Remember Me -chapter 4 end-

Untitled

Title : Remember Me [Sequel Cinta Membawanya Kembali] -Chapter 4[END]-

Author : @yanti_ni3z

Cast :
– Kim Kibum
– Hanyeon
– Lee Sang Rim

Lenght : Chapter

Genre : Romance,family

Author note : ff panjang ini akhirnya di akhiri di chapter 4.seperti yang author bilang sebelumnya,ff yang gagal one shot ini akhirnya di bagi menjadi 4 chapter.Akhirnya bisa tersenyum saat semua udah di post *jogetbarengkibum*
Makasih banget buat sahabatku tercinta si tuty,yang udah mau di repot2 ngedit plus bantuin motongin ff nya jad 4 chapter gini😄.
Akhir kata saya cuma mau bilang terima kasih buat yang baca ataupun ga.

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

Happy Reading ^^

Kibum baru saja selesai mandi.Rambutnya terlihat basah dengan handuk yang menggantung di leher.Kibum berjalan melewati kamar menuju dapur namun menghentikan langkah saat mendengar ponselnya berdering keras.

“Yoboseyo” “Waeyo?noona?”
“Apa terjadi sesuatu pada Hanyeon?”Eumm..arraseo noona” ucap Kibum mematikan sambungan telpon.

Panik.Kibum mengambil blazer coklat di lemari.Menyambar kunci di meja.

“Ayolah” gerutu Kibum kesal.Memukul stir mobil keras.Matanya tidak pernah lepas dari lampu lalu lintas sambil sesekali menaruh tangan di dagu.

Lampu hijau,Kibum langsung menancap gas.Setengah mendengus kesal.

-oo-

Hanyeon tiba pada sebuah gedung bertingkat dua bernuansa putih itu.Di depan gerbang tertulis “Seungri High School’.Mengelus pelan pagar yang masih kokoh itu.Mencoba mencari sepenggal ingatannya tentang sekolah ini.
Menatap gedung itu dengan tatapan’Apa aku sekolah disini dulu?’

Hanyeon masih berdiri di depan pintu masuk.Menatap sekeliling yang mulai terlihat ramai dengan orang-orang yang mulai berdatangan.

“Hanyeon-ssi” panggil seorang yeoja yang berdiri tepat di sebelah Hanyeon.Menatap Hanyeon dan tersenyum.

Hanyeon mengerutkan alis bingung dan menunjuk dirinya sendiri”Aku?” Ucapnya dengan nada bertanya.

Wanita dengan dress berwarna hijau marun itu tersenyum “Tentu saja” ucapnya riang “Gaja” lanjutnya seraya menarik Hanyeon masuk ke dalam gedung.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya wanita itu “Sudah berapa lama kita tidak bertemu?” Lanjutnya masih dengan senyum yang merekah.

Hanyeon tidak menjawab.Matanya sibuk mengamati sekitarnya.Alisnya berkerut samar saat melihat orang-orang yang ada di dalam gedung.

“Bagaimana hubunganmu dengan Kibum-ssi?apa sekarang kalian bertunangan atau sudah menikah?” ucapnya seraya memberikan Hanyeon segelas minuman.

Hanyeon menaikkan alis bingung “Kibum?” Gumamnya pelan.Ia bingung ‘Kenapa wanita ini menanyakan Kibum?ada hubungan apa antara ia dan Kibum?’

Hanyeon mengerjap sekali,bingung harus menjawab apa pada wanita yang saat ini berada di hadapannya ini.

Wanita itu mengangguk “Iya,Kibum.Kim Kibum” ucapnya memperjelas ucapannya.

“Ahh…apa kau masih marah padaku karena kejadian beberapa tahun lalu itu.Oh..ayolah itu sudah sangat lama.Hanyeon-ssi,mianhe”

“Nde?” Tanya Hanyeon semakin bingung.

