HANYEON Diary – part 5 –


Title : Hanyeon Diary -Part 5-

Author : @yantie-ni3z

Cast : Kibum || Hanyeon

Genre : Romance,friendship

Lenght : chapter

Author Note : Sekali lagi saya mau ngucapin terima kasih banyak buat tutimutz😄
Makasih udah mau ngedit sekalian nambahin ceritanya🙂

Last editing by @tutimutz

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You🙂

^^Happy Reading^^

“Hanyeon-ssi, sepertinya hari ini kau lebih semangat”goda Seo unnie

“Tentu saja, hari ini aku akan bertemu Kibum”ucapku tanda sadar

“Waaah yang lagi bahagia” Goda Seo unnie sambil memasang seat belt.
Aku menoleh sebentar dan hanya tersenyum “Semoga hari ini aku beruntung” kataku santai kemudian mulai melajukan mobilku pelan.

Dengan santai akupun mengemudikan mobil hitam ku ketempat lokasi pemotretan Kibum. Sesampainya disana kamipun memasuki sebuah studio pemotretan, disana terlihat beberapa orang yang sedang sibuk begitu pula Kibum. Saat itu ia sudah melakukan beberapa sesi pemotretan.
Aku berdiri di salah satu sudut ruangan mengamati Kibum dari situ,aku tersenyum“Tampan”gumamku

Tanpa kusadari aku sudah berada cukup lama di tempatku berdiri,karena terlalu asyik melihat Kibum yang sedang di foto dengan berbagai gaya,aku baru menyadari kalau Seo unnie sudah tidak ada di sampingku.
Aku melihat ke kanan dan ke kiri “Kemana Seo Unnie?” Gumamku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
Aku mulai berjalan mencari Seo unnie,dan baru beberapa langkah aku merasakan pundakku di tepuk seseorang,aku reflek membalikkan badan dan saat melihat yeoja di hadapanku alisku terangkat,karena aku sama sekali tidak mengenalinya.
“Hya!apa yang kau lakukan disini?eoh?cepat antar pakaian ini ke ruang ganti” perintah langsung.

“Nde?” Tanyaku bingung

Yeoja itu mendecakkan lidahnya “Itu ruang gantinya?” Katanya menunjuk sebuah ruangan yang berada di sisi kiriku.

Aku baru akan membuka mulutku mau bicara,tapi Yeoja itu sudah berjalan meninggalkanku.

Aku hanya memandang beberapa pakaian yang ada di tanganku,dengan ragu akhirnya aku pun melangkahkan kakiku menuju ruangan yang di maksudkan yeoja tadi.

“Aigoo~~yeoja itu,apa dia tidak bisa mengenali stafnya sendiri?” Aku mendecakkan lidah dan dengan kasar menggantung beberapa pakaian di tanganku.

“Bisa kau antarkan kemari pakaian itu?” Seru sebuah suara sehingga membuatku kesal,aku memutar tubuhku kearah suara “Hya!aku bukan salah satu staff kalian” jawabku kesal dan tepat saat aku menghentikan kalimatku aku melebarkan mataku kaget saat melihat Kibum sudah berdiri tepat di hadapanku dengan sedikit kikuk aku membungkukkan badanku “Annyeong haseyo”

“Annyeong Hanyeon-ssi,sedang apa disini?apa kau salah satu staff disini?” Tanya Kibum seraya mengambil pakaian yang tadi ku gantung

“Apa aku terlihat seperti salah satu staff?” Tanyaku balik

Kibum melihat ku sekilas “Tidak.Tapi kenapa Hanyeon ssi bisa ada di sini membawa pakaian?Ahh…Mianhe tadi ku kira kau salah satu staff”

Aku mengangkat kedua bahuku “Molla?sepertinya wanita tadi salah mengenali staffnya” kataku acuh kemudian berjalan mendekati meja rias.
“Tapi setidaknya kita bertemu lagi kan?” Ucapnya seraya tersenyum dan berjalan memasuki ruang ganti.

Aku mengangkat ke dua bahuku “Sepertinya begitu” ucapku tersenyum.

3 menit kemudian Kibum keluar dari ruang ganti,tangannya sibuk merapikan pakaian yang di kenakannya,dan entah setan apa yang merasuki ku saat itu,tiba-tiba saja aku mulai membantunya merapikan pakaiannya dan membantunya mengikat dasi di lehernya.
Jantungku mulai berdegup tak beraturan,saat berada sangat dekat seperti ini “Oh…Tuhan kenapa aku melakukan ini?” Batinku mulai menyesali tindakanku.
.
Gerakan tanganku terhenti saat aku mengangkat wajahku,tubuhku serasa kaku menatap Kibum yang berjarak hanya beberapa centi dari wajahku.

