White Day – Hanyeon Side –

Happy-White-Day_1920x1200

Title : White Day – Hanyeon Side –
Author : tutimutz
Length : One shot
Cast :
– Kim kibum
– Luhan EXO-M
– Baro
– Hanyeon [Oc]

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this just my imajination.Don’t Like Don’t Read.PLEASE DON’T BE A SILENT READER.Thank You🙂

Author note : ff ini di bikin dalam rangka white day yang harinya udah jauh banget lewat,hehehe…dan ga tau kenapa pengen bikin moment-moment yang romantis yang sepertinya gagal lagi ==’.Well buat Hanyeon semoga suka sama nih ff🙂

Happy Reading ^^

Hanyeon menghembuskan nafasnya berat,ia melirik jam di ponsel “2pm”gumamnya pelan “Setidaknya bukan 3pm.Jam makan siangku semakin larut saja”lanjutnya dan mulai melangkahkan kaki menuju mobil.

Hanyeon baru akan membuka pintu mobil namun menghentikannya saat mendengar seseorang memanggil namanya “Hanyeon noona”
Hanyeon melihat kebelakang melalui bahunya sekilas.Hanyeon memutar tubuh saat melihat seseorang melambaikan tangan ke arahnya “Baro?” gumamnya saat melihat seorang namja berjalan mendekatinya.

“Annyeong noona” sapa Baro membungkukkan badannya sedikit “Apa kabar?” tanyanya

Hanyeon hanya menatap Baro yang hari itu mengenakan t-shirt merah dan cardigan berwarna senada.Hanyeon mengerjapkan mata saat melihat Baro menggoyangkan tangan di depan “waeyo?” Tanya Baro bingung

“Anyo” ucap Hanyeon singkat seraya tersenyum “Ah..ada apa?kenapa tiba-tiba datang seperti ini?bukankah kau selalu menghubungiku terlebih dulu?”

Baro mempoutkan bibirnya pura-pura memasang tampang kesal “Apa aku tidak boleh menemuimu?apa kau tahu aku sangat merindukanmu?kita sudah sangat lama tidak bertemu”

Hanyeon hanya tersenyum mendengar ucapan Baro “Ne,arraseo”ucapnya “Ah..apa kau sudah makan siang?”

Baro mengangguk “Ne” jawabnya singkat

Hanyeon mengangguk “Apa kau mau menemaniku makan siang?” Tanya Hanyeon

Dengan cepat Baro mengangguk “Tentu saja,aku akan menemani noona kemanapun noona mau.Gaja” ucap Baro semangat dan berjalan lebih dulu ke arah kursi penumpang mobil Hanyeon “Waeyo?” tanyanya saat melihat Hanyeon hanya berdiri di tempatnya.

“Bagaimana kalau kita naik mobilmu saja?” ucap Hanyeon menunjuk mobil sport biru Baro yang terparkir tidak jauh dari mobil Hanyeon “Baro-ya,kita naik mobilmu saja ya?aku sedang malas menyetir” lanjutnya.Tanpa menunggu lagi Hanyeon segera melangkahkan kakinya
Baro melebarkan matanya saat melihat Hanyeon melangkah “Chankaman noona”seru Baro

Hanyeon menghentikan langkahnya “Wae?”tanyanya bingung
Baro menggaruk tengkuknya yang tidak gatal “Kita naik mobil noona saja,dan kalau noona malas menyetir aku akan menyetir untuk noona,otte?”

Hanyeon mengerutkan alisnya bingung”Memangnya mobilmu kenapa?”
“itu-“ lagi-lagi Baro menggaruk tengkuknya “Bensinnya mau habis” jawabnya cepat seraya tersenyum aneh

Meski bingung Hanyeon akhirnya mengalah dan mulai masuk mobil.
“Noona,kenapa baru makan siang?bukankah ini-“Baro melihat sekilas jam tangannya “2pm.Bukankah ini sudah lewat jam makan siang?bukan kah noona punya penyakit maag?” tanyanya sambil terus mengemudi.

Hanyeon menghembuskan nafasnya berat “Pekerjaanku sekarang sangat menyita waktu makan siangku,semenjak pindah ke cabang Cheongdamdong aku semakin sibuk” ucap Hanyeon seraya menyenderkan kepalanya pada kursi.

Baro hanya menatapnya sekilas terlihat prihatin dengan noonanya yang satu ini “Kuharap noona baik-baik saja dan tidak sakit”gumamnya pelan.

-oo-

Hanyeon menyeruput sup kimchi di hadapannya dengan lahap.
“Pelan-pelan saja makannya” ucap Baro tersenyum geli melihat Hanyeon
Hanyeon menggelengkan kepalanya “Gwenchana” ucapnya “Baro-ya,bukankah B1A4 sekarang sibuk showcase di beberapa negara?”

Baro mengangguk “Ne,ah..apa noona tahu kami baru saja dari Indonesia.Indonesia tempat kelahiran noona kan?”