Wanita berdress hijau marun itu menghembuskan nafas.Menundukkan kepala “Aku minta maaf karena aku lah hubunganmu dan Kibum sempat berantakan.Dulu aku sangat yakin bahwa aku bisa membuatnya melupakanmu, namun dugaan ku sangatlah salah.Aku memang bersamanya dan bisa jadian dengannya.Namun setelah kau memutuskan untuk pergi,Kibum langsung memutuskan hubungannya denganku.Kau tahu?kau sangat beruntung bisa memilikinya.Dari dulu tidak ada yang bisa menggantikan dirimu di hati Kibum”lanjut wanita itu tersenyum seraya memegang erat tangan Hanyeon.

Hanyeon membulatkan mata.Menatap wanita itu dengan tatapan ‘Benarkah?’.Hanyeon mengerjapkan mata beberapa kali.Bingung harus bagaimana?.Hanyeon baru akan membuka mulut,namun menghentikannya saat mendengar namanya di panggil.

Hanyeon menoleh ke arah suara.Disana diarah jam 9 Hanyeon melihat Kibum berjalan mendekatinya.Wajahnya terlihat cemas.

“Kibum-ssi” ucap Hanyeon singkat saat Kibum sudah berada di hadapannya terlihat menghembuskan nafas lega.

“Syukurlah” ucap Kibum berusaha tersenyum.Memegang pundak Hanyeon dengan kedua tangannya.

“Kibum-ssi”sapa wanita yang dari tadi bersama Hanyeon.

Kibum menoleh ke arah suara “Kim Haneul” ucapnya kaget saat melihat wanita yang berdiri di sampingnya itu tersenyum senang melihatnya.

“Ku pikir kau sudah melupakanku” gurau wanita yang ternyata bernama Kim Haneul.

Kim Haneul menatap Hanyeon dan Kibum secara bergantian “Syukurlah kalian masih bersama” ucapnya tersenyum tulus.

“Haneul-a” seru seseorang dari arah meja makanan.Terlihat melambaikan tangan “Chankaman” teriaknya pada orang memanggilnya.

“Aku pergi dulu” ucapnya seraya pergi meninggalkan Kibum dan Hanyeon yang mengangguk secara bersamaa.

-oo-

Kibum melirik Hanyeon sekilas “Jadi…apa yang ia ceritakan padamu?” Tanyanya

Hanyeon menoleh.Tersenyum “Tidak ada” ucapnya menggeleng pelan.

“Apa kau yakin?Dia…”Tunjuk Kibum pada Kim Haneul yang sudah bicara dengan salah temannya itu.Menatap Hanyeon dengan tatapan curiga sekaligus khawatir.
Kibum memiringkan kepala tampak berpikir”
Rasanya tidak mungkin Haneul tidak mengungkit hubungan yang pernah terjadi antara dirinya dan Haneul.Sehingga membuat Hanyeon pergi jauh darinya.”

“Kau yakin?” Tanya Kibum meyakinkan Hanyeon.

Hanyeon mengangguk “Hhuuummm”

Kibum hanya mengangguk.Menatap sekeliling.Tersenyum saat seorang pria menyapanya.Tidak menyadari bahwa Hanyeon terus menatapnya.Dan tidak menyadari Hanyeon sudah tidak berada di sampingnya lagi.

Panik.Kibum berjalan mengelilingi ruangan pesta.Sesekali tersenyum saat ada yang menegurnya “Kemana lagi wanita itu?” Gumam Kibum frustasi.Menaruh tangan di kedua sisi pinggang.
Kibum baru akan memutar tubuh pergi ke sisi lain ruangan pesta,namun menghentikan langkah saat manik matanya menangkap Hanyeon yang tengah berjalan di koridor.

Kibum menghembuskan nafas lega.Entahlah sudah berapa kali ia di buat panik Hanyeon hari ini.Membuatnya panik dan menghembuskan nafas lega di saat bersamaan.

Kibum melangkah keluar.Mengikuti Hanyeon dari belakang.Hanya diam tanpa ada niat untuk menegurnya sama sekali,membiarkan Hanyeon yang terus berjalan sambil sesekali berhenti.

