이게 무슨 일이야 (What’s Going On?)

Title : 이게 무슨 일이야 (What’s Going On?)

Author : tutimutz

Cast :
-Sandeul B1A4
-B1A4 Member
– A Girl

Lenght : One Shot

Genre : Romance maybe?

Author note :
Annyeong…author labil ini membawa ff.Ini adalah song ff ke dua yang saya buat.FF yang di buat dengan judul lagu B1A4 ini rencananya akan terus berlanjut dengan lagu-lagu yang ada di album terbaru B1A4 dan tentunya dengan cast berbeda.I hope you like ^^

Happy Reading ◦^⌣^◦​

“Why you do keep changing what you say? What are you saying?
You’re acting strange, you’re acting really strange
Don’t you know that your voice is especially shaky today?”

Sandeul menghembuskan nafas.Entahlah ia kesal atau sedang merasa curiga pada kekasihnya,karena beberapa hari ini gadis itu seperti menghindar darinya.
Sandeul mengeluarkan ponsel.Terlihat menekan beberapa angka di layarnya.

Sandeul mengerutkan alis.Kesal mendengar suara gadis di ujung sana.Terdengar gugup saat menyebutkan “Tentu saja aku—di rumah” terdengar tertawa sumbang”Oppa tahu kan aku jarang keluar rumah”ucapnya pada Sandeul.

Sandeul hanya mengangguk mengerti “Tidak bisakah kau jujur padaku?” Gumam Sandeul sebelum akhirnya mematikan ponsel.

Sandeul menerawang menatap langit malam “Apakah gadis ini tengah membohonginya dari sesuatu?”

-산들-

“Whenever you open your mouth, you lie every day
Whenever you open your eyes, you lie every day
Whenever you get a chance, you lie every day
Now I know
I knew this would happen”

Sandeul tersenyum.Setengah mendengus kesal.Sekarang ia tahu semua yang dikatakan gadis itu adalah kebohongan.Apalagi setiap mendapat kesempatan,ia pasti berbohong.Sandeul tahu pasti,ini selalu terjadi.Tapi—ia mengesampingkan itu,terus saja mencintai dan selalu memaafkan gadis itu.Ia tidak tahan melihat wajah imut gadis itu setiap kali meminta maaf saat ketahuan melakukan kesalahan.

“Geojitmal” ucap Sandeul dingin “Kenapa kau tidak terus terang saja dengan siapa kau saat ini” ucap Sandeul dingin.

-산들-

“What’s going on? On such a good day like this
What’s going on? On such a good day like this
You! baby I want you beautiful love (hey)
Wassup wassup tell me tell me wassup”

Sandeul mengerang kesal.Menjambak rambut.Terdengar menghembuskan nafas berkali-kali.

“Apa yang terjadi pada hari yang baik seperti?”Erangnya.

Sandeul menatap sekeliling kamar.Menatap tajam pada Baro yang baru masuk kamar.Membuat Baro menatapnya ‘Apa?’ dengan dagu terangkat.

“Kau kenapa?” Tanya Baro dengan santai menghempaskan pantatnya di ujung tempat tidur.

“Gadis itu—membuatku gila.Kau tahu hari ini aku berencana mengajaknya untuk makan malam.Ah..tidak bukan hanya malam ini,bahkan sudah semenjak beberapa malam yang lalu.Tapi—apa kau tahu?gadis itu seperti biasa berbohong,dan—itu membuatku curiga.Aku yakin ia tengah bersama pria lain saat ini” ucap Sandeul panjang lebar,dadanya terlihat naik turun menahan amarah.

Baro menatap Sandeul aneh “Apa kau gila?” Ucapnya membuat Sandeul kembali menatapnya horor.
“Ck!Gadis itu—entahlah?mungkin karena ia tahu aku menginginkannya dan tidak ingin lepas darinya,membuatnya memperlakukanku seperti ini” ucap Sandeul mendecakkan lidah.Menggeleng pelan.Dan melangkah keluar kamar meninggalkan Baro yang lagi-lagi hanya menatapnya aneh dari belakang.

-산들-

“Hey, be honest with me, who was that?
Who was it that you could link arms so naturally?
No matter how good I am to you, it’s all for nothing”

Sandeul menatap tidak percaya pada dua sosok yang berada tidak jauh darinya.Tengah tertawa.Sandeul menyipitkan mata memperjelas penglihatannya.Mengucek kedua matanya dengan tangan.Tidak salah lagi,gadis itu adalah kekasihnya.

Sandeul menganga saat melihat tangan mereka.Mereka dengan mesra bergandengan tangan saat ini.

