DongSun Story -Part 1-

Annyeong yeorubun🙂 author labil balik lagi ama ff baru😄 *yg lama aja kaga kelar2 (ˇ_ˇ’!!) lirik ff yang lama kaga ada lanjutannya (¬.¬”) *
Dari pada diriku banyak cincong let’s cekidot aja!!!

_____

Donghae menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya yang empuk.

“Hya!! Donghae-ya apa kamu tidak ada kegiatan lain?” Tegur teuki

“Anio” donghae menenggelamkan kepalanya di bantal

“Ya sudah selamat istirahat Donghae-ya” Teukie menepuk pundak Donghae dan meninggalkan Donghae sendirian di kamar.
Donghae mulai memejamkan matanya.

Super Junior baru saja menyelasaikan konser di Taiwan selama 4 hari,dan itu sangat menguras tenaga.

–00–

Donghae bingung?sedang berada dimana dia sekarang?

Donghae berada di salah satu taman yang di tumbuhi banyak sekali mawar berwarna pink,dia duduk di bangku yang tepat berada di bawah pohon besar yang rindang,.

Donghae merasa nyaman berada disana,dibawah pohon dia terhindar dari sinar matahari dan udara tempat itu sangat sejuk,membuatnya betah berada disana.

Donghae memejamkan matanya sebentar dan tiba-tiba dia merasa ada sesuatu di wajahnya. Donghae membuka matanya dan matanya langsung menangkap wajah seorang gadis tepat berada di atas wajahnya sedang tersenyum manis padanya dan memainkan tangkai bunga mawar di wajahnya.

Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali “neo,nuguya?”

Gadis bermata bulat itu menggembungkan pipinya “Oppa bertanya siapa aku?”

Donghae menggaruk-garuk kepala “Mianhe…tapi aku benar-benar tidak mengenalmu”

Gadis bermata bulat dan lucu itu berdiri dan menaruh kedua tangannya di kedua sisi pinggangnya.Dia tampak mengamati Donghae dan beberapa kali mata bulatnya berputar dan kemudian mendesah “Kalau begitu oppa jangan menemuiku” setelah mengatakan itu gadis itu berlari meninggalkan Donghae.

Donghae yang masih bingung meneriaki”Khajimaaaa….”

Bruukkk….
Donghae terjatuh dari tempat tidurnya.Donghae duduk dan memandang sekitarnya “Ini masih kamarku” katanya sambil berdiri dan duduk disisi tempat tidurnya “Tadi itu dimana?mimpi?” Donghae menggaruk-garuk kepalanya,namun kemudian dia mengangguk pasti “Ternyata hanya mimpi” Donghae tersenyum dan kembali tiduran.

Namun kemudian Donghae duduk kembali”Kenapa terasa sangat nyata,dan kenapa gadis itu memanggilku oppa?apa aku mengenalnya,tapiiii….sepertinya aku belum pernah melihat gadis itu,tapi gadis itu manis juga” Donghae memiringkan kepalanya dan alisnya terangkat.

“Hya!!! Apa yang kamu pikirkan Lee Donghae,itu cuma mimpi” Donghae beranjak dari tempat tidurnya.

–00–

“Eommaaaa….”
Sebuah suara berisik terdengar di salah satu rumah pagi ini.

“Hya?!!! Rae Sun-a,kenapa kamu selalu memakai barang-barang punyaku” Soo Rim terlihat jengkel dengan adiknya itu.

Rae Sun hanya menjulurkan lidahnya dan tersenyum mengejek kakaknya Soo Rim yang terlihat siap menelannya hidup-hidup itu.Rae Sun berlari ke dapur menemui eomma dan berteriak “Eommaaaa….”

Rae Sun bersembunyi di balik punggung ibunya. “Kalian berdua bisa diam,tiap hari kerjanya hanya bertengkar saja” Eomma Rae Sun dan Soo Rim menggelengkan kepalanya,beliau heran kenapa kedua putrinya itu selalu saja bertengkar setiap pagi dan membuat keributan.

“Eomma,jangan melindungi Rae Sun terus menerus,eomma tahu Rae Sun jadi seenaknya begitu terhadapku,padahal aku ini kan kakaknya” Soo Rim protes

“Tentu saja eomma lebih sayang denganku,aku kan lebih cantik dari unnie” Rae sun tersenyum bangga.

Soo Rim kesal dan hendak melayangkan sendok yang ada meja makan,namun di hentikan ibunya.

“Soo Rim-a,eomma tidak membedakan kalian berdua,ingat Rae Sun sebentar lagi akan masuk sekolah asrama”

Rae Sun dan Soo Rim langsung diam,sekilas Soo Rim melihat raut wajah Rae Sun langsung berubah.

