HANYEON Diary – part 6 End –


Title : Hanyeon Diary -Part 6 End –

Author : @yantie-ni3z

Cast : Kibum || Hanyeon

Genre : Romance,friendship

Lenght : Part 6 End

Author Note : Akhirnya selesai juga ff ini.huuffhh….buat tutimutz gomawo (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

Last editing by @tutimutz

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

^^Happy Reading^^
Sepanjang perjalanan aku maupun Kibum hanya diam,kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing, kami hanya sekali bicara,itupun Kibum menanyakan alamat kantorku.

45 menit kemudian kamipun tiba di tempat ku bekerja,akupun segera turun dari mobil kibum, dan bergegas memasuki tempat itu,namun baru beberapa langkah aku menghentikan langkahku dan kembali menemui Kibum “Apa kau tidak apa-apa menunggu ku sebentar?” Tanyaku pada Kibum yang terlihat kaget dengan kedatanganku
Kibum mengangguk “Gwenchana” katanya sambil memamerkan senyumnya.

“Gomawo” ucapku kemudian kembali melangkahkan kakiku menuju kantor.Dengan cepat aku mengambil berkas yang akan ku bawa ke rumah.

Aku membawa tumpukan kertas itu hingga menutupi wajahku dan “Brakkk…..”beberapa lembar kertas yang ku angkat dari meja kerjaku terjatuh kelantai “Ishh….” Umpatku kesal.Aku berusaha mengambil kertas-kertas itu dengan satu tanganku yang masih kosong ,namun karena saat itu aku mengenakan rok,sehingga aku agak sedikit kesulitan berjongkok.

“Biar ku bantu”ucap kibum yang saat itu tanpa ku sadari berdiri tepat di belakangku.
“Ternyata ini tempat mu bekerja Hanyeon-ssi”ucap Kibum

Aku menganggukan kepalaku dan mengintipnya dari balik kertas yang menutupi wajahku,aku dapat melihatnya mengelilingi tempat kerjaku.

“Biar aku bawakan” ucapnya seraya mengambil tumpukan kertas yang berada di tanganku dan melangkahkan kakinya lebih dulu keluar ruangan.

“Kibum ssi,chankaman-nyo” seruku
Dengan setengah berlari aku mengejarnya yang sudah mulai menjauh.

Sesampainya di mobil, Kibum pun meletakkan semua kertas itu di kursi belakang.

“Apa semua ini harus kau bawa pulang”tanya Kibum sebelum melajukan mobilnya

Aku menghembuskan nafasku berat “Ne, aku harus menyelesaikan hari ini juga”

Kibum terlihat mengerutkan alisnya“Apa kau tidak lelah, apa tidak ada yang membantumu”tanyanya

“Lelah itu pasti, tapi ini semua adalah tugasku. Ingin minta bantuan yang lain, mereka pun sama mendapatkan tugas yang sama banyak denganku”balasku tersenyum kecil

Kibum mengangguk singkat dan mulai melajukan mobilnya menuju rumahku setelah tadi dia bertanya dimana alamat rumahku. Tanpa ku sadari sepanjang perjalanan pulang aku tertidur dalam mobil Kibum.

–00–

Aku mengucek pelan kedua mataku dan menguap sedikit.Aku mengerjapkan mataku mencoba mengembalikan kesadaranku,dan saat aku memperbaiki posisi dudukku aku terkejut saat melihat ada sebuah jas yang menutupi tubuhku.
Aku memutar kepalaku melihat Kibum yang masih duduk di belakang kemudi “Oh..kau sudah bangun?ucapnya tersenyum “Apa ini rumahmu?” Lanjutnya seraya menunjuk sebuah bangunan.

Bukannya menjawab aku malah balik bertanya “Apa sudah lama aku tertidur?dan apa kita sudah sampai dari tadi?”

Kibum tersenyum singkat “Begitulah.Apa kau tinggal bersama orang tuamu”tanya lagi

“Tidak,aku hanya tinggal sendiri. Karena orang tua ku tinggal di Indonesia, namun terkadang mereka datang mengunjungiku”
“Mianhe,sepertinya aku membuatmu menunggu ku untuk bangun”ucapku seraya mengembalikan jasnya.

