Ever Lasting Friends

Annyeong^^
tarrra….author idiot nongol lagi (?) d’sini saia bawa FF yg sebenarny adlah cerpen tugas sekolah -___- tp gpp lah yg penting ad FF gitu Alhamdulillah Ya Sesuatu~~~

Kalau bacanya diem-diem kena kutukan loh

Aku berjalan dengan pelan di taman. Aku melihat sekeliling taman ini, sepi dan gelap. Tentu saja bukankah ini sudah hampir tengah malam jadi wajar saja taman ini sepi. Tapi bagiku itu lebih bagus karena sekarang aku memang sedang ingin sendirian.

Aku duduk di salah satu bangku di sudut taman. Aku menarik nafas kemudian menghembuskannya dengan berlebihan. Aku mulai merasa dadaku yang sesak dan juga mataku yang memanas. Aku lagi-lagi menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan mencoba untuk mengurangi rasa sesak yang ada di dadaku. Tapi semakin aku mencoba rasa sakit itu semakin jelas terasa.

”Hiks……hiks….” tiba-tiba aku mendengar suara seorang gadis sedang menangis. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru taman ini dan pandanganku terhenti pada sesosok gadis yang sedang duduk di bawah pohon. Gadis itu menelungkupkan kepalanya di antara kedua kakinya. Bahunya bergetar dan terkadang terdengar suara isakan.

Aku menaikkan sebelah alisku dengan bingung, apa yang sedang gadis itu lakukan?? Apa dia sedang kabur dari rumah atau jangan-jangan dia itu hantu pikirku. Aku dengan cepat mengelengkan kepalaku dengan keras. Tidak mungkin, memang sejak kapan ada hantu yang bisa menangis pikirku sendiri. Aku kembali melihat gadis itu dan dia masih tetap saja menangis. Aku melihat ke arah kakinya, kakinya tidak melayang dan menapak di tanah itu berarti dia bukan hantu melainkan manusia kan??

Aku mulai bangkit dari tempat dudukku dan menghampiri gadis itu. Aku duduk tepat di sampingnya namun sepertinya gadis itu tidak menyadari kehadiranku.

”Apa yang kau lakukan malam-malam di sini?” tanyaku. Gadis itu mengangkat kepalanya dan segera menghapus airmata yang berada di kedua pipinya. Ia melihat ke arahku dengan mata yang sembab.

”Kau? Bukankah kau Kim Heechul member dari Boyband Super Junior?” katanya. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataannya. ”Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau sedang putus dengan pacarmu?” tanyaku mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

Gadis itu menggeleng ”Ini lebih berharga daripada seorang pacar” katanya dengan menundukkan kepalanya mencoba untuk tidak menangis. Sebelum aku sempat bertanya gadis itu menambahkan ”ini tentang sahabatku”

”Waeyo?” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa aku cegah.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya dan menghela nafas dengan berat ”Dia meninggalkanku, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya aku bahkan tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan saat itu padahal aku sudah mencoba berbagai cara agar dia tetap tinggal tapi semua usahaku itu sia-sia karena kenyataannya dia tetap meninggalkanku sendiri bahkan tanpa mengucapkan salam perpisahan” jelas gadis itu. Dengan sekejap mata cairan bening jatuh dari kedua kelopak matanya. Dengan cepat gadis itu menghapusnya dengan punggung tangannya. ”cheosohamnida” katanya dengan suara serak.

”Gwenchana, kau tidak perlu malu untuk menangis, kalau kau mau kau boleh menangis sepuasmu” saranku seraya tersenyum ke arahnya.

Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan kuat ”Ani….aku hanya akan menangis untuk hari ini setelah ini aku tidak akan menangis lagi aku akan buktikan kepadanya bahwa aku akan baik-baik saja” katanya. Aku tahu apa yang dikatakan gadis itu sangat bertolak belakang dengan perasaannya saat ini. Tapi dia mencoba untuk tegar.

”Dan Oppa? Apa yang Oppa lakukan di sini??” tanyanya tiba-tiba. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum samar kemudian kembali melihat ke depan. ”Mengenang masa lalu….mungkin” kataku ”Mungkin kita mempunyai nasib yang sama” tambahku lagi.

