Who Is My Soulmate -part 3-

Annyeong yeorubun,author labil ini balik lagi membawa FF😄.
Seperti biasa ff nya udah lama jadi tapi baru bisa di post sekarang.

Daripada ane banyak bacot let’s cekidot aja

Ssssstttt….bacanya jangang diam-diam yah🙂 leave a coment Please ^^

Hyonie baru akan memejamkan matanya,saat di merasakan pintu kamarnya dibuka,seolah tidak perduli siapa yang masuk kamarnya,dia mulai memejamkan matanya,namun kemudian tidak jadi

Yonghee masuk kamarnya dan merebahkan tubuhnya tepat diatas badan Hyonie

”Hya…Yonghee-ya apa yang kamu lakukan?? sakit tahu” Hyonie menggeser tubuh sepupunya itu

Saat melihat ekspresi Yonghee,Hyonie bertanya ”Waeyo??”

”Hyonie-ya,aku sangat bahagia malam ini” Yonghee tiba-tiba memeluk sepupunya itu

”Bahagia??”

”huumm…” Yonghee mengangguk dengan senyum yang dari tadi terlihat mengembang itu

Hyonie menyipitkan matanya menatap Yonghee ” mwo??”

”Dojoon ssi,dia memintaku menjadi pacarnya Hyonie-ya”

”Lalu???kamu terima?”

Yonghee mengangguk pasti ”otte??” tanyanya lagi

”hmmm….selama kamu bisa bahagia dengannya,by the way chukhae” Hyonie memeluk Yonghee

”Ahh…aku tidur di kamarmu ya malam ini??”

”Sirho”

”Hyonie-ya,jebal”

”Apa kamu tidak takut tertular sakit??”

”Kamu tenang saja,aku kan orangnya tidak mudah tertular penyakit”

Yonghee mulai menyelimuti tubuhnya dengan selimut,sambil terus tersenyum

Yonghee memutar kepalnya menghadap Hyonie yang mulai menutup matanya, dan sekali lagi Yonghee mulai memeluk Hyonie

”Hyonie-ya,aku sangat bahagia” pekiknya

”Aiisshh….ne araseo” Hyonie hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepupunya itu

–OO–

@Dorm B2ST

Dojoon membuka pintu dorm dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya, dia mulai melepas jaketnya dan melemparkannya ke sofa
Gikwang yang baru keluar kamar mandi,kemudian bertanya

”Hyung bahagia sekali,ada apa gerangan??” Gikwang menyipitkan matanya melihat Hyungnya itu

”Gikwang-a” Dojoon hanya memegang pipi Gikwang sambil tersenyum dan kemudian memalingkan tubuhnya menuju kamar

Gikwang mengikuti Dojoon” Hyung!!!” Gikwang meneriaki Dojoon

Teriakan Gikwang itu sontak membuat Yoseob,Hyunseung dan Dongwoon yang sedang main game di kamar sebelah menoleh ke arah suara

”Kenapa Gikwang teriak??” Yoseob memandang Hyunseung yang ada di sebelahnya

Dongwoon berdiri dari posisinya dan mulai keluar kamar,daripada kalian bertanya-tanya seperti itu lebih baik kita lihat keluar

Dongwoon keluar kamar diikuti oleh Yoseob dan Hyunseung yang mengekor di belakangnya
Namun saat keluar,mereka bertiga tidak menemukan siapa-siapa

Yoseob menggaruk kepalanya yang tidak gatal ”Kemana Gikwang??bukankah tadi dia yang berteriak memanggil”Hyung”

Hyunseung memalingkan kepalanya,sepertinya aku tahu dimana Gikwang, Hyunseung berjalan menuju kamar Dojoon

Gikwang yang masih penasaran dengan hyungnya,terus saja mencoba bertanya kepada Dojoon

”Hyung,waeyo?? Hyung lagi jatuh cinta ya??” Gikwang menyipitkan matanya menatap Dojoon

Dan lagi-lagi Dojoon hanya tersenyum dan kemudian mengangguk
”Aku baru saja menyatakan perasaanku padanya”

