My Lovely Boss -Part 10 –

Annyeong ^^ author labil balik lagi membawa ff yang udah lama banget ga ada lanjutannya ini,hehehe….

N.B : Bacanya jangan diam-diam yah,nanti di kutuk nenek sihir lo

Let’s Cekidot aja lah!!
—-

Aku memacu mobilku kencang,semenjak Hyonie bilang kalau dia mau makan malam denganku malam ini,Aku tidak berhenti tersenyum,bahkan sepanjang perjalanan ini saja,aku masih terus tersenyum.
Saat melewati sebuah toko bunga aku memutuskan untuk berhenti dan mampir ke toko bunga itu,aku akan membelikannya bunga.
Aku jadi ingat dulu saat kami ke Jepang beberapa bulan yang lalu saat melihat mawar putih Hyonie terlihat begitu bahagia

“Waahhh…..white Rose Jongwoon-a”katanya dengan mata berbinar

“Aku juga tahu itu mawar putih”ucapku acuh tak acuh

“Hya!!!kau tahu aku sangat menyukai mawar putih”

Aku mengerutkan keningku “Aneh?biasanya wanita lebih suka dengan mawar merah?” Aku memiringkan kepalaku menatapnya tidak mengerti

“Mawar merah kan sudah biasa,memang hampir semua wanita menyukai mawar merah,tapi bagiku mawar putih itu melambangkan kesucian,menyimbolkan cinta sejati,kemurnian dan kesungguhan,juga kelembutan,warnanya yang putih bersih itu,membuat hati tentram bila kita melihatnya”

Waktu itu aku hanya tertawa mendengar ucapannya,tapi sekarang kurasa Hyonie memang tidak salah menyukai mawar putih.

Aku masuk ke sebuah toko bunga dan di sambut hangat oleh seorang wanita setengah baya.

“Mau cari bunga apa tuan?”Tanya wanita itu

Aku memutar kepalaku melihat seisi ruangan toko itu,kemudian sudut mataku menemukan bunga yang aku cari

“Ahjumma,tolong mawar putih itu” Aku menunjuk mawar putih yang terletak di salah satu sudut toko

“Wah…anda sangat teliti memilih bunga”Ahjumma itu berjalan menuju mawar putih yang ku maksud

Setelah wanita itu membungkus mawar putih itu aku segera menuju restoran yang aku dan Hyonie akan makan malam.Aku harus segera kesana,karena tadi dia sudah marah-marah menelponku,apa maksudnya

“Telat 10 menit saja,aku akan meninggalkan tempat ini dan kamu tidak akan bisa melihatku lagi selamanya?”

Aiissshhhh….aku segara melajukan mobilku dengan cepat.

25 menit kemudian aku akhirnya tiba di restoran,akan tetapi apa ini? Aku tidak menemukan Hyonie di sini dan kenapa Kim Sanghee ada disini?begitu banyak pertanyaan yang ada di kepalaku saat ini,aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan,namun wanita yang kucari itu tetap tidak ada

“Kim Jong Woon ssi,sedang mencari siapa? Dan aahh…apa itu bunga untukku?” Sanghee mendekatiku dan mencoba mengambil mawar putih yang ada di tangan kananku

Aku menarik tangan kananku yang memegang bunga itu ke belakang “Mianhe Sanghee ssi bunga ini bukan untukmu”

Sanghee jelas terlihat sangat terkejut,namun kemudian dia tersenyum “Gwenchana”

“Aissh….kemana wanita itu? Apakah dia sengaja melakukan ini?”
Aku mengeluarkan phonselku dan menekan angka 3,sekian lama tidak terdengar jawaban apapun

“Kim Jong Woon ssi,apakah kamu mencari nona Park?”

Sanghee menepuk pundakku dan hal itu sontak membuatku membalikkan badanku menghadapnya

“Apa kau tahu dimana dia?”

“Kalian tidak bertemu di depan?”

Aku mengerutkan keningku “Maksudnya?di depan restoran??”

Sanghee menganggukkan kepalanya,”Bukankah tadi nona Park menunggumu di sana”

“Aishh…kalau dia memang ada disini,seharusnya dia masih disini”gumamku

“Maafkan saya Sanghee ssi,sepertinya aku harus segera pergi” sebelum benar-benar pergi aku menundukkan badanku sedikit kepada Sanghee ssi

–00–

“Mianhe Jong woon-a,jeongmal mianhe.aku tidak sanggup mengatakannya langsung”
Ku tatap kamarku sebelum aku pergi meninggalkan tempat ini,disini aku pertama kali bekerja dan bertemu dengan seorang Kim Jong woon,orang yang lebih di kenal sebagai tuan muda di rumah besar ini.
1 tahun bekerja disini ternyata tidak terasa,sekarang aku harus pergi dan akan sangat merindukan rumah besar ini.