“Ne,eomma tidak perlu mengingatkannya lagi” Rae Sun pergi dari dapur dan sebelum meninggalkan dapur “unnie,ini aku kembalikan” Rae Sun memberikan jepit rambut berwarna putih itu kepada kakaknya “Mianhe,aku hanya ingin mengerjaimu saja pagi ini”
Setelah mengatakan itu Rae Sun pun pergi.

“Rae Sun-a,neo odiseo?” Tegur ibunya

“Aku akan ke rumah Hyemi dulu,menemui teman-temanku,sebelum benar-benar masuk sekolah asrama” ucap Rae Sun pelan.

Soo Rim memandang ibunya “Mianhe eomma” katanya tertunduk.

–00–

Rae Sun keluar rumah dengan kesal “Cih…kenapa eomma harus mengungkitnya?aku tahu kalau aku harus masuk sekolah asrama,dan aku tahu kalau itu semua salahku”

Karena kesal Rae Sun menendang kaleng kosong yang ada di hadapannya dan tanpa sadar mengenai seorang Ahjussi yang sedang berjalan di hadapannya “uppss…” Rae Sun tersenyum getir dan sudah siap berlari,namun terlambat Ahjussi itu memegang tangannya “Hya!! Mau kemana Park Rae Sun?” Tampang ahjussi itu sangat mengerikan

Rae sun membungkukkan badannya berkali-kali “cheosonghamnida,ahjussi,aku tidak sengaja melakukannya” Rae Sun terus saja membungkukkan badannya berkali-kali

Melihat Rae sun seperti itu,ahjussi itu memafkannya dan membiarkannya pergi.
Gadis kecil berambut ikal dan bermata bulat itu akhirnya bernafas lega,karena ahjussi itu memafkannya “Fiuuhhh….untung saja”

Rae Sun merupakan seorang gadis sangat terkenal di kawasan Gangwon,dia tidak hanya pintar bergaul,dia terkenal juga karena sering membuat onar dan berkelahi.

Rae Sun memajukan bibirnya saat melintasi toko ice cream “Ahjumma itu pasti tidak akan menjual ice creamnya lagi padaku,setelah putranya si Tae Hee itu ku hajar sampai masuk rumah sakit dan membuatku harus masuk sekolah asrama”

“Lagi pula itu memang salahnya,kenapa dia memutuskan hubungannya dengan sahabatku Hyemi dan berselingkuh dengan Eunah” Rae Sun melangkahkan kakinya menjauhi kedai ice cream itu.
Namun tiba-tiba telinganya mendengar seorang pria memanggil namanya”Rae Sun-a,khajima” Rae Sun membalikkan badannya dan langsung tersenyum masam “Pria ini baru satu minggu yang lalu ku hajar,kenapa dia berani memanggilku”

“Wae??” Jawab Rae Sun dingin

Pria yang memanggilnya itu adalah Kim Tae Hee,pria itu terlihat takut dan bisa di lihat di wajahnya masih ada beberapa luka “Rae Sun-a,aku dengar kamu akan pergi ke Seoul?”

“Ne” jawab Rae Sun singkat

“Kenapa kau harus pergi disaat akuu…..apakah karena kasus pemukulanmu terhadapku?”

Rae Sun hanya mengangguk

“Kenapa kau harus pergi disaat akuu…..” Kalimat Tae Hee gantung

“Neo,wae?” Rae Sun menaikkan alisnya bingung “Apa yang terjadi dengan namja geje di hadapannya ini,kenapa dia terlihat tersipu dan omona…wajahnya memerah??” Rae Sun semakin menaikkan alisnya.

“Rae Sun-a,bisakah kamu tidak pergi ke Seoul?”
“Hehh??” Rae Sun hanya melongo mendengar pertanyaan itu

Tae Hee terlihat salah tingkah “Aku menyukaimu” Ucapnya pelan dengan tertunduk

“Mwoya??” Mata Rae Sun melotot “Hya!!! Kim Tae Hee,apa kepalamu bermasalah setelah ku hajar seminggu yang lalu?”

“Sepertinya otakku memang sudah rusak,Park Rae Sun,maukah kamu menjadi pacarku?” Tae Hee yakin sekali dengan pernyataannya itu dan tersenyum.

“Huahahahahaha…..” Rae Sun tertawa terbahak-bahak,dia bingung dengan playboy di hadapannya ini,sepertinya otaknya sudah tidak waras,apa karena di hajarnya.

Tae Hee hanya tersenyum kecut mendengar Rae Sun tertawa dan menggaruk-garuk kepalanya.

