JaeYeon (Jaejoong-Riyeon) Story “CLBK?”

Uda pernah baca ff yang “In My Dream” ga?
Kl blm ini linknya sekedar mengingatkan aja ^^
klik disini

Disitu di ceritakan kalau JaeYeon pisah,tapi kali ini saya mau bikin mereka balikan lagi alias CLBK (cinta lama belum kelar) ㅋㅋㅋㅋㅋ *author dibakar JaeYeon couple*

Let’s cekidot

————————————————————————-

Riyeon melepas kacamata hitamnya saat berada tepat di depan pintu kedatangan luar negri di Incheon Airport.Lehernya terlihat memanjang seperti mencari seseorang diantara banyak orang yang berdiri di belakang pagar dengan berbagai macam tulisan.

“Kemana dia?” Riyeon mendengus kesal dan melirik sekilas jam tangannya “Terlambat” gumamnya

Riyeon berjalan menuju cafe yang ada di bandara,dia memutuskan menunggu orang itu disana.

Setelah memesan jus orange Riyeon mencari ponselnya,dia terlihat mengubungi seseorang.

“Hya!Unnie neo odiya?” Tanyanya pada seseorang diujung sana

“Mianhe Riyeon-a,tadi aku ke rumah sakit dulu,kau tahu kan aku baru saja sakit”

Riyeon menghembuskan nafasnya”Ne,gwenchana,aku menunggu unnie di cafe” kemudian menutup telponnya.

Riyeon membuka tasnya,mengambil sebuah agenda berwarna hitam,dan kemudian tenggelam dalam dunianya sendiri,hingga tidak menyadari Hyonie sudah berdiri tepat dihadapannya.

“Riyeon-a,mianhe” Suara Hyonie mengagetkan Riyeon dan mengalihkan pandangannya “Kapan datang?”

Hyonie mendecakkan lidahnya “Baru saja” kemudian duduk tepat dihadapan Riyeon.

“Kamu akan menetap di korea?atau akan kembali lagi ke Jepang?”

Riyeon mengangkat kedua bahunya”Mollayo?”
Jawabnya enteng.
Hyonie menaikkan alisnya,tapi memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut “khaja,kamu kan harus istirahat” Hyonie berdiri lebih dulu.

Riyeon mengangguk “Ne”

Kedua Yeoja itu akhirnya meninggalkan Incheon Airport.
Hyonie mengantarkan Riyeon ke rumah orang tuanya. Dan mereka berpisah di depan rumah

Hyonie akan membuka pintu mobilnya,namun kemudian memalingkan badannya melihat Riyeon yang akan melangkah masuk halaman rumahnya. “Ahh..Riyeon-a,apa rencanamu besok?”

Riyeon mengerutkan alisnya tampak berpikir “Sepertinya aku akan ke butik”

Hyonie hanya ber oh ria sambil mengangguk mengerti “Baiklah,na khanta” Hyonie masuk mobil dan melambaikan tangannya.

—00—

Jae Joong membuka tirai apartemennya,pagi itu masih terasa dingin,maklum ini baru awal musim semi,sisa-sisa musim dingin masih terasa.

Jae Joong menyesap kopi hangat di tangannya dan tersenyum saat hangatnya kopi masuk kedalam tenggorokan,dan menjalar kedalam tubuhnya.Tangan kirinya dimasukkan kedalam saku celana.

“Jae Joong-a,kamu ada jadwal hari ini?” Suara Junsu membuat Jae Joong memalingkan wajahnya melihat kedalam “Ne” jawabnya singkat

Junsu menghampiri Jae Joong dan terdengar menghembuskan nafasnya “Kita bertiga sangat sibuk akhir-akhir ini,Yoochun masih syuting,aku sibuk dengan album baruku,kamu juga sudah mulai syuting drama terbaru”

Jae Joong tersenyum mendengar keluhan sahabatnya itu “Bagaimana sabtu depan kita minum-minum diluar?”

Junsu menjetikkan jarinya “Baiklah,lagipula aku akan segera tour untuk mepromosikan album baruku”

“Bagaimana dengan yoochun?”

“Kita bisa menghubunginya nanti”

Mereka berdua tertawa dan kemudian tos dengan kopi mereka.

Setelah Junsu kembali masuk kedalam,Jae Joong tiba-tiba termenung,sudah 1 tahun sejak Riyeon memutuskan menikah dengan orang lain “Riyeon?” Jae Joong mengernyitkan dahinya bingung?kenapa dia bisa tiba-tiba mengingat Riyeon lagi?

Jae Joong menggelengkan kepalanya keras membuat rambut hitamnya bergerak-gerak”Kim Jae Joong,sudah lah,dia sekarang sudah jadi milik orang lain,kamu tidak boleh memikirkannya lagi” Jae Joong bicara sambil mengetuk pelan kepalanya.

Namun sedetik kemudian”Dia sedang apa sekarang?” Saat memikirkan itu hatinya langsung terasa sakit,Jae Joong segera mengenyahkan pikirannya tentang Riyeon dan beranjak pergi ke kamar mandi,dia harus mendinginkan kepalanya.

—00—

Riyeon memasuki butiknya dikawasan Gangnam,menyapa beberapa pegawainya dan kemudian masuk ke ruangannya.

Riyeon menatap lekat-lekat ruangannya,masih sama seperti dulu.Riyeon berjalan menuju meja kerjanya dan tersenyum melihat fotonya bersama kedua sahabatnya.Tangannya mulai meraih frame berbentuk persegi itu namun kemudian terhenti saat matanya melihat salah satu frame yang berisi fotonya bersama Kim Jae Joong.

Saat itu mereka berdua berada di Namsan Tower.Riyeon ingat hari itu adalah hari ulang tahunnya,dia bahkan mengancam Jae Joong bila tidak mau kesana bersamanya,dia akan memutuskan hubungannya dengan Jae Joong,dan ancaman itu ampuh. Meskipun Riyeon harus rela menunggu Jae Joong selama 2jam menunggu pria itu,tapi akhirnya Jae Joong datang juga.

Hari itu mereka bersenang-senang,mereka bahkan menyematkan gembok cinta mereka disana,berjanji akan selalu bersama.

Riyeon menghembuskan nafasnya dan membelai lembut frame yang berisi fotonya bersama Kim Jae Joong.

“Miss Riyeon” panggil sebuah suara

Riyeon kaget dan segera meletakkan frame foto itu dan menoleh ke arah suara,ternyata salah satu pegawainya masuk membawa amplop ditangannya.
Para pegawainya memanggilnya Miss Riyeon,itu adalah permintaan Riyeon sendiri,dia tidak ingin dipanggil Sajangnim,karena menurutnya dia hanya memiliki beberapa butik saja dan belum pantas dipanggil seperti itu.

“Ne,Yu-ran ssi”

Yeoja yang dipanggil Yu-ran itu memberikan amplop berwarna merah itu.Riyeon menerimanya dan membukanya,matanya langsung melebar melihat isinya,itu adalah beberapa gambar sketsa rancangan seorang desainer kenalannya.Bagaimana dia bisa lupa?

“Acara akan di adakan 2 minggu lagi” jelas Yu-ran

“Lalu,apa masalah kita sekarang?” Riyeon menatap karyawannya itu

“Masalahnya sampai saat ini kami belum menemukan model pria untuk baju itu”

Riyeon membelalakan matanya kaget “Mwo?belum ada?”

“Bukankah banyak artis dan model korea yang terkenal,kalian tinggal pilih saja kan?”

Yeoja bernama Yu-ran itu tertunduk”Miss Riyeon,seminggu yang lalu aku sudah menemukan artis yang cocok untuk menjadi model baju itu” Yu-Ran mengatakannya sambil tertunduk

“Lalu?”

“Desainer Yoon Ji tidak setuju”

Riyeon menaikkan alisnya bingung “Jadi dia punya model sendiri?”

Yu-Ran mengangguk “Waktu saya tanya siapa model pria itu,Desainer Yoon Ji malah bilang kalau Miss Riyeon mengenalnya”

“Nde?” Riyeon menaikkan alisnya tidak mengerti

“Desainer Yoon Ji juga bilang kalau Miss Riyeon sangat dekat dengan artis itu”

Riyeon memijit kepalanya yang mulai terasa berdenyut,heran dengan temannya itu,siapa yang dia maksud?

Riyeon kemudian menyuruh Yu-Ran keluar ruangannya,berterima kasih karena Yu-Ran sudah membantunya.

—00—

Jae Joong berjalan menuju mobilnya,hari ini syutingnya selesai lebih awal.Jae Joong mengambil kunci mobilnya,dan tepat saat tangannya membuka pintu mobil sebuah suara memanggilnya “Jae Joong ssi Jamsimanyo”

Jae Joong memalingkan kepalanya kearah suara,di belakangnya berdiri seorang wanita muda,wanita itu tersenyum dan berjalan menghampiri Jae Joong “Bisa bicara sebentar?” Pintanya ramah.

