Remember Me [Sequel Cinta Membawanya Kembali] -Chapter 1-

Untitled

Title : Remember Me [Sequel Cinta Membawanya Kembali] -Chapter 1-

Author : @yanti_ni3z

Cast :
– Kim Kibum
– Hanyeon
– Lee Sang Rim

Lenght : Chapter

Genre : Romance,family

Author note : ga tau kenapa tiba-tiba pengen bikin lanjutan ff ini “Cinta Membawanya Kembali”
Akhirnya saya memutuskan untuk membuat sequelnya.Dalam waktu sehari dengan kebut-kebutan.Akhirnya ff ini kelar dan berakhir lumayan bagus setelah di tangani tuty ㅋㅋㅋㅋㅋ,mian karena udah bikin pusing sama kalimat2 yang kebanyak singkatan,dan juga harus rela di tertawakan
karena beberapa kalimat ㅠ ㅠ tapi tetap bersyukur karena tuty mau memperbaikinya dan membantu saya.
Aahh..akhirnya saya jadi kebanyakan ngomong kan ㅎㅎㅎㅎㅎ

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You 🙂

Happy Reading ^^

Tirai kaca terbuka lebar,membuat sinar matahari memasuki kamar Han yeon. Dengan tersenyum Han yeon menyapa pagi yang indah. Tak lupa kebiasaannya mencium liontin berbentuk hati yang melingkar di lehernya.

“Selamat pagi”ucap Hanyeon tersenyum pelan,seraya memegang erat liontinnya itu.
Satu tahun sudah semenjak kepergian seorang Kim Kibum dari Han yeon.
Hari ini wajah hanyeon sangat cerah secerah hari itu.

“Eomma,aku berangkat dulu”pamit hanyeon pada ibunya

Hari ini rencananya Hanyeon ke kafe Lee Sang Rim eonnie untuk membantu eonnie kesayangannya itu.

Tersenyum.Hanyeon memandang kafe eonnienya terlihat ramai.Matahari masih belum meninggi.Maklum ini jam orang berangkat kerja.Kafe itu selalu ramai tiap jam sarapan pagi dan makan siang.

Hanyeon melangkah menyebrang jalan.Senyum tidak pernah hilang dari wajah manisnya.Seolah menjadi kewajibannya untuk datang setiap hari ke kafe itu.Kafe yang entah kapan di dirikan itu karena ia sama sekali tidak mengingatnya,membuatnya selalu nyaman berada disana,ia senang melihat orang-orang yang menyapanya disana.

Terdengar bunyi ‘Ting’ pendek saat Hanyeon membuka pintu kafe.Tersenyum menyapa salah satu karyawan yang tengah membereskan meja.
“Annyeong haseyo” sapanya ramah seraya berjalan menuju meja kasir.

Seperti biasa Hanyeon selalu duduk di meja kasir tiap kali datang ke kafe.
Setelah menaruh tas selempangnya,Hanyeon mengedarkan pandangannya ke seluruh kafe.Pandangannya berhenti saat melihat eonnienya tengah bicara dengan seseorang yang—tidak pernah di lihatnya di salah satu sudut kafe.

Mengerutkan alis.Hanyeon bergumam pelan “Apa itu kekasih eonnie?”ucapnya “Apa yang mereka bicarakan,sepertinya sangat serius”lanjutnya masih memandang eonnienya itu.

Hanyeon terus memandangi eonnie dan pria itu,ia terkesiap saat mendengar seorang pelanggan memanggilnya “cogi-yo”
Hanyeon sontak mengalihkan pandangannya dan tersenyum ramah pada pelanggan yang menatapnya tidak sabaran meminta bil pembayarannya.

Setelah meminta maaf dan memberikan kembalian pada pelanggan Hanyeon kembali melihat ke arah sudut kafe dimana Lee Sang Rim eonnie bicara dengan pria tadi.

“Ah mana mereka?”ucap Hanyeon saat menyadari Lee Sang Rim dan pria itu sudah tidak ada lagi di tempatnya, matanya menyusuri seluruh ruangan kafe berharap menemukan dua sosok itu.

“Hanyeon-a,apa yang kau lakukan?”ucap lee sang rim yang sontak membuat Hanyeon terkejut.

