Hyosung Story “Vacation Time!!!”

Title : Hyosung Story
Subtitle : “Vacation Time!!!”

Author : tutimutz

Cast :
☆ Yesung
☆ Hyonie

Genre : Romance,,geje (?)

Lenght : two shot end

Author Note : ff geje ini akhirnya kelar juga.Awalnya pengen bikin perjalanan yang romantis gitu,tapi sepertinya gagal ==’ dan akhirnya bisa di selesaikan dengan cerita yang sepertinya aneh ㅋㅋㅋㅋㅋ *author labil*

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

^^Happy Reading^^

Hyonie mulai mengepak beberapa barang yang akan di bawanya berlibur nanti.Saat sedang memasukkan beberapa pakaian Youngie masuk ke dalam kamar.

“Unnie,apa aku boleh ikut?”

“Youngie-ya,bukankah kau sedang banyak tugas dan ujian?lagipula kalau kau libur aku pasti akan membawamu”

Youngie mengerucutkan bibirnya kesal “Kenapa semua orang pergi liburan” ucapnya dengan nada kesal.

“Mianhe Youngie-ya,unnie janji kita akan pergi liburan bila kau sudah liburan”

Youngie menghela nafas panjang “Baiklah,selamat menikmati your vacation unnie” ucap Youngie seraya berjalan keluar kamar.

–00–

Yesung sudah siap dengan tas dan juga bagpack di belakangnya.Yesung mengenakan kacamata dan kupluk berwarna hitam.

“Kita akan langsung ke bandara?” Tanya supir

“Kita ke rumah Hyonie dulu” perintah Yesung

Yesung memutuskan untuk di antar supir,karena tidak mungkin dia membawa mobil sendiri.

Mobil perlahan berjalan menyusuri jalanan kota seoul yang sudah mulai ramai.Yesung menyumpal telinganya dengan headset berwarna biru dan memejamkan matanya sebentar.

“Tuan” sapa supir membuat Yesung terperanjat dan bangun “Waeyo?” Tanyanya masih setengah sadar.

Supir itu tersenyum melihatnya “Kita sudah tiba di rumah kekasih tuan”

Yesung melepas kacamata hitamnya dan mengucek pelan kedua matanya “Gamshamnida ahjussi” ucap Yesung kemudian keluar mobil.

Yesung menutup pelan pintu mobil dan berjalan menuju sebuah rumah dengan nuansa hijau daun di depannya.

Setelah menekan bel,Yesung langsung tersenyum melihat gadis dengan seragam sekolah yang melekat di badannya “Annyeong Youngie-ya,kau belum berangkat sekolah?” sapa Yesung

“Masuk lah”ucap Youngie datar dan masuk lebih dulu

Yesung masuk dan melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah “Youngie-ya,kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku,eoh?” Tanya Yesung

Youngie memutar tubuhnya menghadap Yesung”Ne,oppa aku akan segera berangkat” jawab Youngie kemudian berteriak memanggil Hyonie “Unnie,ada Yesung oppa”

Yesung tertawa dan dengan santai mengacak rambut Youngie,sehingga membuat gadis itu mengerang kesal “Hya!oppa”

Namun bukannya minta maaf Yesung malah mulai mengangkat tangannya hendak mengacak rambut Youngie,namun tidak jadi karena mendengar suara Hyonie “chagi-ya,keumanhe”

“Kau beruntung kali ini Youngie-ya” ucap Yesung tersenyum jahil.

Youngie mendesis kesal dan menjulurkan lidahnya “Coba saja” ucapnya kemudian segera berlari ke kamarnya.

Yesung mengalihkan pandangannya melihat Hyonie yang hari itu mengenakan t-shirt putih “Kau sudah siap?” Tanyanya

Hyonie mengangguk.Yesung membantunya membawa koper Hyonie.

“Chankaman chagi-ya” ucap Hyonie menghentikan langkahnya

“Waeyo?”

“Aku harus menaruh note ini di atas di dalam kamar Youngie” jelas Hyonie seraya melangkahkan kakinya menuju lantai dua rumahnya.

3 menit kemudian Hyonie sudah turun “khaja” ucapnya seraya mengapit tangan Yesung.

–00–

Setelah menempuh 55 menit perjalanan Hyonie dan Yesung tiba di bandar udara Jeju island.
Yesung menyewa sebuah mobil untuk transportasi mereka berdua selama di Jeju.

Senyum tidak pernah hilang dari wajah Hyonie “Apa kau senang?” Tanya Yesung mulai mengemudikan mobilnya pelan

Hyonie mengangguk “Tentu saja,kau tahu aku tidak pernah pergi liburan ke luar Seoul”

Yesung tersenyum “Kau harus berterima kasih padaku” ucapnya sambil menunjuk pipinya

Hyonie menaikkan alisnya bingung,namun sedetik kemudian dia paham.Hyonie mengecup pelan pipi Yesung “Gomawo” ucapnya pelan dan segera menjauhkan wajahnya dari Yesung.

Mendapat kecupan dari kekasihnya membuat Yesung tersenyum.Senyum itu tidak pernah hilang dari wajahnya hingga mereka tiba di sebuah hotel.

–00–

Hyonie menghirup udara Jeju Island yang begitu sejuk “Akhirnya aku bisa menginjakkan kakiku disini” pikirnya.

