeon tersenyum.

Senyum Hanyeon terlihat begitu murni saat Luhan melihatnya,membuatnya tidak bisa bicara.Yeoja itu tampak bersinar dengan dimata Luhan saat Hanyeon tersenyum dengan pantulan sinar matahari senja yang berwarna jingga.Membuat Luhan yakin kalau ia benar-benar menyukai yeoja di hadapannya ini.

-oo-

“Baekhyun-ah” panggil Luhan menggema di seluruh dorm.Membuat Kris menatapnya kesal,mengalahkan suara tinggi Chen,membuat D.O dan Lay yang tengah membahas resep makanan,menatapnya dengan tatapan ‘tumben?’
Merasa tidak mendapat jawaban dari Baekhyun,Luhan melangkahkan kaki menuju kamar Baekhyun dan Chanyeol.Mengusir dengan sadis Chanyeol dari dalam kamar,saat mendapati Baekhyun yang baru saja keluar kamar mandi.

Baekhyun melihat Luhan sekilas “Ada apa?” Tanya Baekhyun seraya melempar handuk ke atas tempat tidur.

Luhan tersenyum sumringah “Apa kau tahu,hari ini aku sangat bahagia” ucap Luhan.

Baekhyun menoleh sekilas “Bisa kulihat” ucapnya singkat.

“Ku rasa aku—aku akan mengutarakan perasaanku padanya” ucap Luhan seraya menundukkan kepalanya,melihat lantai seraya memainkan kakinya,tidak melihat ekspresi terkejut Baekhyun.

“Mwo?” Tanya Baekhyun.

Luhan mengangkat kepala seraya mengangguk “Otte?bagaimana menurutmu?” Tanyanya mendekatkan wajah pada Baekhyun.

“Eoh…” Baekhyun membeo sekilas “Lakukan saja,tapi—apa kau yakin?” Ucap Baekhyun tiba-tiba menatap Luhan khawatir.

“Eoh..absolutely” ucap Luhan mantap.

“Kapan kau akan mengungkapkannya?”

“Eeumm..kurasa setelah kita kembali dari Filipina saja,kau tahukan besok,pagi-pagi kita harus berangkat”

“Ahh…majayo” ucap Baekhyun mengangguk “Semoga berhasil,fighting” lanjut Baekhyun mengepalkan tangan memberikan semangat pada Luhan.

-oo-

Seminggu sudah saat Luhan bicara pada Baekhyun,tentang ia yang akan menyatakan perasaannya,namun sudah satu minggu ia hanya bisa menelpon ataupun chat dengan Hanyeon.
Jadwal EXO yang padat membuatnya tidak bisa kemana-mana.Dan hari itu Luhan tengah duduk di kantor Management nya,duduk disalah satu sofa terlihat asyik memainkan rubik.

“Hyung,otte?” Tanya Baekhyun seraya menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Mwoya?” Tanya Luhan tanpa menoleh.

Baekhyun yang merasa diacuhkan mengambil rubik dari tangan Luhan.

“Hanyeon noona” ucap Baekhyun “Apa kau sudah bertemu dengannya?” Lanjutnya.

Luhan menghembuskan nafas,menundukkan kepalanya sekilas sebelum akhirnya menggeleng pelan.

“Kau tahu sendiri kalau aku—ania kita sangat sibuk akhir-akhir ini” ucap Luhan seraya menyenderkan bahu pada sofa,bahunya terlihat turun.

“Ah…majayo,kheunde,bukankahkah sebentar lagi akan liburan chuseok?”

Luhan memutar kepala kearah Baekhyun,tersenyum lebar.Membuat Baekhyun menatapnya aneh.

“Gomawo Baekhyun-ah” ucapnya menepuk pelan pipi Baekhyun.

Baekhyun hanya mengerjap seraya mengangguk.

“Neo eodiya?” Tanya baekhyun saat melihat Luhan berdiri.

Luhan hanya berjalan mundur,menaruh jari kelingking dan jempolnya di telinga “Menelpon Hanyeon noona” ucapnya tersenyum.

Baekhyun tertawa geli dan mengangguk “Jangan lama-lama” teriaknya saat melihat Luhan sudah menghilang di balik pintu.

-oo-

Luhan berjalan di lobi gedung SM,dengan tangan kanan memegang ponsel dan tangan kiri di saku celana,ia terlihat sedang menghubungi seseorang.Sesekali namja berambut coklat itu tersenyum pada beberapa staff ataupun artis SM lain yang melewatinya.