Hanyeon tersenyum dan mengangguk “Mmmm” “Kau masih ingat kalau aku lahir di Indonesia” ucapnya

“Tentu saja,apapun tentang noona,aku tidak akan lupa”ucap Baro bangga
Hanyeon tertawa “Ne,gomawo masih mengingat semua tentang aku”
Baro hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya malu.

Hanyeon dan Baro sama-sama diam.Di depan Baro duduk Hanyeon yang masih asyik menyantap sup kimchi.Baro sendiri diam-diam masih memandang Hanyeon tanpa Hanyeon sadari Baro tersenyum dan “Jepret” ia mengambil foto Hanyeon yang tengah menyapu mulutnya dengan tisu.

Hanyeon melebarkan matanya kaget “Hya!!apa yang kau lakukan,eoh?” Tanya Hanyeon

Baro hanya tersenyum sumringah “Mianhe” ucapnya mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V

Hanyeon berdiri mencoba merebut ponsel Baro
“Andwae noona” ucap Baro panic seraya mengangkat ponselnya tinggi-tinggi mencoba menjauhkan ponselnya dari Hanyeon.Namun Hanyeon tidak mendengarkan,ia masih mencoba mengambil ponsel Baro sehingga membuat Baro akhirnya mengalah dan memberikannya ponselnya pada Hanyeon.

Baro menatap ponselnya dengan sedih saat benda persegi berwarna putih itu sudah berpindah tangan.Ia mengacak kepalanya dengan frustasi”Noona,aku minta maaf karena telah mengambil fotomu tanpa ijin,aku sangat ingin punya sat foto saja foto nooa,apa tidak boleh,eoh?” ucapnya berharap Hanyeon mengembalikan ponselnya.

Hanyeon menoleh sekilas dan tersenyum”Apa kau mau fotoku?”tanyanya balik

“Nde?” ucap Baro bingung

Hanyeon masih tersenyum dan mulai berdiri.Ia duduk tepat di sebelah Baro”Ayo kita ambil foto bersama” ucapnya bersemangat sehingga membuat Baro langsung mengangguk setuju.

“Ha,na,dul,set…says Kimchiii”ucap mereka secara bersamaan dan berpose lucu.

Setelah mengirim fotonya bersama Baro ke ponselnya,Hanyeon menyerahkan ponsel Baro “Ige” ucapnya seraya menyerahkan benda persegi berwarna putih ini.

Baro tersenyum sangat lebar”Gomawo noona-ya”ucapnya hendak memeluk Hanyeon namun menghentikannya saat melihat dimana mereka berada sekarang.

-oo-

Baro menatap Hanyeon yang tengah asyik mengemudi.Mereka lagi-lagi hanya diam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

”Noona,apakah pekerjaanmu sekarang sangat menyita waktu dan jam makan siangmu?kau bahkan—“Baro menatap Hanyeon yang siang itu mengenakan blouse biru polos”Kau terlihat lebih kurus sekarang”ucapnya dalam hati sambil terus mengamati Hanyeon.

“Wae?kenapa dari tadi kau melihatku?apa aku terlihat cantik sekarang?”ucap Hanyeon tiba-tiba sehingga membuat Baro kaget dan segera mengalihkan wajahnya melihat jalanan”Anyo”ucapnya singkat.
Hanyeon hanya tertawa”Ah…apa kau tidak sibuk?”Tanya Hanyeon lagi masih terus memperhatikan jalan di depannya.

“Tidak ada”jawab Baro singkat.

Hanyeon hanya berOh ria seraya menganggukkan kepalanya
Baro melirik Hanyeon sekilas “Aku harus memberikannya” batinnya.

-oo-

Hanyeon melepas seatbelt dan keluar secara bersamaan dengan Baro “Gomawo sudah menemaniku makan siang,setidaknya aku tidak merasa bosan makan siang sendirian”ucap Hanyeon menepuk pelan pundak Baro.

Hanyeon menghembuskan nafasnya dan tersenyum pelan”Baiklah aku masuk dulu”ucapnya menunjuk pintu masuk kantor.

Baro hanya mengangguk seraya menaruh kedua tangannya di saku celana “Ah..chankaman” serunya saat melihat hanyeon mulai melangkahkan kaki.
Hanyeon memutar tubuh “Ne?ada apa lagi?”tanyanya

Baro menghirup udara dan membuangnya pelan,perasaan gugup itu tiba-tiba dating.Setelah menghembuskan nafasnyanya pelan Baro berjalan kea rah belakang Hanyeon”Noona,apa bisa kau menutup matamu?ada sesuatu yang ingin ku berikan pada noona hari ini”ucapnya.

Hanyeon menaikkan alisnya bingung”Kenapa aku harus menutup mata?bagaimana caraku berjalan dengan mata tertutup?”Tanya Hanyeon bingung.

“Jebal,just hangbongman,eoh” pinta Baro tulus
Meskipun bingung Hanyeon akhirnya menuruti permintaan Baro dan mulai menutup matanya.