“Chagi-ya,phali” suara Yesung membuat Hyonie mengalihkan pandangan dan berjalan mendekati Yesung yang tengah menaruh tas ke dalam bagasi mobil.

Tadi selama di pesawat Hyonie sempat bertanya “Apa yang akan kita gunakan selama mereka berada di Jeju nanti” tanyanya pada Yesung

“Aku sudah menyewa sebuah mobil” jawab Yesung santai

Hyonie membantu Yesung memasukkan tas ke dalam bagasi.Dia melihat langit yang cerah dan menutup wajahnya dengan punggung tangannya saat sinar matahari terasa sangat menyilaukan matanya.

Hyonie dan Yesung masuk ke dalam mobil secara bersamaan.Hyonie masih memandang sekitarnya,dan kadang tersenyum sendiri.

“Apa kau senang?” Tanya Yesung mulai mengemudikan mobilnya pelan

Hyonie mengangguk dan saat Yesung bilang kalau dia harus berterima kasih padanya sambil menunjuk pipinya,Hyonie sempat menaikkan alisnya bingung,namun kemudian Hyonie memajukan badannya dan mengecup pelan pipi Yesung “Gomawo” ucapnya.

Hyonie merasakan pipinya mulai memanas dan buru-buru menjauhkan badannya dari Yesung dan memutuskan untuk menikmati pemandangan di sepanjang jalan.

–00–

Yesung dan Hyonie tiba di hotel.Petugas hotel mengerutkan alisnya saat mendengar mereka memesan kamar yang berbeda “Bukankah kalian pengantin baru?kenapa harus memesan dua kamar?” Tanya petugas hotel

Yesung dan Hyonie saling memandang dan “Anio,kami hanya berlibur bersama” ucap mereka serentak sambil mengibaskan tangan di depan dada.

Keduanya terlihat salah tingkah dan saling membuang muka.

Hyonie dan Yesung tiba di depan kamar masing-masing,kamar mereka saling berhadapan “Sampai bertemu besok pagi” ucap Hyonie kemudian masuk lebih dulu ke dalam kamar.

–00–

Hyonie mematut dirinya di depan cermin,dia tersenyum melihat penampilannya hari itu,dengan blouse pink dan denim pendek membuatnya tampak fresh apalagi rambutnya yang sebahu itu di ikat ke atas.

Hyonie memasang kacamata hitam dan bergaya di depan cermin “Perfect” serunya kemudian mengambil tas tangannya.

“Ne,chankamannyo” seru Hyonie saat mendengar pintu kamar di ketuk.

Sebelum manuju pintu sekali lagi Hyonie menatap penampilannya di cermin,dia terlihat tersenyum kemudian melangkahkan kakinya.Tadi Yesung menghubunginya dan menunggunya di depan pintu kamar.

–00–

Yesung melihat penampilannya yang hari itu mengenakan t-shirt hitam dan celana denim pendek berwarna hitam.Yesung terlihat mengambil ponselnya dan menempelkan benda itu di telinga kirinya “Chagi-ya,apa kau masih di kamar?” “Ne,aku akan menunggumu di depan kamar”

Yesung mematikan ponselnya dan menaruh benda persegi itu ke dalam blazer.

Yesung mengetuk pelan pintu kamar Hyonie,dan dia bisa mendengar Hyonie berseru “Ne,chankhaman” dan tidak lama kemudian pintu kamar terbuka.Yesung dapat melihat Hyonie tengah tersenyum padanya “Jadi mau kemana kita hari ini” tanyanya langsung.

“Sebaiknya kau tutup dulu pintu kamarmu” ucap Yesung

“Oh…Astaga!” Hyonie memalingkan tubuhnya dan mengunci kamar itu.

“Khaja” ucap Yesung seraya menarik lengan Hyonie.

–00–

Yesung dan Hyonie menuju daerah yang bernama Seogwipo.Yesung menghentikan dan memarkir mobil sewaannya di kompleks resort Jungmun.

Hyonie dan Yesung akan ke Museum Teddy Bear hari itu. Yesung menyipitkan matanya melihat Hyonie yang berjalan ke arahnya. Dari Resort jungmun mereka berjalan kaki menuju Museun Teddy Bear.

Setelah menempuh perjalanan selama 5 menit,Yesung dan Hyonie tiba di depan Museun Teddy Bear.Setelah membayar tiket masuk Yesung dan Hyonie masuk ke dalam museum.Mereka berdua telihat asyik melihat-lihat berbagai macam boneka Teddy Bear yang di pajang di dalam museum.

Hyonie dan Yesung bahkan terlihat asyik berfoto ria dengan beberapa boneka.

“Chagi-ya,lihatlah teddy bear itu” ucapnya menunjuk salah satu teddy bear yang mengenakan rok berwarna merah “bwa,cute sekali,rasanya aku ingin sekali memegangnya”

“Kau tidak boleh memegangnya” goda Yesung.

Hyonie mengerucutkan bibirnya “Arrayo”

Setelah puas berjalan-jalan di dalam museum melihat berbagai macam teddy bear,Yesung membawa Hyonie ke bagian shof gift dan membelikannya sebuah teddy bears berwarna cream.

“Aku akan memberimu nama Sungie” ucap Hyonie sambil memeluk teddy bears nya.

“Mwo?Sungie?apa kau menganggapku sebagai teddy bears ini” ucap Yesung menunjuk Teddy Bears di tangan Hyonie.