Luhan menghembuskan nafas setelah beberapa kali mencoba.Ia masih menaruh ponsel di telinga kanannya sambil melihat lantai dasar lobi utama.

“Eoh?Hanyeon noona?” Gumamnya saat melihat sosok yang di kenalnya tengah keluar dengan tergesa-gesa.Yeoja dengan blouse biru dan celana jeans hitam itu bahkan sedikit berlari kecil.

Luhan masih mengerjap sekali,dua kali,hingga ia sadar,mematikan sambungan teleponnya dan berlari menuruni tangga.

Setelah tiba di lobi utama,Luhan mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru “Itu dia” ucapnya kembali berlari menyusul yeoja yang ia yakin mirip Hanyeon itu keluar gedung SM.

Luhan menghembuskan nafas,dadanya terlihat naik turun karena berlari.Mendesis kesal saat kehilangan jejak yang di ikutinya.Ia melihat sekeliling,namun nihil,yeoja itu seperti hilang di telan bumi.

“Aish…” Desisnya kesal.

Luhan menoleh saat merasakan bahunya di pegang seseorang dan mendapati Baekhyun yang terlihat ngos-ngosan.

“Hyung,siapa yang sedang kau kejar,eoh?”Apa kau tahu aku sudah meneriakimu sejak tadi?” Ucap Baekhyun disela-sela nafasnya yang ngos-ngosan.

“Eoh?” Luhan hanya membeo untuk beberapa saat,wajahnya terlihat bingung.Ia mengerjap sekali “Itu—” ucapnya gantung “Hanyeon noona?” Lanjutnya setengah bergumam.

“Mwo?Hanyeon noona?apa kau yakin?” Tanya Baekhyun seraya melihat sekeliling mereka.Meraka berdua berada tepat di depan gedung SM,namun Baekhyun tidak melihat siapa pun yang—setidaknya mirip Hanyeon.

Luhan melihat Baekhyun sekilas,mengangguk dan menggelengkan kepalanya secara bersamaan “Mungkin—” ucapnya setengah memiringkan kepala ke kiri.

“Ck!ku rasa kau berhalusinasi karena merindukannya,di sini—tidak ada seorang pun yang menurutku mirip Hanyeon noona” ucap Baekhyun seraya merangkul Luhan “Khaja,kita masuk” lanjutnya membawa Luhan kembali ke gedung SM.

-oo-

Baekhyun menarik Luhan yang tampak malas-malasan di sofa.Namja manis berambut coklat itu terlihat memejamkan matanya.

“Hyung…kau harus keluar,bukankah ini liburan,ayolah hyung” ucap Baekhyun masih kekeh menarik lengan Luhan agar mau bangun.

“Sirho” ucap Luhan malas.

“Aish…hyung…” Baekhyun menarik paksa hyungnya itu sehingga membuat Luhan terbangun.

“Ah..wae?” Protes Luhan dengan wajah cemberut.

Baekhyun menghembuskan nafas “Aku hanya ingin membawa hyung ke suatu tempat”

“Odi?” Tanya Luhan acuh,menatap Baekhyun dengan tatapan malas.

Baekhyun tersenyum “Kau akan tahu nanti.Jadi..Ayolah ireona” ucap Baekhyun seraya menarik Luhan,hingga namja itu akhirnya berdiri mengikuti dongsaeng itu masuk kamar.

“Ganti bajumu,aku—di luar” ucap Baekhyun semangat seraya menutup pintu kamar.

-oo-

“Mouse Rabbit?” Ucap Luhan,mendongak melihat papan nama yang terpajang di depan sebuah gedung dengan nuansa putih di hadapannya itu.

Baekhyun di sebelahnya hanya mengangguk seraya tersenyum sumringah.

“Kenapa kita tidak ke ‘Twosome Place Cafe’ saja?” Tanya Luhan menaikkan alis bingung.

Baekhyun menggeleng pelan “Sirho,kita makan disini saja.Di sini menunya juga enak,kau harus minum yang lain selain bubble tea” ucap Baekhyun acuh seraya menarik Luhan masuk “Lagipula,aku—punya kejutan untukmu” lanjutnya tersenyum penuh makna “Aku juga akan mengenalkanmu pada pemiliknya” ucapnya terkekeh pelan.

Luhan memutar bola matanya menatap malas Baekhyun “Kau pikir aku tidak tahu siapa yang punya tempat ini” ucapnya menggerutu pelan,terlihat pasrah saat Baekhyun menariknya masuk kafe.

