Hyosung Story “YESUNG ENLISTMENT”

peu_20121126_497

Title : Hyosung Story “YESUNG ENLISTMENT”

Author : tutimutz

Cast :
– Yesung Super Junior
– Hyonie [Oc]
– Super Junior member

Lenght : One Shot

Genre : Romance maybe

Author note : ff ini tercipta saat dengar Yeye mau wamil,galau?pasti dong,siapa sih yang ga galau saat dengar berita mendadak begitu *bener ga clouds?* well meskipun saya ga bisa bikin yang angst tapi setidaknya ini lah perasaan saya saat menulis ff ini.

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

Happy Reading ^^

Hyonie menatap layar ponselnya tidak percaya “Mwo?” Ucapnya singkat.Tanpa menunggu lagi Hyonie langsung menekan angka 3 sebagai panggilan cepat.

Sambil menunggu telponnya di angkat Hyonie berjalan mondar mandir di kamarnya sendiri “Oh..Ayolah chagi-ya,tolong angkat telponmu” ucapnya.

Telponnya masih belum di angkat,Hyonie menghembuskan nafasnya berat melirik sekilas jam di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 11:00 PM “Harusnya Sushow sudah berakhir kan?” Ucapnya terus mencoba menghubungi kekasihnya.

Setelah mencoba beberapa kali Hyonie tidak berhasil menghubungi kekasihnya,akhirnya ia hanya meninggalkan pesan suara “Chagi-ya,neo odiseo?Apa kau baik-baik saja?kalau kau sudah selesai telpon aku”

-효성-

Super show 5 baru saja berakhir.Di ruang ganti Yesung terus menitikkan airmatanya,ia bahkan harus di tenangkan oleh member lain.Tidak hanya member lain tapi orang tua dan adiknya juga terus mencoba menenangkannya.

Malam ini,ia merasa sangat sedih karena ini adalah konser terakhirnya sebelum masuk wajib militer.

Ia menghabiskan lima tahun sebagai trainee dan dengan fans dan Super Junior selama delapan tahun itu membuat emosinya naik,ia tidak bisa membendung air matanya yang terus saja keluar tanpa bisa ia cegah.

Tadi sebelum konser berakhir ia sempat bicara

” aku lupa betapa istimewanya untuk berdiri di atas panggung dan bernyanyi. Aku baru sadar betapa aku akan lama lagi untuk berada di sini. Meskipun aku tidak ada, harap mendukung Super Junior, dan juga tolong mengingatku. “

“Hyung..uljima,eoh” ucap Eunhyuk yang dari tadi terus menepuk punggung Yesung pelan.

“Hyung,jebal uljima,kalau kau menangis terus aku juga tidak bisa menahan air mataku” ucap Ryeowook seraya menyapu air mata yang terus menetes di kedua pipi Yesung.

Yesung hanya diam terus menundukkan kepalanya dalam.Dalam pikirannya ia memikirkan Hyonie.Ia belum sempat membicarakan tentang wajib militer pada kekasihnya itu.Dan Yesung yakin Hyonie pasti sudah tahu berita itu sekarang.

Dengan Eunhyuk yang masih mengusap punggungnya dan Ryeowook yang terus menyeka airmatanya,Yesung akhirnya berdiri menyapu air matanya dengan punggung tangannya kemudian tersenyum pada semua orang yang berada di ruangan ganti itu “Semuanya terima kasih banyak” ucapnya membungkukkan badannya 90 derajat. Melihat Yesung seperti itu membuat semua member memeluknya dan menyemangatinya.

Setelah berpelukan lumayan lama,Yesung berjalan menuju ke dua orang tua nya yang duduk di sudut ruangan.Melihat Yesung ibunya langsung memeluknya “Gwenchana” ucap ibunya singkat seraya mengelus pelan kepala putra kesayangannya itu.

Yesung mengangguk dalam pelukannya ibunya.Dengan masih dalam pelukan ibunya,ayahnya mengusap pelan punggungnya “Aku akan baik-baik saja,aboji” ucap Yesung pada ayahnya “Kecuali…” ucapnya gantung seraya tersenyum pelan “Kecuali apa?” Tanya ayahnya

“Hyonie,aboji” ucap Yesung singkat kemudian pergi mengambil bagpack hitamnya.Ia terlihat mengambil ponselnya dan melebarkan matanya saat melihat ada begitu banyak telpon dari Hyonie.Yesung baru akan menghubungi Hyonie,namun ia menghentikannya.Ia hanya menatap ponselnya lumayan lama.Yesung menghembuskan nafasnya berat seraya menekan pesan suara yang masuk “Mianhe chagi-ya” ucapnya seraya mematikan ponsel.

-효성-

Seoul Olympic Park,SS5 day-2
Pukul 6.30 PM,Hyonie terlihat mondar-mandir di area parkir.Sesekali ia melihat ke arah mobil van Super Junior berharap salah satu member Super Junior keluar dari dalam.Ia bahkan tidak mengalihkan pandangannya sedetik pun dari sana.

Sembari menunggu Hyonie menyenderkan tubuhnya di tembok sambil sesekali mengetuk lantai dengan kakinya.

Hyonie menghembuskan nafasnya berat karena ia tidak bisa masuk ke dalam.Hyonie terlihat sedikit cemberut dan memukul kepalanya pelan “Pabo,harusnya aku tidak sakit ” sesalnya.

Dari tempatnya berdiri ia bisa mendengar meriahnya suasana konser di dalam stadium.Ia terlihat beberapa memanjangkan lehernya saat melihat beberapa staf yang terlihat keluar.Hyonie menghembuskan nafasnya berat melihat beberapa staf yang tidak di kenal “아..harusnya manager oppa yang keluar” gumamnya.

Merasa bosan akhirnya Hyonie memberanikan diri mendekat ke arah para petugas keamanan.Setelah menarik nafas yang panjang Hyonie berjalan mendekati salah satu petugas keamanan yang tubuhnya besar.Hyonie meneguk air liurnya ciut melihat tampang sangar para petugas.

“Ahjussi,biarkan aku masuk” ucap Hyonie menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

“Maaf nona anda tidak bisa masuk karena anda bukan staf” ucap salah satu security yang berpakaian serba hitam itu.

Hyonie memasang tampang memelas “Ahjussi,aku harus masuk ke dalam sekarang juga karena-” Hyonie terlihat mengeluarkan sesuatu dari tas selempangnya.

Hyonie mengacungkan kacamata hitam di tangannya “Aku di suruh mengantarkan kacamata ini pada Yesung.Apa anda tahu karena tidak menggunakan kacamata ini kemarin Yesung terjatuh di panggung” ucap Hyonie seraya memutar-mutar kacamata di hadapan petugas itu.

Petugas keamanan melihat kacamata dengan huruf Y,ia terlihat mengerutkan alis,ia melihat kacamata dan Hyonie secara bergantian.
Petugas itu terlihat diam seperti mengingat sesuatu,ia tiba-tiba berseru memanggil seorang namja dengan baju bertuliskan”STAFF”

“Cogiyo,apa benar ini kacamata salah satu member Super Junior?”Tanyanya seraya mengacungkan kacamata hitam bertuliskan huruf Y di sudut frame.

Staff itu melihat sekilas dan mengangguk”Ne,itu milik Yesung” ucapnya singkat kemudian pergi begitu saja.

Petugas berbadan besar itu melihat Hyonie yang masih tersenyum manis padanya”Baiklah,kau boleh masuk”ucapnya menyerahkan kacamata dan dengan perlahan menggeser tubuhnya ke samping membiarkan Hyonie masuk.

