“Special Gift For Kibum Birthday”

Title : “Special Gift For Kibum Birthday”

-Hangzhou 20 Agustus-

Kibum menggeliat pelan,tampak enggan bergerak dari tempat tidur.Kembali menarik selimut tebalnya,tidak perduli dengan sinar matahari yang mulai masuk melalui jendela kaca yang sepertinya-lupa ia tutup tirainya.

“Kibum-ah,ireona” seru sebuah suara.

Kibum tidak bergeming,malah semakin mengeratkan selimutnya.Tidak menghiraukan suara berat seorang laki-laki yang baru saja membangunkannya.

Menggerutu pelan saat selimutnya di tarik paksa.Melirik sekilas Managernya yang tengah menatapnya dengan tatapan ‘cepat-bangun-kalau-tidak-ingin-terlambat’Dengan berat ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

Air yang mengucur mulai membasahi kepala dan perlahan membasahi seluruh tubuh Kibum.Terdiam untuk beberapa saat dan mendengus geli mengingat tadi ia memimpikan Hanyeon?sosok yeoja manis dan pendiam yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun itu tiba-tiba saja muncul di mimpinya.Ah…entah kenapa ia begitu merindukan sosok Hanyeon.

-oo-

Kibum mengeratkan coat tebal yang dikenakannya.Nafasnya terlihat mengeluarkan asap putih “Hyung,kenapa akhir-akhir cuaca di Cina tidak menentu seperti ini?” Ucapnya pada sosok pria dengan jaket tebal yang berada tepat di sebelahnya.

Pria itu hanya mengangkat kedua bahunya pertanda ia juga tidak mengerti “Sudahlah,sebaiknya kau segera mengganti pakaianmu” ucapnya seraya mendorong tubuh Kibum ke dalam ruang ganti.

25menit kemudian Kibum sudah keluar ruang ganti dengan pakaian tradisional cina berwarna biru.Rambutnya yang panjang sebahu itu terlihat di ikat sedikit.
Meski malas Kibum akhirnya melangkah melakukan syuting di tengah cuaca—yang bisa saja membuatnya beku.

Proses syuting berjalan lancar untuk hari itu.Kibum segera melompat ke dalam mobil vannya,semakin mengeratkan coat tebalnya.Begitu kepalanya sudah menyentuh jok mobil,matanya langsung terpejam.

-oo-

Malam semakin larut namun Kibum sama sekali belum bisa memejamkan matanya.Padahal tadi di van ia juga hanya pura-pura tidur.Malas mendengarkan jadwal syutingnya besok.Entahlah Kibum—terlihat jenuh dengan kegiatannya selama di Cina.Syuting tiap hari,sibuk,dan satu hal yang membuatnya uring-uringan beberapa hari ini adalah karena ia sangat…merindukan kekasihnya.Frustasi karena seharian tadi ia tidak bisa mengubungi kekasihnya itu.

Kibum mengerang kesal.Menjambak rambutnya yang sebahu itu frustasi.Berkali-kali yang dilakukannya hanyalah duduk dan kembali merebahkan diri di tempat tidur.

Setelah menghembuskan nafas pelan,Kibum meraih ponsel yang sedari tadi tergeletak di meja.Terlihat menekan beberapa angka seraya melangkahkan menuju balkon kamar.

Dengan tangan kanan di telinga memegang ponsel dan tangan kiri yang ia masukkan di saku celana,Kibum terlihat dengan sabar menunggu orang di telponnya mengangkat panggilannya.

“Yoboseyo” sapanya setelah terdengar sebuah sapaan di ujung sana.Sebuah senyum tampak terukir di bibirnya.

“Chagi-ya,bogosipho-yo” ucapnya langsung.
Terdengar tawa renyah di ujung sana,tawa yang sudah sangat di rindukannya.Rasanya ingin sekali ia memeluk sang pemilik suara lembut itu.

“Nado” ucap suara di ujung sana.