Hyonie mengangguk “Tentu saja,ini kan pemberianmu” “Dan kalau aku rindu padamu aku bisa langsung memeluknya” lanjutnya masih memeluk teddy bears nya dengan gemas.

Yesung hanya mendecakkan lidahnya “Kekasihnya ini meskipun sudah dewasa,tapi sifat kenakannya masih saja ada”

Sebelum pergi dari tempat gift shop Hyonie masih menyempatkan diri membeli beberapa teddy bears dan beberapa kaos.

Setelah puas Yesung dan Hyonie berjalan menuju Teddy’s Forest.Di area outdoor itu terdapat terdapat patung teddy bears.Meraka bisa melihat beberapa pengunjung yang berfoto ria dengan beberapa patung teddy bears.

Merasa lelah Yesung dan Hyonie memutuskan untuk masuk ke dalam coffee shop.

–00–

Yesung dan Hyonie tiba di tempat mereka menitipkan mobil.

“Kemana lagi kita?” Tanya Hyonie setelah masuk kedalam mobil dan menaruh teddy bears nya di jok belakang.

“Kau mau kita kemana??” Yesung balik bertanya.

Hyonie mengangkat kedua bahunya ” Terserah” jawabnya singkat.

Yesung diam dan terlihat berpikir,kemudian dia terlihat mengambil Iphone di saku blazer hitamnya.

Hyonie hanya menatap Yesung yang terlihat sibuk dengan Iphonennya “Apa kah ada pesan dari managermu atau member Super Junior lainnya?” Tanya Hyonie.

Yesung mengangkat wajahnya dan tersenyum “Hanya beberapa jadwal show” ucapnya

Hyonie hanya ber Oh ria dan memutuskan untuk tidak bertanya lagi.
5 menit kemudian Yesung mulai mengemudikan mobil.

“Kita mau kemana?” Tanya Hyonie

“Kau akan tahu setelah kita tiba disana” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya.

–00–

Yesung memutar kepalanya kearah Hyonie yang bertanya “Kemana lagi kita?”

Bukannya menjawab dia malah balik bertanya,karena jujur sebelum Hyonie bertanya dia juga bingung akan kemana lagi mereka berdua hari itu.

Setelah bertanya balik,ternyata kekasihnya itu juga bingung mau kemana lagi.

Yesung kemudian mengambil Iphone nya dan mulai mencari informasi tempat-tempat wisata yang romantis di Jeju Island.

Yesung harus berbohong saat Hyonie bertanya apakah dia sedang mengecek jadwalnya atau member Super Junior yang lain mencarinya.

Setelah browsing,akhirnya Yesung menemukan tempat yang cocok untuk mereka kunjungi.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit,Yesung dan Hyonie tiba di daerah Si Jungang Ro.
Setelah menitipkan mobil,mereka berdua berjalan di sekitar Yongdam Rotary.
Mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan satu sama lain.

Setelah berjalan kurang lebih 10 menit,Yesung dan Hyonie tiba di Karang Youngduam.

Hyonie melebarkan matanya saat melihat batu alam yang di lihatnya di depan mata “Itu Youngduam Rock(karang kepala naga) yang sangat indah” tunjuknya pada sebuah batu karang dengan bentuk kepala naga.

Yesung mengangguk dan perlahan mulai mendekap Hyonie,mereka berdua berdiri di sepanjang jalan pantai antara Aewol-eup dan Yongduam.

Youngie memegang pagar pembatas jalan dan merapikan rambutnya yang tertiup angin dengan jemarinya.

“Apa kau tahu kenapa batu Youngduam berbentuk seperti kepala naga?” Tanya Yesung

“Bukankah itu terbentuk dari erupsi vulkanik yang terjadi lebih dari dua juta tahun yang lalu, dan ditambah dengan hembusan angin yang sangat kencang disertai hempasan ombak secara terus menerus selama ribuan tahun” jelas Hyonie panjang lebar.

“Itu kalau di lihat dari segi ilmu pengetahuan” ucap Yesung masih dengan memandang Youngduam Rock di hadapannya.

Hyonie menaikkan alisnya bingung “Lalu?”

“Salah satu legenda menceritakan bahwa ada seekor naga yang mencuri giok hijau yang sangat berharga dari Gunung Halla. Naga itu kemudian dipanah jatuh oleh dewa yang melindungi gunung. Ketika dia jatuh, dia terhempas di Yongduam. Tubuhnya seketika tenggelam di lautan dan kepalanya segera membeku ketika sang naga sedang menatap ke langit. Maka dari itu tempat ini dinamakan Yongduam”
“yong = naga, du = kepala, am = karang” jelas Yesung panjang lebar membuat Hyonie manganggukkan kepalanya beberapa kali.

“Ternyata cerita rakyat dimanapun tetap saja mengesankan” ucap Hyonie tersenyum kemudian menempelkan kepalanya pada pundak Yesung.

Lama mereka berdua hanya menatap keindahan Youngduam Rock.
Tempat itu sangat menakjubkan,Hyonie dan Yesung bisa melihat dimana batuan-batuan yang berwarna hitam lekam secara kontras bersentuhan dengan warna biru laut yang apik.

Setelah puas melihat Youngduam Rock,Yesung dan Hyonie berjalan menyusuri jalan di sepanjang pantai.

“Hey!anak muda” seru sebuah suara membuat Yesung dan Hyonie memutar kepala ke arah suara.