“Hanyeon-ssi,kau tidak apa-apa?”tanya Kibum membuatku mengerjapkan mataku beberapa kali.
Dan dengan satu gerakan cepat aku segera melepaskan tanganku dari lehernya dan memalingkan wajahku yang ku yakin sudah merah seperti kepiting rebus.

Kibum memiringkan kepalanya melihatku lebih dekat “kau tidak apa-apa”tanyanya khawatir.

Aku mengangguk “Ne,aku tidak apa-apa”
“Otte?aku tampan bukan“tanyanya sambil mematut dirinya di depan cermin

“Hummmmm”balasku mengangguk

“Gomawo” ucap Kibum sebelum kemudian pergi membuka pintu ruang ganti dan berlalu.

Aku hanya membeo saat mendengar ucapannya barusan “Apa aku mimpi?” Gumamku seraya mencubit pelan kedua pipi ku dan “Awww…” Aku mengelus kedua pipiku karena merasa sakit.
Sedetik kemudian aku tersenyum menertawakan kekonyolan ku,aku menggeleng pelan kemudian melangkahkan kakiku keluar ruang ganti itu.

Sekarang aku berada di salah satu set pemotretan,mataku melihat sekitar dan “Itu dia” kataku menunjuk yeoja tinggi semampai dengan blouse hijau.

“Unnie” seruku kemudian berjalan mendekati Seo unnie.Dahiku berkerut samar saat melihat Yeoja yang saat ini berada tepat di sebelah Seo unnie “Bukankah dia yeoja yang memberiku perintah seenaknya itu?” pikirku

“Darimana saja kau?dari tadi ku cari?” Tanya Seo Unnie setelah aku berada di hadapannya.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal “Entahlah” kataku nyengir “Sepertinya aku agak tersesat” kataku kemudian.

“Ahh…Hanyeon ssi,perkenalkan dia nona park Youngmi dari SM Entertainment,dia yang bertanggung jawab dalam pemotretan ini” Jelas Seo unnie

Yeoja yang bernama Park Youngmi itu sedikit terkejut melihatku “Oh..Astaga,Cheosonghamnida.Aku kira anda salah satu staff di sini” katanya kemudian mengulurkan tangannya.

“Gwenchana” kataku seraya menyambut uluran tangannya.

–00–

Setelah semua selesai aku pamit dengan beberapa staf dan pergi ke belakang gedung.Di belakang gedung terdapat sebuah taman kecil.Taman ini indah dengan beberapa bunga liar yang tumbuh.Disini ada sebuah pohon yang besar dan di bawahnya terdapat sebuah kursi yang terbuat dari batang pohon.

Aku menemukan tempat ini kemarin sore saat aku merasa jenuh,tanpa sengaja aku berjalan ke belakang gedung,di taman kecil ini aku bisa melihat matahari terbenam.

Ku hempaskan pantatku di kursi kayu itu,menghirup udara yang terasa segar masuk ke dalam tubuhku,aku menutup mataku menikmati hempasan angin yang memainkan helai rambutku. Bahagianya,setidaknya semua kepenatanku terasa menguap begitu saja.

Aku masih menutup mataku,dan tiba-tiba aku merasakan dingin di pipi kiriku,aku membuka mata dan tersentak kaget saat melihat Kibum sudah berdiri tepat di sebelahku menempelkan soft drink di pipi kiriku.

“Apa kau lelah”tanya Kibum kemudian duduk dan memberikan soft drink yang tadi di tempelkannya di pipiku.

Aku hanya menatap heran “Darimana dia tahu aku disini?” Pikirku
“Hanyeon ssi,apa kau sudah makan siang?” Tanyanya tanpa melihat ke arahku

“Nde?” Seruku semakin tidak mengerti

Kibum memutar kepalanya melihatku “Aku bertanya apa kau sudah makan siang?Apa kau lupa kalau kau berhutang makan siang denganku?”

Aku menaikkan alisku bingung “Berhutang?”
Kibum mengangguk sebagai jawaban “Kuharap kau tidak lupa?”

Aku terdiam untuk beberapa menit “Ahh…itu” kataku mengangguk setelah ingat waktu itu akan janji ku bersama Kibum.Hari itu kami terpaksa membatalkan makan siang bersama karena atasanku memintaku kembali ke kantor.
Kalau mengingat itu aku langsung kesal dan mengumpat kepada Sajangnim.
“Hanyeon-ssi? “Seru Kibum membuatku mengerjapkan mataku sekali

“Mwo?” Kataku spontan

“Bagaimana kau mau kan makan siang dengan ku hari ini”tanya Kibum ragu

Aku tersenyum dan langsung menganggukan kepalaku menyetujui permintaannya “Baiklah,aku akan membayar hutangku” kataku seraya berdiri lebih dulu.