Jae Joong mengangguk “Tentu”

Mereka berdua duduk disalah satu cafe dikawasan Apgunjeong.

“Hwang Yoon Ji imnida” wanita itu mengulurkan tangannya pada Jae Joong.

Jae Joong menerima uluran tangan itu dan mempersilahkan wanita itu duduk.Sekilas Jae Joong mengamati wanita dihadapannya saat ini,cantik,setidaknya itu kesan pertamanya saat melihat wanita dihadapannya saat ini.

“Jae Joong ssi,aku minta tolong sesuatu,bisa?”

Alis Jae Joong berkerut samar “Selama itu tidak menganggu jadwalku”

Wanita bernama Yoon Ji itu tersenyum “Apa bisa kamu menjadi model pakaianku?”

“Aku adalah seorang desainer baru,produk pakaianku akan segera di launching 3 minggu lagi”
“Kenapa harus memilih aku?” Tanya Jae Joong

“Karena menurutku Jae Joong ssi sangat cocok dengan konsep pakaianku”

Jae Joong tersenyum “Kalau soal itu Yoon Ji ssi bisa membicarakannya dengan managerku”

“Aku sudah terlebih dahulu bicara dengan manager anda,dan manager anda setuju”

“Aku akan lihat konsepnya dulu” Jae Joong menyesap jus jeruk dihadapannya

Yoon Ji segera mengeluarkan amplop coklat dalam tasnya “Lihat dulu,aku yakin kamu akan suka”katanya seraya menyerahkan amplop itu.

“Baju itu akan di launching disalah satu butik di kawasan Gangnam,anda tahu butik “Angel Without Wing?”

Jae Joong hampir tersedak saat mendengar nama butik itu,itu kan butik Riyeon.

Jae Joong mengambil amplop coklat itu,melihat isinya,untuk saat ini otaknya tidak bisa berpikir tentang beberapa lembar contoh rancangan baju yang ada ditangannya saat ini,pikirannya melayang memikirkan kemungkinan Riyeon berada di Seoul saat ini,sekilas hatinya dipenuhi kebahagian,namun itu hanya sebentar karena kemudian Jae Joong teringat kalau Riyeon ada di korea berarti suaminya juga.

Perasaan sakit dan kesal itu muncul dengan tiba-tiba dihatinya.Jae Joong memasukkan kembali kertas-kertas ditangannya kedalam amplop,kemudian berdiri “Cheosonghamnida Yoon Ji ssi,sepertinya aku tidak tertarik dengan konsep yang anda tawarkan” Jae Joong menaruh kembali amplop itu diatas meja dan berjalan pergi meninggalkan nona Yoon Ji.Jae Joong bahkan tidak menghiaraukannya saat wanita itu memanggilnya berulang-ulang meminta agar dia mau mempertimbangkannya lagi.

Jae Joong melajukan mobilnya kencang meninggalkan Cafe.
Sebenarnya Jae Joong bukan orang seperti itu,meninggalkan orang begitu saja,apalagi seorang wanita.Tapi mendengar nama butik “Angel Without Wing” Jae Joong langsung teringat akan Riyeon,dan itu membuat luka lamanya kembali terbuka yang membuatnya hampir tidak bisa bernafas.

—00—

Riyeon merebahkan tubuhnya dikasur empuknya,wajahnya terlihat frustasi.Seharian ini dia mencoba menghubungi Yoon ji,tapi tidak dijawab sama sekali.

Riyeon berguling-guling di atas kasur “Hya!Yoon Ji ssi,neo odiya?”

“Aaarrgghhh….michigeuta” Riyeon beranjak dari tempat tidurnya.Dia harus mandi menenangkan pikiran dengan air.

Riyeon melangkah mangambil handuk.Saat tubuh rampingnya melewati meja rias,matanya melihat phonselnya,berpikir sebentar dan kemudian melempar handuknya menyambar benda persegi itu.
“Yoboseyo,Hyonie unnie bisa kerumahku malam ini?” “Ada sesuatu yang ingin kubicarakan” “hhmmm…araseo,gomawo unnie-ya”

Riyeon menutup phonselnya tersenyum,mungkin dia bisa minta bantuan pada Yesung kekasih Hyonie itu sebagai modelnya,dia kan juga seorang artis terkenal,lagipula seperti kata Yu-Ran bilang artis itu sangat dekat denganku,bukankah Yesung juga dekat dengannya,meskipun mereka berdua tidak pernah bicara akrab.

Riyeon tersenyum sumringah,masalahnya sudah terselesaikan.

30 menit kemudian kamar Riyeon digedor ibunya,memberitahukan kalau Hyonie sudah tiba dan menunggunya di ruang tamu.

Riyeon yang masih berada di kamar mandi hanya berteriak mengucapkan terima kasih pada ibunya.

“Hyonie-ya,tunggu sebentar Riyeon sedang mandi” Ibu Riyeon memberitahu Hyonie dan kemudian pergi ke ruang keluarga,meninggalkan Hyonie sendirian di ruang tamu.

“Mwo?mandi?” Wajah Hyonie langsung berubah cemberut.Sahabatnya itu kalau mandi sangat lama “Huh” Hyonie mendecak kesal,namun hanya bisa pasrah menunggu di ruang tamu.

30 menit kemudian Riyeon menemuinya di ruang tamu dengan rambut yang masih basah,dengan piyama berwarna hijau tersenyum kepada Hyonie tanpa rasa bersalah.

Hyonie menatap Riyeon tajam,tampak kesal melihat Riyeon yang datang dengan tampang tidak bersalah.

“Wae?” Riyeon menaikkan alisnya bingung

Hyonie mendesah pelan “Ani” katanya kemudian

“Sebenarnya ada perlu apa sampai memanggilku kemari?” Tanya Hyonie kemudian

“Unnie-ya,aku bisa minta tolong Yesung?”

“Yesung?” Hyonie menatap bingung sahabatnya,karena tidak biasa mendengar Riyeon minta bantuan kekasihnya itu.

“Untuk apa?”

“Itu…aku akan mengadakan launching beberapa rancangan baru salah satu desainer di butik,dan aku butuh seorang model pria”

Hyonie hanya ber Oh ria dan menganguk-anggukkan kepalanya”Hajiman..”

Riyeon memalingkan wajahnya melihat Hyonie “Waeyo?”

Hyonie menggaruk kepalanya “Sepertinya Yesung akan sangat sibuk untuk beberapa minggu kedepan,apalagi Suju akan mengadakan SS4 Encore Seoul”

“Jebal unnie-ya,bujuk dia demi aku” Riyeon memasang tampang memelas di hadapan Hyonie.
“Mianhe Riyeon-a,sepertinya aku tidak bisa” Hyonie mengatakan itu dengan menyesal

Riyeon menghembuskan nafasnya berat dan menundukkan kepalanya.Wajahnya terlihat putus asa “Bagaimana dia bisa menemukan model pria dalam waktu kurang dari 2 minggu”

“Ah..Matda” Hyonie tiba-tiba berseru

Riyeon mengangkat wajahnya melihat bingung Hyonie yang baru saja berseru.

“Riyeon-a,bagaimana kalau kamu minta Jae Joong oppa yang menjadi model prianya?”

Mata Riyeon membelalak lebar “Hya!!Neo michieso” bentaknya kesal.
Hyonie hanya nyengir menyadari kesalahannya “Aku kan hanya memberikan ide” katanya kemudian dan bergegas pergi “Riyeon-a,na khalke,khende kamu masih bisa memikirkan ideku tadi” goda Hyonie lagi

Riyeon bersiap melempar Hyonie dengan bantal sofa,namun Hyonie segera berlari menuju pintu dan berseru “Aku pulang dulu Riyeon-a,sampaikan salamku pada paman dan bibi”

“Aish….” Riyeon melempar bantal sofa dengan kesal dan masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan dongkol,ternyata minta bantuan Hyonie malah membuat suasana hatinya makin buruk.

—00—

Jae Joong duduk disalah satu sudut cafe yang ada dikawasan Gangnam “Kenapa harus ke Gangnam?” Itu pertanyaannya pada Junsu saat mereka berdua bicara di telpon siang tadi.

Hari itu JYJ akan mengadakan makan siang bersama.

Jae Joong terlihat tampan dengan baju kaos putih V line dan cardigan cream dipadukan dengan celana berwarna senada dengan cardigannya sibuk melihat buku menu.
Tanpa disadarinya seorang wanita dengan bluse putih berlengan panjang dan celana pendek memasuki cafe itu dengan agenda hitam ditangannya.Mengambil posisi duduk berjarak tiga meja dari Jae Joong.