“Gwenchana, lagi pula kau sepertinya sangat lelah dan kau tahu aku tadi ingin membangunkan mu tapi tidak tega karena kau tidur sangat pulas”ucap Kibum tersenyum

“oh iya,gamshamida Kibum-ssi karena sudah mengantarku”ucapku formal
Kibum tersenyum mendengar aku bicara formal padanya“Tidak perlu berbicara secara resmi begitu, kita kan sudah beberapa kali bertemu dan juga kau ini temannya Hyonie-ssi,” ucapnya mengangkat kedua bahunya acuh.

Aku terdiam mendengar ucapannya,dan kemudian mengangguk “Kau benar juga” kataku kemudian membuka pintu mobil.

Aku membuka mobil dan mengambil kertas yang terletak di kursi belakang,Kibum juga melakukan hal yang sama denganku membantuku membawa beberapa tumpukan kertas pekerjaanku.

Setelah berada tepat di depan pintu rumah,aku segera menekan beberapa angka.Setelah pintu terbuka aku mengambil kertas-kertas yang berada di tangan Kibum “Gomawo Kibum ssi,mian aku sudah merepotkanmu seperti ini”

“Gwenchana,lagi pula aku senang melakukannya” ucap Kibum tersenyum

Aku masih bisa melihat senyum mautnya di antara tumpukan kertas yang menggunung di tanganku.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu,kau jangan terlalu sibuk bekerja,cepat tidur dan semoga mimpi indah Hanyeon-a” ucap Kibum kemudian memalingkan tubuhnya berjalan menuju mobilnya yang terparkir tepat di halaman rumahku.

Aku memiringkan kepalaku“Apa tadi aku salah dengar”ucapku seraya menutup pintu
Aku menggeleng pelan “Sepertinya aku memang salah dengar” gumamku kemudian menuju kamar dan segera mengganti pakaianku.
Sebelum memulai pekerjaan,aku menghembuskan nafasku berat “Semoga ini segera selesai” ucapku seraya melihat jam di kamar yang sudah menunjukkan pukul 11:00 PM.

–00–

Aku menatap penampilanku di depan cermin,blouse putih dengan celana pendek biru membuatku tampak fress namun tidak dengan mataku,ada lingkaran hitam disana,aku mendesah pelan,kemudian segera mengambil kertas-kertas yang sudah ku kerjakan semalam.
Dengan satu gerakan aku mengambil tas selempang dan memasukkan ponselku di dalamnya dan segera melangkahkan kakiku keluar rumah.
–00—
Dan disinilah aku berada di ruang rapat,aku membagikan beberapa lembar kertas kepada mereka yang hadir di rapat itu.Sajangnim tersenyum melihatku bisa menyelesaikan semuanya.Kami membahas berbagai hal tentang hasil pemasaran kami beberapa bulan ini.

Selama rapat aku tidak bisa konsentrasi,karena tiba-tiba aku merasakan kepalaku agak sedikit pusing.
Tepat 2 jam akhirnya rapat pun berakhir,aku menghembuskan nafas dan memijit pelan kepalaku yang terus berdenyut.

“Hanyeon-ssi,apa kau baik-baik saja”tanya Seo unnie menatapku khawatir

Aku mengerjapkan mataku kemudian tersenyum ke arah Seo unnie “Ya” jawabku dan langsung berdiri, namun tiba-tiba ruangan itu tampak bergoyang dan lama kelamaan semuanya menjadi gelap gulita.

–00–

2 hari yang lalu aku sukses pingsan di ruang rapat,dan saat ini aku beristirahat di rumah.Aku berbaring di tempat tidur dan baru akan memejamkan mataku,namun aku mengurungkannya karena aku mendengar seseorang memanggil namaku dari arah luar.

Trek…terdengar pintu kamarku terbuka dan langsung terdengar suara yang sudah sangat kukenal itu memanggil namaku “Hanyeon-a”panggil Hyonie dan langsung duduk di sisi tempat tidur.

Aku menaikkan alisku bingung“Hyonie-ya, kenapa kau tiba-tiba ada di rumahku?”Tanyaku seraya duduk

“Aku dengar kau sakit, jadi kami berkunjung ke rumahmu”

“Kami?”tanyaku bingung

Hyonie mengangguk “Aku, Yesung oppa dan Kibum”balas Hyonie dan melihat kearah Kibum yang saat itu sudah ikut masuk ke kamarku.

“Annyeong haseyo Hanyeon-ssi,bagaimana kabarmu?apa sudah baikan sekarang?” ucap Kibum tersenyum seraya memberikan kantung buah padaku.

Alisku berkerut samar “Chankaman,bagaimana kalian bisa masuk kemari?” Tanyaku pada Hyonie

Hyonie tersenyum “Apa kau lupa kalau aku tahu kode pintu rumahmu?”