Dengan pelan Baro mulai meraih tangan Hanyeon,menuntunnya berjalan menuju mobil sport biru miliknya.
“Tunggu di sini dan jangan buka matamu”ucap Baro meyakinkan Hanyeon.
Baro terlihat berjalan menuju mobil dan mengambil sebuket bunga dari dalam.

Baro menghembuskan nafasnya pelan “Noona,sekarang kau bisa membuka matamu”pinta Baro

Perlahan Hanyeon membuka mata dan langsung tercengang “Happy White Day Hanyeon noona”ucap Baro tersenyum seraya mengacungkan sebuket lili putih di hadapan Hanyeon.

Hanyeon hanya menganga dan mengerjapkan matanya melihat lili putih yang berada tepat di hadapannya”White day”gumamnya

Baro mengangguk”Mmm…Happy white day”ulang Baro
Hanyeon hanya beOh ria namun sama sekali belum mengambil bunga lili dari tangan Baro.

Baro mendecakkan lidah meraih tangan Hanyeon menyerahkan bunga lili pada Hanyeon”Oh..Ayolah noona”ucapnya.

Hanyeon hanya melihat bunga lili di tangannya,lama ia hanya diam.
Melihat Hanyeon hanya diam membuat Baro menaikkan alisnya bingung”Waeyo?noona tidak suka bunganya?apakah noona ingin bunga yang lain?padahal aku yakin kalau noona suka bunga lili”ucap Baro memiringkan kepala

“Anyo”ucap Hanyeon menggeleng pelan”Aku suka sekali bunganya,gomawo Baro-ya”

Baro tersenyum seraya menaikkan kedua bahunya “Syukulah” ucapnya mulai berjalan mendekati Hanyeon.Baro menarik Hanyeon ke dalam pelukannya “Noona pasti sangat lelah dan jenuh dengan pekerjaan noona sekarang”ucapnya seraya menepuk pelan punggung Hanyeon.

Hanyeon menghembuskan nafasnya berat.Meskipun ia tidak membalas pelukan itu,namun ia menikmatinya.Ia merasa hangat dalam pelukan Baro,pelukan yang membuatnya merasakan merindukan sosok Kibum yang sangat ia rindukan.

Pelukan yang singkat memang,namun mambuat Baro bahagia bisa melakukannya.Ia tersenyum”Sebaiknya noona segera masuk”ucapnya.

Hanyeon mengangguk dan mulai memutar tubuhnya meninggalkan Baro,namun baru satu langkah Hanyeon memutar tubuhnya lagi dan”cup”Hanyeon mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi Baro”Gomawo atas bunganya”ucapnya singkat dan tanpa menunggu lagi Hanyeon langsung pergi setengah berlari meninggalkan Baro.

Baro tersenyum memandang punggung Hanyeon yang mulai menghilang”Noona,bagaimana caranya agar aku tidak semakin menyukaimu?seandainya saja kau belum punya kekasih,aku pasti tidak akan menyerah”ucapnya tersenyum seraya masuk mobil.

1640_456897617712618_2026755200_n

Hanyeon tersenyum sambil menciumi bunga lili.Ia baru akan membuka pintu saat sebuah tangan memegang lengannya.Hanyeon memutar kepala kearah sang pemilik tangan”Luhan”saat melihat sosok namja imut dengan topi hitam yang hampir menutupi matanya.

Luhan mengangkat wajah dan tersenyum manis pada Hanyeon”Annyeong noona”sapanya masih memegang lengan Hanyeon.

Hanyeon memiringkan kepala”Apa yang membawamu kemari?”
“Noona,apa aku bisa menculikmu untuk sementara?”ucapnya tersenyum evil.

Hanyeon menaikkan alis bingung”Menculik”

Luhan mengangguk seraya tersenyum lebar dan tanpa menunggu lagi ia langsung menarik lengan Hanyeon tidak memperdulikan Hanyeon yang terpekik pelan karena kaget.

“Hya!Luhan chankaman”ucap Hanyeon menarik lengan dari Luhan
Luhan menghentikan langkah dan membalik tubuh menghadap Hanyeon”Waeyo”tanyanya polos

Hanyeon mendecakkan lidah “Hya!apa kau memang ingin menculikku?”ucapnya kesalnya “Apa kau ingin menyakitiku,eoh?” lanjutnya

Luhan tersenyum seraya menggaruk tengkuknya”Mian”ucapnya menundukkan kepala.

Hanyeon menghembuskan nafas dan terlihat meniup poni yang turun menutupi matanya”Kau mau membawaku kemana?aku harus segera kembali ke kantor” ucap Hanyeon menatap Luhan kesal.

Luhan menggenggam tangan Hanyeon”Aku janji tidak akan lama”ucap Luhan seraya menaikkan jarinya membentuk huruf V
“Ne,baiklah kali ini kau ku maafkan”ucap Hanyeon akhirnya sehingga membuat Luhan langsung menarik lengannya lagi.