Kibum tersenyum,senyum yang membuatku selalu menahan nafas apabila melihat dari jarak dekat seperti ini.

“Khaja” katanya berjalan lebih dulu

–00–
Karena tidak ada jadwal pemotretan hari ini,aku hanya duduk di meja kerjaku.Aku menatap malas lembaran kertas yang menggunung itu di atas mejaku “Seo Unnie cepat sembuh,bantu aku menyelasaikan laporan-laporan ini” keluhku

Aku merebahkan kepalaku di atas meja “Ini membosankan” gumamku kemudian memainkan ponselku. Saat sedang asyik memutar ponselku aku tersentak saat mendengar ponselku berdering dengan kencang.Dengan malas aku melihat siapa yang menelponku siang bolong seperti ini?ada nama Hyonie tertera di layar ponsel.

“Yoboseyo”sapaku lesu
“Hanyeon-a, neo gwenchana?”tanya Hyonie langsung

“Eoh,niga gwenchana-yo”

“Tapi kenapa nada suaramu sepertinya sedang ada masalah”

“Anio,aku hanya merasa kurang bersemangat saja”

“Apa kau bisa menemaniku makan siang hari ini”

“Makan siang?hari ini?”

“Ne,hari ini,aku mengajakmu karena kita sudah lama tidak makan siang bersama”

Aku diam sejenak dan akhirnya “Baiklah Hyonie-ya, kebetulan aku juga ingin makan di luar kantor” ucapku kemudian mengambil tas tanganku dan beranjak dari ruanganku.

Aku menutup telpon dan melihat jam yang tertera pada ponselku “Sudah waktunya makan siang” gumamku kemudian dengan langkah cepat meninggalkan kantorku.

Aku menghentikan mobil di salah satu rumah makan dimana aku dan Hyonie sering makan siang bersama.
Aku melangkahkan kakiku memasuki rumah makan.Mataku langsung mencari sosok Hyonie di antara beberapa orang yang berada di dalam rumah makan itu. Aku tersenyum saat melihat Hyonie duduk di salah sudut rumah makan.

“Mian, aku terlambat”ucapku sesampainya di hadapan Hyonie

Hyonie tersenyum sekilas “Gwenchana,aku juga baru sampai”

Setelah duduk,Hyonie memanggil pelayan.Kami berdua pun memesan makanan dan minuman.
Setelah pelayan pergi Hyonie bertanya “Hanyeon-a, ada apa denganmu apa kau sakit”

Aku menggelangkan kepalaku “Ani,aku tidak sakit”

“Tapi kenapa wajahmu terlihat lesu”tanya Hyonie khawatir

“Memang terlihat jelas ya?” Tanyaku balik
Hyonie mengangguk pelan seraya menyesap air putih di hadapannya.
“Ahh…Bagaimana hubungan mu dengan Kibum?Ku dengar kau bekerja sama dengannya?”tanya Hyonie tiba-tiba

Aku menaikkan alisku tidak mengerti “Hubunganku dengannya hanya sebatas pekerjaan saja” ucapku “Dan darimana kau tahu?rasanya aku tidak pernah menceritakannya padamu” aku menyipitkan mataku menatapnya curiga.

Hyonie menyeringai “Biasa dari Yesung oppa”

“Ooh, kami hanya rekan kerja”kataku acuh

“Mwo? Hanya rekan kerja”ucap Hyonie tampak kecewa

“Memang kau mengharapkan apa dari hubungan kami itu?”tanyaku bingung
Hyonie memutar matanya melihatku “setidaknya aku berharap kalian bisa lebih dari sekedar rekan kerja”

“Mwo?” Kataku kemudian menertawakannya

Hyonie mengerucutkan bibirnya kesal “Hya,apa yang kau tertawakan?apa ada yang lucu?eoh?”

Aku berhenti tertawa“Apa tidak terlalu jauh harapanmu itu?”tanyaku sambil memegang perutku yang sakit karena tertawa

“Isshh….keumanhe” Hyonie menepuk pelan tanganku “setidaknya begitu, kau dan dia kan sudah sering bertemu. Dan juga kau sudah makan siang dengannya”

Aku berhenti tertawa“Apa kau juga tahu ini dari Yesung oppa”tanyaku

Hyonie lagi-lagi mangangguk “Kau tahu sumberku sangat bisa di percaya” katanya

“Aigooo~~Apa saja yang sudah di ceritakan Yesung oppa padamu?Lagipula apa makan siang bersama itu sudah bisa membuat seseorang menjadi sepasang kekasih?”

“Tidak juga sih,tapi bukankah kau juga menyukai Kibum?”

“Iya aku memang menyukainya, tapi aku juga bingung dengan perasaan ku. Apa aku suka dia sebagai idola atau lebih dari itu” kataku mengangkat kedua bahuku.