Kibum dan Hanyeon sudah berada di lapangan sekolah.Pelan Kibum mensejajari langkah Hanyeon “Apa kau baik-baik saja?” Tanyanya pelan melirik sekilas Hanyeon yang hanya menganggukkan kepala.

Lama mereka berdua hanya diam,hingga hujan turun membuat Kibum dengan sigap merapatkan tubuh Hanyeon.Melindungi kepalnya dengan blazer.

Kibum dan Hanyeon tiba di depan sebuah ruangan.
“Kenapa tiba-tiba turun hujan” gerutu Kibum seraya menepuk-nepuk lengan bajunya yang basah.

Kibum terus menggerutu dan tidak memperhatikan raut wajah Hanyeon yang mulai berubah tegang.

Hanyeon menatap sekeliling ruangan.Samar-samar mendengar suara.Beberapa bayangan mulai berkelabat di otaknya.Seperti kaset yang kusut lama-lama bayangan itu semakin tertata.Hanyeon seperti melihat sebuah film.Ia dapat Melihat Kibum dengan seragam SMA nya,dan…

”Dingin Hanyeon-ssi?”tanya kibum penuh perhatian begitu di lihatnya getar kecil di bahu gadis itu

Han yeon cuma mengangguk.
”Ya…gwenchana?”kibum kaget

”Bibirmu pucat,kau sakit?”cemasnya

”Maagku…”ringis Hanyeon memegang perutnya yang terasa sakit.

”Ya Tuhan!! Ucap Kibum terlihat khawatir.

”Kenapa tidak bilang dari tadi?”maag tidak bisa di sepelekan,bisa pingsan jika perutmu tidak tidak secepatnya di isi.

”Gaja”Kibum menarik tangan Hanyeon menuju kantin.

”Otte?masih sakit?”tanya kibum setelah Hanyeon menghabiskan semangkuk mie ramen.

”Tidak begitu perih lagi”jawab Hanyeon seraya mengusapkan bibirnya dengan tissue.

Kibum tersenyum lega”Syukurlah,lain kali jangan biasakan perut kosong.Aku khawatir jika kau sampai sakit..”

-oo-
Kenangan itu tiba-tiba datang begitu saja di hadapan Hanyeon tanpa bisa di cegah.Hanyeon mencengkram kepalanya yang terasa sakit dan mau pecah.Hanyeon terduduk di lantai dengan nafas yang tersengal-sengal terus memegang kepalanya.

Kibum yang sadar Hanyeon terduduk langsung menghampirinya “Gwenchana?” Tanyanya cemas.

Hanyeon bisa memandang Kibum sekilas.Pandangannya kabur dan ‘Bruukk’ ia pun pingsang tepat di pelukan Kibum.

“Hanyeon-a…Hanyeon-a…”panggil Kibum cemas.Mengguncang tubuh Hanyeon yang terkulai lemah.

Tanpa berpikir panjang lagi Kibum langsung menggendong Hanyeon.Secepat mungkin membawa Hanyeon ke rumah sakit terdekat.

-oo-

Sudah 2hari semenjak kejadian Hanyeon pingsang malam itu.Kibum dan keluarga Hanyeon secara bergantian menungguinya di rumah sakit.

Kibum menghembuskan nafas berat.Menyenderkan kepala pada sofa.Memejamkan matanya untuk beberapa saat.Menatap sedih Hanyeon yang tengah di selimuti Lee Sang Rim.

“Kibum-ssi,apa kau mau ku belikan kopi ?” Tanya Lee Sang Rim berdiri tepat di hadapan Kibum.

Kibum hanya mengangguk sebagai jawabannya.Menatap sekilas punggung Lee Sang Rim yang membuka pintu kamar dan keluar.

Kibum bejalan ke arah ranjang Hanyeon.Duduk di sampingnya.Dengan perlahan menggenggam tangan wanita itu.
“Hanyeon-a, kumohon sadarlah.Kumohon jangan menyiksa ku seperti ini.Dari pada melihtmu tidak berdaya seperti ini,aku lebih memilih kau tetap lupa akan diriku” ucap Kibum sedih.