Kibum tersenyum seraya menundukkan kepalanya,terlihat mengetuk-ngetuk kakinya pada lantai balkon,bicara singkat dengan Hanyeon.Harus rela memutuskan pembicaraan itu karena sepertinya kekasihnya itu sedang di panggil seseorang.Meski berat Kibum akhirnya hanya bisa mengucapkan “Aku mencintaimu” sebelum telpon itu ia matikan.

“Sekarang apa yang kau lakukan?kenapa jam segini masih sibuk” gumamnya seraya menatap wallpaper ponselnya yang menampilakn fotonya bersama kekasihnya.

-oo-

-Hangzhou 21 Agustus-

Kibum tersenyum saat beberapa orang kru dan beberapa artis cina lainnya mengucapkan selamat ulang tahun padanya siang itu.

“Saengil” gumamnya pelan.Pikirannya langsung melayang pada sosok Hanyeon yang semalam ia hubungi”Yeoja itu apa ia lupa,atau…sengaja melakukannya?ia bahkan tidak menyinggung soal ulang tahunnya saat bicara via telpon semalam”

“Apa ia mau balas dendam?” Ucapnya tanpa sadar mengucapkannya dengan keras,membuat lawan mainnya Zhang Li Yin mengerutkan alis melihatnya “Kau kenapa?” Tanya yeoja cina itu.

“Eoh?Ahh..tidak apa-apa,aku hanya banyak pikiran” ucap Kibum seraya mengibaskan tangannya di depan dada,buru-buru pergi dari hadapan aktris cina itu.

Proses syuting siang itu tidak terlalu lama,karena hari itu ulang tahun Kibum,sang sutradara memberikan Kibum waktu libur selama 2 hari.

“Aku yakin Kibum-ssi,sudah sangat bosan menjalani semua ini,aku akan memberikanmu liburan 2hari kedepan.Aku harap kau menikmati kota Hangzhou selama kau berada disini” ucap Sutradara tertawa seraya menepuk pelan pundak Kibum.

Kibum hanya mengangguk seraya membungkukkan badannya kepada sang sutradara.Tersenyum hangat pada semua kru yang sudah memberikannya ucapan selamat ulang tahun.

-oo-

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam saat Kibum pulang dari perayaan ulang tahunnya bersama para kru drama.
Kibum yang tengah terlelap di dalam mobil van itu terlonjak kaget saat merasakan pundaknya di tepuk sang manager “Waeyo?”Tanyanya dengan suara parau.

“Ada telpon” ucap sang manager seraya memberikan benda persegi berwarna hitam pada Kibum.

Kibum menerima ponselnya,melirik sekilas nama yang tertera pada layar ponsel.Tersenyum lebar saat melihat nama yang tertera di sana “Ne,chagi-ya,waeyo?” “Jigeum?” “Aku sedang di jalan menuju hotel” “Eumm..arraseo,jaljayo,saranghae” Kibum menekan tombol rejec.Mengerutkan alis bingung “Kenapa Hanyeon menanyakan alamat hotel dan nomor kamarnya?” Pikirnya.

“Hyung,apa tidak apa-apa memberikan alamat hotel ku pada seseorang?” Tanya Kibum tanpa menoleh.

“Siapa yang menanyakan alamat hotelmu?” Tanya Sang manager yang terlihat asyik dengan tablet di tangannya.

“Seseorang”

“Hanyeon-ssi?”

Demi mendengar nama Hanyeon Kibum menoleh “Hehe….” Ucapnya seraya tersenyum lebar.

Managernya itu menoleh melihat Kibum melalui bahunya “Gwenchana,lagipula ia kekasihmu kan,dan-ia juga sedang berada di korea,jadi…tidak mungkin ia tiba-tiba ada di sini”
Kibum melebarkan mata kaget “Darimana hyung tahu…kalau Hanyeon itu kekasihku?”
Sang manager mendecakkan lidah,menggeplak kepala Kibum dengan pillow yang berada tepat disampingnya “Ck!apa kau pikir aku bodoh,eoh?aku tahu sejak awal kalian pacaran,sekali melihat saja aku bisa tahu apa yang berubah pada dirimu Kibum-ah”

Mendengar penjelasan managernya Kibum hanya nyengir “Gomawo hyung” ucapnya pelan kembali menyenderkan tubuh pada jok mobil dan dengan perlahan menutup matanya.