Di belakang mereka berdiri seorang wanita separuh baya dengan pakaian menyelam sedang memanggil mereka berdua.

Wanita setengah baya itu merupakan para wanita penyelam Haeneo yang kerjaannya menyelam menangkap beberapa binatang-binatang laut.

Yesung berjalan mendekati wanita itu “Ahjumma,apa kau memanggil kami berdua?” Tanyanya.

Wanita itu mengangguk “Bisakah kalian membantuku?”

Hyonie tersenyum dan mengapit tangan wanita itu “Tentu saja,apa yang bisa kami bantu ahjumma?”

“Kalian bisa menungguku saat aku menyelam nanti,kalian bisa menjaga abalon yang sudah ku dapatkan” “Biasanya aku melakukannya bersama putriku tapi,karean dia sedang sakit terpaksa aku sendirian”

Yesung melihat Hyonie “Apa kau akan membantunya?bukankah ini sudah sore” ucapnya seraya menatap langit yang sudah mulai sore.

“Ayolah chagi-ya,kasian ahjumma ini” ucap Hyonie “Lagipula aku sangat ingin makan sup abalon.Ah…Ahjumma kalau kami membantumua apa kau mau membuatkan sup abalon untukk kami?”

“Tentu saja” jawab wanita itu

Hyonie tersenyum “Hwaaa….asyiikk…” Ucapnya riang dan tanpa menunggu persetujuan Yesung, Hyonie sudah membawa jaring wanita itu dan berjalan mengikutinya.

Yesung menghembuskan nafasnya dan mengikuti kedua wanita itu dari belakang.

–00—

Yesung hampir mati saat melihat Hyonie terjatuh ke laut..Tadi setelah mememutuskan untuk membantu wanita setengah baya itu,saat ini mereka berada di antara karang-karang kecil.

Yesung memutuskan untuk duduk di salah satu karang kecil yang tidak terkena ombak.Matanya menatap gadis dengan blouse pink dan denim pendek diatas lutut itu.Gadis itu terkadang tertawa dan berseru riang saat ahjumma itu keluar dari air dan memberikannya banyak abalon.
Gadis itu melepas sepatu dan menitipkan semua barang-barangnya pada Yesung.
Yesung baru saja mengalihkan pandangannya ke arah lain,dan tiba-tiba dia mendengar Hyonie memekik “Kyaaaa….” Dan langsung terdengar suara orang tercebur.

Yesung segera berjalan ke arah Hyonie berada tadi,dia bahkan hampir terjatuh saat kakinya terpeleset batu karang yang licin.

“Hyonie-ya” teriaknya saat sudah berada dimana tadi Hyonie berada.

Yesung memanjangkan kepalanya melihat ke arah laut,wajahnya terlihat sangat khawatir,tapi sedetik kemudian dia menghembuskan nafas lega saat melihat Hyonie tengah tertawa bersama ahjumma yang mereka bantu.

“Hyonie-ya,gwenchana?” Tanyanya setengah berjongkok

Hyonie mendongak “Ne,gwenchana-yo” ucapnya tersenyum.

–00–

Hyonie menggigil kedinginan saat Yesung membantunya naik ke karang.

“Hatciihh…” Hyonie bersin dan menyapu hidungnya dengan punggung tangan.

“Lihatlah kau jadi masuk angin kan” ucap Yesung seraya memberikan blazernya pada kekasihnya itu.

Hyonie tidak menjawab,dia beberapa kali bersin.
Melihat itu Yesung pamit pada ahjumma tadi “Cheosonghamnida ahjumma,kami tidak bisa ke rumahmu,anda lihat sendiri kan kekasihku ini sepertinya masuk angin” ucapnya seraya menunjuk Hyonie.

Ahjumma itu tersenyum “Gwenchana,tapi bagaimana ini,agashi ini sudah membantu”

Yesung diam melihat abalon di dalam jaring,dia kemudian menghembuskan nafasnya “Aku akan memberikan ahjumma alamat kami,bisakah ahjumma mengirimkannya?” Tanya Yesung sopan.

Ahjumma itu mengangguk “Tentu saja”

Yesung tersenyum dan mengambil kertas kecil dari dalam tas tangan Hyonie dan mulai menulis alamat Hyonie.

Saat Yesung memberikan kertas kecil itu Hyonie berseru “Ahjumma,mianhe sebenarnya aku sangat ingin makan abalon itu di rumah ahjumma”

“Gwenchana-yo”

Yesung dan Hyonie menundukkan badan sebelum pergi meninggalkan ahjumma.

–00–

Sepanjang perjalanan Hyonie terus saja bersin,badannya terlihat mengigil.
Yesung dan Hyonie harus berjalan menuju tempat mereka menitipkan mobil.

“Awww….” Seru Hyonie seraya duduk dan memegang kakinya.

“Gwenchana?” Tanya Yesung segera menghampiri Hyonie

Hyonie mengaduh pelan,namun kemudian menggeleng pelan “Gwenchana” ucapnya.

Yesung terlihat khawatir melihat Hyonie tidak mengenakan sepatunya,sepanjang perjalanan dia hanya bertelanjang kaki.

Yesung membungkuk “Naiklah” ucapnya seraya menunjuk punggungnya

Hyonie menaikkan alisnya “Naik?”

