Kimyeon Story “I’m going to find you Kim kibum,but I’m meet another person?” -Last Chapter-

kimyeon

Title : Kimyeon Story
Subtitle : “I’m to find you Kim kibum,but I’m meet another person?” going

Author : tutimutz

Cast : Kibum Super Junior || Hanyeon || Luhan

Lenght : Last Chapter

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

Happy Reading ^^

Hanyeon memandang punggung Luhan yang berjalan di depannya,dan entah kenapa Hanyeon langsung tersenyum,hari ini luhan mengenakan t-shirt putih dan earphone dan tidak lupa bagpack MCM tentunya,tapi hari ini beda dari yang kemarin,Hanyeon memiringkan kepalanya mengamati Luhan “Badannya kecil,dan juga kurus,”gumamnya pelan kemudian terkikik pelan.

Saat ini Hanyeon dan Luhan sedang berada di daerah Xiushi.Daerah ini merupakan tempat belanja yang terkenal di Beijing selain Wangfujing pastinya.

Luhan mengajak Hanyeon jalan-jalan.Luhan menawarkan diri menjadi tour guide untuknya.
Kemarin setelah Luhan menemukannya di jalanan wangfujing,Luhan mengantarnya kembali ke hotel dan sekarang mereka berdua sedang menikmati ice cream sambil berjalan kaki.

Hanyeon langsung setuju saat Luhan mengajaknya ke tempat belanja.
Dan bisa di lihat tangan Hanyeon penuh dengan kantong belanjaan.Hanyeon menghembuskan nafasnya “Aku memang tidak bisa menahan kalau berurusan dengan yang namanya shoping”gumamnya pelan.

Luhan memanggilnya nuna karena Hanyeon memang lebih tua darinya.

“Luhan-a,bukankah kau orang china,kenapa kau begitu pandai bahasa Korea?” Tanya Hanyeon

Luhan memutar kepalanya sedikit,diam sebentar,menjilati ice creamnya “Karena aku sekolah di korea” jawabnya kemudian terus menjilati ice creamnya.

“Aigoo~~kenapa belepotan begini?” Ucap Hanyeon seraya membersihkan ice cream yang berada di ujung bibir Luhan.

Hanyeon menghentikan kegiatannya “Neo…Luhan EXO-M?” Seru Hanyeon tiba-tiba.
Luhan melebarkan matanya kaget “Anio,aku bukan Luhan yang itu” jawab luhan sedikit tergagap.

Hanyeon mendelik “Aku tahu kalau kau Luhan EXO-M.Apa yang kau lakukan di China?apa EXO-M ada kegiatan di Beijing?” Tanya Hanyeon beruntun

Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Ituu…iya kami memang ada kegiatan disini” ucapnya menjulurkan sedikit lidahnya.

Hanyeon mamajukan wajahnya melihat Luhan,matanya yang belo dan hitam itu terlihat menyusuri tiap inci wajah Luhan “Kau begitu manis” ucapnya mengerjapkan matanya kemudian tersenyum pelan.

Luhan yang merasa malu memundurkan sedikit wajahnya “Nuna,apa yang kau lakukan?” Ucapnya malu dan terlihat sekali kedua pipinya memerah.

Hanyeon terkekeh pelan “Anio,aku hanya ingin melihatmu dari dekat” ucapnya enteng kemudian kembali melanjutkan jalannya.

Luhan hanya mematung sangat shock dengan kejadian barusan.Luhan menepuk kedua pipinya pelan “Hya!nuna jamsimannyo” teriaknya kemudian berlari kecil menyusul Hanyeon.

–00–

Hanyeon menganga lebar saat berada di taman Beiha.Taman ke kaisaran yang berada tepat di pusat kota beijing itu sangat indah.

Hanyeon mengamati tiap inci bangunan itu,terlihat sangat mengagumi bangunan itu.
Ada banyak orang yang berada di situ,dan saat ini Hanyeon sedang duduk di bawah sebuah pohon yang rindang.