Kibum menundukkan kepalanya dalam.Menahan airmata yang hampir keluar.Kaget,saat tiba-tiba merasakan jari Hanyeon mulai bergerak.Kibum mengangkat kepala melihat Hanyeon yang perlahan mulai membuka mata.

Kibum tersenyum lega.Mengusap pelan pipi Hanyeon “Annyeong” sapanya singkat seraya tersenyum.

Hanyeon tidak menjawab.Memejamkan matanya sekilas dan membukanya lagi “Dimana ini?” Tanyanya pelan seraya memegang kepala.

“Di rumah sakit.Kau sudah 2 hari pingsan” jawab Kibum tersenyum.

Hanyeon mulai duduk dengan bantuan Kibum “Mwo?pingsan?” Ucapnya setengah tidak percaya.

Kibum mengangguk “Sebaiknya kau jangan banyak bergerak dulu” saran Kibum.

Kibum merapikan selimut Hanyeon.Tersenyum.Menoleh saat mendengar pintu kamar terbuka.

Di sana di depan pintu masih yang terbuka itu Lee Sang Rim melebarkan mata kaget.Langsung menghambur memeluk Hanyeon “Syukurlah akhirnya kau sadar”Ucap Lee Sang Rim penuh haru.Menatap tiap inci wajah Hanyeon.Mengusapnya lembut.Tersenyum saat menoleh ke arah Kibum.

“Eeonni” ucap Hanyeon pelan mencoba tersenyum.

“Bagaimana?apa ada yang sakit?” Tanya Lee Sang Rim

Hanyeon menggeleng pelan.Senyum masih mengembang di bibir pucatnya.
“Hanya—kepala ku”ucap hanyeon memegang kepalanya.

Lee Sang Rim melotot melihat Kibum yang hanya diam disamping tempat tidur “Ya!Kibum-ssi,kenapa kau malah diam saja di situ?bukankah kau seharusnya pergi memanggil dokter” ucap Lee Sang. Rim galak.

“Eoh?” Ucap Kibum bengong.Detik berikutnya ia tersenyum dan segera keluar mencari dokter.

5 menit kemudian dokter datang.Memeriksa keadaanya Hanyeon.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Lee Sang Rim

“Kondisi nona Hanyeon sudah membaik jadi kalian tidak perlu khawatir. Sakit kepalanya adalah efek samping karena dia tertidur selama 2 hari”jelas dokter.

“Syukurlah”ucap Lee Sang Rim tersenyum dan memegang tangan Hanyeon.

Setelah berterima kasih dan mengantar dokter keluar.Lee Sang Rim kembali duduk di sudut ranjang.

“Bagaimana,apa kau masih ingat dengan kami”tanya Lee Sang Rim seraya menunjuk dirinya dan Kibum.

Hanyeon mengangguk”Tentu saja aku ingat dengan kalian”ucap Hanyeon.

Kibum dan Lee Sang Rim tersenyum lega.Lee Sang Rim bahkan beberapa kali memeluk Hanyeon.Mengucap syukur berkali-kali juga.

“Noona” seru Kibum tiba-tiba membuat Lee Sang Rim dan Hanyeon menoleh secara bersamaan ke arahnya.

“Bagaimana kalau kita biarkan Hanyeon istirahat dulu.Ia baru saja siuman”

“Oh..Baiklah” ucap Lee Sang Rim langsung berdiri “Hanyeon-a,kau sebaiknya tidur,eoh!kalau ada apa-apa kau bisa memanggil dokter atau menelpon kami.Kami berdua keluar dulu.Lagipula kasian Kibum-ssi sudah 2 hari ia tidak tidur dan hanya makan sedikit” ucap Lee Sang Rim panjang lebar.

Hanyeon mengangguk dan segera membaringkan tubuhnya.Tersenyum saat Lee Sang Rim menyelimutinya “Jalja-yo.Aku akan menelpon ayah dan ibu” ucap Lee Sang Rim lembut seraya beranjak pergi meninggalkan Hanyeon sendirian.