”Menyatakan perasaan??” Gikwang tampak bingung, Gikwang baru akan membuka mulutnya kembali untuk bertanya,namun kemudian dia menutupnya kembali karena suara Yoseob yang masuk kamar membuatnya memutar kepalanya dan menoleh Yoseob

”Wah….Hyung sudah jadian sama Yonghee ssi??” tanya Yoseob

Dojoon menjentikkan jarinya ”Binggo”

Hyunseung,Dongwoon,dan Gikwang langsung memberikan ucapan selamat kepada Dojoon”Chukhae hyung,kami turut bahagia”

”Ah…Junhyung hyung kemana??” Yoseob tiba-tiba teringat Junghyung yang ternyata tidak ada bersama mereka

”Mungkin dia masih ada urusan diluar” jawab Hyunseung

”Sekali lagi chukhae hyung” Sekali lagi Yoseob menyalami hyungnya itu sebelum kemudian keluar kamar bersama kedua temannya yang lain

–OO–

Yonghee menatap keluar jendela,dia sudah beberapa kali menghela nafas,sesekali matanya melirik handponenya,benda kecil persegi itu dia ketuk-ketukkan di meja,”Kenapa oppa masih belum menjemputku??” Gumamnya pelan

Hari itu Yonghee akan jalan bersama kekasihnya,karena hari itu mereka akan merayakan 2tahun mereka pacaran.Yonghee terus membujuk Park Ji seok kekasihnya agar mau jalan dengannya hari itu.

Karena semenjak mereka memtuskan untuk menjadi kekasih,Ji Seok oppa hampir tidak pernah mengajaknya kencan secara resmi,yah meskipun kadang mereka biasa makan bersama.

Ji seok oppa merupakan orang yang sangat sibuk,di usianya yang baru beranjak 25 tahun dia sudah menjadi seorang CEO sebuah perusahaan besar,kesibukan itu kadang membuat Yonghee hampir tidak pernah jalan bersamanya.

Park Ji seok dan Yonghee sudah saling mengenal sejak Yonghee masih duduk di bangku SMA, dan baru meresmikan hubungan mereka 2tahun yang lalu.

Yonghee mulai kesal,dia baru akan beranjak dari tempat duduknya,namun kemudian dia mendengar ponselnya berdering,pertanda ada sebuah panggilan masuk,dengan cepat di sambarnya ponsel itu dan langsung menempelkannya ketelinga
”waeyo??” katanya setelah menjawab panggilan itu

”Yonghee-ya,mianhe,kamu bisa menungguku 5menit lagi kan??” Kata sebuah suara di seberang sana

”Hya oppa,apa oppa lupa kalau kita akan jalan hari ini” Yonghee terdengar marah

”Mianhe,jeongmal mianhe jagi-ya”

Entah kenapa setiap kali Ji seok memanggilnya dengan jagiya,semarah apapun dia,tapi setiap kali mendengar mengatakan kata Jagi-ya,dia langsung dengan secepat kilat melupakan kesalah Ji seok padanya

”Baiklah kali ini oppa aku maafkan ”Yonghee menganggukkan kepalanya yang pasti tidak akan di lihat Ji seok

”Baiklah,sampai jumpa,saranghae”
Setelah mengatakan itu,tiba-tiba terdengar
”Aarrrggghhh……”terdengar suara braaakkkkk…. kemudian yang tersisa hanya lah bunyi tut…tut…tut…

Tubuh Yonghee langsung membeku,dengan gemetar dia mencoba memanggil Ji seok

”Yoboseyo,yoboseyo,oppa,oppa,gwenchana”
”Oppa…” Panggil Yonghee sekali lagi.Namun yang terdengar hanya suara tut…tut…tut…

Yonghee langsung merasakan tubuhnya lemas ”Apa yang terjadi padanya??” Dengan secepat kilat Yonghee menyambar tas tangannya dan berlari keluar apartemen.

Yonghee saat itu berada di dalam lift yang membawanya turun ke lantai dasar apartemennya,saat keluar lift Yonghee mendengar ponselnya berdering,dengan perasaan cemas Yonghee mengambil ponselnya.