“Nuna,apa kau suka tempat ini?” Tanya Luhan tiba-tiba sehingga membuat Hanyeon sadar dari kekagumannya.

“Hhuuumm…” Angguk Hanyeon “Aku senang berada di tempat asri seperti ini dan juga kalau saja di sini lebih sepi,aku yakin akan betah duduk disini” lanjutnya.

“Nuna,apa kau pernah ke kota terlarang?” Tanya luhan tiba-tiba
Hanyeon menggeleng pelan “Tidak pernah”

Luhan tersenyum “Bagaimana kalau besok kita ke sana?”

Hanyeon diam sejenak terlihat berpikir “Euumm…Baiklah”

“Baiklah aku jemput nuna di hotel”

“Oke” “chankaman Luhan-a,apa kau tidak ada kegiatan besok?bagaimana dengan jadwal EXO-M?”

Luhan tersenyum “Nuna tenang saja,aku akan menjemput nuna,apabila kegiatan ku bersama member lain selesai” ucapnya.

“Bagus kalau begitu”

“Ah..sebenarnya nuna ke Beijing dalam rangka apa?liburan?” Tanya Luhan

Hanyeon diam sebentar kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat “Aku mencari seseorang” ucapnya

Luhan hanya ber oh ria sambil menganggukkan kepalanya “Apa nuna sudah bertemu dengan orang itu?”

Hanyeon menggelengkan kepalanya pelan “Belum,aku bahkan tidak tahu dia ada dimana”

“Siapa dia?” Tanya Luhan antusias
Hanyeon diam menatap Luhan yang masih tersenyum melihatnya “Seseorang” jawab Hanyeon

Luhan menaikkan alisnya “Arraseo,aku menanyakan namanya nuna-ya,siapa tahu aku bisa membantu nuna mencarinya” ucap Luhan mendecakkan lidahnya.

Hanyeon terkekeh “Gomawo,aku bisa mencarinya sendiri”

Luhan tersenyum “Baiklah” ucapnya riang kemudian merebahkan tubuhnya di rerumputan hijau.

“Ah…nuna kenapa kau bisa tahu bahwa aku Luhan EXO-M?” Tanya Luhan

Hanyeon tertawa pelan “Itu,sebenarnya awalnya aku juga ragu,tapi setelah melihatmu dari dekat,ternyata itu memang kau.Apa kau tahu aku tahu EXO itu dari sahabatku”

“Jinja?”

“Hhuuummm”

“Woahh..sepertinya sahabat nuna itu sangat update terhadap boyband baru di Korea”

Hanyeon tertawa lagi “Apa kau tahu,hampir semua Boyband yang baru debut dia tahu”

Luhan mengangguk dan kemudian tersenyum “Sepertinya teman nuna orang yang asyik” ucap Luhan “Ah..kalau kita bertemu di Seoul nuna harus mengenalkannya padaku” lanjutnya

Hanyeon mengangguk “Itu pasti,dia pasti sangat senang bertemu denganmu”

Akhirnya hari itu Hanyeon dan Luhan menghebiskan senja mereka di taman Beihai.

–00–

Hanyeon merebahkan tubuh rampingnya di atas tempat tidur.Hanyeon baru akan memejamkan matanya namun tersentak mendengar ponselnya yang berdering kencang.

“Ne,chankaman” ucapnya seraya berjalan menuju sofa dimana tadi dia melemparkan tasnya.

Hanyeon tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya “Yoboseyo,ne Hyonie-ya waeyo?”

“Apa kau baik-baik saja disana?apa kau sudah bertemu Kibum?” Tanya Hyonie di ujung sana.

Hanyeon diam mendengar nama Kibum “Astaga kenapa dia bisa lupa tujuannya ke Beijing?” Pikirnya.

“Yoboseyo,Hanyeon-a apa kau masih disana?” Suara Hyonie membuat Hanyeon mengerjap “Ne,aku masih disini” jawabnya

“Jadi apa kau sudah bertemu Kibum?” Tanya Hyonie lagi

“Belum”

“Mwo?jadi apa yang kau lakukan dua hari sana?kau bahkan tidak menelponku.Apa kau tahu aku sangat menghkawatirkanmu,eoh!”oceh Hyonie panjang lebar,terdengar sekali sahabatnya itu sangat kesal padanya.