-oo-

Kibum mengerjapkan mata beberapa kali.Mengusap matanya itu dengan punggung tangannya saat melihat sosok Hanyeon yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.Terlihat tersenyum lebar dengan tampang tidak berdosa sama sekali.Kibum bahkan masih mematung di depan pintu kamar saat Hanyeon sudah masuk lebih dulu.

Tersentak kaget saat Hanyeon memanggilnya “Chagi-ya,kenapa hanya berdiri disitu?”

Kibum menoleh,setengah mendengus kesal melihat Hanyeon yang hari itu mengenakan t-shirt dengan motif garis-garis hitam putih dan blazer hitam tersenyum kearahnya.

“Saengil chukhamnida” ucapnya langsung menghambur memeluk Kibum.

Meski masih kesal Kibum akhirnya membalas pelukan Hanyeon.Melonggarkan pelukannya,menatap Hanyeon dengan alis berkerut samar.

Hanyeon mendongak,mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya terkekeh.Melepaskan pelukannya “Mianhe,sepertinya ini sudah lewat sehari” ucapnya seraya menjulurkan lidah.

Kibum menjentikkan tangannya di jidat Hanyeon,membuat Hanyeon mengaduh pelan seraya mengusap jidatnya yang terasa sedikit sakit sambil mempoutkan bibirnya.

Kibum duduk di sofa,menyilangkan tangan di depan dada “Jadi…sejak kapan kau tiba di Hangzhou?” Tanyanya dengan nada menyelidik.

Hanyeon yang masih berdiri menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya duduk tepat di sebelah Kibum “Eumm…Sejak satu minggu yang lalu” ucapnya memasang tampang sok seperti orang berpikir.

“Jinja?lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kibum dengan tatapan curiga.

Hanyeon mendelik kearah Kibum “Ck!aku sama sepertimu” ucapnya mendecakkan lidah.

Alis Kibum semakin terangkat “Sama sepertiku?”
Hanyeon mengangguk “Hhuuum…aku sedang melakukan survey pasar bersama Seo eonnie,dan—sudah 2 hari aku berada disini,aku—bahkan melihatmu syuting kemarin”

“Mwo?melihatku syuting?”

Lagi Hanyeon mengangguk “Hhuummm”

Kibum hanya mendesah pelan mendengar penuturan kekasihnya yang menurutnya sangat singkat itu “Kalau kau memang melihatku syuting kemarin,kenapa tidak menemuiku,eoh?”
“Itu…” Ucap Hanyeon gantung,ia tampak menundukkan kepala seraya menggigit bibir bawahnya “Balas dendam” lanjutnya hampir tidak terdengar.

Meski hampir tidak terdengar,namun Kibum dapat mendengarnya dengan jelas,karena saat itu hanya ada mereka berdua di kamar.Seketika itu juga tawa Kibum pecah.Ia tertawa sampai matanya berair,dan membuat Hanyeon mengerucutkan bibirnya kesal.

Setelah beberapa saat kamar di penuhi tawa Kibum,akhirnya namja itu berhenti tertawa.Menarik Hanyeon kedalam pelukannya begitu saja “Pabo,napeun yeoja” ucapnya pelan di teliga Hanyeon.

Hanyeon yang kaget hanya mengerjapkan mata beberapa kali.Ia terlihat tidak bisa berbuat apa-apa karena Kibum memeluknya sangat erat.

Kibum terus memeluk Hanyeon erat lama.Rasa rindunya pada yeoja ini membuatnya tidak rela melepaskan pelukannya.Entah berapa lama lagi ia akan memeluk hangat kekasihnya ini.Kibum ingat dengan jelas terkahir kali ia memeluk Hanyeon adalah saat Hanyeon berulang tahun bulan juni kemarin.Melamarnya dan mengecup lembut bibirnya.

-oo-

Kibum yang sudah rapi dengan t-shirt dengan motif senada dengan Hanyeon tersenyum melihat Hanyeon yang berdiri di balkon kamar.Yeoja itu terlihat menikmati suasana pagi di HuangZhou.