-oo-

Luhan membuka mulutnya,kaget saat melihat ada Hanyeon disana.Yeoja itu tampaknya tidak tahu kalau Luhan datang karena yeoja itu tengah membelakanginya.Baekhyun membawa mereka ke balkon kafe.Hanyeon tampak asyik bicara dengan Hyonie,hingga tidak menyadari kedatangan Luhan dan Baekhyun.

“Luhan?” Seru Hanyeon saat melihat Luhan sudah berdiri di antara ia dan Hyonie.

Luhan hanya tersenyum canggung “Annyeong,urimariya noona” sapanya tersenyum canggung.

“Hyung,duduklah” ucap Baekhyun seraya memberikannya kursi.

“Kau tidak duduk?” Tanya Luhan saat melihat Baekhyun malah pergi.

Baekhyun menoleh sekilas hanya tersenyum,menghiraukan pertanyaan Luhan,namja berjaket grey dan topi merah itu malah bertanya dimana Yesung pada Hyonie.

Kesal Luhan baru akan membuka suara,namun mengurungkannya saat Hanyeon memintanya duduk saja.

“Kau…tampak tampan dengan t-shirt putih” ucap Hanyeon seraya tersenyum.

“Eoh?ah..gomawo” ucap Luhan.Namja berambut coklat itu terlihat canggung dan sedikit gugup.Luhan merasa perutnya tiba-tiba sakit,dan tangannya mulai berkeringat.

“Neo,waeire?” Tanya Hyonie,membuat Luhan menoleh ke arah suara.Tersenyum canggung seraya menggaruk punggung lehernya,melirik sekilas Hanyeon yang juga menatapnya penuh tanya.

“Aku…hanya—”

“Makanan datang” seru Baekhyun,memotong ucapanya Luhan.

Luhan menghembuskan nafas,lega saat melihat Baekhyun masuk dengan dua mug dan 2 cake coklat.

“Yesung eodi?” Tanya Hyonie pada Baekhyun yang sudah duduk tepat di sebelahnya.

“Eoh?ah..hyung dibawah,sedang banyak pelanggan dibawah” jawab Baekhyun seraya menyerahkan mug berisi mint latte dan cake coklat pada Luhan.

“Hyung,kenapa kau diam saja?” tanya Baekhyun saat melihat Luhan hanya diam,seraya menyikut lengan Luhan.

Luhan mengangkat kepala setelah menyesap minumannya.Mengerjap sekali,menggeleng pelan.

“Apa kau sakit?” Tanya Hanyeon seraya menatap Luhan khawatir.

“Ania” jawab Luhan cepat seraya mengayunkan tangannya di depan dada.

“Kau yakin?karena—sejak tadi kau hanya diam,dan—wajahnya terlihat merah?apa kau demam?” Ucap Hanyeon seraya menaruh punggung tangannya di pipi Luhan.

Luhan yang—tidak mengerti kenapa ia bisa segugup itu menurunkan lengan Hanyeon dari pipinya “Gwenchana noona-ya” ucapnya tersenyum meyakinkan Hanyeon kalau ia baik-baik saja.

Lama Luhan dan Hanyeon saling memandang satu sama lain.Kaget saat mendengar Hyonie dan Baekhyun berdehem secara bersamaan.

Luhan dan Hanyeon terlihat salah tingkah,mereka berdua bahkan sama mengambil minumannya.

Luhan melirik Baekhyun yang terkekeh melihatnya.Yang bisa ia lakukan hanya mendesis kesal melihat Baekhyun yang langsung memalingkan wajahnya pura-pura bicara pada Hyonie.
“Rupanya ini kejutan yang ia maksud saat pertama kali masuk kesini” ucap Luhan seraya mendengus kesal.

-oo-

Sore yang indah di hari liburan chuseok mereka kali ini.Luhan tanpa henti tersenyum dan sesekali tertawa bersama Baekhyun,Hyonie dan Hanyeon.Bersyukur karena Baekhyun memaksanya untuk ikut kemari.Rasa rindunya pada Hanyeon kini sudah terobati,ia senang setelah sekian lama akhirnya ia bisa melihat Hanyeon lagi.
Luhan hanya tersenyum melihat Baekhyun dan Hyonie bercanda.Luhan memiringkan kepalanya saat melihat wajah Baekhyun yang tampak sangat bahagia.Luhan mengerutkan alis “Sejak kapan Baekhyun jadi sesenang itu kalau bicara pada seorang yeoja?” Gumamnya pelan “Apa mungkin—” ucapnya gantung “Kurasa tidak mungkin” lanjutnya tanpa sadar menggelengkan kepalanya.