“Mianhe,aku lupa menghubungimu” ucap Hanyeon penuh penyesalan.

Terdengar Hyonie menghembuskan nafasnya di ujung sana “Jadi apa yang lakukan selama dua hari sana?apa kau asyik belanja?”

Hanyeon terkekeh pelan “Hya!Darimana kau tahu kalau aku belanja?” Tanya Hanyeon

“Apa kau pikir aku mengenalmu hanya satu atau dua tahun.Ahh….Apa kau benar-benar belum bertemu dengan Kibum?”

“Euumm…ituuu….” Ucap Hanyeon gantung.Dia ragu apakah perlu menceritakan pada Hyonie kalau dia bertemu Luhan EXO-M disini,dan anak itulah yang dua hari ini sudah membantunya.

“Hanyeon-a waeyo?” Tanya Hyonie

“Euumm..aku akan menelpon manager Kibum lagi nanti” ucap Hanyeon akhirnya tanpa memberitahu sahabatnya itu kalau ia bertemu Luhan.

“Baguslah.Kalau begitu aku tutup telponnya,kau hati-hati disana” pesan Hyonie sebelum memutus telpon.

Hanyeon menghembuskan nafasnya berat.Terlihat dia hanya diam memandang benda persegi berwarna pink itu di tangannya.
Kemudian dengan satu gerakan cepat Hanyeon menekan tombol calling “Ayolah jawab” ucapnya disela menunggu telponnya di jawab.

“Ishh…Kim Kibum sepertinya kau memang mau mati” umpat Hanyeon kesal karena telponnya tidak di terima.

Dengan kesal Hanyeon melempar ponselnya ke sisi bantal “Baiklah,aku akan jalan-jalan sehari lagi,setelah itu aku akan kembali ke Seoul” ucapnya mengangguk pasti kemudian mulai menutup matanya untuk tidur.

–00–

“Waahh….kenapa istana ini sangat besar?” Tanya Hanyeon pada Luhan.

Luhan hanya tersenyum dan tanpa menjawab dia segera menarik Hanyeon mengikutinya,sehingga membuat Hanyeon memegang topi nya agar tidak jatuh.

Lama mereka berdua asyik berjalan-jalan di sekitar bangunan kota terlarang.
Saat lelah mereka berdua duduk di salah satu tangga bangunan yang agak tinggi “Nuna kau tunggu disini,aku akan membelikanmu minum” pamit Luhan.

Hanyeon mengangguk “Ne” ucapnya singkat.

Sementara Luhan pergi Hanyeon menikmati suasana di kota terlarang yang sangat ramai oleh pengunjung.

“Hanyeon-a,apa yang kau lakukan disini?” Tanya sebuah suara membuat Hanyeon mengalihkan pandangannya ke arah bawah.
Belum sempat Hanyeon menjawab orang itu sudah berjalan menaiki tangga.

“Kibum” ucapnya saat orang itu sudah berada di salah satu anak tangga di bawahnya “Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hanyeon spontan

Kibum memajukan wajahnya “Bukankah aku yang harus menanyakan itu padamu?” Ucapnya
Hanyeon hanya diam dan memandang Kibum yang saat ini berada tepat di hadapannya.

“Waeyo?” Tanya Kibum menaikkan alisnya bingung

Hanyeon masih tidak menjawab,terlihat shock melihat sosok yang berada tepat dihadapannya kini.

Kibum tersenyum “Apa kau kemari mencariku?” Tanyanya seraya menarik Hanyeon kedalam pelukannya “Aku sangat merindukanm” ucapnya pelan tepat di telinga Hanyeon.