“Jadi mau kemana kita hari ini?” Tanyanya seraya memeluk hangat Hanyeon dari belakang.

“West Lake” ucap Hanyeon.

“Oke,khaja” ucap Kibum membalik tubuh Hanyeon hingga menghadap kearahnya.

“Kau tidak ada syuting hari ini?” Tanya Hanyeon.

Kibum menggeleng “Aku mendapat libur hari ini”
Hanyeon hanya berOh ria seraya mengangguk mengerti.Tersenyum hangat “Ne,khaja” ucapnya langsung menarik Kibum.Menyambar tas tangannya di atas sofa.Tertawa mendengar Kibum menggerutu pelan karena ia bahkan belum mengenakan sepatu.

-oo-

Hari sudah menjelang senja saat Hanyeon dan Kibum tiba di ‘West Lake’ danau yang biasa di sebut danau barat itu tampak indah bila diliat saat melihat matahari terbenam seperti itu.Warna jingga matahari membuat suasana senja di tepi danau itu sangat indah,di tambah lagi udara di sekitarnya masih sangat asri,membuat siapa saja yang berada disana merasa damai.

Kota pedesaan penghasil sutra terbaik di dunia itu selalu ramai saat menjelang senja.Banyak pasangan kekasih ataupun yang sudah menikah menikmati senja mereka disana,tak terkecuali Kibum dan Hanyeon.

Kibum memutuskan menyewa sebuah perahu kecil.Duduk di tengah perahu sambil memeluk Hanyeon.Menikmati senja yang begitu indah.

“Chagi-ya,darimana kau tahu tempat ini?” Tanya Kibum pada Hanyeon yang asyik menikmati suasana senja.

“Internet”

“Kau yakin?bukankah kau orang yang tidak begitu suka membuka internet?”

Hanyeon tertawa pelan”Oh..ayolah chagi-ya,aku selalu melihat internet selama ini,kau saja yang tidak tahu”

“Benarkah dear?” Ucap Kibum tersenyum seraya memutar tubuh Hanyeon hingga menghadapnya “Ah..aku tahu darimana kau jadi suka internet” Kibum mendecakkan lidah seraya menggelengkan kepalanya pelan.

Hanyeon mau tidak mau tertawa “eoh…kau benar,siapa lagi kalau bukan Hyonie” ucapnya terkekeh pelan.

Kibum mengangguk seraya tersenyum.Menarik Hanyeon kembali ke dalam pelukannya “Lihatlah indah sekali” ucapnya seraya menunjuk matahari yang mulai turun ke peraduan.

“Mmmm….”

Kibum semakin mengeratkan pelukannya.Bersyukur setidaknya ia tidak mati bosan menjalani hari ulang tahunnya.Walaupun—ini sudah lewat sehari dari hari ulang tahunnya.Bersyukur karena Sutradara memberikannya liburan 2 hari.Dan—hal yang paling membahagiakannya adalah Hanyeon,kekasihnya ini bahkan datang menemuinya.Sekilas tidak percaya memang,karena Hanyeon tidak seperti biasanya.Jauh-jauh datang HuangZhou menemuinya,meski untuk alasan pekerjaan tapi Kibum yakin kekasihnya itu sengaja melakukannya.

Tanpa bertanya apa-apa lagi Kibum hanya bisa mengeratkan pelukannya.Menikmati wangi plum yang menyeruak dari tubuh Hanyeon.

-oo-

“Aishh…kenapa cuaca jadi membeku seperti ini?” Keluh Hanyeon terlihat meniup-niup tangannya yang dingin.Udara siang yang begitu hangat itu kini telah berubah menjadi dingin seketika.Hanyeon yang hanya mengenakan blazer merasakan tubuhnya membeku.

Hanyeon terus meniup-niup tangannya seraya menunggu Kibum membelikan kopi untuk mereka.Duduk di salah satu kedai kopi yang terletak di pinggir danau.

Menggerutu pelan karena ia lupa membawa coat.Kaget saat Kibum menaruh cup kopi di pipinya.

“Dingin sekali?” Tanya Kibum seraya menyerahkan cup kopi di tangan Hanyeon.