“Hya!!! Kim Tae Hee,kalau tidak ingin ku tinju sebaiknya kamu segera pergi dari hadapanku

“Sirho” jawab Tae Hee lantang

“Baiklah”Rae Sun terlihat meremas kedua tangannya dan sebelum Tae Hee menghindar Rae sun sudah mencengkram kerah baju Tae Hee “Neo paboya,aku tidak akan menjadi kekasih siapapun,karena aku sudah punya kekasih,arraseo” bentak Rae Sun dan kemudian melayangkan tinjunya kewajah Tae Hee.

Tae Hee hanya mengelus pipinya yang terasa perih dan memandang Rae Sun dengan penuh tanda tanya “Park Rae Sun,jagoan di sekolah dan juga jagoan daerah Gangwon mempunyai seorang kekasih?”

Rae Sun pergi dengan kesal “Cih..apa-apaan Kim Tae Hee itu,suka padaku” Rae Sun menunjuk dirinya sendiri “Waahhh…sepertinya aku harus segera menghubungi Hyemi,agar tidak menemui playboy cap ikan itu lagi”
Rae Sun mengambil phonselnya dan tepat saat phonselnya dinyalakan Rae Sun bisa melihat Wajah tampan Donghae terpampang di layar phonselnya”Donghae oppa,aku akan selalu mencintaimu” Rae Sun mengelus-elus phonselnya itu dan tersenyum sendiri seperti orang gila,Rae sun bahkan tidak sadar kalau saat itu dia di lihat oleh orang-orang yang melihat aneh ke arahnya.

Disaat asyik mengagumi wajah Lee Donghae yang seorang artis itu,Rae Sun di kagetkan oleh suara phonselnya yang nyaring.Rae sun melihat nama yang tertera pada phonselnya “Kang Hyemi” dengan cepat Rae Sun menekan tombol jawab

“Ne,Hyemi-ya wae?”

“Hya!! Park Rae sun kamu lupa hari ini kita akan kumpul-kumpul untuk melepas kepergianmu ke Seoul” Suara Hyemi yang memekakkan telinga itu membuat Rae Sun menjauhkan phonselnya sedikit dari telinganya.

“Ne,arraseo,tunggu saja sebentar lagi aku akan kerumahmu” jawab Rae Sun

“Huhh!!! Kamu selalu saja terlambat,aku kan sudah bilang kalau kita mengadakan pesta perpisahan ini di rumahmu saja”

“Hyemi-ya,aku tidak mau membuat repot uri eomma,kau tahu kan aku ingin menikmati hari-hari terakhirku di rumah dengan tenang”

“Dengan tenang?? Bukannya dirumahmu selalu terjadi keributan tiap pagi?ku dengar kamu selalu menganggu kakakmu”

“Hahahaha….kamu tahu juga”

“Hya!!! Sudahlah,aku dan yang lainnya akan menunggu di rumahku”

Hyemi memutuskan telponnya.
Raut wajah Rae Sun terlihat sedih dan tertunduk untuk beberapa menit,namun kemudian Rae Sun tersenyum “Baiklah aku harus semangat,lagipula ini adalah hari terakhirku di Gangwon”

–00–

Kedua orang tua dan juga kakak perempuan Rae Sun mengantarnya ke stasiun kereta.

“Rae Sun-a,appa harap kamu tidak membuat masalah di Seoul”

“Ne,aku akan menjaga sikapku appa”

“Jangan membuat Yonghee kerepotan dengan ulahmu,sebelum masuk asrama kamu akan Yonghee tinggal dengannya di sana” ibu Rae Sun memeluk putri bungsunya itu dengan erat.

Rae Sun hampir saja menitikkan airmatanya saat berada di pelukan ibunya “Aku akan selalu menelpon eomma” suara Rae Sun tertahan

Setelah Rae Sun melepaskan pelukannya sekarang dia berdiri di hadapan kakaknya yang selalu di ganggunya tiap hari “Unnie,aku pasti akan sangat merindukanmu”

Soo Rim memeluk tubuh adik kecilnya itu “Hya!! Ku harap kamu tidak membuat banyak masalah di Seoul,jangan buat Yonghee unnie kerepotan oleh sifatmu,kau tahu kan Yonghee unnie sangat sibuk”

Rae Sun hanya mengangguk dan sebelum masuk kereta api,sekali lagi Rae Sun memeluk ayah,ibu dan juga kakaknya.

Rae sun merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara,saat ini yang masih duduk di bangku sekolah adalah dia dan Soo Rim.
Selain Soo Rim,Rae sun masih mempunyai Yonghee yang merupakan anak tertua dan sekarang bekerja sebagai model di Seoul,kakak keduanya seorang namja bernama Joo Ji,oppa satu-satunya itu sekarang berada di Busan dan bekerja disana.

