Drizzle the middle of the day

Annyeong Yeorobun,author labil balik lagi nih setelah hiatus😄.Kali ini Author membawa FF,muehehehehe…..

Dari pada lama-lama Let’s Cekidot aja kali yak🙂

Ssssstttt…..bacanya jangan diam-diam yak,coment itu harus!!!!!

================================

Cast :
-Kang hye jin
-Kim hyo sun
-Siwon
-Donghae

Genre: kaga tau dah nui genre nya apaan #plakk

“Pernah merasakan mencintai seseorang tapi perasaan itu baru ada di saat Dia telah tiada??”

“Hye jin-a,ada titipan buat kamu,” Hyo Sun menunjukkan sebuah kado mungil berpita biru itu kepadaku

“Dari Donghae lagi? Kamu saja yang buka hyo sun-a,setelah itu tolong kamu simpankan di tempat biasa.” Kataku tanpa mengalihkan wajahku dari novel yang sedang ku baca.

“Hya! Kang Hye Jin! Belajarlah menghargai orang lain!” Nada suara Hyo Sun mulai meninggi

“Hyo Sun-a,untuk apa sih kamu selalu maksa aku?lagian aku juga gak pernah minta hadiah-hadiah itu! Jadi,mau buka atau nggak,itu hak aku! Kenapa kamu jadi marah-marah gak jelas gini sih?!”

“Hya! Hye Jin ssi,nappeneum yeoja-ya” bentak Hyo Sun seraya merebut novel dari tanganku.Napasnya turun naik menahan kemarahan.

Aku tidak perduli.Akupun kesal karena sikapnya.Entah kenapa Hyo Sun selalu membela Donghae dan menyalahkanku.

“Hya! Kim Hyo Sun! Kamu selalu maksa aku untuk bersama Donghae,kamu selalu membela dia,kenapa gak kamu saja yang pacaran dengannya?!” Teriak ku kesal

Hyo sun tampak terkejut dengan ucapanku barusan.Dia diam sejenak.Aku tahu bila sudah begitu biasanya Hyo sun sudah mulai mengalah.Tapi kali ini aku salah.Dia menyahut dengan suara yang tidak kalah kerasnya.

“Oke Hye Jin-a! Sekarang katakan padaku! Apa yang kamu inginkan sebenarnya?Apa? Mengapa dulu kamu terima cintanya!Kenapa kamu memberi dia harapan-harapan.Kamu membuat dia melayang dengan kata-kata manismu.Dan mengapa kini kamu menyiksanya dengan kesetiaan yang sepihak! Dimana perasaanmu? Hah?” Napas Hyo sun tampak turun naik karena kesal dengan sahabatnya itu.

“Cukup Hyo Sun-a!” Kataku mencoba menenangkannya.

” Apa yang cukup Hye Jin-a,katakan? Untuk apa kamu mengingat dia sedangkan kamu sendiri sibuk mengejar Choi Siwon…!!!”

Astaga Siwon,mendengar namanya saja,marahku tiba-tiba jadi reda seperti ini.

“Mianhe Hyo sun-a,aku gak sempat berdebat denganmu saat ini,aku ada janji dengan Siwon di lotte World hari ini.Byee….!!!!” Tanpa rasa bersalah aku melompat keluar kamar.Tidak ku hiraukan Hyo Sun yang sedang marah.sebelum benar-benar keluar aku masih sempat mendenggar suara novel yang di lempar ke pintu.Aku tidak perduli lagi,dengan taxi aku menuju Lotte World karena disana aku dan Siwon berjanji bertemu.

–00–

“Hye Jin-a,mianhe!” Hati-hati sekali Hyo Sun mengatakan itu sepulangnya aku dari bersenang-senang dengan Siwon.

“Aku salah Hyo Sun-a.Aku terlalu egois.Sekarang kalau kamu mau marah padaku makilah aku Hyo Sun-a” Kataku sambil mengambil kado yang masih tergeletak di atas meja.
Karena seperti biasa,tanpa membukanya aku menyimpannya dalam kotak di dalam lemari belajarku yang paling bawah.

Di situ terdapat banyak kado-kado dan kartu-kartu ucapan selamat dari Donghae,karena tiap ada perayaan atau pun hari istimewa Donghae selalu memberikannya untukku.Padahal sampai saat ini aku belum pernah memberikan apapun untuknya.Bahkan hari ulang tahunnya saja aku gak pernah tau atau lebih tepatnya aku gak perduli sama sekali.Aku juga bingung?kenapa aku menarimanya dulu?

“Hye Jin-a,mianhe, karena selama ini aku terlalu banyak mencampuri urusan pribadimu.Sebenarnya tidak perlu ku tanyakan,karena aku tahu bahwa dulu kamu menerima Donghae karena desakan dan permintaanku” Hyo Sun menundukkan kepalanya dan meremas kedua tangannya.