”Yoboseyo” katanya setelah ponsel itu di letakkannya di telinga kanannya

”Yonghee ssi, Sajangnim mengalami kecalakaan” kata-kata itu seperti petir di siang bolong baginya
Yonghee masih belum bisa berkata apa-apa,jantungnya serasa berhenti berdetak,tubuhnya gemetar,dia hanya berdiri di depan pintu lift

”Yonghee ssi,kamu masih disana??”Tanya suara itu lagi

”Ah…ne,”katanya kemudian

Seorang asisten Ji seok menghubungi Yonghee untuk memberitahukan kejadian yang baru saja menimpa CEO nya itu

”Dibawa ke rumah sakit mana Ji seok oppa??” tanya Yonghee kemudian
Yonghee mendengarkan dengan seksama,asisten Ji seok itu menjelaskan dirumah sakit mana Ji Seok di bawa.Yonghee terlihat menutup telponnya dan segera berlari dan menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat di depannya.
Dengan hati cemas,Yonghee terus berdo’a semoga saja Ji seok oppa tidak apa-apa
”Mian,bisa anda percepat taksi ini??” katanya ramah kepada supir taksi yang ada dihadapannya.Si supir taksi hanya mengangguk pertanda dia mengerti apa yang di inginkan penumpangnya.

Yonghee akhirnya tiba di salah satu rumah sakit terkenal di korea.Setelah membayar uang taksinya dengan secepat mungkin dia berlari memasuki rumah sakit itu.Dengan perasaan cemas,dengan berlari-lari kecil Yonghee mencari ruang ICU.

Yonghee mengatur nafasnya saat sudah berada di depan ruangan itu,kakinya tiba-tiba terasa berat untuk di langkahkan.Dengan gemetar tangannya mulai memegang kenop pintu,dan semua yang di lihatnya saat ini langsung membuat darahnya membeku,jantungnya terasa berhenti,Yonghee hanya diam di tempatnya berdiri,sebulir air mulai membasahi pipinya dengan gemetar bibirnya mengucapkan”Ji seok oppa”
Di sana Yonghee melihat Jiseok oppa sedang terbaring,namun tidak bergerak sama sekali,di sampingnya Park Ji eun,yang merupakan kakak Ji seok oppa menangis sesenggukan

Suara Yonghee barusan membuat beberapa orang yang ada diruangan itu menoleh ke arahnya,kemudian Park Ji eun menghampirinya

”Yonghee-ya,baru sampai??” Tanyanya

”Unnie,Ji seok oppa baik-baik sajakan??”

Park Ji eun merangkul tubuh Yonghee,”Yonghee-ya kamu harus tabah” katanya menangis di pundak Yonghee

Yonghee melepaskan pelukan Ji eun dan dengan perlahan dia mulai mendekati Jiseok yang terbaring
”Oppa,ini aku Yonghee,aku sudah datang,ayo oppa buka matamu” Yonghee mengguncang tubuh Ji Seok dengan kasar
”Oppa,oppa harus bangun,oppa sedang mempermainkanku kan??”
Semua yang ada di ruangan itu hanya menatap prihatin

”Yonghee-ya,Jiseok sudah tenang” Ji eun mengelus pundak Yonghee lembut

Yonghee menggelengkan kepalanya,”Anio,unnie,oppa hanya mempermainkanku” Katanya dengan sedikit berteriak

”Yonghee-ya” Ji Eun terlihat sedih melihat Yonghee,disisi lain dia kehilangan adik laki-laki satu-satunya dan sisi lain dia tidak sanggup melihat Yonghee yang terus menerus memanggil-manggil nama Ji Seok
Yonghee melihat wajah Jiseok,pria yang begitu di cintainya itu terlihat seperti orang yang tidur,wajahnya masih terlihat tampan,meskipun ada beberapa luka kecil di wajahnya,dengan air mata yang terus membasahi pipinya dengan lembut di belainya wajah Jiseok