“Mian Jae Joong-a kami berdua terlambat” Suara Yoochun membuat Jae Joong yang sedang melihat-lihat menu mengangkat kepalanya,tersenyum dengan dua orang pria yang sudah mulai duduk di samping kanan dan kirinya.

“Gwenchana,aku juga baru sampai”

Mereka bertiga akhirnya sibuk memesan beberapa makanan dan sambil sesekali bicara. Hingga sebuah suara orang membentak membuat Junsu memalingkan wajahnya.

Junsu melihat seorang wanita berdiri dari tempat duduknya bicara dengan nada keras.

“Hya!Yoon-ji ssi,neo micheseo” “Hya!hya!pegawaiku sudah mendapatkan model pria untuk pakaianmu,tapi kenapa kamu harus memilih orang itu?” “Hya!sirho”

Junsu menaikkan alisnya “Shin Riyeon” ucapnya,hingga membuat Jeje dan Yoochun ikut melihat kearah wanita yang dilihat Junsu.

“Apa mungkin itu Riyeon?” Yoochun melihat ke arah Jae Joong.Sedangkan yang dilihat malah pura-pura sibuk dengan makanannya.

“Jae Joong-a,itu Riyeon kan?” Kali ini Junsu malah menunjuk wanita yang duduk tiga meja dari mereka.

Jae Joong menghembuskan nafasnya mencoba tidak menghiraukan pertanyaan dua temannya itu.
“Kurasa itu bukan Riyeon,sangat kurus” Yoochun menggelengkan kepalanya dan terlihat tampak berpikir sejenak,menatap Junsu yang juga terlihat sama bingung dengannya.Kemudian pandangannya beralih ke arah Jae Joong yang terlihat tidak perduli.

“Sudahlah,mungkin itu bukan Riyeon ssi” Junsu membalikkan tubuhnya kembali menyantap makan siangnya.

“Iya,lagipula sekarang Riyeon sedang di Jepang,dia pasti sedang menikmati pernika…” Yoochun menutup mulutnya kembali melirik sekilas kearah Jae Joong,dia takut kalau melanjutkan pembicaraan tentang Riyeon Jae Joong pasti akan langsung murung.

“Gwenchana?” Tanya Yoochun pada Jae Joong

“Naega wae?” Jae Joong menaikkan alisnya melihat wajah cemas Yoochun.Namun kemudian Jae Joong tersenyum “Gwenchana-yo,bwa!aku bahkan masih melanjutkan makanku kan?” Jae Joong menyeruput kuah sup Kimchi dengan lahap.
Jae Joong tahu kalau itu memang Riyeon,dengan sekali lihat saja dia sudah bisa mengenali wanita yang pernah menjadi kekasihnya selama 5 tahun itu.Namun Jaej Joong memutuskan untuk tidak menghiraukannya,dia tidak ingin melihat dua sahabatnya mencemaskannya.

—00—

Riyeon memasuki sebuah cafe di dekat butiknya,duduk disalah satu meja cafe,tangannya sibuk membuka agendanya,tangan kirinya memegang phonsel yang ada di telinga.

“Yoboseyo” sapanya setelah telponnya tersambung.
“Yoon-Ji ssi,kemana saja?apa kau tahu sudah 3 hari aku mencoba menghubungimu,aku bahkan mencarimu di studio,neo odiya?”

“Mianhe Riyeon ssi,aku sangat sibuk sampai tidak bisa menerima telponmu” ucap Yoon-Ji di seberang sana.

“Ah…bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan model pria untuk rancanganku?”

“Belum” jawab Riyeon singkat,namun kemudian tiba-tiba ingat kalau Yoon-ji menginginkan Jae Joong yang jadi modelnya “Yoon Ji ssi,apakah model prianya tidak bisa aku saja yang memilihnya?”

“Sirho..aku mau Kim Jae Joong yang jadi modelku,kau sudah tahu itu dari pegawaimu kan?”

Riyeon menghembuskan nafasnya pelan,mencoba bersabar dan membujuk agar Yoon Ji mau menerima model yang sudah disiapkannya.

“Yoon Ji ssi,sekali lagi aku minta agar kamu mau menerima model dari ku saja”

“Sirho…aku maunya Kim Jae Joong titik” Yoon Ji tetap pada keinginannya membuat Riyeon kesal dan tanpa sadar berteriak di telpon “Hya!Yoon-ji ssi,neo micheseo” “Hya!hya!pegawaiku sudah mendapatkan model pria untuk pakaianmu,tapi kenapa kamu harus memilih orang itu?” “Hya!sirho”
Riyeon diam,menghembuskan nafasnya,menunggu Yoon Ji bicara di ujung telpon sana,namun yang terdengar tutt…tutt…pertanda telpon telah di putus “Yoboseyo,yoboseyo,Yoon Ji ssi” Riyeon terlihat semakin kesal “Aisshh..Jinja” Riyeon menghempaskan tubuhnya dengan kesal di sofa cafe

—00—

Riyeon melirik sekilas jam tangannya “Pukul 10:00 PM” sudah malam gumamnya pelan.

Riyeon menghembuskan nafasnya saat berada di depan sebuah gedung apartemen “Apa dia sudah pulang?ini sudah larut malam” Riyeon bicara sendiri

Riyeon memutar tubuhnya berpikir sebaiknya dia minta pegawainya saja yang menemui Jae Joong,namun baru satu langkah Riyeon menghentikan langkahnya memutar tubuhnya lagi menghadap gedung apartemen itu.

“Baiklah aku akan menemuinya,lagipula sudah terlanjur disini,aku kesini bukan sengaja menemuinya,tapi ini karena pekerjaan” Riyeon mengangguk pasti dan melangkahkan kakinya memasuki gedung apartemen.

Dan sekarang Riyeon sudah berada tepat didepan pintu apartemen Jae Joong,melirik sekilas jam tangannya,menghembuskan nafas perlahan dan tangan kanannya sudah mulai terangkat menekan bel apartemen.

Beberapa kali Riyeon menekan bel namun tidak ada jawaban “Apa dia tidak pulang hari ini?” Riyeon memiringkan kepalanya sejenak,tangannya mulai siap menekan kode pintu apartemen,namun saat telunjuk kirinya akan menyentuh salah satu angka Riyeon menghentikannya “Tidak,aku tidak mungkin berpikir masuk dan menunggunya di dalam sana,lagipula Jae Joong oppa pasti sudah mengganti kodenya” “Haahhh…” Riyeon menghembuskan nafasnya berat “Sebaiknya ku tunggu saja disini”

—00—

Jae Joong tergesa-gesa memasuki gedung apartemennya,Jae Joong terlihat sangat lelah.
Hal pertama yang ingin dilakukannya adalah mandi dan kemudian tidur.

Jae Joong menghentikan langkahnya saat melihat ada seorang wanita yang berdiri menyender di dinding dan mengentuk-ngetukkan kakinya di lantai “Riyeon?” Gumamnya pelan.

Jae Joong melangkahkan kakinya “Apa yang kamu lakukan malam-malam begini di depan apartemen laki-laki?” Jae Joong mengamati Riyeon yang malam itu mengenakan cardigan putih.

Riyeon terlihat terkejut, kepalanya terangkat dan tersenyum canggung”Oppa” sapanya singkat.

Jae Joong melihat Riyeon dengan alis terangkat dan berpaling membelakangi Riyeon.Jae Joong terlihat menekan beberapa angka dan di balik punggungnya Riyeon telihat memiringkan kepalanya “Ternyata oppa belum mengganti paswordnya,masih tanggal ulang tahunku” celetuk Riyeon tanpa sadar.

“Untuk apa aku menggantinya?lagipula tanggal lahirmu itu mudah diingat” kata Jae Joong acuh tak acuh.
Jae Joong melihat Riyeon dari balik bahunya “Masuklah” katanya membuka pintu dan masuk terlebih dahulu yang diikuti oleh Riyeon.

Jae Joong langsung masuk kamar meninggalkan Riyeon sendiri di ruang tamu “Aku mandi dulu” katanya sebelum masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.

Riyeon duduk di sofa,matanya melihat sekeliling “Tidak ada yang berubah” katanya singkat dan kemudian menyusuri ruang tamu.Kakinya berhenti saat berada tepat didepan LCD tv menoleh ke kanan dan kiri,masih sama disisinya masih terdapat foto-foto Jae Joong.Raut wajahnya berubah saat melihat sisi kanan tv,foto itu sudah tidak ada disana.

“Kagum dengan ketampananku Riyeon-a?” Suara Jae Joong membuat Riyeon terlonjak dan kepalanya berputar melihat Jae Joong yang sudah duduk di sofa dengan menumpukkan kaki kanannya diatas kaki kirinya “Mana foto itu?” Pertanyaan itu begitu saja keluar dari mulutnya tanpa bisa di cegahnya.