Aku mendesah pelan mendengarnya “Oh…astaga,sepertinya tidak ada yang bisa ku rahasiakan darimu”

“Yesung oppa odi?”

“Dia sedang melihat-lihat rumahmu” ucap Hyonie seraya berdiri dari sisi tempat tidur “Ah..Hanyeon-a, apa saja yang ada di kulkasmu”tanya Hyonie

Aku menaikkan alisku”Wae?kenapa kau bertanya isi kulkasku?eoh“
Hyonie mendecakkan lidahnya “Apa aku tidak boleh melihat isi kulkasmu?lagipula aku hanya ingin membuatkanmu makan”

“Kau lihat saja di dapur”balasku

Hyonie tersenyum dan membalikkan tubuhnya keluar kamarku,“Ah..Kibum-ssi,tolong kau jaga Hanyeon. Jangan sampai ia beranjak dari tempat tidurnya”ucap Hyonie pada Kibum sebelum keluar kamar.

Kibum tersenyum dan mengangguk“Ne,arraseo, kau tenang saja”balas Kibum seraya duduk disamping tempat tidurku

Aku memandang pintu kamarku di tutup Hyonie “Mau membuatkan makanan apa untukku?” Gumamku pelan.

“Apa kau sakit gara-gara pekerjaanmu kemarin”tanya Kibum tiba-tiba sehingga membuatku menoleh ke arahnya.

“Sepertinya begitu” kataku mengangkat kedua bahuku.

Sementara menunggu Hyonie, aku maupun Kibum saat itu entah kenapa sangat enjoy bicara satu sama yang lainnya.Aku senang ternyata Kibum orang yang asyik di ajak bicara.Namun tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar kamarku. Sangat terdengar jelas,sepertinya Hyonie dan Yesung oppa sedang membahas sesuatu. Karena penasaran aku mencoba berdiri dari tempat tidurku , namun Kibum menahanku “Biar aku yang melihatnya di luar” ucapnya kemudian berjalan keluar kamar.
Tak lama setelah Kibum keluar, tiga orang itupun kembali masuk kamarku. Aku bingung melihat Hyonie yang tersenyum dan membawakan sebuah mangkuk kearahku.
Aku menaikkan alisku saat melihat Hyonie“Hyonie-ya ada apa ribut-ribut?”tanyaku dan melihat kearah Kibum yang mengangkat kedua bahunya

“Ini Yesung oppa,dia marah-marah karena dapurmu belum ku bersihkan” ucap Hyonie

Aku membelalakan mataku “Mwo?Apa saja yang kau lakukan di dapurku?”

“Aku membuatkanmu ini ”balas Hyonie menyodorkan mangkuk yang ada di tangannya.

Aku melihat mangkuk yang di sodorkan Hyonie padaku “Bubur?” Seruku menaikkan alisku bingung.Dan Hyonie hanya menganggukan kepalanya.
“Hya, Hyonie-ya. Kau tahu kan aku tidak suka bubur”ucap ku mengangkat mangkuk yang diberikannya padaku

Hyonie menatapku tajam “Karena kau sedang sakit,kau harus makan bubur.Dan karena aku tahu kau punya penyakit maag,makanya aku tidak mengijinkanmu makan makanan yang bisa memicu penyakitmu,arraseo“

“Issh….kenapa kau memaksa pada orang sakit”gerutu ku kesal.

“Hya!cepat kau makan, kalau tidak aku minta Kibum untuk menyuapimu”ancam Hyonie

Aku mendengus kesal dan melihat ke arah Kibum,dan Kibum hanya tersenyum melihat tingkahku dan Hyonie.
Aku mendesah pelan dan mulai memasukkan bubur ke mulutku.

“Chagi-ya,apa kalau aku sakit kau akan menyuapiku?” Ucap Yesung oppa tiba-tiba membuat aku,Hyonie dan Kibum melihat ke arahnya.

“Sepertinya tidak akan” ucap Hyonie santai.

Yesung membalalakan matanya “Mwo?tega sekali?” Ucapnya sambil memasang tampang sedih.

Hyonie mendecakkan lidahnya “Keumanhe”

“Hya!apa kau mau aku putuskan,eoh?”Ancam Yesung.

Dan lagi-lagi aku melihat kehebohan dua pasangan ini sedang asyik berdebat dan melupakan orang-orang yang ada di dekat mereka.

