HANYEON Diary -part 3-

Title : Hanyeon Diary -Chapter 3-

Author : @yantie-ni3z

Editor : @tutimutz

Cast :
☆ Kim Kibum
☆ Yesung
☆ Hanyeon
☆ Hyonie
☆ Riyeon
☆ Kim Jae Joong

Genre : Romance,friendship

Lenght : chapter

Disclaimer : This is just fanfiction.Nothing real in this story and this is just my imagination,Don’t Like Don’t Read.Please Don’t be a SILENT READER.Thank You

Author Note : Sekali lagi saya mau ngucapin terima kasih banyak buat tutimutz😄
Makasih udah mau ngedit sekalian nambahin ceritanya🙂

^^Happy Reading^^
…………………………………………………………
Aku mengerjapkan mataku beberapa kali,memandang secara bergantian dua mahluk di hadapanku saat ini.Aku sangat syok waktu mendengar Hyonie dan Yesung oppa sudah jadian?aku menggelengkan kepalaku pelan,aku bahkan mencubit pelan pipi kananku dan terasa sakit “Oh…astaga,jadi semua ini benar?” Gumamku masih menatap Hyonie dan Yesung.

“Sebenarnya kapan kalian jadian”tanyaku pada Hyonie dan melihat kearah Yesung yang saat itu tersenyum

Hyonie terlihat berpikir “Mmmmm….cukup lama. Mungkin sebelum café ini di buka”balas Hyonie santai

Aku melebarkan mataku “Mwoya? berarti sudah lama. Hya!Kenapa kau tidak memberitahuku”kataku kesal.

“Kalau kau sudah tahu lama,berarti ini bukan kejutan lagi namanya” Ucap Hyonie terkekeh pelan.

“Tapi seharusnya kau memberitahuku,kan sekarang jaman modern barang semuanya serba canggih” protesku

“Ne,ne,mianhe tidak memberitahumu sebelumnya,yang penting kau sudah tahu kan sekarang?”ucap Hyonie tersenyum

Berkali-kali aku mendecakkan lidahku melihat tingkah dua orang yang ada di hadapan ku itu. Akupun terkadang mengerutkan dahiku samar melihat kemesraan mereka berdua.

“Oh…Astaga seperti dunia milik mereka saja,yang lain pada numpang”gumamku sambil menyesap minumanku

“Nde?” Tanya Hyonie menatapku heran

“Ah..anio” kataku mengibaskan tanganku

Aku memutuskan untuk memakan waffle yang ku pesan tadi,dari pada melihat Hyonie dan Yesung yang terlihat sedang asyik dengan dunia mereka.
Aku terperanjat saat mendengar suara ponselku yang berdering dengan kencang,dengan cepat aku mengambil tas tanganku dan mulai mencari ponselku.
Alisku berkerut samar saat melihat nomor yang tertera pada layar ponsel “Yoboseyo” sapaku setelah ponsel menempel di telingaku dan dengan serius mendengar semua yang di ucapkan seseorang di ujung sana “Ne,Gamshamnida” kataku menutup telpon dan menghembuskan nafas.

Hyonie menatapku heran “Waeyo?”tanyanya

Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan kemudian tersenyum sekilas.
Hyonie menaikkan alisnya bingung “Hya!kenapa malah tersenyum?”

“Apa aku tidak boleh tersenyum?Kau tahu aku tersenyum karena aku bahagia” kataku mengangkat kedua bahuku sambil menyesap minumanku.

Hyonie terlihat mengerucutkan bibirnya,dia terlihat kesal dengan pernyataanku barusan.

Aku terkekeh pelan “Hyonie-ya,Naega..” Aku menggantung ucapanku melihat kearah Hyonie yang semakin menyipitkan matanya melihatku.
“Aku mendapat pekerjaan itu”

Hyonie melebarkan matanya “Jeongmal?”Tanyanya

“Hhuumm” kataku mengangukkan kepala

Hyonie berdiri dari tempat duduknya dan duduk tepat disebelahku “Chukhae Hanyeon-a”

“Gomawo”

“Jadi kapan kau mulai bekerja”

“Besok lusa”

“Sebaiknya kita rayakan keberhasilan mu Hanyeon-ssi”Kata Yesung tersenyum.

“Benar Hanyeon-a,kita rayakan disini saja”saran Hyonie

“Apa tidak apa-apa?”tanyaku karena takut akan mengganggu dua orang itu

“Tentu saja tidak apa-apa,lagipula kau kan sahabat dari Hyonie” kata Yesung

“Ahh..tapi sebaiknya kita kedalam saja,tidak enak dilihat yang lainnya.” Yesung mulai berdiri lebih dulu.