Alis Jae Joong terangkat “Foto?” Tanyanya balik

Riyeon menghembuskan nafasnya bagaimana bisa dia menanyakan foto itu? “Ah..anio” katanya kemudian dan berjalan menuju sofa.

“Ada perlu apa malam-malam kemari?bukankah ini sudah malam?”

Riyeon tersenyum dan terlihat membuka tas selempangnya kemudian menyerahkan porfolio berwarna merah “Ige” Riyeon menyerahkan porfolio itu.

Jae Joong menerima porfolio dari Riyeon “Ige mwo?proposal untuk bisa mendekatiku?” Tanyanya tersenyum jahil.

“Mwo?” Riyeon melebarkan matanya kaget dan kemudian mendecakkan lidahnya dan mengibaskan tangannya kanannya “Buka dan lihatlah dulu”

“Ini pakaian rancangan Yoon Ji ssi?” Tanya Jae Joong saat membuka porfolio dan melihat isinya.

Riyeon mengangguk “Ne.Kudengar darinya oppa menolak saat dia minta untuk menjadi modelnya”

“Aku memang menolaknya,menurutku konsep pakaiannya tidak cocok dengan image ku”

Mendengar perkataan Jae Joong entah kenapa Riyeon kesal mendengarnya,dan Riyeon menyesali kenapa dia datang kemari “Aku rasa juga begitu,oppa memang tidak pantas untuk jadi model pakaian ini,oppa kan sudah tua,jadi mana cocok” Riyeon mengambil porfolio di tangan Jeje dengan kasar dan memasukkannya asal ke dalam tas.

“Hya!Apakah kamu marah?”

Riyeon memberengut “Ani” katanya singkat dan beranjak dari tempat duduknya sambil menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.

“Hya!odiga?” Jae Joong berdiri dan menahan lengan Riyeon

Riyeon melihat tangannya yang dipegang Jae Joong sekilas “Pulang.Lagipula ini sudah malam,oppa juga harus istirahat kan” ucapnya acuh tak acuh

“Tunggu disini” Jae Joong menatap Riyeon tajam dan kemudian berlari kecil masuk ke kamarnya.

Riyeon memiringkan kepalanya melihat Jae Joong masuk ke kamar “Untuk apa aku menunggu lagi?” Riyeon menggelengkan kepala dan berjalan menuju pintu.
Tepat saat tangan Riyeon akan memegang knop pintu “Apa kamu tidak mengerti dengan kata “Tunggu disini” Riyeon memutar kepalanya dan melihat Jae Joong sudah mengenakan coat berwarna coklat. Jae Joong mendecakkan lidahnya dan berjalan ke arah pintu “Ku antar pulang” katanya membuka pintu dengan satu sentakan.

Riyeon mengerjapkan matanya beberapa kali dan kemudian berkata “Tidak perlu,aku bisa pulang sendiri” Riyeon berjalan mendahului Jae Joong saat mereka berdua sudah berada di koridor apartemen.
“Apa kamu membawa mobil?” Tanya Jae Joong masih di posisinya berdiri dan membuat Riyeon menghentikan langkahnya.Hanya diam,Riyeon bahkan tidak membalik tubuhnya melihat Jae Joong dibelakangnya.Riyeon tampak menyesali kenapa dia harus datang malam-malam begini,melirik sekilas jam tangannya pukul 11.00 PM “Aku bisa naik bus” katanya mantap dan melangkahkan lagi kakinya.

“Hya!Shin Riyeon ssi,chankaman” Jae Joong menyusul Riyeon dan berhasil mensejajari Riyeon “Ini sudah terlalu malam,apa kamu berani menunggu bus terakhir,apa tidak takut bertemu dengan beberapa pria mabuk?apa tidak takut mereka akan mengganggu?” Ucap Jae Joong tanpa menoleh kearah Riyeon.

Mendengar itu Riyeon bergidik seram.Yang dikatakan Jae Joong benar,jangan-jangan nanti dia akan bertemu beberapa pemabuk?Riyeon menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikiran buruk yang mulai terlintas dikepalanya.Riyeon menghembuskan nafasnya pelan “Baiklah,oppa bisa mengantarku”

Bibir Jae Joong tertarik keatas membentuk sebuah senyum,tidak menyangka Riyeon masih sama seperti dulu,paling mudah untuk ditakuti.

Jae Joong dan Riyeon sekarang sudah berada di dalam lamborghini sport.Mobil berjalan mulus di jalanan,karena hari sudah mulai malam hanya ada beberapa mobil yang masih berlalu lalang di jalanan utama kota Seoul.

Jae Joong melirik sekilas Riyeon disebelahnya dan matanya melihat tangan kiri Riyeon yang menumpu diatas tangan kanannya.Tunggu tidak ada cincin yang melingkar di jari manis itu?Jae Joong kembali memperhatikan jalan,kepalanya lagi-lagi melihat Riyeon yang masih diam menatap jalanan di depannya.

Jae Joong sedang sibuk dengan pikirannya sehingga kaget saat mendengar Riyeon berseru “Berhenti” Jae Joong memutar kepalanya “Nde?” Tanyanya bingung namun kemudian menghentikan mobilnya.

Riyeon tertawa melihat Jae Joong yang seperti orang bodoh”Memangnya oppa mau membawaku kemana?ini sudah di depan rumah orang tuaku” Riyeon menunjuk sebuah bangunan berwarna coklat dengan dagunya dan kemudian keluar dari mobil.

“Oh” Jae Joong mengerjapkan matanya dan kemudian juga ikut keluar.

“Gomawo” Riyeon berpaling siap akan membuka pagar rumahnya “chankaman Riyeon-a” Suara Jae Joong barusan membuat Riyeon memutar tubuhnya menghadap Jae Joong “Ne,waeyo oppa?”
Jae Joong menelah ludahnya dan menghembuskan nafasnya pelan “Bagaimana dengan….” Kalimat Jae Joong berhenti,Jae Joong tiba-tiba merasakan tenggorokannya kering dan kembali menelan ludahnya yang terasa sangat pahit di tenggorokannya saat itu “Bagaimana dengan pernikahan kalian?” Akhirnya kalimat itu meluncur juga dari mulutnya.

Riyeon tampak terkejut mendengarnya,matanya melebar sebentar,dan menundukkan kepalanya “Pernikahanku baik-baik saja” Riyeon mengangkat kepala dan mencoba tersenyum.

“Apa kah kamu bahagia?” Jae Joong menatap lekat wanita di hadapannya saat ini.Dan Jae Joong dapat melihat Riyeon terlihat salah tingkah dan sedikit bingung.

“Tentu saja,aku sangat bahagia dengan pernikahanku” katanya tertawa yang terkesan dipaksakan.

Jae Joong tersenyum “Masuklah” Jae Joong berjalan membuka pagar rumah Riyeon dan kemudian mendekatkan wajahnya di telinga Riyeon “Semoga mimpi indah Riyeon-a” katanya setengah berbisik.

Riyeon hanya mematung ditempatnya,bibirnya hendak mengatakan sesuatu namun tidak jadi karena Riyeon melihat Jae Joong menyuruhnya segera masuk dengan isyarat tangan.

Jae Joong memandang Riyeon sampai wanita itu menghilang dibalik pintu rumahnya.
Jae Joong membuka pintu Lomborghini sport “Saatnya pulang,karena besok ada sesuatu yang harus diselidikinya”

—00—

Riyeon duduk diruangannya dengan kepala di telungkupkan dimeja “Eotohke?” Gumamnya

Riyeon mengangkat kepalanya “Baiklah sekarang saatnya memikirkan pekerjaan,karena kurang dari satu minggu lagi launching baju dari desainer Yoon Ji akan segera diselanggarakan.Sekarang bukan saatnya memikirkan kejadian semalam.Yang pasti dia sudah menjawab kalau pernikahannya bahagia.” Riyeon tersenyum dan membolak-balik agenda hitamya.

Ponsel Riyeon berdering keras,dengan cepat Riyeon menyambar tasnya dan mengambil benda persegi itu dari dalam tasnya.

“Yoboseyo” sapanya saat ponselnya sudah berada ditelinganya.

“Ah..Yoon ji ssi,waeyo?”

“Riyeon ssi,otte?apakah kamu berhasil membujuk Kim Jae Joong?”

Pertanyaan Yoon Ji barusan membuat Riyeon diam sesaat “Belum” jawabnya lemah

Terdengar hembusan nafas yang panjang di ujung telpon sana “Acaranya kurang dari seminggu,dan kamu masih belum bisa membujuk Kim Jae Joong ssi”

“Hya!ini bukan kesalahanku,lagipula aku belum ada waktu menemuinya,dia sangat sibuk dengan drama terbarunya sekarang,sehingga susah untuk ditemui”.Riyeon tersenyum saat mengatakan itu,berbohong untuk kebaikan itu kan tidak dosa.