Hanyeon terkejut seraya menepuk-nepuk dadanya pelan “Omo,eonnie”ucapnya.

Lee Sang Rim menatapnya aneh “Apa yg kau pikirkan sehingga sampai begitu terkejutnya”tanyanya.

Hanyeon menatap Lee Sang Rim lamat-lamat “Eonnie…”Ucap han yeon gantung,terlihat ragu untuk untuk melanjutkan kalimatnya.

“Mwo?”Jawab Lee Sang Rim santai seraya sibuk membuat kopi.

Hanyeon menarik nafas pelan “Apa
— tadi kekasih eonnie?”tanya Hanyeon.

Lee Sang Rim menaikkan alisnya bingung “Kekasih?Yang mana?”

Hanyeon menatap eonnienya itu dengan tatapan ‘Eonnie hilang ingatan ya?’ “Tadi,yang sedang bicara sama eonnie,yang tadi duduk di situ” ucap Hanyeon seraya menunjuk dimana tadi ia melihat eonnienya bicara dengan seorang pria.

Lee Sang Rim terlihat hanya mengangguk “Oh itu, dia teman eonnie yang baru pulang ke korea”jawab Lee Sang Rim santai.

“Jinja,tapi kenapa kalian terlihat serius berbicara? “tanya Hanyeon penasaran.

Lee Sang Rim memukul pelan jidat Hanyeon “Kau masih kecil.Walaupun ku jelaskan kau tidak akan paham” ucap Lee Sang Rim terkekeh pelan.

Hanyeon mengaduh.Mengelus jidatnya yang teras sakit “Ya!aku bukan anak kecil”ucap Hanyeon membrengut kesal.

-oo-

Malam itu.Malam ketiga di musim semi.Hanyeon seperti biasa berada di kafe.
Ia dengan senang hati saat tadi sore eonnienya memintanya menjaga kafe untuk malam ini.

Hanyeon yang terlihat bosan karena sepi menopang dagu dengan tangan kanannya malam itu menoleh saat suara ‘Ting’ pendek pertanda pintu kafe terbuka.Ia menurun kan tangannya di atas meja mulai memasang senyum terbaiknya.Ia sangat hafal dengan bunyi itu,pintu akan berbunyi apabila pintu di buka dari luar.

“Annyeong haseyo”sapa seorang pelayan kepada tamu dan membuat pandangan han yeon tertuju pada tamu yg baru masuk kafe mereka.

Senyum yang sudah mengembang di bibir Hanyeon tiba-tiba lenyap saat melihat siapa yang baru saja di sapa pelayan.
Ia melihat pria dengan cardigan berwarna putih itu dengan tatapan ‘Bukankah itu pria yang bicara pada Lee Sang Rim eonnie kemarin?’alisnya berkerut samar terus memperhatikan pria yang sekarang tengah melihat sekeliling kafe.

Hanyeon buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain saat tanpa sengaja mata mereka bertemu tadi.
Hanyeon melirik sekilas pria itu yang ternyata masih menatapnya dengan tatapan sedih.

Dari balik meja kasir Hanyeon terus melihat pria itu.Dengan santainya pria itu menyantap makan malamnya,meski sesekali terlihat melirik ke arah kasir.Tersenyum saat melihat Hanyeon panik mengalihkan pandangannya ke arah lain karena ketahuan terus memandangnya.

-oo-

Hanyeon mencoba tersenyum ramah saat pria itu berjalan ke meja kasir dan membayar makanannya.Berterima kasih.Tersenyum singkat dan pergi.

Hanyeon yang entah mengapa merasa kalau pria itu sedang sedih saat pandangan mereka bertemu tadi tiba-tiba berseru memanggilnya yang sudah hampir memegang gagang pintu keluar.

“Cogiyo” seru Hanyeon seraya keluar meja kasir menyusul pria yang sudah memegang gagang pintu keluar itu menghentikan langkahnya.

Hanyeon tersenyum “Apa kau kesini ingin bertemu eonnie ?” Tanya Hanyeon ramah.

Pria itu tidak menjawab namun hanya menatapnya lama,tatapan mata yang sedih “Apa kau benar-benar melupakanku?” Tanyanya dengan nada sedih.