“Hya, Hyosung couple. Kalau bertengkar sebaiknya jangan disini, aku kan sedang sakit”teriak ku

Mendengarku sedikit berteriak Hyonie dan Yesung oppa langsung diam,Hyonie terlihat menatap marah Yesung “Ne,arraseo.tapi kau harus menghabiskan bubur itu. Awas kalau tidak habis, aku akan beberkan semuanya”ancam Hyonie kemudian melirik kearah Kibum sekilas.

Dua orang itupun keluar kamarku, namun masih terdengar jelas mereka masih berdebat. Namun hal itu tidak berlangsung lama, suasana nya menjadi sunyi senyam.

“Sebenarnya apa yang terjadi”tanyaku pada Kibum
Kibum mengangkat kedua bahunya“Nado molla-yo?Apa mungkin mereka sengaja melakukannya?”

Aku menaikkan alisku“Sengaja?”tanyaku bingung

Kibum tersenyum sekilas“Iya,sengaja meninggalkan kita berdua disini”

Aku hanya menganggukkan kepalaku kemudian mendesah pelan “Ish…,kenapa aku harus menghabiskan bubur ini”keluh ku

“Waeyo?apa kau tidak suka?”tanya Kibum

“humm,aku sangat tidak suka dengan namanya bubur” kataku kemudian melepas sendok dari tanganku

“Tapi kau harus menghabiskannya, apa kau lupa pada ancaman Hyonie” goda Kibum

“Sirho,aku sudah mau muntah makan bubur ini” keluhku

Kibum tersenyum kemudian mengambil mangkuk bubur dari tanganku “Sini aku bantu habiskan”

Aku hanya melihatnya saat Kibum mulai memasukkan bubur ke mulutnya “Ini enak,kenapa kau tidak suka”tanya Kibum

“Tentu saja enak,Hyonie kan pintar masak”
“Ini”ucapku seraya memberikan tisu pada Kibum.

“Gomawo” ucap Kibum menerima tisu di tanganku.Dan tiba-tiba Kibum menatapku.Kami berdua saling menatap tanpa bicara. Lama kami berdua saling menatap,namun kemudian aku memutar kepalaku saat mendengar Hyonie masuk ke kamar.
Aku melihat Kibum sekilas,dia hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya.

“Apa buburnya sudah kau habiskan”tanya Hyonie padaku

“Mwo?”tanyaku balik
“Tentu saja” “Itu lihat saja mangkuknya sudah bersih ” bela Kibum

Hyonie mengalihkan pandangannya ke arah mangkuk yang sudah kosong “Apa benar kau yang menghabiskannya?” Tanya Hyonie menatapku curiga.

“Tentu saja,aku menghabiskannya” ucapku

“Baguslah kalau begitu, sebaiknya kau jangan terlalu memaksakan diri bekerja. Apa ayah dan ibumu tau kau sedang sakit?”

Aku menggeleng “Tidak,kalau sampai mereka tahu,mereka pasti sudah terbang dari Indonesia sekarang,lagipula aku hanya kecapean saja”

Hyonie mengangguk “Dan.. sebaiknya kau cepat mencari kekasih, jadi kalau kau sakit aku tidak perlu repot begini”saran Hyonie
Aku membelalakan mataku mendengar ucapan Hyonie “Mwo?” Ucapku kemudian melihat Kibum yang berada tepat di sampingku.

“Chagi-ya, cepatlah aku masih ada jadwal hari ini”ucap Yesung yang juga masuk kamarku

“Apa kalian sudah baikkan”tanyaku

“Apa kami bertengkar?” Tanya Yesung bingung

Aku menaikkan alisku “hehh?bukankah kalian berdua tadi bertengkar?”

Hyonie tertawa dan mengibaskan tangannya “Ani,kami berdua tidak bertengkar,kami hanya bercanda tadi”

“Dasar pasangan aneh” ucapku mendecakkan lidahku.

“Kalau begitu aku dan Yesung pamit”

Aku mengangguk pelan“Ne,gomawo atas buburnya”

Hyonie mengambil tas tangannya dan menoleh ke arah Kibum “Kibum-ssi,apa kau juga akan pulang atau tetap disini”tanya Hyonie

“Kebetulan aku harus ke suatu tempat jadi aku akan sama-sama kalian pulang”jawab Kibum dan berdiri

Aku berniat untuk berdiri mengantar mereka sampai depan pintu,namun Hyonie melarangku.