“Yoon ji ssi yakin tidak akan mencari model lain saja?” Tanya Riyeon lagi.

Lagi-lagi Riyeon mendengar desahan nafas panjang diujung sana “Aku akan mencoba menemuinya sekali lagi”

Riyeon tersenyum.Akhirnya,dia tidak harus repot-repot bertemu dengan Jae Joong lagi.Riyeon takut saat bertemu Jae Joong,pria itu pasti akan menanyakan kehidupan rumah tangganya.Bagaimana bisa dia menjawabnya toh Riyeon sendiri tidak jadi menikah.
“Kuharap kali ini Kim Jae Joong ssi,mau menjadi model pakaianmu Yoon Ji ssi” Riyeon menyemangati temannya itu dan mematikan ponselnya.
Beberapa detik kemudian tangannya sudah menekan beberapa angka dan menempelkan ponselnya ke telinga.

“Unnie-ya,bagaimana kalau kita makan siang bersama hari ini?” “Ne,ditempat biasa” “Jangan lupa ajak Hanyeon Juga” “Ne,unnie bisa membawa Youngie juga,lagipula kita sudah lama tidak makan bersama,aku juga akan membawa uri Dongsaeng” “Sampai bertemu nanti siang”

Riyeon tersenyum,sudah lama sekali mereka bertiga tidak makan bersama sambil membawa Dongsaeng masing-masing.

—00—

“Kim Jae Joong-ssi” Suara seorang wanita mengalihkan pandangan Jae Joong dari kertas yang sedang di pegangnya.

“Cheosonghamnida,aku sedikit terlambat” wanita itu menundukkan kepalanya

“Gwenchana Yoon Ji ssi” Jae Joong tersenyum dan mempersilahkan Yoon Ji duduk “Mianhe,seadanya” kata Jae Joong setelah Yoon Ji duduk di kursi kecil yang bertuliskan crew.

“Gwenchana,lagipula aku senang karena Jae Joong ssi akhirnya mau menjadi model pakaianku”

“Cogi-yo Yoon Ji ssi ada yang ingin aku tanyakan tentang pemilik butik “Angel Without Wing” apakah benar pemiliknya adalah Miss Kim Riyeon,ah..anio mungkin sekarang aku harus memanggilnya Mrs. Riyeon”

Yoon Ji terawa mendengar pertanyaan Jae Joong barusan “Aigo…Jae Joong ssi tidak perlu menyebutnya Mrs”

“Waeyo?” Jae Joong terlihat bingung

“Riyeon ssi itu belum menikah”

“Jeongmal?” Lagi-lagi Jeje memasang tampang terkejut

Yoon Ji mengangguk “Riyeon ssi itu belum menikah sama sekali”

“Tapi ku dengar dia baru saja menikah 1 tahun yang lalu” Jae Joong memiringkan kepalanya.

“Pernikahan 1 tahun yang lalu itu batal,hari itu…” Tiba-tiba Yoon Ji menghentikan kalimatnya,melihat Jeje yang terlihat masih menunggu kalimatnya “Apa boleh aku menceritkannya?kalau Riyeon tahu aku bisa di jadikan cumi-cumi bakar nih,karena biar bagaimanapun Jae Joong dan Riyeon pernah dekat,meskipun Yoon ji tidak tahu seberapa dekat mereka berdua” Yoon Ji menghembuskan nafasnya “Anio” katanya mengibaskan tangannya.
“Baiklah,kalau memang anda tidak mau” Jae Joong mangangkat kedua bahunya acuh tak acuh

Yoon Ji menggaruk kepalanya “Baiklah aku akan menceritakannya,tapi Jae Joong harus jadi model pakaianku,dan ige” Yoon Ji menyerahkan sebuah kertas kepada Jae Joong “Tanda tangani ini”Yoon Ji menunjuk kertas yang di berikannya pada Jae Joong

Jae Joong mengamati kertas itu dan membacanya sekilas dan tanganya dengan lancar menandatangani kertas itu.
Bagi Jae Joong saat itu tidak penting dia menjadi model pakaian itu atau tidak,sekarang Jae Joong hanya ingin tahu kenapa Riyeon membatalkan pernikahannya.

Dan hari itu Jae Joong akhirnya tahu Riyeon belum menikah.Jae Joong tersenyum lega saat Yoon Ji mengakhiri ceritanya.Sekarang Jae Joong puas,dia akan membuat Riyeon kembali ke pelukannya lagi seperti dulu.

—00—

Riyeon dan kedua sahabatnya Hyonie dan Hanyeon sedang makan siang di sebuah restoran kecil di kawasan Hongdae,mereka bertiga sering makan disana apabila ada waktu luang.
Mereka bertiga tampak asyik makan sambil bercerita dan sesekali tertawa.

“Riyeon-a,otte?apakah kamu sudah mendapatkan modelnya?” Tanya Hyonie

Riyeon hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.

“Omo,jadi butik Riyeon ssi akan melaunching pakaian baru lagi?” Hanyeon mencondongkan badannya melihat Riyeon

“Hhuumm” angguk Riyeon

“Wahh..kau jangan lupa mengundangku Riyeon ssi” ucap Hanyeon dengan mata berbinar.

“Ne,arraseo,aku akan mengundang kalian semua”

Hanyeon bertepuk tangan gembira “Kapan acaranya?”

“Beberapa hari lagi,mungkin?” Riyeon mengangkat kedua bahunya,wajahnya terlihat ragu

“Riyeon-a,sebaiknya kamu mengikuti saranku malam itu,minta saja Jae Joong oppa menjadi modelnya,gampangkan?” Ucapa Hyonie dan kemudian menyesap jus melon.

Riyeon menatap Hyonie dengan tampang pembunuh dan tidak berkata apa-apa.

“Wae?apa itu tatapan pembunuh?” Hyonie mendecakkan lidahnya “Bwa!mata semakin sipit begitu sama sekali tidak cocok.Tidurmu kurang?atau kamu menangis semalam?huh?” Hyonie menaruh kedua telapak tangannya di kedua sisi pipi Riyeon dan tanpa rasa bersalah memutar kepala Riyeon ke kiri dan kanan.

Riyeon melepaskan tangan Hyonie “Keumanhe unnie..ish” Riyeon mendesis kesal.Riyeon memutar kepalanya ke arah Hanyeon yang hanya tertawa.Riyeon baru akan membuka mulutnya namun tidak jadi karena phonselnya berdering.

“Yoboseyo” sapanya dengan nada kesal

“Neo,waeire?” Tanya sebuah suara di ujung telponnya

Riyeon menaikkan alisnya “Ige nugu?” Tanyanya,kali ini dengan suara yang sudah direndahkan

“Shin Riyeon ssi,apakah kamu sudah menghapus nomor ponselku?”

Riyeon melihat layar ponselnya dan matanya langsung melebar kaget saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.Riyeon menatap kedua sahabatnya secara bergantian dan dengan sedikit berbisik “Ah..oppa mianhe”

“Neo odiseo?”

“Aku ada di salah satu restoran di Hongdae”

“Arraseo”

Tiba-tiba telpon terputus.Riyeon menaikkan alisnya bingung “Miseun ilyaeo?” Gumam Riyeon sambil terus menatap ponselnya.

“Nugu?” Tanya Hyonie

Riyeon hanya diam memandang secara bergantian kedua sahabatnya saat itu “Hanya teman” katanya tersenyum

“Oppa?” Hyonie menatap Riyeon curiga

“Hhuumm” Riyeon mangangguk pasti “Aigoo~Unnie-ya kenapa masih menatap curiga seperti itu?sebaiknya unnie makan lagi” Riyeon menaruh beberapa sayuran kedalam mangkuk Hyonie mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Oppa?Apakah itu Jae Joong oppa?dari nada bicaramu saat menyebut nama oppa saja,aku sudah tahu kalau yang menelponmu tadi Jae Joong oppa.Sudahlah Riyeon-a jangan mengalihkan pembicaraan” ucap Hyonie sambil tersenyum evil

Hyonie dan Riyeon masih berdebat tentang siapa orang yang menghubungi Riyeon,disisi lain Hanyeon hanya tertawa melihat tingkah 2 sahabatnya itu “Hyonie-ya,Riyeon-a keumanhe” Hanyeon mencoba menghentikan perdebatan Hyonie dan Riyeon “Hanyeon-a,kamu tahu kan kalau yang menelponku tadi bukan Jae Joong oppa?” Riyeon mulai mencari dukungan Hanyeon

“Hya!Hanyeon-a,kau juga setuju kan kalau yang menelponnya itu pasti Jae Joong oppa kan?” Hyonie tidak mau kalah

Hanyeon hanya mendecakkan lidahnya dan mengangkat kedua bahunya “Nado molla-yo?” Ucap Hanyeon acuh tak acuh.Dan tiba-tiba Hanyeon merasakan pundaknya di tepuk seseorang. Hanyeon melihat bahu kanannya dan kepalanya mendongak melihat orang yang menepuk pundaknya “Omo!Jae Joong oppa” seru Riyeon

Mendengar kata Jae Joong oppa,Hyonie dan Riyeon serentak memutar kepala mereka dan Riyeon membelalakan matanya melihat pria yang saat ini berdiri tepat di sebelah Hanyeon “Oppa,kenapa ada disini?”