”Oppaaaaa…..andwae,oppa tidak bisa meninggalkanku seperti ini” Yonghee terus bicara sambil terus menggelengkan kepalanya
–OO–

”Ji seok oppa,Ji seok oppa” Yonghee terlihat seperti menggapai sesuatu,dan terus menceracau”Oppa,oppa,andwae oppa,andwae”

Hyonie mengguncang tubuh Yonghee”Yonghee-ya,gwenchana??” Hyonie melihat wajah Yonghee yang berkeringat ”Yonghee-ya” Hyonie terus mengguncang tubuh Yonghee mencoba membangunkan sepupunya itu

Yonghee pun bangun,nafasnya terlihat memburu,dadanya terlihat turun naik.Hyonie yang dari tadi bangun mengelus pundak Yonghee ”gwenchana??” Tanya Hyonie kemudian

Yonghee memutar kepalanya dan menatap Hyonie

Dengan nafas yang tersengal-sengal Yonghee mencoba tersenyum”gwenchana”

Hyonie memiringkan kepalanya,”Kamu mimpi kejadian itu lagi??”
Yonghee menelan ludahnya dan mengangguk lemah

Hyonie memeluk Yonghee dan dengan lembut membelai rambutnya”Kamu harus bisa melupakan Jiseok oppa”
Yonghee melepaskan pelukan Hyonie,”Aku tidak bisa melupakan kejadian 2tahun yang lalu” Yonghee tertunduk dan sebulir air bening keluar dari kedua matanya yang indah itu

”Yonghee-ya,apakah ini alasanmu kadang ikut tidur bersamaku??” Hyonie menatap Yonghee
Yonghee hanya mengangguk” Apakah aku salah menerima Dojoon sebagai kekasihku??mungkin Jiseok oppa tidak mau posisinya di gantikan orang lain” gumamnya pelan

”Hey…itu tidak mungkin,Jiseok oppa pasti menginginkanmu bahagia,arachi”

Yonghee menatap Hyonie ” Apakah itu benar??” Katanya tersenyum pahit

Hyonie mengangguk” Masalahmu hanya satu Yonghee-ya,kamu hanya belum bisa benar-benar merelakan kepergian Jiseok oppa,jadi saranku sebaiknya kamu besok pergi ke makam Jiseok,jenguk dia,dan bilang kalau kamu benar-benar akan merelakan nya”
”Ini sudah 2tahun berlalu Yonghee-ya,kamu harus bisa merelakan kepergian Jiseok oppa” Hyonie menasehati Yonghee

”Aku memang sudah merelakan kepergiannya Hyonie-ya” Yonghee terlihat mulai merebahkan tubuhnya

Hyonie menyipitkan matanya,sedikit mencondongkan badannya”Jinja?? Kalau memang kamu sudah merelakannya kenapa kadang kamu masih memimpikan kejadian kecelakan 2 tahun yang lalu??”

Yonghee menghembuskan nafasnya” Entahlah??”

”Sudahlah sebaiknya kamu cepat tidur,bukankah jadwal kerjamu banyak besok??” Hyonie menyelimuti Yonghee dan kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping Yonghee

”Gomawao hyonie-ya” Yonghee bicara sebentar sebelum kemudian menutup kedua matanya

Hyonie hanya tersenyum.Hyonie tidak langsung tidur,pikiran melayang ke kejadian 2 tahun yang lalu

Yonghee saat itu baru saja di terima di salah agency model terkenal di korea,hari itu sebelum kecelakaan yang merenggut Jiseok oppa,Yonghee masih sempat menghubunginya
”Hyonie-ya,neo odi??” tanyanya di telpon

”Aku sedang berada di kantor,waeyo??”