“Gamshamnida ahjussi”ucap Hyonie menundukkan kepala dan tanpa menunggu lagi ia langsung masuk.
Hyonie terkekeh pelan”Untung aku membawanya” ucapnya seraya memasukkan kacamata hitam itu ke dalam tas selempang.
Hyonie terlihat merapikan poninya yang agak berantakan,dengan senyum mengembang ia mulai melangkah memasuki ruangan.

-효성-

Yesung melangkah keluar kamar mandi,ia terlihat menghembuskan nafasnya berat.Yesung menyapa beberapa staff yang melewatinya.Yesung baru akan berbelok menuju ruang ganti,namun tiba-tiba menghentikan langkahnya saat manik matanya menangkap sosok yeoja yang sangat ia kenal juga berbelok kearah ruang ganti.Ia melebarkan mata saat mengenali sosok yeoja itu “Hyonie” gumamnya pelan.

Melihat Hyonie tanpa pikir panjang lagi Yesung langsung menyusul Hyonie,namun baru dua langkah ia menghentikan langkah”Andwae,aku belum siap bertemu dengannya saat ini” ucapnya menggeleng pelan.
Yesung memanjangkan leher melihat Hyonie yang sudah mulai menghilang di balik tikungan.Ia terlihat bimbang,yang ia lakukan hanya berjalan mondar-mandir di koridor”Hyonie pasti sedang mencariku.Bagaimana ia bisa masuk?” Ucapnya mulai gugup.Dan apabila dalam situasi seperti itu ia pasti menggigit kuku tangannya “Aishh…” Desisnya kesal.

Yesung diam untuk beberapa saat,ia terlihat memejamkan mata seraya menyenderkan tubuh pada dinding.Ia mencoba mengingat siapa saja member Suju yang ada di ruang ganti sekarang “Ah..matda,kyuhyun” ucapnya menjentikkan jari.Dengan cepat ia mengambil ponsel di saku celana,dalam hati ia bersyukur tadi membawa ponselnya keluar bersamanya.

Yesung menaruh ponsel di telinga menunggu panggilannya di jawab”Ayolah Kyuhyun-a angkat telponmu” ucapnya risau.

Yesung menghembuskan nafas lega saat mendengar suara Kyuhyun.

“Ne,hyung waeyo?”

“Kyuhyun-a,bila ada yang mencari hyung kau bilang saja hyung sedang perform di panggung”

“Nde?” Tanya Khuhyun terdengar bingung”Siapa yang mencari hyung?bukankah keluarga hyung ada di sini?”

“Tolong hyung kali ini saja,eoh”

Kyuhyun diam untuk beberapa saat “Baiklah” ucapnya

“Gomawo” ucap Yesung

“Khende” suara Kyuhyun terdengar lagi “Ini tidak gratis hyung.Aku tahu siapa orang yang hyung maksud tadi,kenapa hyung menghindari Hyonie noona?apa kalian bertengkar.Ia ada di sini sekarang” ucap Kyuhyun panjang lebar.

Yesung menunduk dan diam”Kalau begitu aku tutup telponnya sekarang”ucapnya cepat.Yesung bahkan masih mendengar suara Kyuhyun saat akan mematikan ponselnya.

Yesung menghembuskan nafasnya berat dan mulai memijit kepalanya yang tiba-tiba terasa berdenyut.Dengan gontai Yesung melangkahkan kaki kembali masuk kamar kecil.Ia berencana bersembunyi disana untuk sementara waktu,setidaknya sampai Hyonie benar-benar keluar dari gedung itu.

-효성-

Hyonie memiringkan kepala melihat ke dalam ruang ganti.Tanpa ragu ia langsung memasuki ruang ganti.Matanya menyapu seisi ruangan itu dan tersenyum saat melihat Kyuhyun yang terlihat berdiri membelakanginya.

“Kyuhyun-a” serunya sehingga membuat Kyuhyun yang tengah menerima telpon menoleh ke arahnya.

Kyuhyun tersenyum “Chankaman” ucapnya menunjuk telpon mengisyaratkan agar Hyonie menunggunya selesai bicara.

Hyonie mengangguk dan memutar tubuh,matanya sibuk mengamati ruang ganti yang penuh dengan berbagai macam kostum.Sekilas ia mengerutkan alis samar “Kemana yang lain?” Pikirnya

Hyonie masih sibuk memikirkan kemana member yang lain,saat sebuah tangan memegang pundaknya.

“Noona” sapa Kyuhyun

Hyonie memutar tubuh dan tersenyum melihat pria jangkung di hadapannya saat ini “Kemana?” Tanyanya seraya melihat seisi ruangan yang tampak lengang.

Kyuhyun tersenyum dan langsung mengerti”Mereka sedang berada di ruangan satunya” jawab Kyuhyun santai.

Hyonie hanya mengangguk “Geunde,Yesung odiseo?” Tanyanya langsung.

“Yesung hyung sedang tampil”

Hyonie hanya mengangguk dan tersenyum,namun senyum itu hanya sekilas karena detik berikutnya ia menghembuskan nafasnya berat “Sepertinya aku tidak bisa bertemu dengannya”gumamnya pelan.

“Nde?” Tanya Kyuhyun memiringkan kepala melihat Hyonie dengan tatapan bingung.

Hyonie menoleh “Ah..aniyo” ucapnya mengibaskan tangan di depan dada “Kyuhyun-a,apa aku boleh masuk ke ruang ganti yang satunya?”

Kyuhyun mengerjap mendengar pertanyaan Hyonie”Tidak,noona tidak bisa kesana,bukankah noona kemari tanpa membawa undangan?noona tahu kan kalau ruangan itu hanya boleh dimasuki oleh keluarga dan beberapa orang yang di beri undangan” jelas Kyuhyun

Hyonie menghembuskan nafasnya berat ia menatap Kyuhyun dengan tatapan ‘tolonglah sekali ini saja’

Kyuhyun hampir mengangguk mengiyakan permintaan yeoja yang merupakan kekasih hyung kesayangannya ini,namun ia menggelengkan kepala keras ingat akan permintaan Yesung tadi.

“Mianhe noona-ya,aku tidak bisa membantumu kali ini” ucapnya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal tidak enak melihat ekspresi Hyonie yang masih menatapnya dengan tatapan memohon.

Hyonie menundukkan kepalanya untuk beberapa saat.

“Gwenchana?”Tanya Kyuhyun seraya memegang pundak Hyonie.

Hyonie mengangkat kepala,ia mengangkat kedua bahunya “Mungkin aku akan menelponnya nanti dan memintanya untuk menemuiku” ucap Hyonie mencoba tersenyum “Ah..bisakah kau bilang padanya kalau aku mencarinya?” lanjutnya
Kyuhyun mengangguk”Mianhe”ucap Kyuhyun lagi.

Hyonie mengangguk dan tersenyum pelan”Baiklah aku pergi dulu,menunggu pun percuma karena sepertinya kalian akan sangat sibuk.Na khanta” ucapnya seraya pamit dan mulai melangkahkan kaki keluar ruangan.

Hyonie menundukkan kepalanya lesu,ia tidak menyadari kalau Kyuhyun langsung mengambil ponselnya dan dan berseru “Yesung hyung,kau sudah aman”ucapnya seraya melihat Hyonie yang berjalan gontai keluar ruangan membuat Kyuhyun khawatir melihatnya.

-효성-

Hyonie melangkah gontai,ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan sekarang.Dari semalam kekasihnya itu sama sekali tidak menghubunginya.

Hyonie terus berjalan tanpa menyadari seorang namja tengah mengamatinya dengan tatapan sedih.