“Hanyeon-a,kami pulang dulu”ucap Hyonie dan keluar kamarku

“Ne,gomawo atas kunjungan kalian hari ini ”ucapku dan melihat kearah Kibum

“Hanyeon-ssi, aku pulang dulu dan cepat sembuh”ucap Kibum

“Gomawo”balasku tersenyum

Rumah ku yang tadi ramai kini sepi kembali,aku tersenyum saat mengingat perhatian Kibum padaku tadi.Aku senang karena tidak harus memakan habis bubur itu “Mianhe Hyonie-ya,bubur buatanmu enak,tapi aku tidak suka bubur” gumamku seraya tersenyum dan membaringkan tubuhku di tempat tidur.
Aku menaruh telapak tanganku di dahi “Sepertinya sudah tidak panas” ucapku dan mulai memejamkan mataku.

–00–

Satu minggu kemudian kondisiku sudah pulih dan sudah mulai masuk kerja.
Aku baru akan melangkahkan kakiku keluar rumah saat mendengar ponselku berdering,dengan cepat aku membuka tas tanganku dan mengambil benda persegi berwarna pink itu.
Aku tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselku dan segera menekan tombol answer.

“Yoboseyo” sapaku riang

“Annyeong haseyo Hanyeon ssi,apa hari ini kau mulai bekerja” tanya sebuah suara di ujung sana.

“Ne,aku akan bekerja hari ini” ucapku masih dengan senyum mengembang di bibirku.

“Apa kau yakin sudah merasa baikan?”

“Ne,aku sangat yakin”

“Baiklah kalau begitu selamat bekerja dan jangan lupa makan”

“Ne,arraseo,kau selalu mengingatkan itu hampir setiap saat Kibum ssi”

Terdengar tawa di ujung sana “Aku khawatir kalau kau akan seperti seminggu yang lalu,jatuh pingsan di kantor”

“Kau tenang saja itu tidak akan terjadi lagi” ucapku meyakinkan Kibum.

“Baiklah,selamat bekerja Hanyeon ssi” jawab Kibum kemudian menutup telponnya.

Aku tersenyum menatap ponsel di tanganku,sudah satu minggu ini Kibum selalu menghubungiku,dia selalu mengingatkan aku untuk makan siang.

Hari ini aku kembali ke daerah pasar dongdaemun melakukan survey pasar, aku melakukan pekerjaan ku seolah tanpa beban “Ternyata aku memang harus istirahat ” gumamku.
Tidak terasa hari mulai gelap.Aku keluar salah satu toko dan mulai melangkahkan kakiku di sepanjang jalan di kawasan Dongdaemun.
Aku berhenti saat melihat pohon besar yang terdapat di salah satu taman di Dongdaemun.Pohon pinus dengan berbagai lampu yang menghiasinya membuatnya tampak indah.
Aku memiringkan kepalaku melihat bangku panjang kosong.Tanpa ragu aku melangkahkan kakiku menuju kursi panjang itu dan menghempaskan pantatku di atasnya.Aku memukul pelan kedua kakiku yang terasa pegal.

Sejenak kututup mataku “Hanyeon-ssi” aku tersentak dan membuka pelan kedua mataku dan melihat ke arah suara.
Aku mengerjapkan mataku melihat sosok namja yang berdiri tepat di hadapanku,dengan kaos biru dan cardigan coklat sedang tersenyum melihatku.

“Kim Kibum ssi” ucapku masih mengerjapkan mataku

Kibum menunduk sedikit “Ternyata kau benar ada di sini”ucap Kibum seraya duduk disampingku

Aku memutar kepalaku melihat Kibum “Darimana kau tahu aku ada disini?” Tanyaku bingung
Kibum tersenyum “Menurutmu dari siapa?” Tanyanya balik

Aku mengerutkan alisku “Nde?” Tanya ku lagi

Kibum terkekeh pelan melihat ekspresi ku yang masih terlihat bingung.
Aku mendelik kesal “Apa ada yang lucu?” Ucapku kesal.