Sore tadi setelah pulang dari kantor,aku segera merapikan barang-barangku dan pamit pada semua yang ada di rumah itu,pertama kali aku pamit pada Halmoni kepala pelayan.Sore itu seperti biasa aku memasuki ruang kerja kepala pelayan,ku ketuk pintu ruang itu pelan,setelah aku di persilahkan masuk

” Hyonie-ya,kenapa harus berhenti?”

“Cheosonghamnida Halmoni,saya sangat berterima kasih sudah membawaku dan memberikanku pekerjaan di tempat ini ” aku menundukkan kepalaku beberapa kali

“Tapi apa yang harus aku katakan pada tuan muda?”
Aku tersenyum ” Anda bilang saja masa kerjaku sudah berakhir”

Halmoni kepala pelayan tampak mengehmbuskan nafasnya berat ” Kalau memang itu sudah keinginanmu,dan kalau memang ini yang terbaik untukmu,aku tidak bisa menahanmu,semoga sukses di luar sana Hyonie-ya”

Halmoni menghampiriku dan memelukku erat
“Baiklah Halmoni,aku harus pamit pada yang lainnya” pamitku dan keluar ruangan beliau.

Saat aku keluar ruangan kepala pelayan,ku lihat Choon unnie sudah ada di depan ruangan kepala pelayan.

Ku coba untuk tersenyum dan menghampirinya
“Kenapa secepat ini kamu di terima kerja di tempat baru?” Choon unnie mulai menitikkan air matanya

“Unnie aku hanya pergi sebentar,lagipula aku pasti akan menghubungi unnie”

“Hyonie-a,ada sesuatu yang ingin aku tanyakan dari dulu”

“Mwo?”

“Kamu mencintai tuan muda?”

Aku hanya diam sesaat mendengar pertanyaan itu,aku memang tidak bisa berbohong pada wanita yang lebih tua 2tahun dariku ini,dengan tertunduk aku menjawab
“Ne,aku mencintainya unnie,sangat mencintainya” saat mengatakannya tanpa terasa air mataku keluar

Choon unnie menghampiriku dan memelukku “lalu kenapa harus meninggalkannya seperti ini?”

Aku tersenyum lagi meskipun mataku terus mengeluarkan air mata yang meskipun kutahan agar tidak keluar tapi tidak bisa air mata ini mengalir dengan sendiri “Aku juga tidak ingin melakukan ini unnie,tapi unnie kan tahu kalau aku ini hanya asistennya tidak lebih” kataku serak
“Tapi tuan muda juga begitu mencintaimu ”

Aku menghembuskan nafasku “Unnie kan tau kalau dia akan segera di tunangkan dengan wanita yang lebih pantas dengannya”

“Aku titip dia ya unnie” kataku memegang pundak Choon unnie

Choon unnie mengangguk “Ne” jawabnya singkat.

Aku pamit pada semuanya,beberapa dari mereka mengantarkanku sampai pintu gerbang rumah “Aaahh….aku pasti akan sengat merindukan rumah ini”

Aku melangkahkan kakiku meninggalkan rumah besar itu.Sebelum keluar tadi aku menyempatkan diri menemui tuan dan nyonya besar.

“Cheosonghamnida,saya harus keluar hari ini” aku membungkukkan badanku

“Wae??mendadak sekali?” Tanya nyonya besar

“Cheosonghamnida,pekerjaan ku yang baru mengharuskanku untuk segera berangkat”

Ibu Jong Woon mendekatiku dan memegang tanganku “Park Agashi,gomawo selama ini sudah membantu uri Jong Woon,aku sebagai ibunya minta maaf kalau selama ini Jong Woon membuatmu susah”

“Gwenchana,itu memang sudah kewajiban saya nyonya”

“Jeongmal gomawo,semoga perjalan mu menyenangkan”

Aku tersenyum dan membungkukkan badanku “Annyeong” pamitku keluar ruangan itu.

1 tahun sudah berlalu,aku mengenal Jong Woon disini yang tanpa sengaja ku tabrak dengan motor appa,disini aku merasa seperti rumah ke dua ku,aku mempunyai Choon unnie yang selalu membantuku,punya Halmony kepala pelayan yang mengajariku banyak hal,Kim ahjussi yang selalu menghiburku dan selalu membuat tersenyum dan juga semua yang bekerja di rumah besar ini.

“Hhahhh….Park Sung Hyo,kamu harus kuat,aja aja fighting” aku mengepalkan tanganku menyemangati diriku.