Riyeon mendesis kesal dan melirik Hyonie yang tersenyum evil ke arahnya “Ne,Unnie memang benar” katanya kesal

“Mianhe,sepertinya acara kalian harus ku ganggu,bolehkan kalau aku pinjam Riyeon?”
Ucap Jae Joong melihat Hyonie dan Hanyeon secara bergantian.

“Ne,tentu saja” Hyonie mendorong Riyeon ke arah Jae joong “Tidak di kembalikan juga tidak apa-apa,bawa saja Riyeon sesuka oppa.Ah..sebaiknya oppa menghiburnya,karena akhir-akhir ini Riyeon terlihat murung.”

Jae Joong mengamati Riyeon dari ujung kaki sampai kepala “Yang dikatakan Hyonie memang benar” Jae Joong mengangguk-anggukkan kepalanya “Baiklah,khaja” tanpa menunggu persetujuan Riyeon Jae Joong langsung menarik lengan Riyeon keluar restoran.

Riyeon hanya bisa pasrah saat Jae Joong menariknya keluar restoran.Sebelum benar-benar keluar Riyeon masih sempat melihat kebelakang,Riyeon dapat melihat wajah Hyonie yang tersenyum evil,meskipun sekilas Riyeon bisa melihat Hyonie mengucapkan Fighting.

—00—

Lamborghini Silver Jae Joong tiba di
Seoul Grand Park.Riyeon menaikkan alisnya bingung “Mau apa kita kesini?” Riyeon melihat keluar dari balik kaca mobil.

Jae Joong tersenyum “Menghiburmu” kata Jae Joong kemudian keluar. Dan membungkukkan badannya melihat Riyeon yang masih duduk didalam mobil “Kenapa hanya diam di dalam?” Tanya Jae Joong saat melihat Riyeon hanya diam dan terlihat tidak berniat keluar dari mobil.Jae Joong menghembuskan nafasnya dan berjalan ke sisi kanan mobil,membuka pintu dan menarik lengan Riyeon agar keluar dari mobil.

“Neo wae?”

Riyeon menggaruk kepalanya “Oppa tidak apa-apa kita kemari?” Ucap Riyeon sambil melihat ke kiri dan kanan.

Jae Joong hanya tertawa melihat Riyeon,wanita dihadapannya ini tidak seperti dulu,biasanya dia akan cuek saja membawa Jae Joong kemanapun dia mau,sekarang wanita ini terlihat cemas “Apa yang kamu khawatirkan?tenang saja kita tidak akan lama disini,aku hanya ingin membawamu menikmati bunga sakura.Jangan takut tidak akan ada orang yang mengenal kita”

Riyeon menggerutu “Mwo?tidak akan ada yang mengenali kita,siapa yang tidak mengenal oppa,Kim Jae Joong seorang penyanyi terkenal,tampan dan di gandrungi para wanita”

Lagi-lagi Jae Joong hanya tertawa”khaja”

—00—

Jae Joong dan Riyeon menelusuri jalan sepanjang taman,dikanan kiri bunga sakura sedang bermekaran.

Riyeon menghembuskan nafasnya pelan dan tersenyum melihat indahnya Seoul Grand Park.Matanya kadang melihat beberapa pasang kekasih yang duduk di beberapa kursi panjang yang terdapat disisi jalan setapak itu.Dan sepertinya Jae Joong tidak salah membawanya kemari,suasana hati Riyeon sudah membaik,Riyeon bahkan melupakan masalah pekerjaannya yang beberapa hari ini membuatnya kurang tidur dan harus rela saat Hyonie bilang kalau matanya semakin sipit dan terlihat agak bengkak.Memikirkan Hyonie raut wajah Riyeon memberengut “Aish..awas saja Unnie nanti akan ku balas” gumamnya pelan.

“Waeyo?” Suara Jae Joong membuat Riyeon memutar kepalanya ke arah Jae Joong “Anio’ katanya singkat.

“Ah..bagaimana kalau kita duduk dulu” Jae Joong menarik lengan Riyeon menuju salah satu kursi panjang di taman itu.

“Indah ya”

Riyeon yang dari tadi menunduk mendongak melihat Jae Joong yang sedang melihat Bunga Sakura.Kedua tangannya di taruh di belakang memegang sisi kursi panjang menopang tubuhnya.
Riyeon mengamati pria di sampingnya saat ini,masih sama seperti dulu,kulit yang putih,bibir merahnya yang tersenyum itu membuatnya semakin tampan,dan melihat pria ini ada lagi di sampingnya saat ini membuat Riyeon bahagia,entahlah?mungkin dia sangat merindukan pria disampingnya ini.

Saat Riyeon sedang mengamati Jae Joong,tiba-tiba Jae Joong memutar kepalanya dan mendekatkan wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Riyeon “Waeyo?” Tanyanya

Riyeon buru-buru memalingkan wajahnya,mengatur detak jantungnya yang dari tadi mulai berdetak tidak wajar,sesaat tadi Riyeon merasakan tubuhnya menegang,dia bahkan menahan nafasnya untuk beberapa saat.

Melihat reaksi Riyeon,Jae Joong terkekeh pelan “Waeyo?bukankah dulu aku sering menatapmu sedekat itu,kenapa harus bereaksi seperti anak SMA yang baru mengenal cinta?”

Mendengar Jae Joong menertawainya Riyeon memberengut kesal “Mwo?baru mengenal cinta,apa oppa lupa kalau aku sudah menikah?” Riyeon menatap Jae Joong kesal.

“Ahh..geurae!kamu memang sudah menikah.Apakah memang seperti itu reaksi seorang wanita yang sudah menikah?aku rasa bagi wanita yang sudah menikah di tatap sedekat itu oleh suaminya sudah biasa kan?”

Riyeon mendecakkan lidahnya kesal “Ne,aku memang tidak pernah malu kalau harus bertatapan sedekat itu dengan suamiku.Tapi apa wajar apabila ada seorang pria yang bukan suaminya memandangnya sedekat itu?” Riyeon mengambil tas selempangnya dan berdiri dari kursi panjang.

Namun saat Riyeon akan beranjak,tangannya di hentikan oleh Jae Joong yang sudah memegang tangannya “Khajima Riyeon-a,aku tidak mau kamu pergi lagi kali ini” ucap Jae Joong tanpa beranjak dari tempatnya.Riyeon memutar mata sipitnya melihat Jae Joong yang menatapnya tajam namun lembut itu “Nde?Apa yang oppa katakan?”

Jae Joong menundukkan kepalanya sejenak dan kemudian mengangkat kepalanya “Aku sudah setuju untuk menjadi model pakaian dari Yoon Ji ssi” Jae Joong berdiri dan mengacak rambut Riyeon “Khaja,aku antar ke butik” Jae Joong berjalan terlebih dahulu meninggalkan Riyeon yang masih mematung di tempatnya “Apa maksud perkataan tadi?”

Melihat Riyeon hanya diam tidak bergerak Jae Joong menghampiri Riyeon “Hya!Shin Riyeon kenapa hanya diam disini?” Jae Joong merangkul bahu Riyeon membawanya pergi dari Seoul Grand Park.

—00—

Hari dimana pakaian dari desainer Yoon Ji akhirnya diselenggarakan,seminggu terakhir itu Riyeon hampir tiap hari bertemu Jae Joong.Dan malam itu Riyeon sedang memadu padankan pakaian yang akan di kenakan Jae Joong.Selama Riyeon bekerja tanpa disadarinya Jae Joong terus memandangnya.

“Kamu terlihat cantik malam ini” bisik Jae Joong sebelum keluar kamar ganti.

Riyeon membelalakan matanya dan kemudian tersenyum “Gomawo” ucapnya sebelum Jae Joong menghilang dibalik pintu.