-oo-

Luhan membawa Hanyeon masuk ke sebuah café.Luhan membawa Hanyeon duduk di salah satu sudut café yang menurutnya bisa membuatnya tidak terlalu menarik perhatian banyak orang,karena ia adalah seorang idola yang tengah naik naik.Luhan tersenyum saat menyadari suasana café tidak terlalu ramai siang itu.

Hanyeon menoleh sekilas”Apa saja”ucapnya menaikkan kedua bahunya acuh.

Luhan tersenyum dan berjalan menuju meja kasir,Hanyeon hanya memperhatikan punggung melihatnya namja manis itu memesan.Matanya sibuk mengamati suasana café.Ia baru menyadari kalau ini pertama kalinya ia masuk café itu.

“Otte?tempatnya bagus dan nyaman kan?”Tanya Luhan membuat Hanyeon tersenyum dan mengangguk setuju”Tempatnya nyaman dan aku suka suasananya”ucap Hanyeon masih mengamati suasana café “Lain kali aku akan mengajak Hyonie dan Riyeon kemari”lanjutnya.

Luhan baru akan membuka mulut namun mengurungkannya karena pelayan datang membawa pesanannya.
“Noona,ige” ucap Luhan seray memberikan satu cup bubble tea.

“Ah..ne gomawo Luhan-a”ucap Hanyeon menerima cup bubble tea dari Luhan.

“Green tea”gumamnya saat minuman dingin dan manis itu mulai memasuki tenggorokakannnya “Kenapa kau memberikanku green tea?”tanyanya

Luhan tersenyum sekilas”Karena kulihat noona sangat lelah,makanya aku memberikan green tea,green tea sangat bagus untuk tubuh yang sedang lelah”jelas Luhan seraya menyesap bubble tea rasa coklat miliknya.

Hanyeon hanya mengangguk dan kembali menyesap minuman itu,ia dapat merasakan sensasi dingin,manis dan bola-bola kecil yang di padukan dengan sedikit rasa buah-buahan,yang membuat minuman
terasa unik di mulutnya“woah…masita” ucap Hanyeon

“Lain kali kita ke sini lagi,otte?”ucap Luhan terkekeh pelan.
Hanyeon mengangguk “Oke,boleh juga”ucap Hanyeon cepat.

Hanyeon menaruh cup bubble di meja,ia mendesah pelan seraya menatap bunga lili yang ia letakkan di sisi kanan meja”Luhan-a” serunya tiba-tiba

“Ne”jawab Luhan cepat “waeyo?”

“Euumm…apa kau tahu hari ini white day?”Tanya Hanyeon tanpa menoleh ke arah Luhan

“Tentu saja aku tahu”

Hanyeon memutar kepala
kearah Luhan”Apa kau akan memberikan permen atau bunga untuk seorang yeoja hari ini?”

Luhan terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali”Itu—aku akan memberikan sesuatu pada seseorang yang special”ucapnya

Hanyeon tersenyum”Siapa yeoja beruntung itu?”Tanya Hanyeon antusias
“Aku tidak akan memberitahukannya pada noona”tolak Luhan menggelengkan kepalanya

Hanyeon mendecakkan lidah “Ck!nugu-ya?”tanyanya lagi masih terlihat penasaran

Luhan menggelengkan kepalanya keras”Anyo,aku tidak akan memberitahukannya kan,lagipula aku ingin memberikannya surprise”ucap Luhan tersenyum misterius.

Meski kesal Hanyeon akhirnya hanya bisa mendecakkan lidah seraya menyesap bubble tea.

Luhan hanya tersenyum melihatnya”Mianhe noona-ya,aku tidak bisa memberitahukannya karena orang yang akan kuberikan hadiah di hari ini adalah dirimu”batin Luhan.

-oo-

“Baiklah aku masuk dulu”ucap Hanyeon menunjuk kantor “Sampai jumpa lagi” ucapnya melambaikan tangan.

Luhan hanya mengangguk.Namun saat Hanyeon mulai menarik pintu kaca akan membuka pintu Luhan menahan lengannya “Chankaman”serunya

Hanyeon menatap Luhan bingung”Wae?”tanyanya

Luhan terlihat salah tingkah.Ia terlihat membasahi bibir bawahnya dan sedetik kemudian ia terlihat merogoh saku jaket dan mengeluarkan sebungkus permen yang di bungkus sangat indah meyerupai buket bunga dengan pita merah “Happy white day noona”ucapnya seraya menyerahkan permen.

Hanyeon tertawa saat mengingat Baro yang tadi juga memberinya sebuket lili putih”Oh..astaga ada apa dengan kalian hari ini”ucapnya seraya menggelengkan kepala pelan.

Luhan menaikkan alisnya bingung”Nde?”

“Ah..aniya”ucap Hanyeon cepat seraya mengibaskan tangan di depan dada.

Hanyeon akhirnya menerima permen itu”Gomawo”ucapnya
“Ah..masih ada lagi”ucap Luhan lagi-lagi merogoh sakut jaketnya
Hanyeon melihat Luhan dengan seksama,melihat Luhan yang tengah mencari sesuatu dari saku jaket.

“Tadaa…ige”ucapnya menyerahkan sekotak coklat putih.