Rae Sun menghembuskan nafasnya dengan berat “Seandainya Joo Ji oppa ada di rumah saat kejadian itu,aku pasti tidak akan pergi ke sekolah asrama”

Rae Sun tersenyum sendiri,bagaimana dia tidak berandai-andai seperti itu Joo Ji oppa selalu saja membelanya.

Rae Sun melihat jam di pergelangan tangannya “Masih satu jam lagi” gumamnya dan kemudian memutuskan untuk tidur sebentar.

Baru saja Rae Sun akan menutup matanya,dia mendengar seorang gadis yang menangis dan memohon agar barangnya tidak diambil,awalnya Rae Sun tidak perduli,dia sudah berjanji tidak akan membuat masalah lagi.Namun lama-lama dia tidak tahan juga dan mulai berdiri dari posisinya,dia melihat 3 orang pria berandalan sedang menganggu seorang yeoja dan alangkah kagetnya Rae Sun melihat tidak ada satu orang penumpang pun yang membantu gadis itu.

“Ahjussi,tolong hentikan” Rae Sun memegang pundak salah seorang pria yang sedang menganggu wanita muda,dari wajah dan penampilannya Rae Sun bisa tahu kalau wanita itu seumuran dengannya.

Pria itu berpaling dan melihat Rae Sun “Waahh….adik kecil,ternyata kamu lebih cantik dari gadis ini,kau mau jadi kekasihku?” goda pemuda itu memegang dagu Rae Sun

Rae Sun melepaskan tangan pemuda itu dengan kasar dan tersenyum meremehkan “Cih…ahjussi,aku ini lebih cocok jadi keponakanmu,jadi tidak sepantasnya Ahjussi bicara seperti itu”

“Mwo??ahjussi,aku ini bukan ahjussi mu” pria itu terlihat kesal

Rae Sun memiringkan kepalanya dan melihat ke belakang pria itu “Aghasi,sebaiknya cepat pergi”

Yeoja itu segera berdiri dan menjauh dari situ,namun saat akan pergi yeoja itu di hadang oleh 2 pemuda lainnya “Mau kemana?kalau hyung dengannya berarti kamu harus sama kami” salah seorang pria itu memegang pinggang yeoja itu “Jebal,jangan apa-apakan aku,kalau kalian ingin uang aku akan memberikannya” yeoja itu menangkupkan kedua tangannya di hadapan kedua pria itu.

Namun kedua pria itu malah semakin menarik yeoja itu dan hal itu membuat Rae Sun yang melihatnya langsung menyingkirkan tangan pemuda yang ada di hadapan dan melayangkan tendangannya kesalah satu pria yang memegang pinggang yeoja itu.

Dengan sekali tendang Rae Sun langsung membuat pemuda itu ambruk ke lantai,Rae Sun terlihat tersenyum sinis.
Dan 25menit kemudian ke tiga pemuda itu terkapar kesakitan,Rae Sun mengangkat kerah baju salah satu pemuda berandalan itu “Sekarang juga kalian minta maaf padaku,ah ani,tapi dia” Rae Sun menunjuk yeoja yang sudah berlinang air mata itu

Pria itu menuruti kemauan Rae Sun dan meminta maaf pada Yeoja yang masih terlihat ketakutan itu.Semua yang melihat kejadian dalam kereta itu memberikan applause buat Rae Sun.

Rae Sun membenahi bajunya “aiishh…. Rok ku jadi kotor kan”

“Chogi” suara seorang yeoja membuat Rae Sun menghentikan tangannya yang sedang merapikan rok mininya dan memutar kepalanya ke arah suara

“Ne”jawabnya singkat

“Gamshamnida,sudah menolongku…naega Hwang chae Rim imnida” yeoja bernama Hwang Chae Rim mengulurkan tangannya.

Rae Sun menerima uluran tangan yeoja itu sambil tersenyum “Park Rae Sun imnida”

Setelah berkenalan Rae Sun kembali ketempat duduknya di ikuti oleh Chae Rim,melihat Chae Rim mengikutinya dan duduk tepat disampingnya Rae bertanya “Bukankah tempat dudukmu bukan disini?” Alis Rae Sun terangkat

Chae Rim bukannya menjawab malah memberikan saputangan kepada Rae Sun “Ini” katanya menyodorkan saputangan berwarna putih itu.

Rae Sun menaikkan alisnya tanda tidak mengerti.
Chae Rim memberikan petunjuk dengan menyentuh bibirnya “Itu,untuk menghilangkan darah”

Rae Sun meraba bibir kananya dan beringsut karena tiba-tiba dia merasakan perih “Gomawo”

Perjalanan Rae Sun kali ini tidak seperti tadi,karena sekarang dia punya teman bicara dan itu sangat membantu karena itu tidak membuatnya mengantuk sampai tempat tujuan.