Dengan gemetar Hanyeon mengangguk,menyesap pelan kopi yang ada di tangannya.Tersenyum saat hangatnya kopi mulai memasuki rongga tubuhnya.

Kibum yang berada tepat di sebelahnya terlihat melepas coat cream yang ia kenakan,memaikannya pada Hanyeon”Aku juga bingung kenapa akhir-akhir ini cuaca sangat tidak menentu” ucapnya pelan tanpa memandang Hanyeon.

Hanyeon hanya mengangguk”eoh..majayo,untunglah aku membawa beberapa baju hangat” ucapnya.

Kibum tersenyum “Sebaiknya kita kembali ke hotel,kalau lama-lama disini kita akan beku” Ucap Kibum seraya meraih lengan Hanyeon,memasukkan sebelah tangannya di saku coat yang di kenakan Hanyeon “Hangat?” Tanyanya.

Hanyeon mengangguk “Eoh..hangat” ucap Hanyeon mulai berjalan bersisian dengan Kibum.

-oo-

Hanyeon masih terus menikmati suasana perjalanannya kembali ke hotel.Di sisi jalan bersisian kebun teh,yang nampak indah dengan beberapa penerangan lampu-lampu neon warna-warni,mempercantik tempat itu pada saat malam hari.

“Aku ingin kesini lagi” ucap Hanyeon.

“Tentu saja” jawab Kibum tanpa mengalihkan pandangannya.

“Aku sangat ingin mengunjungi beberapa pagoda terkenal disini,aku juga ingin melihat beberapa petani teh memetik teh,dan—mungkin mampir ke salah satu pabrik sutera terkenal”

“Ne,ku rasa kita perlu liburan sesekali” ucap Kibum terus memperhatikan jalan di depannya.Tersenyum pelan.

-oo-

“Apa kau yakin?aku tidak perlu mengantarmu sampai ke kamar?” Tanya Kibum terlihat enggan melepaskan tangan Hanyeon.

Hanyeon mengangguk “Eoh…dengan kau mengantarku kemari saja sudah cukup” ucap Hanyeon tersenyum geli melihat wajah Kibum yang tiba-tiba cemberut.

Kibum menghembuskan nafasnya berat.Mengangguk pasrah karena harus berpisah dengan Hanyeon.Perlahan menarik Hanyeon ke dalam pelukannya,sekali lagi nafasnya terdengar berat.Hanya diam dan menepuk-nepuk pundak Hanyeon.

“Baiklah,sebaiknya kau segera masuk,udara di luar sangat dingin” ucap Kibum yang hanya di jawab anggukan oleh Hanyeon.

“Annyeong chagi-ya” ucap Hanyeon dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi kanan Kibum “Saranghae” ucapnya lembut,segera memalingkan tubuh meninggalkan Kibum.

Hanyeon baru saja memutar tubuh hendak meninggalkan Kibum,namun gerakannya terhenti karena Kibum menahan lengannya “Waeyo?” Tanyanya dengan wajah bingung.
“Setidaknya biarkan aku mengantarmu sampai depan pintu kamar” ucap Kibum tersenyum sumringah,dan tanpa persetujuan Hanyeon langsung menariknya menuju pintu lift.

-oo-

“Apa aku boleh masuk kedalam?” Tanya Kibum memasang tampang polos,membuat Hanyeon menghembuskan nafasnya berat.

Hanyeon menggelengkan kepalanya keras “Andwae” tolak Hanyeon tegas “Kau cukup mengantarku sampai di sini saja” lanjutnya seraya menunjuk pintu kamar “Selebihnya tidak boleh,arraseo”

Kibum memanyunkan bibirnya,memasang tampang memelas kemudian.

“Baiklah” ucap Hanyeon akhirnya.

Kibum tersenyum lebar “Khaja” ucapnya langsung menuju pintu yang tepat berada di belakangnya.Namun gerakannya terhenti begitu ia hendak memegang knop pintu.

“Ah..waeyo?” Tanyanya

Hanyeon tersenyum manis “Kita tidak akan masuk,apa kau tahu di dalam ada temanku?”