“Mwoya?hya!apa kau sadar perasaan mu itu bukan sekedar rasa suka seorang fans pada idolanya?”

Aku menaikkan alisku bingung“Apa maksudmu”

Hyonie mendecakkan lidah “Apa kau lupa,waktu itu kau pernah cerita padaku. Pertama kau sangat sedih dan sangat merindukan nya saat ia vakum dari kegiatan SuJu.Oke itu bisa di bilang rindu seorang fans pada idolanya.Tapi membuatku sangat yakin saat kau bilang kau merasa marah melihatnya bersama dengan wanita lain, walaupun karena tuntutan pekerjaan.Apa itu yang namanya suka pada seorang idola?eoh?”

“Tapi apa itu bisa di bilang aku suka dia sebagai seorang pria”tanyaku
Hyonie mengangguk “Ne, itu sangat jelas karena itu bisa di bilang kau sedang cemburu padanya. Kalau kau seorang fans kau tidak akan merasakan hal seperti itu”

“Tapi…..”ucapku gantung

“Apanya yang tapi”tanya Hyonie penasaran

“Apa aku sanggup menjalin hubungan dengan Kibum, karena aku sadar salah sedikit aku selalu ingin marah saat melihatnya bersama wanita lain,Yaa… seperti yang kau bilang tadi aku cemburu”

“Hanyeon-a,kau harus yakin dengan perasaan sendiri,kau jalani saja dulu,kalau merasa tidak cocok ya sudah putus.Gampangkan?” Ucap Hyonie santai

Aku membelalakan mataku“putus?berarti aku tidak akan bertemu dengannya lagi”

“Oh…astaga anak ini, kau jalani saja dulu seperti aku dan Riyeon”ucap Hyonie tertawa

“Tapi kau enak Yesung oppa tidak pernah sekali pun berpelukan dengan wanita lain”ucapku kesal

“Anio,Yesung sering memeluk fansnya dan kadang dengan wanita lainnya.Jujur saat aku melihatny aku kesal,tapi setelah di pikir itu kan pekerjaannya.Dan kau tahu kan Riyeon sekarang pacaran dengan Jae Joong,dan apa kau tahu Jae Joong itu juga seorang model dan dia juga main drama,dia sama seperti Kibum dekat dengan beberapa wanita”

“Bukankah mereka sering bertengkar?” Ucapku

Hyonie mengangguk “Itu benar,tapi meskipun mereka sering bertengkar toh akhirnya mereka tetap bersama, itu karena mereka saling mencintai.Itu resiko yang harus kita ambil kalau kita mempunyai kekasih seorang super star.”

“Ne,ne,arraseo” kataku mengakhiri pembicaraan ini.Aku menghembuskan nafasku dan menenggak air putih yang ada di hadapanku dengan sekali teguk “Aigoo~kenapa pelayannya lama sekali?” Kataku sambil melihat ke arah pelayan tadi meninggalkan kami.

Aku melihat Hyonie sekilas,dan lagi-lagi menghembuskan nafasku dengan berat,entahlah?aku tidak pernah bisa menang kalau berdebat dengan Hyonie yang saat ini terlihat sudah asyik dengan ponselnya.

–00–

Hari ini adalah hari terakhir Kibum melakukan pemotretan, namun kali ini aku tidak bisa pergi ke lokasi itu. Karena ada suatu pekerjaan penting yang harus di selesaikan pada hari itu juga. Aku pun bergegas menyelesaikan pekerjaan itu berharap bisa melihat Kibum untuk terakhir kalinya. Namun sia-sia aku tidak bisa menyelesaikannya sesuai dengan yang ku harapkan.
Hari sudah mulai gelap saat aku keluar dari kantor.Aku memukul pelan pundakku yang terasa pegal.Ku edarkan pandanganku ke seluruh area parkir dan mendesah pelan “Sepertinya pemotretannya sudah selesai” gumamku kemudian menuju mobilku.
Sesampainya di dalam mobil aku membuka tas dan melihat ponselku,ada beberapa sms yang masuk.Wajahku langsung memberengut saat mengetahui sms itu dari Sajangnim.
“Ish….Ada apa lagi?apa dia tidak cukup menyiksaku seharian ini?dan sekarang dia menyuruhku menemuinya di tempat karaoke?” aku menggerutu kesal dan melempar ponselku ke dasbor mobil dan tanpa pikir panjang lagi aku segera tancap gas meninggalkan area parkir menuju tempat yang tertera di sms tadi.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit,aku pun tiba di salah satu tempat karaoke yang berada tidak jauh dari lokasi pemotretan.
Setelah menanyakan kepada petugas tempat itu,aku pun di antar menuju salah satu ruangan.