Hyonie terus melangkah dan tidak menghiraukan orang-orang yang melaluinya,hingga ia menabrak seorang namja dengan sweater merah “Bruukk” Hyonie mengusap jidatnya pelan tanpa melihat siapa orang yang di tabraknya ia langsung meminta maaf dan kembali melanjutkan langkahnya.

Namja bersweater merah yang tidak lain adalah Baekhyun exo-k itu menaikkan alisnya bingung saat melihat Hyonie menabraknya.Meminta maaf.membungkukkan badan tanpa melihat orang yang baru saja di tabrak dan pergi begitu saja.
Baekhyun menatap yeoja dengan blouse putih bermotif bunga itu “Hyonie noona”gumamnya pelan.

-효성-

Yesung tidak bisa terlalu lama di kamar kecil,ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruang ganti dimana semua member suju kecuali Kyuhyun berkumpul dengan keluarga dan beberapa artis yang datang menyemangati mereka.

Saat akan menuju ruang ganti,ponselnya berdering.Yesung melihat layar ponsel dan langsung menekan tombol jawab saat melihat nama Kyuhyun tertera di layar ponsel.

“Yesung hyung,kau sudah aman” ucap Kyuhyun di ujung sana.Belum sempat Yesung berterima kasih Kyuhyun sudah menutup telponnya.

Yesung mendesah pelan seraya memijit kepalanya pelan.Yesung berjalan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi.Ia menatap sekitar sesekali tersenyum pada beberapa staff yang menengurnya.

“Hyung” tegur salah satu staff

Yesung memutar tubuh ke arah suara”Ne”jawabnya singkat

Namja kurus berkacamata dengan beberapa lembar kertas ditangannya menghampiri Yesung “Apa kah kau sudah menerima kacamatamu?” Tanyanya sehingga membuat Yesung mengerutkan alisnya samar.

“Kacamata?” Ucapnya bingung

Staff itu mengangguk “Tadi ada seorang gadis yang mengaku sebagai pegawaimu dan bilang kalau ia kemari untuk menyerahkan kacamatamu” jelasnya

“Yeoja?kacamata?mana orangnya apa kau mengenalnya?” Tanya Yesung

Staff itu terlihat melihat sekitar dan berseru “Ah..itu dia” ucapnya seraya menunjuk seorang yeoja dengan blouse putih bermotif bunga tengah berjalan tanpa memperhatikan langkahnya.

“Cogiyo” seru sang staff mencoba memanggilnya.
Yesung membulatkan matanya saat melihat yeoja yang tengah di panggil salah satu staf itu “Hyonie” serunya panik.
Kepanikan di wajah Yesung hanya berlangsung sekilas karena Hyonie tidak mendengar namanya di panggil.Kekasihnya itu bahkan menabrak beberapa orang yang melewatinya.

Yesung menatapnya sedih”Chagi-ya,mianhe” gumam Yesung pelan masih memperhatikan kekasihnya itu berjalan menjauh.

“Sepertinya ia tidak mendengar” gumam staff itu sehingga membuat Yesung menoleh ke arah staff itu.

“Tidak perlu di panggil,aku sudah bertemu dengannya tadi” ucap Yesung berbohong membuat staff berkacamata itu hanya mengangguk seraya membenarkan letak kacamatanya.

-효성-

“Hyung,darimana saja” tegur Ryeowook saat melihat sosok Yesung mulai memasuki ruangan.

“Dari kamar kecil”jawab Yesung singkat tanpa melihat Wookie

Wookie mengerutkan alis melihat Yesung tampak lesu”Bukankah tadi ia terlihat baik-baik saja tadi?”Gumamnya.

Wookie baru akan menghampiri Yesung namun tidak jadi karena tiba-tiba Kyuhyun menepuk pundaknya “Biarkan saja hyung sendiri dulu”ucapnya menoleh ke arah Wookie

Wookie menaikkan alis bingung”Apa yang terjadi?”Tanyanya

Kyuhyun menghembuskan nafas”Tadi,Hyonie noona kemari,dan sepertinya Yesung hyung tidak ingin menemuinya untuk sementar waktu ini” ucap Kyunhyun panjang lebar.

Wookie hanya mengangguk”Apa hyung tidak memberitahu Hyonie noona kalau ia akan masuk wamil awal bulan depan?”Gumamnya pelan seraya menggelengkan kepala pelan.

-효성-

Hyonie mengucek matanya pelan,dengan mata masih setengah terpejam ia berjalan menuju kamar mandi.
Ia terlihat mencuci muka dan diam untuk beberapa saat tampak berpikir “Jam berapa ia tidur semalam?”Gumamnya

Hyonie menghembuskan nafas berat,ia keluar kamar mandi dan kembali ke tempat tidur mengambil ponsel yang berada tepat di samping bantal.

Semalam lagi-lagi ia tidur larut malam “Michigeuta” desisnya kesal.Sudah 4hari semenjak SS5 diadakan,ia sama sekali belum bisa menemui kekasihnya “Apa kau tidak mau bertemu denganku karena tidak bisa menjelaskan kenapa kau tiba-tiba mau wajib militer?Kau bahkan dengan santainya melayani para costumer cafe mu” gumamnya pelan.

Hyonie masih berpikir saat ponselnya berdering nyaring.Ia mengerutkan alis saat melihat nama yang tertera di layar ponsel “Hanyeon” ucapnya pelan

“Yoboseyo” sapanya saat ponselnya sudah berada di telinga kanan

“Neo odiseo?” Tanya Hanyeon di ujung sana.

“Aku dirumah”

“Apa kau tidak kerja hari ini?”

“Aku mengambil libur”

“Euumm..apa aku bisa ke rumahmu?”

Hyonie langsung mengangguk setuju”Tentu saja” ucapnya cepat

Setelah memberitahukan waktu Hanyeon pun menutup telpon.
“Setidaknya aku tidak merasa bosan hari ini” ucap Hyonie tersenyum.

-효성-

“Mwo?Yesung oppa belum mengubungimu?sudah 4hari?” Tanya Hanyeon melebarkan matanya tidak percaya
Hyonie hanya mengangguk.

Hanyeon mendecakkan lidah dan menepuk pelan pundak Hyonie”Mungkin ia butuh menyendiri” ucapnya mencoba menghibur Hyonie.

“Mungkin saja” ucap Hyonie mengangkat kedua bahunya acuh terlihat sibuk mencari file di notebook.

Hanyeon memandang sahabatnya itu dengan prihatin “Hyonie-ya” panggilnya

“Ne”jawab Hyonie lagi-lagi tidak melihat kearah Hanyeon

“Gwenchana?”Tanya Hanyeon khawatir

“Hmmm…” Jawab Hyonie mengangguk pelan.

“Apa kau sudah mencari Yesung oppa di Mobit” tanya Hanyeon lagi
Kali ini Hyonie menoleh kearahnya,tampangnya terlihat datar “Tidak”jawabnya seraya menggeleng pelan

Hanyeon menaikkan alisnya bingung”Bukankah tanggal 26 kemarin kau mengupload foto Yesung oppa saat ia di Mobit?”

Hyonie kembali fokus pada notebook “Oh..itu aku memang menguploadnya,aku tahu ia berada di Mobit” ucapnya santai

Hanyeon hanya menatap sahabatnya itu seraya menggelengkan kepalanya pelan,ia tidak habis pikir kemarin Hyonie merengek kalau ia tidak rela kekasihnya itu pergi wamil tapi lihatlah hari ini ia terlihat seperti biasa, seperti tidak terjadi sesuatu padanya

“Ah..Mau nonton apa kita hari ini?”Tanya Hyonie

“Drama yang kemarin saja”

Hyonie tersenyum sumringah “Arraseo” ucapnya
Dan akhirnya siang itu Hyonie habiskan menonton drama bersama Hanyeon sambil sesekali chat dengan Riyeon yang saat ini berada di Jepang.