”Nde?” tanyanya dengan bingung. ”Aku…juga di tinggalkan sahabatku” kataku dengan pelan.

Aku melihat sekeliling taman ini dan tersenyum masam. Aku masih ingat dulu di taman inilah aku sering menghabiskan waktuku saat sedang bosan atau sedang ingin beristirahat bersama dengan sahabatku Hangeng. Atau saat kami sama-sama sedang di marahi Jung soo. Dulu, ya dulu, sebelum ia memutuskan untuk pergi meninggalkan aku dan juga Super junior.

Aku menarik nafas kemudian menghembuskannya. Rasa sesak dan kehilangan itu masih terus ada. Bahkan saat semuanya sudah hampir 2 tahun berlalu. Selama 2 tahun ini aku mencoba untuk tetap bertahan meskipun tanpa dia lagi di sisiku.

Aku mencoba untuk mengikhlaskan kepergiannya meskipun itu berarti dia harus mengorbankan kami. Tapi bolehkah aku bersikap egois hanya untuk satu kali ini saja, aku sangat berharap kau kembali lagi, kembali bersama Super Junior dan juga bersama ELF. Kembali bersama di atas satu panggung dan bernyanyi bersama.

Han, tahukah kau bahwa kau sangat berarti untukku?? Apakah kau tahu bagaimana perasaanku saat mengetahui kau pergi?? Aku marah, kecewa dan sedih semua perasaan itu bercampur menjadi satu hingga aku sendiri bingung dengan apa yang aku rasakan saat itu. Aku marah karena kau tak pernah bercerita padaku tentang masalah ini. Aku kecewa karena kau memutuskan hal itu sepihak tanpa bilang apa-apa pada yang lain, bahkan padaku. Aku sedih karena aku tidak bisa memahami perasaan dan penderitaanmu saat itu dan aku bukanlah sahabat yang baik untukmu. Aku tidak bisa menjadi pendengar yang baik bahkan untuk sahabatku sendiri.

Han, kau tahu?? Aku sangat ingin sekali berteriak meminta kau kembali lagi bersama Super Junior. Namun saat melihat kau tersenyum bahagia di sana, rasanya tidak mungkin aku melakukan hal itu dan menghapus senyum bahagia itu dari wajahmu. Kau jauh lebih baik sekarang. Aku rasa ini memang jalan yang terbaik untukmu.

Sekali lagi, aku minta maaf karena selama ini aku tidak pernah menjadi sahabat yang baik untukmu. Yang aku lakukan hanyalah menyusahkanmu. Kau tahu kan kalau aku bukanlah orang yang dengan mudah untuk mengucapkan kata maaf maka dari itu seharusnya kau bangga karena telah mendapatkan ucapan maaf dari seorang Kim Heechul.

Han, kau juga tahu kalau aku termasuk orang yang angkuh dan juga sombong? .Tapi semua itu akan runtuh begitu saja karena dirimu. Kau bisa meruntuhkan dinding sombong dan keangkuhanku begitu saja.

Han, kau tahu kan kalau aku ini memiliki sifat yang sangat buruk??. Aku selalu berpikir bahwa makhluk yang paling sempurna di dunia ini adalah manusia. Sehingga mereka tidak membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Kau ingat tak ada satu orang pun yang aku anggap sebagai teman di Super Junior kecuali kau dan juga Kibum. Mereka hanya rekan kerja, HANYA REKAN KERJA. Namun itu pemikiranku dahulu. Kini aku sadar bahwa mereka bukan hanya rekan kerja tapi mereka juga merupakan sahabat-sahabatku, ah salah maksudku keluargaku.

Aku menyadari hal itu saat kau pergi. Bukankah aku terlihat seperti orang bodoh. Baru sekarang menyadari betapa mereka sangat menyayangi dan mendukungku. Sedikit terlambat memang untuk menyadarinya. Namun setidaknya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?

Aku mulai merasakan kedua mataku yang memanas. Aku memejamkan mataku agar air mataku tidak jatuh. Kenapa tiba-tiba aku mengingat tentang semua kejadian itu. ”Oppa gwenchana?” tanya sebuah suara. Aku membuka mataku secara perlahan dan melihat ke arah gadis yang sekarang sedang duduk di sampingku. Wajah gadis itu sekarang terlihat lebih tenang. Aku tersenyum dan menggeleng dengan pelan.