Hanyeon menatap pintu yang sudah di tutup itu.Menatap langit-langit rumah sakit yang serba putih itu.Mendesah pelan.

“Mungkin mereka mengira aku ingat kejadian setelah kecelakaan,tapi—mereka tidak tahu kalau aku sudah ingat semuanya” ucap Hanyeon dalam hati “Biarlah,biar mereka tahu sebatas itu.Aku tidak ingin mereka menghkawatirkan aku lagi” lanjutnya mendesah pelan dan memejamkan mata.

-oo-

Kibum sebenarnya tidak ingin pergi saat itu.Entahlah kenapa ia malah menyarankan agar Hanyeon beristirahat.Dan lihatlah Lee Sang Rim langsung menyetujui sarannya.Membawanya keluar kamar.Dengan berat hati ia melangkah mengikuti Lee Sang Rim.
Tanpa di sadarinya Hanyeon terus memandang ke arahnya.

-oo-

Seminggu kemudian Hanyeon sudah di perbolehkan pulang ke rumah.

Di rumah Hanyeon bersikap seperti biasa.Ceria dan kembali memulai kegiatannya.Pergi ke kafe eonnienya.Kumpul dengan teman-temannya.

-oo-

Kibum mengetuk pelan pintu rumah bernuansa putih itu.Tersenyum saat pintu rumah terbuka.Menanyakan ‘Apakah Hanyeon ada dirumah?’ Menunduk lesu saat ia tidak bisa menemui Hanyeon.

“Mianhe Kibum-a,Hanyeon sepertinya sedang pergi,dan—eomonim tidak tahu kemana ia pergi” sesal ibu Hanyeon meminta maaf pada Kibum.

Kibum mengangguk “Gwenchana eomonim,mungkin waktunya saja yang kurang pas” ucap Kibum mencoba tersenyum.

Kibum membalikkan badan hendak keluar rumah,namun langkahnya terhenti saat ibu Hanyeon memanggilnya lagi.

“Kibum-a,mungkin—Hanyeon ada di taman.Akhir-akhir ini ia sering pergi kesana sendirian” ucap ibu Hanyeon.

Kibum mengangguk “Gamshamnida eomonim” ucap Kibum membungkukkan badan dan setelah itu melangkah.Tujuannya saat ini adalah taman.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di taman yang dimaksud ibu Hanyeon.Taman kecil yang berada di tengah-tengah komplek perumahan itu di tanami berbagai bunga dan ada beberapa pohon besar juga disana.

Waktu yang di butuhkan tiba ketaman ini tidak terlalu lama,hanya dengan berjalan kaki Kibum sudah tiba.Menatap sekeliling taman sore itu yang sepertinya tidak terlalu ramai.

Kibum berjalan masuk.Tersenyum saat matanya menemukan orang di carinya.

Disana di bawah pohon rindang yang menghadap kolam kecil,Hanyeon terlihat duduk sambil memandang kolam sambil sesekali melempar kerikil.
“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Kibum langsung duduk tepat di samping Hanyeon.Tersenyum menatap Hanyeon.

Hanyeon hanya tersenyum menyambut kedatangan kibum.Kembali menatap kolam.Menekuk kedua lututnya.Menaruh dagu di atas lutut yang di tekuk itu.

“Sudah lama aku tidak pernah kemari?” Ucap Kibum.

“Eumm..majayo” ucap Hanyeon singkat tanpa melihat Kibum.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu akhir-akhir ini?kau terlihat—aneh”

“Benarkah?”

Kibum menoleh melihat Hanyeon yang sore itu—entahlah terlihat cantik dimata Kibum.Apalagi saat angin mulai memainkan rambut Hanyeon.

“Hanyeon-a…”Ucap kibum gantung.

“Pabo!”ucap hanyeon tiba-tiba.Mendengus geli dan tertawa.
Kibum menaikkan alis bingung mendengar ucapan Hanyeon “Mwo?”