Hanyeon hanya mengerjapkan matanya beberapa kali,dan tersentak saat ponselnya berdering,dengan cepat Hanyeon mendorong tubuh Kibum kemudian mengambil ponsel di saku celananya

“Yoboseyo” “Ah…benarkah?” “Ne,aku mengerti” “Kau tidak tidak perlu khawatir,aku tidak akan tersesat lagi” “Ne,jaga dirimu,aku harap kita bertemu lagi nanti”

“Nugu?” Tanya Kibum

Hanyeon kaget kemudian memandang Kibum cukup lama “Teman” jawabnya singkat kemudian melangkahkan kakinya menuruni tangga.

“Hya!Hanyeon-a,mau kemana?” Teriak kibum

Hanyeon memutar kepalanya “Kembali ke hotel” jawabnya ketus.

Hanyeon berjalan lebih cepat tanpa memperdulikan Kibum yang terus memanggil namanya.

Di sana disalah satu sudut tempat dimana Hanyeon tadi berada terlihat seorang pria manis dengan dua minuman dingin di tangannya terlihat tersenyum melihatnya “Annyeong nuna,ku harap kita bisa bertemu lagi di Seoul,sepertinya nuna sudah menemukan orang yang nuna cari disini” ucapnya kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

Kibum merangkul pundak Hanyeon,dan meskipun beberapa kali di lepaskan Hanyeon,Kibum kembali merangkulnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hanyeon
“Aku ada syuting di sekitar sini” jawab Kibum enteng

Hanyeon hanya mengangguk sambil menggumankan sesuatu yang tidak jelas.Sehingga membuat Kibum tersenyum melihat kelakuan kekasihnya “Apa kau mau ikut ke lokasi syuting?”

Hanyeon menghentikan langkahnya melihat ke arah Kibum yang masih tersenyum jahil padanya.Melihat Kibum tersenyum seperti itu membuat Hanyeon mandengus kesal “Sirho” ucapnya seraya melanjutkan langkahnya.

“Waeyo?”

Hanyeon mendelik kesal,dan tanpa menjawab terus melangkah keluar area Kota Terlarang.Hanyeon bahkan tidak memperdulikan Kibum yang terus memanggil namanya saat ia memasuki taksi dan pergi begitu saja meninggalkan kekasihnya itu.

–00–

Hanyeon mengemasi barang-barangnya kedalam koper “Jadi untuk apa aku kemari?mencari kekasih sendiri?yang bahkan setelah bertemu dia sama sekali tidak mengunjungiku..” rutuknya sambil terus memasukkan dengan kasar pakaiannya “Seharusnya aku menunggunya saja di Seoul dan memberinya hukuman”

“Eh,chankaman” ucapnya berhenti sejenak “Setidaknya aku bisa bertemu Luhan disini,dan sempat belanja dan juga jalan-jalan dengannya”
Hanyeon tersenyum sendiri mengingat kebersamaannya bersama Luhan “Ah…sebaiknya aku menghubunginya dan bilang kalau aku akan berangkat besok”

Hanyeon baru akan menaruh ponsel di telinganya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.Hanyeon berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu.

Dibalik pintu itu Kibum berdiri dengan senyum manisnya,senyum yang sangat di sukai Hanyeon sejak pertama kali melihatnya.

“Mau apa kemari?” Tanya Hanyeon datar kemudian masuk lebih dulu ke dalam kamar.

“Apa kau masih marah?” Tanya Kibum menyusul Hanyeon masuk ke dalam kamar.

Hanyeon memutar tubuhnya,mendelik kesal “Mwo?naega? Untuk apa aku marah padamu?” Ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri.

Kibum tersenyum melihat kekasihnya itu “Lalu kenapa sikapmu sangat dingin sejak tadi siang?kau bahkan pergi begitu saja meninggalkanku di Kota terlarang” Tanyanya tersenyum jahil

“Keumanhe,jangan tersenyum seperti itu” ucap Hanyeon merengut

“Ahh..apa kau akan kembali ke Seoul?” Tanya Kibum seraya melihat koper pakaian Hanyeon

“Ne,waeyo?” Jawab Hanyeon ketus

“Chagi-ya,kau benar-benar marah?Oke apa salahku sampai kau menngacuhkan ku seperti ini,eoh?”