Hanyeon melebarkan matanya “Hya!ige mwo?coklat?”

Luhan mengangguk”Hhuuumm..itu bonus”ucapnya menunjuk coklat putih di tangan Hanyeon

Hanyeon kembali tertawa”aigo~~uri Luhanie”ucapnya langsung mencubit kedua pipi Luhan”Ku piker kau akan memberikan semua ini untuk seorang yeoja yang menurutmu special,tapi kenapa kau malah memberikannya padaku?”

Luhan melepas kedua tangan Hanyeon dari kedua pipinya”Apo”ucapnya seraya mengelus kedua pipinya yang terasa memanas”Apa aku tidak boleh memberikannya pada noona?lagipula aku memberikannya karena menurutku noona orang yang special”lanjutnya.

Kembali Hanyeon tanpa rasa bersalah mencubit kedua pipi Luhan dengan gemas,ia bahkan tidak memperdulikan pandangan orang-orang yang tertawa melihat mereka”Gomawo,jeongmal gomawo”ucapnya.

“Keumanhe noona-ya”ucap Luhan kembali menurunkan tangan Hanyeon dari pipinya.

“Ne,arraseo”ucap Hanyeon tersenyum puas.

Luhan baru akan membuka mulut hendak protes atas apa yang di lakukan Hanyeon barusan,namun ia mengurungkannya saat mendengar seseorang memanggil Hanyeon.

“Hanyeon-a”seru sebuah suara sehingga membuat Hanyeon kea rah suara”Ah..Seo unnie,wae?”tanyanya pada seorang yeoja dengan blouse merah yang terlihat berjalan mendekatinya dan Luhan.

“Apa yang kau lakukan di sini?manager Lee mencarimu dari tadi”ucapnya menepuk pelan pundak Hanyeon

Hanyeon menghembuskan nafasnya “Orang tua itu,apa sih yang bisa dilakukannya tanpa aku” ucapnya “Baiklah,aku akan segera masuk” lanjutnya.

“Sampai jumpa lagi Hanyeon-a,ku harap kau kembali ke kantor pusat” ucapnya

Hanyeon membungkuk “Ne,sampai jumpa lagi unnie” ucapnya.

“Noona” Seru Luhan saat melihat Hanyeon hanya diam memandang punggung nona Seo yang mulai menjauh.

Hanyeon menoleh ke arah Luhan “Ne” ucapnya singkat

“Apa aku terlalu lama membawa noona keluar?” Tanya Luhan tidak enak

Hanyeon menggeleng pelan “Anyo.Sebenarnya aku senang kau mengajakku minum bubble tea” “Lagipula Manager Lee bisa menunggu,toh aku tidak akan kemana-mana” lanjutnya mengangkat kedua bahunya.

“Syukurlah” ucap Luhan tersenyum “Nah..sekarang sebaiknya noona masuk” lanjutnya seraya membalik tubuh Hanyeon mendorong pelan punggung Hanyeon dan membukakan pintu.

Luhan melambaikan tangan “Annyeong Hanyeon noona” ucapnya di balik pintu kaca “Jangan lupa makan permen dan coklatnya”lajutnya menunjuk permen dan coklat yang ada di tangan Hanyeon.

Hanyeon tersenyum dan tiba-tiba Hanyeon membuka pintu kaca dan menghambur berlari keluar “Luhan-a,chankamannyo” serunya memanggil Luhan yang mulai berjalan menjauhi kantor.

Luhan menghentikan langkahnya memutar tubuh kearah suara.Belum sempat Luhan menyadari apa yang terjadi Hanyeon sudah menubruknya,memeluk tubuh kurus Luhan.

“Gomawo” ucapnya pelan

Luhan hanya mengerjapkan mata sekali,dua kali,masih belum bereaksi.Bahkan saat Hanyeon melepaskan pelukannya Luhan masih mematung.Ia baru sadar saat Hanyeon sudah melambaikan tangan memperlihat permen dan sekotak coklat di tangannya “Aku pasti akan memakannya,gomawo” ucapnya seraya membalik tubuh dan berlari masuk kantor.

Luhan hanya tersenyum “Ah..andai saja kau belum punya kekasih” ucapnya menggeleng pelan dan mulai melangkah pergi.
Luhan menengadahkan kepalanya menatap langit musim semi yang hampir datang,ia menyipitkan mata saat sinar matahari menerpa mata “Noona,apa bisa aku mengharapkanmu lebih dari seorang teman?” Gumamnya

532212_500434810004993_748968026_n

Hanyeon mulai merapikan meja dan akan segera pergi saat sebuah suara memanggil namanya.

“Hanyeon-ssi”

Hanyeon menoleh ke arah suara dan langsung menghela nafas saat melihat siapa yang memanggilnya.Ia menatap malas pria separuh baya di hadapannya itu dengan malas “Ne,manager Lee” ucapnya

Pria yang bernama manager Lee itu tersenyum.Tanpa rasa berdosa ia menyerahkan sebuah flasdisk pada Hanyeon “Tolong kau rapikan ini untukku,dan kuharap kau bisa menyelesaikannya malam ini karena besok pagi itu akan aku berikan pada Direktur” ucapnya.