-효성-

Yesung hanya berdiri di depan sebuah rumah bernuansa hijau daun.Lama ia hanya berdiri bersender di mobil.Ia menghembuskan nafas berat “Bogoshipo Hyonie-ya”gumamnya

Yesung sempat kaget saat melihat sebuah mobil hitam yang mulai memasuki area perumahan “Hanyeon” gumamnya dan tepat saat ia mengumamkan nama Hanyeon seorang yeoja dengan blouse putih dan skirt panjang berwarna senada terlihat keluar dari mobil yang tidak lain memang Hanyeon sahabat Hyonie.

“Setidaknya ada Hanyeon yang bisa menghiburmu kalau seandainya kau sedih” ucap Yesung “Itu pun kalau kau memang sedang sedih” lanjutnya seraya menaikkan kedua bahunya.

Yesung melipat kedua tangan di depan dada.Ia teringat kejadian kemarin saat ia mengikuti kekasihnya itu hampir seharian.

Flashback~

Siang itu Yesung memutuskan untuk ke cafe.Saat melewati sebuah gedung bertingkat 3 berwarna hijau ia menghentikan mobil hitamnya.
Ia tampak mengamati gedung itu.Lama ia hanya diam disana “Bagaimana keadaanmu?” Gumamnya pelan seraya menundukkan kepala.

Yesung baru akan menancap gas,saat manik matanya menangkap sosok Hyonie tengah berjalan di seberang jalan “Hyonie” serunya dan tanpa pikir panjang lagi ia langsung keluar menyusul Hyonie.

Yesung hampir berteriak memanggil nama kekasihnya itu namun ia mengurungkannya dan memutuskan untuk mengikuti kemana kekasihnya itu pergi siang-siang seperti ini.

Yesung terus mengikuti Hyonie hingga ke sebuah mini market.
Tanpa sadar Yesung tersenyum saat melihat Hyonie bingung mau mengambil makanan apa “Kenapa kau tidak mengambil roti saja,bukankah kau suka makan roti” ucap Yesung tanpa sadar membuat ahjumma yang berada di sebelahnya menatapnya aneh.

Yesung terkesiap saat Hyonie berbalik dan berjalan kearahnya.Yesung terlihat panik dan langsung menyembunyikan tubuh di balik box mesin penjual minuman.

Yesung memanjangkan kepala saat menyadari Hyonie sudah keluar mini market.Dengan cepat Yesung keluar dan kembali mengikutinya dari belakang.

Yesung mengamati Hyonie yang dengan santainya memakan ice cream sambil berjalan.Yeoja itu bahkan bersenandung sambil sesekali tangannya sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

Yesung mendecakkan lidah melihat kekasihnya itu terlihat riang seperti biasanya.

Yesung terus mengikuti Hyonie hingga ke dalam kantor.

Yesung terus mengawasi kekasihnya itu dari balik pintu kaca yang memisahkan koridor dan ruangan Hyonie.Ia bahkan tidak menghiraukan beberapa orang yang keluar masuk menatapnya dengan penuh tanya.

Hyonie,kekasihnya itu bekerja di salah satu distributor makanan terkenal di Korea.
Yesung menghembuskan nafas melihat kekasihnya itu hanya satu-satu yeoja di perusahaan itu.

Yesung menaikkan alis saat melihat Hyonie tengah bercanda dengan rekan kerjanya “Apa harus sedekat itu?” Ucapnya tanpa sadar mempoutkan bibirnya dan terlihat sedikit kesal.

Yesung masih melihat kegiatan Hyonie siang itu saat ia merasakan ponselnya berdering.

“Yoboseyo?” “Ne,eomma aku akan segera kesana”

Yesung mematikan ponsel,sekali lagi sebelum pergi ia melihat Hyonie yang saat ini terlihat sibuk dengan beberapa kertas di tangannya “Mianhe,untuk beberapa hari ini,aku pasti akan menemuimu apabila aku sudah siap” ucapnya pelan seraya memalingkan tubuh meninggalkan Kantor Hyonie.

Flashback end~

Yesung menghembuskan nafasnya berat”Musim semi” ucapnya saat menyadari bunga-bunga sudah mulai bermekaran.Sebuah senyum terukir dibibirnya.Yesung menatap langit dan menyipitkan mata saat sinar matahari menyilaukan mata “Tempat itu pasti indah” ucapnya tersenyum pelan.Ia melangkahkan kaki menuju pintu halaman rumah Hyonie menyelipkan sebuah note di depan pintu bernuansa kayu itu.

“Saatnya kembali ke Mobit” ucapnya mulai melangkah dan memasukkan tangannya ke dalam saku jaket.

-효성-

Hari sudah beranjak senja,saat Hanyeon pamit pada Hyonie.
Hyonie mengantar sahabatnya itu sampai ke mobil “Lain kali kita nonton lagi” ucapnya tersenyum

Hanyeon mengangguk “Tentu saja.Na khanta” ucap Hanyeon mulai membuka pintu mobil.

“Geunde Hyonie-ya” ucap Hanyeon menghentikan niatnya membuka pintu

“Waeyo?”Tanya Hyonie mengerjapkan matanya

“Tadi saat kita nonton,kau menyebut bahwa Yesung malam ini akan berada di Mobit.Apa kau tidak mau menemuinya?”

Hyonie hanya diam untuk beberapa saat dan tiba-tiba menggelengkan kepala “Aku rasa tidak” ucapnya sedikit ragu.

Hanyeon menaruh tangannya di pundak Hyonie”Aku tahu kau sangat merindukannya”ucap Hanyeon “Dan—kalau kau ingin aku menemanimu kesana aku akan dengan senang hati” lanjutnya.

Hyonie menunduk mendengar kata-kata Hanyeon,setidaknya sahabatnya itu benar kalau ia sangat merindukan kekasihnya itu.

“Hyonie-ya”panggil Hanyeon membuat Hyonie yang tadi menunduk mengangkat kepala.

“Aku rasa aku akan menemuinya di Mobit malam ini” ucapnya mantap.

Hanyeon tersenyum “Begitu dong”ucapnya “Nah sebaiknya kau segera mengganti bajumu” lanjutnya seraya memutar tubuh Hyonie mendorong tubuh sahabatnya itu agar segera masuk ke dalam dan mengganti baju.

“Ne,arraseo,arraseo” ucap Hyonie terdengar menggerutu namun sebuah senyum terlihat menghiasi wajahnya.

-효성-

“Hyonie-ya,tadi saat kau masuk aku menemukan ini di depan pintu”ucap Hanyeon seraya menyerahkan sebuah amplop berwarna biru muda.

“Ige mwo?”

Hanyeon menaikkan kedua bahunya pertanda ia juga tidak tahu apa itu.

Hyonie terlihat membolak balik amplop itu,alisnya berkerut samar dan detik berikutnya kembali menatap Hanyeon seolah bertanya ‘Kau yakin tidak tahu?’.

Hanyeon melirik sekilas Hyonie”Sebaiknya kita segera berangkat.Kau bisa membuka di jalan nanti”ucap Hanyeon masuk lebih dulu ke dalam mobil.

“Ya!ige mwo?” Pekik Hyonie

“Waeyo?” Tanya Hanyeon sekilas melihat Hyonie yang berada di kursi penumpang.

“Ige,bwa!” Seru Hyonie seraya mengibar-ngibarkan kertas kecil di tangannya pada Hanyeon “Jadi..tadi…” ucap Hyonie gantung

Hanyeon melirik sekilas.Mengambil kertas di tangan Hyonie.Dengan satu tangannya yang masih bebas dan sesekali memperhatikan jalan Hanyeon membaca tulisan di kertas

To Park Sung Hyo

Aku mencintaimu.Beri aku beberapa hari lagi,aku akan menemuimu.