Hanyeon menghembuskan nafasnya,berjalan kearah Kibum,menatap namja yang sudah jadi kekasihnya selama 2 tahun terakhir “Kenapa kau pergi ke China tidak memberitahuku?” Tanya Hanyeon dengan wajah datar

“Mianhe,aku lupa” ucap Kibum menundukkan kepalanya

“Mwo?lupa?Hya!kenapa kau selalu seperti itu?aku selalu tidak tahu kabarmu,kau seperti menghilang dari kehidupanku.Apa kau tahu kadang aku berpikir “Apa aku benar kekasihmu?” Jeda sebentar “Apa kau benar mencintaiku?”

“Hya!kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu?tentu saja aku sangat mencintaimu” ucap Kibum seraya menarik Hanyeon kedalam pelukannya “Mianhe,aku hanya tidak ingin menganggu pekerjaanmu,hanya itu” ucapnya pelan.

“nappeun namja” ucap Hanyeon dalam pelukan Kibum tangan kecilnya memukul-mukul dada Kibum “Apa kau tahu kekasihmu ini hampir saja menjadi gelandangan di negeri antah berantah ini” lanjutnya masih dalam pelukan Kibum.

Kibum memegang kepala Hanyeon dengan kedua tangannya sehingga membuat Hanyeon mendongak ke arahnya “Mianhe,jeongmal mianhe” ucapnya pelan.

Meskipun masih kesal,akhirnya Hanyeon tersenyum “Tapi,kenapa beberapa hari ini ponselmu tidak bisa di hubungi?” Ucap Hanyeon

“Oh..itu aku sangat sibuk sehingga hampir tidak bisa memegang ponselku” jawab Kibum

Hanyeon mengangguk kemudian melanjutkan kegiatannya memasukkan baju ke dalam koper “Kau yakin akan pulang besok?” Tanya Kibum

“Ne” jawab Hanyeon “Lagipula dari kemarin bos sudah menelponku beberapa kali memintaku segera kembali ke Seoul” lanjutnya.

“Apa kau mau pulang bersamaku?”

Hanyeon menghentikan kegiatannya,dengan alis terangkat Hanyeon bertanya “Kau pulang besok juga?”

“Anio,2 hari lagi aku baru pulang.Apa kau mau pulang bersamaku?”

“Kau yakin tidak akan menghilang lagi?” Tanya Hanyeon menatap Kibum curiga

“Aigoo~~mana mungkin aku menghilang lagi,apalagi setelah mengetahui kekasihku jauh-jauh kesini hanya untuk menemuiku.Lagipula aku tidak akan membiarkan kekasihku menjadi gelandangan di Beijing ini.Ah…Matda,dengan siapa kau bicara tadi siang?”

“Bukahkah sudah ku jawab teman”

“Teman?apa kau punya teman di sini?”

Hanyeon diam “Dia memang orang cina,tapi bahasa koreanya sangat bagus,dan aku berterima kasih padanya,karena dia sudah membawaku ke tempat yang indah di negara ini” jelas Hanyeon akhirnya.

Kibum menaikkan alisnya “Baik sekali orang itu,apa dia yeoja?”

Hanyeon menggeleng “Namja” jawabnya enteng

Kibum mendelik kesal dan hanya terdengar mengucapkan “Oh” panjang.

Kibum menaikkan alisnya melihat koper Hanyeon yang terlihat penuh”Chagi-ya,Kau belanja?”

Hanyeon hanya mengangguk.

Kibum duduk di tepi tempat tidur dan tertawa melihat kegiatan kekasihnya itu “Apa kau membelikan oleh-oleh untuk Hyonie?”

“Tentu saja.Aku tidak mungkin melupakan itu.Bahkan sebelum aku berangkat dia sudah memintanya padaku” jawab Hanyeon tertawa.

Kibum mendecakkan lidahnya dan menggelengkan kepalanya pelan.