Yesung mendesah pelan kemudian menarik lengan Hyonie “Naik ke punggungku,biar ku gendong sampai ke tempat penitipan mobil” ucapnya.

Hyonie terlihat ragu “Apa tidak apa-apa?aku lumayan berat”

Yesung mengangguk “Gwenchana,lagipula tidak terlalu jauh tempatnya,kalau kita terus berjalan dan kau terus mengaduh karena kakimu sakit,kita tidak akan cepat tiba”

Hyonie akhirnya naik ke atas punggung Yesung,sebuah senyum terukir di bibirnya.

–00–

Hyonie mengaduh pelan saat merasakan kakinya terasa sakit karena sesuatu yang tajam menyentuh telapak kakinya.

Hyonie menghentikan langkahnya dan menunduk melihat telapak kakinya,ternyata kakinya menginjak ranting yang tajam.Hyonie melepas ranting di kakinya yang untungnya tidak membuat telapak kakinya berdarah.

“Gwenchana?” Tanya Yesung ikut menundukkan badannya melihat Hyonie.

Hyonie mengangkat kepalanya dan menggeleng pelan “Gwenchana” ucapnya mencoba tersenyum.

Hyonie bisa melihat wajah khawatir Yesung saat itu.Hyonie mencoba berjalan lagi namun tiba-tiba Yesung berjongkok di depannya “Naiklah” perintahnya.

Alis Hyonie berkerut samar saat melihat Yesung menyuruhnya naik ke punggungnya “Naik?”

Yesung menarik tangannya dan memintanya segera naik.Sebenarnya Hyonie masih sanggup berjalan,tapi melihat wajah Yesung yang begitu serius memintanya naik ke punggungnya akhirnya Hyonie menuruti keinginan Yesung dan naik ke punggung Yesung.

Hyonie tersenyum sekilas dan mulai melingkarkan tangannya pada leher Yesung.Hyonie masih bisa mencium aroma tubuh Yesung dan merasa nyaman berada di punggungnya.
Hyonie merasa hangat dan dengan perlahan menaruh dagunya di pundak Yesung sambil mendengarkan Yesung menyanyikan lagu “Sunflower” Super Junior.

–00–

Yesung menggendong Hyonie di punggungnya,selama dalam perjalanan itu mereka berdua sama-sama diam.

Yesung tersenyum saat merasakan Hyonie menaruh dagu di pundaknya.Yesung sangat ingin bicara pada kekasihnya itu namun dia mengurungkannya,karena sepertinya Hyonie sedang tidak ingin bicara.

Yesung dapat merasakan hembusan nafas Hyonie di telingany.Yesung seakan bisa mendengar degup jantung Hyonie yang berdegup beraturan.

Yesung merasa bosan “Apa kau ingin mendengarku menyanyikan sebuah lagu?” Tanyanya

Hyonie hanya menganguk “hhuumm”

Tanpa di perintah dua kali Yesung langsung melantunkan sebuah lagu dari album Super Junior “Sunflower”

Dan jadilah senja itu diisi oleh suara Yesung yang merdu di sepanjang perjalanan mereka menuju tempat penitipan mobil.

–00–

Yesung masih menggendong Hyonie hingga ke dalam kamar Hyonie.

“Gomawo” ucap Hyonie seraya mengelus pelan pipi Yesung.

Yesung tersenyum “Ne” ucapnya singkat.

Hyonie meninggalkan Yesung sendiri di kamarnya,sementara dia mengganti pakaiannya yang basah.

“Chagi-ya,sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan kau juga harus mandi dan mengganti pakaianmu” ucap Hyonie yang saat itu sudah mengenakan piyama tidur.

Yesung tidak menjawab malah menaruh telapak tangannya di dahi Hyonie “Hangat” gumamnya “Baiklah,aku akan kembali ke kamarku” pamitnya seraya berdiri.

Sebelum benar-benar keluar kamar Yesung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya.Dan dengan satu gerakan cepat Yesung langsung memeluk erat Hyonie.

“Waeyo?” Tanya Hyonie masih dalam pelukan Yesung.

Yesung menggeleng pelan “Biarkan aku memelukmu sebentar saja” ucapnya.

Hyonie tampak mengerjapkan matanya beberapa kali,dan membiarkan Yesung memeluk tubuhnya.

Setelah merasa cukup,Yesung melepaskan pelukannya “Istirahatlah” ucapnya seraya mengecup lembut pucuk kepala Hyonie.

Hyonie tersenyum pelan “Chagi-ya juga,mian aku sudah membuatmu repot hari ini”

–00–

Yesung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dan memijit pelan kepalanya.Badannya terasa remuk”Hari yang menyenangkan”gumamnya seraya tersenyum.

Tangannya mulai mengambil ponselnya dan membuka folder foto.Yesung tersenyum saat melihat foto-fotonya bersama Hyonie.

Yesung menaikkan alisnya tampak berpikir,masih ada satu hari lagi sebelum dia dan Hyonie kembali ke Seoul.

Yesung tersenyum saat mendapatkan sebuah ide kemana dia akan membawa kekasihnya itu.

–00–

Hyonie masih berada di tempat tidur,sepertinya dia sukses demam.Hyonie memasukkan seluruh badannya ke dalam selimut.
“Panas” gumamnya setelah menaruh punggung tangannya di atas dahi.

“Isshh…Kenapa aku harus jatuh sakit” desisnya pelan.