“Waeyo?” Tanya Hanyeon,membuat Luhan menoleh ke arah suara.

“Noona” ucap Luhan setengah berbisik,mendekatkan wajahnya pada Hanyeon “Apa kau tahu tentang mereka?” Tanya Luhan seraya menunjuk Baekhyun dan Hyonie secara bergantian.

Hanyeon hanya tersenyum “Tebak saja sendiri” ucapnya seraya menaikkan bahu acuh.

Luhan mempoutkan bibirnya kesal “Kenapa semua orang membuatku penasaran” erangnya “Bahkan—noona pun seperti menyembunyikan sesuatu” lanjutnya.

Pernyataan singkat yang sempat membuat Hanyeon membeku untuk beberapa saat.Luhan bahkan dapat melihatnya gugup.Itu dapat Luhan lihat saat Hanyeon buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain.

Luhan menghembuskan nafas seraya berdiri “Aku ke kamar kecil” pamitnya seraya berjalan menuju pintu.Meninggalkan Hyonie dan Baekhyun yang menatapnya penuh tanya dan Hanyeon yang terlihat menghembuskan nafasnya berat,terlihat tidak enak melihat punggung Luhan yang menjauh.

-oo-

Luhan membasuh tangan dan mukanya secara bersamaan.Lama namja berambut coklat itu hanya memandanng pantulan dirinya di cermin.Hingga akhirnya sebuah seringaian terlihat menghiasi sudut bibirnya.

Luhan mengangguk,terlihat mantap saat menggumamkan “Aku akan melakukannya hari ini,menyatakan pada Hanyeon noona kalau aku menyukainya” ucapnya mantap seraya berjalan keluar kamar kecil.

-oo-

Luhan kembali ke balkon setelah yakin kalau ia sudah memasang senyuman di wajahnya.Menyapa Baekhyun dan Hyonie,juga tidak lupa Hanyeon yang tersenyum melihatnya duduk.

Baekhyun dan Hyonie sibuk berdebat—entahlah?Luhan juga tidak begitu perduli.

Luhan tengah asyik bicara pada Hanyeon,saat mendengar pintu yang menuju balkon di buka oleh seseorang yang sontak membuat empat pasang mata yang berada di balkon melihat ke arah pintu secara bersamaan.

Luhan dapat melihat Yesung masuk lebih dulu—Luhan memiringkan kepala saat melihat sosok satunya lagi yang berada tepat di belakang Yesung.

Namja dengan t-shirt coklat dan cardigan berwarna senada itu—mempunyai senyum yang khas,senyum yang bisa membuat siapa saja akan berteriak histeris melihatnya.Setidaknya itu yang ada di pikiran Luhan saat pertama kali melihatnya.

Luhan hanya menoleh melihat Hyonie yang memanggil Yesung “Chagi-ya,eoh..Kibum-ssi” ucapnya saat menyadari Kibum yang berdiri di belakang Yesung.
Luhan terlalu sibuk melihat Yesung yang memeluk Hyonie,dan—Baekhyun juga mengenali namja yang bernama Kibum itu,terlihat menyapanya seraya menyalami tangannya.Luhan terlalu sibuk hingga tidak menyadari ekspresi Hanyeon yang berada tepat di sebelahnya.Terlihat melebarkan matanya kaget saat melihat sosok yang masih tersenyum hangat itu.

Luhan menaikkan alis samar saat melihat Kibum berjalan kearahnya.Luhan tidak yakin?ia memang tahu Kibum adalah salah satu member Super Junior yang sekarang fokus di akting,tapi—ada sesuatu yang membuatnya merasa pernah melihatnya sebelum ini,tapi dimana?

Luhan menoleh saat Kibum berjalan mendekati Hanyeon,namja itu bahkan memeluk Hanyeon erat.

Melihat itu membuat jantung Luhan serasa berhenti,ada rasa sakit yang tiba-tiba menyerang hatinya,sakit—yang membuatnya sesak nafas dan merasa udara mulai menipis di sekitarnya.