Sandeul yang malam itu mengenakan jaket kuning terlihat mengeluarkan ponsel.Mencoba menghubungi gadis itu.Tersenyum aneh saat melihat gadis itu menerima telponnya.Tampak biasa saja menjawab semua pertanyaan Sandeul.
“Siapa yang tengah bersamamu saat ini,siapa yang menggandeng tanganmu itu?” Ucap Sandeul akhirnya tidak tahan melihat gadis itu terus-menerus membohonginya.

“Apa yang kulakukan selama ini tidak ada artinya sama sekali?” Ucapnya sedih menunduk menatap sepatu putihnya.

“Oppa…oppa ada dimana sekarang?” Tanya gadis itu sedikit panik.

Sandeul tidak menjawab dan langsung mematikan ponselnya.Pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.

-산들-

“Who’s fault is this?
Was giving you everything a sin? This isn’t right
I thought this might happen but
I really didn’t know it would actually happen
I should just eat, but what should I eat?”

Sandeul Berjalan gontai sepanjang jalan “Ige da nugueui thasiya(Ini kesalahan siapa?)” Gumamnya terus berjalan.Ia bahkan mulai berpikir “Apa mungkin ini salahnya?apakah ini hukuman atas dosa yang bahkan ia tidak tahu telah melakukan kesalahan apa?”

Sandeul mendesah berat “Tidak terpikir hal ini akan menimpa dirinya?kenapa ia bisa menyukai gadis seperti itu?”

Sandeul terkesiap saat merasakan ponselnya berdering.Mengerjap untuk beberapa saat.Ada nama CNU di layarnya.

“YAA!!Lee Jung Hwan,apa yang kau lakukan di luar sana?bukankah kau harusnya membelikan kami sundubu” ucap CNU terdengar marah.

Mendengar suara CNU yang berteriak di telpon membuat sandeul menjauhkan sedikit ponsel dari telinga “Ne,arraseo,mianhe,aku—hanya sedikit tersesat” ucapnya berbohong.

Sandeul menghembuskan nafas lega saat CNU akhirnya mau mengalah menunggu beberapa menit lagi.Sandeul menatap nanar ponselnya “Kau bahkan tidak mendukungku?lihatlah aku sekarang merasa lapar” bicara sendiri pada layar ponsel yang masih menyala.

“Aku harus mencarikan sundubu untuk yang lain kalau aku ingin selamat dari amukan member yang lain” ucap Sandeul seraya melangkah mencari tempat yang menjual sundubu.

-산들-

“My heart is hurting
And rain is falling
I’m like that but you are probably smiling”

Sandeul mendesis kesal saat akan keluar dari tempat orang menjual Sundubu.Memutuskan untuk berteduh untuk beberapa saat.Melihat langit malam yang tampak semakin suram setelah turunnya hujan.

Sandeul menghembuskan nafas.Memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.Sakit.
Sandeul mencoba menghirup udara di sekitar banyak-banyak.Merasakan sesak yang membuatnya sulit bernafas.Kejadian tadi kembali teringat di benaknya “Kau bahkan belum pernah tersenyum tulus seperti itu padaku” gumamnya lirih.

Sandeul tersenyum getir,merasa bodoh.Saat ini hatinya sangat sakit,dan—sepertinya gadis itu baik-baik saja,atau—mungkin sedang tertawa-tawa saat ini.

-산들-

Sandeul menghembuskan nafas,terlihat ragu menekan bel apartemen,beberapa kali ia menarik tangannya kembali saat hendak menekan bel.
“Naega wae?” Ucapnya tertawa geli

Mantap,Sandeul menekan bel.Menunggu untuk beberapa detik.Menekan lagi dan lagi “Ck!kemana dia?” Ucap Sandeul wajah penuh tanya.

Sandeul diam sejenak terlihat berpikir “Apa sebaiknya aku menunggunya saja?”Gumamnya pelan terlihat menerawang “Sebaiknya kuhubungi saja dia” lanjutnya seraya merogoh saku jeans.

Sandeul menaruh ponsel itu ditelinga kanannya,berdiri tepat di samping tumpukan kardus yang berada di dekat pintu sehingga membuatnya tidak terlihat.

Seraya menunggu panggilannya di jawab,tanpa sengaja ia mendengar suara dering ponsel di dekatnya.Merasa penasaran Sandeul mengeluarkan sedikit kepalanya dari tumpukan kardus.Terbelalak kaget saat melihat seseorang, bukan hanya gadis itu tapi juga seorang—priasedang berdiri di depan pintu apartemen.

Dari tempatnya Sandeul dapat melihat gadis itu,yang tengah di telponnya terlihat mengeluarkan ponsel.Terlihat menggerutu dan mematikan ponselnya.Tersenyum menggandeng seorang pria masuk ke dalam apartemennya.