From 예성

“Apakah seharian ini—Yesung oppa berada di depan rumahmu?” Ucap Hanyeon sedikit menaikkan alisnya bingung.

“Eum..majayo,napeun namja” ucap Hyonie kesal “Apa saat kau datang tadi tidak ada mobil mencurigakan di sekitar rumahku?”

Hanyeon diam tampak berpikir “Sepertinya—aku melihat satu mobil yang sangat familiar,kupikir—itu bukan mobil Yesung oppa” ucap Hanyeon menaikkan kedua bahu.

Hyonie mengangguk seraya menatap kertas di tangannya’Apa kau tidak rindu padaku?’Ucapnya dalam hati.

Hanyeon melirik sahabatnya itu sekilas “Oh..Ayolah Hyonie-ya,bukankan kau akan bertemu dengannya nanti” ucap Hanyeon menghibur sahabatnya itu.

Hyonie terdengar menghembuskan nafasnya berat “Entahlah?” Ucapnya pelan, menunduk melihat kertas di tangannya.

-효성-

Hanyeon menarik lengan Hyonie agar keluar mobil “Ayo masuk”ucapnya tersenyum.

Hyonie menghembuskan nafas dan mulai melangkah masuk.

“Omo?cafenya selalu ramai” ucap Hanyeon seraya menatap keseluruh isi ruangan “Dimana kita akan duduk” lanjutnya melihat kearah Hyonie.Hanyeon terkejut saat melihat kesamping kanannya dimana tadi Hyonie berada.
Hanyeon mengerjapkan mata saat melihat Hyonie sudah berjalan lebih dulu ke meja kasir.

Hanyeon kemudian tersenyum melihat sahabatnya”Lihatlah aku yakin Yesung oppa akan terkejut melihatmu disini” ucap Hanyeon.

Hyonie berjalan kearah kasir dan antri di bagian paling belakang.Ia mengeluhkan kenapa para fansnya ini lama sekali?Hyonie menggembungkan pipinya lucu.Seraya menunggu ia mengedarkan pandangannya ke seluruh cafe,dan tersenyum saat melihat Hanyeon melambai padanya di lantai dua.Hyonie mengangguk melihat Hanyeon memberi aba-aba bahwa ia menunggu disana.

Hyonie maju selangkah demi selangkah.Saat tersisa satu orang lagi Hyonie memasang tudung Hoodie yang di kenakannya.

Yesung terlihat sibuk dengan ponselnya saat Hyonie berada tepat di hadapan meja kasir.Hyonie hanya diam mengamati kekasihnya itu”Serba hitam,apa kau sedang berkabung?”Ucap Hyonie mendecakkan lidah.

“Nde?” Ucap Yesung seraya memutar kepala ke arah Hyonie.
Hyonie terkesiap kaget saat Yesung melihat karahnya,meski sekilas Hyonie dapat melihat keterkejutan di wajah Yesung,karena detik berikutnya Yesung tersenyum dan bersikap biasa saja.

“Anda mau pesan apa?”Tanyanya ramah.

Hyonie memicingkan mata melihat Yesung.Ia menatap Yesung dengan tatapan kita-harus-bicara-

“Cogi-yo” ucap Yesung menggerakkan tangannya di depan wajah Hyonie.Ia terlihat menanti Hyonie memesan “Jadi…?” Tanyanya

Bahu Hyonie melorot dan menghembuskan nafasnya berat “1 Vanilla Latte,1 green tea,dan 2 choco muffin”

Yesung mengangguk dan mencatat pesanan Hyonie dan memberikan struck pada Hyonie “Anda bisa menunggunya di salah satu meja sementara kami menyiapkan pesanan anda” ucap Yesung

Hyonie menarik kertas itu dengan kasar dan membayarnya “Gamshamnida ahjussi” ucapnya membrengut kesal.

Hyonie baru akan melangkah saat mendengar suara Yesung “Dengan siapa kau kemari?” Tanyanya

Hyonie memutar tubuh “Apakah itu penting?”Ucapnya datar dan tanpa menunggu lagi ia langsung menemui Hanyeon di lantai 2.

-효성-

Yesung tersenyum sambil sesekali bercanda dengan beberapa fansnya,ia bahkan terlihat biasa saja saat beberapa fans mengambil fotonya.Ia juga dengan senang hati menjawab semua pertanyaan yang diajukan para fans.

Yesung mundur sedikit kebelakang dari meja kasir.Ia terlihat mengambil ponsel dan asyik mengetikkan sesuatu.

Yesung menoleh saat mendengar sebuah suara “Nde?”Ucapnya singkat.

Alangkah terkejutnya Yesung saat melihat siapa orang yang berada di depan meja kasir.Seorang yeoja dengan hoodie berwarna Grey tengah menatapnya.Yesung berusaha menenangkan diri dan tersenyum ramah

“Anda mau pesan apa?”Tanyanya ramah.

Hyonie masih menatapnya dengan tatapan seolah-olah ia akan memakan Yesung.

Yesung menggerakkan tangan di depan wajah Hyonie “Cogi-yo” ucapnya
Ia terlihat menanti pesanan Hyonie “Jadi…”lanjutnya

“1 Vanilla Latte,1 green tea,dan 2 choco muffin” ucap Hyonie menyebutkan pesanannya.

Yesung mengangguk dan mencatat pesanan Hyonie.Ia mengganti vanilla latte dengan iced vanilla.Tanpa sadar ia tersenyum dan menyerahkan struck pembelian pada Hyonie “Anda bisa menunggunya di salah satu meja sementara kami menyiapkan pesanan anda” ucapnya tersenyum

Setelah kertas itu berpindah tangan dan berterima kasih padanya serta memanggilnya dengan sebutan ahjussi Hyonie berpaling.Yesung dapat melihat wajah Hyonie membrengut kesal.

Yesung melihat pesanan Hyonie dan tanpa sadar bertanya “Dengan siapa kau kemari?”Ucapnya tanpa melihat ke arah Hyonie.

Yesung mengangkat kepala saat Hyonie mengatakan “Apakah itu penting?” Ucapnya langsung memutar tubuh berjalan menjauhi meja kasir.

Yesung menghembuskan nafas berat.Yesung melihat ke sekeliling cafe.Manik matanya menangkap sosok Hyonie yang terlihat berjalan ke arah lantai 2.Yesung terus mengawasi yeoja itu hingga tiba di tempatnya duduk.Yesung tersenyum lega saat melihat Hanyeon duduk disana lebih dulu.

“Apakah itu pesanan yang baru saja dipesan?”Tanyanya pada karyawan yang hendak mengantar pesanan.

Karyawan itu mengangguk.Saat hendak pergi Yesung menghentikan langkahnya dan terlihat menaruh sepotong cake vanilla dengan buah strawberry di atasnya”Kau melupakan ini”ucapnya tersenyum

Karyawan itu terlihat bingung “Tapi—bukankah ini tidak ada dalam pesanan?”Tanyanya menunjuk cake vanilla itu.

Yesung tersenyum dan menepuk pelan pundak karyawannya”Bawa saja”ucapnya seraya mengangguk pasti dan kembali melangkah masuk kedalam meja kasir.

Yesung mengeluarkan iphone putihnya dan terlihat mengetik sesuatu.Ia tersenyum melihat kearah lantai dua.

-효성-

“Jadi?” Tanya Hanyeon langsung saat melihat Hyonie menghempaskan pantatnya di kursi.