Kibum mengacak rambutku dengan lembut “Dari Hyonie ssi” jawabnya santai

Aku mengerang kesal “Hya!apa yang kau lakukan?” Ucapku seraya merapikan rambutku,namun kemudian aku teringat sesuatu,beberapa menit yang lalu Hyonie menghubungiku dan menanyakan keberadaanku.
“Sebenarnya tadi aku mencoba menghubungimu namun telpon mu tidak kau angkat. Karena khawatir akhirnya akupun menelpon Hyonie-ssi”Jelas Kibum
Aku hanya mengangguk mengerti

Tiba-tiba Kibum memutar tubuhnya menghadapku,dia telihat menarik nafas sebentar “Apa kau ingin mendengar sebuah kisah?” Tanya Kibum

“Cerita apa”tanyaku penasaran

“Cerita tentang sepasang kekasih, awalnya namja ini bertemu dengan seorang Yeoja selalu secara kebetulan.Awalnya tidak begitu di pikirkan oleh si namja, tapi suatu hari namja itu melihat Yeoja itu sedang berdiri di samping pohon pinus ini” Kibum menunjuk Pohon pinus yang berada tepat di belakang kami berdua dan melanjutkan “Dan saat itu si namja melihat wajah yeoja itu yang terlihat murung dan juga sedih,si namja sempat berpikir “Apa yang membuat yeoja secantik itu terlihat murung?”.
Kibum diam dan masih menatapku “Apa kau tahu lagi-lagi dia bertemu yeoja itu secara kebetulan dan setelah bertemu lagi untuk kesekian kalinya si namja akhirnya tahu ternyata yeoja itu adalah salah satu fansnya”

“Apa si namja seorang artis”tanyaku

“Ne, si namja seorang artis. Berkali-kali si namja mencoba mendekati si yeoja. Namun sepertinya si yeoja menghindar darinya”ucap Kibum

“Wae?”tanyaku lagi

Kibum menghembuskan nafasnya “Sepertinya si yeoja bingung dengan perasaan nya sendiri. Padahal saat itu si namja tahu bahwa si yeoja juga mempunyai perasaan seperti dirinya”

Aku mengangguk “Aku sangat memahami perasaan yeoja itu”gumamku

“Nde?” Seru Kibum melihat kearah ku

Aku tersenyum dan mengibaskan tanganku“ah ani,maksudku seharusnya si namja berusaha keras membantu si yeoja untuk tahu seperti apa isi hatinya”ucapku cepat

“Sepertinya sudah”ucap Kibum

“Maksudmu”tanyaku bingung

“Si namja itu sudah memberikan banyak perhatian pada si yeoja, namun nampaknya yeoja itu masih belum mengerti”ucap Kibum tampak sedih.

“Mungkin si yeoja menanti pernyataan si namja”ucapku polos

“Apakah itu benar”tanya Kibum tersenyum sumringah. “Kalau begitu khaja ”lanjut Kibum dan berdiri

“Odiga?”tanyaku bingung

“Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat”ajak Kibum seraya mengulurkan tangannya padaku.
Aku hanya menatap tangan yang terulur itu“tapi–” ucapku ragu, namun sedetik kemudian kibum sudah menarik tanganku.

–00–

Aku hanya diam sepanjang perjalanan itu “Dia mau membawaku kemana?” Pikirku
Sekilas aku melihat Kibum yang terus menyetir.

Dan aku menaikkan alisku saat melihat Kibum menghentikan mobilnya di tepian sungai Han.Kibum melepas sabuk pengamannya dan keluar dan berseru “Ayo keluar”

Aku mengangguk dan segera keluar dari mobil.”Tempat ini indah” gumamku

Aku dan Kibum berdiri membelakangi mobil di pinggir sungai sambil menikmati pemandangan kota Seoul yang tampak indah dengan kerlap kerlip lampu.Lama kami berdua hanya diam satu sama lain.
“Sebenarnya kenapa kita kemari”tanyaku memulai pembicaraan.

“Kau tahu di tempat ini banyak sepasang kekasih mengikat janji cinta mereka”jawab Kibum tanpa melihat ke arahku dan aku hanya bisa mengangguk

“Hanyeon-ssi”panggil Kibum dan menghadap kearahku
“Ne” jawabku singkat
Saat itu aku merasa jantungku mulai berdegup tidak beraturan saat lagi-lagi melihatnya dalam jarak sedekat ini.
“Wae?”tanyaku gugup

“Apa kau tahu siapa orang yang aku ceritakan tadi”ucapnya masih menatapku dengan lembut.

“Anio”

Kibum memegang kedua bahuku “Si namja adalah aku, dan si yeoja adalah dirimu Hanyeon-ssi”
Aku kaget dan hanya mengerjapkan mataku menatapnya.
“Jadi, apa kau mau jadi kekasihku”tanya Kibum ragu

Aku terdiam sejenak dan tanpa pikir panjang lagi aku langsung mengiyakan pertanyaannya “Ne”

Kibum tersenyum dan langsung menarik tubuhku ke dalam pelukannya“Gomawo Hanyeon-a”bisiknya lembut.
Aku hanya diam terpaku dan perlahan mulai membalas pelukan Kibum padaku.