–00–

Setelah pamit dengan keluarga dan juga Siwon oppa,aku menuju apartemen sahabatku Shin Riyeon,dia lah yang mengirimkan berkasku pada perusahaan.

Satu bulan yang lalu dia menghubungiku dan bilang kalau dia akan membantuku mengirimkan berkasku,meskipun pada awalnya aku ragu,tapi karena dia yang juga kerja disana dan bilang kalau ini kesempatan langka,perusahaan tempatnya bekerja sangat jarang mencari tenaga kerja baru,akhirnya setelah mendengarkan penjelasan Riyeon aku pun menyetujui sarannya.

Tidak mudah memang,kali ini saja aku harus mengikuti tes akhir,dan tes akhir itu di adakan di perusahaan dimana Riyeon bekerja.

Sahabatku itu dengan senang hati menjemputku ke Korea,dan dia baru 2 hari di Korea.

Aku melihat jam di pergelangan tanganku saat sampai di depan pintu apartemen Riyeon,dan jam sudah menunjukkan pukul 11:00 AM “Sepertinya aku terlalu malam”

Aku menekan bel pintu apartemen Riyeon,dan tidak berapa lama pintu apartemen terbuka “Hwaaaa….Hyonie-ya” Riyeon langsung memelukku

“Mianhe,kalau aku datang selarut ini”

“Gwenchana,khaja” Riyeon menarik ku masuk ke apartemen.

Sekarang aku sudah berada di kamar Riyeon dan duduk di sofa “Sudah berapa lama kita tidak bertemu,semenjak aku pergi ke jepang??”

“Entahlah,rasanya baru tahun kemarin kamu berangkat ke Jepang”

“Aahh…kapan kita berangkat?” Tanyaku kemudian

“Chankaman” Riyeon berdiri dan menuju lemari dan mengambil sebuah amplop berwarna coklat

“Ige”katanya tersenyum dan menyerahkan amplop itu padaku

Aku membuka amplop itu perlahan,ternyata semua dokumen yang kuperlukan untuk keberangkatan ku kali ini “Gomawo” aku memeluknya.

“Baiklah sebaiknya kamu segera tidur,karena besok pesawat kita berangkat pagi”

Aku mengangguk dan mengganti pakaianku

–00–

Aku mengemudikan mobilku dengan kencang,aku masih berusaha menghubungi Hyonie “Aiisshhh…kenapa dia mematikan phonselnya”

“Hya!!!nona park sung hyo,apa yg kamu lakukan??apa yg kamu rencanakan,dan….knp phonsel mu mlh di matikan,hah???” Aku hanya bisa meninggalkan pesan suara

Aku menutup phonselku,.setelah sampai di rmh aku langsung menuju kmrnya..
Dan…”Nona choon?”aku kaget melihat nona choon sedang membersihkan kamar hyonie
”tuan muda,anda sdh pulang??”

”kemana hyonie??”

”dia pulang tuan muda”

”ne,araseo,tp…”aku langsung membuka lemari pakaian dan lemari itu bersih

”kemana dia???hyonie odiseo nona choon??”tanpa sadar aku memegang pundak nona choon

”cheosonghamnida tuan muda,sebenarnya hyonie sudah mengundurkan diri” nona Choon membungkukan badannya.

“”mwooo???”aku tidak percaya dengan yang baru saja di katakan nona choon
Aku langsung keluar menuju ruangan halmony kepala pelayan rumahku

Di ruangan itu aku melihat sebuah surat,saat ku ambil halmony masuk ruangannya

”Itu surat pengunduran diri hyonie,tuan muda”
Suara Halmony kepala pelayan membuatku kaget dan langsung menoleh karahnya

”Kenapa dia bisa mengundurkan diri tanpa memberitahuku,halmony??”

”Saya pikir hyonie sudah memberitahu anda sebelum dia mengajukan surat ini”

Aku melangkah gontai keluar ruangan holmony..

”Tuan muda gwenchana??” Halmony memegang tanganku,terlihat sekali beliau khawatir melihatku

Aku mengangkat kedua bahuku”Entahlah,halmony??”sepertinya aku butuh istirahat

Malam ini aku sukses tidak tidur sama sekali,sepanjang malam aku hanya memikirkan “Kenapa hyonie melakukan ini semua??”

Aku duduk dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 05:00 pagi,aku segera bergegas menuju kamar mandi dan setelah membersihkan diri aku langsung menyambar kunci mobilku…

–00–

“Annyeong hyonie-ya” sapa Riyeon

”Annyeong Riyeon-a” sapaku dan duduk tepat di sebelahnya

”Bagaimana tidurmu semalam??”