”Ani,aku hanya ingin bilang kalau hari ini aku akan merayakan 2 tahun aku berpacaran sama Jiseok oppa” katanya girang

”Lalu??kenapa harus memberitahukanku?lagipula aku tidak akan di ajak juga kan??” gurau Hyonie

Yonghee tertawa”Hyonie-ya,kamu bisa saja,aah…sudah dulu ya,nanti aku hubungi lagi,aku akan mampir ke rumahmu dan menceritakan semuanya”

”ne,kalau begitu aku tutup telponnya sekarang,annyeong” Hyonie menutup handphonenya dan hanya tersenyum

Yonghee selalu saja menceritakan kejadian apapun yang di dilaluinya hari itu, baik itu bahagia ataupun sedih

Dan hari itu saat Hyonie baru keluar kantornya bermaksud makan siang,tiba-tiba terdengar suara hanphone nya yang melengking

Bounce to you,bounce to you
nae gaseumeun neol

Dengan kasar Hyonie mangacak tas selempangnya,mencari benda kecil yang terus meraung minta di angkat itu.Dan setelah menemukan benda itu dengan cepat ia menekan tombol penjawab dan menempelkannya di telinga kanannya

”Yoboseyo” sapanya ramah
Alis hyonie terangkat,”Tidak ada suara??”
”Yoboseyo” ulangnya sekali lagi
Namun masih sama saja seperti tadi,Hyonie menarik ponselnya dan melihat layar ponselnya,disana tertera nama Yonghee
”Yoboseyo,Yonghee-ya,kamu masih disana??” Tanya Hyonie kemudian.Hanya terdengar suara angin di ujung sana.

”Yonghee-ya,gwenchana??” Hyonie mulai khawatir
Akhirnya terdengar suara dari ujung telpon sana

”Hyonie-ya,apakah aku bermimpi??”

”Mimpi??” Hyonie terlihat mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan sepupunya itu

”Jiseok oppa,hiks..hiks,,,” Yonghee mulai menangis dan lama-lama semakin histeris

”Hya!!! Apa yang terjadi pada Jiseok oppa??” Hyonie mulai merasa khawatir,karena tidak seperti tadi pagi,Yonghee menelponnya sambil menangis seperti ini
”Kamu ada dimana sekarang??”

Dengan suara yang sesenggukan,”Aku ada di apartemenku” katanya

”Tunggu aku disana” Hyonie mengakhiri pembicaraannya bersama Yonghee,dia memutuskan untuk menunda makan siangnya kali ini,dengan cepat Hyonie menuju tempat parkir dan segera melajukan mobilnya dengan kencang

Hyonie tiba di apartemen Yonghee,dia langsung menuju kamar Yonghee mencari sepupunya itu.Hyonie akhirnya bernafas lega melihat sepupunya itu sedang duduk di samping tempat tidur,dengan kaki yang di tekuk Yonghee terdengar terisak

”Yonghee-ya,apa yang terjadi??”

”Jiseok oppa”Yonghee menghentikan kalimatnya,namun kemudian menangis lagi
matanya yang indah itu terlihat merah

”Ji seok oppa kenapa??” tanya Hyonie hati-hati
”Dia kecelakaan”

Alangkah kagetnya Hyonie mendengar itu,dengan lembut di peluknya sepupunya itu”Yang tabah ya” ucapnya lembut

”Andwae.Jiseok oppa tidak bisa pergi seperti ini” Yonghee terus menangis di pelukan Hyonie
”Ssttt….sudahlah kamu harus mengikhlaskannya”

Hari itu Hyonie mengurungkan niatnya kembali ke kantor,dia tidak bisa meninggalkan sepupunya itu sendirian dalam keadaan seperti ini.Hyonie takut Yonghee akan melakukan sesuatu yang diluar dugaan.

Setelah agak tenang Hyonie menyelemuti Yonghee yang tertidur karena kelelahan,meski kadang Yonghee menceracau memanggil manggil nama Jiseok oppa.

Dan Keesokan harinya,Hyonie kembali harus rela menemani Yonghee.Yonghee jatuh pingsan di pemakaman Jiseok oppa.

-To be continue-

Bagi yang udah baca Gamshamnida🙂

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

2 thoughts on “Who Is My Soulmate -part 3-

    • Hohohohohoho….
      Part 4 lagi di garap,trus ff kibum juga
      Dan eheemmm..aku punya banyak ff dgn judul berbeda,tapi gantung semua,wkwkwkwkwkwk

      Btw gomawo udah coment yanti ssi (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s