Namja berambut coklat itu bahkan mundur selangkah,hingga punggungnya terantuk tembok kafe.Terlihat shock.Sekarang ia ingat dimana pernah melihat namja itu.Beijing—Istana terlarang.Namja yang memeluk Hanyeon tepat ditangga Istana terlarang.Kenapa ia tidak mengingat hal itu,bukankah Hanyeon kesana mencari seseorang?yang sepertinya Kibum,orang tengah di carinya dulu.Luhan tersenyum setengah mendengus,kenapa ia bisa lupa akan hal itu,dan sekarang—membuatnya harus sakit hati melihat semua ini.

Luhan melihat Hanyeon,menatap yeoja itu meminta penjelasan atas apa yang terjadi,namun yeoja itu malah menatapnya dengan tatapan menyesal.

-oo-

Luhan hanya tersenyum sekilas saat sesekali ditanya oleh Yesung.Ia bahkan dapat melihat tatapan kasian Baekhyun yang memutuskan duduk tepat di sebelahnya.

“Gwenchana” ucap Luhan saat melihat Baekhyun terus menerus menatapnya khawatir,mencoba tersenyum sewajar mungkin pada orang-orang di situ.Menyembunyikan rasa sakit yang baru ia rasakan.

-oo-

Hanyeon hanya diam,sesekali yeoja dengan blouse putih polos itu hanya mengangguk dan menjawab apabila kekasihnya menanyakan sesuatu padanya.
Sesekali Hanyeon melirik Luhan yang kadang menunduk itu dengan tatapan bersalah.Ingin sekali rasanya Hanyeon menatap matanya yang selalu berbinar itu saat menatapnya,mengucapkan kata ‘Maaf’ tidak cukup.Ia merasa telah—membohongi—ania lebih parah lagi sejak pertama kali bertemu namja yang lebih muda darinya itu,ia tidak pernah jujur,bahkan—terkesan menyembunyikan hubungannya dengan Kibum.

Pikiran untuk meninggalkan Kibum memang terlintas di pikirannya kadang-kadang saat merasakan perhatian Luhan padanya setiap kali bertemu.Perasaan yang membuatnya sedikit dilema.Di sisi lain ia tidak mungkin—berpisah dengan Kibum setelah apa yang mereka alami,di sisi lain ia merasa bersalah pada Luhan.

Akhirnya Hanyeon hanya bisa tersenyum pada namja yang saat ini tengah tersenyum padanya.Memandang sedih punggung Luhan yang terkulai saat Baekhyun merangkulnya keluar balkon kafe.

-oo-

“Kenapa kau tidak mengatakannya?” Tanya Luhan pada Baekhyun saat mereka sudah berada di luar kafe.

Baekhyun berpaling menghadapnya “Mianhe,aku—tidak tahu akan seperti ini” ucapnya menyesal.

Luhan hanya tersenyum kecut “Nappeneum” ucapnya seraya memukul Baekhyun.

Luhan menunduk melihat sepatu Snaker putihnya.Menoleh sekilas melihat Baekhyun yang terlihat menghembuskan nafasnya seraya menengadah,menatap langit yang sudah mulai gelap.

“Aku tidak bermaksud membuat hyung sakit hati,aku—hanya ingin memberikan kejutan pada hyung,karena hyung sudah lama tidak bertemu dengan Hanyeon noona” ucapnya pelan.

“Kau tahu?” Lanjutnya melihat Luhan,tersenyum pelan “Kita sama” Baekhyun tertawa sekilas,membuat Luhan menaikkan alisnya bingung.

“Sama?” Tanya Luhan.

Baekhyun mengangguk “Yeoja dengan blouse hijau di dalam yang di peluk Yesung hyung—” ucapnya gantung

“Hyonie noona?” Tanya Luhan lagi.

“Ne,Hyonie noona.Aku menyukainya sejak akhir tahun lalu,saat musim dingin.Menyukainya begitu saja.Suka melihat senyumannya yang manis itu” Baekhyun menghentikan kalimatnya,kembali menghembuskan nafasnya “Jadi…” Lanjutnya seraya menaikkan kedua bahunya.

Luhan akhirnya paham,kenapa tadi Baekhyun tampak begitu bahagia saat bicara pada Hyonie.Ia tahu bahwa Baekhyun pasti sama terlukanya seperti dirinya saat ini.

Baekhyun merangkul Luhan “Hyung masih ingat apa yang aku katakan dulu kan?” Tanyanya.

Luhan menaikkan alis sekilas kemudian mengangguk.Ia mengerti maksud Baekhyun sekarang,bahwa ini bukan akhir dari segalanya.Ia tidak akan menyerah.

-The End-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s