“Tapi—” ucap Hanyeon hendak protes

“Tolonglah,kali ini saja” pinta manager Lee menyerahkan flasdisk itu di tangan Hanyeon

Hanyeon mendelik kesal saat benda kecil berbentuk persegi itu berada di tangannya.Ia baru akan membuka mulut namun tidak jadi karena manager Lee sudah berjalan keluar ruangannya.

“Kali ini apanya?bukankah aku sering membantu anda merapikan ini” ucapnya kesal menatap flasdisk di tangannya.

Hanyeon melihat jam yang tertera pada layar ponselnya “08:00pm” gumamnya

Hanyeon menghembuskan nafasnya berat dan mulai duduk di kursi “Aku harus cepat menyelasaikan ini” ucapnya mulai menyalakan layar komputer.

-oo-

“Napeun namja” ucapnya melihat layar ponsel “Kau bahkan tidak memberitahuku kalau kau sudah berada seoul” lanjutnya.

Hanyeon hanya diam di dalam mobil hitamnya,pikirannya melayang pada kejadian tadi sore.

Flashback~
Hanyeon tengah menikmati satu cup vanilla latte bersama teman kantornya di kantin kantor.Ia tengah asyik berbincang saat ia merasakan ponselnya berdering pendek.

From Hyonie
Hanyeon-a,kapan Kibum pulang ke korea?

Hanyeon mengerutkan alisnya bingung,dengan cepat ia membalas isi pesan singkat itu.

To Hyonie
Bukahkah Kibum masih di China?

Hanyeon kembali menatap layar ponselnya menunggu balasan pesan dari Hyonie,ia bahkan sudah tidak menghiraukan lagi saat teman-temannya mulai bercanda.

From Hyonie
Bukankah ia sudah berada di korea sekarang?

Hanyeon membulatkan matanya kaget melihat isi pesan.

To Hyonie
Ah..naega molla-yo?tapi..apa kau yakin ia berada di korea?

Hanyeon menoleh sekilas saat temannya memanggil namanya,ia hanya tersenyum dan mengangguk saat temannya mengajaknya kembali ke kantor.

Hanyeon berjalan di antara teman kantor,sepanjang jalan ia melihat ponselnya.
Hanyeon langsung membuka pesan yang dikirmkan Hyonie,kali ini ada sebuah foto yang menyertai pesannya.

From Hyonie
Aku melihatnya di jejaring sosial,meskipun aku tidak yakin kalau itu Kibum,tapi banyak yang bilang kalau Kibum saat ini ada di gedung SM.

Hanyeon menghembuskan nafasnya pelan,tiba-tiba ia merasa kesal dan marah pada Kekasihnya itu.

To Hyonie
Terserah!! Dia mau pulang ke Korea apa tidak?aku tidak peduli

Setelah mengetik pesan itu Hanyeon langsung mematikan ponselnya dan menaruh benda berwarna putih itu di saku blazer.

Flashback end~

Hanyeon menghembuskan nafasnya berat “Kalau memang kau sudah berada di Seoul kenapa kau tidak menghubungiku?” Gumamnya sedikit kesal dan mulai melajukan mobil secara perlahan.

Hanyeon mengemudikan pelan mobil hitamnya memasuki area perumahan.Hanyeon menaikkan alisnya saat melihat halaman tumah yang di hiasai berbagai macam lampu “Indah sekali” ucapnya kagum masih mengemudikan mobilnya,namun baru 500meter Hanyeon menginjak pedal rem dengan tiba-tiba “Chankaman,bukankah itu rumahku?” Ucapnya setengah bergumam.

Hanyeon melihat sekelilingnya dan benar saja kalau ia melewati rumahnya sendiri.Perlahan Hanyeon mulai memundurkan mobil dan terpana saat ia turun dari mobil.

“Ige mwoya?” Ucapnya bingung sekaligus takjub melihat halam kecil di depannya saat ini.

“Oh..kau sudah pulang?” Tanya sebuah suara tepat di telinga Hanyeon.

Hanyeon terkejut sekilas dan melihat ke samping kanannya.
Di sampingnya terlah berdiri seorang Kim Kibum yang malam itu mengenakan hem berlengan panjang berwarna abu-abu sudah melingkarkan tangannya di pinggang Hanyeon.

Hanyeon mengerjapkan matanya beberapa kali “Jadi—semua ini—” ucapnya menunjuk halaman rumahnya yang sudah berubah menjadi terang dengan berbagai macam lampu kecil warna warni.

“Mari” ucap Kibum perlahan mendorong tubuh Hanyeon dari belakang.

Hanyeon hanya menurut dan hanya bisa menatap takjub halaman rumahnya,di tengah halaman kecil ini bahkan sudah ada satu meja dan dua buah kursi yang saling berhadapan.