–00–

Rae Sun baru saja turun dari kereta api “Sepertinya kita berpisah disini” katanya pada Chae Rim

“Semoga kita bisa bertemu lagi Rae Sun-a,annyeong” Chae Rim melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Rae Sun.
Rae Sun menjinjing koper yang dibawanya “Aiisshhh…Eomma apa saja sih yang di taruh di dalam sini,kenapa berat sekali”

Rae Sun tersenyum melihat Yanghee unnie ternyata menjemputnya dan Rae Sun sangat bersyukur karena ternyata kakaknya itu mempunyai supir pribadi,jadi dia tidak perlu membawa koper berat itu.

“Unniieee….”Rae Sun menghambur ke pelukan Yonghee

Setelah memeluk adiknya “khaja” katanya menarik tangan Rae Sun.

“Kita mau kemana?” Tanya Rae Sun dengan polosnya.

“Ke apartemen unnie lah,memangnya kamu mau kemana dulu?”

“Unnie-ya,bagaimana kalau kita makan dulu?”
Yonghee menaikkan alisnya melihat Rae Sun “Kamu lapar?”

Rae Sun menganggukkan kepalanya pasti “Aku sangat lapar,karena tadi aku baru saja menghajar pria hidung belang…ooppsss” Rae Sun menutup mulutnya yang keceplosan itu.

“Mwo??kamu berkelahi”

Rae Sun hanya tersenyum dan memperlihatkan barisan giginya yang putih dan tangannya membentuk huruf V
Yonghee hanya menggelengkan kepalanya “Harimu saja belum dimulai di Seoul ini,tapi kamu sudah membuat keributan” Yonghee mendecakkan lidahnya

“Hya!! Park Rae Sun apa ini?” Yonghee memegang ujung bibir Rae Sun yang terlihat sedikit biru “Aiisshh…awas kalau sekali lagi kamu membuat onar dan membuat wajahmu seperti ini,unnie akan meminta eomma dan appa mengirimmu ke luar negri” ancam Yonghee

“Ne,arraseo,aku tidak akan mengulanginya lagi” ucap Rae Sun tertunduk lesu.

“Baiklah,mari kita cari makan dulu,sepertinya otakmu memang harus di jernihkan dengan makanan” Yonghee memerintahkan supirnya untuk berhenti di salah satu restoran mewah yang ada di kawasan Gangnam

–00–

Donghae harus puas dikagetkan oleh suara Ryeowook yang melengking di telinganya.Dengan malas Donghae membuka matanya.
Lagi-lagi dia bermimpi bertemu gadis yang seminggu lalu muncul di mimpinya.Donghae memegang kepalanya yang terasa berat dan melihat Ryeowook tengah berusa membangunkan teukie.

“Wookie-ya,biarkan hyung tidur sebentar lagi” kata Donghae sambil berjalan menuju kamar mandi.

Wookie menggembungkan pipinya dan menghela nafas “Padahal aku sudah membuatkan sarapan” Wookie berdiri dan pergi keluar kamar Donghae dan Teukie.

Donghae berdiri di hadapan cermin yang ada di kamar mandi,menatap dirinya di cermin dan tiba-tiba sebuah senyum terlihat dari bibirnya.Donghae mengingat mimpinya semalam,gadis itu datang lagi dan tanpa ragu mencium pipi Donghae sambil berkata “Oppa,You’re my first love”

Donghae tidak bisa melupakan gadis itu,dia terlihat sangat manis dan matanya itu tidak seperti orang korea pada umumnya,matanya sangat bulat. “Siapa gadis yang selalu muncul di mimpiku akhir-akhir ini?” Donghae memegang dagunya tampak berpikir “Aigooo!!! Sepertinya aku mulai gila” Donghae menepuk-nepuk kedua pipinya pelan.

–00–

Donghae tidak menyadari kadatangan Eunhyuk di hadapannya,Eunhyuk sudah memanggilnya beberapa kali dan mengibaskan tangannya di hadapan Donghae,namun Donghae tetap tidak bergeming. “Hya!!! Lee Donghae” teriak Eunhyuk tepat di telinganya.

Donghae beringsut “Tidak perlu teriak seperti itu hyung” Donghae memegang telinganya yang serasa berdenging karena teriakan Eunhyuk.

“Hya!! Hya!! Kamu melamun,makanya tidak mendengar,kau tahu sudah dari tadi aku berada di depanmu,tapi kamu bahkan tidak menyadari kedatanganku” Eunhyuk beranjak dari tempat duduknya.
“Odiga?” Tanya Donghae heran melihat Eunhyuk yang tiba-tiba berdiri dan meninggalkannya

Eunhyuk mengangkat kedua bahunya “Tidak jadi,aku malas kalau bicara tapi tidak di dengarkan”

Donghae menarik tangan Eunhyuk dan mendudukannya kembali di hadapannya “Mianhe,sekarang aku akan mendengarkan,hyung ada masalah?” Tanya Donghae menopangkan dagunya di atas meja dan memasang tampang serius.