Hyonie melirik Hanyeon sekilas dan menaikkan kedua bahunya “Molla” jawabnya singkat.

Hyonie menghembuskan nafasnya berat seraya menyenderkan punggung pada senderan kursi.

Hanyeon menepuk pundaknya pelan”Aku yakin Yesung oppa akan segera menemuimu” ucap Hanyeon.

“Ah..pesanan kita sudah datang” seru Hanyeon tersenyum girang.

Alis Hyonie berkerut samar saat melihat makanan di atas meja”cogi-yo” serunya sehingga membuat pelayan yang hendak pergi itu menghentikan langkahnya.

“Maaf,tapi ini bukan pesanan saya” ucap Hyonie menunjuk sepotong cake vanilla yang berada tepat di sebelah minumannya.

Karyawan itu terlihat bingung”Itu—tadi—bos yang memberikannya padaku dan memintaku mengantarnya pada anda” jelasnya

“Hehh?” Ucap Hyonie bingung

“Saya juga tidak mengerti”ucap karyawan itu menggeleng pelan.

“Gamshamnida,kau bisa kembali bekerja” ucap Hanyeon tersenyum membuat Hyonie menatapnya kesal.

“Sudahlah,mungkin itu bonus dari Yesung oppa untukmu.Kau suka cake vanilla kan?” Ucap Hanyeon acuh seraya menyesap green tea di hadapannya.

Hyonie mendesis kesal dan menyesap minumannya “Iced vanilla?”Gumamnya melihat cup minuman di tangannya.

“Wae?ada apa lagi kali ini?” tanya Hanyeon melihat Hyonie yang terlihat mengernyit melihat cup di tangannya.

“Ini…”ucapnya gantung kembali menyesap minumannya “Ini bukan vanilla latte,tapi hanya iced vanilla” ucap Hyonie

Hanyeon menaikkan alisnya bingung “Sini”ucapnya mengambil minuman Hyonie dan menyesapnya “Majayo”ucapnya “Ini memang iced vanilla.Apa kau tadi memesan vanilla latte?” Lanjutnya

Hyonie mengangguk “Ahjussi itu mengganti pesanan ku” ucapnya mendecakkan lidah “Tapi,aku menyukainya” lanjutnya terkekeh pelan membuat Hanyeon tertawa melihatnya.

Saat sedang asyik berbicara tiba-tiba ponsel Hyonie berdering.Ia terkesiap kaget dan merutuk dirinya sendiri kenapa ia menyetel dering ponselnya sangat kencang.

Hyonie mengambil benda persegi berwarna hitam itu dari dalam saku hoodie.Hyonie mengerjap saat membaca sebuah pesan yang masuk

From Yesung

“Kuharap kau menyukai minuman dan cakenya ^^”
T/N : Kau sebaiknya minum yang dingin-dingin,ku lihat otak mu sedang panas hari ini.

Hyonie hanya tersenyum melihat isi pesan itu”Ck!kenapa ahjussi itu berpikir kalau otak ku sedang panas?”

Hanyeon yang melihatnya jadi penasaran dan langsung menengok ikut melihat ponsel Hyonie.

“Kau membuatku iri” ucapnya singkat seraya menjauh, kembali memasukkan sepotong choco muffin ke mulut.

Hyonie menepuk pundak Hanyeon”Setidaknya kau masih punya banyak waktu dengan Kibum.Sedangkan aku—kau tahu kan—pemilik tempat ini” ucap Hyonie seraya melihat sekeliling cafe.

Hanyeon memasang tampang bersalah sadar kalau ia salah mengucapkan kata-kata “Mianhe” sesalnya “Tidak seharusnya aku mengatakan itu” lanjutnya

Hyonie tersenyum sumringah “Gwenchana,kau ini seperti baru mengenalku setahun dua tahun saja”ucap Hyonie mendecakkan lidah.

Malam itu Hyonie dan Hanyeon lumayan lama berada di cafe,mereka bahkan tidak menyadari kalau sudah pukul 9 malam.

“Omo!”Pekik Hanyeon saat melihat jam yang tertera pada ponselnya

“Wae?”

“Ini sudah jam 9 malam”

Hyonie melebarkan mata kaget”Mwo?jinja?”

Hanyeon mengangguk.
“Gaja”ucap Hyonie seraya berdiri “Kita pulang sekarang” lanjutnya.

Hanyeon mengangguk dan berdiri.Hyonie mengapit tangannya di lengan Hanyeon sepanjang perjalanan mereka turun ke lantai 1.

Saat melewati meja kasir Hanyeon tiba-tiba berhenti “Chankaman Hyonie-ya,kau duluan saja ke mobil” ucapnya seraya melepas tangan Hyonie dari lengannya.

Hyonie manaikkan alisnya bingung.Meski bingung Hyonie akhirnya mengangguk “Ku tunggu di luar” ucapnya tersenyum pelan.

“Aku tidak akan lama,aku hanya ingin membelikan waffle untuk sarapanku besok pagi” ucap Hanyeon sedikit meneriaki Hyonie yang sudah membuka pintu.

Hyonie memutar kepala “Ne,arraseo”

Setelah yakin Hyonie sudah keluar cafe,Hanyeon berjalan ke arah meja kasir.Dalam hati ia bersyukur saat ini tidak ada pelanggan yang sedang memesan.

“Oppa” sapa Hanyeon membuat Yesung yang tengah menyesap minumannya menoleh ke arah suara.

“Hanyeon-ssi” ucap Yesung seraya tersenyum “Apa kau ingin memesan lagi?”Tanyanya hendak mengetik pesanan Hanyeon.

Hanyeon mengibaskan tangan di depan dada “Aniyo,aku sudah kenyang.Aku hanya ingin bicara sedikit sama oppa,apa bisa?”

Yesung menaikkan alis “Mwo?kau mau membicarakan apa denganku?Ah..Mana Hyonie?”Tanyanya saat menyadari Hanyeon hanya sendiri “Apa ia sudah pulang?” Lanjutnya.

Hanyeon mendecakkan lidah”Aigoo~bertanya nya satu-satu oppa”

Yesung tersenyum seraya menutup mulutnya “Mian” ucapnya”Sekarang mau bicara apa?”

Hanyeon memajukan sedikit tubuhnya ke meja,menaruh ke dua tangannya di atas meja kasir “Oppa—apa oppa akan terus menghindari Hyonie?”Tanya Hanyeon

Yesung menggeleng “Aniyo,aku hanya belum siap bicara padanya”

“Apa tidak terlalu lama?oppa mendiamkan Hyonie sudah 4 hari.Oppa bahkan tidak mengangkat telponnya.Hyonie meskipun terlihat cuek dan acuh tak acuh tapi aku tahu ia sangat sedih sekarang.Oppa tahu Hyonie pasti tahu kabar oppa akan masuk wamil tgl 6 mei nanti”

Yesung menunduk dan menghembuskan nafasnya berat.

Hanyeon menatap Yesung yang hanya menundukkan kepalanya “Oppa” tegurnya membuat Yesung mengangkat kepala “Mmm..” Gumamnya.

“Kuharap oppa segera menemui Hyonie.Kau tahu aku tidak pernah meminta bantuan padamu sebelumnya.Apa oppa tahu beberapa hari ini ada salah satuteman kantornya yang mengajaknya kencan”

Yesung mengernyit mendengar penuturan Hanyeon tapi tidak berkata apapun.Ia hanya diam mendengarkan Hanyeon.