–00—
Tidak terasa sudah satu bulan aku dan Kibum berpacaran,kami berdua kadang jalan bersama,saling menelpon ataupun mengirim pesan singkat.Tapi sudah satu minggu ini aku tidak bertemu dengannya,karena kami berdua sama-sama sibuk.

Aku melihat jam yang tertera di pergelangan tanganku “Kemana dia?” Gumamku
Aku mengaduk pelan jus wortel yang ada di hadapanku dan menyesapnya

“Hanyeon-a” seru sebuah suara,sontak aku memutar kepalaku ke arah suara,aku tersenyum melihat Hyonie dengan kaos biru dan celana pendek berwarna coklat dan kaca mata hitam terlihat berjalan cepat ke arahku.

“Kemana saja?tumben terlambat?” Tanyaku pada Hyonie

Hyonie memasang tampang menyesal “Mianhe,aku baru bisa keluar dari kantor” ucapnya seraya melepas kaca mata hitamnya.

Aku hanya berOh ria.Kami berdua sedang berada di sebuah cafe di kawasan Dongdaemun.

“Jadi bagaimana hubunganmu dengan Kibum?” Tanya Hyonie langsung.

Aku menghembuskan nafasku “Sudah satu minggu ini dia tidak pernah menelpon ataupun mengirim pesan singkat”

“Mwo?sesibuk itu kah sampai tidak menghubungimu?”

“Sepertinya jadwalnya sangat padat” ucapku mengangkat kedua bahuku

“Ahh…mungkin juga,itulah susahnya kalau pacaran dengan super star,aku juga kadang merasa kesal dengan Yesung,kalau dia sibuk dia juga tidak pernah menghubungiku”

“Akhirnya aku merasakan apa yang selalu kau keluhkan selama ini” ucapku tertawa

Hyonie juga tertawa “Ah…Hanyeon-a,satu minggu lagi Riyeon akan pulang ke Seoul.Bagaimana kalau kita kumpul-kumpul bikin barbeque gitu” usul Hyonie.

“Terserah kau saja Hyonie-ya,aku ikut saja”

“Tapi kau harus membawa Kibum juga,otte?”

“Akan ku usahakan” ucapku tersenyum.

Siang itu aku menghabiskan waktu makan siang bersama Hyonie.Karena sama-sama sibuk aku dan Hyonie berpisah tepat di depan cafe. Aku memandang punggung Hyonie yang mulai menjauh.Aku tersenyum saat melihatnya memasang kembali kacamata hitamnya “Kenapa dia selalu memakai kacamata hitam?sangat serasi dengan Yesung oppa” gumamku kemudian aku pun mulai kembali ke kantor.

–00—
Waktu sudah menunjukkan pukul 10:00 PM,namun aku masih belum bisa memejamkan mataku dari tadi aku hanya berguling-guling di tempat tidur.
“Argghh…kenapa tidak bisa tidur?aku harus masuk pagi besok” erangku kesal

Aku bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela,perlahan tanganku mulai membuka tirai berwarna cream itu.
Saat aku membuka tirai dan akan melihat keadaan luar,aku membelalakan mataku melihat seseorang berjalan mondar-mandir di depan pagar rumahku. Aku menyipitkan mataku melihat siapa orang “Kim Kibum” seruku sehingga membuat orang tadi mengangkat kepalanya melihat kearahku.
Dan benar saja orang itu adalah Kibum “Apa yang kau lakukan disitu?” Tanyaku masih melihatnya dari jendela kamar.

Kibum tersenyum “Bisa kah kau keluar?” Tanyanya ragu

Aku mengangguk dan segera berderap keluar rumah.

Aku mengatur nafasku yang tersengal-sengal karena berlari dari kamarku yang berada di lantai 2.
Kibum berjalan ke arahku dan langsung menarikku ke dalam pelukannya.

“Waeyo?” Tanyaku masih dalam pelukannya.

“Hanyeon-a,niga bogosipho” ucapnya singkat dan memperat pelukannya.

Aku mengangguk “Nado” ucapku

Aku bahagia akhirnya aku bertemu dengannya lagi setelah satu minggu menghilang “Apa kau begitu sibuk sekarang?” Tanyaku masih dalam pelukannya.