“Hyo sun-a,aku sudah mencoba mencintainya,tapi sulit bagiku.Kamu tahu mengapa selama ini aku selalu malas membuka kado-kado dari Donghae? Itu karena aku meras tersiksa dengan kesetiaan dan cinta nya yang begitu tulus.Donghae sangat setia Hyo Sun-a. Sedangkan aku,kamu tahu sendiri sifatku,saat ini aku menyukai permainan playboy dari Siwon misalnya.”
Aku bicara tanpa membalikkan badanku dari lemari dimana aku biasa menyimpan kado-kado dari Donghae.

“Kalau begitu kenapa tidak kamu katakan hal yang sebenarnya pada Donghae?Bukankah itu lebih baik untuknya.Ehmmm….anio maksudku untuk kebaikan kalian berdua” ucap Hyo Sun dengan mata berbinar.

Aku membalikkan tubuhku menghadap ke arah sahabatku itu,ada sinar aneh di matanya,aku menyipitkan mataku melihatnya,namun sepertinya Hyo Sun menyadarinya dan segera menundukkan wajahnya.

“Hyo Sun-a, boleh aku tahu mengapa kamu begitu memperhatikan Donghae?” Tanyaku hati-hati.
Pertanyaan barusan langsung membuat Hyo sun terlihat gugup.

“Hya Jin-a,jujur saja,aku….pernah mencintai Donghae!” Hyo Sun mengatakannya dengan sangat pelan

“Ting….!!! Aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku hingga membuat kunci lemari yang sedang ku pegang jatuh ke lantai. Hyo Sun segera menyambung ucapannya.

“Tapi itu dulu,Hye Jin-a.Sekarang rasa itu sudah menjadi rasa sayang seorang sahabat. Dulu kami bertetangga,Donghae begitu baik padaku,namun aku salah mengartikan kebaikannya,bahkan sampai mencintainya,walau kutahu dia hanya menganggapku sebagai seoarang sahabat.
Lama-lama aku dapat juga merubah rasa cintaku menjadi sayang tulus seorang sahabat.Aku ingin melihatnya bahagia,hanya itu hye Jin-a.”

Aku tidak dapat berkata apa-apa,sulit bagiku mempercayainya.Melihatku hanya termangu,Hyo Sun pun melanjutkan.

“Hingga suatu ketika Donghae bilang kalau dia menyukaimu. Tidak ada keinginanku selain untuk menyatukan kalian.Tapi ternyata aku salah,tepukan yang hanya sebelah tangan tidak mungkin dapat menimbulkan bunyi,bahkan hanya menyiksa.”

“Sebelum terlambat Hye Jin-a,kumohon berilah kepastian yang jelas padanya.” Hyo Sun memengang tanganku lembut.

Aku hanya diam merenungi semuanya.Hyo Sun benar,aku harus membuat keputusan.
–00–

“Donghae ingin bertemu denganmu.” Hyo Sun mengeluarkan sedikit kepalanya di balik pintu

Aku terlonjak. “Suruh dia menunggu sebentar Hyo Sun-a” pintaku pada Hyo Sun seraya meyisir rambutku. Entah mengapa hatiku berdebar-debar? Mengapa Donghae datang? Ada apa? Selama ini aku melarangnya sering-sering datang ke rumah.

Tadi malam Siwon datang untuk memutuskan hubungan kami,karena dia sudah punya gadis lain.”Cih,dasar” kataku mengumpat sendiri.

Setelah di tinggalkan seorang Choi Siwon,pria kaya dengan wajah yang tampan.aku baru menyadari bahwa Donghae lah yang lebih baik dari semua yang kukerjakan selama ini.Dan ku rasa ini bukan pelarian,aku benar-benar sadar.Dan hari ini aku ingin minta maaf serta membuka lembaran baru bersama Donghae.Dan kebetulan siang ini dia datang.

Aku merapikan sedikit t-shirt ku dan berjalan menemui Donghae yang sudah duduk menungguku di depan rumah.

“Hai Donghae,tumben kamu datang?” Tanyaku dengan senyum seramah mungkin.

Donghae membalas senyum yang tidak kalah manis.Damn!!! Aku benar-benar terpesona dengan senyumnya.Kupandangai wajahnya dengan diam-diam. “Oh…betapa bodohnya aku yang telah mengabaikannya selama ini.Apa sih kekurangannya? Dia mempunyai mata yang indah dan juga sangat tampan.Mengapa baru kali ini aku menyadari bahwa tidak mudah menemukan namja seperti dia? Selain baik,dia juga lembut dan setia.