“Anio” kata Eunhyuk santai

“Tidak ada apa-apa?” Tanya Donghae menaikkan alisnya tidak mengerti

Eunhyuk hanya melihat Donghae tanpa berkata sepatah katapun,dia tampak sedang memperhatikan Donghae dan bertanya-tanya “Apa yang membuat sahabatnya itu jadi sering melamun akhir-akhir ini?”

“Waeyo? Kenapa melihatku seperti itu” tanya Donghae

“Kamu ada masalah sama keluarga,kamu rindu keluargamu,atau kamu sedang bermasalah sama pacarmu?” Eunhyuk melontarkan pertanyaan itu sambil memegang dagunya.

Donghae langsung tertawa terbahak-bahak dan tangannya langsung memegang dahi Eunhyuk “Sepertinya hyung tidak sakit”

“Aiissshh….” Eunhyuk melepas tangan Donghae dari dahinya “Hya!! Aku baik-baik saja,justru kamu yang terlihat aneh belakangan ini”

“Naega?” Tunjukk Donghae pada dirinya sendiri

“Ne,neo wae?” Eunhyuk menaruh jari telujukknya di dada Donghae

“Nan gwenchana” kata Donghae santai

“Apa yang membuatmu selalu melamun akhir-akhir ini?”

Donghae diam sejenak namun kemudian Donghae bersuara “Molla-yo?” Donghae mengangkat kedua bahunya bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini.

“Apa kamu di tolak oleh seorang yeoja?” Tanya Eunhyuk penuh selidik.

“Hyung,jangan merehkan aku,aku adalah sang cassanova,siapa pun wanita yang melihatku pasti langsung menerimaku”

“Cih!!” Cibir Eunhyuk

“Lalu kalau memang kamu cassanova,apa yang membuatmu melamun dan sering tidak fokus dalam pekerjaan?”

“Hhaahhh…..” Donghae menghembuskan nafasnya dengan berat “Aku juga bingung hyung?”

“Pertama aku berpikir ini hanya mimpi,karena aku hanya sesekali bermimpi bertemu dengan seorang gadis”
“Mimpi seorang gadis,lalu?” Eunhyuk terlihat mulai tertarik

“Dan hyung tau,sekarang setiap malam gadis itu selalu datang di mimpiku,aku merasa sangat nyata,lagipula aku sangat suka melihat wajahnya,matanya yang bulat dan senyumnya yang manis” Donghae menghembuskan nafasnya lagi dan melanjutkan “Tapiiii…..”

“Kamu berharap kalau itu bukan mimpi?” Potong Eunhyuk sebelum Donghae menyelasaikan kalimatnya.

Donghae mengangguk pelan,namun kemudian Donghae tiba-tiba berdiri

“Hya!! Ne odiga-yo?” Eunhyuk melihat Donghae yang sudah berdiri

“Bukankah kita akan latihan dance?”

“Hya!!! Ceritamu belum selesai” protes Eunhyuk

“Sudahlah tidak ada yang perlu ku ceritakan lagi” Donghae berjalan menjauhi Eunhyuk menuju compo dan memutar salah satu lagu Super Junior.

–00–

Rae Sun memandang takjub sekolah yang ada di hadapannya saat ini.Saat ini dia sedang berdiri di depan pintu gerbang sekolah barunya.

“Ini benar sekolah asrama?” Tanyanya kepada Yonghee saat mereka mulai masuk halaman.

Yonghee hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Rae Sun terus mengamati sekolah itu,sekolah itu punya halaman yang sangat luas. Gedungnya juga sangat besar “Pantas saja,ini kan sekolah asrama” kata Rae Sun sambil terus mengekor Yonghee yang ada dihadapannya.

15menit kemudian mereka berdua tiba di ruang kepala sekolah.Rae Sun hanya diam duduk di salah satu kursi,sedangkan Yonghee bicara dengan. Kepala sekolah.

Tidak lama Yonghee berdiri dan membungkukkan badannya “Gamshamnida,saya titip adik saya disini”

Kepala sekolah wanita itu tersenyum kepada Rae Sun “selamat datang di sekolah kami Park Rae Sun,semoga kamu betah disini,sebentar lagi wali kelasmu akan menjemputmu ke sini ” sapa beliau ramah.