Aku menaikkan alisku “Odiga?” Tanyaku heran melihat Hyonie yang juga mulai berdiri.

“Ikut saja,dan jangan protes” Hyonie menarikku mengikuti Yesung yang sudah berjalan lebih dulu.

Dan disini lah kami,aku,Hyonie dan Yesung oppa berada di salah satu ruangan yang berada di Handel and Gretel ini.Ruangannya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman.
Kami bertiga tertawa dan menikmati acara perayaan keberhasilan ku.Kadang aku tersenyum melihat tingkah Hyonie dan Yesung.

–00–
Hari ini hari pertamaku bekerja dan juga pertama kali aku mendapatkan tugas dari atasan. Aku pergi dengan salah satu seniorku ke daerah pasar Dongdaemun, kami pergi kebeberapa toko pakaian untuk melihat-lihat. Dengan buku kecil yang ada ditanganku, terkadang aku mencatat sesuatu di dalamnya. Ternyata cukup lelah juga, tidak semudah yang ku bayangkan. Perusahaan tempat ku bekerja berjalan di bidang fashion, namun aku bukan di tim design. Karena aku tidak memiliki bakat seorang designer seperti sahabatku Riyeon, Jadi aku di tempatku dibagian tim pemasaran. Karena masih karyawan baru aku masih pergi bersama salah satu seniorku, untung saja seniorku yang satu ini orangnya sangat ramah dan bersahabat.
Karena pekerjaan ku ini kebanyakan di luar kantor. Aku dan seniorku lebih banyak menghabiskan waktu di luar begitu juga kalau dengan makan siang.

Hari ini hari pertama musim dingin, karena cuaca yang sangat dingin akupun memakai pakaian tebalku. Namun kali ini aku akan pergi tanpa seniorku. Sebenarnya aku masih sangat ragu untuk melakukan semuanya, namun apa boleh buat karena seniorku yang selalu pergi dengan ku ada keperluan mendadak sehingga tidak bisa pergi bersamaku.
Aku masih pergi ke pasar di daerah Dongdaemun, karena sudah beberapa kali pergi kesana. Akupun menjadi akrab dengan beberapa pemilik toko. Karena itupula dengan mudahnya aku melakukan survey pasar saat itu.

Tak terasa langit pun mulai gelap, aku melihat sekilas jam tanganku pukul 08.00 PM.Setelah pamit kepada pemilik toko yang ku kunjungi tadi aku melangkahkan kaki menyusuri jalanan di Dongdaemun
Ku hentikan langkah kaki ku, saat itu aku melihat pohon besar dan cukup tinggi. Pohon itu tepat berada di tengah-tengah jalan, namun pohon itu tidak mengganggu aktivitas di sana. Malah saat itu pohon itu terlihat sangat indah dengan lampu kecil yang berkerlap-kerlip di tiap dahannya. Selain lampu yang berkerlap kerlip, ada beberapa benda kecil yang menghiasi pohon itu.
Kulangkahkan kaki ku pelan kearah pohon itu, sesampainya di depan pohon itu mataku pun memandangnya dari bawah hingga ke ujung pohon yang saat itu hanya terlihat cahaya putih. Aku menghembuskan nafasku berat mendesah pelan,kemudian memegang leherku yang terasa menegang.

Aku terus memandangi Pohon itu,dan pikiranku melayang ke kejadian 2 hari yang lalu,setelah aku pulang dari Handel and Gretel.
Malam itu aku baru saja akan mengambil handuk untuk mandi,namun tiba-tiba ponselku berdering kencang,aku tersenyum melihat nama yang tertera pada layar ponselku “Ne Riyeon-a,wae?tumben menelponku?” Tanyaku pada Riyeon di ujung sana.

Riyeon terdengar menggerutu di ujung sana “Ku dengar kau di terima kerja” kata Riyeon.

“Ne” jawabku singkat.

“Syukurlah,kerja dimana?”

“Aku bekerja di salah satu perusahaan fashion,tapi hanya bagian pemasaran”

Riyeon terdengar ber Oh ria “Lalu bagaimana dengan idolamu itu?”

Aku diam sejenak “Kenapa dia tiba-tiba menanyakannya?” Pikirku

“Yoboseyo,Hanyeon-a kau masih disana?” Tanya Riyeon.