”Lumayan”kataku tersenyum

Padahal kenyataannya aku tidak bisa tidur semalam

”Mari sarapan dulu sebelum berangkat menuju bandara” Riyeon menyerahkan semangkuk cococrunch dan segelas susu padaku

Sebelum meninggalkan apartement Riyeon aku menyempatkan menyalakan kembali phonselku yg kumatikan sejak terakhir aku menghubungi jong woon,dan ada begitu banyak pesan yang masuk, semuanya dari jong woon,”Jeongmal mianhe jong woon-ah”aku mematikan kembali phonselku

”khaja”Riyeon menarik tanganku

–00–

Jalanan kota seoul masih lengang saat pagi ini aku mengemudikan mobilku diatas kecepatan rata-rata,aku berharap hyonie ada di rumah,aku harus meminta jawaban atas semua yg terjadi semalam

Aku tiba di rumah Hyonie,setelah mengatur nafasku aku mengetuk pintu rumah itu pelan.
Pintu terbuka dan langsung terlihat muka Kyuhyun dengan rambut acak-acakan

”Ah..hyung ada apa pagi- pagi sudah di sini??”

”Kyuhyun-a,nuna mu ada??”

”Nuna?ah..nuna hari ini berangkat ke jepang” jelas Kyuhyun

“Mwo??” aku kaget sekali mendengar yg baru saja di katakan kyuhyun

”Kyuhyun-a,jangan bercanda spt ini,nanti hyung tidak akan mau kamu ajak main game lagi ”

”Anio hyung,nuna memang berangkat ke jepang hari ini”

”Lalu dimana dia sekarang??”aku masuk dan langsung menuju kamar hyonie

Saat akan mengetuk kamar Hyonie,aku merasakan ada yg memegang pundakku

”Tuan muda kim,percuma hyonie sudah tidak ada dirumah ini,dia sudah pamit dari kemarin,dan kalau tuan muda mau menyusul mungkin masih sempat,karena kemarin hyonie bilang pesawatnya berangkat jam 09:00 pagi ini.

”Gamshamnida ahjussi” dan tanpa pikir panjang aku langsung berlari keluar

–00–

Aku dan Riyeon sudah masuk ruang boarding,karena beberapa menit lagi kami sudah harus masuk bandara.

Aku kembali menyalakan phonselku dan menghubungi keluargaku dirumah.

“Appa,beberapa saat lagi aku akan berangkat”

“Hati-hati di jalan Hyonie-ya”

“Hhuuummm…” Kataku mengangguk dan menahan air mataku agar tidak keluar

Riyeon mengelus pundakku pelan dan tersenyum padaku

Aku sedang mendengarkan uri appa bicara dan menasehatiku,namun tiba-tiba aku mendengar Kyuhyun berteriak dan sepertinya merebut telpon dari appa

“Nuna,tadi Hyung kemari mencarimu”

Alisku terangkat “Hyung?”

“Kim Jong Woon hyung,pacar nuna itu”

“Hya!! Dia bukan pacarku Kyuhyun-a” kataku kesal

“Tapi,apa benar dia tadi ke rumah?” Tanyaku lagi

“Nde,Appa menyuruhnya menyusul nuna ke bandara,dan kalau dia tidak terjebak macet mungkin hyung sudah ada di bandara sekarang”

“Mwo??jinja??”

Aku baru akan bersuara,namun Riyeon menepuk pundakku “khaja,kita sudah harus berangkat”

Aku mengangguk “Kyuhyun-a sudah dulu ya,nuna sudah mau masuk pesawat,jaga Appa dan Eomma,arraseo”

“Nde,nuna juga jaga diri disana,jangan luapa kalau sudah tiba disana telpon ke rumah”

Aku mengangguk,meskipun aku tahu kalau Kyuhyun tidak melihatnya.

–00–

Aku berlari masuk bandara,mencari hyonie,tapi…aku tidak menemukannya
Aku melihat papan keberangkatan,ku lihat pesawat menuju Jepang baru saja lepas landas

Aku meremas rambutku ”hyonie-ya,kenapa kamu tega??”

Aku pun kembali menuju mobilku,aku hanya diam,,aku tidak percaya dia pergi meninggalkanku begitu saja,bahkan aku tdk pernah tau apakah dia juga mencintaiku,,seperti aku yg begitu mencintainya,aku tidak pernah mendengar dari mulutnya kalau dia juga mencintaiku..aku memukul setir mobil dan tanpa terasa air mataku mengalir….

To Be Continue~~

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

2 thoughts on “My Lovely Boss -Part 10 –

  1. hwaaa…… masih tbc….. padahal aku kira mau tamat.
    wkwkwkkk sampe lupa aku kmrn baca udah sampe mana.
    bang yeye fighting….. ayo bang kejar hyonnie ke jepang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s