“Oppa,kau tahu kan kencan—date—jalan bersama—mungkin makan malam—atau…”
Hanyeon masih ingin melanjutkan kalimatnya namun menghentikannya mendengar Yesung berseru
“Ne,arrayo” sela Yesung sehingga membuat Hanyeon tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah”ucap Hanyeon menjauhkan tubuhnya dari meja “Aku hanya ingin menyampaikan itu” lanjutnya.Ia tersenyum sebelum memutar tubuh “Oppa…aku tahu Hyonie pasti akan menunggu oppa,2 tahun itu tidak lama” ucapnya tersenyum dan langsung melangkah meninggalkan Yesung yang masih menunduk di tempatnya.

-효성-

Yesung memijitt keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut.Entahlah ia merasa sangat lelah hari ini.Ia menyenderkan tubuh pada jok mobil.
Perlahan melepaskan kacamata dan mengusap pelan kedua matanya.

Yesung menghembuskan nafasnya berat,ia teringat akan ucapan Hanyeon tadi.Ucapan Hanyeon terus terngiang di kepalanya.Ia mencoba memejamkan matanya berharap semua ucapan Hanyeon segera hilang dari kepalanya.Namun semakin ia menutup mata ucapan Hanyeon semakin terdengar jelas di telinganya seolah-olah Hanyeon berada di sampingnya.

Yesung mengerang kesal dan mulai menjambak rambutnya frustasi”Aishh…” Desisnya kesal seraya memukul stir mobil.

Yesung menghembuskan nafasnya dengan berat.Ia menunduk sesaat dan kemudian mengangguk pasti “Aku harus menemuinya,siap tidak siap aku harus menemuinya” ucapnya mantap dan perlahan mulai melajukan mobilnya meninggalkan cafe.

-효성-

Yesung memandang sebuah gedung berlantai 3 di hadapannya itu.Ia terus mengawasi gedung itu “Pukul 4:30PM” gumamnya melihat jam di tangannya.

Yesung terus memperhatikan orang-orang yang mulai keluar dari gedung.Ia tersenyum saat manik matanya menangkap sosok yang sangat di kenalnya.

Yesung hanya diam di dalam mobil memperhatikan gerak-gerik Hyonie,yeoja yang sudah 4tahun ini menemaninya.

Yesung terus memperhatikan Hyonie yang terlihat merapikan blazer putihnya.Ia bahkan tersenyum saat melihat yeoja itu menguap sedikit dan menggaruk kepalanya.

Yesung bahkan melihat Hyonie yang terlihat menolak ajakan salah temannya yang ingin memberikan tumpangan.Tanpa sadar Yesung menghembuskan nafasnya lega,entahlah dari feelingnya namja itu lah yang di ceritakan Hanyeon semalam.Yesung dapat melihatnya terlihat sedikit memaksa Hyonie.

Yesung baru saja mengambil topi dan mengenakannya,ia terkejut saat melihat Hyonie sudah tidak ada di tempatnya lagi “Ya!!odi?”Paniknya langsung keluar mobil.

Yesung tampak menggaruk kepalanya terlihat bingung.Ia menghembuskan nafas mencoba berpikir kemana kekasihnya itu pergi”Pulang?”Gumamnya seraya memiringkan kepalanya “Aniyo” ucapnya lagi menggeleng pelan “Hyonie pasti pulang,tapi apa mungkin…”

Yesung menggelengkan kepalanya dengan keras “Hyonie tidak mungkin ikut temannya kan?” ucapnya bicara sendiri.

Tanpa pikir panjang lagi Yesung langsung masuk ke mobil dan melajukan mobilnya pelan.Dengan perlahan Yesung mengemudikan mobilnya,matanya tidak pernah lepas dari jalanan di sekitarnya’Setidaknya ia berharap bisa melihat Hyonie sedang menunggu bus’pikirnya.

Yesung terlihat kecewa saat melihat halte bus terdekat tidak menunjukkan adanya penampakan Hyonie “Kemana perginya?” Ucap Yesung menghembuskan nafas pelan.

Yesung masih menyusuri sepanjang jalan Apgunjeong dengan perlahan.Merasa tidak akan menemukan Hyonie,Yesung memutuskan untuk menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket.

Yesung menyenderkan kepala pada senderan jok mobil,mendesah pelan.Detik berikutnya ia memutuskan untuk membeli minuman.
Yesung baru akan membuka pintu mobil saat manik matanya menangkap yeoja dengan blazer putih berjalan melewati mobil begitu saja “Hyonie” serunya dan dengan terburu-buru membuka pintu sehingga membuatnya hampir terjatuh saat keluar.

Yesung hendak membuka mulut namun mengurungkannya saat melihat Hyonie masuk ke salah satu cafe.Yesung diam sejenak,sebuah senyum terukir di bibirnya saat kakinya mulai melangkah memasuki cafe.

Yesung duduk tidak jauh dari Hyonie”Salad buah” gumamnya saat mendengar Hyonie memesan.

Yesung masih memperhatikan Hyonie dan tidak menyadari saat pelayan memanggilnya.

“Cogiyo” tegur sang pelan keras

Yesung tersentak dan sontak menoleh ke arah suara,ia tersenyum canggung “Cheosonghamnida”ucapnya menundukkan kepala dalam-dalam “Salad buah” lanjutnya.
Pelayan di hadapannya membungkuk dan pergi meninggalkan Yesung yang kembali memperhatikan Hyonie.Entahlah beberapa hari ini ia sedang senang mengamati gerak-gerik kekasihnya itu.

Yesung mengerutkan alisnya saat melihat Hyonie terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tas dan mengolesinya di jari tangannya.Yesung memicingkan mata berusaha melihat lebih jelas apa yang dilakukan kekasihnya.

Hyonie telihat meniup tangannya sambil sesekali memasukkan salad buah ke mulut,meringis saat sekali lagi ia meniup tangannya.

Yesung akhirnya tidak tahan saat melihat Hyonie mencoba membalut jarinya dengan plester yang entah sudah keberapa kali gagal itu.

“Tanganmu kenapa?” Tanya Yesung datar tidak memperhatikan keterkejutan Hyonie saat melihatnya langsung menarik tangannya yang luka dan langsung memasangkan plester tanpa canggung sekalipun.

Hyonie masih mengerjap saat melihat Yesung dengan santainya duduk tepat di hadapannya,menyendok salah buah dan memasukkannya ke mulut.

“Wae?”Tanyanya saat sadar Hyonie hanya menatapnya aneh.

“Neo…” Ucap Hyonie singkat

Yesung menghembuskan nafas dan tersenyum “Mian” ucapnya singkat memperlihatkan senyum termanisnya.

Meski Hyonie diam untuk beberapa saat namun detik berikutnya ia langsung menghambur memeluk Yesung “Noumu bogosipo” ucapnya memeluk erat leher Yesung, membuatnya hampir tidak bisa bernafas karena tercekek.

-효성-

Hyonie masuk ke dalam sebuah cafe,cafe yang menjual berbagai macam jus dan salad buah itu merupakan cafe yang sering ia kunjungi apabila sedang tidak ingin pulang cepat ke rumah.

Setelah memesan salad buah,Hyonie duduk tepat di tengah-tengah cafe.Tempat kesukaannya karena dari tempat ia dapat melihat siapa saja yang masuk ke dalam cafe.

Hyonie menunduk pelan,berterima kasih pada pelayan yang membawakan pesanannya.

Hyonie tersenyum senang saat sensasi buah bercampur mayonise dan keju yang di sajikan dingin itu mulai memasuki mulutnya.

Hyonie terus memasukkan salad buah ke mulut dan tidak menyadari seseorang yang berjarak tiga kursi di sampingnya terus memperhatikannya.Hyonie hampir menoleh saat mendengar suara pelayan memanggil dengan kencang,namun ia mengurungkannya saat melihat plester di tangannya sudah mulai terkoyak.