“Ah..Ne,aku masih disini”

“Jadi bagaimana perkembangannya?kudengar kau sama sekali tidak tahu tentang dia”

Aku menghembuskan nafasku kemudian menjawab “Ne”
“Hya!Apa kau tidak bisa meminta bantuan Hyonie untuk bertemu dengannya”

“Nde?” Tanyaku bingung

“Kau tahu kan kekasih Hyonie si Yesung,bukankah dia member Super Junior,mungkin dia bisa membantumu bertemu dengan Kibum”

“Chankaman Riyeon-a,darimana kau tahu kalau Yesung adalah kekasih Hyonie?bukankah kau di Jepang saat ini?Aku bahkan baru tahu sekarang”

Terdengar Riyeon tertawa di ujung sana “Mwo?kau baru tahu?”

“Ne” jawabku singkat.

Riyeon mendecakkan lidahnya “Makanya kau jangan suka menghilang tanpa kabar” ucap Riyeon terkekeh pelan.

“Keumanhe” kataku kesal.

“Lalu bagaimana kabarmu disana?”

“Aku baik-baik saja,lagipula aku tidak sendirian disini,ada seseorang yang selalu menemaniku”

“Jangan bilang kau sudah punya Namjachingu”selidikku

Lagi-lagi Riyeon terdengar tertawa di ujung sana “Kau tahu akhirnya aku menjadi kekasih Jae Joong oppa ㅋㅋㅋㅋㅋ ”

Lagi-lagi aku melebarkan mataku kaget “Mwoya?” Kataku singkat “Ish…kenapa kau dan Hyonie membuatku kaget hari ini?Kalian berdua sukses membuatku…yah kau tahu syok mendengar kalian sudah jadian bersama pria idaman kalian”

aku menghembuskan nafasku,alis ku berkerut samar “Sangat aneh dua sahabat ku itu sama-sama menemukan belahan jiwanya dan orang itu adalah idola mereka sendiri. Apa ini semua takdir??” gumam ku

Seperti halnya sebuah takdir, tidak ada satu orang pun yang tahu akan takdirnya sendiri. Begitu pula dengan diriku, aku tidak akan tahu apa masa depan ku nantinya dan seperti apa takdir yang akan ku hadapi selanjutnya. “tapi apa mungkin aku akan seperti kedua sahabatku itu. Ah tidak mungkin” gumamku dan sedikit menggelengkan kepalaku. Akupun membalikkan badanku bermaksud untuk pergi dari tempat itu. Namun aku kembali memutar badanku sedikit dan menatap di balik pohon besar itu.
Alisku berkerut samar “Apa tadi aku salah lihat”gumamku .
Kembali ku tatap dibalik pohon besar itu, tapi tidak ada satu orang pun disana. Yang ku lihat hanyalah beberapa orang yang berlalu lalang sejak tadi. Aku mengangkat kedua bahu acuh “Mungkin aku memang salah lihat” kataku dan memutar balik badanku beranjak pergi dari tempat itu. Aku berjalan menunduk memandangi kedua kakiku yang terus melangkah,sesekali aku melihat sekeliling ada banyak pasangan yang melewatiku,mereka tampak bahagia dengan bergandengan tangan satu sama lain,melihat mereka aku kembali merasa sedih,dan tanpa bisa di cegah lagi-lagi aku memikirkan orang itu.
“Haahhh…aku memang menyedihkan” gumamku pelan.

–00–
Hampir dua minggu lebih aku bekerja di perusahaan ini. Tempat ini adalah rumah ke dua bagiku, disini aku bisa melepas rasa kesendirian ku selama ini. Selama dua minggu ini pun aku disibukkan oleh semua pekerjaan ku, sehingga tidak ada celah bagiku untuk kembali sedih dan merindukan dirinya. Di tempat ini aku bisa berinteraksi dengan berbagai banyak orang, disini pula aku selalu bercanda tawa melepas semua kepenatanku dalam bekerja. Namun karena terlalu sibuknyaa bekerja, aku hampir tidak pernah bertemu lagi dengan Hyonie.

Saat sedang istirahat makan siang,aku memutuskan untuk menghubunginya sahabatku itu,aku tersenyum sekilas,dia pasti akan menanyakan banyak hal padaku karena aku tiba-tiba menghilang dan tidak pernah sempat menghubunginya.
Aku mengambil ponselku dan mencari daftar kontak Hyonie.

“Yoboseyo” sapaku setelah telponku di angkat “Hyonie-ya,Bagaimana kabarmu selama ini?” Lanjutku

“Gwenchana,neo?” Tanya Hyonie

“Naega gwenchanayo” kataku tersenyum

“Bagaimana hubungan dengan Yesung oppa?”
Hyonie terdengar menghembuskan nafasnya di ujung sana.