“Ini ruangannya” ucap petugas itu seraya menunjuk sebuah ruangan yang bisa di dengar ada banyak orang di dalamnya.

Aku menundukkan kepalaku dan berterima kasih pada petugas itu.
Aku mendecakkan lidahku saat mendengar di dalam begitu ramai.Ku buka pintu ruangan itu perlahan.
“Oh..Hanyeon-ssi sudah datang”ucap salah satu staf kami yang datang menyambutku.
Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka yang sangat aneh saat itu.
“Ige”ucapnya seraya memberikan microfon padaku
Aku menatapnya heran “Ige mwo?”tanyaku bingung
“Karena kau terlambat datang, kau akan kami hukum”ucapnya tersenyum

Aku membelalakan mataku “aku di hukum”ucapku sambil menunjuk kearah ku sendiri

“Ya hukumannya kau harus bernyanyi” ucap Sajangnim tersenyum

“Mwo,Sajangnim,aku terlambatkan bukan salah ku”ucapku kesal

“Anak ini apa kau ingin di pecat”ucapnya sambil melotot kearah ku

“Sirho”ucapku sambil membuang muka

“Ayolah Hanyeon-ssi bernyanyi saja, sekali-kali kalian berdua jangan berdebat”pinta Seo unnie.

Aku menggelengkan kepalaku dengan keras tetap tidak mau melakukannya.Aku memandang dengan kesal beberapa teman ku,meskipun mereka terus menyuruhku namun aku tetap tidak bergeming.

“Biar aku temani kau bernyanyi” ucap sebuah suara dan mengambil microfon yang dari tadi hanya ku pegang.
Aku memutar kepala ke arah suara.Aku melebarkan mataku saat melihat sosok namja yang saat ini sudah berdiri tepat di sampingku.

Kibum tersenyum melihatku dan memainkan microfon yang saat ini sudah berada di tangannya,dan dengan santai Kibum menyeretku ke depan layar yang memutar beberapa lagu.
Aku menatapnya “Kenapa kau tiba-tiba ada disini?” Tanyaku penasaran.

“Kau tidak tahu?” Tanyanya “Ini semua ide Sajangnim” ucap Kibum seraya menunjuk Sajangnim yang saat itu sedang tertawa dengan beberapa staf perusahaan.

Belum habis pertanyaanku tiba-tiba salah satu staf kami bersuara “Kami sedang mengadakan pesta perpisahan”

Aku menaikkan alisku “Perpisahan”ucapku bingung
“Iya hari ini kan hari terakhir pemotretan Kibum ssi sebagai model kita”lanjut atasan ku
Aku agak terkejut mendengarnya.Aku hanya memandang Kibum yang sudah mulai menyanyi.
“Oh…astaga kenapa dia memilih lagu yang musiknya menjadi melo begini, maknanya sedih lagi” gerutuku

Selama kibum menyanyi mataku tidak pernah lepas dari nya.Aku tiba-tiba merasa sedih karena aku tidak akan bisa melihatnya sedekat ini lagi. Kibum masih bernyanyi dan sesekali tersenyum melihatku.

Hatiku tiba-tiba terasa sakit,aku hampir saja menitikkan airmataku,namun aku tahan,aku tidak ingin malam yang seharusnya bahagia menjadi rusak gara-gara aku menangis tanpa alasan.

Kibum tersenyum dan menundukkan kepalanya beberapa kali saat mendengar beberapa staf dan juga Sajangnim memuji suaranya bagus.

Kibum memutar kepalanya melihatku “Kau tidak ingin mengucapkan sesuatu padaku?”

“Suaramu masih sama seperti dulu” ucapku tersenyum

“Benarkah?”

Aku mengangguk “Setelah 2 tahun akhirnya aku mendengar suaramu lagi ”

Kibum tersenyum mendengarnya “Gomawo” katanya singkat.

“Kuharap kita bisa bertemu lagi” ucapku pelan.

–00–
Hampir satu minggu setelah kerja sama kami dengan SM entertainment, dan juga saat Kibum menjadi model perusahaan kami. Akupun kembali di sibukkan dengan semua pekerjaanku dan terlarut dengan semua pekerjaan yang selalu menanti untuk di selesaikan. Saat ku menyandarkan tubuhku di kursi kerjaku, tiba-tiba ponselku bergetar.Setelah melihat nama yang tertera pada layar ponsel aku segera menakan tombol answer.