Dan entah kenapa Riyeon merasakan pipinya memanas dan buru-buru memegang pipinya dengan telapak tangannya tersenyum malu.Oh astaga apa yang sedang di pikirkannya?hanya di bilang cantik saja dia sudah sebahagia ini.Riyeon menggelangkan kepalanya dan melangkahkan kakinya keluar ruangan.Dia harus menemui Yoon Ji.Namun saat tubuhnya melewati sebuah cermin Riyeon menghentikan langkahnya,melihat sosoknya di cermin “Cantik?” Riyeon memiringkan kepalanya,bukankah malam ini dia hanya mengenakan blouse hitam lengan panjang dan celana Jeans dengan warna senada,sama seperti penampilannya sehari-hari.Namun Riyeon tetep tersenyum dan lagi-lagi menggelengkan kepalanya,dan akhirnya melangkahkan kakinya keluar ruangan.

Acara selesai sesuai rencana,dan malam itu Riyeon,Jae Joong,Yoon Ji dan beberapa karyawan dan staf memutuskan untuk merayakannya dengan makan-makan.

Dan saat ini mereka semua sudah berada di salah satu restoran,semua bersulang.

“Khamshamnida Jae Joong ssi,akhirnya Jae Joong ssi mau menjadi model pakaianku,dan aku tidak salah memilih anda” Yoon Ji menuangkan soju ke gelas Jae Joong.
“Dan Riyeon ssi,gomawo” Yoon Ji juga menuangkan Soju di gelas Riyeon.

Riyeon hanya tersenyum dan manatap gelasnya,dia tidak bisa minuman soju.Dengan ragu Riyeon mengulurkan tangannya hendak mengambil gelas berisi Soju itu,namun tepat saat tangannya hendak menyentuh gelasnya,Jae Joong lebih dulu mengambil gelasnya dan meneguk soju itu dengan sekali teguk.Riyeon memutar kepalanya melihat Jae Joong dan kemudian tersenyum “Gomawo” ucapnya pelan.

“Tidak perlu berterima kasih,aku tahu kamu tidak bisa minum soju” ucap Jae Joong acuh tak acuh.

Melihat Jae Joong yang meminum soju Riyeon,Yoon Ji bertanya “Kenapa Jae Joong ssi yang meminumnya?”

Bukannya menjawab Jae Joong malah balik bertanya”Yoon Ji ssi,berapa lamu kamu mengenal Riyeon?”

“Kira-kira 1 tahun lebih”

“Pantas saja,kamu tidak tahu kalau Riyeon tidak minum Soju dan minuman keras lainnya”

Yoon Ji menaikkan alisnya bingung,dia menatap Riyeon “Apakah itu benar Riyeon ssi?”

Riyeon hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Yoon Ji menganggukkan kepalanya “Mianhe Riyeon ssi” dengan nada menyasal “Gwenchana Yoon Ji ssi” Riyeon memegang tangan Yoon Ji dan tersenyum. Yoon Ji melihat Jae Joong dan Riyeon yang terlihat seperti sepasang kekasih saja malam itu,dia dapat melihat betapa perhatiannya Jae Joong pada Riyeon,Jae Joong bahkan menaruh beberapa makanan ke dalalm mangkuk Riyeon.Dan tatapan Jae Joong kepada Riyeon tidak seperti tatapan seorang teman,tapi itu tatapan seorang pria kepada kekasihnya.

Yoon Ji memiringkan kepalanya,matanya terus memperhatikan dua orang di hadapannya saat ini,setahunya Jae Joong memang dekat dengan Riyeon,yang dipikirannya dulu bahwa Riyeon hanya berteman dengan Jae Joong,karena mengingat selama ini Riyeon memang mempunyai beberapa teman artis terkenal.

Pertanyaan dulu akhirnya terjawab,kenapa saat dia meminta Jae Joong menjadi model pakaiannya Riyeon menolak dengan keras.Dan saat pertama kali dia bertemu Jae Joong,ketika dia menyebut nama butik Riyeon,Jae Joong terlihat terkejut dan meninggalkannya begitu saja.Dan beberapa hari yang lalu saat agenci Jae Joong menelponnya dan bilang kalau Jae Joong akan menjadi model pakaian rancangannya.Dan saat bertemu lagi dengan Jae Joong untuk kedua kalinya Jae Joong malah banyak bertanya tentang Riyeon.
Yoon Ji tersenyum,ternyata mereka tidak hanya dekat sebagai teman,Yoon Ji yakin kalau mereka berdua pernah menjalin suatu hubungan dulu.

Sebelum mereka pulang Yoon Ji memanggil Riyeon yang baru saja akan masuk ke dalam mobil Jae joong.

Yoon Ji menarik riyeon agak menjauh dari Jae Joong “Riyeon ssi,aku hanya mau bilang,sebaiknya kamu kembali ke pelukan Jae Joong ssi”

“Mwo?” Riyeon menaikkan alisnya tidak mengerti.

“Aku tahu kalau kalian masih saling mencintai”

Riyeon membelalakan matanya kaget dan kemudian mengibaskan tangannya “Ani,ini tidak seperti yang kamu pikirkan Yoon Ji ssi”

Yoon Ji mendecakkan lidahnya “Sudahlah,aku hanya ingin kamu kembali padanya,Nah sekarang cepat sana,Jae Joong ssi sudah menunggu” Yoon Ji mendorong tubuh Riyeon kearah Jae Joong. “Jae Joong ssi,selamat berjuang.Fighting” Yoon Ji tersenyum dan segera pergi meninggalkan Riyeon dan Jae Joong.

Jae Joong menaikkan alisnya “Apa maksudnya berkata “Fighting”?” mengalihkan pandangannya ke arah Riyeon.

Riyeon hanya mengangkat kedua bahunya “Molla?” Katanya singkat dan masuk lebih dulu kedalam mobil Jae Joong.

Selama perjalana itu Jae Joong dan Riyeon hanya diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. “Ah..kenapa Hyonie dan Hanyeon tidak datang malam ini?” Jae Joong membuka pembicaraan.

Riyeon menghembuskan nafasnya “Hyonie unnie katanya terlalu capek dengan pekerjaan kemarin,dan Hanyeon harus menamani kekasihnya di lokasi syuting”

“Enak yah jadi kekasih Hanyeon.Ditunggui saat syuting,aku juga mau”

Riyeon melirik Jae Joong sekilas dan tidak berkata apapun.

“Riyeon-a,hari minggu besok apa kah kamu ada acara?” Tanya Jae Joong tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di hadapannya.

“Anio”

“Baiklah,besok siang aku akan menjemputmu di rumah” Jae Joong tersenyum kearah Riyeon.

Riyeon memiringkan kepalanya malihat Jae Joong yang sedang tersenyum di belakang setir “Kita mau kemana?”

Jae Joong memutar kepalanya “Ada deh” katanya tersenyum evil.

—00—

Hari minggu itu Riyeon hanya diam di rumahnya seharian,sedikit penasaran kemana Jae Joong oppa akan membawanya hari ini?

Riyeon melihat jam baru menunjukkan pukul 10:00AM “Masih pagi” gumamnya dan kemudian mengambil ponsel hitamnya.
Tangannya terlihat lincah mengetik di ponselnya itu.Hari minggu tidak ada kerjaan seperti ini biasanya Riyeon suka chat dengan Hyonie.

“Riyeon-a,makan siang dulu” teriak ibunya dari luar kamar

“Ne,Eomma aku segera ke luar” teriak Riyeon dari dalam kamar.

“Sudah jam berapa sekarang?” Riyeon membelalakan matanya saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 1:00 PM “Omona sudah berapa lama aku chat dengan Hyonie?” Riyeon menggaruk kepalanya dan tanpa berpikir lagi dia segera keluar kamar menuju ruang makan keluarga.

“Riyeon-a,kamu tidak ada acara hari ini?” Ibunya bertanya saat melihat Riyeon sedang sedang memasukkan sayur ke dalam mangkuknya.

“Tidak ada eomma,wae?”

“Anio,kamu tidak kumpul-kumpul dengan Hyonie?biasanya saat kamu ada di Korea Hyonie selalu kemari dan kalian pasti akan jalan-jalan seharian”

Riyeon hanya tertawa mendengar perkataan ibunya itu.Dan tanpa sadar menghembuskan nafasnya “Ternyata dia tidak datang,sepertinya jadwalnya cukup padat hari ini”

“Nugu?” Tanya ibu Riyeon yang tanpa Riyeon sadari sudah duduk tepat di sebelahnya.Riyeon diam sesaat dan kemudian mengibaskan tangannya “Bukan siapa-siapa kok eomma” dan segera menghabiskan makannya.Riyeon tidak mau ibunya bertanya lebih banyak lagi.
Setelah selesai makan dan mencuci piring kotor,Riyeon kembali ke kamarnya.

Malam harinya Riyeon sedang asyik bermain game bersama adik laki-lakinya.Bel pintu terdengar,dengan cepat ibu Riyeon memerintahkan adik laki-laki Riyeon membukakan pintu.
“Siapa yang datang?”Padahal lagi seru main nih”gerutu adik Riyeon beranjak dari duduknya.Riyeon hanya menoleh sekilas kearah adiknya “Kha” katanya menyuruh adiknya segera pergi.