“Waeyo?”

“Hubunganku dengan Yesung baik-baik saja,hanya saja akhir-akhir ini dia sangat sibuk dengan jadwal Suju,dia bahkan sering ke luar kota” keluh Hyonie

Aku hanya tersenyum mendengarnya “Mianhe,aku tidak pernah ada waktu menemuimu” kataku

“Gwenchana,ah..otte?apa pekerjaanmu baik-baik saja?”

“Hhuuumm…semuanya berjalan dengan baik. Tapi karena aku ada dibagian tim pemasaran jadi sangat sibuk apalagi kalau ada produk terbaru. Aku harus pergi ke berbagai tempat untuk melakukan survey, terkadang aku merasa tidak sempat bernapas karena terlalu sibuknya bekerja. Sesampainya dirumah kerjaan ku hanya tidur tidak melakukan apa2. Baru hari ini aku bisa menghubungimu karena kebetulan pekerjaan ku tidak terlalu banyak” ucapku panjang lebar pada Hyonie

“Aigooo…segitu sibuknya sampai tidak sempat menghubungiku,eoh” Hyonie mendecakkan lidahnya.

“Kau kan tahu aku baru saja bekerja disini” kataku ringan.

“Hanyeon-a, kalau kabarnya bagaimana sekarang” tanya Hyonie

“Nugu?”tanya ku bingung

“Kim Kibum”balas Hyonie dan sontak membuat tubuh ku terasa kaku

“Molla”balasku lesu

“Apa kau tahu selama ia fakum dari kegiatan SuJu, ku dengar saat ini ia sedang syuting drama terbarunya” cerita Hyonie semangat
“Benarkah” balasku tersenyum walaupun saat itu Hyonie tidak melihatnya

“Oh iya bagaimana dengan pekerjaan mu saat ini Hyonie-ya?”lanjutku mengalihkan pembicaraan, karena jujur saat itu aku tidak ingin membahas tentang Kim Kibum.

Untung saat itu Hyonie tidak curiga dengan sikap ku saat itu, iapun menceritakan semua keluh kesahnya padaku.

Setelah panjang lebar berbicara dengan Hyonie, akupun meng akhiri pemicaraanku dengan Hyonie.Aku menutup ponselku dan menaruhnya kembali kedalam tas tanganku.Aku menghembuskan nafasku berat,haahh…kenapa dadaku terasa begitu sesak? “Ige mwo?” Kataku memukul pelan dadaku.

“Hanyeon-ssi” seru sebuah suara,sehingga membuatku memutar kepalaku ke arah suara,terlihat seorang yeoja tinggi dengan blouse hitam berjalan ke arahku

“Hanyeon-ssi, gwenchana?”tanya yeoja yang saat ini sudah berdiri disamping mejaku

Aku tersenyum sekilas “Ah,ya. Ada apa unnie”tanyaku

“Ini ada beberapa tugas baru untukmu”ucap yeoja itu sambil memberikan beberapa lembar kertas padaku.

Aku menerimanya “Wah,banyak sekali”kataku sambil membolak balik kertas di tanganku

Yeoja yang ku panggil Unnie tadi tersenyum kemudian menepuk pundakku pelan “Selamat bekerja dan tetap semangat”

Aku tersenyum dan balas mengangguk “Ya,tetap semangat Hanyeon. Kamu harus kambali focus dengan pekerjaan mu jangan memikirkan hal yang lainnya,semangat”ucapku sambil mengepalkan kedua tanganku

Akupun kembali larut dengan semua pekerjaan ku yang mulai menumpuk saat itu. Jujur saat Hyonie mengucapkan namanya, aku sangat terkejut entah kenapa tiba-tiba aku merasa bingung harus berkata apa. Saat Hyonie memberitahukan kabar tentangnya, aku sangat senang karena sudah lama aku tidak mendengar kabar tentangnya. Namun aneh perasaan itu bercampur dengan rasa sedih yang kurasakan. Akupun berusaha keras untuk menghilangkan pikiran ku tentangnya. Karena itu akupun menyibukkan diri dengan pekerjaan berharap aku akan lupa akan dirinya. Walaupun ku tahu itu tidak akan mudah dan itu tidak untuk selamanya.
–00–
Aku menguap lebar dan meregangkan tubuhku,hari ini adalah hari minggu,aku bisa sedikit beristirah dari segala pekerjaanku yang menyita waktu.