Hyonie baru akan menutup matanya,namun dia mendengar pintu kamarnya di ketuk.Hyonie mendesah pelan kemudian bangun dari tempat tidur.

Dengan langkah di seret Hyonie menuju pintu,tenggorokannya terasa sakit dan juga kepalanya yang terasa berat itu membuatnya berjalan seperti orang mabuk.

Hyonie membuka pintu dan mencoba tersenyum pada mahluk yang saat ini berdiri tepat di hadapannya “Chagi-ya” sapanya dengan suara serak.

Yesung membelalakan matanya,wajahnya langsung terlihat sangat khawatir saat melihat wajah Hyonie yang pucat.

“Omona,neo gwenchana?” Tanya Yesung mulai panik dan memegang Hyonie yang terlihat hampir jatuh.

Hyonie menggeleng pelan “Sepertinya aku demam” ucapnya pelan

Yesung memapah Hyonie kembali ke tempat tidur dan menaruh punggung tangannya pada dahi kekasihnya itu,matanya langsung membelalak dan segera meraih telpon yang berada tepat di samping tempat tidur.

“Yoboseyo” “Bisa aku minta air dan juga es batu” “Dan..apa kalian bisa memanggil seorang dokter untukku” “Gamshamnida”

Yesung menutup telpon dan menatap khawatir Hyonie.Yesung menyelimuti Hyonie dan segera pergi mencari air dan juga handuk bersih untuk menurunkan demam Hyonie.

–00–

Hyonie terbangun setalah tertidur kurang lebih 6jam.Hyonie menyeka selimutnya.Hyonie mengedarkan pandangannya di seluruh kamar. saat menoleh ke samping tempat tidur,
Mata bulatnya mengerjap beberapa kali melihat Yesung tertidur sambil memegang tangannya.

Hyonie tersenyum dan perlahan menarik tangannya dari genggaman Yesung.

Hyonie beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar “Sudah mulai sore” gummanya saat melihat langit hari itu.

“Chagi-ya” seru sebuah suara

Hyonie memutar kepala ke arah suara,sebuah senyum tampak di bibirnya yang masih pucat.
Yesung terlihat berjalan mendekatinya dan langsung menaruh telapak tangannya di dahi Hyonie “Syukurlah” ucapnya menghembuskan nafas lega.

Hyonie tersenyum pelan dan memeluk Yesung “Mianhe” ucapnya pelan.

Yesung menghembuskan nafasnya berat “Ku harap kau jangan membuatku khawatir seperti tadi,ah..ani kemarin kau juga hampir membuat jantungan karena terjatuh ke laut” ucapnya.

Hyonie terkekeh pelan mendengar Yesung mengeluh sepertinya namji nya ini sangat mengkhawatirkannya.
Hyonie melonggarkan pelukannya,mendongakkan kepalanya melihat Yesung “Mianhe,lain kali aku akan mendengarkan semua perkataanmu” ucapnya memasang tampang menyesal.

Yesung kemudian tertawa dan mengelus pelan kepala Hyonie,menarik yeoja itu ke dalam kamar.

“Besok kita akan pulang kan?” Tanya Hyonie tiba-tiba setelah mereka berdua duduk di sofa.

Yesung hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Hyonie mendesah pelan “Aku mengacaukan liburan kita,seharusnya kita masih bisa jalan-jalan hari ini”

“Apa kau sudah baikan sekarang?” Tanya Yesung

Hyonie melihat Yesung lama,kemudian menganggukkan kepalanya “Huumm..aku sudah sehat sekarang”

Mendengar jawaban Hyonie,Yesung tersenyum “Sebaiknya kau ganti pakaianmu,dan jangan lupa memakai jaket”

Alis Hyonie berkerut samar “Memang kita mau kemana?” Tanyanya heran

“Phali..nanti kita kemalaman tiba disana” perintah Yesung.

“Ne,arraseo” ucap Hyonie kemudian pergi mengganti pakaiannya.

–00–

Yesung dan Hyonie tiba di sebuah tempat bernama Cheonjiyeon.Selama di perjalanan Hyonie bertanya pada Yesung “Pergi kemana mereka?” Namun kekasihnya itu hanya diam dan malah memeluknya sepanjang perjalanan.

Yesung memutuskan untuk naik taksi kali ini,karena dia ingin selalu berada di sisi gadis itu.

Setelah turun dari taksi Yesung terus menggenggam tangan Hyonie,sesekali tersenyum melihat Hyonie yang melihatnya dengan tatapan bingung.

Setelah membayar tiket masuk mereka berdua berjalan di jalan yang penuh dengan pemandangan indah di sekelilingnya.Ada beberapa pasangan yang bersama mereka berjalan di sana.Hyonie memandang sekelilingnya “Aku tahu kemana kau akan membawaku kali ini” ucapnya seraya tersenyum.
“Yahh…berarti ini bukan kejutan lagi” ucap Yesung.

Hyonie mendecakkan lidahnya “Apa kau pikir aku tidak tahu jalan ini?meskipun aku tidak pernah kemari setidaknya aku pernah melihatnya di internet”

“Chagi-ya,bwa!” Seru Hyonie seraya menunjuk sebuah rakit tradisional yang berada di pangkal jalan yang menuju air terjun.