“Yoboseyo”

“Hanyeon-a, apa kau punya waktu malam ini” tanya Hyonie langsung

“Malam ini”tanyaku bingung

“Iya, malam ini aku ingin mengajak mu makan malam”

“Apa tidak salah kau mengajakku makan malam?bukankah kau seharusnya makan malam bersama Yesung oppa”

“Aku memang makan malam bersama Yesung malam ini,tapi aku juga ingin mengajakmu,apa tidak boleh?“

Aku tertawa mendengar ucapan Hyonie“Apa aku tidak akan menjadi nyamuk bagi kalian berdua”

Terdengar Hyonie tertawa lepas di seberang sana “Hanyeon-a, apa kau tahu sebenarnya ini semua ide Yesung”

Aku menaikkan alisku bingung “Ide Yesung oppa”

“Ne,otte?kau mau kan?”tanya Hyonie

Aku diam sejenak,kemudian mengiyakan ajakan Hyonie “Baiklah”

“Baiklah kalau begitu,aku akan memberikan alamat dan juga kapan waktunya”ucap Hyonie dan menutup telpon nya

Setelah Hyonie menutup telponnya aku memiringkan kepalaku melihat ponsel yang saat ini masih berada di tanganku “Kenapa Yesung oppa tiba-tiba mengajakku makan malam bersama?”

Aku menggelengkan kepalaku pelan “Sebaiknya aku segera menyelasaikan pekerjaanku” kataku kemudian mulai larut dalam pekerjaanku.

“Hanyeon ssi kau tidak pulang?” Tanya Seo unnie membuatku melihat ke arahnya “Jam berapa sekarang?” Tanyaku balik bertanya

“08:00 PM” ucap Seo unnie melihat jam tangannya.

Aku membelalakan mataku “Mwo?” Kataku kaget seraya berdiri dari kursi dan tanpa pikir panjang aku langsung menyambar tas dan juga ponsel yang berada di atas meja “Aku duluan unnie-a” ucapku sambil berlari melewatinya.

–00–

Pelan tapi pasti aku melajukan mobil ku mencari tempat yang sudah di beritahukan Hyonie padaku. Akupun menghentikan mobil hitamku tepat di depan sebuah restoran yang berada di daerah Gangnam. Saat memasuki restoran itu, ku edarkan pandanganku ke semua sudut ruangan. Akupun tersenyum saat melihat Hyonie yang duduk disalah satu meja.
“Hyonie-ya”sapaku

Hyonie menaikkan wajahnya melihatku dan langsung menatapku aneh “Apa kau cuma mengenakan ini?” Tanyanya seraya menunjuk pakaianku yang malam ini hanya mengenakan blouse putih dan rok selutut berwarna cream.

Aku melihat penampilanku malam ini “Ahh…Mianhe,aku tidak sempat pulang kerumah” jelasku

“Apa kau lembur lagi?”

Aku hanya mengangguk “oh iya,mana Yesung oppa?” Tanyaku seraya duduk di hadapan Hyonie.

“Dia dalam perjalanan kemari”
Sementara menunggu Yesung datang aku dan Hyoniepun langsung memesan makanan untuk kami berdua.

“Hyonie-ya,apa kau tidak memesan untuk Yesung oppa”tanyaku bingung

“Nanti saja,lagipula aku tidak tahu dia mau makan apa nanti?” Katanya acuh
Setelah pelayan yang datang tadi pergi, aku dan Hyonie melanjutkan pembicaraan kami
Hyonie terlihat tersenyum “Ah, itu mereka”ucap Hyonie dan melambaikan tangannya

“Mereka?”tanyaku bingung dan memutar kepalaku ke arah Hyonie melambaikan tangannya.
Aku sangat terkejut, ya lagi-lagi aku terkejut melihat namja yang berjalan tepat di samping Yesung oppa itu “Kibum?”

Yesung oppa tersenyum melihatku dan mempersilahkan Kibum duduk tepat di sebelahku “Syukurlah kau akhirnya datang juga Hanyeon ssi” ucap Yesung oppa

Aku hanya diam tidak bisa menjawab perkataan Yesung oppa.Aku tersentak saat merasakan Hyonie memukul tanganku pelan “Hanyeon-a,ada apa denganmu?kau seakan-akan baru melihat hantu saja?” Ucapnya sambil tersenyum jahil.

Sementara Yesung dan Kibum memesan makan malam mereka. Aku berbicara panjang lebar dengan Hyonie.Hyonie tertawa penuh kemenangan saat lagi-lagi aku kalah berdebat dengannya.

“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan? kenapa kalian memakai bahasa yang tidak kami mengerti”tanya Yesung oppa menaikkan alisnya.
Dua namja itupun menatap bingung padaku dan juga Hyonie
Hyonie terkekeh pelan “Ah tidak ada apa-apa”balas Hyonie dan akupun ikut menganggukkan kepala

Yesung menyipitkan matanya memandang Hyonie “Kenapa saat kau bertemu Hanyeon ataupun Riyeon kau selalu memakai bahasa ibumu?”