Aku bermaksud ke luar kamar,namun tidak jadi karena ponselku berdering “Siapa yang menelponku sepagi ini?” Gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur dan mengambil benda persegi berwarna pink itu.

Alisku terangkat “Hyonie?”
Aku pun segera menakan tombol penjawab dan langsung terdengar suara Hyonie yang riang di seberang sana.

“Hanyeon-a,apa kau bisa menemaniku hari ini?”

“Odiseo?”

“Kita akan ke Dorm Super Junior”

“Mwo?Dorm?maksudya?” Aku menaikkan alisku tidak mengerti

“Dorm,tempat tinggal Suju” jelas Hyonie

Aku hanya berOh ria “Mau apa kita kesana?”

“Aku hanya ingin mengembalikan kacamata Yesung yang kemarin ketinggalan di tasku”

“Ah..Ne,aku akan menjemputmu di rumah” kataku dan kemudian mengakhiri pembicaraanku dengan Hyonie.

Aku segera mengambil handuk dan menuju kamar mandi “Dorm?tempat tinggal?apa mungkin?” Aku menggelangkan kepalaku dengan keras “Oh..Astaga Hanyeon,kau tidak berpikir namja itu ada disana kan?” Kataku bicara pada diriku sendiri.
Aku menepuk kedua pipiku pelan mengenyahkan pikiranku tentang kemungkinan Kibum ada disana.

–00–
Hyonie tersenyum menyambutku yang baru saja tiba di rumahnya.Aku menatapnya heran “Bukankah kau hanya mengembalikan kacamata Yesung oppa,tapi apa yang kau bawa itu?” Aku menunjuk beberapa bungkusan yang di bawa Hyonie.

Hyonie tersenyum namun tangannya sibuk memasukkan barang bawaannya kedalam mobilku “Ne,aku memang akan mengembalikan kacamatanya,ige” Hyonie membuka tasnya memperlihatkan kacamata hitam ditangannya.
“Lalu ini?” tanyaku mengangkat salah satu bungkusan

“Ahh…itu hanya makanan,hehehehe” Hyonie tersenyum sumringah

Aku mendecakkan lidahku “Khaja” kataku kemudian masuk terlebih dahulu kedalam mobil.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45menit kami pun tiba di Dorm Super Junior.Aku menatap Gedung di hadapanku ini “Jadi disini tempat tinggal Yesung?” Tanyaku pada Hyonie yang terlihat sudah mulai membuka mobilku.

“Ne.Dan Hanyeon-a,tolong aku membawa ini” pinta Hyonie

Aku tersenyum dan segera membantunya membawa beberapa bungkusan tadi.

Aku melihat Hyonie dengan heran saat melihatnya dengan lancar memasuki gedung apartemen itu,wajahnya seperti tanpa beban “Apa kau sering kemari?” Tanyaku saat kami berdua berada dalam lift.

Hyonie hanya menganggukkan kepalanya.

“Apa kau tidak takut kelihatan fans mereka?bukankan para fans mereka selalu ada di hadapan tempat tinggal mereka?”

Hyonie tertawa mendengar pertanyaanku “Kau tenang saja,saat ini fans mereka sepertinya sedang liburan”

“Mwo?”

“Kau tenang saja,aku sudah menghubungi Yesung tadi,katanya Dorm mereka aman untuk hari ini.Apa kau pikir aku mau di suruh kemari kalau fansnya ada disini?”

Aku hanya menggelengkan kepalaku bingung,karena ini baru pertama kalinya aku di bawa Hyonie kemari.

Aku baru akan membuka mulutku untuk bertanya lagi,namun tidak jadi karena Hyonie berseru “Khaja”
Dan akhirnya aku hanya mengikuti Hyonie dari belakang.

Setelah berjalan beberapa langkah akhirnya kami tiba di depan sebuah ruangan di lantai 12.Hyonie terlihat menekan bel dan tidak lama pintu apartemen terbuka. Seorang namja dengan kaos putih tersenyum menyambutku dan Hyonie.
Aku membeku di tempat melihat namja yang saat ini terlihat bicara dengan Hyonie.Aku bahkan tidak menyadari kalau Hyonie sudah masuk terlebih dahulu meninggalkanku hanya berdiri di depan pintu.

Aku masih mematung di depan pintu,namun sebuah suara rendah seorang namja membuatku memutar kepalaku kearah suara “Kau temannya Hyonie ssi?” Tanyanya ramah masih dengan senyum di wajahnya. Aku mengerjapkan mataku dan tanpa sadar aku menyebut sebuah nama “Kim Kibum ssi”

To be continue~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s