“Huumm…” “Mianhe,aku tidak sempat menghubungimu”

“Gwenchana” ucapku seraya melepaskan pelukannya.
Kibum tersenyum dan mengelus lembut kedua pipi ku dengan kedua tangannya “Kau tidak marahkan?” Tanyanya lembut.

Aku menggeleng pelan “Sedikit” kataku tersenyum

Kibum menghembuskan nafasnya “Khaja” ucapnya kemudian menarik tanganku menuju mobilnya.

“Kita mau kemana?” Tanyaku saat sudah berada di dalam mobil.

“Kau akan tahu nanti” ucapnya seraya melajukan mobilnya.

Selama dalam perjalanan,aku hanya menatapnya bingung dan melihat penampilanku yang hanya mengenakan piyama “Apa aku tidak perlu mengganti baju dulu?”tanyaku

Kibum melihatku sekilas “Tidak perlu,itu saja sudah cukup” ucapnya.

Tidak lama kami pun tiba di pinggir anak sungai Han,Kibum keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untukku.

Aku ragu keluar mobil dan hanya diam duduk di dalam mobil.
“Waeyo?” Tanya Kibum mengerutkan alisnya.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal”Itu–apa tidak apa-apa kau jalan denganku yang hanya mengenakan piyama seperti ini?”

Kibum tersenyum “Gwenchana.Lagipula tidak ada siapa-siapa disini?” Ucapnya mengedarkan pandangan ke tepian sungai.

Aku melihat keadaan sekitar dan benar disini hanya ada kami berdua.Akhirnya aku pun keluar mobil.

Aku dan Kibum berjalan beriringan di tepian sungai.Aku melirik Kibum sekilas dan kaget saat melihatnya memalingkan wajahnya tiba-tiba “Waeyo?Aku tampankan” ucapnya terkekeh pelan.

Aku mendesis kesal,namun kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaanya.

Kami berdua menghentikan langkah dan berdiri menatap sungai Cheonggyecheon.Aku memegang kedua bahuku dan mengelusnya pelan,angin malam yang begitu dingin terasa menusuk tulang-tulangku “Untuk apa dia membawaku kemari?” Pikirku

Saat sedang asyik dengan pikiranku sendiri,tiba-tiba aku merasakan Kibum memberikan coatnya padaku dan memelukku dari belakang.

Aku tersenyum dan memegang tangannya yang melingkar di pundakku “Mianhe,aku membawamu kemari,ini sudah malam dan aku membiarkanmu kedinginan seperti ini” ucapnya

“Gwenchana” kataku singkat “Ahh..apa kau sedang ada masalah?” Lanjutku

Kibum menghembuskan nafasnya berat “Aku hanya merasa lelah,tiap hari bekerja dan tidak bertemu dengan mu selama satu minggu sudah membuatku hampir gila”

Aku tersenyum dan merasakan pipiku memanas “Oh…astaga pasti pipiku sudah memerah saat ini”

“Aku juga minta maaf” ucapku tiba-tiba sehingga membuat Kibum melepaskan pelukannya dan membalik tubuhku menghadapnya.

“Maksudmu?” Tanyanya

“Aku minta maaf karena aku juga tidak menghubungimu,seharusnya aku menyempatkan diri menghubungi saat sudah pulang kerja atau sedang istirahat makan siang,tapi selama ini aku tidak melakukannya”

Kibum tersenyum dan menarik tubuhku dan menatapku dengan lembut,kedua tangannya memegang kedua pipiku “Gomawo” ucapnya singkat.
Dengan perlahan Kibum mulai mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibirku.
Tepat saat bibir hangat Kibum menyentuh ujung bibirku aku merasa seperti di sengat listrik,seluruh tubuhku merinding,namun lama-lama aku menikmatinya.

Kibum melepaskan ciumannya “Hanyeon-a,Saranghae” ucapnya pelan dan mengecup pucuk kepalaku.

Aku memegang pipinya dengan sebelah tangannya “Nado” ucapku.
Malam itu kami berdua berjalan bergandengan tangan menyusuri pinggir sungai Cheonggyecheon.

Aku bahagia sekali malam ini,akhirnya aku bisa menjadi kekasih seorang Kim Kibum.Tidak sia-sia aku menyukainya selama 2 tahun.Dalam hati aku berterima kasih dengan Hyonie yang selalu mendukungku dan juga Yesung oppa.

“Hyonie-ya,Yesung oppa,gomawo sudah memberikan kan seorang kekasih yang tampan”

-The End-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s