“Bukanhkah dia sahabatmu?kenapa dia membiarkanmu pergi sendirian?”

“Dia memang melarangku dengan keras,dia bahkan menceramahiku malam itu saat aku bilang aku akan menyusulmu ke Beijing tanpa alasan yang jelas”

“Jadi kau kemari memang menyusulku”

Hanyeon diam “Sepertinya begitu”ucapnya menaikkan kedua bahunya acuh “Euummm..sebenarnya aku hanya ingin mengetahui reaksimu saat melihatku berana jauh-jauh menyusulmu ke Beijing.Awalnya ku pikir kau akan terkejut melihatku”

“Aku terkejut” ucap Kibum memotong ucapan Hanyeon.

Hanyeon mendekatkan wajahnya melihat Kibum “Dari yang ku lihat kau terlihat biasa saja” ucapnya seraya berjalan menuju balkon “Dan bisa kau lihat,entah kenapa saat bertemu denganmu aku langsung kesal”

Kibum hanya diam dan dengan perlahan Kibum memeluk Hanyeon dari belakang “Mianhe” ucapnya pelan.
Hanyeon menghembuskan nafasnya pelan memegang erat kedua tangan Kibum yang melingkar di pinggangnya.
Mereka berdua hanya diam dan memandang Beijing yang tampak berwarna dengan kelap-kelap lampu.

Kebersaam mereka tidak lama karena tiba-tiba pintu kamar Hanyeon di ketuk.Hanyeon baru akan melangkah membuka pintu,namun Kibum menahannya “Biar aku” ucapnya seraya berjalan kearah pintu.

Kibum membuka pintu dan menghembuskan nafasnya “Ah…hyung.Arraseo,tunggu aku di bawah” ucapnya pada managernya

Setelah mangatakan itu Kibum kembali ke balkon “chagi-ya,mianhe aku harus kembali ke hotel sekarang”

Hanyeon tersenyum “Ne,hati-hati di jalan”

Kibum kembali menarik Hanyeon kedalam pelukannya “Aku akan mengirim stafku menjemputmu besok” ucapnya

Hanyeon mangangguk “Ah…ku harap kau selalu membawa ponselmu,aku tidak mau saat aku menghubungi kau tidak mengangkatnya,arra”

Kibum tersenyum “Ne,arraseo,bwa” ucapnya seraya memperlihatkan ponselnya pada Hanyeon “Aku akan selalu membawanya,dan aku akan minta pada managerku kalau saat syuting kau menelpon,aku minta dia yang menerimanya,otte?apa kau puas”

Hanyeon tersenyum puas memperlihatkan giginya yang putih dan melambaikan tangannya pada Kibum saat kekasihnya itu pergi.

–00–

Hanyeon tiba di lokasi syuting tepat pukul 10:00AM,saat tiba ia langsung di sambut Kibum.

Kibum tidak bisa menahan tawanya saat melihat penampilan Kibum kali ini.

Kibum menaikkan alisnya bingung “Waeyo?apa ada yang salah dengan penampilanku hari ini?”

Hanyeon menggelengkan kepalanya terus tertawa setiap kali ia melihat Kibum.Hanyeon tidak bisa berkata apa-apa karena dia terus menerus tertawa sehingga membuat orang-orang yang ada di sekitarnya memandangnya aneh.

“Hya!gadis ini” ucap Kibum kesal melihat kekasihnya itu terus tertawa.

Kibum membiarkan kekasihnya itu tertawa,dan Kibum seperti menyadari sesuatu,dia tidak pernah melihat kekasihnya itu tertawa lepas seperti sekarang ini.

Setelah beberapa menit Hanyeon akhirnya berhenti tertawa,beberapa kali ia membungkukkan badannya kepada orang-orang yang tadi melihatnya.

“Cheosonghamnida” ucapnya kemudian memutar tubuhnya melihat Kibum yang berada tepat di belakangnya.Hanyeon masih senyum-senyum setiap kali ia melihat Kibum.