Rae Sun hanya tersenyum dan membungkukkan badanny.
“Rae Sun-a,ingat pesan unnie,kamu jangan membuat masalah dulu disini,ah ani,tapi jangan pernah membuat masalah,arraseo” ucap Yonghee

“Siap bos” Rae Sun memberi hormat kepada unnienya itu

“Tiap akhir pekan aku akan menjemputmu pulang ke apartemen” ucap Yonghee sambil terus merapikan seragam Rae Sun.

Rae Sun tersenyum “Unnie tenang saja aku tidak akan membuat masalah disini,lagipula ini kan asrama putri,aku hanya berkelahi dengan namja saja”

Yonghee melebarkan matanya dan memukul pundak Rae Sun pelan “Sudah sana,sebaiknya kamu segera pergi,karena sepertinya gurumu sudah datang” Yonghee menunjuk seorang wanita dengan cardigan coklat mendekati mereka berdua.

–00–

Rae Sun tiba di kelas 2-3,Rae Sun mengekor di belakang wali kelasnya dan setelah sampai di depan kelas wali kelasnya memperkenalkan Rae Sun kepada murid yang lainnya.

“Annyeong haseyo,Park Rae Sun imnida,mohon bantuannya” Rae Sun menundukkan kepalanya dan tersenyum kepada semua penghuni ruang kelas barunya itu.

Setelah sedikit berkenalan Rae Sun di suruh duduk ke salah satu meja kosong yang berada tepat di samping jendela.

“Rae Sun ssi” tegur seseorang

Rae Sun memutar kepalanya melihat ke arah suara,dan tepat di samping kanannya seorang gadis tersenyum manis padanya “Masih ingat denganku?” Tanyanya

Rae Sun telihat tampak berpikir dan sesekali melihat teman sekelasnya itu “Neo….” Tunjuk Rae Sun saat dia sudah mengingat siapa gadis yang ada saat ini tersenyum padanya “Kamu yang ku tolong tempo hari di kereta kan?” Sambung Rae sun

Gadis itu mengangguk “Hwaaa….aku tidak menyangka kita akan jadi teman sekelas”

Saat Rae Sun dan Chae Rim asyik bicara,tiba-tiba suara guru mengangetkan mereka berdua.

“Hwang Chae Rim,kalau ingin berkenalan nanti saja”

Gadis bernama Hwang Chae Rim itu memutar posisi duduknya “Cheosonghamnida songsengnim”

–00–

“Donghae-ya odiga-yo?” Tegur yesung saat melihat Donghae mengenakan syal dan kacamata hitam

“Aku ingin jalan-jalan di sekitar sungai Han saja hyung”

Yesung menatap Donghae dari ujung kaki sampai kepala ” Baiklah.terserah saja”

“Na khanta” pamit Donghae

Donghae terpaksa memanggil supirnya karena tidak mungkin dia pergi sendiri,apa lagi mengingat kalau skill menyetirnya sangat buruk.Donghae bahkan hampir membunuh Eunhyuk.

Donghae melihat jalanan sekitar,banyak anak-anak sekolah yang berlalu lalang.Donghae melirik jam di pergelangan tangannya “Aku punya waktu satu jam” gumamnya pelan.

Donghae merapikan syalnya hingga menutupi mulut dan hidungnya dan kemudian berjalan keluar mobil.

Donghae menghembuskan nafasnya dan menariknya dalam,kali ini dia ingin menikmati suasana senja dengan berjalan di sepanjang jalan Sungai Han.

–00–

“Rae Sun-a,kamu tahu aku sangat senang karena kamu sekolah disini,dan kau tahu ternyata kita satu kamar” jelas Chae Rim semangat.

“Jadi dalam satu kamar ada berapa orang?” Tanya Rae Sun

“Cuma berdua”

“Jinja?”

Chae Rim mengangguk pasti “Seperti yang kamu lihat sekolah kita sangat luas,begitu juga asramanya,aahhh…akhirnya setelah sekian lama aku akhirnya punya teman sekamar” Chae Rim tersenyum bahagia dan menggandeng tangan Rae Sun.

“Hehh?? Memangnya selama ini tidak ada yang mau tinggal satu kamar denganmu?”

“Ne,dan kuharap kamu bisa bertahan” jawab Chae Rim lesu

“Nde?” Jawab Rae Sun tidak mengerti

“Ah,anio” Chae Rim mengibaskan kedua tangannya “Khaja” chae Rim menarik tangan Rae Sun pergi ke kamar mereka.

Gedung sekolah dan asrama mereka hanya bersebelahan,cukup dengan 15 menit mereka sudah sampai di kamar asrama.

“Rae Sun-a,hari ini kan sabtu,bagaimana kalau kita jalan-jalan di sepanjang sungai Han?”