Sandeul merasa sakit.Ia menyenderkan tubuhnya pada tembok.Memejamkan mata beberapa saat.Hanya berdiri disana untuk waktu yang lama.Tersenyum getir dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

-산들-

Sandeul tersenyum menatap langit siang itu.Menyipitkan mata saat matahari terasa menyilaukan matanya.Kaget dan menoleh saat merasakan pundaknya di tepuk seseorang.

“Gwenchana?”Tanya seseorang yang tidak lain adalah Baro

Sandeul tersenyum dan mengangguk “Hmmm..Gwenchana-yo”

“Syukurlah ucap Baro tersenyum,menepuk pelan pundak Sandeul “Gaja” ucapnya seraya masuk kedalam mobil.

Sandeul mengangguk dan akan melangkahkan kaki masuk kedalam mobil,namun langkahkahnya terhenti saat sebuah tangan menarik bagpacknya.

Sandeul sontak menoleh dan terkejut saat melihat seorang gadis tengah memegang bagpacknya.Gadis dengan blouse hijau dan skirt berwarna senada itu tersenyum padanya “Bisa minta waktu sebentar?” Ucapnya pelan tanpa melepaskan tangannya dari bagpack Sandeul.

Sandeul menghembuskan nafas.Melihat ke arah mobil dimana Baro juga melihatnya “Aku akan menyusul kalian” teriaknya pada Baro yang akhirnya menutup pintu mobil.

Sandeul berpaling,menatap malas gadis yang saat ini ada di hadapannya “Hanya sebentar kan,aku-masih banyak jadwal?”Ucap Sandeul dingin.

“Oppa…” Panggil gadis itu “Mianhe” ucapnya lirih mulai menunduk.

“Bukankah sudah ku katakan satu minggu yang lalu,kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sekarang” ucap Sandeul masih tidak melihat wajah gadis itu.Gadis yang sudah membuatnya patah hati.

“Hiks…Hiks…mianhe oppa,jeongmal mianhe” ucap gadis itu pelan masih menundukkan kepala.Terlihat meremas ujung bajunya.

Sandeul mendesah pelan “Keumanhe” ucap Sandeul lembut.Menatap kasian gadis di hadapannya.Perasaannya yang sangat sensitif dan tidak bisa melihat wanita menangis lah yang menjadi kelemahannya.Ia akan mudah memaafkan orang yang meminta maaf sambil menangis.Hatinya tidak tega melihat seorang wanita menangis.Baginya melihat wanita menangis bagaikan melihat ibu nya sendiri yang menangis.

Sandeul mengelus pelan pundak gadis itu “Apa kau tahu,saat pertama kali kita jadian?aku sangat senang dan selalu memikirkanmu.Setiap hari dan setiap saat,bahkan—hari ini aku masih memikirkanmu,tapi…apa yang kau lakukan akhir minggu kemarin membuatku-kau tahu?” ucap Sandeul pelan seraya berpaling hendak pergi.

“Oppa…”Panggil gadis itu parau “Aku minta maaf,aku tahu aku salah,aku tahu aku selalu membohongimu,tapi…bisakah kau memaafkan ku sekali ini?” Lanjutnya.

Sandeul menggeleng pelan.Sebenarnya ia sangat ingin memaafkan gadis itu.Gadis yang jujur masih sangat ia sayangi itu “Mianhe” ucap Sandeul pelan “Kalau saja waktu kau bilang yang sesungghnya aku-mungkin akan memaafkanmu saat itu juga,tapi-kau tidak melakukannya dan terus berbohong padaku” lanjut Sandeul seraya berpaling,pergi meninggalkan gadis itu.

“Ah…” Ucap Sandeul tiba-tiba menjentikkan jarinya dan menghentikan langkahnya.Berbalik melihat gadis itu yang terlihat menyeka airmatanya.

“Ya neo nahanthe jalhae algetji?(Hei Bisakah kau lebih baik kepadaku)”ucapnya tersenyum puas langsung pergi begitu saja meninggalkan gadis itu yang menatapnya sedih.

Sandeul tersenyum merentangkan tangannya,menghirup udara musim panas yang entahlah-terasa sejuk menurutnya.Akhirnya setelah 1 tahun menjalin hubungan dengan gadis itu,Sandeul memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.Tersenyum puas saat satu minggu yang lalu ia akhirnya bisa lepas dari gadis yang tidak pernah jujur padanya.

Sandeul masih tersenyum seraya merentangkan tangannya.Kaget saat mendengar dering ponselnya.

“Ne arraseo hyung” ucapnya panik langsung menyetop sebuah taksi yang lewat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s