“Oh..ayo lah chagi-ya,apa penting membahas itu sekarang?“ Tanya Hyonie sambil mengerjapkan matanya secara lucu ke arah Yesung.
Aku hanya tersenyum sekaligus iri melihat mereka berdua.
“Apa kalian sudah memesan makanan”tanya Yesung melihat ke arahku dan juga Hyonie secara bergantian.
“Ne” jawab Hyonie

Yesung terlihat mengacak rambut Hyonie dan kemudian tersenyum ke arahku “Apa kau kemari langsung dari kantormu?” Tanya Yesung oppa

“Hummm…….sebenarnya malam ini aku harus lembur. Tapi karena sudah berjanji pada Hyonie terpaksa aku harus datang”ucapku

“Apa Hyonie tidak memberitahumu kita akan makan bersama Kibum”tanya Yesung

“Ani”balasku dan melihat kearah Kibum yang saat itu juga melihat kearah ku.

“Kalau aku bilang, dia akan mencari banyak alasan untuk tidak ikut”ucap Hyonie dan dengan santai membuka tisu yang ada di hadapannya

“Park Sung Hyo ssi,harusnya kau mengatakannya,kenapa kau tidak memberitahunya?eoh?”

Hyonie memutar matanya melihat Yesung “ sayang apa penting kita membahas itu sekarang,yang penting aku sudah membawa Hanyeon kemari sesuai keinginanmu.Dan kenapa kau memanggil nama lengkapku?”

Yesung oppa terkekeh pelan “Aku hanya ingin menggodamu”

“Oh iya Kibum-ssi, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Hanyeon?”tanya Hyonie langsung pada Kibum

Mendengar pertanyaan Hyonie membuatku tersedak.

“Aigoo~~Pelan-pelan saja minumnya Hanyeon ssi” ucap Yesung oppa menyerahkan tisu padaku.Aku menerima tisu itu dan mengucapkan terima kasih.Aku menatap Hyonie berharap dia tidak menanyakan yang aneh-aneh lagi pada Kibum.Namun Hyonie hanya acuh melihatku dan melihat ke arah Kibum.

Kibum tersenyum dan dengan santai bilang“Cuma sebatas rekan kerja”

Aku sangat terkejut dengan jawaban Kibum,aku sontak melihat kearahnya saat itu,berharap kalau aku salah dengar “Itu benarkan Hanyeon-ssi”ucap Kibum dan tersenyum padaku
Aku hanya mengerjapkan mataku mendengar ucapannya barusan “Ada apa dengan mereka bertiga”gumamku dalam hati dan secara bergantian melihat tiga orang yang bersamaku itu.Aku merasa mereka sedang merencanakan sesuatu.

“Kibum-ssi,aku sudah bilang saat di dorm kemarin kalau Hanyeon ini adalah salah satu fansmu” ucap Hyonie acuh tanpa memperdulikan aku yang melotot ke arahnya.

“Tentu saja aku masih ingat,hal itu tidak akan pernah aku lupakan,aku akan selalu mengingatnya” ucap Kibum tersenyum

Aku menaikkan alisku melihat Hyonie dan Kibum secara bergantian,aku bingung melihat mereka berdua.

“Hanyeon-ssi,kau jangan memperdulikan pembicaraan mereka berdua” ucap Yesung oppa yang sepertinya melihat kalau aku sedang bingung.
Mendengar Yesung oppa bicara seperti tadi sontak Hyonie dan Kibum melihat kearahku,sadar kalau mereka sedang melihatku aku segera memalingkan wajahku mencoba bersikap biasa saja.

Hyonie mendecakkan lidahnya “Hanyeon-a,kau tidak perlu malu”goda Hyonie dan membuat pipiku bertambah merah

Pelayan pun datang membawa makanan kami berempat.Lama kami hanya diam menikmati makanan masing-masing,aku sesekali tertawa saat melihat Yesung menyuapi makanannya ke mulut Hyonie,meskipun Hyonie mengeluh dia tidak ingin makan makanan Yesung,tapi Yesung oppa tetap menyuapkan makanannya ke mulut Hyonie.

Aku berdehem dan sesekali melirik Kibum yang berada di sebelahku.Namja ini di lihat dari sisi manapun terlihat tampan,dan tanpa sadar aku tersenyum sendiri.

“Kau kenapa tersenyum seperti itu?” Tanya Hyonie membuatku segera mengalihkan pandanganku berpura-pura mengambil minum.
Aku menyesap jus apel dan melihat Hyonie tersenyum evil ke arahku “Isshh…dia pasti melihat saat aku memandang Kibum diam-diam tadi” rutukku dalam hati.