“Untuk apa?” Rae Sun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya

“Ya jalan-jalan saja,menikmati matahari senja”

Rae Sun hanya diam dan malah memejamkan matanya tidak peduli dengan Chae Rim.

“Rae Sun-a” Chae Rim mengguncang tubuh Rae Sun

Rae Sun akhirnya duduk “Baiklah,tapiiii…” Rae Sun menatap koper yang belum dia keluarkan isinya.

Chae Rim tersenyum “Kamu tenang saja aku akan membantumu membereskannya,sebagai bonus kamu menemaniku kamu akan ku traktir makan ttokpoki”

“Khaja” ucapa Rae Sun bersemangat

–00–

Donghae duduk bersandar di kursi panjang yang terdapat dipinggir sungai Han,sesekali dia tersenyum melihat sepasang kekasih yang terlihat mesra berjalan di hadapannya “Harusnya kau tidak kemari pada saat akhir pekan seperti ini”

“Mungkin mengasyikkan membawa pacar kita kemari sambil menikmati es krim” memikirkannya saja sudah membuat Donghae bahagia,namun sedetik kemudian Donghae memukul kepalanya “Aigooo…..”

“Sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini”

Donghae berdiri dan tiba-tiba merasakan phonselnya bergetar pertanda ada panggilan masuk.Dengan segera Donghae merogoh saku jasnya.

Leeteuk Hyung calling…..

“Ne hyung wae?” Sapa Donghae setelah phonselnya ada ditelinganya.

“Neo odiseo?”

“Aku sedang ada dipinggir sungai Han”

“Sebaiknya kamu cepat kembali,kita ada rapat dengan manager hyung”

“Ne,aku akan segera kesana” jawab donghae dan kemudian mematikan phonselnya.

Saat akan memasukkan phonselnya kepala Donghae terkena sebuah bola yang membuat kacamata dan syalnya sedikit turun “Aiisshhh…” Setelah membetulkan letak kacamatanya Donghae membungkukkan badannya mengambil bola yang telah mengenai kepalanya dia bahkan tidak sadar kalau syalnya terbuka.

Seorang siswi sekolah yang masih mengenakan seragamnya menghampiri Donghae “Cheosonghamnida” katanya membungkkan badannya berkali-kali.

Kalau laki-laki Donghae memang akan memarahinya,tapi yang datang padanya malah seorang gadis.Donghae menyerahkan bola tersebut “Kalau main itu hati-hati” tegurnya ramah.

Gadis itu membungkukkan badannya lagi,namun saat menerima bola dari tangan Donghae,tiba-tiba saja dia berteriak “Donghae Oppa,Donghae oppa” katanya terus menerus.

Teriakannya sontak membuat orang yang ada di sekitar tempat itu menoleh ke arahnya.

Donghae langsung membeku “Sepertinya dia akan lebih lama berada disini”
Dan benar saja,semua gadis yang ada disitu mengerumuninya,sebagian ada yang minta tanda tangan dan juga foto bersama.Meskipun lelah Donghae hanya bisa melayani mereka satu persatu sambil terus tersenyum sewajar mungkin.

–00–

Chae Rim harus puas di porotin Rae Sun,karena tidak ttokpoki saja yang di makan Rae Sun,tapi juga es krim.

“Hya!! Rae Sun-a,kamu memang ingin menguras habis isi dompetku?” Chae Rim bicara sambil terus melihat isi tas tangannya

“Mianhe,lagipula aku belum makan dari siang” ucap Rae Sun tersenyum.

Mereka berdua berjalan di sepanjang sungai Han ditemani matahari sore.

“Aku bahagia,akhirnya aku bisa punya teman”

Rae Sun menggaruk-garuk kepalanya ” Memangnya selama ini kamu tidak punya teman?apa yang kurang darimu?kamu kan orangnya cantik dan juga baik”

“Hwaaaa….gomawo sudah bilang kalau aku baik” Chae Rim memeluk Rae Sun

“Hya!!Hya!! Apakah kamu selalu seperti ini,memeluk orang sesukamu” Rae Sun menurunkan tangan Rae Sun dari pundaknya.
“Ani,aku hanya memeluk orang yang menurutku special dan mau berteman denganku”

Saat Rae Sun dan Chae Rim asyik bicara,tiba-tiba seorang pria menabrak tubuh Rae Sun

“Bruukkk!!!” Rae Sun terjatuh

“Hya!! Neo micheseo” teriak Rae Sun tidak terima karena pria yang sudah menabraknya dan membuat es krimnya terjatuh ketanah.

Pria itu membalikkan badannya dan saat dia melihat wajah Rae Sun pria itu hanya diam dan mematung saat Rae Sun sudah ada di depannya.

To Be Continue~~

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s