Perlahan Hanyeon memegang ujung meja dan berjalan dari sisi ke sisi.Meja yang di hias sangat cantik dengan lilin dan juga bunga di atasnya “Kapan chagi menyiapkan semua ini?” Tanya Hanyeon tersenyum saat melihat pohon Maple yang mulai berdaun sedikit itu kini tampak indah dengan lampu-lampu kecil di ranting dan dahannya.

Kibum berjalan selangkah memeluk Hanyeon dari belakang “Sejak tadi siang” ucapnya pelan seraya menaruh dagunya di pundak Hanyeon.

“Indah sekali” ucap Hanyeon menengadah melihat pohon maple yang sekarang mulai tinggi itu membiarkan Kibum masih memeluknya.
Hanyeon melepas pelukan Kibum dan memutar tubuhnya menghadap Kibum “Kapan kau tiba di Seoul?” Tanyanya

“Eumm…sekitar pukul 2siang” jawab Kibum

“Kenapa kau tidak memberiku kabar?” Ucap Hanyeon memukul pelan pundak Kibum

“Mianhe.Kalau aku memberimu kabar aku tidak mungkin menyiapkan semua ini kan?” Ucap Kibum menunjuk taman yang sudah di sulapnya menjadi sangat indah malam itu.

“Ne,kali ini kau ku maafkan” ucap Hanyeon tersenyum.

Kibum mengecup pelan kening Hanyeon dan mulai menuntun Hanyeon duduk di salah satu kursi.
Lama mereke berdua saling menatap satu sama lain.

“Jadi makan apa kita?” Tanya Hanyeon

Kibum mengerjapkan mata karena ia lupa akan makanannya “Chankaman” ucapnya seraya merogoh saku celana mengambil ponsel.
Kibum baru akan menaruh ponsel,saat Hanyeon memanggil “Sudahlah,kau tidak perlu memesan makanan” ucap Hanyeon terkekeh pelan.

Kibum tersenyum aneh terlihat salah tingkah “Mian,aku terlalu asyik menyiapkan semua ini” ucapnya pelan.

Hanyeon terkekeh melihat kekasihnya itu “Tunggu di sini” ucapnya seraya berdiri dan melangkah menuju mobil.

Dari tempatnya duduk Kibum dapat melihat Hanyeon mengambil beberapa barang dari mobil.Kibum mengerutkan alis saat melihat Hanyeon menenteng satu buket bunga.

“White lili” ucap Kibum saat Hanyeon sudah berada di depan meja menaruh bunga itu di atas meja.

Hanyeon menoleh sekilas dan tersenyum “Cantik bukan?” Tanyanya

Kibum mengangguk mengiyakan ucapan kekasihnya “Kau membeli bunga?” Tanyanya penasaran.

Hanyeon menggeleng pelan “Anyo,Baro yang memberikannya tadi siang” jawab Hanyeon tanpa menoleh.

Kibum mengerutkan alis bingung “Baro?namja yang dulu—” ucapnya gantung

Hanyeon menoleh sekilas dan mengangguk “Ne” jawabnya singkat

“Dalam rangka apa ia memberikanmu bunga?dan darimana ia tahu kalau kau suka lili?”

“White day.Memangnya tidak boleh ia memberikan bunga padaku?lagipula kami sudah lama tidak bertemu.Dan kau sendiri tahu kan selama kau menghilang,Baro selalu ada di sampingku” ucap Hanyeon panjang lebar tidak melihat ekspresi Kibum yang mulai berubah saat mendengarnya.

Kibum tersenyum canggung dan hanya diam.Dalam hati ia bersyukur cepat kembali,terlambat sedikit saja mungkin saat ini ia tidak bisa bersama Hanyeon.
Kibum mengerjap saat merasakan Hanyeon menepuk pundaknya pelan “Gwenchana” tanyanya khawatir

Kibum mengangguk “Gwenchana-yo” jawabnya singkat

Kibum memiringkan kepala melihat Hanyeon “Apa yang sedang kau cari?” Tanyanya saat melihat Hanyeon mengacak isi tas tangan.

Hanyeon tersenyum sumringah “Ige” ucapnya seraya menunjukkan sekotak coklat pada Kibum “Apa kau tahu aku mendapatkannya dari siapa?” Tanyanya

“Darimana aku tahu kalau kau tidak memberitahukannya” ucap Kibum kesal seraya mengetuk pelan kepala Hanyeon.

Hanyeon hanya terkekeh pelan “Aku mendapatkannya dari Luhan.Dan lihat lah permen ini di bungkus sangat cantik” ucapnya

Kibum mendelik kesal pada Hanyeon “Dimana kau mengenal Luhan?”

“Itu—” Hanyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan hanya mengerjapkan matanya saat Kibum menatapnya curiga.

Hanyeon tersenyum canggung “Ah..bagaimana kalau kita makan coklat ini?” Ucapnya mengalihkan pembicaraan

Kibum menghembuskan nafasnya masih menatap kesal kekasihnya.Bagaimana bisa kekasihnya itu dekat dengan dua orang namja?dan memberikannya bunga dan coklat di hari White ini.Lihatlah ia bahkan dengan santainya memberikan sepotong coklat padanya.