“Nuna-ya,ada Jae Joong hyung” suara adik Riyeon membuat Riyeon menghentikan permainan gamenya dan segera pergi ke ruang tamu.

“Oppa,wae?ada apa? Tanya Riyeon

Bukannya menjawab Jae Joong malah mengamati penampilan Riyeon malam itu “Begitu saja cukup,karena kita tidak akan pergi kemana-mana malam ini” Jae Joong tersenyum melihat Riyeon yang menatapnya dengan pandangan penuh tanya.

Riyeon baru akan membuka mulut,namun kemudian menutupnya saat melihat Jae Joong berjalan ke ruang keluarga,dan Riyeon tidak bisa mencegah Jae Joong saat melihatnya bicara dengan ayahnya.

Riyeon hanya mengamati Jae Joong dari sofa yang ada di ruang keluarga,saat Jae Joong membungkukkan badannya dan berjalan kearahnya tanpa disadari Riyeon refleks berdiri,melihat Jae Joong tersenyum kearahnya Riyeon merasa dadanya berdegup kencang.

Jae Joong tiba di hadapan Riyeon dan memegang tangannya lembut “Khaja”

Riyeon hanya mengerjapkan matanya dan berjalan mengikuti Jae Joong.

“Kita akan kemana?” Tanya Riyeon saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil

“Kau mau kemana?” Jae Joong melihat sekilas Riyeon

Riyeon menaikkan alisnya bingung dan melihat pakaiannya malam itu.Oh astaga dia hanya mengenakan t-shirt dan celana training.Riyeon terlihat risih,dalam Riyeon berdo’a semoga saja Jae Joong tidak membawanya ke restoran.

Jae Joong melihat sekilas Riyeon yang hanya diam dan menundukkan kepalanya,tangannya memegang ujung bajunya. “Kau tenang saja,kita hanya akan ke rumahku saja malam ini” ucap Jae Joong seolah tahu apa yang sedang di pikirkan Riyeon saat itu.

Riyeon memutar kepalanya melihat Jae Joong “Oh…” Katanya singkat.

—00—

Riyeon membelalakan matanya saat berada di apartemen Jae Joong malam itu.Ruang tamu apartemen itu tampak berbeda.Sofa yang biasa berada di tengah ruangan itu sekarang berada di sisi-sisi rumah.Dan sekarang di tengah ruangan itu berdiri sebuah meja dengan dua kursi yang saling berhadapan,diatas meja di tata beberapa makanan dan tidak lupa lilin dan juga bunga.

Jae Joong menuntun Riyeon dan mempersilahkannya duduk disalah satu kursi. “Kapan oppa menyiapkan semua ini?”

Jae Joong hanya memutar matanya “Tadi siang” jawabnya siangkat dan kemudian duduk disalah satu sisi kursi yang satunya.

“Oppa yang memasak semua ini?”

“Ne”

Riyeon menganggukkan kepalanya “Kuharap oppa tidak menaruh makanan yang sudah jatuh ke lantai ke dalam salah satu makanan ini kan?”

Jae Joong tertawa “Ani,aku tidak mungkin melakukan itu padamu,kau tahu persis kan?”

“Mm” “Tapi Oppa melakukan pada Changmin oppa”

“Kau masih mengingat itu”

“Tentu saja” ucap Riyeon bangga

“Sudahlah mari makan,kau harus banyak makan Riyeon-a,apa kau tahu kalau kau terlihat kurus.Aku tidak ingin kekasihku menjadi kurus kering”

“Nde?” Riyeon menatap Riyeon dengan penuh tanya.Apa dia salah dengar atau apa memang telinganya yang sudah tidak beres?.Riyeon menghembuskan nafasnya “Oppa lupa kalau aku sudah menikah?Oppa tidak mungkin mencintai istri orang kan?” Ucap Riyeon lirih,tangannya tampak mengaduk-aduk Jjangmyeon dihadapannya.
Jae Joong melihat Riyeon yang sedang menunduk “Aku tahu saat ini kamu bukan milik siapa-siapa”

“Dan mulai saat ini,kamu adalah kekasaihku sama seperti dulu” Ucap Jae Joong tegas,tidak keraguan sama sekali pada suaranya tadi.

“Siapa bilang aku bukan milik siapa-siapa?oppa lupa selama aku belum menikah aku adalah milik kedua orang tuaku”

“Mwo?Hya!Shin Riyeon kalau itu aku juga tahu kau masih milik kedua orang tuamu,dan suatu saat aku akan memintamu pada mereka”

Jae Joong berdiri dan menghampiri Riyeon,tangan sebelah kanannya terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.
Riyeon berdiri dan melihat ada benda putih berkilauan di tangan Riyeon “Kuharap kau suka” ucap Jae Joong seraya mendekatkan tubuhnya ke arah Riyeon,

Riyeon merasakan sebuah kalung sudah berada di lehernya saat ini.Riyeon memegang kalungberbandul hati ituan memegang “Yeppo,gomawo oppa,kapan oppa membeli kalung ini?apakah tadi siang?”
Jae Joong menggelengkan kepalanya “Aku sudah membelinya satu tahun yang lalu.Hari itu aku ingat tanggal 3 maret itu ulang tahunmu.Meskipun aku tahu kau sudah menikah,entah kenapa aku membelinya begitu saja.Ku pikir aku tidak akan bisa memberikan kalung itu padamu untuk selamanya.Tapi syukurlah akhirnya saat ini aku bisa memberikannya padamu.”

Riyeon menunduk lagi memandang kalung di lehernya.Riyeon mengangkat kepalanya “Darimana oppa tahu kalau aku belum menikah?”

“Rahasia” ucap Jae Joong tersenyum berjalan ke belakang Riyeon dan memeluknya dari belakang “Saranghae Riyeon-a” bisik Jae Joong pelan di telinga Riyeon.

Malam itu hati Riyeon di penuhi kebahagian,dia tidak menyangka selama setahun ini Jae Joong oppa masih sangat mencintainya,dan Riyeon tidak bisa memungkiri kalau dia juga masih sangat mencintai Jae Joong.

Lama Jae Joong dan Riyeon berdiri,menghadap balkon apartemen Jae Joong,menikmati suasana kota Seoul.

“Oppa sudah jam berapa sekarang?”

Jae Joong memutar kepalanya melihat jam dinding yang ada di ruang tamu ” 12:00 PM”

“Mwo?”Riyeon melepaskan tangan Jae Joong yang dari tadi melingkar di pinggangnya “Aku harus pulang sekarang” dan berjalan menuju pintu

“Oppa harus mengantarku” Riyeon terus bicara sambil mengenakan sendal,tanpa memperdulikan Jae Joong yang terlihat memberungut kesal padanya.

“Kenapa tidak tidur disini saja?Aku masih ingin bersamamu Riyeon-a” keluh Jae Joong

“Hya!sirho!” “Oppa pali-wa,aku harus pulang sekarang” Riyeon menarik lengan Jae Joong menuju pintu.

Jae Joong menghembuskan nafasnya “Ne,ne” Jae Joong berjalan kedalam kamarnya.
Beberapa menit kemudian Jae Joong keluar dengan membawa jaket dan memberikannya pada Riyeon “Pakai lah,sudah larut malam” setelah memakaikan jaket pada Riyeon Jae Joong membuka pintu dan keluar lebih dulu.

Riyeon tersenyum melihat jaket Jae Joong yang terlihat kebesaran di badannya “Hya!wae?tidak jadi pulang?” Jae Joong memiringkan kepalanya melihat Riyeon yang masih berdiri di tempatnya tadi.

“Ah,ne” Riyeon segera keluar apartemen,tangannya langsung mengapit lengan Jae Joong.

—00—

Sekarang Jae Joong dan Riyeon sudah berada di depan rumah Riyeon.

“Oppa,gomawo atas makan malam dan juga ini” Riyeon mengeluarkan kalung dari dalam jaket.

Jae Joong berjalan mendekati Riyeon,memeluknya erat.Riyeon juga melingkarkan tangannya pada pinggang Jae Joong.Riyeon merasa nyaman dan hangat,entahlah setiap kali Jae Joong memeluknya Riyeon merasa aman.

Jae Joong melepaskan pelukannya “Kha,masuklah,udara di luar sangat dingin” kedua tangannya memegang pipi Riyeon,dan dengan lembut mengecup kening Riyeon.

The End

4 thoughts on “JaeYeon (Jaejoong-Riyeon) Story “CLBK?”

    • Muahahahaha…begitulah jeng ㅋㅋㅋㅋㅋ

      Aahh…sayang si Riyeon kaga bisa kirim coment ne (⌣́_⌣̀”)

      Oke kan,tp banyak typo tulisannya,wkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s