“Oh iya, Kibum-ssi apa kau mau bermain piano”tanya Hyonie tiba-tiba

“Piano”ucapku tanpa sadar

Hyonie menunjuk sebuah piano putih yang terletak di sudut restoran “Itukan ada piano, kau tahu Hanyeon-ssi ini sangat ingin melihatmu bermain piano”

“Jeongmal?” Kibum tersenyum ke arahku
“Baiklah kalau begitu”ucap Kibum dan langsung berdiri dari tempat duduknya.

Aku melihat punggung kibum berjalan menuju piano,setelah duduk Kibum memainkan sebuah lagu yang sangat merdu.Alisku berkerut samar saat mendengar alunan piano “Alunan ini sama seperti yang ku dengar saat aku berada di gedung SM entartainment beberapa minggu yang lalu.Apa mungkin denting piano yang ku dengar saat itu dia yang sedang bermain piano?” Pikirku.

Kibum terus memainkan jarinya di atas tuts piano,dan sesekali tersenyum ke arahku.Aku mendesah pelan melihatnya,senyum itu senyum yang membuatku merasa bahagia dan juga sedih.

Dan setelah memainkan sebuah lagu,Kibum berdiri di sambut tepuk tangan dari beberapa pengunjung restoran.

“Otte?apa kau menyukainya Hanyeon-ssi?” Tanya Kibum seraya duduk di tempatnya tadi.

“Johae” kataku singkat

“Gomawo”

Aku memutar posisi dudukku seperti semula,dan aku melihat Hyonie bertepuk tangan “Waahh….permainan pianomu sangat bagus,seharusnya tadi chagi-ya yang menyanyi” ucap Hyonie menepuk pundak Yesung oppa pelan.

“Kalau aku bernyanyi aku takut kau akan marah” ucap Yesung membuat Hyonie menaikkan alisnya bingung

“Marah?kenapa aku harus marah?” Tanya Hyonie
“Karena semua wanita disini akan mendekatiku” ucap Yesung tertawa.

Hyonie mendelik kesal melihat Yesung “Untung saja kau tidak menyanyi”

–00–

Malam ini kami berempat makan malam bersama,makan malam yang menyenangkan menurutku,karena aku bisa makan bersama Kibum lagi dan aku senang melihat tingkah Hyosung couple,mereka berdua lucu dan juga narsis.

Saat ini kami sudah berada di parkiran.Saat sedang asyik bicara tiba-tiba ponsel ku berdering.Aku menghentikan langkahku dan menerima telpon dan berjalan di belakang.Aku tidak memperhatikan jalan sehingga aku menabrak punggung Hyonie yang berjalan tepat di hadapanku.

Hyonie memutar tubuhnya dan mengulurkan tangannya “Hanyeon-a mana?”

Aku menatap tangan Hyonie bingung “Mwo?”tanyaku bingung dan memasukkan ponsel ku dalam tas

“Kunci mobilmu”

Tanpa bertanya lagi akupun memberikan kunci mobil ku padanya “Ige”
Hyonie tersenyum saat menerima kunci mobilku “Hanyeon-a, kau pulang bersama kibum-ssi saja. Aku dan Yesung oppa mau kesuatu tempat.Jadi aku pinjam mobilmu dulu”

“Apa Yesung oppa tidak bawa mobil”tanyaku bingung melihat Hyonie.Dan di jawab dengan anggukan oleh Hyonie.

“Tapi aku harus mampir kekantor.Bagaimana aku ke kantor kalau kalian membawa mobilku?”

Hyonie terlihat berpikir dan kemudian menjentikkan jarinya “Ah matda,biar Kibum-ssi yang menemanimu kesana dan kemudian dia bisa kan mengantarmu pulang”

Aku baru akan membuka mulutku untuk menolak penawaran Hyonie,namun tidak jadi saat aku mendengar Kibum mengiyakan permintaan Hyonie.

Akhirnya aku hanya menghela nafas “Baiklah”

Hyonie tersenyum melihatku,dan aku dapat melihat dari senyumnya itu kalau dia sengaja merencanakan semua ini.

“Baiklah,kalau begitu aku dan Yesung pergi dulu.Ah…Kibum-ssi aku titip sahabatku,antar dia sampai ke rumahnya,arraseo” ucap Hyonie seraya mengapit tangan Yesung “Kami pergi duluan,annyeong” pamit Hyonie

Aku menatap Hyonie dan Yesung oppa yang sudah pergi,kemudian aku memutar kepala melihat Kibum yang berada tepat di sebelahku.

“Khaja,nanti kemalaman” katanya berjalan lebih dulu menuju mobil sport putihnya.

Aku menghembuskan nafasku “Baiklah,Hanyeon kau harus bersyukur bisa berduaan dengannya.Ini kesempatan langka” kataku bicara sendiri kemudian mulai berjalan menyusul Kibum yang terlihat sudah membuka kan pintu mobil untukku.
To be continue~~

3 thoughts on “HANYEON Diary – part 5 –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s