“Napeneum namja,kenapa tidak berterus terang dari awal bertemu.Kau bahkan membuatku bingung dan harus mencari sendiri kebenarannya.”Ucap Hanyeon, membuat kibum bertambah bingung.

Kibum menarik pundak Hanyeon,menatap mata wanita itu lekat-lekat “Apa yang kau katakan? apakah kau…”Ucap kibum dan memegang pundak Hanyeon.Matanya mencoba mencari jawaban dari mata Hanyeon.

Saat itu hanyeon hanya tersenyum seraya menaikkan kedua bahunya.

Alangkah terkejutnya Kibum saat melihat Hanyeon tersenyum padanya.Mengangguk pelan.

“Jadi…” Ucap Kibum “Benarkah?” Lanjutnya “Aku sedang tidak bermimpi kan?kalau pun ini mimpi aku berharap aku tidak bangun untuk saat ini”

Kibum langsung menarik Hanyeon ke dalam pelukannya.Memeluk erat Hanyeon hingga membuatnya sulit bernafas.

“Ya!!lepaskan aku,apa kau akan membunuhku,eoh” ucap Hanyeon memukul punggung Kibum mencoba melepaskan pelukannya.
Kibum langsung melepas pelukannya.Tersenyum sumringah”Mianhe”ucapnya tertawa.

“Aku kira,aku tidak akan pernah memelukmu seperti ini lagi”ucap kibum senang seraya memegang kedua pipi Hanyeon.

Hanyeon melotot melihatnya sehingga membuat
Kibum tersenyum canggung.Menggaruk tengkuknya “Kapan kau mengingat semuanya?” Tanyanya.

“Eummm…coba tebak?” Ucap Hanyeon terkekeh pelan.

“Apa waktu itu,waktu kau sadar dari pingsan mu”ucap Kibum yakin

Hanyeon mengangguk”Bingo!”Ucap Hanyeon seraya menjentikkan jarinya “Tebakan mu sangat tepat”lanjutnya.

Kibum mendengus geli “Kenapa tidak kau katakan dari awal?”

Hanyeon hanya menaikkan kedua bahunya acuh “Itu balasan buat mu”

“Mwo?Balasan untuk ku?”

“Ne,balasan dimana kau tidak pernah mengatakan kebenarannya padaku”

Kibum mendelik kesal “Kau tahu kan itu…
“Untuk kebaikan ku”ucap Hanyeon memotong ucapan Kibum.Membuat Kibum hanya menganggukkan kepalanya.

“Aku tahu,dan sangat memahaminya”lanjut Hanyeon tersenyum menatap langit yang sudah mulai senja.

Kibum menghembuskan nafas lega.Diam-diam bersyukur Hanyeon nya kini sudah kembali seperti dulu.

Kibum kembali memeluk Hanyeon hangat “Gomawo,gomawo karena sudah mengingat ku kembali” ucap Kibum tersenyum bahagia.

“Aku pun ingin minta maaf”ucap Hanyeon sehingga membuat Kibum melepaskan pelukannya.

“Minta maaf untuk apa?”tanya Kibum bingung

“Karena selama ini aku meragukan ketulusanmu.Sempat meragukan cintamu padaku.Dan—sudah membuatmu sedih akhir-akhir ini.Bingung dengan sikap dinginku padamu” ucap Hanyeon.

Kibum menggeleng pelan”Gwenchana”ucap Kibum seraya mencium dahi Hanyeon.Mengelus rambut hitam Hanyeon.

Kibum tersenyum lega. Menatap langit sore itu.Sore itu Kibum bahagia akhirnya Hanyeon sudah kembali padanya.Tidak sia-sia waktu 3 tahun ia menunggu Hanyeon kembali dari Kanada. 1 tahun membuatnya harus rela melihat Hanyeon seperti orang lain dan tidak mengenalnya.Cukup sudah kini yang ia inginkan adalah membahagiakan Hanyeon.Tidak akan membuatnya menangis ataupun membuatnya sakit.Berjanji akan selalu menjaga wanitanya ini selama-lamanya.

-THE END-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s