“Apa ada yang aneh atau lucu?” Tanya Kibum memandang Hanyeon dengan aneh

Hanyeon menggelengkan kepalanya “Anio” ucapnya

“Lalu apa yang membuatmu tertawa seperti tadi?Apa kau tahu orang-orang menatapmu,dan dari tatapan mereka aku bisa tahu mereka pasti berpikir “Siapa gadis ini?kenapa tiba-tiba tertawa?apa dia gila?”

Hanyeon masih ingin tertawa setiap kali matanya melihat Kibum,namun ia menahannya “Mianhe,aku akan menunggumu di…” Hanyeon melihat sekitar “Disana” ucapnya seraya menunjuk sebuah bangku panjang yang berada di sudut studio.

Kibum mengikuti arah telunjuk Hanyeon,kemudian mengangguk “Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu” ucapnya mengelus lembut pipi Hanyeon kemudian Kibum pergi meninggalkan Hanyeon yang masih tersenyum melihat penampilan Kibum.

“Mianhe chagi-ya,kau memang terlihat aneh dimataku hari ini,kau terlihat aneh mengenakan pakaian tradisional China itu dengan rambut disanggul ke atas seperti itu” ucap Hanyeon seraya berjalan menuju bangku kosong tadi.

“Kalau aku menceritakan ini pada Hyonie,aku yakin dia akan menertawakan Kibum” gumamnya lagi kemudian tersenyum lagi saat mengingat penampilan Kibum tadi.

–00–

Hanyeon menatap Kibum yang hari itu mengenakan coat hitam dan menutup kepalanya dengan topi dan juga kacamata hitam.

Hanyeon melihat sekelilingnya dan terkejut melihat beberapa fans terlihat mengambil foto Kibum.

“Kenapa matamu kemana-mana seperti itu?” Tanya Kibum tanpa melihat Hanyeon.

Hanyeon kaget “Kupikir kau sedang sibuk dengan duniamu” ucap Hanyeon asal.

Kibum melihatnya dengan ekspresi datar,setidaknya itu yang di lihat Hanyeon saat ini “Kau kenapa?apa kau badmood pagi ini?” Tanya Hanyeon

Kibum menghembuskan nafasnya “Aku hanya tidak suka ada fans yang mengikutiku sampai ke bandara seperti ini”

“Bukankah itu bagus?itu artinya kau artis terkenal” ucap Hanyeon tersenyum

Kibum menggelengkan kepalanya “Kau tahu,kalau ada mereka aku jadi tidak bisa menggenggam tanganmu”

Hanyeon tertawa mendengar penuturan Kibum.

“Hya!kenapa kau malah tertawa?” Tanya Kibum kesal

Hanyeon tersenyum jahil “Coba saja kau pegang tanganku sekarang” ucapnya seraya mengulurkan tangannya.

Kibum hanya diam memandangi tangan kekasihnya itu,tangannya hampir saja menyambut uluran tangan itu,namun kemudian ia mengurungkannya “Sudahlah lupakan” ucapnya kesal kemudian berderap maju memasuki ruang boarding.

Hanyeon tertawa melihat tingkah Kibum,hari ini ia berhasil membuat Kibum kesal padanya kemudian dengan berlari kecil Hanyeon menyusul Kibum masuk.

Sebelum memasuki ruang boarding Hanyeon memalingkan tubuhnya terlihat tersenyum sekilas sambil sesekali merapikan helai rambutnya yang menutupi wajahnya “Beijing,aku harap aku bisa kesini lagi,dan aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi Luhan-a” ucap Hanyeon dalam hati.

“Hanyeon-a,phaliwa” teriak Kibum sehingga membuat Hanyeon kaget dan tersenyum melihat ke arah Kibum “Ne,arraseo chagi-ya” ucapnya seraya berjalan ke arah Kibum dan merangkul kekasihnya masuk ke dalam pesawat.

-The End-

Author note :
Ceritanya emang udah the end,tp nanti saya akan buat special chapter buat nih ff ^^ di tunggu aja yah ♉(‾▿‾)♉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s