“Hye Jin-a,ada yang ingin aku bicarakan.” Suara Donghae lembut

“Tadi malam aku lewat sini,dan ku lihat…..”
Belum sempat Donghae menyelasaikan bicaranya aku sudah memotongnya ” Donghae-ya,aku….Aku” tercekat tidak dapat meneruskan ucapanku.Tadi malam Siwon datang.Walaupun kedatangannya hanya untuk memutuskan hubungan kami,tapi donghae mengira kami berdua sedang berkencan.

“Hye Jin-a,Siwon adalah sahabatku”

Ucapan Donghae barusan bagaikan petir yang menyambarku di siang bolong.Siwon sahabat Donghae.lidahku begitu kelu,padahal aku sudah bercerita banyak pada Siwon,termasuk perasaanku pada Donghae selama ini.

“Dan semalam Siwon menceritakan banyak hal padaku Hye Jin-a,mengapa kamu lakukan semua ini padaku?pernahkah aku menyakitimu?wae Hye Jin-a?” Donghae menatapku lekat-lekat.Ada kecewa disudut matanya. Dan aku hanya menunduk,bingung harus bicara apa lagi?ingin merayunya,tapi aku tidak bisa.

“Donghae-ya,naega…” Sebelum kuteruskan, Donghae sudah memotong ucapanku “Aku baru tahu bahwa dulu kamu menerimaku karena terpaksa dan kasihan.Tapi aku tidak pernah memaksamu dan aku tidak mau dikasihani.Aku bukan pengemis,Kang Hye Jin” nada suara Donghae terdengar meninggi.

“Donghae-ya,mianhe,jeongmal mianhe” hanya itu yang mampu ku ucapkan saat ini.

“Ani,aku lah yang harus meminta maaf Hye Jin-a.Aku telah membuatmu tersiksa selama ini.Aku tahu bahwa selama ini kamu hanya bersandiwara.Bila kutahu kamu selalu melarangku datang tiap malam minggu,karena kamu selalu ada acara dengan pujaan hatimu,karena kamu ingin menghindariku,tentu aku takkan mengganggu hidupmu.Dan mengenai barang-barang pemberianku,kalau kamu tidak suka buang saja.”

“Oh Tuhan,bagaimana caraku membujuknya?” Aku merasa sangat bersalah.

“Donghae-ya,dengarkan aku.Aku berjanji akan berubah,aku akan setia padamu dan tak akan….” Lagi-lagi Donghae meotong pembicaraanku

“Tidak perlu Hye Jin-a,aku tidak akan mengingatmu lagi.Hatiku hancur Hye Jin-a.Bukan karena penghianatanmu,bukan.Kalau itu aku masih bisa memaafkanmu.Hajiman,ini lain Hye Jin-a,aku telah menyiksa batinmu selama ini,dan itu yang membuatku hancur dan tidak dapat memaafkan diriku sendiri! Kamu tahu Hye Jin-a,aku akan melakukan apa saja demi orang yang ku cinta.Dan ternyata kamu mengharapkan kepergianku.Walau dengan berat aku akan pergi….Selamat tinggal Kang Hye Jin.” Donghae melangkah keluar.

Aku segera mengejar dan mencegahnya.”Donghae-ya…khajima.” Donghae berhenti dan memegang pundakku.

“Aku tidak ingin melihatmu tersiksa Hye Jin-a,mungkin aku salah mencintaimu.Dan kesalahan terbesarku adalah mengapa aku menyatakannya padamu.Seharusnya aku menyimpannya sendiri agar tidak membebanimu….” Mata yang begitu teduh itu manatap kosong.

“Tapi Donghae-ya,cinta bukanlah dosa.” Aku masih berusaha mencegahnya.

“Gomawo Hye Jin-a.Karena itulah aku akan terus mencintaimu,walau ku tahu kamu bukan untukku.” Setelah mengatakan itu Donghae menyebrang jalan tanpa memperdulikanku.Dan tiba-tiba aku merasa ada yang hilang.

“Bukan itu maksudku Donghae-ya!” Tanpa melihat kanan kiri,langsung saja ku kejar Donghae yang sudah sampai di seberang jalan.Ketika tiba-tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arahku,aku terpaku,tidak sempat berbuat apa-apa.Kudengar teriakan histeris saat ku kurasakan tubuhku membentur sesuatu.Dan aku tidak ingat apa-apa lagi.

–00–

Ketika sadar,aku sudah ada di kamar kostku.Hyo Sun duduk di dekatku dengan berderai air mata.

“Hya Sun-a,aku belum mati?Bagaimana aku masih bisa hidup?” Tanyaku bertubi-tubi.

Hyo Sun menyeka air matanya dengan punggung tangannya dan dengan tersendat-sendat menjawab “Tenanglah Hye Jin-a,gwenchana.Kamu hanya terluka sedikit.Kata dokter kamu hanya terkejut sampai pingsan.”