“Ayo,aku tahu suatu tempat dimana kita bisa berduaan” Hanyeon menarik lengan Kibum menjauh dari pintu kamar.Terkekeh pelan saat mendengar Kibum menggerutu di belakangnya.
-oo-

Hanyeon menghembuskan nafas.Mengeratkan blazer yang ia kenakan.Tersenyum pada sosok pria di sampingnya yang saat ini tengah menatap sekitarnya.

“Tempat yang bagus” ucapnya

Hanyeon hanya mengangguk dan ikut melihat sekitar.Kaget saat lagi-lagi coat yang tadi sempat ia kenakan kini membungkus tubuhnya kembali.
Saat ini mereka berdua berada di sebuah rumah kaca.Dimana di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman dan bunga.Kemarin saat jalan-jalan di pagi hari tanpa sengaja ia menemukan rumah kaca ini.Bersyukur karena tempat ini ternyata memang tidak dikunci dan bisa dimasuki siapa saja.

“Chagi-ya” panggil Kibum,membuat Hanyeon menoleh kearah suara.

Kibum semakin mendekat,menggenggam erat tangan Hanyeon.

“Apa kau tahu,ini adalah ulang tahun terbaik yang pernah ku alami”

Kibum tersenyum sekilas.Menarik Hanyeon hingga berhadapan dengannya.Memegang kedua pundak Hanyeon.Menatap lekat kedua mata hitam Hanyeon yang kini juga tengah memandangnya.

“Kau…adalah hadiah terindah tahun ini.Terima kasih karena sudah mau menjadi kekasihku.Terima kasih karena sudah mau menerima aku apa adanya.Mau menerima aku yang selalu pergi meninggalkanmu.Dan terima kasih banyak karena selalu menungguku”

Mata Hanyeon terlihat berkaca-kaca menatap Kibum.Langsung memeluk Kibum.Lama Kibum dan Hanyeon saling berpelukan sambil sesekali Kibum mencium pucuk kepala Hanyeon lembut.
Hanyeon melonggarkan pelukannya.Air matanya kini sudah mengenang di kedua matanya yang indah.Membuat Kibum menyeka dengan lembut air mata yang mulai turun itu dengan kedua ibu jarinya “Uljima” ucapnya pelan.

Hanyeon menggeleng pelan “Aku menangis karena aku bahagis” ucapnya parau.

“Aku…yang harusnya berterima kasih padamu.Karena mau menjadi kekasihku yang hanya orang biasa ini”

“Aku—hanya seorang fangirl dari seorang Kim Kibum,anggota Super Junior yang sangat di elu-elukan.Seorang aktor yang terkenal.Dan—aku bersyukur karena aku bisa menjadi kekasihmu,bahkan—kau melamarku”

Hanyeon menghembuskan nafasnya pelan “Apa kau tahu? harusnya kita berterima kasih pada Hyonie dan Yesung oppa,karena mereka lah aku bisa jadian denganmu sampai saat ini” ucap Hanyeon terkikik pelan.

Kibum tertawa “Eoh..majayo,aku juga harus berterima kasih pada Yesung hyung,karena dia lah aku bisa bertemu denganmu”

Hanyeon dan Kibum tertawa bersama.Mengingat kembali awal pertemuan mereka dulu,hingga saat ini.

“Hanyeon-ssi,gomawo” ucapnya seraya menarik pelan kepala Hanyeon,mengecup lembut kening Hanyeon “You are an amazing woman and a beautiful gift given to me” lanjutnya pelan,mulai menurunkan wajahnya.Bibirnya kini bertemu dengan bibir Hanyeon.Terasa hangat di cuacanya yang semakin dingin.

-Fin-

Note : ff special kibum birthday ini kelar karena terinsiprasi sama ff yanti ㅋㅋㅋㅋㅋ ceritanya hampir mirip,tapi ini versi saya 😀 senang tiap tahun bisa bikin ff buat ultahnya si killer semile ini,well…meskipun tidak aktif di suju lagi,tapi Kibum akan selalu ada di hati para ELF

Last “Saengil Chukhamnida Kim Kibum” °\(^▿^)/°

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s