Yesung menoleh ke arah jari Hyonie “Ah…rakit itu” ucapnya “Kalau tidak salah rakit itu di pergunakan untuk memperkenalkan budaya Korea ke Jepang” lanjutnya

Hyonie hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Sepanjang perjalanan mata Hyonie dan Yesung dan juga beberapa pengunjung disitu di manjakan oleh berbagai macam flora dan fauna.

Hyonie menghirup udara segar di sekelilingnya.Suasana yang tenang di sepanjang perjalanan membuat mereka bisa mendengar gemericik air yang mengalir dari air terjun.

–00–

“Waaa….Yeppoda” seru Hyonie setelah tiba di Air terjun Cheonjiyeon .Air terjun ini merupakan salah satu air terjun terindah di Pulau Jeju. Cheonjiyeon berarti ‘penghubung langit dan daratan’. Dengan ketinggian 22 meter dan lebar 12 meter.

Satu hal yang menarik dari air terjun
Cheonjiyeon adalah pemandangan di mana air yang terjun ke bawah terpecah menjadi beberapa arus yang lebih kecil, yang kemudian jatuh ke atas tebing-tebing batu yang muncul pada dinding tebing, yang membuat seolah-olah air mengalir lebih lambat. Sesudah itu air jatuh ke sebuah kolam buatan di bawahnya dengan kedalaman 20 meter. Di depan air terjun terdapat batu gunung yang sangat besar yang membentuk jembatan.Dimana orang-orang yang berkunjung ke air terjun bisa berfoto ria.

Hyonie dan Yesung duduk di salah satu batu besar dan menikmati suasa senja yang mulai tiba.

Hyonie tidak berhenti memandang air terjun itu.Hyonie bahkan berpikir “Pasti asyik bisa mandi di bawah air terjun itu”

Melihat Hyonie tersenyum sendiri Yesung menegurnya “Kau jangan berharap bisa mandi disana” ucap Yesung membuat Hyonie melihat ke arahnya

“Dari mana kau tahu aku memikirkan itu?” Tanya Hyonie memajukan bibirnya kesal.

Yesung terkekeh pelan “Aku bisa membaca pikiranmu itu” ucapnya ringan.

Hyonie mendesis kesal kemudian memalingkan wajahnya melihat beberapa pasangan yang terlihat saling berpelukan,sang wanita menyandarkan kepalanya di di bahu si pria dan si pria memeluk wanita itu dari belakang.

Hari sudah mulai beranjak malam,suasana di air terjun semakin indah,air terjun di hiasi dengan lampu warna-warni,membuat suasana di situ semakin romantis.

–00–

Yesung melihat Hyonie memandang dua pasang kekasih yang tengah berpelukan,Yesung tersenyum kemudian berdiri,Yesung mulai duduk tepat di belakang Hyonie dan dengan pelan mulai mengulurkan tangannya memeluk Hyonie dari belakang.

Hyonie tersentak dan kemudian tersenyum singkat.

Untuk beberapa menit mereka hanya diam.Hyonie menaruh kepalanya di pundak Yesung.

“Ahh…aku baru ingat,kenapa aku bisa cepat sembuh?padahal aku bukan orang yang mudah sembuh dengan tidur saja” ucap Hyonie dengan alis berkerut samar.

“Itu…” ucap Yesung gantung

Hyonie menatap wajah Yesung yang sangat dekat itu dengan tampang penasaran.

Yesung berdehem…

Flash back…

Yesung terlihat panik saat Hyonie tidak sadarkan diri,sepertinya gadis itu pingsan,karena suhu badannya terus naik.

Yesung berjalan bolak-balik di dalam kamar,dia bahkan beberapa kali menelpon resepsionis menanyakan dokter yang di mintanya tadi.

Yesung terus mengompres Hyonie,dan sudah beberapa kali mengganti air kompres.
Yesung baru akan mengganti air kompres,namun kemudian dia mendengar pintu kamar di ketuk.

Dengan setengah berlari Yesung menuju pintu dan membuka pintu.Yesung menghembuskan nafas lega saat melihat sosok yang berdiri tepat di depan pintu.

“Syukurlah dokter segera datang” sambutnya sedikit membungkukkan badannya.

Yesung menatap khawatir Hyonie yang tengah di periksa,setelah beberapa menit Dokter itu pun selesai.

“Anda harus memberikan obat ini” ucap dokter seraya memberikan Yesung satu bungkus obat “Dan ingat anda harus memberikannya saat ini juga,kalau panasnya sudah turun itu bagus,namun kalau panasnya belum turun anda harus segera membawanya ke rumah sakit” lanjutnya.

Yesung mengangguk “Tapi…” ucapnya menahan dokter yang akan keluar kamar

Dokter itu menaikkan alisnya “Tapi kenapa?”

“Bagaimana caranya memberikan obat ini?sedangkan dia masih pingsan begitu” ucap Yesung seraya menunjuk Hyonie.

Dokter itu tersenyum “Gampang,anda tinggal memberikannya melalui mulut anda kan?” Ucap dokter itu enteng.

Yesung melebarkan matanya “Mwo?”

“Bukan kah anda suaminya?” Tanya si dokter

Yesung diam sesaat,dia ingin menyangkal kalau Hyonie bukan istrinya,namun apabila dia bicara seperti itu apa dokter itu akan mengerti?
Akhirnya Yesung menunduk dan mengangguk mengakui kalau Hyonie adalah istrinya.