Dengan cekatan Hyonie mengeluarkan obat luka dan dengan perlahan mengolesi obat itu di jari jempolnya yang terluka.Ia meringis saat merasakan perih.Setelah yakin obat itu kering Hyonie merobek plester dan terlihat kesulitan membalutkannya.

Setelah beberapa kali mencoba dan selalu gagal Hyonie tampak frustasi,ia kembali akan menempelkan plester ke tangannya,namun gerakannya terhenti saat sebuah tangan kokoh menarik tangannya,mengambil plester yang baru dan dengan cekatan menempel plester itu di tangannya.

Hyonie melongo melihat sosok namja yang saat ini berdiri di sampingnya.Namja dengan jaket kulit hitam dan slayer biru yang hampir menutup wajahnya itu dengan kaget.Sekilas Hyonie dapat melihat kekhawatiran di wajahnya saat membalut luka Hyonie.

Hyonie mengerjapkan mata beberapa kali melihat sosok yang tidak lain adalah Yesung Super Junior itu langsung duduk di hadapannya dan tanpa ba bi bu langsung menyendokkan salad buah miliknya.

Yesung tersenyum manis pada Hyonie,senyum yang sangat di rindukannya.

“Mian” ucap Yesung singkat

Hyonie terlihat diam untuk beberapa saat.Namun detik berikutnya dengan mata berkaca-kaca ia langsung menghambur memeluk Yesung “Noumu bogosipo”ucapnya memeluk erat Yesung tepat di leher namja itu.

-효성-

Yesung memandang Hyonei yang kagum akan pemandangan di hadapannya.Suasana kota Seoul malam hari memang sesuatu yang sangat di sukai kekasihnya itu.

Tadi setelah bicara sebentar di cafe Yesung membawa Hyonie ke bukit kecil dimana ia merayakan White Day.

Bukit itu tampak indah saat musim semi seperti ini.Bunga-bunga liar yang tumbuh di sepanjang bukit mulai bermekaran dengan indahnya.

“Chagi-ya”panggil Yesung pelan

“Mmm…”

“Chagi-ya” sekali lagi Yesung memanggil Hyonie sehingga membuat yeoja itu menoleh kearahnya “Wae?” Tanyanya tersenyum pelan.

Yesung menghirup udara pelan,ia berjalan mendekati Hyonie menuntun kekasihnya itu duduk.Lama ia hanya memandangi kekasihnya itu tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Dihadapannya Hyonie juga hanya diam.Mereka berdua terlihat saling menatap satu sama lain mengingat tiap inci wajah orang yang berada di hadapannya,memasukkannya ke dalam otak dan menyimpannya.

Tanpa berkata Hyonie memutar tubuh menyamping,dan Yesung juga melakukan hal yang sama.Perlahan Hyonie menaruh kepalanya pada pundak Yesung,hanya diam sambil menatap matahari senja yang mulai turun ke peraduan.

Lama mereka berdua hanya diam.

“Chagi-ya” ucap Hyonie memecah keheningan yang tercipta cukup lama antara ia dan Yesung.

“Apa kau yakin aku akan menunggumu”

“Mmm..”

“Kau tahu 2 tahun tidak akan lama”

“Mmm..”

“Aku yakin aku bisa menunggumu kembali padaku”

“Mmm..”

“Jadi…kenapa kau menghindariku beberapa hari ini?membiarkan ku dalam kegalauan untuk beberapa hari.Membiarkanku tahu dari orang lain bukan dari mulutmu sendiri.Kau tahu lebih menyakitkan saat kau mengetahui tentang kekasihmu dari orang lain daripada di ucapkan langsung olehmu”

Yesung terdiam langsung menghentikkan gerakan tangannya yang dari tadi mengelus pelan pundak Hyonie.

Yesung mengerjap sekali.Ia menggerakkan tubuh Hyonie sehingga posisi yeoja itu sekarang kembali berhadapan dengannya.

“Aku.Kim Jong Woon,tidak pernah sama sekali berniat membuatmu sakit hati ataupun terluka.Aku sangat mencintaimu sehingga tidak sanggup membicarakan soal wajib militer ku padamu.Aku sangat takut akan reaksimu.Apa kau tahu?aku sempat berpikir mengatakannya langsung saat memutuskan untuk pergi wamil”

“Tapi…Saat aku membayangkan ekpresi yang sedih,aku mengurungkannya.Aku lebih memilih kau mengetahuinya dari orang lain atau jejaring sosial”

Yesung menghembuskan nafasnya berat,menundukkan kepalanya untuk beberapa saat.Ia menatap Hyonie yang menatapnya dengan tersenyum dan menepuk pundaknya pelan.

“Mian” ucapnya pelan kembali menundukkan kepalanya dalam.Tanpa di sadarinya satu tetes cairan bening telah jatuh di pipinya tanpa bisa di cegahnya.

Hyonie merengkuh Yesung,menepuk pelan punggung kekasihnya itu “Gwenchana,aku bisa menerima semuanya sekarang.Ingin menentang tapi itu sudah kewajiban para pria di Korea.Meskipun awalnya aku sangat sedih di tambah lagi kau tidak mengubungiku sama sekali selama beberapa hari”

“Geunde…” Hyonie mengangkat kepala Yesung,memegangnya kedua sisi pipinya dengan kedua tangan mungilnya “Jigeum,naega hangbokhae.Karena kau mau menemuiku dan menjelaskan semuanya” ucapnya tersenyum pelan.

Yesung tidak bisa menahan airmatanya,ia langsung menarik Hyonie kedalam pelukannya”Gomawo”ucapnya pelan di sela tangisnya.

Malam semakim malam,udara musim semi tak sedingin musim dingin atau pun awal musim semi.Di sana di sebuah bukit kecil di pinggir kota Seoul,Yesung dan Hyonie menikmati suasana malam kota Seoul.

“Aku sangat suka berada disini” ucap Hyonie tersenyum masih menatap kerlap kerlip lampu kota Seoul “Kalau aku menikah nanti aku punya impian mempunyai sebuah rumah di atas bukit kecil di pinggir kota.Pagi hari aku akan menyambut pagi dengan bunga-bunga yang bermekaran,dan malam harinya aku bisa melihat kerlap kerlip lampu dari kota”

Yesung yang dari tadi memeluk Hyonie dari belakang hanya tersenyum”Aku akan memberikanmu rumah seperti itu” ucapnya

Hyonie terlonjak mendengarnya.Ia memutar tubuhnya dengan cepat,melingkarkan tangannya di pundak Yesung”Jinja?” Tanyanya dengan mata berbinar.

Yesung mengangguk seraya tersenyum pelan “Eum” jawabnya singkat.

“Gomawo” ucap Hyonie refleks langsung mengecup bibir Yesung. Hyonie nyengir saat menyadari kenekatannya.Ia tersenyum canggung seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Tawa Yesung langsung pecah melihat ekpresi kekasihnya saat ini “Aigo~aku bahkan belum pergi wamil,tapi kau sudah seberani ini” ucapnya di sela tawanya.

Hyonie mempoutkan bibirnya kesal memukul pelan pundak Yesung “Geurae..aku akan lebih agresif lagi saat kau keluar wamil nanti”ucapnya

Yesung langsung menghentikan tawanya,dengan serius ia memandang wajah Hyonie”Ku tunggu” ucapnya

Hyonie baru akan membuka mulut namun tidak jadi karena detik berikutnya Yesung sudah mengunci bibirnya dan melumat bibir mungil Hyonie dengan lembut.

-The End-

2 thoughts on “Hyosung Story “YESUNG ENLISTMENT”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s