”Apa kau sedang memikirkan Hangeng oppa?” tanyanya tiba-tiba. Aku hanya diam tidak menanggapi perkataannya.

”Oppa bolehkah aku bertanya sesuatu denganmu?”

”Mwo??”

”Apakah oppa sudah bisa mengikhlaskan kepergian Hangeng oppa?? Bukankah oppa sudah lama berteman baik dengannya?? Apakah oppa tidak rindu dengannya??”

Aku terdiam, seluruh tubuhku terasa membeku. Apa yang harus aku katakan?? Apakah aku harus berkata jujur atau aku harus berbohong. Apakah aku bisa mengikhlaskan kepergiannya??

”Tidak…..aku tidak pernah mengikhlaskan kepergiannya. Walaupun dia sudah memintaku untuk mengizinkannya pergi dari Super Junior dan melupakannya aku tetap tidak bisa. Sekeras apa pun aku mencoba hal itu semakin terasa sulit bagiku” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Tapi itu semua benar sekarang aku tidak mau berbohong lagi dengan berpura-pura tidak pernah memikirkannya.

”Dan apakah aku tidak merindukannya? Tentu saja aku sangat merindukannya. Bahkan amat sangat merindukannya. Kalaupun bisa aku ingin memutar balikkan waktu ke kejadian waktu itu agar aku bisa mencegahnya pergi tapi aku sadar bahwa semua itu tidak mungkin” sekarang air mata itu tidak dapat aku tahan lagi. Kedua pipi ku sekarang basah dengan air mataku.

Ya, itu semua benar. Bahkan aku masih dapat mengingat dengan jelas saat sahabatku Hangeng memintaku untuk membiarkannya pergi.

”Heechul-ah, bolehkah aku meminta sesuatu sekarang??” tanyanya. Saat itu kami sedang duduk di taman ini. Ya, taman ini taman yang selalu aku kunjungi bersama dia. Dan juga taman yang menjadi saksi perpisahan kami 2 tahun yang lalu.

Aku menatap matanya dengan mata yang sembab. Mungkin dia tahu kalau semalam aku menangis. Aku sama sekali tidak menjawab pertanyaannya barusan melainkan hanya diam.

”Ikhlaskan aku pergi, bisa kan??” katanya lagi. Aku tertunduk kemudian menatapnya dengan geram. Berharap dia menarik apa yang ia katakan barusan.

”Heechul-a hanya sekali ini aku minta tolong. Ikhlaskan aku dan izinkan aku pergi. Aku ingin berhenti”

”Wae??”

”Tidak ada yang peduli denganku”

”Aku peduli denganmu”

”Tidak, kau sibuk sekarang”

Apa aku begitu?? Apa benar aku ini orang yang seperti itu?

”Aku tidak, maksudku……”

”Kau sibuk Hyung, kau juga sadar akan hal itu. Kau tahu kalau aku orang yang susah untuk berteman? Selama ini aku tersenyum, tertawa dan bisa bertahan di sana karenamu. Tapi sekarang kau sibuk dan tidak pernah memperdulikanku lagi”

”Kalau begitu aku akan berhenti bekerja”

Dia menggeleng ”Itu juga bukan pilihan yg bagus Hyung, kau tahu aku sudah sangat capek di tambah aku sangat merindukan kedua orang tua ku yang berada di China sana, kau tahu kan bagaimana penderitaanku menjadi satu-satunya orang China yang terasingkan di Negeri orang”

Aku terdiam, apa dia serius dengan apa yang dikatakannya??

”Kajima” aku tidak tahu lagi harus berkata apa dan melakukan apa untuk mencegahnya. Otakku sudah tidak dapat bekerja seperti biasanya dan kata-kata yang terpikirkan olehku hanyalah kata-kata itu.

”Apa permintaanku terlalu sulit? Aku sudah menjelaskan semuanya padamu. Alasan aku pergi. Atau kau ingin melihatku terluka lebih dalam lagi?”