Hanyeon hanya diam mendengar pertanyaan yang tidak terduga itu,ia menatap pria di hadapannya itu dengan tatapan’melupakan siapa?’,meski kaget Hanyeon akhirnya hanya diam mematung di tempatnya berdiri memandang punggung pria yang ada di hadapannya tadi mulai pergi meninggalkan kafe menghilang bersama mobil sport putihnya.

-oo-

Hanyeon masih berdiri mematung di depan pintu masuk.Pikirannya tiba-tiba di penuhi oleh wajah pria yang entah mengapa membuatnya merasa kasian dan ingin menghiburnya.Hanyeon bahkan tidak menyadari Lee Sang Rim yang masuk kafe menatapnya bingung.

“Hanyeon-a,apa yang kau lakukan di sini?bukankah kau harusnya berada di meja kasir?” Suara Lee Sang Rim yang bertanya itu sontak membuat Hanyeon menoleh ke arah suara.

“Ah..eonnie,kapan masuk?” Tanya Hanyeon sehingga membuat Lee Sang Rim menatapnya dengan alis terangkat “Baru saja” jawabnya seraya berjalan masuk

Hanyeon hanya ber Oh ria dan berjalan mengekor di belakang Lee Sang Rim.Ingin rasanya ia menceritkana pada eonnienya itu apa yang telah terjadi barusan.Yang membuatnya berdiri mematung di depan pintu kafe dan tidak menyadari eonnienya itu masuk.Namun entah kenapa tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya hingga ia memutuskan untuk kembali ke rumah.

-oo-

Pagi yang cerah di musim semi.Hanyeon tersenyum menyambut pagi.Merentangkan tangan menghirup udara musim semi yang terasa manis di beranda kamarnya.

Setelah melakukan ritual paginya Hanyeon pergi ke luar.Menuruni tangga sambil sesekali bersenandung.Ia tersenyum saat melihat ibunya berada di dapur.

“Eomma” sapanya manja seraya memeluk ibunya dari belakang.

“Pagi,anak eomma yang cantik” jawab ibunya tersenyum.

Hanyeon yang masih memeluk pinggang ibunya melihat sekilas apa yang tengah di lakukan ibunya dan bertanya dengan polosnya “Eomma,kenapa pagi-pagi sudah terlihat sangat sibuk?apa kah akan ada acara?” Ucap Hanyeon seraya mengambil satu potong kimchi lobak di dalam mangkuk.

“Itu eonnie mu mengundang temannya yang baru saja pulang dari luar negri”jawab ibunya santai kembali sibuk menata makanan ke dalam piring.

“Teman?teman dari luar negeri” gumam Hanyeon “Apakah…” Hanyeon menghentikan kalimatnya.

“Waeyo?” Tanya ibunya saat melihat Hanyeon tiba-tiba terdiam dengan tangan masih memegang makanan.

“Ah..aniyo eomma,aku hanya bergumam tidak jelas” ucap Hanyeon tersenyum sumringah dan langsung pergi meninggalkan dapur membuat tanda tanya di wajah ibunya.

Hanyeon mendengus geli “Kenapa ia malah berpikir kalau yang akan datang itu adalah pria yang kemarin ada di kafe?”

Hanyeon menggelengkan kepalanya.Tertawa pelan dan melangkah naik ke kamarnya.Langkahnya terhenti di anak tangga ke dua saat bel pintu rumah berbunyi.

“Ne,chankaman” serunya memutar tubuh dan bergegas menuju pintu.
Hanyeon tercengang saat melihat sosok yang berdiri di balik pintu itu.Pria dengan blazer hitam dan t-shirt putih itu tersenyum menatapnya.

“Annyeong haseyo” sapanya ramah seraya membungkukkan badannya sedikit.

Hanyeon yang masih kaget hanya mematung.Sama sekali tidak bereaksi.Jangankan menjawab salam,tersenyum pun tidak.Entahlah Hanyeon merasa tersihir dengan senyuman pria itu.

Dari dalam rumah Lee Sang Rim berseru “Siapa yang datang?” Tanyanya.
Lee Sang Rim melebarkan matanya saat melihat pria itu menatap aneh Hanyeon yang hanya diam.