Hanyeon menaikkan alis”Wae?” Tanyanya saat Kibum hanya menatapnya dari tadi.

Kibum menggeleng pelan “Anyo” ucapnya “Aku hanya penasaran kenapa kau bisa dekat dengan Luhan?” Lanjutnya seraya menerima potongan coklat yang di sodorkan Hanyeon.

Hanyeon hanye tersenyum “Dalam rangka apa chagi menyiapkan tempat ini menjadi seperti ini?” Tanya Hanyeon kembali menatap sekeliling halaman rumah.

Kibum menarik Hanyeon dalam pelukannya “Happy White day chagi-ya” ucapnya pelan seraya mengecup pelan pucuk kepala Hanyeon.

Hanyeon mendongak menatap Kibum “Kau ingat hari ini white day?”

Kibum menunduk menatap Hanyeon lembut “Tentu saja,kau pikir untuk apa aku melakukan semua ini?”

Hanyeon tersenyum “Gomawo” ucap Hanyeon pelan dan mulai memasukkan kepala di dada Kibum.

Malam semakin larut dan dingin,namun tidak bagi Hanyeon kali ini ia merasa hangat berada dalam pelukan orang yang di cintainya.

“Ah..matda” ucap Hanyeon tiba-tiba melepaskan pelukan Kibum.

“Waeyo?”

Hanyeon melepaskan diri dari pelukan Kibum dan menghambur masuk rumah.Membuat Kibum menatapnya heran.

5 menit kemudian Hanyeon keluar dengan mangkuk besar,dua gelas,dua piring dan sebotol jus orange.
Ia terlihat menata meja,manaruh ke dua piring dan gelas secara berhadapan.Ia tersenyum puas saat melihat hasilnya.

“Ku rasa ada yang kurang.Apa kau tahu apa yang kurang” tanyanya menoleh melihat Kibum yang dari tadi hanya berdiri di samping meja.

Kibum baru akan membuka mulut namun menghentikannya karena Hanyeon berseru “Ah..matda” ucapnya menjentikkan jari dan langsung kembali masuk ke dalam rumah.

Kibum hanya menggeleng pelan,ada apa dengan kekasihnya itu?Kibum tertawa saat melihat Hanyeon keluar membawa vas bunga berukuran kecil.Dengan hati-hati ia mengeluarkan dua kuntum lili putih menaruhnya dalam vas bunga.

“Chagi-ya” ucap Hanyeon seraya menoleh ke arah Kibum “Otte?” Lanjutnya menunjuk hasil pekerjaannya.

“Ayo duduk” ucap Hanyeon menarik lengan Kibum

Kibum duduk dan tertawa saat melihat isi mangkuk besar yang berada tepat di tengah meja “Mwo?bimbimbap?” Serunya

“Apa kau tidak mau?aku sudah membuatnya bersusah payah”

“Ini sudah—” Kibum melihat jam tangan “11pm” ucapnya

“Kenapa?apa kau tidak mau makan?”

Kibum menggelengkan kepala “Anyo,aku tidak akan makan” ucapnya

Hanyeon mempoutkan bibirnya kesal “Jadi ini semua untuk apa?kau menyiapkan ini,eoh?”

“Aku hanya ingin memberimu kejutan,itu saja” ucap Kibum menaikkan ke bahunya acuh.

Hanyeon menatap Kibum kesal “Baiklah” ucapnya menggeser mangkuk besar di meja “Sekarang kita mau apa?” Tanyanya seraya menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja.

Kibum menggeser posisi kursi tepat ke sebelah Hanyeon.Ia melingkarkan tangan ke pundak Hanyeon “Begini saja” ucapnya menatap Lembut Hanyeon

Hanyeon menaikkan alis “Apa sebaiknya kita masuk saja” ucap Hanyeon

Kibum menggeleng pelan “Di sini saja sebentar lagi.Aku masih rindu padamu” ucapnya seraya menarik pundak Hanyeon merapat padanya.

Hanyeon tersenyum sambil melihat bintang malam itu,hari semakin larut dan sekarang ia tengah bersama kekasihnya.Ia bersyukur karena Kibum menemuinya malam ini dan merayakan white day bersama.
Hanyeon menyenderkan kepala pada pundak Kibum,menaruh ke dua tangannya di pinggang namja itu “chagi-ya,saranghaeyo” ucapnya pelan.

Kibum tersenyum semakin memperat tangannya mencengkram pundak Hanyeon “Nado” ucapnya seraya mengecup pelan pucuk kepala Hanyeon.

164264_500435070004967_1065589918_n

-End-

2 thoughts on “White Day – Hanyeon Side –

    • Muehehe…pada akhirnya aku cuma bisa bilang “MANDEK” ㅎㅎㅎㅎㅎ
      Kl ama lulu emg bingung mau di bikin kaya apa momentnya
      Dan seharusnya anda bersyukur karena itu lbh baik dr white day Hyonie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s