Setelah dokter pergi Yesung hanya menatap bungkus obat di tangannya.Dia mulai meraba dahi Hyonie masih sama panasnya.

Yesung menghembuskan nafasnya berat “Baiklah aku akan melakukannya,mianhe Hyonie-ya” ucapnya seraya menatap Hyonie.

Yesung mengambil air dan mulai memasukkan obat pada mulut Hyonie melalui mulutnya.
“Yaikss…” Ucap Yesung saat merasakan pahit di mulutnya

Flashback end-

Hyonie melebarkan matanya mendengar Yesung mengakhiri ceritanya “Mwo?”

Yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Mianhe” ucapnya tertunduk “Kalau aku tidak melakukannya,kau pasti sudah di rumah sakit sekarang” lanjutnya membela diri.

Yesung menatap Hyonie dengan pandangan menyesal.Dia sudah siap apabila gadis itu marah.Namun ternyata Yesung salah,dia bahkan belum sempat berpikir saat Hyonie sudah mengecup bibirnya lebih dulu.

Yesung menyambut bibir Hyonie yang terasa manis dibibirnya,mereka berdua berciuman tanpa memperdulikan pandangan orang-orang yang tersenyum melihat mereka berdua.

Hyonie melepas bibirnya dari bibir Yesung “Itu sebagai pengganti pahit obat yang kau berikan tadi” ucap Hyonie pelan namun masih manatap Yesung.

Yesung tersenyum “Setidaknya ini lebih manis” ucapnya kemudian terkekeh pelan.

Hyonie menepuk pelan pundak Yesung “Ah…kita kembali ke hotel sekarang” ucap Hyonie berniat pergi lebih dulu,namun Yesung menahan lengannya “Chankaman”

“Waeyo?” Tanya Hyonie

“Bukankah ini baru 08:00 PM?” Ucap Yesung seraya melihat jam tangannya.

“Aku lapar” keluh Hyonie sambil memegang perutnya “Apa kau tahu aku cuma makan bubur tadi sebelum kita pergi kesini” lanjutnya.

Yesung tersenyum mendengar itu “Baiklah,kita pulang sekarang” ucapnya seraya menggandeng Hyonie.

“Haahh…besok kita harus pulang” ucap Hyonie tiba-tiba.

“Kita memang harus segera pulang,jadwalku sudah menunggu,lagipula aku akan ke Indonesia untuk konser di sana”

“Indonesia?” Tanya Hyonie yang berjalan mundur dan melihat Yesung.

Yesung mengangguk sebagai jawabannya.

“Apa kau tahu indonesia itu juga mempunyai tempat wisata yang banyak dan tidak kalah dengan Korea”

“Benarkah?”

“Indonesia punya pulau Bali,raja ampat,ada danau toba dan lain-lain”

“Aku hanya tahu Jakarta”

Hyonie tertawa “Lain kali kalau chagi punya waktu aku akan mengajak chagi-ya berkeliling Indonesia”

“Oke,akan ku tunggu itu” ucap Yesung kemudian menarik lengan Hyonie agar berjalan disisinya “Hya!kalau kau terus berjalan mundur seperti itu,kau akan jatuh” tegur Yesung mengingatkan Hyonie.

Hyonie hanya tertawa kemudian mengapit lengan Yesung sepanjang perjalanan mereka keluar dari lokasi air terjun.

“Gomawo” ucap Hyonie tiba-tiba membuat Yesung menoleh ke arahnya.

“Untuk?”

“Semuanya,aku senang bisa liburan bersamamu”

Yesung tersenyum pelan dan mengelus lembut rambut kekasihnya itu.

“Ah..apa kau mau aku menyanyikan lagu?” Tanya Yesung

Hyonie menghentikan langkahnya “Sekarang?” Tanyanya dengan alis terangkat
Yesung mengangguk “Huummm…”

Hyonie menatap sekitarnya dengan kedua bola matanya yang hitam dan belo itu “Sebaiknya jangan” ucap Hyonie menggelengkan kepalanya keras

“Waeyo?”

“Pokoknya jangan” ucap Hyonie menarik lengan Yesung dan berjalan lebih cepat.

“Apa kau takut dengan suasana disini?” Tanya Yesung terkekeh pelan.

“Animnida” sanggah Hyonie “Lagipula apa yang aku takutkan?jalanannya terang begini dan juga tidak hanya kita yang berjalan disini”

“Lalu?”

“Apa kau ingin orang-orang tahu kalau kau adalah Yesung 슈퍼주니어,eoh?”

Yesung tertawa “Gwenchana” ucapnya enteng

“Hya!sirho,aku sedang tidak ingin mendengarkan mu bernyanyi” ucap Hyonie mulai melepas tangan Yesung dan berjalan lebih dulu.

“Hya!Park Sung Hyo ssi” panggil Yesung

Hyonie melihat ke arah Yesung sekilas “Keumanhe,jangan memanggil nama lengkapku lagi” ucap Hyonie kesal dan makin mempercepat langkahnya.

“Hya!Hya!” Panggil Yesung seraya berlari menyusul Hyonie yang mulai menjauh darinya.

“Ayolah,aku sedang ingin menyanyi sekarang” bujuk Yesung.

Namun Hyonie tidak bergeming dan malah menutup kepalanya dengan Hoodie yang di kenakannya.

Dan jadilah sepanjang perjalanan Yesung terus menggoda Hyonie.

-The End-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s