“Tapi kalau aku tidak apa-apa,apa yang kamu tangiskan?Bagaimana aku bisa selamat Hyo Sun-a?” Tanyaku masih tidak percaya.

“Donghae yang menolongmu.Saat ada mobil yang akan menabrakmu dia segera meloncat dan mendorongmu.Kamu terlempar ke trotoar.Sedangkan Donghae sendiri tertabrak mobil.” Hyo Sun bercerita dengan terisak-isak.

“Donghae menolongku?” Aku terbelalak.Donghae yang telah kulukai masih mau menolongku.Ingat Donghae aku jadi cemas.Bagaimana kalau lukanya lebih parah dariku.”

“Hyo Sun-a,katakan dimana Donghae sekarang? Dia tidak apa-apa kan?katakan Hyo Sun-a,bahwa lukanya lebih ringan dariku.Ayo temani aku menjenguknya di rumah sakit.Hyo Sun-a aku janji akan selalu merawatnya,menyanyanginya,aku,aku….”

“Tenanglah Hye Jin-a,Donghae tidak apa-apa.Baiklah sekarang kita berangkat” Hyo Sun memegang pundakku dan mengelusnya pelan.

Mendengar ucapan Hyo Sun yang agak tenang itu sedikit melegakanku.Biarlah nanti di rumah sakit akan aku katakan pada Donghae bahwa aku sudah berubah.Akan ku berikan kasih sayang dan cintaku hanya untuknya.Ya…tiba-tiba saja aku merasa dia menjadi sangat berarti bagiku.

Hyo sun membimbingku naik taxi.Mangapa hatiku berdebar-debar?Maukah Donghae memaafkan aku nanti? Selama dalam perjalanan aku dan juga Hyo sun hanya membisu.
Ketika taxi berhenti aku baru menyadari bahwa kami tidak ke rumah sakit,tapi itu….kuburan.

“Hyo Sun-a” Aku sangat terkejut

Hyo Sun memelukku ” Hye Jin-a,Donghae sudah tiada” katanya dengan air mata yang berlinang.

Hyo Sun menuntunku keluar dari taxi.

“Andwaeeee……!!!!” Aku berteriak sekuat-kuatnya.tidak berdaya tubuhku jatuh di atas gundukan tanah yang masih merah itu.Bunga-bunga menutupi permukaannya.Serasa tidak percaya ku baca batu nisan itu.Ada Nama Donghae disana.Air mataku ikut menghiasi peraduan terakhirnya.

“Hya!! Lee Donghae…jangan tinggalkan aku” ratapku di batu nisannya.

“Sudahlah Hye Jin-a,biarkan dia tenang di sana” Hyo Sun mencoba menghiburku.Tapi hal itu malah membuatku sedih.

Mengapa???…harus Donghae yang pergi? Mengapa dia menolongku?Mengapa tidak di biarkannya saja aku yang mati? Disaat terlupakan dia rela berkorban untukku.orang macam apa aku ini? Mengapa baru kini aku sadar? Oh Donghae-ya,mianhe.
Betapa kejamnya aku yang telah menyia-nyiakan tulusnya cintamu.Terbayang dimataku kelembutan,kebaikan,bahkan kecewa di matamu.

Kini hanya sesal yang terasa di dadaku.
Andai waktu bisa di putar kembali,ingin aku menyanyangimu dan mencintaimu.
Tapi kini semua telah nyata.Kamu terbaring di bawah sana.Dan aku lah penyebab semuanya.Sulit bagiku untuk memaafkan diriku sendiri.

-The End-

Otte??? Hehehehehe……ff tersingkat yang pernah di buat,dan mian kalau akhirnya rada kaga nyambung kali yak😀
Dan buat biasnya Donghae,mian Donghae saya buat mati di sini *ninja*

Yang udah berkunjung Gomawo (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

2 thoughts on “Drizzle the middle of the day

  1. hwaaaa…… donghaeku mati…..
    hye jin baru nyesel klo udah ditinggalin.
    rada nyesek knp abang ikanku ttp ngebelain ceweknya. jelas2 dia selingkuh >_< arrgggghhhh aye gak terima ikan mati
    *demo ama author….

    alurnya cepet bgt yah. klimaksnya jadi gak berasa.datar aja hehehe….mian. seharusnya dipanjangin biar tambah nyesek itu hye jin nya.wkwkwkwk

    • Hehehehe…..
      Mian kalau buat donghaenya mati (‾⌣‾)♉
      Ini ff jadi dalam 1jam,ff tercepat ‎​​​Ɣªήğ pernah saya buat,jd akhirnya cuma segitu doang krn idenya udah ilang di negri antah berantah

      Btw gomawo udah mau coment dan mampir (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s