“Kenapa tidak kau suruh masuk” ucap Lee Sang Rim seraya menepuk pelan pundak Hanyeon sehingga membuat Hanyeon hanya mengucapkan kata “Eoh?” Ucapnya membeo.

Lee Sang Rim mendecakkan lidahnya dan mempersilahkan pria itu masuk seraya berseru

“Appa,eomma ini teman yang ingin aku kenalkan”ucap lee sang rim

Hanyeon mengerjapkan matanya beberapa kali “Apa yang barusan itu?ia tersenyum?”Gumamnya masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Hanyeon menepuk kedua pipinya pelan”Mungkin aku hanya berhalusinasi” ucapnya seraya berjalan masuk ke dalam.

Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Kim Kibum pada ke dua orang tua Hanyeon dan Lee Sang Rim.

“Annyeong haseyo,perkenalkan nama saya Kim Kibum” ucapnya mengenalkan diri membungunkukkan badannya dalam-dalam kepada ayah dan ibu Hanyeon.

Ibu Hanyeon tersenyum dan menyambut ramah Kibum.Setelah Kibum duduk,Hanyeon yang berdiri tepat di seberang Kibum di panggil ibunya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Lee Sang Rim saat menyadari Hanyeon sama sekali belum beranjak dari tempatnya “Ayo pergi sana bantu eomma di dapur menyiapkan makan malam” lanjut Lee Sang Rim

Hanyeon mendengus kesal dan akhirnya pergi meninggalkan ruang tamu.

Setelah makanan tersaji,ibu Hanyeon memintanya memanggil mereka yang ada di ruang tamu.Namun bukannya memanggil Hanyeon malah berteriak memanggil mereka “Eonnie,Appa,makanan sudah siap” teriaknya acuh.

Mendengar Hanyeon berteriak seperti itu membuat ibunya kesal dan memukul pundaknya “Ya!bukankah kita ada tamu sekarang?” Bentak ibunya marah.

Hanyeon hanya memandang ibunya dengan tatapan ‘memangnya kenapa kalau aku teriak?’.Hanyeon dengan acuh menaikkan kedua bahunya dan duduk lebih dulu.

Hanyeon hanya diam selama makan,ia bahkan tidak perduli atau lebih tepatnya tidak ingin ikut dalam pembicaraan antara ayah,ibu,kakak dan…Kim—Kibum.
Meski terlihat cuek,namun Hanyeon dapat merasakan kalau terkadang pria itu menatapnya sesekali.Ia melihat sekilas Kim Kibum seolah berkata’Ada apa dengan pria ini’ “Ck!” Hanyeon mendecakkan lidahnya.

Acara makan malam itu berakhir sekitar pukul 8 malam,dilanjutkan dengan ngobrol di ruang tamu.Hanyeon memilih untuk tidak ikut dan memutuskan untuk kembali ke kamar.Mengambil novel dan membacanya.

Hanyeon yang tengah asyik membaca novel terkejut saat mendengar ibunya meneriakinya dari bawah.
“Hanyeon-a,apa kau tidak ingin ikut mengantar kibum,ia sekarang ingin pamitan pulang”ucap ibunya.

Hanyeon diam.Menutup novelnya sekilas.Tampak ragu.Dan akhirnya kembali membuka novel dan membacanya.

Entahlah mungkin karena penasaran atau apa,setelah mendengar suara mobil di hidupkan Hanyeon tiba-tiba melempar novelnya asal dan menghambur berlari menuju balkon.
Tanpa Hanyeon sadari,ia sudah menghembuskan nafasnya berat.Memandang mobil sport putih itu menghilang di kegelapan malam.

Meski hanya sebentar,sebelum Kibum masuk ke dalam mobil.Pria itu melihatnya yang berdiri di atas balkon.Pandangan itu pandangan yang sama setiap kali pria itu menatap Hanyeon.Tatapannya terlihat sedih.

“Siapa kau sebenarnya?kenapa kau selalu memandangku dengan tatapan seperti itu?” Gumam Hanyeon pelan seraya kembali ke dalam kamar.Menutup pintu balkon menyisakan beribu tanya di luar sana.

-TBC-

Iklan

2 pemikiran pada “Remember Me [Sequel Cinta Membawanya Kembali] -Chapter 1-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s