Aku menggeleng. Apa dia gila? Tentu saja aku tidak mau melihat dia terluka lebih dalam lagi. Aku diam dengan menundukkan kepalaku.

”Hyung jebal…….”

Tidak, jangan katakan kata-kata itu. Aku mohon. Aku berpikir, tidak ada gunanya aku di Super Junior kalau dia pergi. Aku juga tidak hebat dalam hal menyanyi dan menari. Aku mulai mengangkat kepalaku melihat kearahnya.

”Kalau kau pergi, aku juga akan pergi. Kita sama-sama pergi. Tidak ada pilihan lain. Aku adalah kau dan kau adalah aku. Kau pergi kemanapun aku akan ikut”

”Oppa…….” aku tersadar dari lamunanku saat mendengar seseorang memanggilku. Astaga apa yang aku lakukan tadi? Apa aku sedang mencoba untuk mengenangnya lagi. Aku menarik nafas kemudian menghembuskannya. Aku menoleh ke arah gadis itu ”Mianhae” kataku.

”Untuk apa??”

”Karena tidak menghiraukanmu”

Gadis itu tertawa ”Gwenchana, aku tahu apa yang oppa rasakan saat ini” aku hanya tersenyum simpul menanggapi ucapannya.

”Oppa bolehkah aku mengatakan sesuatu?” katanya. Aku menaikkan sebelah alisku dengan bingung ”Tentu saja” kataku.

”Mungkin oppa akan mengatakan aku sok tahu atau apa pun itu, aku tidak peduli” dia diam sebentar kemudian menambahkan ”Tapi aku yakin mereka meninggalkan kita bukan karena membenci kita tapi mereka pasti mempunyai alasan tersendiri yang mungkin tidak bisa mereka katakan dengan kita. Walaupun begitu bukankah seharusnya kita tetap percaya dengan mereka dan terus mendukung mereka. Bukankah itu yang namanya sahabat” jelas gadis itu.

Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya. Gadis ini benar semua yang dia katakan itu benar.

”Kau….maukah kau sama-sama berjanji denganku”

”Mwo??”

Aku tersenyum ”Kita sama-sama berjanji bahwa kita hanya akan menangis untuk hari ini. Ya, hanya untuk hari ini. Kita akan menangis sampai puas hingga air mata kita tidak dapat keluar lagi. Setelah itu kita tidak akan menangis lagi melainkan tersenyum. Walaupun terkadang rasa sakit itu ada tapi kita tetap tersenyum supaya mereka tahu bahwa kita baik-baik saja di sini” aku diam sebentar kemudian menambahkan ”Bukankah itu yang kau maksud?”

Gadis itu tersenyum dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Ia menganggukkan kepalanya ”Oppa benar….baiklah kalau begitu aku juga akan berjanji”

EPILOG

Kau tahu arti kebahagian? Aku akan menjelaskannya. Kalau kau mau, kau harus patuhi syarat ini

1. Lakukan apa yang kau suka

2. Berdiri di atas kedua kaki sendiri

3. Keluarga dan SAHABAT

Apa kau sudah punya 3 syarat tadi? Kalau kau belum punya, carilah! Aku ingin semua orang bahagia. Aku ingin semuanya tertawa lebar seperti yang aku lakukan sekarang

*THE END*

3 thoughts on “Ever Lasting Friends

  1. Bagus,tapi tetep bingung gadis itu siapa???? Ҩ(° ̯˚)

    Dan kok kesannya gege pergi tak akan kembali (╥﹏╥)

    Heuuu…. Aneh bener yak nih ff baru sempat ku baca pas udah di post,hahahaha

    • Gadis it adalah ak kak ae wkwkwk

      it kan ceritany heechul mencoba buat bertahan tanpa gege lg kak kd sgla manyambat gege bakalan kd kembali lg
      Mun rajakiny tu babulik inya dengan suju mun kd tu kih 2 kata ae tabah ae ==”

  2. Jinja??? Mk jar kam kemaren kaga tau (¬.¬”)

    Hahahahaha….kesannya aja gitu na,dan kesannya Heechul kaya jd cewe ‎​​​Ɣªήğ di tinggal pacarnya,wkwkwkwkwk *coment lain lagi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s